Author: Bisnis.com

  • Softbank Akuisisi DigitalBridge, Akankah Berdampak ke Centratama (CENT)?

    Softbank Akuisisi DigitalBridge, Akankah Berdampak ke Centratama (CENT)?

    Bisnis.com, JAKARTA — SoftBank Group Corp. mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi DigitalBridge Group, Inc., manajer aset alternatif global yang fokus pada infrastruktur digital dengan nilai perusahaan mencapai sekitar $4 miliar atau sekitar Rp67,1 triliun. Adapun DigitalBridge Group diketahui memiliki jejaring hingga ke Indonesia.

    DigitalBridge memiliki hubungan kepemilikan strategis dengan PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (Centratama atau CENT), perusahaan menara telekomunikasi asal Indonesia, melalui platform EdgePoint Infrastructure.

    DigitalBridge mendirikan EdgePoint Infrastructure pada 2020-2021 untuk ekspansi menara telekomunikasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. EdgePoint kemudian mengakuisisi saham mayoritas Centratama, mencapai 76,8% pada Juli 2021 melalui EP ID Holdings Pte Ltd setelah membeli 33% dari Northstar Group. Adapun saat ini kepemilikan EdgePoint di Centratama mencapai 92,17%. 

    Adapun Centratama sendiri mengelola lebih dari 11.000 situs infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, seperti menara seluler dan DAS. Centratama aktif mendukung operator besar seperti Telkomsel, Indosat, dan XLSMART dalam memberikan layanan internet serta mengakselerasi transformasi digital nasional.

    Saat ini Centratama tengah berjuang dalam menekan rugi yang terus meningkat. Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, rugi bersih tahun berjalan Centratama melompat dari Rp782 miliar menjadi Rp1,47 triliun pada kuartal III/2025. Angka tersebut naik 88,23% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Pendapatan CENT hanya naik tipis 2,73% year on year/YoY menjadi Rp1,88 triliun.

    Adapun bisnis sewa menara menjadi kontributor utama pendapatan CENT dengan total menacapai Rp1,63 triliun atau sekitar 87% dari total pendapatan. Sisanya berasal dari sewa infrastruktur (IBC), serat optik, jasa internet dan lain sebagainya.

    Sementara itu beban pokok meningkat 29% menjadi Rp1,25 triliun pada kuartal III/2025, yang didominasi oleh beban utang jangka panjang. Penyusutan aset menara dan tetap membuat kondisi makin berat.

    Sebelumnya, dilansir dari laman resmi Softbank, Selasa (30/12/2025), akuisisi Softbank atas DigitalBridge dilakukan untuk memperkuat misi mewujudkan Artificial Super Intelligence (ASI) demi kemajuan umat manusia.

    Akuisisi ini akan memperluas kapasitas pusat data dan konektivitas SoftBank guna mendukung pelatihan, penerapan, dan layanan AI skala global.

    Chairman dan CEO SoftBank Group Corp Masayoshi Son mengatakan seiring transformasi AI di berbagai industri dunia, perusahaan membutuhkan lebih banyak daya komputasi, konektivitas, listrik, dan infrastruktur yang skalabel.

    “DigitalBridge adalah pemimpin di infrastruktur digital, dan akuisisi ini akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya, memajukan visi kami menjadi penyedia platform ASI terkemuka, serta membuka terobosan yang mendorong kemajuan umat manusia,” kata Son kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).

    Sementara itu, CEO DigitalBridge Marc Ganzi mengatakan pembangunan infrastruktur AI merupakan peluang investasi terbesar saat ini. SoftBank memiliki DNA serupa sebagai pembangun dan investor jangka panjang yang berkomitmen pada infrastruktur digital transformatif.

    “Visi, kekuatan modal, dan jaringan global mereka akan memungkinkan kami mempercepat misi dengan fleksibilitas lebih besar,” kata Marc.

    Berdasarkan kesepakatan, SoftBank akan mengakuisisi seluruh saham umum DigitalBridge secara tidak langsung seharga $16 per saham tunai.

