Author: Bisnis.com

  • Xi Jinping: Ekonomi China 2025 Bakal Capai Target Kisaran 5%

    Xi Jinping: Ekonomi China 2025 Bakal Capai Target Kisaran 5%

    Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Xi Jinping menyatakan ekonomi China siap mencapai target pertumbuhannya pada 2025, setelah apa yang disebutnya sebagai tahun yang luar biasa.

    Kantor Berita Xinhua memberitakan dalam pertemuan tahunan yang diadakan oleh badan penasihat politik tertinggi, Xi Jinping menyatakan produk domestik bruto China diperkirakan tumbuh sekitar 5% tahun ini.

    “Ekonomi China terus maju di bawah tekanan, bergerak menuju inovasi dan kualitas, menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat. Tingkat pertumbuhan diperkirakan mencapai sekitar 5%, terus menempati peringkat tinggi di antara ekonomi utama dunia,” kata Xi dalam pertemuan tahunan Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebagaimana diberitakan Bloomberg, Rabu (31/12/2025).

    Xi sebelumnya menyatakan China telah mencapai target ekonomi dan pembangunan, tanpa menyebutkan target spesifik.

    Ekonomi China diketahui berkinerja cukup baik sepanjang tahun ini. Ekspor yang meningkat pesat menjaga pertumbuhan tetap stabil tanpa stimulus besar tambahan, sementara para produsen meningkatkan nilai tambah mereka. 

    Namun, investasi menuju kontraksi tahunan pertama sejak 1998, pertumbuhan penjualan ritel mencapai laju terburuk di luar masa pandemi, dan harga rumah baru turun lebih jauh pada bulan November, terbebani oleh krisis properti.

    Xi juga pernah mengisyaratkan toleransi terhadap pertumbuhan yang lebih lambat di beberapa wilayah dan bahkan baru-baru ini mengatakan bahwa China harus menindak proyek-proyek sembrono, menyoroti fokusnya pada kualitas, bukan kecepatan, pertumbuhan ekonomi.

    Adapun, jika menilik ke belakang, pada kuartal I/2025 pertumbuhan ekonomi China mencapai 5,4% YoY. Kemudian, melambat menjadi 5,2% pada kuartal berikutnya dan kembali tersendat pada kuartal III/2025 dengan pertumbuhan sebesar 4,8% YoY.

  • Gunung Bur Ni Telong Aceh Siaga, Warga Diminta Waspadai Erupsi & Gas Berbahaya

    Gunung Bur Ni Telong Aceh Siaga, Warga Diminta Waspadai Erupsi & Gas Berbahaya

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM meningkatkan status Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, menjadi Level III atau Siaga. 

    Keputusan tersebut diambil menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang terdeteksi di sekitar gunung tersebut. Penetapan status Siaga mulai berlaku sejak Selasa, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB. 

    Seiring dengan kenaikan status ini, masyarakat di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, termasuk kemungkinan erupsi freatik dan paparan gas berbahaya.

    Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Bur Ni Telong telah teramati sejak Juli 2025. Dalam beberapa bulan terakhir, intensitas gempa meningkat dan kedalamannya semakin dangkal, terutama pada periode November hingga Desember 2025.

    Menurutnya, peningkatan aktivitas tersebut mencapai puncaknya setelah terjadi gempa tektonik lokal yang kemudian diikuti oleh serangkaian gempa susulan di sekitar tubuh gunung. Kondisi ini menjadi salah satu indikator meningkatnya dinamika vulkanik di kawasan tersebut.

    “Rentetan kejadian ini menunjukkan adanya aktivitas magma yang mudah terpicu oleh gempa tektonik di sekitar Gunung Bur Ni Telong,” kata Lana Saria dalam keterangan resminya, Rabu (31/12/2025). 

    Pada 30 Desember 2025, dalam rentang waktu pukul 20.43 WIB hingga 22.45 WIB, tercatat sedikitnya tujuh gempa yang dirasakan oleh masyarakat. Hiposenter gempa-gempa tersebut berada sekitar 5 kilometer di barat daya puncak Gunung Bur Ni Telong.

    Selain gempa yang dirasakan, hasil pemantauan hingga pukul 22.45 WIB juga mencatat adanya 7 gempa vulkanik dangkal, 14 gempa vulkanik dalam, 1 gempa tektonik lokal, serta 1 gempa tektonik jauh, yang memperkuat indikasi meningkatnya aktivitas gunung api tersebut.

    PVMBG mengingatkan adanya sejumlah potensi bahaya, di antaranya erupsi yang dipicu oleh gempa tektonik di sekitar gunung serta erupsi freatik. Erupsi jenis ini berupa letusan uap atau gas tanpa keluarnya magma dan dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peningkatan kegempaan yang mencolok.

    Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hembusan gas vulkanik di sekitar area solfatara dan fumarol. Konsentrasi gas yang tinggi dan terhirup dalam jumlah berlebih berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, terutama dalam kondisi cuaca mendung atau hujan.

    Lana Saria mengimbau agar warga dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah, serta menghindari kawasan fumarol dan solfatara.

    “Tingkat aktivitas Gunung Bur Ni Telong akan segera ditinjau kembali apabila terdapat perubahan visual maupun kegempaan yang signifikan,” pungkasnya.

  • Andi Arief: SBY Terganggu Disebut Sebagai Dalang di Balik Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

    Andi Arief: SBY Terganggu Disebut Sebagai Dalang di Balik Tudingan Ijazah Palsu Jokowi

    Bisnis.com, JAKARTA – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat Andi Arief buka suara mengenai isu ijazah palsu mantan presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Melalui akun X miliknya, @Andiarief__, ia mengungkapkan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak ada sangkut pautnya dengan isu ijazah palsu tersebut. Menurutnya tudingan yang diberikan terhadap SBY soal ijazah palsu Jokowi tak berdasar.

    Diketahui, SBY dituding oleh sejumlah pihak tak bertanggung jawab di media sosial, sebagai orang yang ada di balik ramainya isu ijazah palsu Jokowi.

