Author: Bisnis.com

  • Bandingkan dengan Nepal-Brasil, Kapolri Pamer Atasi Kerusuhan “Agustus Kelabu”

    Bandingkan dengan Nepal-Brasil, Kapolri Pamer Atasi Kerusuhan “Agustus Kelabu”

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap soal keberhasilan penanganan kerusuhan dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

    Hal tersebut disampaikan Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri di Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (30/12/2025).

    Mulanya, dia mengungkap soal fenomena kerusuhan di Nepal pada September 2025. Kerusuhan ini telah berdampak pada 72 orang meninggal dunia, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi hingga kerugian uang triliunan.

    Selanjutnya, kerusuhan di Myanmar pada Desember 2025 yang menyebabkan defisit anggaran mencapai 6,9% dari PDB, dan muncul ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah dan negara, serta masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan normal. 

    “Kemudian di Brasil pada tanggal 28 Oktober 2025 terjadi baku tembak di Rio de Janeiro antara Polri dan kartel narkoba yang ada di sana yang mengakibatkan 5 petugas dan 121 warga meninggal,” kata Sigit.

    Sama dengan negara lainnya, kerusuhan ini telah membuat sektor perekonomian di Brasil ikut terdampak dan lumpuh, pusat perbelanjaan terdampak, transportasi terganggu hingga menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap hukum.

    Berkaca dari peristiwa kerusuhan di sejumlah negara itu, Sigit mengungkap Indonesia juga sempat mengalami kerusuhan pada akhir Agustus 2025. Peristiwa ini disebut dengan “Agustus Kelabu” ataupun “September Gelap”.

    Berbeda dengan negara lain, Indonesia justru diklaim bisa memitigasi dampak serius akibat kerusuhan tersebut. 

    “Namun, alhamdulillah kita semua, Indonesia, mampu melewati seluruh tantangan tersebut sehingga peristiwa yang terjadi dapat segera kita atasi, dan dampak serius yang terjadi bisa kita mitigasi sehingga tidak terjadi seperti di negara-negara lain,” tutur Sigit.

    Jenderal bintang empat ini pun langsung memberikan apresiasi kepada anggota Polri dan dukungan dari stakeholder terkait atas keberhasilan menjaga Kamtibmas di akhir Agustus lalu.

    “Kondisi keamanan bisa kita pulihkan, dan masyarakat bisa beraktivitas kembali dengan normal,” pungkasnya.

  • Meta Mark Zuckerberg Akuisisi Startup AI Singapura Manus Rp32 Triliun

    Meta Mark Zuckerberg Akuisisi Startup AI Singapura Manus Rp32 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA— Meta Platforms Inc. resmi mengakuisisi Manus, sebuah startup kecerdasan buatan (AI) berbasis di Singapura. 

    Mengutip laporan Techcrunch, Selasa (30/12/2025), Meta sepakat membayar US$2 miliar atau sekitar Rp32 triliun, sejalan dengan valuasi yang dibidik Manus untuk putaran pendanaan berikutnya. 

    Bagi CEO Meta Mark Zuckerberg, akuisisi ini dinilai strategis. Di tengah kekhawatiran investor terhadap belanja infrastruktur AI Meta yang mencapai US$60 miliar atau sekitar Rp960 triliun, Manus dipandang sebagai contoh produk AI yang sudah menghasilkan pendapatan nyata.

    Meta menyatakan Manus akan tetap beroperasi secara independen. Namun, teknologi agen AI-nya akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Meta, termasuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, yang saat ini telah dilengkapi layanan Meta AI.

    Di balik kesepakatan tersebut, terdapat satu isu sensitif. Manus didirikan oleh pendiri asal China yang sebelumnya membangun perusahaan induk Butterfly Effect di Beijing pada 2022, sebelum memindahkan basis operasional ke Singapura pada pertengahan tahun ini.

