Author: Bisnis.com

  • BIG 40 Conference: Zulhas Apresiasi Peran Bisnis Indonesia Jaga Optimisme Ekonomi

    BIG 40 Conference: Zulhas Apresiasi Peran Bisnis Indonesia Jaga Optimisme Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasi kepada Bisnis Indonesia Group yang telah berkontribusi selama empat dekade sebagai media ekonomi nasional.

    Hal itu dia sampaikan saat memberikan sambutan dalam BIG Conference bertema Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi yang digelar Bisnis Indonesia Group di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12/2025). 

    “Saya ingin berterima kasih kepada Bisnis Indonesia Group, atas kontribusinya selama 40 tahun secara konsisten 40 tahun. Jadi waktu yang panjang Bisnis Indonesia yang berperan aktif dalam menyiarkan dan menjaga pertumbuhan dan daya tahan ekonomi Indonesia,” tuturnya dalam forum itu.

    Dia menyebut media tersebut memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada pelaku usaha, regulator, dan akademisi yang ikut menjaga pertumbuhan dan daya tahan ekonomi Indonesia.

    Zulhas juga menyampaikan selamat atas terselenggaranya BIG Conference 2025 yang disebutnya sebagai momentum strategis untuk menyatukan pandangan menuju kedaulatan ekonomi nasional.

    “Saya ingin berterima kasih pada Bisnis Indonesia Group atas kontribusinya selama 40 tahun. Secara konsisten 40 tahun, jadi waktu yang panjang,” pungkas Zulhas.

    Dalam kesempatan itu Zulhas juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk menghapus utang kredit usaha rakyat (KUR) petani yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

    Di samping itu, Zulhas menuturkan pemerintah juga memastikan pengiriman cadangan pangan dari Perum Bulog menjadi dua kali lipat, yakni dari biasanya 1.000 ton kini menjadi 2.000 ton.

    “Bantuan cadangan pangan dari pemerintah juga terus mengalir. Mudah-mudahan apa yang kami alami ini bisa membantu meringankan saudara-saudara kita,” ujarnya.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan bencana alam yang menimpa di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyisakan luka bagi bangsa Indonesia.

    “Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sedih dan pedih yang dialami saudara-saudara kita di sana,” imbuhnya.

    Namun, dia memastikan pemerintah tidak meninggalkan siapapun dan saling menopang untuk terus bangkit bersama. Menurutnya, keteguhan bangsa selalu lahir dalam kebersamaan  dan gotong royong.

    “Di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Insya Allah akan pulih dan kembali melangkah lebih kuat menghadapi hari-esok,” pungkasnya.

  • BIG Conference: Wapres Gibran Ajak Pelaku Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi

    BIG Conference: Wapres Gibran Ajak Pelaku Usaha Perkuat Sinergi Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Bisnis Indonesia Group yang merayakan usia ke-40 tahun. 

    Dalam sambutannya secara daring pada acara Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference, Senin (8/12/2025), Wapres Gibran menekankan pentingnya optimisme publik dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    “Pertama-tama, saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-40 kepada seluruh keluarga besar Bisnis Indonesia,” kata Gibran mengawali kata sambutan pada acara Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference yang digelar di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/12/2025). 

    Dia menyampaikan apresiasi atas konsistensi Bisnis Indonesia sebagai media ekonomi yang dinilai terus membangun optimisme publik dan menyuarakan aspirasi pelaku usaha.

    Mantan Wali Kota Solo itu pun juga menegaskan bahwa optimisme tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pasar dan menjaga semangat pelaku usaha, terlebih di tengah tekanan ekonomi global yang dialami banyak negara.

    Dalam pemaparannya, Wapres Gibran mengatakan bahwa Indonesia patut bersyukur karena hingga saat ini perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan yang kuat. 

    Namun, dia menilai dibutuhkan langkah-langkah berani untuk mempercepat kemandirian ekonomi dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan hingga mencapai 8%. Menurutnya, hal itu dapat dicapai dengan membuka ruang-ruang baru yang mampu menjadi pusat produktivitas nasional.