    “Beberapa waktu terakhir ini di media sosial, terutama di TikTok, saya melihat sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim, yang membuat berita fitnah seolah-olah bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi,” ucapnya dalam video yang diunggahnya di akun X-nya, Rabu (31/12/2025).

    SBY pun disebut bersekongkol dengan politisi lain seperti Megawati Soekarnoputri untuk membesarkan isu ijazah palsu tersebut.

    Andi mengungkapkan bahwa SBY sendiri terganggu dengan isu yang dilayangkan kepadanya. Pasalnya selama ini hubungan antara SBY dan Jokowi baik-baik saja.

    “Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini, karena tidak benar yang disebutkan bahwa pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini. Sama sekali tidak benar. Hubungan pak SBY dan pak Jokowi selama ini baik,” lanjutnya.

    Pihaknya berharap tudingan terhadap SBY dapat mereda dan dihentikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Ia pun menjelaskan bahwa Presiden ke-6 RI tersebut lebih banyak fokus di dunia kesenian seperti melukis.

    Lebih lanjut, Andi Arief mengatakan bahwa SBY siap mengambil langkah hukum yang lebih tegas untuk menghentikan tudingan terhadapnya.

    “Terbuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum, karena ini masalah keadilan karena pak SBY tidak merasa melakukan hal itu,”

    Di akhir videonya, Andi pun meminta kepada semua kader Partai Demokrat untuk ikut mendukung SBY dalam memerangi fitnah yang dibuat oleh orang tak bertanggung jawab di media sosial.

    “Kita tahu selama ini pak SBY selalu mengajarkan kepada kita politik yang putih, yang bersih. Tidak pernah menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah. Kalau kita difitnah, dizolimi kita harus melawan,” pungkasnya.

  • Harga iPhone Jelang Tahun Baru 2026, iPhone 15 Plus Turun Drastis

    Harga iPhone Jelang Tahun Baru 2026, iPhone 15 Plus Turun Drastis

    Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang akhir tahun 2025, harga iPhone mengalami penurunan signifikan. Kini, Anda bisa mendapatkan iPhone dengan harga mulai dari Rp8 juta saja.

    Bagi Anda yang tengah mempertimbangkan untuk membeli iPhone, berikut ini daftar harga iPhone terbaru di iBox per 31 Desember 2025 yang bisa menjadi acuan sebelum melakukan pembelian.

    Perbandingan Harga iPhone Januari  2025 vs 31 Desember 2025

    1. iPhone 15

    iPhone 15 mengalami penurunan harga sekitar Rp3 juta dibandingkan harga awal tahun 2025. Berikut adalah harga terbaru untuk seri iPhone 15:

    iPhone 15 128GB: Rp11.249.000

    iPhone 15 256GB: Rp13.749.000

    2. iPhone 15 Plus

    iPhone 15 Plus 128GB: Rp13.499.000 naik dari Rp13.249.000 (Januari)

    iPhone 15 Plus 256GB: Rp15.999.000 turun dari Rp19.249.000 (Januari)

    3. iPhone 14

    iPhone 14 128GB: Rp9.749.000 turun dari Rp12.499.000 (Januari 2025)

    4. iPhone 13

    iPhone 13 128GB: Rp8.249.000 turun dari Rp9.249.000 (Januari)

    5. iPhone 17

    iPhone 17 256GB: Rp17.249.000

    iPhone 17 512GB: Rp21.999.000

    6. iPhone 17 Pro

    iPhone 17 Pro 256GB: Rp23.749.000

    iPhone 17 Pro 512GB: Rp28.249.000

    iPhone 17 Pro 1TB: Rp32.999.000

    7. iPhone 17 Pro Max

    iPhone 17 Pro Max 256GB: Rp25.749.000

    iPhone 17 Pro Max 1TB: Rp34.999.000

    iPhone 17 Pro Max 2TB: Rp43.999.000

    8. iPhone 16

    iPhone 16 128GB: Rp13.999.000

    iPhone 16 256GB: Rp15.499.000

    iPhone 16 512GB: Rp19.999.000

    9. iPhone 16 Plus

    iPhone 16 Plus 128GB: Rp17.249.000

    iPhone 16 Plus 256GB: Rp19.749.000

    iPhone 16 Plus 512GB: Rp22.999.000

    10. iPhone 16e

    iPhone 16e 128GB: Rp11.749.000

    iPhone 16e 256GB: Rp14.249.000

    iPhone 16e 512GB: Rp18.249.000

    11. iPhone 16 Pro

    iPhone 16 Pro 128GB: Rp17.499.000

    iPhone 16 Pro 256GB: Rp19.999.000

    iPhone 16 Pro 512GB: Rp23.499.000

    iPhone 16 Pro 1TB: Rp27.999.000

    12. iPhone 16 Pro Max

    iPhone 16 Pro Max 256GB: Rp21.499.000

    iPhone 16 Pro Max 512GB: Rp25.499.000

    iPhone 16 Pro Max 1TB: Rp29.499.000

    13. iPhone Air

    iPhone Air 256GB: Rp17.999.000

    iPhone Air 512GB: Rp22.749.000

    iPhone Air 1TB: Rp26.999.000

    Itu dia daftar harga iphone terbaru hari ini 31 desember 2025 di website resmi ibox. (Nur Amalina)

  • Beli Bensin di Wilayah Bencana Sumatra Tetap Bisa Tanpa QR Code

    Beli Bensin di Wilayah Bencana Sumatra Tetap Bisa Tanpa QR Code

    Bisnis.com, JAKARTA — BPH Migas memperpanjang kebijakan pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra dengan tidak mewajibkan penggunaan QR code.

    Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menuturkan kebijakan ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat memperoleh BBM di tengah pemulihan pasca bencana dan cuaca ekstrem.

