Author: Bisnis.com

  • Pesawat Terbatas, Kinerja Industri Penerbangan Masih Lesu Sepanjang 2025

    Pesawat Terbatas, Kinerja Industri Penerbangan Masih Lesu Sepanjang 2025

    Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini, industri penerbangan masih kembang kempis untuk bangkit dari situasi pandemi Covid-19. 

    Ketua Umum INACA Denon Prawiraatmadja melihat bukan pemulihan yang terjadi, justru adanya kemunduran dalam industri penerbangan Tanah Air sepanjang 2025 akibat keterbatasan jumlah pesawat yang serviceable atau laik terbang. 

    Tercermin dari statistik industri transportasi udara nasional, terutama dari sisi maskapai penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal (carter) pada 2025 menunjukkan kecenderungan menurun dari 2024 dan masih belum dapat kembali (rebound) seperti kondisi normal sebelum pandemi Covid-19. 

    “Berkurangnya jumlah penumpang dan kargo yang diangkut serta berkurangnya jumlah penerbangan dikarenakan jumlah pesawat yang serviceable juga berkurang,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (30/12/2025).

    Sampai dengan Desember 2025, jumlah pesawat yang terdaftar sebanyak 568 unit. Namun, yang serviceable hanya 368 unit dan 200 unit pesawat tidak bisa digunakan karena masih dalam perawatan.

    Jumlah tersebut hanya 74% dibanding tahun 2024 yang sebanyak 500 unit, sedangkan jumlah pesawat dalam perawatan meningkat 244% dibanding tahun 2024 yang hanya sebanyak 82 unit.

    Keterbatasan pesawat tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah penerbangan. Sampai dengan akhir tahun hanya akan mencapai 440.000 penerbangan atau 88% dari 2019, sementara sampai dengan September jumlah penerbangan domestik sebanyak 359.504 kali atau 72% dibanding tahun 2024.  

    Begitu juga jumlah penerbangan internasional sampai September 2025 sebanyak 165.235 kali atau 80% dibandingkan 2024 dan diprediksi sampai dengan tahun 2025 hanya akan mencapai 196.000 penerbangan atau 95%. Jika dibandingkan dengan 2019 (226.870 kali), maka recovery rate penerbangan internasional baru sekitar 87%.

    “Hal ini mengakibatkan konektivitas nasional yang ditopang oleh transportasi udara dalam menghubungkan masyarakat dan pengiriman logistik antarpulau menjadi tidak maksimal,” lanjutnya. 

    Denon memandang, kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan secara parsial dan butuh political will dari pemerintah untuk menyehatkan industri penerbangan secara menyeluruh dalam rangka meningkatkan konektivitas transportasi dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.

    Dalam data yang Denon paparkan, prediksi recovery rate penumpang sampai dengan akhir tahun hanya akan mencapai 77% atau 61,2 juta penumpang dari periode 2019 yang mencapai 79,5 juta penumpang. 

    Data statistik penerbangan berjadwal periode Januari—September 2025 pun menunjukkan penumpang domestik berjumlah 46,7 juta penumpang atau 71% dibanding tahun 2024 yang sebanyak 65,8 juta penumpang. 

    Berbanding jauh dari jumlah penumpang internasional yang diprediksi akan mencapai 34,7 juta orang atau 93% dari realisasi 2019 yang mencapai 37,3 juta orang. 

    Bukan hanya penumpang yang belum ‘sembuh’. Tingkat pemulihan atau recovery rate kargo domestik diprediksi hanya mencapai 90% pada akhir tahun atau sebanyak 541.900 ton dari 2019 yang sebanyak 577.806 ton. 

    Sementara pemulihan kargo internasional diprediksi mencapai 77% atau sebanyak 398.000 ton dari 2019 yang sebanyak 516.629 ton. 

    Pemerintah pun mengamini bahwa industri penerbangan memang belum sepenuhnya pulih, sekalipun pada masa peak season Nataru 2025/2026. 

    PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) melaporkan tingkat pemulihan atau recovery rate jumlah penumpang selama periode 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 pun diprediksi sebesar 95% atau mencapai 10,52 juta penumpang. Masih lebih rendah dari 2019 yang tercatat sebanyak 11,07 juta penumpang. 