    Transaksi ini direkomendasikan secara bulat oleh komite khusus dewan direksi DigitalBridge yang terdiri dari direktur independen, dengan premi 15% dari harga penutupan saham pada 26 Desember 2025, dan 50% dari rata-rata harga 52 minggu sebelumnya per 4 Desember 2025.

    Setelah penutupan, DigitalBridge akan tetap beroperasi sebagai platform terpisah di bawah pimpinan Marc Ganzi. Transaksi tunduk pada persetujuan regulator dan diharapkan selesai pada paruh kedua 2026.

    Langkah ini memperkuat posisi SoftBank di sektor infrastruktur digital global, sejalan dengan lonjakan permintaan AI dari perusahaan teknologi besar.

  • Kapan Bos Baru The Fed Pengganti Jerome Powell Diumumkan? Begini Kata Trump

    Kapan Bos Baru The Fed Pengganti Jerome Powell Diumumkan? Begini Kata Trump

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan telah memiliki kandidat pilihan untuk menjadi pemimpin Federal Reserve (The Fed) selanjutnya. 

    Meski demikian, dia tidak terburu-buru untuk mengumumkan nama dan juga sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk memecat Kepala The Fed saat ini, Jerome Powell. 

    “Ya, masih. Belum berubah [kemungkinan]. Saya akan mengumumkan pada waktu yang tepat. Masih banyak waktu,” ujar Trump pada konferensi pers, Senin (29/12/2025), sebagaimana dilansir Bloomberg.

    Trump menambahkan Powell seharusnya mengundurkan diri dan menyatakan dia memiliki keinginan untuk memecat sang Kepala The Fed. Presiden AS ini sebelumnya hampir memecat Powell pada Juli lalu, tetapi mengurungkan niat usai pasar keuangan bereaksi negatif. “Mungkin saya masih akan melakukannya [memecat Powell],” kata Trump.

    Meski demikian, dia tidak menyebutkan siapa kandidat utama untuk mengisi posisi tersebut dan mengatakan akan diumumkan pada kisaran Januari 2026. 

    Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett diprediksi sebagai kandidat terdepan, meskipun Trump juga menyatakan minatnya pada mantan gubernur Fed Kevin Warsh. Finalis lain dalam proses ini termasuk gubernur Fed saat ini Christopher Waller dan Michelle Bowman serta Rick Rieder dari BlackRock.

    Trump sebelumnya telah membuat banyak pernyataan samar dan terkadang kontradiktif tentang proses pengambilan keputusannya terkait kepala bank sentral yang baru. 

    Presiden AS itu pernah mengatakan telah mempersempit daftar kandidat menjadi satu, tetapi kemudian dia mempertimbangkan beberapa kandidat dan telah memberikan pujian kepada beberapa nama dalam daftar pendek tersebut.

    Trump telah lama menjadi kritikus Powell, yang dipilih untuk memimpin bank sentral selama masa jabatan pertamanya. Presiden telah mengindikasikan bahwa dia menginginkan ketua berikutnya untuk lebih agresif memangkas suku bunga karena pemerintah berupaya menurunkan biaya kredit perumahan.

    Bank sentral telah menurunkan suku bunga pada setiap tiga pertemuan terakhirnya, tetapi para pejabat mengisyaratkan pada bulan Desember bahwa mereka kemungkinan hanya akan memangkas suku bunga sekali pada tahun 2026.

    Trump mengatakan sedang mempertimbangkan gugatan ketidakkompetenan berat terhadap Powell terkait proyek renovasi yang sedang berlangsung di The Fed. Masa jabatan Powell sebagai ketua akan berakhir pada Mei 2026, tetapi masa jabatannya di Dewan Gubernur The Fed baru berakhir pada 2028.

    Powell belum mengatakan apakah akan mundur ketika masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Jika dia tetap menjabat, Powell akan menghalangi Trump untuk menunjuk anggota baru lainnya di dewan The Fed.

