Author: Bisnis.com

  • Prabowo Sebut Pengalaman di Kabinet Jokowi Sebagai Magang Kepemimpinan

    Prabowo Sebut Pengalaman di Kabinet Jokowi Sebagai Magang Kepemimpinan

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pengalamannya bergabung dalam pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo selama lima tahun sebagai fase penting pembelajaran sebelum memimpin Indonesia.

    Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

    Presiden Ke-8 RI itu mengatakan keterlibatannya di pemerintahan Jokowi sejak 2019 memberinya kesempatan memahami langsung kerja kekuasaan eksekutif dan dinamika pengelolaan negara.

    “Saya bersyukur saya mendapatkan kesempatan, saya diajak bergabung dalam pemerintah Presiden Joko Widodo selama lima tahun. Bagi saya, lima tahun itu adalah semacam masa magang, masa pembelajaran,” ujar Prabowo.

    Dia mengenang pertemuan kabinet pertamanya setelah pelantikan pada 2019, saat dirinya masih berstatus sebagai kandidat presiden yang kalah dalam pemilihan umum.

    “Waktu itu saya kandidat yang kalah, tetapi waktu masuk ruang kabinet saya melihat sekeliling dan saya katakan, seandainya saya menang, sebagian besar kabinet itu pasti saya ajak membantu saya,” kata Prabowo.

    Menurutnya, hal tersebut terbukti ketika dia terpilih sebagai presiden. Prabowo menyatakan tetap mengajak sejumlah tokoh yang sebelumnya berada di kabinet Jokowi untuk bergabung dalam pemerintahannya.

    Kepala negara menegaskan, memimpin negara sebesar Indonesia membutuhkan keterlibatan putra-putri terbaik bangsa dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

    “Memimpin, mengelola, dan mengendalikan pemerintahan untuk sebuah negara sebesar ini harus terdiri dari putra-putri terbaik. Tidak bisa kita sembarangan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung budaya sebagian elite yang dinilainya gemar bersikap nyinyir dan saling meremehkan capaian bangsa sendiri, berbeda dengan sikap rakyat di lapisan bawah yang ia nilai lebih tulus.

    “Rakyat kita luar biasa. Tapi semakin ke atas, ada budaya suka nyinyir, suka mengejek. Apa yang dibuat oleh bangsa sendiri dianggap tidak bagus,” ucapnya.

    Kendati demikian, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk menumbuhkan semangat kebaikan dan persatuan.

    “Enggak apa-apa. Sekarang kita harus bicara kebaikan,” pungkasnya.

  • Prabowo Sebut Rakyat Indonesia Paling Bahagia di Dunia

    Prabowo Sebut Rakyat Indonesia Paling Bahagia di Dunia

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan rakyat tertinggi di dunia. Hal ini merujuk survei global yang dilakukan Harvard University bersama Gallup Poll.

    Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).

    “Baru saja keluar sebuah survei dunia yang dilakukan bersama oleh Harvard University dan Gallup, di mana dari hampir 200 negara, negara yang rakyatnya setelah ditanya menjawab bahwa rakyat tersebut mengalami bahagia, negara yang paling nomor satu di dunia sekarang rakyatnya mengatakan dia bahagia adalah bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

    Prabowo mengaku terharu dengan hasil survei tersebut. Menurutnya, temuan itu memiliki makna mendalam mengingat masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kondisi yang belum sepenuhnya sejahtera.

    “Ini mengharukan bagi saya karena saya paham bahwa sebagian besar rakyat kita sesungguhnya masih mengalami kehidupan yang sangat-sangat sederhana, berada dalam keadaan yang harus kita akui belum sesungguhnya sejahtera, tetapi kalau ditanya masih mengatakan bahwa dia bahagia,” kata Prabowo.

    Lebih lanjut, Kepala Negara mengatakan hasil survei tersebut membingungkan banyak bangsa lain di dunia, sekaligus menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus bekerja lebih keras.

    “Ini membingungkan bangsa-bangsa lain dan juga mengharukan bagi saya. Karena itu saya bersama pembantu-pembantu saya bekerja sangat keras,” ujarnya.

    Prabowo menegaskan, selama satu tahun menerima mandat dari rakyat Indonesia, dia dibantu oleh jajaran menteri dan pejabat yang dinilainya sebagai putra-putri terbaik bangsa.

    “Sudah satu tahun kita menerima tugas dari bangsa Indonesia. Saya dibantu oleh pembantu-pembantu saya, orang-orang yang harus saya akui adalah putra-putri terbaik bangsa Indonesia,” pungkas Prabowo.