    “Jadi sejujurnya memang hari ini maskapai masih belum [pulih] dibanding 2019,” ujar Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi dalam konferensi pers, dikutip pada Kamis (18/12/2025). 

  • Dua Fokus Bea Cukai Kejar Target Setoran Rp336 Triliun Tahun Depan

    Dua Fokus Bea Cukai Kejar Target Setoran Rp336 Triliun Tahun Depan

    Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) mengandalkan pengawasan dan penindakan dalam mengejar target penerimaan negara senilai Rp336 triliun pada 2026. 

    Adapun target penerimaan naik dari versi Nota Keuangan yakni Rp334 triliun. Target tersebut sudah memasukkan asumsi penerimaan dari bea keluar batu bara dan emas yang rencananya berlaku mulai awal tahun depan. 

    Berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya, pemerintah menargetkan setoran bea keluar dari ekspor batu bara dalam setahun sekitar Rp25 triliun, sedangkan emas senilai Rp3 triliun.  

    “Penyesuaian target tersebut dilakukan seiring dengan dinamika kebijakan fiskal,” terang Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai Kemenkeu, Nirwala Dwi Heryanto melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (30/12/2025).

    Apabila mengacu pada Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, target penerimaan yang akan dikumpulkan oleh DJBC terbesar berasal dari cukai yakni senilai Rp241,8 triliun. Ini sudah meningkat dari outlook 2025 yakni Rp228,7 triliun. 

    Usai dilantik September 2025 lalu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah memutuskan untuk mengambil kebijakan cukup berbeda dari pendahulunya yakni Sri Mulyani Indrawati. Selain memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai rokok, Purbaya memutuskan untuk tidak menerapkan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) kendati sudah disetujui saat penyusunan RAPBN di DPR Agustus 2025 lalu. 

    Dari sisi kepabeanan, apabila merujuk kepada Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026, setoran dari bea masuk ditargetkan sebesar Rp49,9 triliun dan bea keluar sebesar Rp42,6 triliun. Nirwala menyebut pihaknya sudah memasukkan asumsi penerimaan bea keluar ekspor batu bara dan emas pada APBN 2026. 

    Dalam menghadapi target tersebut, lanjut Nirwala, Bea Cukai melakukan pengaturan ulang strategi pencapaian penerimaan dengan mengoptimalkan berbagai instrumen yang ada. Upaya tersebut antara lain melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna memperkuat penelitian nilai pabean dan klasifikasi barang, sekaligus mendorong percepatan dan kepastian layanan.

    Tidak hanya itu, peningkatan upaya pengawasan turut dilakukan dengan memperkuat modernisasi laboratorium kepabeanan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia guna mendukung akurasi pengawasan dan pelayanan. 

    “Di sisi pengawasan, strategi penerimaan turut didukung melalui penguatan operasi penindakan yang dilaksanakan secara serentak dan terpadu, sebagai bagian dari upaya menjaga kepatuhan dan mengamankan penerimaan negara,” pungkas Nirwala. 

  • Menteri PU Paparkan Progres Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

    Menteri PU Paparkan Progres Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memaparkan langkah-langkah penanganan dan pemulihan infrastruktur pascabencana yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum sejak hari pertama bencana melanda Aceh.

    Hal tersebut disampaikan Dody saat memberikan laporan dalam pertemuan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, BUMN, serta gubernur dan para bupati di Aceh, Selasa (30/12/2025).

    Dody menjelaskan, Kementerian PU telah bekerja hampir di seluruh kabupaten di Aceh sejak awal kejadian. Koordinasi intensif dilakukan dengan Wakil Gubernur Aceh serta para bupati di daerah terdampak, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang dan Pidie Jaya yang sejak awal dinilai sebagai wilayah dengan dampak terparah.

    “Dari hari pertama sebenarnya kita sudah bekerja di hampir seluruh kabupaten di Aceh. Fokus awal memang Aceh Tamiang dan Pidie Jaya karena informasi awal menunjukkan dua daerah itu yang paling parah terdampak,” ujar Dody.

    Seiring berjalannya waktu, kata dia, pemerintah pusat mengetahui bahwa sejumlah kabupaten lain juga mengalami kondisi serupa, dengan genangan lumpur mencapai satu hingga dua meter. Kondisi tersebut menuntut penanganan yang tidak ringan dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

    Dalam kesempatan itu, Dody menyampaikan apresiasi kepada Kasatgas Darurat Jembatan beserta tim yang dinilai banyak membantu di lapangan, terutama dalam pemasangan jembatan bailey dan pekerjaan pembersihan berbagai fasilitas publik.