  • KSOP Batam Periksa Insiden Tabrakan Kapal di Selat Malaka

    KSOP Batam Periksa Insiden Tabrakan Kapal di Selat Malaka

    Bisnis.com, JAKARTA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menyatakan masih memeriksa insiden tubrukan antara kapal kontainer MV CMA CGM Niagara dengan kapal tug boat TB Harbour Dragon di Selat Malaka.

    “Sementara masih dalam proses. Kami menerima laporan adanya tubrukan kapal di wilayah Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka dan Selat Singapura, dan saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung,” ujar Kepala KSOP Khusus Batam M. Takwim Masuku, saat dihubungi di Batam, Senin.

    Ia menerima laporan kejadian tersebut pada Kamis, 25 Desember 2025. Insiden terjadi sekitar pukul 20.08 waktu setempat saat TB Harbour Dragon yang menarik tongkang Harbour Jupiter melintas menuju Sibu, Sarawak, Malaysia.

    Sesuai laporan, TB Harbour Dragon dan tongkang Harbour Jupiter merupakan kapal berbendera Malaysia dengan jumlah kru sebanyak 10 orang.

    Sementara MV CMA CGM Niagara merupakan kapal kontainer berbendera Malta dengan 25 kru di atas kapal.

    Berdasarkan keterangan awal dari pihak MV CMA CGM Niagara, kapal tersebut dilaporkan kehilangan kendali hingga menabrak sisi lambung kiri tongkang Harbour Jupiter. Akibat kejadian tersebut, tongkang mengalami kerusakan pada struktur bagian kiri.

    Meski demikian, pihak KSOP Batam memastikan seluruh kru dari kedua kapal dalam kondisi selamat dan tidak ditemukan adanya pencemaran laut di sekitar lokasi kejadian.

    “Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh kru dapat diselamatkan dan diberikan penanganan yang memadai serta tidak terjadi pencemaran di sekitar wilayah tubrukan,” katanya.

    Penanganan dari KSOP Khusus Batam dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim dan juga kelancaran lalu lintas kapal di perairan Batam dan sekitarnya.

    Saat ini, MV CMA CGM Niagara, TB Harbour Dragon, dan tongkang Harbour Jupiter diketahui tengah berlabuh di perairan sekitar Nongsa, Batam.

    KSOP Khusus Batam telah mengerahkan kapal patroli KNP 376 ke lokasi untuk melakukan pemantauan.

    Selain itu, petugas patroli bersama Port State Control Officer (PSCO) KSOP Batam telah naik ke atas MV CMA CGM Niagara guna melakukan pemeriksaan teknis serta meminta keterangan dari pihak kapal.

    KSOP Batam juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan menugaskan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk pendalaman lebih lanjut.

    “Sementara masih dalam proses. Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” kata dia.

  • SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge Rp67,1 Triliun untuk Perluas Infrastruktur AI

    SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge Rp67,1 Triliun untuk Perluas Infrastruktur AI

    Bisnis.com, JAKARTA — SoftBank Group Corp. mengumumkan kesepakatan definitif untuk mengakuisisi DigitalBridge Group, Inc., manajer aset alternatif global yang fokus pada infrastruktur digital seperti data center, menara seluler, jaringan serat optik, dan infrastruktur edge, dengan nilai perusahaan mencapai sekitar $4 miliar atau sekitar Rp67,1 triliun.

    Dilansir dari laman resmi Softbank, Selasa (30/12/2025), langkah ini diambil untuk memperkuat misi mewujudkan Artificial Super Intelligence (ASI) demi kemajuan umat manusia.

    Akuisisi ini akan memperluas kapasitas pusat data dan konektivitas SoftBank guna mendukung pelatihan, penerapan, dan layanan AI skala global.

    Chairman dan CEO SoftBank Group Corp Masayoshi Son mengatakan seiring transformasi AI di berbagai industri dunia, perusahaan membutuhkan lebih banyak daya komputasi, konektivitas, listrik, dan infrastruktur yang skalabel.