    Adapun perpanjangan keringanan yang ketiga kalinya mencakup pembelian untuk Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) Minyak Solar serta Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

    “Perpanjangan kekeringan yang ketiga kalinya ini merupakan bukti kesungguhan Pemerintah menjaga akses energi bagi masyarakat dan mendukung pemulihan, terutama saat ini membutuhkan BBM di wilayah Sumatra, khususnya Aceh dan Sumatra Barat,” ungkap Wahyudi melalui keterangan resmi, dikutip Rabu (31/12/2025).

    Dia menyebut, kebutuhan BBM tersebut diperuntukkan bagi kendaraan dinas pemerintah, kendaraan berat, serta kendaraan pengangkut logistik bencana, dan genset untuk penerangan umum di wilayah bencana. Ini guna memastikan proses pemulihan tanggap darurat dan distribusi bantuan berjalan lancar.

    Untuk Provinsi Aceh, tanggap darurat pertama sejak 28 November hingga 11 Desember dan perpanjangan tanggap darurat kedua adalah 12 Desember 2025 sampai 25 Desember 2025. Saat ini, masa tanggap darurat bencana ketiga berlaku mulai 26 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026, sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

    “Hasil monitoring BPH Migas, keringanan pembelian JBT dan JBKP berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat terkena bencana serta upaya-upaya pemulihan pasca bencana,” imbuh Wahyudi.

    Sementara di Provinsi Sumatra Barat, perpanjangan masa tanggap darurat untuk Kabupaten Agam berlaku sejak 23 Desember 2025 sampai dengan tanggal 5 Januari 2026, sesuai Keputusan Bupati Agam.

    Wahyudi mengatakan, pemerintah Provinsi Sumatra Barat dapat melakukan pembelian kebutuhan JBT Minyak Solar untuk pengoperasian alat berat dan kendaraan operasional dalam rangka penanganan bencana pada wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam selama perpanjangan masa tanggap darurat.

    Senada, pemerintah Kabupaten Tanah Datar, dan Pasaman Barat juga dapat melakukan pembelian kebutuhan JBT Minyak Solar untuk pengoperasian alat berat dan operasional kendaraan dalam rangka penanganan bencana tanggap darurat.

    “Selanjutnya sesuai Keputusan Bupati Tanah Datar, perpanjangan masa darurat bencana mulai 23 Desember 2025 sampai dengan 27 Desember 2025. Untuk wilayah Kabupaten Pasaman Barat, perpanjangan berlaku sejak 23 Desember 2025 sampai dengan 29 Desember 2025,” tutur Wahyudi.

    Dia mengatakan, pelaksanaan relaksasi itu dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga selaku Badan Usaha Pelaksana Penugasan. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau tetap membeli BBM sesuai kebutuhan.

    “Masyarakat tidak perlu khawatir kehabisan BBM. Belilah BBM sesuai kebutuhan agar kondisi menyediakan energi di wilayah terdampak bencana berjalan dengan baik dan pemulihan berjalan lancar,” pungkas Wahyudi.

  • Kaleidoskop 2025: 12 Kasus Korupsi di KPK, Kuota Haji hingga OTT Kepala Daerah

    Kaleidoskop 2025: 12 Kasus Korupsi di KPK, Kuota Haji hingga OTT Kepala Daerah

    Bisnis.com, JAKARTA – Sepanjang 2025, berbagai kasus hukum di tangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita perhatian publik. Sebut saja kasus dugaan korupsi kuota haji, yang sampai saat ini belum menemukan titik terang sosok tersangkanya.

    Kasus dugaan pemerasan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan juga tidak luput dari sorotan publik. 

    Pasalnya, kasus ini menyeret mantan Wakil Menteri Kemnaker, Immanuel Ebenezer atau Noel. Diapun menjadi wakil menteri pertama di era kepemimpinan Prabowo Subianto yang tersandung kasus rasuah.

    Berikut Sederet Kasus Hukum yang Ditangani KPK Sepanjang 2025

    1. Suap Proyek di Ogan Komering Hulu (OKU)

    Kasus mencuat saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada 15 Maret 2025. Perkara in berkaitan dengan dugaan suap pengadaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU.

    Lembaga antirasuah mendeteksi pengkondisian proyek di mana sejumlah anggota DPRD OKU meminta imbalan proyek di Dinas PUPR senilai 20% dari proyek fiksi yang masuk anggaran pemerintah daerah.

    Sebab, anggaran yang mulanya Rp48 miliar naik menjadi Rp96 miliar. Kepala Dinas PUPR dengan sengaja merencanakan proyek-proyek tertentu agar pembagian jatah dapat tersalurkan.

    Tidak hanya unsur pemerintah kasus ini juga melibatkan pihak swasta selaku kontraktor dan juga menjadi penerima suap. Selain mengamankan sejumlah pihak, KPK juga menyita uang Rp2,6 miliar saat OTT. Dalam perkara ini, KPK menetapkan enam orang tersangka pada 16 Maret 2025, yakni:

    • Nopriansyah, Kepala Dinas PUPR OKU

    • Ferlan Juliansyah, Anggota DPRD OKU

    • M. Fahrudin, Ketua Komisi III DPRD OKU

    • Umi Hartati, Ketua Komisi II DPRD OKU

    • M. Fauzi alias Pablo, pihak swasta

    • Ahmad Sugeng Santoso, pihak swasta

    2. Kasus Suap Proyek Jalan di Dinas PUPR Sumatra Utara

    Bergeser ke Pulau Sumatra, KPK melancarkan operasi senyap pada 26 Juni 2025 karena KPK mengendus adanya dugaan korupsi proyek jalan di lingkungan Dinas PUPR dan preservasi jalan di Satker PJN Wilayah I Sumatera Utara.

    Setidaknya ada enam proyek yang direncanakan dengan nilai anggaran mencapai Rp231,8 miliar. 4 proyek di lingkungan Dinas PUPR Sumut dan dua proyek di lingkungan Satker Pembangunan Jalan Negara Wilayah I Sumut.