    “Mulai dari pondok pesantren, RSUD, jalan-jalan kota, sekolah, dan fasilitas lainnya, banyak dibantu oleh tim Satgas Darurat Jembatan,” katanya.

    Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU saat ini melakukan pekerjaan secara nonstop selama 24 jam. Bahkan pada malam hari, proses pembersihan dan perbaikan tetap berjalan agar infrastruktur dasar dapat segera difungsikan kembali.

    Dody juga menyebutkan, masyarakat terdampak serta relawan yang ikut membantu di lapangan dilibatkan melalui skema padat karya. Langkah ini dilakukan agar partisipasi masyarakat tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi langsung.

    “Kita masukkan ke dalam padat karya sehingga mereka dibayar. Harapannya, masyarakat yang terdampak dan yang ikut membantu mendapat semangat bahwa negara hadir,” ujarnya.

    Selain itu, Dody menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia menilai, upaya perbaikan di wilayah hilir akan sia-sia apabila persoalan di daerah hulu tidak ditangani secara serius dan terintegrasi, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah bupati, termasuk dari Gayo Lues dan Aceh Tengah.

    “Permasalahan utama ada di daerah hulu yang memang harus kita tangani bersama-sama. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan di hilir bisa menjadi sia-sia,” kata Dody.

  • Menteri PU Paparkan Progres Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

    Menteri PU Paparkan Progres Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memaparkan langkah-langkah penanganan dan pemulihan infrastruktur pascabencana yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum sejak hari pertama bencana melanda Aceh.

    Hal tersebut disampaikan Dody saat memberikan laporan dalam pertemuan Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR bersama sejumlah menteri, pimpinan lembaga, BUMN, serta gubernur dan para bupati di Aceh, Selasa (30/12/2025).

    Dody menjelaskan, Kementerian PU telah bekerja hampir di seluruh kabupaten di Aceh sejak awal kejadian. Koordinasi intensif dilakukan dengan Wakil Gubernur Aceh serta para bupati di daerah terdampak, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang dan Pidie Jaya yang sejak awal dinilai sebagai wilayah dengan dampak terparah.

    “Dari hari pertama sebenarnya kita sudah bekerja di hampir seluruh kabupaten di Aceh. Fokus awal memang Aceh Tamiang dan Pidie Jaya karena informasi awal menunjukkan dua daerah itu yang paling parah terdampak,” ujar Dody.

    Seiring berjalannya waktu, kata dia, pemerintah pusat mengetahui bahwa sejumlah kabupaten lain juga mengalami kondisi serupa, dengan genangan lumpur mencapai satu hingga dua meter. Kondisi tersebut menuntut penanganan yang tidak ringan dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

    Dalam kesempatan itu, Dody menyampaikan apresiasi kepada Kasatgas Darurat Jembatan beserta tim yang dinilai banyak membantu di lapangan, terutama dalam pemasangan jembatan bailey dan pekerjaan pembersihan berbagai fasilitas publik.

    “Mulai dari pondok pesantren, RSUD, jalan-jalan kota, sekolah, dan fasilitas lainnya, banyak dibantu oleh tim Satgas Darurat Jembatan,” katanya.

    Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU saat ini melakukan pekerjaan secara nonstop selama 24 jam. Bahkan pada malam hari, proses pembersihan dan perbaikan tetap berjalan agar infrastruktur dasar dapat segera difungsikan kembali.

    Dody juga menyebutkan, masyarakat terdampak serta relawan yang ikut membantu di lapangan dilibatkan melalui skema padat karya. Langkah ini dilakukan agar partisipasi masyarakat tidak hanya bersifat kemanusiaan, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi langsung.

    “Kita masukkan ke dalam padat karya sehingga mereka dibayar. Harapannya, masyarakat yang terdampak dan yang ikut membantu mendapat semangat bahwa negara hadir,” ujarnya.

    Selain itu, Dody menegaskan pentingnya penanganan menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia menilai, upaya perbaikan di wilayah hilir akan sia-sia apabila persoalan di daerah hulu tidak ditangani secara serius dan terintegrasi, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah bupati, termasuk dari Gayo Lues dan Aceh Tengah.