    “DigitalBridge adalah pemimpin di infrastruktur digital, dan akuisisi ini akan memperkuat fondasi pusat data AI generasi berikutnya, memajukan visi kami menjadi penyedia platform ASI terkemuka, serta membuka terobosan yang mendorong kemajuan umat manusia,” kata Son kepada Bisnis, Selasa (30/12/2025).

    Sementara itu, CEO DigitalBridge Marc Ganzi mengatakan pembangunan infrastruktur AI merupakan peluang investasi terbesar saat ini. SoftBank memiliki DNA serupa sebagai pembangun dan investor jangka panjang yang berkomitmen pada infrastruktur digital transformatif.

    “Visi, kekuatan modal, dan jaringan global mereka akan memungkinkan kami mempercepat misi dengan fleksibilitas lebih besar,” kata Marc.

    Berdasarkan kesepakatan, SoftBank akan mengakuisisi seluruh saham umum DigitalBridge secara tidak langsung seharga $16 per saham tunai.

    Transaksi ini direkomendasikan secara bulat oleh komite khusus dewan direksi DigitalBridge yang terdiri dari direktur independen, dengan premi 15% dari harga penutupan saham pada 26 Desember 2025, dan 50% dari rata-rata harga 52 minggu sebelumnya per 4 Desember 2025.

    Setelah penutupan, DigitalBridge akan tetap beroperasi sebagai platform terpisah di bawah pimpinan Marc Ganzi. Transaksi tunduk pada persetujuan regulator dan diharapkan selesai pada paruh kedua 2026.

    Langkah ini memperkuat posisi SoftBank di sektor infrastruktur digital global, sejalan dengan lonjakan permintaan AI dari perusahaan teknologi besar.

  • Aksi Jual Saham Emiten Teknologi Hantam Wall Street jelang Ganti Tahun

    Aksi Jual Saham Emiten Teknologi Hantam Wall Street jelang Ganti Tahun

    Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat (AS) tergelincir dua hari berturut-turut seiring dengan aksi jual saham perusahaan teknologi berkapitalisasi tinggi oleh para investor sebelum akhir tahun.

    Dilansir Bloomberg pada Selasa (30/12/2025), indeks S&P turun 0,3% dengan saham Tesla Inc., Nvidia Corp., dan Meta Platforms berada di antara big tech yang mengalami pelemahan.

    Sementara, indeks Nasdaq 100 dan Dow Jones Industrial Average susut masing-masing sebesar 0,5%, sedangkan MSCI World Index turun 0,3%.

    Imbal hasil atau yield surat utang negara AS 10-year Treasuries juga menurun ke level 4,11%. Joe Mazzola, Kepala Trading & Strategi Derivatif di Charles Schwab mengatakan pelemahan di pasar saham merupakan kebalikan dari minggu lalu, saat saham teknologi memimpin kenaikan. “Namun, hal itu tampaknya tidak terkait dengan faktor fundamental,” ujarnya.

    Kinerja indeks S&P 500 naik 17,4% year-to-date, menentang ekspektasi pelemahan yang terus-menerus imbas perang tarif, meskipun kinerjanya lebih rendah dibandingkan banyak indeks global lainnya.

    Sebastian Boyd, Ahli Strategi Makro Bloomberg, menyatakan dolar dan S&P 500 diperkirakan akan bersinar pada 2025. Namun, pada kenyataannya sedikit berbeda karena gejolak dan pengumuman tarif pada April lalu sempat menurunkan kepercayaan terhadap kebijakan Amerika. 

    “Indeks acuan AS telah mengalami tahun yang baik, tetapi belum secara meyakinkan mengalahkan para pesaingnya, bahkan di sektor teknologi,” ungkapnya.

    Konsensus optimis bahwa reli saham akan berlanjut pada 2026 setelah tiga tahun berturut-turut mengalami kenaikan. Terlepas dari sejumlah risiko yang mencakup potensi kegagalan dalam kemajuan kecerdasan buatan hingga guncangan kebijakan yang tidak terduga, para ahli strategi di sisi penjualan memperkirakan kenaikan rata-rata 9% lagi di S&P 500 tahun depan.