    Dia menjelaskan bahwa pemerintahan di bawah Presiden Prabowo Subianto menempatkan kemandirian ekonomi sebagai pilar utama pembangunan. Fokus kebijakan tersebut mencakup penguatan industri nasional, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam dan digital, serta peningkatan kapasitas UMKM dan ekonomi kreatif.

    “Melalui penguatan industri nasional, ketahanan pangan dan energi, hilirisasi sumber daya alam dan hilirisasi digital, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

    Kendati demikian, Wapres Ke-14 RI itu pun menekankan bahwa pemerintah tidak dapat menjalankan agenda besar itu sendirian. 

    Dia mengajak pelaku usaha, media massa, akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif sekaligus berkeadilan bagi masyarakat.

    “Pemerintah perlu dukungan dan partisipasi aktif dari para pelaku usaha, media massa, akademisi, praktisi, dan seluruh stakeholder untuk bersama-sama menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan menyejahterakan masyarakat,” kata Gibran.

    Gibran juga memandang forum seperti BIG Conference sebagai ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi. Ia berharap diskusi-diskusi dalam forum tersebut dapat menghasilkan pemikiran konstruktif yang mampu mendorong kemajuan bangsa.

    Menutup sambutannya, Gibran menyampaikan terima kasih kepada Bisnis Indonesia dan seluruh panitia atas terselenggaranya acara tersebut. 

    Dia menyatakan keyakinannya bahwa dengan peran aktif semua komponen masyarakat, cita-cita Indonesia Emas 2045 dapat dicapai bersama.

    “Semoga dengan peran aktif seluruh komponen masyarakat, Indonesia Emas 2045 bisa kita raih bersama,” tandas Gibran.

  • Zulhas: Prabowo Hapus Utang KUR Terdampak Bencana Aceh-Sumatra

    Zulhas: Prabowo Hapus Utang KUR Terdampak Bencana Aceh-Sumatra

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk menghapus utang kredit usaha rakyat (KUR) petani yang terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh.

    Hal itu disampaikan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam acara 40 BIG Conference 2025 bertajuk Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi di Raffles Hotel, Jakarta, Senin (8/12/2025).

    “Sektor pertanian mendapat perhatian khusus Bapak Presiden, kemarin beliau meninjau provinsi Aceh, langsung area pertanian, perbaikan infrastruktur pergedungan, persawahan, penghapusan utang KUR yang terdampak bencana,” kata Zulhas.

    Di samping itu, Zulhas menuturkan pemerintah juga memastikan pengiriman cadangan pangan dari Perum Bulog menjadi dua kali lipat, yakni dari biasanya 1.000 ton kini menjadi 2.000 ton.

    “Bantuan cadangan pangan dari pemerintah juga terus mengalir. Mudah-mudahan apa yang kami alami ini bisa membantu meringankan saudara-saudara kita,” ujarnya.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyatakan bencana alam yang menimpa di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyisakan luka bagi bangsa Indonesia.

    “Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan rasa sedih dan pedih yang dialami saudara-saudara kita di sana,” imbuhnya.

    Namun, dia memastikan pemerintah tidak meninggalkan siapapun dan saling menopang untuk terus bangkit bersama. Menurutnya, keteguhan bangsa selalu lahir dalam kebersamaan  dan gotong royong.

    “Di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Insya Allah akan pulih dan kembali melangkah lebih kuat menghadapi hari-esok,” pungkasnya.

  • BIG Conference 2025: Dorong Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Menuju Kedaulatan Ekonomi

    BIG Conference 2025: Dorong Sinergi Pemerintah-Dunia Usaha Menuju Kedaulatan Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group Hariyadi Sukamdani secara resmi membuka acara Bisnis Indonesia Group atau BIG Conference 2025 bertema “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi” di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12/2025). 

    Acara ini menjadi forum strategis bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan nasional untuk membahas capaian ekonomi tahun berjalan serta arah kebijakan pada 2026. 