    Para pejabat Dinas PUPR dan PJN diduga memberikan akses bagi pihak swasta tertentu sehingga memenangkan proyek pembangunan jalan tanpa melalui mekanisme yang transparan. Sebagai imbalan, pihak swasta memberikan Rp120 juta ke pejabat Satker PJN Wilayah I dan komitmen fee 4%-5% kepada Kepala Dinas PUPR. Adapun tersangka dalam kasus ini:

    • Kepala Dinas PUPR Sumut, Topan Obaja Putra Ginting

    • Rasuli Efendi Siregar, Kepala UPTD Gunung Tua sekaligus PPK

    • Heliyanto, PPK Satker PJN Wilayah I

    • M. Akhirun Efendi Siregar, Direktur Utama PT Dalihan Natolu Grup

    • Rayhan Dulasmi Pilang, Direktur PT Rona Na Mora

    3. Kasus Suap Pembangunan RSUD Kolaka Timur

    Pembangunan RSUD Kolaka Timur menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan kelas D/Pratama menjadi kelas C. Kolaka Timur memperoleh DAK Rp126,3 miliar.

    Dugaan rasuah mulai dibongkar KPK saat giat tertangkap tangan pada 9 Agustus 2025. Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis meminta imbalan sebesar 8% dari nilai proyek kepada pihak swasta yang telah ditunjuk langsung untuk mengerjakan proyek RSUD tersebut. 

    Pengkondisian proyek juga melibatkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena sengaja membuat kesepakatan dengan vendor untuk kepentingan suap, serta ASN Kemenkes karena memberikan fasilitas berupa meloloskan proyek terkait anggaran DAK. Adapun tersangka dalam kasus ini, yaitu:

    • Bupati Kolaka Timur, Abdul Azis

    • Andi Lukman Hakim, PIC Kementerian Kesehatan untuk proyek tersebut

    • Ageng Dermanto, PPK proyek pembangunan RSUD

    • Deni Karnady, pihak swasta dari PT Pilar Cerdas Putra (PCP)

    • Arif Rahman, pihak swasta dari KSO PT PCP

    • Yasin selaku ASN di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Tenggara

    • Hendrik Permana selaku ASN di Kementerian Kesehatan

    • Aswin Griksa Direktur Utama PT Griksa Cipta.

    4. Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024

    Kasus dugaan korupsi kuota haji terjadi di era Presiden Joko Widodo di mana mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terseret dalam pusaran rasuah ini. Pada 2023, Jokowi bertemu dengan pemerintah Arab Saudi agar Indonesia memperoleh kuota haji tambahan. Alhasil pemerintah Arab Saudi memberikan 20 ribu kuota haji tambahan.

    Berdasarkan aturan pembagian kuota seharusnya 92% kuota haji reguler dan 8% kuota haji khusus. Namun, KPK menduga para asosiasi dan travel yang mengetahui informasi itu menghubungi Kementerian Agama untuk mengatur pembagian kuota.

    Pembagian berubah menjadi 50% kuota haji reguler dan 50% kuota haji khusus. Aturan ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 130 tahun 2024 yang diteken oleh Yaqut.

    Pada 7 Agustus dan 1 September 2025, KPK memanggil Yaqut untuk dimintai keterangan terkait perkara kuota haji, mulai dari proses pembagian kuota dan aliran dana. Setelah melakukan serangkaian penyeledikan, KPK menaikan status perkara menjadi penyidikan pada 9 Agustus 2025.

    KPK mengendus adanya transaksi jual-beli kuota haji, di mana kuota haji khusus dijual hingga Rp300 juta dan haji furoda mencapai Rp1 miliar. 

    KPK telah memeriksa lebih dari 350 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) maupun asosiasi haji, serta sejumlah saksi penting lainnya. KPK mengklaim segera menetapkan tersangka dan sedang menghitung kerugian keuangan negara.

    5. Kasus Korupsi Inhutani V

    Kasus korupsi berkaitan izin eksplorasi dan eksploitasi hutan di wilayah Lampung oleh PT Eksploitasi dan Industri Hutan V (Inhutani V). Kasus terkuak saat KPK menggelar OTT pada 13 Agustus 2025.

    Direktur PT PML, Djunaidi memberikan Rp4,2 miliar untuk pengamanan tanaman ke rekening PT Inhutani V. Tak hanya itu, dari dana tersebut Direktur PT Inhutani V, Dicky Tiana Rady memperoleh Rp100 juta.

    Alhasil, DIC menyetujui permintaan PT PML dengan mengelola hutan tanaman seluas lebih dari 2 juta hektare di wilayah register 42 dan lebih dari 600 hektare di register 46. 

    Tim KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti, berupa uang tunai senilai SGD189.000 atau sekitar Rp2,4 miliar uang tunai senilai Rp8,5 juta, 1 unit mobil Rubicon di rumah Dicky; serta 1 unit mobil Pajero milik Dicky di rumah. KPK menetapkan tiga tersangka, yakni:

    • Direktur PT INH V Dicky Yuana Rady (DIC)

    • Direktur PT PML Djunaidi (DJN)

    • Staf perizinan SB Grup Aditya (ADT)

    6. Kasus Pemerasan Pembuatan Sertifikat K3

    Pada 20 Agustus 2025, publik dikejutkan karena Wakil Menteri Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Immanuel Ebenezer atau Noel diamankan saat OTT terkait kasus dugaan pemerasan penerbitan Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

    Noel menjadi jajaran kabinet merah putih Prabowo yang tersandung kasus korupsi. Noel ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Agustus 2025. KPK juga menetapkan 10 tersangka lainnya dari lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak swasta. Selain itu terdapat empat tersangka baru lainnya sehingga total tersangka menjadi 14.

    Mereka diduga melakukan mark-up harga penerbitan sertifikat K3 dari Rp275.000 menjadi Rp6.000.000. Selain itu, KPK telah menyita 32 kendaraan dari para tersangka. Uang hasil pemerasan terkumpul hingga Rp81 miliar untuk diberikan kepada pegawai-pegawai guna mengurus sertifikat K3.