    Jason Pride, kepala strategi dan riset investasi, dan Michael Reynolds, wakil presiden strategi investasi di Glenmede menyatakan prospek pertumbuhan ekonomi AS tampak cerah untuk tahun depan. “Gabungan efek kebijakan tarif, stimulus fiskal, pergeseran di pasar tenaga kerja, produktivitas terkait AI, dan potensi deregulasi menunjukkan prospek di atas tren pada tahun 2026.”

    Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan bahwa dia memiliki kandidat pilihan untuk menjadi ketua Federal Reserve berikutnya, tetapi tidak terburu-buru untuk membuat pengumuman, sambil mempertimbangkan kemungkinan untuk memecat pemimpin bank sentral saat ini, Jerome Powell.

    Investor juga menilai prospek suku bunga dan kebijakan moneter AS. Para ahli strategi Wall Street memperkirakan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan stabil hingga lebih tinggi pada tahun 2026 meskipun ada pemotongan suku bunga Federal Reserve.

  • Refleksi 2025, Prasasti Center Soroti Ketertinggalan RI dari Negara Lain

    Refleksi 2025, Prasasti Center Soroti Ketertinggalan RI dari Negara Lain

    Bisnis.com, JAKARTA — Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) menyoroti soal ketertinggalan Indonesia dibandingkan dengan negara lain pada forum Refleksi Akhir Tahun 2025.

    Prasasti dan BACenter mengadakan forum yang menjadi ruang kontemplasi kebangsaan untuk membaca perjalanan Indonesia sepanjang 2025 sekaligus menata arah masa depan bangsa di tengah tantangan daya saing global.

    Board of Advisors Prasasti sekaligus Ketua Dewan Pembina BACenter, Burhanuddin Abdullah menekankan refleksi akhir tahun bukan sekadar ritual personal, melainkan cara bangsa menimbang, mengendapkan, dan memahami perjalanan kolektif yang telah dilalui.

    “Catatan perjalanan Indonesia dalam satu tahun terakhir patut diapresiasi. Berbagai langkah pembangunan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, BUMN, UMKM, koperasi, dan masyarakat menunjukkan upaya bersama menuju perbaikan kualitas hidup,” katanya dalam siaran pers, Senin (29/12/2025).

    Dia mencontohkan program pemenuhan gizi dan penguatan ekonomi desa yang diharapkan mampu membentuk generasi muda yang lebih sehat, tangkas, dan cerdas dalam jangka menengah hingga panjang.

    Namun demikian, Burhanuddin mengingatkan bahwa jalan ke depan masih panjang dan terjal. Sejumlah indikator menunjukkan Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga.

    Dalam Global Talent Competitiveness Index, posisi Indonesia menurun dari peringkat 65 pada 2020 menjadi 73 pada 2024. Sementara dalam Human Capital Index, capaian Indonesia baru mencapai 0,56, tertinggal dari Malaysia dan Vietnam.

    Artinya, seorang anak Indonesia saat ini baru tumbuh dengan sekitar 56% dari potensi produktivitas maksimalnya di masa depan.

    Selanjutnya, dari sisi produktivitas tenaga kerja, Indonesia mencatat sekitar US$28.000 per pekerja, jauh di bawah Singapura yang melampaui US$150.000 dan Malaysia sekitar US$55.000. Kesenjangan juga tampak jelas pada aspek inovasi.

    Data paten per satu juta penduduk menunjukkan Indonesia hanya mencatat 84 paten dalam periode 2000–2023, dibandingkan Singapura yang mencapai lebih dari 22.000 dan Korea Selatan lebih dari 93.000.

    Burhanuddin menilai Indonesia membutuhkan lompatan besar, bukan sekadar perbaikan bertahap.