  • Pengacara Protes ke Jaksa Gara-gara Nadiem Dibatasi Beri Keterangan ke Awak Media

    Pengacara Protes ke Jaksa Gara-gara Nadiem Dibatasi Beri Keterangan ke Awak Media

    Bisnis.com, JAKARTA — Pengacara eks Mendikbudristek, Nadiem Makarim bersitegang dengan jaksa usai kliennya menjalani sidang dakwaan kasus dugaan korupsi Chromebook.

    Berdasarkan pantauan Bisnis di PN Tipikor, momen itu terjadi saat Nadiem hendak melaksanakan wawancara di luar ruangan PN Tipikor Jakarta Pusat (Jakpus).

    Namun, setelah keluar dari ruang sidang, Nadiem diduga tidak diperkenankan untuk melakukan wawancara dan langsung digiring ke luar PN Jakpus.

    Dalam hal ini, pengacara Nadiem Makarim Ari Yusuf Amir menilai bahwa tindakan jaksa itu telah melanggar hak asasi manusia kliennya. Ari juga nampak menarik kliennya untuk berbicara di depan awak media.

    “Ini acara hak asasi manusia, setop setop. Dia punya hak bicara,” teriak Ari di PN Jakpus, Senin (5/1/2025).

    Dia menambahkan bahwa seharusnya Nadiem diperkenankan untuk melakukan wawancara. Sebab, situasi di lokasi dinilai kondusif dan tertib.

    Oleh sebab itu, tindakan pihak kejaksaan terhadap Nadiem Makarim dinilai merupakan perbuatan sewenang-wenang.

    “Selama tidak melanggar keamanan, tidak ada masalah. Kami sekali lagi tegaskan tolong diberi hak Pak Nadiem untuk bicara ke publik. Jangan sampai ini terulang lagi karena akan menjadi preseden jelek bagi kita ke depan, ada yang boleh bicara, ada yang tidak, apa dasarnya? Karena pada dasarnya undang-undang kita menjamin kebebasan berbicara itu,” pungkasnya.

    Sekadar informasi, Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim telah didakwa merugikan negara sebesar Rp2,18 triliun dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan Chromebook.

    Dalam dakwaan jaksa penuntut umum (JPU), perbuatan dugaan rasuah itu dilakukan bersama dengan tiga terdakwa lainnya seperti tenaga konsultan Ibrahim Arief alias IBAM.

    Kemudian, eks Stafsus Nadiem Jurist Tan, mantan Direktur SD Paudasmen Kemendikbudristek Sri Wahyuningsih dan mantan Direktur SMP Paudasmen Kemendikbudristek, Mulyatsyah.

    Dalam hal ini, hasil perhitungan kerugian negara Rp2,1 triliun ini diperoleh dari angka kemahalan harga Chromebook sebesar Rp1,5 triliun serta pengadaan Chrome Device Management (CDM yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat sebesar Rp621 miliar.

  • Laju Trafik Internet Nataru 2025 di Bawah Prediksi, Bencana Aceh-Sumatra Disorot

    Laju Trafik Internet Nataru 2025 di Bawah Prediksi, Bencana Aceh-Sumatra Disorot

    Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan trafik layanan data selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 tercatat lebih rendah dari proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). 

    Jika sebelumnya Komdigi memperkirakan lonjakan trafik dapat mencapai 30%, realisasi di lapangan menunjukkan peningkatan yang lebih moderat. PT Indosat Tbk. (ISAT) mencatat kenaikan trafik sekitar 13%, sementara PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sekitar 12% dibandingkan dengan hari biasa.

    Pengamat telekomunikasi Kamilov Sagala menilai faktor non-teknis turut berkontribusi signifikan terhadap lebih rendahnya realisasi trafik dibandingkan proyeksi awal. 

    Dia menyoroti dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah selama periode Nataru, yang menyebabkan gangguan hingga kerusakan infrastruktur telekomunikasi.

    “Banyak infrastruktur yang tumbang, walaupun bisa diatasi tapi ya sudah terjadi ya masih repot gitu,” kata Kamilov kepada Bisnis, Senin (5/1/2026).

    Menurut Kamilov, meskipun operator telekomunikasi telah menyiapkan jaringan untuk menghadapi lonjakan trafik selama musim liburan, kondisi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan sesuai ekspektasi akibat bencana alam yang meluas.

    Dia menjelaskan, bencana di berbagai wilayah, khususnya di Sumatera dan Aceh, menyebabkan kerusakan infrastruktur telekomunikasi yang membutuhkan waktu untuk diperbaiki. 

    Kondisi tersebut berdampak pada penurunan trafik data di sejumlah lokasi, meskipun tidak seluruh wilayah terdampak memiliki laporan yang lengkap.

    Kamilov menambahkan pada dasarnya seluruh operator telah siap menghadapi lonjakan trafik selama periode Natal dan Tahun Baru. 