    Dalam sambutannya, Hariyadi menilai perekonomian Indonesia masih menunjukkan ketahanan kuat dengan pertumbuhan stabil di kisaran 5% dalam beberapa tahun terakhir.

    Menurutnya, kombinasi kebijakan pemerintah dan kontribusi dunia usaha menjadi faktor utama dalam menjaga momentum tersebut.

    “Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan dunia usaha, serta kebijakan yang tepat dan konsisten, Indonesia akan mampu melompat menuju sasaran pertumbuhan ekonomi 8%,” ujar Hariyadi di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (8/12/2025). 

    Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) itu juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabuming mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Desa Nelayan.

    Dia menyebut program-program tersebut memiliki capaian positif, namun memerlukan evaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

    Dalam kesempatan itu, Hariyadi mengingatkan bahwa Bisnis Indonesia akan memasuki usia ke-40 pada 14 Desember 2025. Dia menyebut tonggak sejarah tersebut sebagai momentum penting bagi perusahaan media yang selama empat dekade telah menyajikan informasi ekonomi dan bisnis untuk menavigasi pengambil kebijakan dan pelaku usaha.

    “BIG Conference hari ini menjadi rangkaian perayaan menuju usia ke-40 Bisnis Indonesia,” tandas Hariyadi. 

    BIG Conference 2025 menghadirkan pembicara dari kalangan profesional bisnis dan pengambil kebijakan. Diskusi berfokus pada capaian ekonomi nasional sepanjang 2025 serta proyeksi arah kebijakan ekonomi 2026.

    Acara ini terselenggara serentak dengan kantor perwakilan Bisnis Indonesia di berbagai wilayah, mulai dari Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan, hingga Makassar.

    Siaran langsung atau live streaming BIG Conference 2025 dapat disaksikan di situs www.bisnis.com dan Channel Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=I7W0YASK80s 

  • Jalan Lebar Indonesia Dominasi AI Regional

    Jalan Lebar Indonesia Dominasi AI Regional

    Bisnis.com, JAKARTA — Indonesia membutuhkan dukungan arus data berkualitas dan infrastruktur yang mumpuni untuk merealisasikan potensi kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan mencapai US$140 miliar atau Rp2.324 triliun pada 2030.

    Dalam laporan bertajuk Empowering Indonesia 2025 yang dirilis Twimbit, kontribusi AI terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional diprediksi mencapai ratusan miliar dolar. 

    Sektor manufaktur diproyeksikan mencatat kontribusi terbesar dengan nilai sekitar US$357 miliar atau 9% dari total PDB sektoral dalam skenario penerapan AI nasional. 

    Sementara itu sektor perdagangan grosir dan ritel serta agrikultur masing-masing senilai US$279 miliar atau  6% dari PDB dan US$291 miliar atau 4% dari PDB. 

    Dalam laporan yang disadur dari The Wall Street Journal (WSJ), Indonesia disebut sebagai “AI hot spot” baru di Asia. 

    Pembangunan pusat data bertenaga chip AI generasi terbaru di berbagai wilayah Indonesia menunjukkan bahwa permintaan komputasi nasional meningkat pesat. WSJ memperkirakan pasar AI di Indonesia akan tumbuh sekitar 30% per tahun dalam lima tahun ke depan, mencapai nilai US$2,4 miliar.

    Direktur Ekonomi Digital CELIOS Nailul Huda menilai perkembangan AI dapat melesat jika didukung infrastruktur yang memadai dan SDM yang adaptif. 

    “Yang dapat mengakses AI secara optimal saat ini ya masyarakat dan bisnis yang sudah mapan. Terkait dengan harga jual yang masih tinggi dan juga penggunaannya yang masih terbatas bagi pelaku usaha mikro,” kata Huda kepada Bisnis, Kamis (4/12/2025).

    Pekerja menggunakan AI

    Huda juga mengatakan dengan ragam budaya dan bahasa yang dimiliki Indonesia, peluang untuk pengembangan Large Laguage Model (LLM) AI juga makin terbuka. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 700 suku dengan ratusan bahasa. 