  • Bos ISAT Ungkap Peran Indosat, Northstar Group, dan Arsari Group di FiberCo

    Bos ISAT Ungkap Peran Indosat, Northstar Group, dan Arsari Group di FiberCo

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk, (ISAT) bersama konsorsium yang terdiri dari Arsari Group dan Northstar Group telah menandatangani perjanjian investasi pembentukan perusahaan patungan (joint venture) yang bergerak di bisnis serat optik bernama FiberCo. Masing-masing perusahaan memiliki kekuatan yang saling melengkapi.

    Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison Muhammad Danny Buldansyah mengatakan perusahaan FiberCo yang dikembangkan Indosat hampir mirip dengan InfraNexia milik PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM). Bedanya, kekuatan FiberCo tidak berasal dari satu perusahaan, melainkan gabungan dari beberapa perusahaan, dengan Indosat menjadi pemegang saham mayoritas.

    Adapun berdasarkan dokumen yang didapat Bisnis, Indosat akan menggenggam 45% saham di FiberCo. Sementara itu 45% lainnya dipegang oleh Arsari Group dan Northstar, dengan 10% sisanya beredar bebas.

    Arsari Group dan Northstar Group mengambil peran penting sebagai mitra strategis bagi FiberCo. Kedua perusahaan memiliki keahlian di bidangnya, termasuk perihal finansial. Sementara Indosat berperan dalam mengoperasikan bisnis serat optik.

    “Indosat akan controling dalam hal pengoperasian karena kami yang mengerti bagaimana mengoperasikan [bisnis] fiber optik,” kata Danny kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025).

    Danny menambahkan FiberCo akan membantu perusahaan telekomunikasi yang membutuhkan dukungan infrastruktur serat optik untuk menghadirkan layanan internet andal guna mendukung percepatan transformasi digital.

    Dari sisi implementasi, entitas baru ini akan mengoperasikan jaringan serat optik yang komprehensif dan terintegrasi sepanjang lebih dari 86.000 kilometer, mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, serta akses infrastruktur yang menghubungkan menara telekomunikasi dan kawasan bisnis.

    Dengan komposisi jaringan sekitar 45% di Pulau Jawa dan 55% di luar Jawa, platform ini memiliki peran strategis dalam mendorong konektivitas digital yang lebih merata. Sebagai entitas independen, FiberCo akan beroperasi dengan model open-access, menyediakan akses terbuka bagi berbagai penyedia layanan telekomunikasi untuk memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan mempercepat inklusi digital nasional.

    “Kekuatan inisiatif ini adalah investasi pada masa depan. Banyak daerah di Indonesia yang belum terjangkau serat optik. Nanti perusahaan ini akan menggelar kabel untuk mendukung Indosat,” kata Danny.

    Sebelumnya, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kolaborasi ini berangkat dari visi jangka panjang yang sejalan dalam memberdayakan Indonesia. Butuh kolaborasi yang kuat serta ambisi jangka panjang dalam membangun infrastruktur digital dan mencapai misi tersebut.

    Bagi Indosat dan para pemegang sahamnya, transaksi ini menghadirkan nilai strategis yang signifikan. Indosat akan mengalihkan aset serat optiknya ke FiberCo Raya dengan nilai sekitar Rp14,6 triliun.

    Transaksi ini memungkinkan Indosat memonetisasi aset tersebut sekaligus mempertahankan sekitar 45% kepemilikan FiberCo.

    “Langkah strategis ini penting bagi pertumbuhan bisnis Indosat di masa yang akan datang, dengan menggunakan dana hasil transaksi untuk pengembangan jaringan 5G serta memperkuat fondasi AI Indosat,” kata Vikram.

    Deputy CEO and COO Arsari Group Aryo P.S. Djojohadikusumo menegaskan komitmen jangka panjang Arsari Group dalam pembangunan nasional melalui infrastruktur digital. 

  • Imbas Perundingan Tarif AS, RI Bakal Tingkatkan Pengawasan Ekspor Mineral Kritis Cs

    Imbas Perundingan Tarif AS, RI Bakal Tingkatkan Pengawasan Ekspor Mineral Kritis Cs

    Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Indonesia mendorong penerapan strategic trade management (STM) untuk meningkatkan kontrol terhadap ekspor sejumlah barang strategis yang memiliki fungsi ganda (dual use).