    Namun, bencana yang terjadi di beberapa provinsi bahkan secara luas di Indonesia membuat kenaikan trafik tidak merata. Banyak titik yang sebelumnya diproyeksikan mengalami peningkatan justru tidak mencatat lonjakan sesuai harapan.

    Wilayah Jawa yang biasanya menjadi kontributor utama trafik data juga terdampak kondisi cuaca ekstrem.

    “Kalau di Jawa kan selain juga ada banjir, juga ada angin ribut dan segala macam. Itu salah satu penyebab trafik itu jadi tidak meningkat,” ujarnya.

    Selain faktor bencana, Kamilov juga menilai tren penggunaan layanan digital selama libur Nataru mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya. 

    Menurutnya, masyarakat kini lebih banyak mengakses layanan berbasis gim, media sosial, dan layanan streaming video.

    “Kalau lihat dari sisi tren lanjutan trafik, ada perubahan ya dari libur natal dan tahun baru. Memang saya lihat dari perkembangannya ada masyarakat itu lebih cenderung fokus ke game ya, dan berikutnya media sosial dan streaming video,” ungkapnya.

    Sementara itu, Pengamat Telekomunikasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ian Joseph Matheus Edward, menilai secara umum karakteristik trafik selama periode Nataru relatif tidak jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

    “Saat ini trafik operator seluler didominasi data atau internet periode natal dan tahun baru hampir sama dengan tahun lalu, hanya sekarang menggunakan layanan OTT,” katanya.

    Ian menjelaskan pengalaman operator seluler dalam menghadapi lonjakan trafik tahunan membuat kualitas layanan tetap terjaga, baik dari sisi jaringan maupun pengalaman pengguna. 

    Dia juga menyoroti adanya pengalihan trafik yang mengikuti pergerakan pengguna serta meningkatnya kebutuhan layanan digital yang menuntut kapasitas bandwidth besar, stabilitas tinggi, dan latensi rendah.

    “Tentu pengalihan trafik sesuai dengan pergerakan pengguna dan layanan yg memerlukan bandwidth yang semakin besar dan stabil, latency/delay yang rendah dan content yang mendekati pelanggan,” katanya.

  • Rerata Kecepatan Seluler 60 Mbps, Fixed Broadband 45 Mbps

    Rerata Kecepatan Seluler 60 Mbps, Fixed Broadband 45 Mbps

    Bisnis.com, JAKARTA— Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menetapkan sejumlah target kinerja pada 2026, termasuk penguatan infrastruktur telekomunikasi, hingga kecepatan internet seluler dan fixed broadban.

    Target tersebut tercantum dalam Matriks Pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta sumber pendanaan lainnya yang sah untuk kegiatan dan proyek prioritas Komdigi periode 2025–2029.

    Pada 2026, peningkatan kualitas konektivitas internet menjadi salah satu sasaran utama. Untuk layanan internet bergerak (mobile broadband), pemerintah menargetkan kecepatan rata-rata 60 Mbps pada 2026, meningkat dari 50 Mbps pada 2025. Target tersebut selanjutnya ditetapkan naik menjadi 70 Mbps pada 2027, 80 Mbps pada 2028, dan mencapai 100 Mbps pada 2029.

    Sementara itu, kecepatan rata-rata internet tetap (fixed broadband) ditargetkan mencapai 45 Mbps pada 2026, meningkat dibandingkan 37 Mbps pada 2025. Target ini kemudian dinaikkan menjadi 55 Mbps pada 2027, 70 Mbps pada 2028, dan mencapai 100 Mbps pada 2029.

    Di bidang layanan publik telekomunikasi, Komdigi menargetkan 100% penanganan pengajuan proses perizinan telekomunikasi dapat diselesaikan pada 2026. Target ini didukung dengan pemeliharaan dua unit aplikasi sistem perizinan telekomunikasi agar tetap beroperasi secara optimal.

    Pada aspek kebijakan spektrum frekuensi radio, Komdigi menargetkan penyusunan dua rekomendasi kebijakan penyediaan spektrum frekuensi radio untuk layanan broadband sepanjang 2026. Selain itu, layanan pengawasan dan pengendalian spektrum frekuensi radio ditargetkan tetap berjalan melalui satu layanan aktif.

    Dalam rangka perlindungan pengguna, pemerintah menargetkan penyelenggaraan satu layanan perlindungan pengguna perangkat telekomunikasi pada 2026. Di sisi lain, sistem monitoring frekuensi radio ditargetkan diperkuat melalui penyediaan 21 unit perangkat monitoring frekuensi radio.

    Di sektor pos dan logistik digital, Komdigi menargetkan peningkatan Integrated Index for Postal Development (2IPD) menjadi 65 poin pada 2026. Selain itu, pemerintah menargetkan fasilitasi digitalisasi bagi 20 badan usaha penyelenggara pos pada tahun ini.