    Fakta ini sempat memicu perhatian politik di Amerika Serikat. Senator John Cornyn, anggota senior Komite Intelijen Senat AS, sebelumnya mengkritik investasi Benchmark di Manus. Ia mempertanyakan keputusan investor AS yang dinilai berpotensi memperkuat kemampuan AI China, yang dianggap sebagai pesaing strategis AS. 

    Menanggapi hal tersebut, Meta menegaskan setelah proses akuisisi rampung, Manus tidak lagi memiliki keterkaitan dengan investor China dan akan menghentikan seluruh operasi serta layanannya di China.

    “Tidak akan ada kepemilikan China yang berlanjut di Manus AI setelah transaksi ini, dan Manus AI akan menghentikan layanan serta operasinya di China,” ujar juru bicara Meta kepada Nikkei Asia.

    Adapun, Manus mencuri perhatian sejak kemunculannya awal tahun ini lewat video demonstrasi yang viral. 

    Dalam tayangan tersebut, Manus menampilkan agen AI yang mampu melakukan berbagai tugas kompleks, mulai dari menyaring kandidat kerja, merencanakan perjalanan wisata, hingga menganalisis portofolio saham. 

    Perusahaan itu bahkan mengklaim performanya melampaui fitur Deep Research milik OpenAI.

    Tak lama setelah peluncuran, tepatnya pada April 2025, Manus berhasil mengamankan pendanaan tahap awal senilai US$75 juta atau sekitar Rp1,2 triliun, yang dipimpin oleh Benchmark. Pendanaan tersebut menempatkan valuasi Manus pada level US$500 juta atau sekitar Rp8 triliun (post-money). Sejumlah investor ternama turut masuk, termasuk Tencent, ZhenFund, dan HSG (sebelumnya Sequoia China).

    Meski sempat menuai kritik setelah menetapkan tarif berlangganan US$39 hingga US$199 per bulan sekitar Rp624.000 hingga Rp3,18 juta saat produknya masih dalam tahap pengujian, Manus belakangan mencatat kinerja impresif. Perusahaan mengklaim telah menggaet jutaan pengguna dan membukukan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue/ARR) lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun.

  • Kapolri Klaim Masyarakat Kasih Nilai Positif untuk Polri pada 2025

    Kapolri Klaim Masyarakat Kasih Nilai Positif untuk Polri pada 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim adanya tren positif soal kepercayaan masyarakat terhadap Polri sepanjang 2025.

    Sigit mengatakan pernyataannya itu berdasarkan survei kebijakan publik terhadap Polri baik ktu lembaga survei internasional maupun nasional.

    “Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap kinerja Polri. Hal tersebut ditunjukkan dengan survei kepercayaan publik terhadap Polri yang terus menunjukkan tren yang positif,” ujar Sigit dalam kegiatan Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri di Mabes Polri, Jakarta pada Selasa (30/12/2025).

    Kemudian, dia memaparkan sejumlah survei yang memaparkan tren kepercayaan publik sepanjang 2025. Misalnya, berdasarkan survei The Global Safety Report 2025 yang dirilis Gallup soal indeks hukum dan ketertiban.

    Dari survei itu, Indonesia bertengger di urutan ke-19 sebagai negara dengan tingkat rasa aman dari 144 negara. Dalam survei ini Indonesia memiliki poin di atas Jerman, Jepang hingga Belanda.

    Selain itu, dalam indikator “Safe to Walk Alone at Night”, sebanyak 83% responden di Indonesia menyatakan merasa aman berjalan di malam hari sehingga menempatkan Indonesia pada peringkat ke-25 dari 144 negara. 

    “Data ini menunjukkan bahwa tingkat keamanan di Indonesia berada dalam kondisi yang baik dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuhnya.

    Secara nasional, berdasarkan hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada November 2025, Polri masuk dalam tiga besar lembaga negara paling dipercaya oleh masyarakat.

    Dalam penegakan hukum, Polri menempati peringkat pertama sebagai lembaga yang paling dipercaya.

    Namun demikian, Sigit meminta agar anggotanya tidak berpuas diri dan terus melakukan evaluasi untuk meningkatkan kinerja institusi Polri.