    7. Kasus Pemerasan oleh Gubernur Riau

    Gubernur Riau Abdul Wahid melakukan pemerasan untuk memperoleh fee atas proyek di Dinas PUPR Riau. Pidana rasuah terbongkar setelah KPK mengamankan 10 orang dalam kegiatan tertangkap tangan pada Senin (13/11/2025).

    Penyidik mengulik informasi dari para saksi dan terungkap bahwa pada Maret 2025, Sekretaris Dinas PUPR PKPP bernama Ferry menggelar rapat bersama 6 Kepala UPT Wilayah I-VI, Dinas PUPR PKPP, untuk membahas kesanggupan pemberian fee yang akan diberikan kepada Abdul Wahid yakni sebesar 2,5%.

    Fee tersebut atas penambahan anggaran 2025 yang dialokasikan pada UPT Jalan dan Jembatan Wilayah I-VI Dinas PUPR PKPP yang semula Rp71,6 miliar menjadi Rp177,4 miliar atau terjadi kenaikan Rp106 miliar.

    Abdul Wahid melakukan pengancaman ke para pejabat PUPR PKPP dengan dicopot jabatan jika tidak memberikan nominal uang tersebut. Permintaan ini dikenal sebagai “Jatah Preman” di mana Abdul Wahid mendapatkan Rp4,05 miliar.

    Abdul Wahid menggunakan uang hasil pemerasan untuk pergi ke luar negeri mulai dari ke Inggris hingga Brasil. Bahkan kala itu mencanakan dalam waktu dekat ini ingin lawatan ke Malaysia. KPK menetapkan tersangka dan menahan:

    • Gubernur Riau Abdul Wahid
    • M. Arief Setiawan selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau
    • Dani M. Nursalam selaku Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Riau

    9. Kasus Suap Peralihan Jabatan di Pemerintahan Kab. Ponorogo

    Suap tidak hanya menyasar berbagai macam proyek, tetapi digunakan untuk mempertahankan jabatan. Peristiwa ini terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo.

    Pada Jumat (7/11/2025), KPK menggelar operasi senyap di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Ponorogo. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko memperoleh total Rp900 juta dari Yunus Mahatma. Uang dibayarkan Yunus sebanyak dua kali melalui ajudannya sebesar Rp400 juta dan teman Sugiri sebesar Rp500 juta. Adapun Agus Pramono menerima Rp325 juta.

    Kemudian, Sugiri meminta lagi kepada Yunus Rp1,5 miliar. Namun, uang yang baru diterima Sugiri sebesar Rp500 juta. Di momen ini lah Sugiri tertangkap tangan dan uang tersebut disita penyidik lembaga antirasuah. Pemberian suap untuk mengamankan posisi Yunus sebagai Direktur Rumah Sakit Harjono Kabupaten Ponorogo.

    Selain suap mempertahankan jabatan seseorang, Sugiri diduga mendapatkan fee dari Sucipto selaku pihak swasta yang menangani proyek itu sebesar Rp1,4 miliar dari nilai proyek Rp14 miliar terkait proyek RSUD Harjono Kabupaten Ponorogo.

    Kemudian Sugiri juga tersandung gratifikasi. Pada 2023-2025, Sugiri menerima Rp225 juta dari Yunus Mahatma. Lalu pada Oktober 2025, Sugiri menerima Rp75 juta dari Eko selaku pihak swasta. Tersangka dalam kasus ini adalah:

    • Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko

    • Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo Agus Pramono,

    • Direktur RSUD Dr. Harjono Kabupaten Ponorogo Yunus Mahatma

    • Sucipto selaku pihak swasta.

    10. Kasus Suap Proyek di Lampung Tengah

    Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya terlibat dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa. Dia melancarkan aksinya setelah menjabat sebagai bupati.

    Dia memerintahkan Riki untuk mengatur Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), di mana perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut merupakan milik keluarga Ardito.

    Ardito meminta fee sebesar 15%-20% dari sejumlah proyek di Pemkab Lampung Tengah. Anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program prioritas daerah.

    Ardito memperoleh Rp5,25 miliar pada periode Februari-November 2025 yang diberikan oleh sejumlah rekanan melalui Riki dan Ranu. Dia juga mengkondisikan pengadaan jasa alat kesehatan di Dinas Kesehatan melalui Anton dengan memenangkan vendor pengadaan barang tersebut. 

    Alhasil, PT Elkaka Mandiri dimenangkan memperoleh 3 paket pengadaan alat kesehatan di Dinkes dengan total nilai proyek Rp3,15 miliar.

    Dari pengadaan tersebut, Ardito diduga mendapat fee Rp500, juta dari Mohamad Lukman. Sehingga total uang yang diterima Ardito senilai Rp5,75 miliar. Setelah melakukan pemeriksaan sejak tertangkap tangan pada Rabu (10/12/2025), KPK menetapkan tersangka yakni:

    • Riki Hendra Saputra selaku anggota DPRD Lampung Tengah

    • Ranu Hari Prasetyo selaku adik Ardito

    • Anton Wibowo selaku Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah Lampung Tengah

    • Mohamad Lukman selaku pihak swasta yaitu Direktur PT Elkaka Mandiri.

    11. Kasus Suap Proyek di Kabupaten Bekasi

    Memasuki akhir tahun 2025, KPK menangkap Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang terkait kasus dugaan suap proyek senilai Rp14,2 miliar. Kader fraksi partai PDIP ini melakukan dugaan suap bersama sang ayah, HM Kunang dalam operasi tangkap tangan pada Jumat (19/12/2025).

    Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa setelah Ade terpilih menjadi Bupati Bekasi periode 2024-2029, dia mulai melancarkan aksinya bekerja sama dengan Sarjan selaku pihak swasta untuk pengadaan proyek di Pemerintah Kabupaten Bekasi.

    Sepanjang Desember 2024 hingga Desember 2025, Ade kerap meminta jatah “ijon” kepada Surjan melalui sang ayah, HM Kunang. Total “ijon” yang diberikan Sarjan kepada Ade bernama HM Kunang sebesar Rp9,5 miliar. Ade juga mendapatkan penerimaan lain senilai Rp4,5 miliar.