    “Permasalahan utama ada di daerah hulu yang memang harus kita tangani bersama-sama. Kalau tidak, apa yang kita kerjakan di hilir bisa menjadi sia-sia,” kata Dody.

  • Purbaya Sentil BNPB Gara-gara Dana Siap Pakai Bencana Sisa Rp1,51 Triliun

    Purbaya Sentil BNPB Gara-gara Dana Siap Pakai Bencana Sisa Rp1,51 Triliun

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut ada sisa tambahan anggaran Dana Siap Pakai (DSP) senilai Rp1,51 triliun yang belum dicairkan jelang tutup buku tahun anggaran (TA) 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diminta untuk segera merealisasikan anggaran tersebut. 

    Tambahan DSP itu, kata Purbaya, diberikan oleh pemerintah pusat kepada BNPB sejalan dengan tanggap darurat bencana banjir dan longsor Sumatra. Nilai anggaran tambahan untuk cadangan penanggulangan bencana itu mencapai Rp1,6 triliun.

    Namun demikian, menurut Purbaya pemanfaatan anggaran itu baru mencapai Rp650 miliar. “Sepertinya saya mengantisipasi lebih besar dari permintaan dari mereka, tetapi karena seperti itu permintaannya, ya kami alokasikan sesuai dengan permintaan. Sekarang masih ada tersisa [dana] siap pakai Rp1,51 triliun. Jadi kalau besok atau hari ini BNPB bisa mengajukan ke kami untuk pembayaran utang jembatan, besok bisa cair, Pak,” terangnya saat rapat bersama dengan pimpinan DPR di Banda Aceh, Selasa (30/12/2025).

    Purbaya pun meminta agar BNPB segera mengajukan dokumen permintaan pencairan dana tersebut hari ini. Dia mengatakan tidak ingin anggaran yang sudah dicairkan itu hangus di tahun anggaran 2025, kemudian menjadi pengurangan di tahun anggaran berikutnya. 

    “Jangan sampai tahun depan, kalau tahun depan anggarannya beda lagi. Jadi saya enggak mau habis hangus tahun ini, tahun depan jadi pengurangan. Jadi kalau bisa diabisin saja tahun ini tuh ada Rp1,51 triliun,” ucapnya.

    Permintaan untuk mempercepat realisasi anggaran itu turut disampaikan kepada sejumlah kementerian/lembaga lain yang berjibaku dalam penanggulangan bencana. Salah satunya yakni Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk penyediaan hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara). 

    Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyinggung harusnya rapat yang diselenggarakan hari ini bisa diikuti olehnya lebih dini. Sebab, kini tahun anggaran 2025 hanya tersisa satu hari saja yakni besok 31 Desember.  “Saya agak nyesal pertemuannya baru sekarang, harusnya kalau sebelum-sebelumnya bisa saya percepat, Pak, karena selama ini saya nunggu, saya selalu heran kenapa permintaan tambahnya lambat dan sedikit,” tuturnya. 

  • Telkomsel Fokus Kembangkan AI, Jaga Kinerja Bisnis Ritel dan Enterprise 2026

    Telkomsel Fokus Kembangkan AI, Jaga Kinerja Bisnis Ritel dan Enterprise 2026

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) meyakini akan meraup pertumbuhan positif pada tahun depan dengan strategi yang berfokus pada beyond connectivity atau di atas layanan jaringan internet guna menghadapi industri telekomunikasi yang makin menantang.

    Strategi berfokus pada bisnis tidak hanya memanfaatkan potensi pertumbuhan lewat layanan data, namun aplikasi yang dihadirkan dari konektivitas yang tersedia.  

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan, strategi utama perusahaan mencakup optimalisasi portofolio produk, penguatan monetisasi data, serta pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

    “Serta ekspansi bisnis beyond connectivity di segmen consumer dan enterprise,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Selasa (30/12/2025).

    Hingga akhir 2025, Fahmi menyebut kinerja Telkomsel menunjukkan tren yang positif. Hal ini tercermin dari kontribusi bisnis digital yang terus meningkat, diiringi dengan penerapan disiplin efisiensi biaya guna menjaga profitabilitas jangka panjang.