    “Hasil penilaian dari lembaga survei riset internasional dan survei nasional tersebut tentunya membuat kita untuk terus melakukan perbaikan, berbenah, dan tidak berpuas diri,” pungkasnya.

  • Kapolri Ungkap Tantangan 10 Tahun ke Depan: Dampak AI hingga Cuaca Ekstrem

    Kapolri Ungkap Tantangan 10 Tahun ke Depan: Dampak AI hingga Cuaca Ekstrem

    Bisnis.com, JAKARTA — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah tantangan global yang berpotensi selama 10 tahun ke depan.

    Sigit mengungkapkan setidaknya ada 10 tantangan berdasarkan Global Risk Report 2025 yang berpotensi terjadi pada 10 tahun ke depan. Misalnya cuaca ekstrem, misinformasi, perang siber hingga dampak negatif teknologi AI. 

    “Yaitu cuaca ekstrem, kehilangan keanekaragaman hayati, perubahan sistem alam, kelangkaan sumber daya alam, misinformasi dan disinformasi, dampak negatif dari teknologi AI, ketimpangan, polarisasi sosial, spionase dan perang siber, serta polusi,” ujar Sigit dalam rilis akhir tahun (RAT) Polri, Selasa (30/12/2025).

    Dia menambahkan tantangan paling dekat dan nyata dirasakan oleh Indonesia adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana alam di Sumatra.

    Bencana telah menimbulkan korban meninggal dunia yang telah menyentuh pada angka 1.132 orang, ratusan orang hilang, kerusakan infrastruktur hingga memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi.

    “Sejalan dengan berbagai macam risiko tersebut, bencana alam akibat cuaca ekstrem saat ini menjadi salah satu tantangan yang paling nyata dampaknya dan kita rasakan,” imbuhnya.

    Di waktu yang sama, Sigit mengungkap cuaca ekstrem berpotensi melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai dari Bali, Nusra dan Jawa Timur dengan Siklon 93S.

    Sementara siklon 95S di sekitar Papua dan siklon bakung dirasakan di sekitar Lampung.

    “Pada saat yang sama saat ini terdapat tiga sistem siklon di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi,” pungkasnya.

  • Cerita Pilu Warga Kuningan Korban TPPO yang Lolos dari Neraka Kamboja

    Cerita Pilu Warga Kuningan Korban TPPO yang Lolos dari Neraka Kamboja

    Bisnis.com, KUNINGAN- Kisah pilu menimpa pasangan suami istri asal Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Dimas dan istrinya menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Kamboja setelah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar. 

    Setelah menjalani penderitaan selama berbulan-bulan, keduanya akhirnya berhasil melarikan diri dan dipulangkan ke Indonesia oleh Bareskrim Polri bersama tujuh Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya dari berbagai daerah.

    Dimas menceritakan awal mula dirinya terjerat jaringan perdagangan orang. Saat itu, ia tengah mencari pekerjaan di Karawang. Seorang teman kemudian menawarkan pekerjaan di Kamboja dengan janji gaji Rp9 juta per bulan, serta fasilitas makan dan tempat tinggal yang ditanggung perusahaan.

    Tanpa paspor dan tanpa mengeluarkan biaya, Dimas dan istrinya diberangkatkan secara ilegal melalui jalur berlapis. Mereka berangkat dari Batam, kemudian menuju Malaysia, sebelum akhirnya tiba di Phnom Penh, Kamboja. Setibanya di bandara, keduanya langsung dijemput oleh aparat setempat yang telah memegang foto dan data pribadi mereka.

    “Kami langsung dibawa ke sebuah kompleks perusahaan bernama Kasino 168. Tempatnya tertutup, dikelilingi tembok tinggi, kawat listrik, CCTV, dan dijaga ketat. Tidak mungkin kabur,” tutur Dimas di Kabupaten Kuningan, Selasa (30/12/2025).