    Untuk mendukung pemerataan akses internet, Komdigi menargetkan fasilitasi penerapan infrastruktur pasif bersama di 20 kabupaten/kota pada 2026. Pemerintah juga menargetkan penyediaan akses internet fixed broadband untuk 246 desa melalui dukungan konektivitas bagi koperasi desa Merah Putih.

    Di bidang layanan pendidikan, Komdigi menargetkan fasilitasi dukungan layanan jaringan hingga ke homepass untuk empat lembaga Sekolah Unggulan Garuda dan 100 lembaga sekolah rakyat pada 2026.

    Sementara itu, penguatan sistem pemantauan layanan telekomunikasi juga menjadi fokus pada tahun ini. Komdigi menargetkan pengembangan satu sistem informasi monitoring telekomunikasi, pengoperasian satu pusat monitoring telekomunikasi, serta pengadaan 24 unit perangkat pengukuran Quality of Service (QoS) sepanjang 2026.

  • Harga Smartphone Diramal Makin Mahal Imbas Pasokan Cip Seret

    Harga Smartphone Diramal Makin Mahal Imbas Pasokan Cip Seret

    Bisnis.com, JAKARTA — Kekurangan pasokan cip dan memori, terutama dynamic random-access memory (DRAM) di pasar global, diprediksi berdampak terhadap penjualan smartphone pada 2026. Paling nyata adalah adanya kenaikan harga terhadap sejumlah ponsel pintar.

    Analis Pasar Gawai dari Reasense Aryo Meidianto Aji menilai dampak kenaikan harga komponen tidak akan merata di seluruh segmen, dengan tekanan paling besar dirasakan pada ponsel entry level dan menengah.

    Menurutnya, lonjakan harga chipset dan memori sulit sepenuhnya diserap produsen di segmen bawah karena margin keuntungan yang tipis. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual sekitar 5%–15%. 

    “Di segmen premium, dampaknya relatif lebih kecil karena margin yang tinggi. Namun, mereka mungkin menggunakan momentum ini untuk menaikkan harga dengan alasan peningkatan teknologi, bukan hanya kenaikan komponen,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.

    Kendati demikian, terdapat faktor penyeimbang dari sisi manufaktur. Kematangan teknologi chipset 4 nanometer (nm) dan 3 nm berpeluang menurunkan biaya per unit. Namun, harga diperkirakan tetap berada di level tinggi apabila permintaan global terhadap cip masih kuat.

    Di tengah tekanan harga, Aryo melihat ruang ekspansi di pasar negara berkembang seperti Indonesia masih terbuka. Tingkat penetrasi smartphone dinilai belum jenuh, terutama di wilayah tier dua dan tiga serta kelompok usia yang lebih tua. 

    Akan tetapi, pola pertumbuhan akan bergeser dari pembeli pertama (first time buyer) ke konsumen yang melakukan peningkatan perangkat (upgrader). Banyak konsumen ingin naik kelas dari entry level ke mid range untuk mendapatkan pengalaman yang lebih baik. 

    Pangsa pasar feature phone juga masih ada dan konversi pengguna ini ke smartphone entry level akan menjadi faktor pendorong peningkatan volume penjualan.

    “Kuncinya adalah value for money. Ponsel dengan spesifikasi memadai di harga terjangkau akan tetap laku, sekalipun harganya naik sedikit dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Aryo.

    Tekanan daya beli diperkirakan berjalan beriringan dengan pergeseran segmen. Sebagian konsumen akan menunda pembelian atau melakukan riset lebih mendalam sebelum membeli. Di sisi lain, segmen menengah diproyeksikan menjadi ‘sweet spot’, karena menawarkan fitur mendekati flagship dengan harga jauh lebih terjangkau.

    Selain itu, pasar ponsel refurbished dan pre-owned diperkirakan tumbuh seiring semakin terstrukturnya ekosistem, termasuk kehadiran garansi resmi. Segmen ini menarik bagi konsumen yang ingin perangkat kelas atas dengan harga lebih rendah sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. 

    Pada segmen entry level, konsumen cenderung lebih realistis dengan fokus pada kualitas kamera utama, daya tahan baterai, dan performa harian.

    Untuk 2026, Aryo memproyeksikan pertumbuhan paling kuat justru terjadi di dua segmen yang tampak berlawanan. Segmen premium dengan harga di atas US$600 atau Rp10 jutaan tetap didorong oleh konsumen loyal yang memandang smartphone sebagai simbol gaya hidup dan investasi teknologi. 

    Inovasi seperti layar lipat dan kecerdasan buatan (AI) di perangkat menjadi pembenaran harga tinggi. Di sisi lain, segmen entry level high di kisaran US$150 atau Rp2 jutaan diperkirakan menjadi arena persaingan paling ketat karena menawarkan keseimbangan fitur dan harga.