    Berdasarkan laporan keuangan terakhir perusahaan, pendapatan Telkomsel tercatat masih tertekan 4,5% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp81,37 triliun pada kuartal III/2025. Meski demikian, trafik data Telkomsel justru melonjak 17,2% YoY hingga mencapai 17,47 juta terabyte (TB).

    Sepanjang Januari–September 2025, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan seluler. Pada saat yang sama, jumlah pelanggan internet tetap IndiHome segmen ritel tumbuh 9,4% YoY menjadi 10,26 juta pelanggan. Jika digabungkan dengan pelanggan korporasi, total pelanggan IndiHome mencapai 11,5 juta atau meningkat 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan, pendapatan IndiHome turut meningkat 0,5% YoY menjadi Rp19,73 triliun. Kontribusi tersebut setara dengan 18% dari total pendapatan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) pada sembilan bulan pertama 2025.

    Telkomsel juga terus memperluas layanan IndiHome secara agresif sepanjang sembilan bulan pertama 2025. 

    Ekspansi ini didukung oleh strategi pembangunan jaringan baru (greenfield), simplifikasi produk, serta penyesuaian harga yang lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan saat ini. 

    Beragam paket fleksibel nasional, peningkatan kecepatan internet, serta penawaran upsell menjadi andalan untuk meningkatkan relevansi IndiHome di segmen rumah tangga.

    Di tengah sentimen konsumen yang moderat dan tekanan keterjangkauan (affordability), Telkomsel tetap mengedepankan disiplin komersial serta pertumbuhan yang terarah di segmen broadband. 

    Meskipun rerata pendapatan per pelanggan (average revenue per user/ARPU) IndiHome terkoreksi menjadi Rp217.000 seiring perubahan perilaku dan preferensi pelanggan, Telkomsel mampu menyiasati kondisi tersebut melalui penyederhanaan produk dan penyempurnaan paket nasional.

    “Basis pelanggan konvergensi Telkomsel-IndiHome terus berkembang, menandakan strategi bundling dan up-selling berhasil menguatkan keterikatan pelanggan rumah tangga serta meningkatkan nilai jangka panjang pelanggan,” tulis manajemen dalam laporan Info Memo.

    Dengan strategi tersebut, Telkomsel memantapkan posisi IndiHome sebagai solusi broadband yang andal melalui perluasan jaringan, inovasi produk, serta program loyalitas konsumen yang relevan untuk menjawab dinamika pasar dan kebutuhan digital keluarga Indonesia.

    Sementara itu, dari total 157,6 juta pelanggan Telkomsel, sebanyak 94% merupakan pelanggan prabayar. Adapun 6% sisanya adalah pelanggan pascabayar, yang pada periode Januari–September 2025 meningkat 6,3% YoY menjadi 8,16 juta pelanggan.

  • Pengamat Wanti-wanti 3 Tantangan Utama Industri Telekomunikasi pada 2026

    Pengamat Wanti-wanti 3 Tantangan Utama Industri Telekomunikasi pada 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan telekomunikasi diperkirakan menghadapi tiga tantangan besar tahun depan. Inovasi menjadi langkah tegas yang harus diambil. 

    Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Agung Harsoyo mengatakan tantangan pertama terkait tekanan terhadap profitabilitas. 

    Menurut Agung, trafik data terus meningkat, namun Average Revenue Per User (ARPU) atau Pendapatan Rata-Rata Per Pengguna relatif stagnan. 

    Di sisi lain, kebutuhan belanja modal untuk pengembangan jaringan, termasuk serat optik (fiber optik) dan teknologi generasi kelima (5G), tetap tinggi.

    “Ini menuntut operator lebih efisien dan kreatif dalam monetisasi layanan,” kata Agung saat dihubungi Bisnis pada Selasa (30/12/2025).

    Tantangan kedua berasal dari struktur pasar industri telekomunikasi yang semakin kompetitif. Persaingan tidak lagi hanya terjadi antaroperator seluler, tetapi juga melibatkan pemain over-the-top (OTT) hingga penyedia infrastruktur independen.

    “Nilai tambah operator tidak lagi cukup hanya menjual konektivitas,” imbuhnya.

    Selain itu, faktor regulasi pemerintah juga masih memegang peran krusial dalam memengaruhi keputusan investasi jangka panjang. 

    Hal ini mencakup penataan spektrum frekuensi, biaya hak penggunaan, serta kepastian peta jalan (roadmap) pita frekuensi. 