    Asep menyebutkan bahwa dalam kegiatan tertangkap tangan ini, KPK turut mengamankan barang bukti di rumah Ade berupa uang tunai senilai Rp200 juta. Uang tersebut merupakan sisa setoran ke-4 dari Sarjan ke Ade melalui para perantara. Alhasil tersangka dalam kasus ini adalah:

    1. Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang

    2. Kepala Desa Sukadami sekaligus ayah Ade Kuswara, HM Kunang

    3. Pihak swasta, Sarjan

    12. Kasus Pemerasan di Kejaksaan Negeri HSU

    Selain di lingkungan pemerintahan, kasus korupsi juga terjadi di lingkungan kejaksaan. Pada Kamis (18/12/2025), KPK mengumumkan OTT dj wilayah Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan dan mengamakan enam orang.

    Operasi senyap berkaitan dugaan pemerasan agar laporan yang diadukan ke Kejari Hulu Sungai Utara tidak ditangani. Setelah menjebat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara, Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN) menerima Rp804 juta melalui Asis dan Tri Taruna.

    Asus merupakan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara, sedangkan Tri Taruna Fariadi (TAR) merupakan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara

    Penerimaan uang tersebut, berasal dari dugaan tindak pemerasan Albertinus kepada sejumlah perangkat daerah di HSU, diantaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

    Permintaan itu disertai ancaman dengan modus agar laporan pengaduan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kepada Kejari HSU terkait dinas tersebut, tidak ditindaklanjuti proses hukumnya.

    Pemberian uang tersebut berlangsung pada November-Desember 2025, dari perantara Tri Taruna berinisial RHM selaku Kepala Dinas Pendidikan HSU senilai Rp270 juta dan EVN selaku Direktur RSUD HSU sebesar Rp235 juta.

    Kemudian melalui perantara Asis berinisial YND selaku Kepala Dinas Kesehatan HSU sejumlah Rp149,3 juta. Selain itu, Asis menerima Rp63,2 juta per periode Februari-Desember 2025.

    Tak hanya itu, Albertinus memotong anggaran Kejaksaan Negeri HSU sebesar Rp257 juta untuk kepentingan pribadi. Dia juga menerima Rp450 juta dari Kadis dan Sekwan DPRD, serta transfer rekening istri Albertinus Rp45 juta.

    Sedangkan, Tri Taruna mendapatkan total uang Rp1,07 miliar, dari mantan Kepala Dinas Pendidikan HSU senilai Rp930 juta dan pada 2024 dari rekanan sebesar Rp140 juta. KPK juga mengamankan uang tunai Rp318 juta di rumah pribadi Albertinus. KPK menetapkan tiga tersangka pada Sabtu (20/12/2025) yakni:

    • Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara Albertinus Parlinggoman Napitupulu (APN)

    • Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara Asis Budianto (ASB)

    • Tri Taruna Fariadi (TAR) selaku Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Kabupaten Hulu Sungai Utara.

  • Samsung Integrasikan Google Photos ke Lini Produk TV Mulai 2026

    Samsung Integrasikan Google Photos ke Lini Produk TV Mulai 2026

    Bisnis.com, JAKARTA — Samsung Electronics Co., Ltd. mengumumkan rencana menghadirkan layanan Google Photos ke lini Samsung TV, yang akan mulai tersedia secara bertahap pada 2026.

    Integrasi ini dirancang untuk memperkaya pengalaman menonton dengan menghadirkan kenangan pribadi pengguna langsung ke layar televisi berukuran besar.

    Executive Vice President of the Customer Experience Team at the Visual Display (VD) Business Samsung Electronics, Kevin Lee, mengatakan integrasi Google Photos di Samsung TV bertujuan menghadirkan cara yang lebih intuitif dan menarik bagi pengguna untuk menikmati cerita di balik setiap foto dari kenyamanan ruang keluarga.

    “Samsung TV selalu mempersatukan banyak orang, dan menghadirkan Google Photos di layar besar semakin membuat pengalaman itu terasa lebih personal,” kata Kevin Lee, dikutip dari laman resmi Samsung, Selasa (30/12/2025).

    Menurut Kevin, integrasi ini memudahkan pengguna menampilkan foto-foto yang selama ini tersimpan dan jarang dibuka di ponsel ke layar televisi, sehingga dapat dinikmati dalam format yang lebih besar dan sinematik.

    Melalui Google Photos di Samsung TV, pengguna juga dapat menjelajahi kenangan pilihan yang telah dikurasi berdasarkan orang, tempat, dan momen bermakna, langsung dari layar TV.

    Samsung menargetkan Google Photos menjadi bagian dari pengalaman menonton sehari-hari. Foto-foto favorit pengguna nantinya dapat muncul secara otomatis melalui fitur Daily+ dan Daily Board. Proses pengaturannya pun dirancang sederhana, cukup dengan masuk ke Akun Google, koleksi foto pengguna akan langsung ditampilkan di layar TV.

    Pada tahap awal, Samsung akan menghadirkan fitur Memories yang direncanakan hadir secara eksklusif di Samsung TV pada awal 2026. Fitur ini menampilkan cerita yang telah dikurasi berdasarkan orang, lokasi, dan momen berharga, serta akan tersedia secara eksklusif di Samsung TV selama enam bulan pertama.

    Selanjutnya, pada akhir 2026, Samsung berencana meluncurkan fitur Create with AI yang didukung oleh Nano Banana, yakni model penyuntingan dan penghasil gambar dari Google DeepMind. Fitur ini memungkinkan pengguna memanfaatkan templat tematik untuk melakukan transformasi visual pada foto, termasuk mengubah gaya artistik melalui fitur Remix atau menghidupkan foto statis menjadi video pendek melalui Photo to Video.

    Selain itu, Samsung juga akan menghadirkan fitur Personalized Results pada akhir 2026. Melalui fitur ini, pengguna dapat menikmati foto-foto dalam bentuk tayangan slideshow yang disesuaikan dengan topik atau kenangan tertentu, seperti laut, hiking, Paris, dan tema lainnya.