    Alih-alih mendapatkan pekerjaan layak, Dimas dan istrinya justru dipaksa bekerja di bawah tekanan berat. Setiap hari mereka dituntut memenuhi target tertentu. Jika gagal, hukuman fisik tak terelakkan.

    “Setiap hari ditekan, dipukul oleh atasan,” kata Dimas.

    Dimas menambahkan, kekerasan fisik dan mental menjadi bagian dari rutinitas. “Kami disiksa. Disuruh squat jump berulang kali, bahkan dipaksa minum air cuka kalau tidak memenuhi target,” ujarnya.

    Kesempatan melarikan diri datang secara tak terduga. Saat perusahaan mengadakan acara makan bersama di luar kantor, Dimas dan istrinya memberanikan diri untuk kabur. Dengan berpura-pura meminta izin berganti pakaian, keduanya melarikan diri dari pengawasan.

    Mereka sempat bersembunyi di sebuah hotel, lalu berjalan kaki melewati area persawahan demi menghindari kejaran. Dalam kondisi ketakutan dan kelelahan, Dimas menghubungi seorang teman di Medan yang lebih dulu berhasil melarikan diri dari Kamboja.

    Melalui bantuan temannya, Dimas dan istrinya dipesankan taksi menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh. Namun, setibanya di lokasi pada malam hari, kantor KBRI telah tutup. Keduanya terpaksa bermalam di taman depan gedung KBRI.

    Dengan sisa uang sekitar 100 dolar AS, hasil tabungan gaji selama lima bulan bekerja, Dimas dan istrinya bertahan hidup di penginapan murah hingga akhirnya mendapat pendampingan dan bantuan dari pihak KBRI dan aparat Indonesia.

    Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol M.Irhamni mengungkapkan, para korban awalnya dijanjikan pekerjaan dengan gaji tinggi dan seluruh biaya keberangkatan ditanggung. Namun, setibanya di Kamboja, mereka justru dipaksa bekerja sebagai admin judi daring dan pelaku penipuan daring, serta mengalami tekanan fisik dan psikologis.

    Dari sembilan korban yang dipulangkan, tiga di antaranya perempuan dan enam laki-laki, yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera Utara, dan Sulawesi Utara. Salah satu korban diketahui dalam kondisi hamil dan mendapat pendampingan medis selama proses pemulangan.

    Polri memastikan akan menindaklanjuti kasus ini dengan menjerat para pelaku menggunakan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Aparat juga masih memburu pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

  • Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai?

    Kapan Puasa Ramadan 2026 Dimulai?

    Bisnis.com, JAKARTA – Ramadan sebentar lagi akan datang menyambut umat muslim. Banyak masyarakat yang mulai mencari kapan Ramadan datang.

    Apabila merujuk pada kalender Ramadan 1447H/2026, maka 1 Ramadan jatuh pada tanggal Kamis, 19 Februari 2026. Namun, biasanya akan diadakan rapat untuk melihat hilal dalam rangka menyambut bulan puasa.

    Sidang hilal tersebut dilakukan sebagai penentuan awal 1 Ramadan dan kapan Idulfitri siap dirayakan oleh umat muslim.

    Jatuhnya 1 Ramadan pada tanggal 19 Februari 2026 pun masih bersifat prakiraan dan bisa berpotensi berubah. Pemerintah akan menetapkan secara resmi 1 Ramadhan 1447 H melalui isbat yang akan dilaksanakan pada akhir bulan Sya’ban.

    Bulan Ramadhan tahun 2026 diprediksi berlangsung 30 hari hingga 20 Maret 2026. Sementara itu, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi jatuh pada Sabtu/Minggu, 21/22 Maret 2026.

    Ramadan versi Muhammadiyah 

    Adapun Muhammadiyah, memiliki jadwal berbeda yang telah ditetapkan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Mengacu pada KHGT tersebut, awal bulan puasa atau 1 Ramadhan 2026 Muhammadiyah diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.

    Jadwal ini sehari lebih awal dari prediksi awal puasa pemerintah.