    Terkait implementasi 5G, Agung memperkirakan operator seluler akan bersikap selektif dalam melakukan penggelaran jaringan.

    “Pada wilayah-wilayah dengan demand tinggi dan aplikasi yang memiliki nilai ekonomi relatif bagus di kawasan industri, pelabuhan, manufaktur, dan sejenisnya,” ujarnya.

    Di balik berbagai tantangan tersebut, Agung menilai peluang industri telekomunikasi masih terbuka lebar, seiring pertumbuhan ekonomi digital nasional. 

    Menurutnya, peluang tersebut antara lain datang dari pengembangan Internet of Things (IoT), komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga pusat data (data center).

    Kondisi ini menjadi kesempatan bagi operator telekomunikasi untuk memperluas layanan ke segmen business-to-business (B2B), menyediakan solusi enterprise, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai platform digital. 

    Peluang lain juga muncul dari mulai berkembangnya model bisnis infrastruktur terbuka dan kebijakan berbagi jaringan (network sharing).

    “Akhir tahun ini nampak adanya model bisnis infrastruktur terbuka/netral seperti fiber optik open access serta diizinkannya secara regulasi untuk network sharing. Hal ini peluang untuk efisiensi biaya sekaligus pemerataan layanan,” kata Agung.

    Dia juga menekankan meningkatnya kebutuhan akan layanan yang andal dan aman sebagai ruang bagi operator telekomunikasi untuk mengambil peran yang lebih strategis di masa depan.

    Fase Penuh Gejolak

    Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, menilai periode mendatang akan menjadi fase yang penuh gejolak bagi industri telekomunikasi.

    Menurutnya, tantangan utama datang dari risiko yang semakin kompleks dan volatil, termasuk meningkatnya ancaman serangan siber serta disrupsi dari pendatang baru, seperti layanan broadband satelit berbiaya rendah dan internet rakyat.

    “Untuk itu, perusahaan telekomunikasi harus berinovasi cepat atau kehilangan pasar,” kata Heru saat dihubungi Bisnis pada Selasa (30/12/2025).

    Selain tekanan kompetisi dan risiko teknologi, Heru menambahkan isu keberlanjutan juga mulai menjadi perhatian serius industri. Meski demikian, dia melihat peluang besar yang muncul dari integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk otomatisasi jaringan, konvergensi embedded Subscriber Identity Module (eSIM), serta rencana pembukaan lelang 5G pada pita frekuensi 700 megahertz (MHz) dan 2,6 gigahertz (GHz) guna memperluas dan meningkatkan layanan broadband di Indonesia.

    Menurut Heru, penguatan infrastruktur digital yang mencakup 5G, serat optik, satelit, dan pusat data akan mendorong konektivitas yang lebih andal dan merata. 

    Dia menilai digitalisasi tidak lagi bersifat urban-centric, tetapi mulai menjangkau sektor-sektor produktif di daerah serta komunitas masyarakat yang lebih luas.

    Dia berharap pengembangan 5G pada 2026 semakin pesat, menjadi standar global dengan ekspansi infrastruktur yang lebih luas dan integrasi multi-band untuk menjaga keseimbangan antara cakupan (coverage) dan kapasitas.

    “Dengan 5G ini juga akan mendukung inovasi seperti AI dan transisi menuju 6G. Yang pada gilirannya membuat konektivitas lebih andal dan inklusif. Sehingga, tahun 2026 adalah tahun krusial untuk adopsi massal 5G,” ungkap Heru.

  • Densus 88 Tangkap 51 Tersangka Terorisme Sepanjang 2025

    Densus 88 Tangkap 51 Tersangka Terorisme Sepanjang 2025

    Bisnis.com – Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-teror Polri mencatat telah menangkap total 51 tersangka kasus tindak pidana terorisme sepanjang tahun 2025.  

    Hal itu disampaikan Kabareskrim Polri, Komjen Syahardiantono dalam giat Rilis Akhir Tahun (RAT) Polri di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/12/2025). 

    “Jumlah penangkapan pada tahun 2025, sebanyak 51 tersangka,” ujar Syahar.

    Sebagai perbandingan, mantan Kadivpropam Polri itu mengatakan tersangka terorisme ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Misalnya, pada 2023 sebanyak 147 orang dan 2024 sebesar 55 orang. 