    Vice President Google Photos dan Google One, Shimrit Ben-Yair, menyatakan antusiasmenya terhadap kolaborasi ini. Dia menilai kehadiran Google Photos di Samsung TV akan membantu pengguna menikmati foto favorit di layar yang lebih besar sekaligus terhubung kembali dengan kenangan mereka melalui cara yang baru.

    “Google Photos adalah rumah bagi foto dan video banyak orang, membantu mereka mengatur dan menghidupkan kembali kenangan mereka,” katanya.

    Ke depan, Google Photos juga akan memperluas rangkaian pengalaman berbasis foto yang terintegrasi dengan Samsung Vision AI Companion (VAC). Integrasi ini diharapkan dapat semakin memperkaya cara kenangan ditampilkan dan dinikmati pengguna sepanjang hari melalui ekosistem Samsung TV.

  • Belanja AI Diproyeksi Naik pada 2026, Perusahaan Fokus ke Sedikit Vendor

    Belanja AI Diproyeksi Naik pada 2026, Perusahaan Fokus ke Sedikit Vendor

    Bisnis.com, JAKARTA— Perusahaan-perusahaan global diperkirakan akan meningkatkan anggaran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada 2026. Namun, kenaikan belanja tersebut diprediksi tidak lagi tersebar ke banyak penyedia teknologi, melainkan terkonsentrasi pada sejumlah kecil vendor yang mampu menunjukkan dampak nyata bagi bisnis.

    Wakil Presiden Databricks Ventures Andrew Ferguson menilai 2026 akan menjadi titik balik konsolidasi investasi AI di kalangan perusahaan. Saat ini, menurut dia, banyak perusahaan masih berada pada fase eksperimen dengan menggunakan berbagai alat AI untuk kebutuhan yang sama, khususnya di area go-to-market. Kondisi ini membuat perbedaan nilai antarproduk sulit terlihat, meskipun sudah melewati tahap proof of concept.

    “Ketika perusahaan mulai melihat bukti nyata manfaat AI, mereka akan memangkas anggaran eksperimen, merapikan penggunaan alat yang tumpang tindih, dan mengalihkan dana tersebut ke teknologi AI yang terbukti memberikan hasil,” kata Ferguson dikutip dari laman TechCrunch pada Rabu (31/12/2025).

    Pandangan senada disampaikan Managing Partner Asymmetric Capital Partners, Rob Biederman. Dia memprediksi belanja AI perusahaan ke depan tidak hanya semakin terfokus di tingkat masing-masing perusahaan, tetapi juga secara industri akan mengerucut pada segelintir penyedia teknologi utama.

    “Anggaran akan meningkat untuk sejumlah kecil produk AI yang jelas memberikan dampak, sementara belanja untuk produk lainnya akan menurun tajam,” kata Biederman.

    Dia memperkirakan akan terjadi pemisahan yang tegas di pasar, di mana hanya sedikit vendor yang menguasai porsi besar anggaran AI perusahaan. Sebaliknya, banyak penyedia lain berpotensi mengalami stagnasi hingga penurunan pendapatan.

    Sementara itu, Partner Norwest Venture Partners Scott Beechuk menilai peningkatan belanja AI akan banyak diarahkan pada solusi yang membuat penerapan AI lebih aman dan andal. Menurutnya, perusahaan kini menyadari bahwa investasi krusial justru berada pada lapisan pengamanan, pengawasan, dan tata kelola yang memastikan penggunaan AI secara bertanggung jawab.

    “Ketika kemampuan ini semakin matang dan risiko bisa ditekan, perusahaan akan lebih percaya diri beralih dari tahap uji coba ke penerapan skala besar, sehingga anggaran pun meningkat,” ujar Beechuk.

    Adapun Direktur Snowflake Ventures Harsha Kapre memprediksi belanja AI perusahaan pada 2026 akan terfokus pada tiga area utama, yakni penguatan fondasi data, optimalisasi model pascapelatihan, serta konsolidasi berbagai alat AI.

    Menurut Kapre, para eksekutif kini semakin aktif mengurangi kompleksitas penggunaan software-as-a-service (SaaS) yang berlebihan. Mereka cenderung beralih ke sistem terpadu yang lebih cerdas, dengan biaya integrasi lebih rendah dan imbal hasil investasi yang lebih terukur. Dalam konteks tersebut, solusi berbasis AI diperkirakan menjadi pihak yang paling diuntungkan.

  • BLT Kesra 2025 Segera Tutup, Cek dan Cairkan Segera agar Tak Hangus

    BLT Kesra 2025 Segera Tutup, Cek dan Cairkan Segera agar Tak Hangus

    Bisnis.com, JAKARTA – Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) kembali dicairkan pada Desember 2025 untuk membantu ekonomi masyarakat yang rentan miskin. Bansos dari Pemerintah ini akan ditutup pencairannya pada 31 Desember 2025.

    Melansir Antara, Kementerian Sosial mengimbau para penerima manfaat BLT Kesra agar segera mengambil bansos tersebut sebelum tahun 2025 berakhir. Bansos tersebut akan ditutup dan dikembalikan ke kas negara jika tidak diambil oleh para penerima manfaat.

    Para penerima manfaat berhak menerima dana rapel Rp900.000 untuk periode bansos Oktober-Desember 2025.

    Masyarakat dapat mengecek status penerimaan BLT Kesra Desember 2025 melalui situs resmi atau aplikasi “Aplikasi Cek Bansos” milik Kementerian Sosial RI. Berikut panduan lengkapnya:

    I. Cara Mengecek BLT melalui Website Resmi
    1. Buka laman https://cekbansos.kemensos.go.id/
    2. Pilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa/kelurahan sesuai alamat pada KTP atau KK.
    3. Masukkan nama Penerima Manfaat (PM) sesuai KTP.
    4. Ketik kode captcha yang tertera.
    5. Klik “Cari Data” dan tunggu hasilnya.