    STM merupakan sistem nasional yang mengatur dan memfasilitasi perdagangan serta investasi dalam teknologi dual use serta teknologi pertahanan. Strategi ini mencakup penyusunan daftar barang-barang dual use yang bisa mendapatkan perhatian khusus, atau membutuhkan izin/sertifikasi pemerintah. 

    Tujuannya yakni untuk memastikan barang-barang berteknologi dan bernilai tinggi itu tidak jatuh ke kelompok berbahaya, seperti teroris. Di samping itu, penerapan STM menjadi salah satu kesepakatan perundingan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) terkait dengan tarif resiprokal. 

    Selaku instansi yang juga memimpin perundingan tarif, Kemenko Perekonomian juga memimpin proses penerapan STM di Indonesia, bekerja sama dengan pihak AS.  Sejauh ini, hanya Indonesia dan Arab Saudi yang belum menerapkan STM di antara negara-negara G20. 

    “STM sedang dikebut oleh tim saya bersama AS. Di Asean hanya Indonesia dan Brunei yang belum punya STM. Di G20, Indonesia dan Arab Saudi yang belum,” terang Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025). 

    Penerapan STM pun sudah diseleraskan dengan program prioritas kementerian/lembaga terkait untuk 2026. Salah satunya yakni lembaga Indonesia National Single Window (INSW), yang dibawahi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

    Sementara itu, dilansir dari situs resmi Kedutaan Besar AS di Indonesia pada Juli 2025 lalu, penerapan STM akan fokus pada pengembangan sistem kontrol terhadap ekspor. 

    Nantinya, Kedubes AS melalui program Export Control and Border Security (EXBS) akan memberikan pendampingan kepada pemerintah Indonesia untuk menerapkan STM. 

    Sebagai informasi, program tersebut bertujuan untuk mencegah proliferasi senjata pemusnah massal hingga ekspor ilegal atas barang-barang yang dikategorikan strategis. 

    Cakupan Barang Strategis

    Adapun barang-barang dual use yang dinilai strategis itu mencakup barang-barang untuk keperluan penerbangan luar angkasa, kendaraan listrik, mesin industri, pengujian kesehatan hewan, serta bahan kimia. 

    Kemudian, bahan khusus, elektronik dan komunikasi, peralatan berteknologi tinggi, teknologi informasi, instrumen medis, farmasi serta research and development (R&D) baru. 

    Pada Juli 2025 lalu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut salah satu barang strategis dual use yang masuk dalam kategori pengawasan di bawah STM adalah mineral kritis. 

    “Kita punya itu di critical mineral. Mereka [AS] juga ingin mengetahui komponen strategis jangan sampai jatuh kepada pihak-pihak termasuk untuk penggunaan terrorism,” terang Airlangga pada konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Juli 2025 lalu. 

    Menurut Airlangga, STM penting bagi Indonesia maupun AS agar kedua belah pihak bisa memonitor ekspor dan impor barang-barang dual use yang bernilai strategis itu. 

    “Komoditas yang dianggap strategis juga bisa terhadap ekosistem untuk pesawat udara, ekosistem untuk AI, data center, kemudian ekosistem mendukung penerbangan luar angkasa,” lanjut Menko Perekonomian sejak 2019 itu.  

  • Panen di Sumatra Tetap Aman meski 11.000 Hektare Sawah Rusak, Amran: Sangat Kecil

    Panen di Sumatra Tetap Aman meski 11.000 Hektare Sawah Rusak, Amran: Sangat Kecil

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sekitar 11.000 hektare lahan sawah rusak total imbas bencana yang melanda kawasan Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Meski demikian dia memastikan panen di wilayah Aceh tak terganggu.

    Dia menyebut bahwa pemerintah akan berupaya menata kembali lahan sawah yang terdampak. Saat ini, tim Kementan disebutnya masih bertahan di lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan.