    Di samping itu, Syahar mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini tidak tercatat zero terorisme. Hal ini memperpanjang tren zero terorisme yang berlangsung sejak 2023.

    “Mempertahankan status Zero Terrorism Attack sepanjang 2023-2025,” imbuhnya.

    Di samping itu, tercatat ada sejumlah kasus menonjol dalam kasus terorisme ini. Perinciannya, Densus 88 menggagalkan rekrutmen 110 anak yang terpapar radikalisme di 23 provinsi

    Selanjutnya, menggagalkan rencana aksi kelompok Anshor Daulah; penangkapan tujuh tersangka saat pengamanan Nataru hingga menangani 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem seperti DCC, Neonazi, White Supremacy yang dinilai memiliki senjata berbahaya.

    Syahar menyampaikan strategi Densus 88 dalam menindak aksi terorisme ini dilakukan deteksi dini, sosialisasi kebangsaan, preventive strike, narasi moderat, pemberdayaan Eks Napi dan keluarga hingga kolaborasi Nasional dan Internasional.

    “Tentunya [penindakan] ini secara efektif menekan potensi ancaman serta menjaga stabilitas keamanan nasional,” pungkasnya.

  • Penjahat Dunia Maya Suap Mantan Karyawan Kripto Coinbase Demi Dapat Data Pengguna

    Penjahat Dunia Maya Suap Mantan Karyawan Kripto Coinbase Demi Dapat Data Pengguna

    Bisnis.com, JAKARTA — Beberapa pegawai layanan pelanggan perusahaan jual beli mata uang kripto Coinbase diduga menerima suap dari penjahat siber. Mereka memberikan data pribadi pelanggan dengan total 70.000 data pelanggan bocor.

    CEO Coinbase Brian Armstrong mengatakan polisi Hyderabad telah menangkap mantan agen layanan pelanggan Coinbase. Penangkapan ini bukan yang terakhir, perusahaan akan terus mengejar pelaku lainnya sampai mereka menerima hukuman.

    “Satu lagi berhasil dikalahkan, dan masih akan ada lagi,” kata Armstrong mengutip The Register, Selasa (30/12/2025).

    Walaupun data yang bocor cukup banyak, seperti nama, alamat, nomor telepon, email, hingga data identitas, namun akses penting seperti kata sandi, kode keamanan (2FA), dan dompet kripto tidak ikut bocor.

    Namun demikian, perlu diwaspadai karena penjahat memanfaatkan data tersebut untuk menipu pelanggan, dengan cara menyamar sebagai pegawai Coinbase, lalu membujuk korban agar menyerahkan kripto mereka. Selain itu, para penjahat juga memeras Coinbase dan meminta uang tebusan senilai US$20 juta atau Rp334 miliar.

    Coinbase menolak membayar tebusan tersebut. sebagai gantinya, mereka menyediakan US$20 juga atau Rp334 miliar bagi siapapun yang membantu menangkap para pelaku kejahatan tersebut.

    Kasus ini memicu kritik dari publik, terutama karena Coinbase mengalihdayakan layanan pelanggan ke luar negeri, yang dianggap membuka celah terjadinya suap dan kebocoran data. Coinbase sendiri memang sudah sering dikritik sebelumnya karena layanan pelanggan yang dinilai buruk.

    Selain itu, Coinbase bekerja sama dengan kejaksaan Distrik Brooklyn untuk membantu penyelidikan dan proses hukum terhadap seorang pria asal Brooklyn. Pria bernama Ronald Spektor (23) dituduh menyamar sebagai petugas layanan pelanggan Coinbase.

    Dengan cara itu Spektor berhasil menipu sekitar 100 pengguna dengan modus mengatakan akun mereka terancam diretas. Korban dibujuk untuk menyerahkan aset kripto mereka kemudian aset tersebut akan dipindahkan ke dompet kripto milik Spektor.

    Total kerugian mencapai US$16 juta atau Rp267 miliar. Saat ini penegak hukum berhasil menyita US$600 ribu atau sekitar Rp10 miliar dari hasil kejahatan tersebut.