    Huda meyakini ke depan akan makin banyak inovasi bahasa yang digunakan di dalam pemrograman AI. 

    “Bahasa dari daerah sangat mungkin dimasukkan dalam LLM karena akan memudahkan bagi masyarakat di daerah untuk menggunakan AI secara optimal,” kata Huda. 

    Ketua Indonesia Fintech Society (IFSoc) Rudiantara menjelaskan implementasi AI bergantung pada tiga unsur utama: ketersediaan data yang kontinu dan berkualitas, algoritma yang mumpuni, serta infrastruktur memadai seperti data center dengan kapasitas GPU. 

    Menurutnya, operator seluler memiliki keunggulan karena menghimpun volume data terbesar di Indonesia.

    Upaya Operator

    Operator telekomunikasi telah lebih dulu mengintegrasikan AI dalam bisnis dan layanan pelanggan. Telkomsel mengembangkan rangkaian solusi mulai dari asisten virtual Veronika, TED, fitur AI di MyTelkomsel, hingga kolaborasi dengan OpenAI untuk menghadirkan ChatGPT Go.

    Sementara itu, PT Indosat Tbk. (ISAT) menjadikan pengembangan AI sebagai inti transformasi menuju perusahaan teknologi berbasis AI. 

    Dalam laporan WSJ, Indosat disebut sebagai salah satu pemain Indonesia yang agresif membangun infrastruktur pusat data dan kapasitas komputasi berbasis GPU. 

    Rencana ekspansi Indosat bahkan menargetkan peningkatan kapasitas AI dari 20 megawatt menjadi 500 megawatt pada 2028 — lonjakan yang dinilai sebagai salah satu yang terbesar di kawasan.

    President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha, menekankan bahwa transformasi digital nasional harus memberikan nilai tambah bagi Indonesia. “Modelnya sedang bergerak ke arah yang harus lebih adil bagi negara,” ujarnya, seperti dikutip The Wall Street Journal. Menurut WSJ, pandangan tersebut mencerminkan komitmen Indosat terhadap kedaulatan data dan pemerataan manfaat ekonomi digital.

    Vikram juga pernah menceritakan bahwa ia mendapat dorongan langsung dari CEO NVIDIA Jensen Huang yang berkata, “Kalau kamu percaya pada sesuatu, lakukan sepenuhnya.” Pesan ini menjadi penguat langkah Indosat untuk “all in” dalam pembangunan ekosistem AI nasional.

    CEO Indosat Vikram Sinha

    Transformasi Indosat juga tercermin dari kampanye AI untuk Kita Semua, yang memastikan adopsi AI dilakukan secara inklusif. Salah satu implementasi terdekatnya adalah Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis AI. Dalam tiga bulan, fitur ini memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberikan peringatan untuk lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta melindungi rata-rata 11,5 juta pelanggan per bulan.

    Indosat juga memperluas pemanfaatan AI di tingkat jaringan melalui pendirian AI-RAN Research Center di Surabaya, sebuah pusat inovasi AI untuk Radio Access Network pertama di Asia yang dibangun bersama Nokia dan NVIDIA.

    “Fasilitas ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pelopor dalam pengembangan jaringan cerdas berbasis AI, sekaligus mendukung komitmen pemerintah untuk memperkuat kedaulatan digital nasional menuju visi Indonesia Emas 2045,” kata Vikram.

  • Link Live Streaming BIG Conference, Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi

    Link Live Streaming BIG Conference, Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi

    Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis Indonesia Group menggelar BIG Conference untuk membahas terkait dengan proyeksi dan arah kebijakan ekonomi nasional 2026 yang diselenggarakan di Raffles Hotel, Jakarta pada Senin (8/12/2025).

    Gelaran Big Conference, untuk menyambut usia Bisnis Indonesia ke-40, mengusung tema ‘Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi’. Acara ini menjadi forum penting bagi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, investor hingga para pakar untuk merumuskan strategi dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan nasional pada 2026.