    “Sekarang saya minta juga seluruh tim di lapangan mengecek kerusakan sawah. Ada 11.000 [hektare] yang rusak total. Kita akan bangun kembali,” kata Amran usai rapat koordinasi penetapan cadangan pangan pemerintah 2026 di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

    Menurutnya, sebanyak 11.000 hektare lahan sawah itu merupakan kerusakan total dari tiga provinsi terdampak bencana. 

    Amran pun memperkirakan bahwa musim panen di ketiga wilayah tersebut tidak akan terdampak besar, mengingat perbandingannya dengan sawah yang masih berfungsi terbilang kecil.

    “Ini 11.000 yang harus dibangun kembali, kan ada 80.000 semua. Ada yang kena banjir, tetapi sawahnya masih ada. Kalau 11.000 dibagi 7 juta hektare, itu sangat kecil,” ujarnya.

    Amran pun memastikan bahwa stok beras di wilayah bencana tersebut masih aman. Hal ini mengingat cadangan beras pemerintah di Perum Bulog yang mencapai 3,39 juta ton.

    Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok beras di Aceh berada dalam kondisi sangat aman di tengah upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan dan pemulihan pascabencana.

    Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan bahwa stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk wilayah Aceh sangat mencukupi sebanyak 85.100 ton di sejumlah gudang Perum Bulog.

    “Masyarakat tidak perlu khawatir, stok kita ada dan kualitasnya terjaga. Ini adalah bentuk komitmen negara untuk hadir dalam menjaga ketahanan pangan di seluruh pelosok negeri, termasuk untuk Aceh,” ujar Sarwo melalui keterangan tertulis, dikutip pada Jumat (26/12/2025).

  • Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Melonjak 50,71% Selama Libur Nataru

    Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Melonjak 50,71% Selama Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Hutama Karya (Persero) mengungkap adanya kenaikan volume lalu lintas (VLL) yang signifikan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) selama periode arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Hingga 28 Desember 2025, total trafik harian di seluruh ruas tol yang dioperasikan Hutama Karya mencapai 153.343 kendaraan. Angka tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 50,71% dibandingkan dengan volume lalu lintas normal.

    EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa pergerakan kendaraan masih terpantau tinggi, terutama pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan di Pulau Sumatera.

    “Hingga periode 28 Desember 2025, pergerakan kendaraan masih terpantau tinggi pada sejumlah ruas utama, khususnya pada koridor penghubung antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (29/12/2025).

    Mengacu pada informasi yang dibagikan, ruas Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kuala Tanjung – Sinaksak) yang dikelola oleh anak usaha PT Hutama Marga Waskita (HMW) menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi. Ruas ini mencatat trafik sebanyak 37.807 kendaraan, atau meroket 96,74% dari hari biasa.

    Menyusul di posisi kedua, Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2–6 mencatatkan pertumbuhan sebesar 88,35% dengan total 7.760 kendaraan. 

    Sementara itu, penghubung lintas provinsi baru seperti Tol Betung – Tempino – Jambi juga menunjukkan performa kuat dengan kenaikan 62,16% atau sebanyak 8.486 kendaraan.

    Berikut rincian performa trafik di sejumlah ruas utama JTTS lainnya per 28 Desember 2025:

    – Tol Indrapura – Kisaran: 14.593 kendaraan (naik 53,13%)

    – Tol Pekanbaru – XIII Koto Kampar: 9.976 kendaraan (naik 46,08%)

    – Tol Palembang – Indralaya – Prabumulih: 20.526 kendaraan (naik 35,91%)

    – Tol Terpeka (Terbanggi Besar – Kayu Agung): 18.409 kendaraan (naik 29,23%)

    – Tol Pekanbaru – Dumai (Permai): 20.112 kendaraan (naik 28,91%)

    Meski demikian, Tol Padang – Sicincin justru mencatatkan koreksi trafik sebesar 47,06% di bawah normal dengan hanya 2.070 kendaraan. Penurunan ini dipicu oleh terputusnya konektivitas utama dari arah Padang menuju Buki Tinggi.