    Coinbase menegaskan bahwa kasus Spektor ini tidak ada kaitannya dengan kasus lain yang melibatkan pegawai layanan pelanggan Coinbase di luar negeri yang menerima suap dan membocorkan data pelanggan, meskipun modusnya sama-sama mengaku sebagai petugas Coinbase. (Nur Amalina)

  • 5G, AI, Internet Rumah, dan Pengalaman Pelanggan

    5G, AI, Internet Rumah, dan Pengalaman Pelanggan

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengungkapkan arah bisnis perusahaan pada tahun depan dengan menegaskan fokus pada tiga prioritas strategis utama.

    VP Corporate Communications & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan Telkomsel akan melanjutkan kepemimpinan industrinya dengan berfokus pada tiga prioritas strategis, yakni connectivity, digital ecosystem, dan customer experience pada 2026.

    Fahmi menjelaskan, dari sisi connectivity, Telkomsel akan memperkuat jaringan broadband yang andal dan berkualitas melalui pengembangan autonomous network, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penguatan Fixed Mobile Convergence (FMC).

    “Fokus kami tidak hanya pada perluasan cakupan, tetapi memastikan konektivitas yang tangguh dan konsisten bagi individu, rumah, dan bisnis di seluruh Indonesia, termasuk melalui pengembangan ekosistem 5G,” kata Fahmi kepada Bisnis pada Selasa (30/12/2025).

    Sementara itu, pada pilar digital ecosystem, Telkomsel akan mengembangkan bisnis digital yang scalable dan profitable melalui strategi beyond connectivity, solusi Business to Business to Consumer (B2B2C) dan enterprise, serta kolaborasi dalam ekosistem digital yang saling terhubung. 

    Adapun pada aspek customer experience, Fahmi mengatakan Telkomsel menjadikan pengalaman pelanggan sebagai fondasi utama, dengan menghadirkan personalisasi berbasis AI serta perjalanan pelanggan (customer journey) yang lebih sederhana, relevan, dan bernilai di setiap interaksi.

    “Arah ini sejalan dengan komitmen Telkomsel untuk mendukung transformasi digital nasional dan menciptakan ekosistem telekomunikasi yang sehat,” kata Fahmi.

    Dari sisi pengembangan jaringan 5G, Fahmi menyampaikan Telkomsel akan melanjutkan ekspansi secara bertahap dan terukur. 

    Fokus pengembangan diarahkan ke wilayah perkotaan, kawasan industri, serta area dengan potensi adopsi teknologi yang tinggi.

    Dia menambahkan, target penambahan base transceiver station (BTS) akan disesuaikan dengan roadmap jaringan, kesiapan ekosistem perangkat, serta kebutuhan pasar agar investasi tetap optimal dan berkelanjutan. 

    Hingga akhir November 2025, Telkomsel telah mengoperasikan 5.000 BTS 5G di berbagai kota utama di Indonesia.

    “Jaringan 5G Telkomsel menghadirkan kecepatan tinggi, latensi rendah, dan kapasitas yang lebih besar, dengan cakupan yang terus diperluas untuk mendukung kebutuhan pelanggan consumer maupun enterprise, serta membuka peluang use case baru di berbagai sektor industri,” kata Fahmi.

    Pada 2026, Telkomsel juga akan memperkuat penetrasi pasar melalui inovasi di segmen consumer dan enterprise. 

    Di segmen B2C, Telkomsel mendorong ekosistem digital yang semakin seamless melalui MyTelkomsel, layanan digital lifestyle, serta penguatan proposisi SIMPATI, by.U, dan Halo sesuai karakter masing-masing segmen untuk mendukung inklusi digital dan produktivitas masyarakat.

    Sementara itu, di segmen B2B dan enterprise, fokus diarahkan pada pengembangan solusi berbasis cloud, IoT, AI, serta layanan konvergensi untuk mendukung transformasi digital bernilai tambah dan mengakselerasi kemajuan di berbagai lini industri.

    Terakhir, Telkomsel berharap kebijakan pemerintah dapat terus mendukung ketersediaan spektrum yang memadai bagi pengembangan 5G. Selain itu, perusahaan juga mengharapkan regulasi dan insentif yang mendorong efisiensi infrastruktur, termasuk skema berbagi jaringan, serta terciptanya iklim persaingan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

    “Dukungan kebijakan yang konsisten akan memperkuat investasi jangka panjang, mendorong inovasi, serta mempercepat transformasi digital nasional demi manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas,” ungkap Fahmi.