    Selain diisi pembicara kunci, BIG Conference juga akan menghadirkan sesi Leader’s Talk dari kalangan menteri dan pimpinan lembaga.

    Adapun, bertindak sebagai pembicara kunci atau keynote speech, yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

    Sesi Leader’s Talk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

    Acara Big Conference dapat Anda saksikan melalui link live streaming di Youtube berikut ini: https://www.youtube.com/watch?v=I7W0YASK80s

    Diskusi Ekonomi Kerakyatan

    BIG Conference yang merupakan rangkaian acara HUT ke-40 Bisnis Indonesia ini akan menggelar forum diskusi yang terbagi dalam beberapa sesi. Salah satu tema yang akan dibahas pada sesi diskusi, yaitu ‘Akselerasi Ekonomi Kerakyatan Prabowo: dari Makan Bergizi Gratis (MBG), 3 Juta Rumah hingga Koperasi Desa Merah Putih’.

    Diskusi tersebut akan fokus membahas seputar capaian dari program-program prioritas yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, forum Big Conference juga turut membahas rencana kerja 2026 untuk menyukseskan program strategis pemerintahan Prabowo Subianto. 

    Forum diskusi akan dihadiri oleh sejumlah narasumber penting, mulai dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana; Satgas Kopdes Merah Putih/Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliono; Direktur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Hirwandi Gafar; serta Anggota Satgas Perumahan Bonny Z. Minang.

    Forum diskusi akan dipandu oleh Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad selaku moderator.

    Sebagai informasi, Pemerintahan Prabowo-Gibran resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 6 Januari 2025. Program ini difokuskan menyasar anak-anak hingga ibu hamil untuk memastikan kecukupan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depannya.

    Pemerintah mengalokasikan anggaran jumbo untuk program MBG pada 2025 yakni Rp71 triliun. Namun, realisasinya hingga 11 November 2025 baru mencapai 61,2% dari total anggaran. Pada saat yang sama, Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan penerima manfaat MBG mencapai 42 juta orang per 11 November atau baru 50,6% dari target 82,9 juta penerima.

    Adapun, terkait dengan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Presiden Prabowo telah resmi meluncurkan 80.000 Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia pada 21 Juli 2025 lalu.

    Dalam momen tersebut, Presiden menegaskan bahwa koperasi adalah kekuatan kolektif rakyat. Selain itu, Presiden menyebut pembentukan KDMP dilakukan untuk mendorong kemandirian desa di sektor pangan, pertanian, UMKM, Kesehatan, logistik dan keuangan inklusif.

    Meski telah diluncurkan pada Juli, tetapi belum seluruh gerai Koperasi Desa Merah Putih beroperasi penuh. Presiden Prabowo dalam arahan terbarunya memerintahkan agar pembangunan 80.000 gerai rampung selambat-lambatnya April 2026.

    Sementara itu, terkait dengan program 3 juta rumah, program ini merupakan penjabaran dari Asta Cita Presiden Prabowo yang bertujuan untuk pengembangan infrastruktur, pembangunan desa hingga pemerataan ekonomi.

    Dalam upaya menyukseskan program 3 juta, pemerintah telah melibatkan swasta hingga investor asing untuk ikut berkontribusi dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan mengatasi masalah backlog 9,9 juta unit.

  • Sains & Teknologi
                    
                                                
                    7 jam yang lalu
                
                            
            
                                    Petinggi HPE dan AMD Pasang Badan, Tepis Isu ‘Bubble’ AI Bakal Pecah

    Sains & Teknologi 7 jam yang lalu Petinggi HPE dan AMD Pasang Badan, Tepis Isu ‘Bubble’ AI Bakal Pecah

    Sains & Teknologi

    7 jam yang lalu

    Petinggi HPE dan AMD Pasang Badan, Tepis Isu ‘Bubble’ AI Bakal Pecah

  • Penjualan Produk Digital WIRG Turun, Laba Tetap Tumbuh Kuartal III/2025

    Penjualan Produk Digital WIRG Turun, Laba Tetap Tumbuh Kuartal III/2025

    Bisnis.com, JAKARTA — PT WIR ASIA Tbk. (WIRG) mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba per kuartal III/2025.