    Sementara itu, Aryo mengatakan, kenaikan harga juga diperkirakan memperpanjang siklus penggantian perangkat. Dari rata-rata 18–24 bulan, periode tersebut bisa meluas menjadi 24–36 bulan. Dampaknya, volume penjualan unit berpotensi stagnan atau sedikit menurun, meski nilai pasar masih bisa tumbuh seiring kenaikan harga jual rata-rata (average selling price/ASP).

    Dalam situasi ini, inovasi dinilai menjadi pembenaran utama bagi konsumen. Aryo menyebut, fitur AI on device, efisiensi energi, serta konektivitas 5G diperkirakan menjadi daya tarik utama. AI generatif untuk fotografi dan produktivitas, janji baterai tahan seharian untuk pengguna berat, serta manfaat 5G yang bergeser ke latensi rendah dan stabilitas koneksi menjadi nilai tambah yang signifikan.

    “Kunci bagi semua pemain adalah memahami dengan sangat dalam segmen konsumen yang mereka targetkan dan memberikan nilai yang tidak sekadar pada spesifikasi di atas kertas saja,” tegasnya.

    Lebih lanjut, Aryo berpandangan bahwa kenaikan harga komponen juga membuka peluang sekaligus tantangan bagi merek baru dan pemain lokal. Daya tawar yang lebih lemah dalam pengadaan komponen menjadi hambatan, namun masih terdapat celah melalui strategi hiper-lokalisasi, penggarapan ceruk spesifik, serta kolaborasi dengan operator seluler.

    Di tengah harga yang meningkat, skema pembiayaan, bundling, dan program tukar tambah diperkirakan menjadi penopang utama pertumbuhan pasar. Skema cicilan, bundel paket data jangka panjang, serta trade-in dinilai mampu menurunkan beban harga di muka sekaligus menjaga loyalitas konsumen.

    Adapun, analisis Counterpoint sebelumnya mencatat kemungkinan naiknya rata-rata harga jual smartphone (ASP) sekitar 6,9% secara tahunan akibat kelangkaan komponen. Direktur riset di Counterpoint MS Hwang mengatakan, untuk ponsel pintar entry level yang harganya di bawah US$200 (Rp3 jutaan), biaya produksi (bill of materials) telah meningkat 20% hingga 30% sejak awal tahun. Biaya produksi adalah biaya untuk memproduksi satu unit ponsel pintar.

    Sementara itu, segmen smartphone kelas menengah dan atas mengalami kenaikan biaya material sebesar 10% hingga 15%. “Harga memori bisa naik lagi sebesar 40% hingga kuartal kedua tahun 2026, yang mengakibatkan biaya BoM (bill of materials) meningkat antara 8% hingga lebih dari 15% di atas level tinggi saat ini,” ujarnya, dikutip Bisnis.

    Peningkatan biaya komponen ini diperkirakan tidak hanya memicu harga jual yang lebih tinggi, tetapi juga menekan permintaan global. Counterpoint memperkirakan pengiriman smartphone secara global bisa turun sekitar 2,1% pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya akibat tekanan harga tersebut. 

  • 9 Poin Bantahan Nadiem Makarim pada Kasus Chromebook di Sidang Eksepsi

    9 Poin Bantahan Nadiem Makarim pada Kasus Chromebook di Sidang Eksepsi

    Bisnis.com, JAKARTA — Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim membantah sejumlah tudingan yang didakwakan terhadapnya dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.

    Misalnya, berkaitan dengan keuntungan yang dituduhkan sebesar Rp809 miliar. Nadiem menyatakan bahwa dirinya tidak menerima sepeserpun dalam perkara ini.

    Nadiem menyatakan bahwa nilai ratusan miliar itu murni berasal aksi korporasi yang dilakukan oleh Google bersama dengan Gojek. 

    Nah, berikut ini sembilan poin bantahan Nadiem dalam sidang eksepsi pada Senin (5/1/2025) :

    1. Sangat miris bahwa 2 isu yang memanas di media selama berbulan-bulan yang menjadi dasar dari kecurigaan publik atas kasus ini tiba-tiba hilang dari dakwaan, yang pertama adalah narasi WA grup Mas Menteri yang membahas  pengadaan Chromebook sebelum saya menjabat sebagai Menteri. Kedua adalah narasi Chromebook tidak efektif digunakan di sekolah. 

    Kenapa bisa hilang kedua narasi ini dalam dakwaan? Karena faktanya tidak benar. Tidak ada pembahasan pengadaan TIK, apalagi Chromebook, di WA grup manapun sebelum saya menjadi Menteri. Kenapa bisa narasi sesat ini menyebar liar di media sosial? Dan yang kedua, narasi Chromebook tidak bisa digunakan juga menghilang dari dakwaan. Seluruh data pemanfaatan Chromebook per sekolah terekam secara digital berkat fitur Chrome Device Management dari tahun 2021-2025. 