    Muhammadiyah menetapkan Ramadhan 1447 Hijriah berlangsung 30 hari, dimulai 18 Februari 2026 dan berakhir pada 19 Maret 2026. Ini artinya, Idulfitri 1447 Hijriah berdasarkan KHGT Muhammadiyah akan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

    Berikut kalender Ramadhan 2026 Muhammadiyah selengkapnya:

    1 Ramadhan 1447 H: 18 Februari 2026
    2 Ramadhan 1447 H: 19 Februari 2026
    3 Ramadhan 1447 H: 20 Februari 2026
    4 Ramadhan 1447 H: 21 Februari 2026
    5 Ramadhan 1447 H: 22 Februari 2026
    6 Ramadhan 1447 H:23 Februari 2026
    7 Ramadhan 1447 H: 24 Februari 2026
    8 Ramadhan 1447 H: 25 Februari 2026
    9 Ramadhan 1447 H: 26 Februari 2026
    10 Ramadhan 1447 H: 27 Februari 2026
    11 Ramadhan 1447 H: 28 Februari 2026
    12 Ramadhan 1447 H: 1 Maret 2026
    13 Ramadhan 1447 H: 2 Maret 2026
    14 Ramadhan 1447 H: 3 Maret 2026
    15 Ramadhan 1447 H: 4 Maret 2026
    16 Ramadhan 1447 H: 5 Maret 2026
    17 Ramadhan 1447 H: 6 Maret 2026
    18 Ramadhan 1447 H: 7 Maret 2026
    19 Ramadhan 1447 H: 8 Maret 2026
    20 Ramadhan 1447 H: 9 Maret 2026
    21 Ramadhan 1447 H: 10 Maret 2026
    22 Ramadhan 1447 H: 11 Maret 2026
    23 Ramadhan 1447 H: 12 Maret 2026
    24 Ramadhan 1447 H: 13 Maret 2026
    25 Ramadhan 1447 H: 14 Maret 2026
    26 Ramadhan 1447 H: 15 Maret 2026
    27 Ramadhan 1447 H: 16 Maret 2026
    28 Ramadhan 1447 H: 17 Maret 2026
    29 Ramadhan 1447 H: 18 Maret 2026
    30 Ramadhan 1447 H: 19 Maret 2026. 

  • Megawati Tunjuk Dolfie Gantikan FX Rudy jadi Ketua DPD PDIP Jateng 14 jam yang lalu

    Megawati Tunjuk Dolfie Gantikan FX Rudy jadi Ketua DPD PDIP Jateng

    14 jam yang lalu

  • Ancaman Orang Dalam hingga AI

    Ancaman Orang Dalam hingga AI

    Bisnis.com, JAKARTA — Lanskap ancaman siber Indonesia disebut akan semakin kompleks dan tidak lagi semata bertumpu pada aspek teknologi. Tantangan disinyalir datang dari faktor manusia, tata kelola, regulasi, hingga pola kolaborasi lintas sektor yang selama ini belum sepenuhnya solid.

    Ketua Indonesia Cyber Security Forum (ICSF) Ardi Sutedja mengatakan salah satu isu krusial yang diprediksi mengemuka adalah meningkatnya ancaman dari dalam organisasi atau insider threat. 

    Ancaman ini kerap luput dari perhatian karena pelaku memiliki akses legal terhadap sistem dan data sensitif. 

    “Faktor humanis seperti kelalaian, ketidaktahuan, tekanan ekonomi, hingga motif spionase menjadi pemicu utama terjadinya insiden siber yang merugikan,” ujarnya, dikutip Bisnis, Senin (29/12/2025).

    Ardi menyebut, data global menunjukkan bahwa insiden siber yang melibatkan pihak internal sering kali berdampak lebih besar dibandingkan serangan eksternal, karena mereka memiliki akses pada data sensitif dan sistem inti. Di Indonesia, risiko tersebut diperparah oleh belum meratanya kesadaran keamanan siber di tingkat sumber daya manusia. 