    Mengutip laporan keuangan, Senin (8/12/2025) pendapatan perusahaan per 30 September 2025 tercatat sebesar Rp1,9 triliun, melonjak sekitar 3,69% year-on-year (YoY) dibandingkan dengan capaian Rp1,8 triliun pada periode yang sama di tahun 2024.

    Secara rinci, kontribusi pendapatan terbesar pada periode ini masih ditopang oleh segmen penjualan produk digital via platform interaktif yang membukukan angka Rp1,1 triliun. Meski menjadi kontributor utama, segmen ini mengalami koreksi pendapatan sebesar Rp65 miliar, atau setara dengan penurunan 5,47% secara tahunan.

    Di sisi lain, segmen penjualan bermacam-macam barang via platform interaktif justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Segmen ini naik dari Rp322 miliar pada kuartal III/2024 menjadi Rp499 miliar pada kuartal III/2025.

    Kinerja operasional emiten teknologi berbasis berbasis Augmented Reality (AR) juga menunjukkan tren positif. Laba usaha melonjak tajam sebesar 53,90% menjadi Rp137 miliar dari sebelumnya Rp89 miliar. 

    Pertumbuhan ini turut mengerek laba bersih perseroan yang mencatatkan kenaikan 16,52% (YoY), dari Rp64 miliar menjadi Rp75 miliar.

    Sementara itu, dari sisi posisi keuangan, total aset perusahaan terpantau menguat menjadi Rp1,5 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,4 triliun.

    Sebagai informasi, WIR Group merupakan salah satu pemain terkemuka dalam industri teknologi imersif di Asia Tenggara yang mengintegrasikan Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan Artificial Intelligence (AI).

    Dalam menjalankan kegiatan usahanya, emiten ini memiliki visi menyediakan solusi ‘smart society’ dan dunia Online to Offline (O2O) Metaverse yang dapat dinikmati publik dalam menyongsong era Web 3.0.

    Hingga saat ini, WIR Group telah memiliki 5 paten global untuk teknologi AR yang terdaftar baik secara nasional maupun melalui Patent Cooperation Treaty (PCT) yang mencakup lebih dari 150 negara. 

    Sebelumnya diberitakan oleh Bisnis, WIR Asia telah mengumumkan perubahan penting terkait struktur pengendalian perseroan. PT Laut Biru Teknologi dinyatakan resmi berhenti sebagai pengendali WIRG terhitung sejak 7 Juli 2025.

    Corporate Secretary WIR Asia Ira Yuanita menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada surat pernyataan penghentian status pengendali yang diterima perseroan. Surat tersebut berasal dari Tri Ramadi, selaku pemegang saham PT Laut Biru Teknologi. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • SUN Energy Tawarkan Solusi PLTS Tanpa Modal Awal untuk Industri

    SUN Energy Tawarkan Solusi PLTS Tanpa Modal Awal untuk Industri

    Bisnis.com, JAKARTA – Kebutuhan energi sektor industri di Indonesia terus meningkat seiring ekspansi fasilitas produksi, otomasi manufaktur, dan digitalisasi proses operasional. Di tengah kenaikan permintaan tersebut, efisiensi energi menjadi faktor kunci untuk menjaga daya saing dan mengendalikan biaya operasional jangka panjang.

    Menjawab tantangan ini, SUN Energy, pengembang PLTS terbesar di Indonesia, menghadirkan solusi energi surya dengan skema pembiayaan tanpa modal awal. Melalui pendekatan sewa atau Build-Own-Transfer (BOT), pelaku industri dapat mengadopsi PLTS tanpa mengeluarkan belanja modal, namun tetap memperoleh penghematan energi hingga 30%-40% per tahun, bergantung pada kapasitas sistem dan profil konsumsi listrik harian.