    Sangat ironis, satu satunya fitur teknologi yang bisa membuktikan Chromebook digunakan atau tidak disebut dalam dakwaan “tidak berguna” dan menjadi kerugian negara lebih dari Rp 600 miliar. Bahkan audit BPKP yang dilakukan tahun 2023/2024 mengonfirmasi, bahwa 86% murid menggunakan Chromebook untuk Assesment Nasional Berbasis Komputer, dan 55% murid menggunakan Chromebook untuk pembelajaran berbasis IT. 

    Sangat aneh setelah berbulan-bulan narasi sepihak menuduh Chromebook tidak bermanfaat, tiba-tiba di Dakwaan yang dituduh kerugian adalah harga laptop yang kemahalan, di mana tidak ada kausalitas dengan pemilihan Operating System Gratis seperti Chrome OS. 

    2. Semua bukti laporan kekayaan saya, bukti PPATK, maupun transaksi korporasi menunjukkan saya tidak menerima sepeser pun keuntungan dari kebijakan maupun pengadaan Chrome OS. Tuduhan penerimaan Rp809 miliar adalah kekeliruan investigasi yang dengan mudah bisa diluruskan dengan hanya meminta dokumentasi dari PT AKAB (GoTo). 

    Transaksi tersebut adalah transaksi internal antara 2 perusahaan Gojek sebesar Rp809 miliar pada 2021 yang tidak ada hubungannya dengan Google maupun Chromebook. Transaksi tersebut terdokumentasi lengkap dan tidak melibatkan saya. Tidak sepeserpun uang itu diterima saya, bahkan uang itu kembali seutuhnya ke rekening PT AKAB.  

    3. Jika dakwaan menyatakan saya diperkaya sebesar Rp809 miliar dari pengadaan ini, sangat aneh bahwa total omzet Google dari pengadaan ini hanya sekitar Rp600 miliar. Apakah masuk akal saya mendapatkan keuntungan pribadi lebih besar dari total pendapatan Google dalam pengadaan Chromebook? Apakah ada perusahaan yang memiliki akal sehat mau memberikan balas budi lebih dari pendapatan yang diterima?

    4. Logika bahwa investasi Google ke Gojek (PT AKAB) menjadi balas budi atas pemilihan Chrome OS juga tidak masuk akal. Seluruh pendapatan Google dari lisensi Chrome Device Management di kisaran US$ 40 juta, sementara Google berinvestasi ke PT AKAB tahun 2020-2022 sekitar US$230 juta. Apakah masuk akal Google “balas budi” dengan menyuntik dana hampir 6 kali lipat omset Google dari lisensi CDM selama 2020-2022? Bagaimana mungkin balas budinya berlipat ganda dari keuntungannya? 

    5. Pada 2020, saat Chrome OS dipilih, saya tidak menandatangani dokumen apapun yang memutuskan Chrome OS. Saya hanya menghadiri meeting pada 6 Mei 2020 di mana saya diminta pendapatnya mengenai rekomendasi tim, yaitu per sekolah mendapat 14 laptop Chrome OS, dan 1 laptop Windows. Keputusan finalnya pun berubah lagi tanpa masukan dari saya karena memang spek teknis adalah kewenangan bawahan saya. 

    6. Semua fakta menunjukkan kebijakan Chrome OS menghemat anggaran minimal Rp1,2 triliun, bukan merugikan. Karena memang Chrome OS itu lisensinya Gratis, Windows berbayar. Yang harus dipertanyakan adalah kenapa keputusan yang menghemat begitu banyak anggaran bisa mendapatkan resistensi begitu besar dari jajaran kementerian yang bertahun tahun selalu memilih OS Windows yang berbayar?

    7. Data dari Chrome Device Management membuktikan Chromebook 97% diterima dan aktif. Semua data penggunaan terekam. Bahkan audit BPKP di tahun 2023/2024 menunjukan 86% murid menggunakan Chromebook untuk Asesmen Nasional dan 55% murid menggunakan Chromebook untuk pembelajaran berbasis IT. 

    8. Kerugian negara Rp1,5 triliun berdasarkan kemahalan harga laptop tidak ada hubungannya dengan kebijakan Chrome OS vs Windows yang justru menghemat Rp1,2 triliun karena lisensi OS-nya gratis. Saya tidak terlibat dalam proses pengadaan, baik harga maupun seleksi vendor. Audit BPKP di 2023/2024 secara lugas tidak menemukan ketidaktepatan atau ketidakwajaran harga. Audit BPK pun tidak ada temuan sama sekali mengenai pengadaan Chromebook.  

