Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai yang berbasis di Arab Saudi, Mukhtara Air terpantau masih menjalani proses Air Operator Certificate (AOC) atau sertifikasi untuk mendapatkan izin resmi dari Kemenhub, sebelum terbang perdana di langit Indonesia.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan, PT Manazil Al Mukhtara Indo sejatinya telah memiliki Sertifikat Standar Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dan Luar Negeri.
Sertifikat tersebut dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 51101 dan 51103 sebagai bagian dari persyaratan awal pendirian badan usaha. Sementara AOC masih dalam proses.
“Saat ini, proses pengajuan Air Operator Certificate perusahaan tersebut telah memasuki Fase 4 dari 5 Fase yang dipersyaratkan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026).
Lukman menyampaikan, rencana pengoperasian Mukhtara Air akan menggunakan 1 unit pesawat Airbus A320 (yang masih berstatus registrasi asing) dan rencana 2 unit pesawat Airbus A330.
Dengan demikian, pesawat tersebut wajib menjalani proses perawatan dan pemenuhan persyaratan teknis sebelum dapat diregistrasikan sebagai pesawat Indonesia.
Dalam prosesnya, untuk dapat melakukan kegiatan operasi penerbangan berjadwal, PT Manazil Al Mukhtara Indo harus menyelesaikan seluruh tahapan AOC hingga dinyatakan lulus, kemudian mengajukan Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan (PPRP).
Lukman menegaskan bahwa setiap badan usaha angkutan udara yang akan beroperasi, wajib melalui tahapan proses sertifikasi, dan pemenuhan persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai peraturan perundang-undangan.
“Setelah seluruh persyaratan terpenuhi dan dinyatakan layak oleh otoritas penerbangan, barulah perusahaan dapat diberikan izin untuk beroperasi secara berjadwal,” tambah Lukman.
Sementara itu, Penanggung Jawab Sementara (PGS) Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Arie Ahsanurrohim mengungkapkan, perusahaan menyambut baik rencana dari maskapai Mukhtara Air, baik nasional maupun asing, untuk dapat membuka rute penerbangan di bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports.
“Hingga saat ini Mukhtara Air belum melayani rute penerbangan di bandara-bandara di bawah pengelolaan InJourney Airports,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026).
Sebelumnya, pesawat Mukhtara Air jenis Airbus A320 telah mendarat di Indonesia sejak akhir November 2025.
Managing Director Mukhtara Air Winarso menjelaskan, tipe Airbus A330 akan difokuskan untuk melayani rute internasional, termasuk Madinah dan Makkah, serta membuka rute baru ke Thaif dalam waktu dekat.
Sementara Airbus A320 akan digunakan untuk rute domestik dan berfungsi sebagai feeder bagi penerbangan internasional.
“Rute domestik Mukhtara Air juga akan sangat banyak, untuk memperkuat konektivitas ke bandara-bandara pengumpan menuju penerbangan internasional kami,” ujar Winarso.
Adapun, Airbus A320 pertama yang tiba di Jakarta memiliki konfigurasi 152 kursi, terdiri atas 8 kursi kelas bisnis dan 144 kursi kelas ekonomi. Pesawat tersebut diklaim menawarkan kenyamanan premium sesuai standar layanan full service.