    Banyak organisasi masih menitikberatkan investasi pada infrastruktur teknologi tanpa diimbangi pembentukan budaya keamanan digital. Padahal, penguatan literasi siber, pelatihan berkelanjutan, serta sistem deteksi dini perilaku mencurigakan menjadi fondasi utama dalam menekan risiko dari dalam.

    Selain aspek SDM, Ardi menyoroti peran cyber insurance atau asuransi siber yang diperkirakan kian relevan seiring maraknya kasus ransomware, kebocoran data, dan potensi tuntutan hukum. 

    Kerugian akibat serangan siber tidak hanya mengganggu operasional, tetapi juga merusak reputasi dan kepercayaan pelanggan.

    Kendati demikian, pengembangan asuransi siber di Tanah Air masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari pemahaman risiko yang terbatas, penyesuaian produk dengan regulasi domestik, hingga mekanisme klaim yang belum sederhana. 

    Edukasi kepada pelaku usaha dan penguatan regulasi dinilai penting agar cyber insurance benar-benar menjadi instrumen mitigasi risiko yang efektif.

    Selain itu, pemerintah menurutnya perlu memperkuat regulasi dan pengawasan terhadap industri asuransi siber, agar perlindungan yang diberikan optimal dan dapat dipercaya. 

    Transparansi dalam proses klaim, serta kolaborasi antara perusahaan asuransi dan regulator, katanya menjadi kunci agar cyber insurance dapat menjadi solusi yang efektif dalam menghadapi ancaman siber pada masa depan.

    Sementara itu, ICSF menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat untuk membangun ketahanan siber nasional yang tangguh dan adaptif. 

    Regulasi yang responsif, sistem pelaporan insiden yang transparan, serta kemampuan respons cepat terhadap serangan menjadi pondasi utama dalam menghadapi ancaman yang bersifat lintas batas. 

    Indonesia menurutnya perlu mempercepat pembentukan kerangka kerja yang jelas, termasuk Unified Cyber Command yang mampu merespon ancaman secara terintegrasi dan profesional.

    Indonesia juga didorong untuk aktif dalam kerja sama regional dan global melalui diplomasi siber. Ancaman siber bersifat lintas negara dan kerap melibatkan jaringan internasional, sehingga pertukaran informasi dan strategi mitigasi menjadi kebutuhan mendesak.

    Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan (AI) menghadirkan peluang sekaligus risiko baru. AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sistem deteksi dan respons insiden, tetapi di saat bersamaan juga berpotensi digunakan pelaku kejahatan siber untuk melakukan social engineering dan serangan yang lebih canggih. 

    “Tahun 2026 diprediksi akan menjadi titik balik di mana teknologi AI tidak hanya digunakan untuk pertahanan, tetapi juga pelaku kejahatan siber,” tegas Ardi.

    Oleh saebab itu, Ardi menekankan pentingnya investasi pada talenta digital yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memahami etika dan perlindungan data. Pemerintah, dunia pendidikan, dan industri perlu bersinergi menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola risiko teknologi secara bertanggung jawab.

    Tak kalah penting, peningkatan literasi siber masyarakat luas menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan nasional. Edukasi mengenai perlindungan data pribadi, pengenalan hoaks, dan kesadaran privasi digital perlu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM dan aparatur daerah.

    “Masa depan keamanan dan ketahanan siber Indonesia bergantung  pada sinergi antara teknologi, manusia, dan kebijakan berelanjutan,” tegas Ardi.

  • BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah saat Tahun Baru, Ini Daftarnya

    BMKG Prediksi Hujan Lebat Guyur Sejumlah Wilayah saat Tahun Baru, Ini Daftarnya

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah diguyur hujan lebat saat perayaan tahun baru. Salah satunya di DKI Jakarta.

    BMKG mencatat dua status hujan yakni sedang dan hujan lebat. Selain itu, fenomena alam lainnya adalah angin kencang. Kondisi ini berlangsung 30 Desember 2025 sampai 1 Januari 2026.