    9. Kerugian negara sekitar Rp600 miliar dari lisensi Chrome Device Management (CDM) yang dituduh tidak berguna sangat tidak logis. Apakah masyarakat Indonesia ingin murid dan guru terekspos dengan pornografi, judi online, atau ketagihan gaming? CDM memberikan Kementrian full control terhadap penggunaan aplikasi dalam setiap laptop di setiap sekolah. Berkat CDM, tidak diperlukan lagi audit fisik ke sekolah, setiap laptop di setiap sekolah terekam aktivitasnya secara realtime. 

    Untuk pertama kali dalam sejarah Indonesia, pengadaan TIK bisa 100% transparan dan akuntabel. Justru CDM adalah alat paling jitu untuk Aparat Penegak Hukum dan auditor yang bisa mudah melihat apakah pengadaan TIK tepat sasaran dan dimanfaatkan. Tanpa CDM saya tidak bisa membuktikan bahwa Chromebook dimanfaatkan di lapangan.

  • Menkum Pastikan Pasal Dalam KUHP dan KUHAP Baru Tidak Membungkam Demokrasi

    Menkum Pastikan Pasal Dalam KUHP dan KUHAP Baru Tidak Membungkam Demokrasi

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas menjamin KUHP, KUHAP, dan Undang-Undang Penyesuaian Pidana tidak akan membungkam sistem demokrasi di Indonesia. 

    Sebagaimana diketahui bahwa KUHP dan KUHAP telah berlaku sejak 2 Januari 2026. Sejumlah pasal dinilai membatasi ruang gerak masyarakat untuk berekspresi.

    “Dalam tiga Undang-Undang ini sekali lagi tidak ada niat sama sekali untuk membungkam apalagi meniadakan proses demokratisasi yang sedang kita jalankan saat ini,” ucap Supratman kepada jurnalis, Senin (5/1/2026).

    Dia mempersilakan masyarakat tetap memberikan kritik kepada pemerintah sepanjang kritik tersebut untuk kepentingan bangsa dan negara, khususnya mengkoreksi kebijakan pemerintah yang dianggap keliru.

    Namun dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan kritik yang mengarah kepada penghinaan atau penghasutan.

    “Tetapi sekali lagi tolong juga dibedakan mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dan masyarakat pasti sudah paham lupakan dulu perbedaan perbedaan politik pandangan politik di antara kita-kita sementara menghadapi sesuatu yang jauh lebih besar,” jelasnya.

    Dia memahami bahwa dalam pembentukan kebijakan antara pemerintah dengan DPR tidak dapat memenuhi keinginan seluruh masyarakat.

    Selain itu, Supratman mengakui sebanyak tiga dari tujuh isu yang disorot masyarakat saat KUHAP dan KUHP berlaku.

    Dirinya terbuka menerima saran dari masyarakat jika dirasa aturan yang dibuat dapat merugikan. Masyarakat, katanya, dapat mengajukan uji ke Mahkamah Konstitusi.

    “Saya ingin menyampaikan dan tentu pemerintah menghargai semua upaya yang akan dilakukan oleh masyarakat terkait dengan poin-poin mana yang dianggap itu menjadi sesuatu yang bermasalah. Kemudian toh juga ada salurannya yang sudah disiapkan oleh negara ya dan saat ini juga sudah ada beberapa gugatan yang masuk ke Mahkamah Konstitusi,” tandasnya.

  • Nadiem Bantah Terima Untung Rp809 Miliar: Tidak Sepeser Pun Uang itu Diterima Saya

    Nadiem Bantah Terima Untung Rp809 Miliar: Tidak Sepeser Pun Uang itu Diterima Saya

    Bisnis.com, JAKARTA — Eks Menteri Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membantah telah menerima untung dalam kasus dugaan korupsi Chromebook.

    Dalam eksepsinya, Nadiem justru menyatakan bahwa kekayaannya turun ke angka Rp600 miliar dari Rp4,8 triliun dari 2022 sampai dengan 2024.

    Founder Gojek itu merincikan bahwa berdasarkan LHKPN pada 2022, dirinya memiliki total kekayaan Rp4,8 triliun. Jumlah kekayaan Nadiem dipengaruhi oleh nilai saham GoTo yang telah resmi IPO.

    “Peningkatan surat berharga di LHKPN 2022 murni disebabkan harga saham GoTo yang melambung saat IPO ke kisaran harga Rp 250-300/saham, jadi kekayaan saya tercatat di 2022 sebesar Rp4,8 triliun,” ujar Nadiem di ruang sidang, Senin (5/1/2025).

    Dia menambahkan, kekayaannya telah menurun pada 2023 menjadi Rp906 miliar saat saham GoTo menjadi Rp100 per saham. Angka itu kembali turun ke angka Rp600 miliar saat saham GoTo kembali turun menjadi Rp70-80 per saham.