    Jika terdaftar dan memenuhi syarat, sistem akan menampilkan status penerima BLT. Jika tidak, akan muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”.

    II. Cara Mengecek BLT melalui Aplikasi Resmi Kemensos
    1. Unduh aplikasi “Aplikasi Cek Bansos” di Play Store atau App Store.
    2. Buka aplikasi dan pilih menu “Cek Bansos” pada halaman utama.
    3. Isi data domisili lengkap (provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan).
    4. Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
    5. Selesaikan verifikasi keamanan (captcha).
    6. Tekan tombol “Cari Data”.

    Hasil pencarian akan menampilkan status penerima, termasuk jenis bantuan dan informasi pencairan. Jika tidak terdaftar, akan muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”.

    Syarat penerima Bansos BLT Kesra 2025 adalah sebagai berikut:
    – Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan KTP dan Kartu Keluarga (KK) asli
    – Masuk kategori miskin atau rentan miskin (dapat dicek di website Kemensos)
    – Termasuk desil 1 hingga desil 4 DTSEN
    – Bukan anggota dan keluarga dari ASN, TNI, atau Polri
    – Tidak sedang menerima bansos lain seperti PKH atau BPNT

    Terdapat dua jalur untuk penerimaan bansos tersebut, yakni melalui:
    1. Bank Himbara (Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN) bagi yang memiliki rekening bank terdaftar di sistem, dan
    2. PT Pos Indonesia untuk wilayah tertentu atau penerima yang tidak memiliki rekening bank.

    Untuk mencairkan BLT Kesra melalui PT Pos Indonesia, penerima hak wajib membawa dokumen asli KTP dan Kartu Keluarga (KK).

    Pemerintah mengimbau agar masyarakat yang menerima BLT dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga. Kementerian Sosial juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi data dan proses penyaluran, sehingga bantuan dapat diterima tepat sasaran. (Stefanus Bintang Agni)

  • Asus Berambisi Dominasi Pasar PC Enterprise RI, Geser Lenovo dan Dell

    Asus Berambisi Dominasi Pasar PC Enterprise RI, Geser Lenovo dan Dell

    Bisnis.com, JAKARTA — Asus Indonesia menetapkan target penjualan agresif sebanyak 350.000 unit untuk lini produk Expert Series pada tahun 2026. Perusahaan berambisi untuk merebut pasar yang saat ini dikuasai Lenovo dan Dell.

    Adapun target volume tersebut mencakup keseluruhan ekosistem produk bisnis, mulai dari laptop, desktop, hingga all-in-one PC. 

    Head of Commercial Product Marketing Asus Indonesia Aldi Ramadiansyah mengatakan perusahaan memiliki ambisi besar untuk menggeser peta persaingan vendor komputer komersial. 

    “Ambisi kita sangat tinggi. Kita ingin jadi nomor satu di Indonesia dalam 3 tahun ke depan,” kata Aldi dikutip dalam acara media meeting Asus Commercial, Selasa (30/12/2025).

    Berdasarkan data internal, Asus mencatat pertumbuhan pangsa pasar dari 5% pada 2024 menjadi 11% pada 2025. Sementara target untuk 2026 adalah 18%.

    Saat ini, posisi Asus berada di peringkat ketiga pasar komersial setelah menyalip HP, namun masih berada di bawah Lenovo dan Dell. 

    Aldi menjelaskan guna mencapai target tersebut, strategi produk pada 2026 akan berbeda dengan segmen konsumen yang dinamis. 

    Asus nantinya akan fokus pada industri sektor Jasa Keuangan (FSI), Manufaktur, dan Pemerintahan. 

    Adapun, produk dibagi menjadi ExpertBook P Series untuk UMKM, Seri B untuk enterprise dengan karyawan di atas 300 orang, dan Seri G khusus pemerintahan.

    Perusahaan ini juga akan fokus pada efisiensi dan optimalisasi, di mana peluncuran besar pada 2026 hanya akan dilakukan untuk satu model flagship utama. Model-model lainnya hanya akan mendapatkan penyegaran dari sisi spesifikasi internal, seperti prosesor.

    Kebijakan ini diambil mengingat masa pakai produk komersial cenderung lebih panjang dibandingkan produk konsumen. Peluncuran produk flagship tersebut dijadwalkan pada kuartal kedua 2026. 

    Di sisi lain, menghadapi tantangan global, Asus juga mengantisipasi kenaikan harga komponen, khususnya RAM dan SSD pada 2026. Namun, Aldi menilai dampak pada segmen B2B lebih dapat diredam dibandingkan segmen konsumen karena fleksibilitas dalam penyesuaian spesifikasi kontrak.

    “Kalau konsumer mungkin pasti naik karena mereka sudah enggak bisa subsidi silang, tapi kalau komersial kita masih bisa adjust sana sini,” ujarnya.

    Sebagai strategi diferensiasi melawan kompetitor, Asus menawarkan layanan purna jual berupa garansi baterai yang durasinya sama dengan garansi perangkat, misalnya 3 tahun. Selain itu, jangkauan layanan on-site service diperluas hingga radius 150 km untuk menjamin kelancaran operasional klien korporasi.

    Kinerja Induk

    Diketahui kondisi global yang menantang dan keterbatasan chip membuat Asus menghadapi kondisi yang cukup sulit pada 9 bulan pertama 2025. 

    Laporan keuangan Asus global pada kuartal III/2025 menunjukkan meski pendapatan tumbu 21% YoY menjadi NT$189,9 miliar atau Rp 95,45 triliun), net profit perusahaan turun 16% YoY ke NT$10,556 juta atau Rp 5,31 triliun.

    Adapun pendapatan tersebut berasal dari segmen konsumer (29%), gamer (41%), dan segmen enterprise 30%. Dari di sisi regional, Asia masih menjadi kontribusi terbesar dengan 46%, sementara Amerika tercata sebesar 22% dan Eropa sebesar 32%. Untuk Asia, pasar terbesar ASUS terdapat di Taiwan, India, dan Indonesia. 

    (Muhammad Diva Farel Ramadhan)