    “Hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih hadir dengan kategori tingkat peringatan dini,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Selasa (30/12/2025).

    Berdasarkan catatan BMKG, untuk hujan sedang akan menerjang wilayah Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

    Hujan lebat diprediksi mengguyur, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan.

    Angin kencang diprediksi akan terjadi di Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

    Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti suhu muka laut yang relatif hangat sehingga penguapan air terjadi secara intens, bibit siklon tropis 90S, sirkulasi siklonik, hingga el nino-southern oscilation yang menguat.

    BMKG mengimbau kepada masyarakat agar waspada menghadapi dinamika fenomena alam hidrometeorologi, khususnya saat beraktivitas di luar ruangan.

  • Mentahkan Ide Kepala Daerah Ditunjuk DPRD, Rektor Paramadina Kenalkan Pilkada Jalan Tengah

    Mentahkan Ide Kepala Daerah Ditunjuk DPRD, Rektor Paramadina Kenalkan Pilkada Jalan Tengah

    Bisnis.com, JAKARTA — Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini memperkenalkan gagasan Pilkada Jalan Tengah sebagai alternatif sistem pemilihan kepala daerah di Indonesia. Skema ini disebut sebagai metode campuran yang bertujuan memperbaiki kualitas demokrasi sekaligus menekan biaya politik yang menjadi dasar sejumlah menteri dan politisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo mendorong penunjukan lewat DPRD.

    Dalam jabarannya Didik menjelaskan bahwa Pilkada Jalan Tengah menggabungkan dua tahap pemilihan. Tahap pertama adalah proses elektoral melalui pemilihan legislatif. Tiga calon anggota DPRD dengan suara terbanyak di daerah tersebut otomatis menjadi kandidat kepala daerah.

    Setelah struktur DPRD terbentuk, proses berlanjut ke tahap kedua, yaitu pemilihan institusional. Pada tahap ini, DPRD memilih satu dari tiga kandidat tersebut untuk ditetapkan sebagai gubernur, bupati, atau wali kota.

    Menurut Didik, mekanisme ini menjaga kedaulatan rakyat karena dukungan awal tetap berasal dari perolehan suara dalam pileg. Dengan demikian, kandidat yang terpilih tetap memiliki legitimasi elektoral, bukan semata hasil lobi elite politik.

    Ia menegaskan, Metode Campuran tidak berupaya mengembalikan sistem ke pola lama ala Orde Baru, melainkan menghadirkan demokrasi berlapis atau two-step legitimacy untuk mengurangi praktik politik uang yang kerap terjadi pada pilkada langsung.

    Didik juga menyoroti efisiensi biaya sebagai keunggulan utama seperti yang dikeluhkan sejumlah politisi ataupun menteri di pemerintahan Prabowo. Menurutnya, pilkada langsung saat ini mendorong biaya kampanye yang sangat mahal, membuka peluang praktik politik uang, dan memicu ketergantungan kandidat pada pendukung berkantong tebal. Kondisi tersebut berisiko melahirkan korupsi setelah kandidat terpilih.

    Sebagai langkah pengawasan, ia mengusulkan pengaturan ketat dalam proses pemilihan di DPRD. Anggota legislatif yang memiliki hak suara perlu berada dalam pengawasan ketat, termasuk mekanisme pemantauan dan peran lembaga hukum seperti KPK dan kejaksaan untuk mencegah suap dan transaksi politik.

    Didik juga mendorong agar pemungutan suara DPRD dibuat terbuka dan disiarkan publik. Ia menilai, uji publik terhadap tiga kandidat, pemeriksaan rekam jejak, larangan transaksi politik, serta penerapan sanksi pidana berat terhadap praktik suap menjadi bagian penting dalam memperkuat proses seleksi.

    Dibandingkan pilkada langsung, Metode Campuran diproyeksikan memiliki biaya politik lebih rendah dan risiko politik uang pada level menengah. Partisipasi rakyat tetap terjaga melalui tahap elektoral, sementara DPRD memperoleh peran lebih besar dalam memastikan kualitas kandidat.