    PLTS sebagai Langkah Efisiensi Biaya Energi

    Menurut data PT PLN (Persero), tarif listrik industri besar (I-4) berada di kisaran Rp996,74 per kWh, sedangkan industri menengah (I-3) dikenakan tarif Rp1.035-1.114 per kWh. Kenaikan kebutuhan energi, terutama saat jam operasional siang hari, membuat biaya listrik perusahaan dapat mencapai miliaran rupiah setiap tahun.

    Di saat yang sama, PLTS menjadi solusi strategis karena menghasilkan listrik pada jam puncak konsumsi, memberikan peluang penghematan signifikan dan mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik utama.

    Namun, adopsi PLTS skala industri membutuhkan investasi besar. Sebagai gambaran, pemasangan PLTS perumahan berdaya 1.150 Wp menelan biaya sekitar Rp25 juta, atau setara Rp21,7 juta per kWp. Jika dikonversi ke kapasitas industri 1 MWp (1.000 kWp), estimasi kebutuhan modal berada di level lebih dari Rp20 miliar, jumlah yang kerap menjadi penghalang utama meski manfaat efisiensinya besar.

    Zero Investment Model: Solusi PLTS Tanpa Modal Awal

    Melalui skema pembiayaan Zero Investment, SUN Energy menanggung seluruh biaya investasi, instalasi, perizinan, hingga pemeliharaan PLTS. Perusahaan pelanggan cukup membayar biaya layanan per bulan berdasarkan energi yang dihasilkan PLTS, dengan tarif per kWh lebih rendah dibanding listrik konvensional. Model ini memberi tiga keuntungan utama bagi industri:

    Tanpa belanja modal (Capex): perusahaan tidak perlu menyiapkan anggaran investasi.
    Konversi biaya energi menjadi biaya operasional (Opex): memudahkan perencanaan keuangan.
    Penghematan hingga 30-40%: ditentukan oleh kapasitas PLTS dan kebutuhan energi perusahaan

    Selain model pembiayaan fleksibel, SUN Energy merancang sistem PLTS yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri:

    PLTS On-Grid: Terhubung dengan jaringan nasional, cocok untuk industri di kawasan dengan supply listrik stabil yang ingin memaksimalkan energi surya tanpa risiko interupsi.
    PLTS Off-Grid: Bekerja mandiri tanpa jaringan nasional, ideal untuk industri yang mengandalkan genset diesel. Sistem ini dapat dipadukan dengan baterai untuk ketersediaan energi 24 jam.
    PLTS Hybrid: Kombinasi energi surya, jaringan listrik, dan baterai. Memberi fleksibilitas optimal dan memastikan suplai stabil saat cuaca mendung atau malam hari tanpa mengubah sistem kelistrikan yang sudah ada.

    Penguatan Efisiensi Energi dan Kontribusi terhadap Target Dekarbonisasi Nasional

    Pemanfaatan PLTS bukan hanya memberi manfaat finansial, tetapi juga mendukung arah kebijakan energi nasional. PLTS membantu industri mengurangi beban listrik jaringan utama di jam puncak, sekaligus menurunkan konsumsi listrik berbasis fosil.

    SUN Energy Tawarkan Solusi PLTS Tanpa Modal Awal untuk Industri

    International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat biaya pembangkitan listrik tenaga surya skala utilitas turun sekitar 90% sejak 2010, menegaskan posisinya sebagai sumber energi paling ekonomis secara global.

    Di sisi lain, Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) memproyeksikan Indonesia perlu menambah 75 GW energi terbarukan hingga 2040, sebagian besar berasal dari tenaga surya. Sementara itu, Climate Action Tracker mencatat rencana Indonesia untuk meningkatkan porsi energi terbarukan on-grid menjadi 44% pada 2030 dan mencapai target net zero pada 2050.

    Dengan solusi Zero Investment, fleksibilitas sistem on-grid/off-grid/hybrid, serta pengalaman implementasi di ratusan fasilitas industri, SUN Energy memperkuat posisinya sebagai mitra strategis sektor manufaktur, logistik, dan kawasan industri dalam mempercepat efisiensi energi sekaligus mendukung transisi menuju operasi rendah karbon.

