Author: Bisnis.com

  • Peneliti Temukan Teknologi untuk Melawan Gaya Gravitasi Bumi

    Peneliti Temukan Teknologi untuk Melawan Gaya Gravitasi Bumi

    Binis.com, JAKARTA — Mantan insinyur NASA mengklaim telah menemukan teknologi baru yang bisa menghasilkan dorongan tanpa menggunakan bahan bakar atau melawan gravitasi bumi. Jika benar, temuan ini berpotensi mengubah cara manusia menjelajah luar angkasa. 

    Namun, ada satu masalah besar, klaim ini tampaknya bertentangan dengan hukum fisika yang selama ini kita kenal.

    Dalam dunia sains, mesin pendorong biasanya bekerja dengan cara mendorong sesuatu ke belakang seperti gas buang roket agar kendaraan bisa bergerak maju. Tanpa proses itu, sebuah mesin seharusnya tidak bisa menghasilkan dorongan. Karena itulah, ide mesin tanpa bahan bakar sering dianggap mustahil.

    Meski demikian, ide tersebut terus menarik perhatian para peneliti. Salah satu upaya terbaru datang dari mantan insinyur NASA Charles Buhler, yang kini menjadi pendiri perusahaan antariksa bernama Exodus Propulsion Technologies. 

    Buhler mengklaim telah mengembangkan sistem pendorong berbasis elektrostatik yang mampu menghasilkan gaya dorong tanpa membuang massa apa pun. 

    “Penemuan Gaya Baru ini sangat mendasar karena medan listrik saja dapat menghasilkan gaya berkelanjutan pada suatu objek dan memungkinkan translasi pusat massa objek tersebut tanpa mengeluarkan massa.” Ujar Buhler, mengutip Popular Mechanics, Jumat (9/1/2026).

    Tidak hanya itu, Buhler juga mengungkapkan teknologi ini memanfaatkan gaya baru, yakni efek dari medan listrik tertentu yang bisa menciptakan dorongan berkelanjutan. Sistem tersebut bahkan mampu melawan gravitasi Bumi dalam pengujian terbaru.

    Ini Merupakan penemuan besar kata Buhler, dia juga menjelaskan bahwa medan listrik saja jika disusun dengan cara tertentu, dapat menghasilkan gaya yang membuat suatu objek bergerak tanpa bahan bakar.

    Buhler juga menegaskan bahwa proyek ini tidak terkait dengan NASA. Buhler mempresentasikan temuannya dalam sebuah konferensi bernama Alternative Propulsion Energy Conference (APEC), sebuah forum yang mempertemukan insinyur dan penggemar teknologi yang tertarik pada metode propulsi non konvensional.

    Pengalaman Buhler di bidang elektrostatika ilmu yang mempelajari muatan listrik diam menjadi dasar pengembangan teknologi ini. Buhler dan timnya, yang terdiri dari mantan personel NASA, Blue Origin, dan Angkatan Udara AS, telah meneliti konsep mesin tanpa bahan bakar selama puluhan tahun. 

    Awalnya, dorongan yang dihasilkan sangat kecil, tetapi terus meningkat seiring pengembangan alat. Pada 2023, Buhler mengklaim dorongan tersebut akhirnya cukup kuat untuk mengatasi tarikan gravitasi Bumi.

    Meski terdengar menjanjikan, klaim ini masih menuai banyak keraguan. Sejarah mencatat bahwa teknologi serupa pernah muncul sebelumnya, salah satunya EmDrive, mesin yang diperkenalkan pada awal 2000-an dan sempat menghebohkan dunia. Namun setelah diuji secara mendalam oleh berbagai lembaga, termasuk universitas di Jerman, EmDrive terbukti tidak menghasilkan dorongan sama sekali.