    “Pada 2024, dimana kisaran harga GoTo drop lagi ke Rp70-80 per saham, kekayaan saya turun lagi ke Rp600 miliar,” imbuhnya.

    Oleh sebab itu, dia pun kebingungan dengan tudingan soal menerima keuntungan Rp809 miliar. Pasalnya, dia tidak menerima keuntungan sepeser pun pada pengadaan Chromebook.

    Apalagi, Nadiem mengaku bahwa kekayaannya bertumpu pada harga saham GoTo. Di samping itu, Nadiem menyatakan bahwa tudingan soal keuntungan sebesar Rp809 miliar bisa terbantahkan dengan meminta dokumentasi ke PT AKAB.

    Sebab, transaksi tersebut merupakan kegiatan aksi korporasi yang tidak ada hubungan baik itu antara Google dengan pengadaan Chromebook.

    “Transaksi tersebut adalah transaksi internal antara 2 perusahaan Gojek sebesar Rp809 miliar di 2021 yang tidak ada hubungannya dengan Google maupun Chromebook. Transaksi tersebut terdokumentasi lengkap dan tidak melibatkan saya. Tidak sepeserpun uang itu diterima saya, bahkan uang itu kembali seutuhnya ke rekening PT AKAB,” pungkas Nadiem.

  • Trafik Data di Sulawesi dan Maluku Tertinggi pada Nataru 2025

    Trafik Data di Sulawesi dan Maluku Tertinggi pada Nataru 2025

    Bisnis.com, JAKARTA— PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatat Maluku dan Irian Jaya menjadi wilayah dengan pertumbuhan trafik layanan telekomunikasi tertinggi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di seluruh wilayah operasional perseroan.

    Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan hampir seluruh produk layanan Telkomsel mencatatkan pertumbuhan trafik sepanjang periode Nataru, dengan wilayah Indonesia Timur menjadi kontributor tertinggi.

    “Kalau dari pantauan, dari tahun ke tahun, untuk periode Nataru ini kami catatkan produk yang positif dari sisi trafik hampir semuanya tumbuh. Yang paling tinggi di area 4, Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya,” kata Nugroho.

    Nugroho menjelaskan wilayah Sumatra yang sebelumnya diperkirakan mencatat pertumbuhan paling rendah akibat bencana banjir dan tanah longsor justru tetap menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan pemantauan Telkomsel, trafik di wilayah tersebut masih tumbuh di atas 5%.

    Nugroho mengatakan kondisi tersebut menunjukkan proses pemulihan jaringan berlangsung relatif cepat.

    “Jadi walaupun terjadi beberapa gangguan, kami bisa pulih,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Nugroho mengungkapkan lonjakan trafik tertinggi selama periode Nataru terjadi pada layanan video streaming dan media sosial. Trafik layanan video streaming tumbuh 20% atau mencapai 27 petabyte (PB), sementara trafik media sosial meningkat 13% menjadi 18 PB.

    Seiring dengan peningkatan trafik tersebut, Telkomsel menaruh perhatian pada kualitas layanan dan kecepatan penanganan keluhan pelanggan.

    “Jadi kami juga harus memastikan jika ada komplain, respons kami harus cepat,” ucapnya.

    Sebelumnya, Telkomsel mencatat peningkatan trafik layanan telekomunikasi secara keseluruhan selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Puncak payload trafik data tercatat sebesar 69,12 PB per 1 Januari 2026, meningkat 12,42% dibandingkan rata-rata hari biasa.

    Lonjakan signifikan juga terjadi pada layanan pesan singkat (SMS) yang meningkat 51,02% per 31 Desember 2025 dibandingkan hari normal. Sementara itu, trafik layanan suara (voice) mengalami kenaikan 1,37% dibandingkan rata-rata harian, dengan puncak terjadi per 22 Desember 2025.

    Peningkatan trafik turut tercatat pada sejumlah layanan digital dengan waktu puncak yang berbeda selama periode Nataru. Layanan video streaming mencatat trafik sebesar 27,12 PB per 28 Desember 2025 atau meningkat 20,13% dibandingkan hari biasa.

    Layanan media sosial mencapai trafik sebesar 17,31 PB per 1 Januari 2026 dengan pertumbuhan 13,87%. Adapun layanan komunikasi digital mencatat trafik sebesar 10,33 PB dengan lonjakan 21,31% per 31 Desember 2025.

    Selain itu, trafik e-commerce tercatat mencapai 1,46 PB per 24 Desember 2025 atau meningkat 13,15% dibandingkan hari normal. Layanan online gaming mencatat trafik sebesar 2,17 PB per 25 Desember 2025, meningkat 33,8% selama periode Nataru.