  • CTO Telkomsel Ungkap Rencana Penggelaran 5G pada 2026, Tambah Ribuan BTS Lagi?

    CTO Telkomsel Ungkap Rencana Penggelaran 5G pada 2026, Tambah Ribuan BTS Lagi?

    https://www.bisnis.com/topic/42905/5gBisnis.com, JAKARTA — PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mengoperasikan sekitar 5.300 base transceiver station (BTS) 5G hingga akhir 2025. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan dengan 2024 yang saat itu hanya sekitar 900-an BTS. 

    Direktur Network Telkomsel Indra Mardiatna mengatakan pembangunan jaringan teknologi baru tersebut akan dilanjutkan pada tahun depan. Perusahaan berkomitmen untuk tetap agresif dalam memacu 5G, namun Indra belum dapat memberitahu jumlah BTS 5G yang akan dibangun pada 2026. 

    Indra memastikan pembangunan jaringan 5G dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk penetrasi perangkat 5G.  

    “Kita komitmen akan terus dilakukan ke depan. Tetapi lagi kita melihat perkembangan perangkat. Karena sayang spektrum terbatas,” kata Indra kepada Bisnis dikutip Senin (7/12/2025).

    Diketahui, laporan Counterpoint Research menunjukkan adopsi smartphone 5G di Indonesia masih berjalan lambat. Pada kuartal III/2025, perangkat 5G hanya menguasai 35% dari total pengapalan, stagnan dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhannya naik tipis 4%, menunjukkan penetrasi yang belum masif.

    Counterpoint juga mencatat fluktuasi dalam empat kuartal terakhir. Pada kuartal IV/2024, pangsa pengapalan perangkat 5G turun ke 25% dari 31% pada kuartal sebelumnya.

    Pemulihan terjadi pada kuartal I/2025 yang naik menjadi 26%, kemudian melonjak ke 35% pada kuartal II/2025, dan bertahan pada kuartal III/2025. Stabilitas ini didorong meningkatnya ketersediaan perangkat 5G yang lebih terjangkau, terutama di kelas menengah.

    Di sisi lain, pasar smartphone nasional secara keseluruhan mencatat pemulihan kuat. Pengiriman smartphone tumbuh 12% secara tahunan pada kuartal III/2025, didorong stabilitas ekonomi, ekspor, dan meningkatnya permintaan domestik.

    Sementara itu, sepanjang 2025 Telkomsel memperluas cakupan Hyper 5G secara di kota besar (bukan hanya spot per titik), dan mengoptimalkan spektrum yang terbatas lewat arsitektur nonstand alone (NSA) dan otomatisasi jaringan berbasis AI.

    Hingga 2025, jaringan 5G Telkomsel sudah hadir di sekitar 56 kota/kabupaten, tetapi cakupan tanpa putus baru difokuskan di beberapa kota. Di Jabodetabek, Telkomsel menargetkan 100% cakupan Hyper 5G di wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk koridor bandara Soekarno-Hatta–Halim, kawasan PIK, pusat bisnis dan pemerintahan.

    Di Surabaya, Telkomsel menambah sekitar 50 BTS baru sehingga total lebih dari 90 BTS 5G di kota ini untuk kecepatan hingga ~480 Mbps. Hyper 5G tanpa putus diluncurkan bersama Ericsson, menjangkau koridor Harbour Bay – Nagoya – Batam Center – Engkuputri – Nongsa – Bandara Hang Nadim. 

    Telkomsel juga menggelar 5G secara masif di Bandung  dan Bali, perluasan cakupan continuous di Bandung dan Bali, melanjutkan fase sebelumnya di Jabotabek, Surabaya, Makassar, Batam. 

    Indra mengatakan kehadiran 5G berhasil meningkatkan pengalaman pelanggan saat berselancar di internet. 5G diharapkan dapat menjawab kebutuhan pelanggan terhadap layanan internet yang makin mumpuni. 

    “Manfaatnya lebih ke pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan hadirnya teknologi ini,” kata Indra.