    Karena itu, para ilmuwan menekankan pentingnya pengujian independen. Klaim seperti ini harus dibuktikan berulang kali oleh pihak luar dengan metode ilmiah yang ketat. Tanpa pembuktian tersebut, temuan ini belum bisa diterima sebagai terobosan nyata. (Nur Amalina)

  • Panglima TNI Naikkan Pangkat Atlet Berprestasi SEA Games, Siapkan Batalion Olahraga

    Panglima TNI Naikkan Pangkat Atlet Berprestasi SEA Games, Siapkan Batalion Olahraga

    Bisnis.com, JAKARTA — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memberikan sejumlah penghargaan kepada prajurit TNI yang berprestasi dalam ajang SEA Games ke-33 Thailand 2025. Penghargaan tersebut meliputi kenaikan pangkat luar biasa (KPLB), pendidikan lanjutan militer, hingga penempatan khusus di satuan olahraga TNI.

    Hal itu disampaikan Agus usai menghadiri agenda penyerahan Bonus Atlet SEA Games ke-33 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Agus mengungkapkan, dari total atlet TNI yang berlaga, sebanyak 19 orang meraih medali emas, 16 orang medali perak, dan 17 orang medali perunggu.

    “Pemberian penghargaan yang diberikan kepada mereka yaitu kenaikan pangkat luar biasa dua orang, termasuk Rizki. Kemudian pendidikan sekolah perwira 34 orang, dan pendidikan sekolah bintara tiga orang karena tiga orang dari tamtama,” ujarnya.

    Salah satu atlet yang mendapat perhatian khusus adalah lifter Rizki Juniansyah, yang meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor dunia. Rizki mendapatkan kenaikan pangkat dua tingkat dari Letnan Dua menjadi Kapten TNI.

    Agus menegaskan, kebijakan kenaikan pangkat luar biasa bukan hal baru di lingkungan TNI. Selama menjabat Panglima, ia konsisten memberikan penghargaan kepada prajurit berprestasi.

    “Kebijakan dari saya selaku Panglima TNI akan memberikan reward dan punishment. Tahun lalu saya memberikan penghargaan kepada 158 prajurit berprestasi di daerah tugas Papua. Selama saya menjabat, ini akan terus dilakukan,” katanya.

    Namun, untuk jalur olahraga, kenaikan pangkat dua tingkat baru pertama kali diterapkan selama masa kepemimpinannya, seiring dengan pengembangan unit baru di tubuh TNI.

    “Selama saya menjabat, baru ini karena ini unit baru. TNI sedang mengembangkan unit-unit baru sesuai dengan perkembangan lingkungan strategis yang sangat dinamis,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Agus mengungkapkan Mabes TNI kini tengah menyiapkan pembentukan batalion olahraga di bawah Pusat Jasmani, Peraturan Militer Dasar (Pusjaspermildas). TNI juga membuka jalur rekrutmen khusus atlet dari kalangan sipil untuk dijadikan prajurit.

    “Kami sudah merekrut pemain voli dari Proliga dan pemain sepak bola dari klub Liga 1 dan Liga 2. Mereka ini cikal bakal untuk berlaga di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” jelasnya.

    Para atlet tersebut nantinya akan berdinas di satuan olahraga TNI, baik di tingkat pusat maupun sub-unit yang membawahi bidang atletik.

    Sementara itu, Rizki Juniansyah mengaku terkejut sekaligus bangga atas kenaikan pangkat yang diterimanya.

    “Saya senang dan bangga sekali. Ini kehormatan besar bagi saya. Saya baru tahu hari ini langsung dari Bapak Presiden dan Bapak Panglima. Jujur saya tidak menyangka,” ujar Rizki.

    Dia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan prestasi.

    “Sekarang bukan hanya membawa nama Indonesia dan angkat besi, tapi juga membawa nama TNI dan negara Indonesia. Ini tanggung jawab besar,” katanya.

    Terkait persiapan Asian Games, Rizki memastikan dirinya akan kembali bergabung dengan pemusatan latihan nasional (pelatnas) pada 12 Januari mendatang.

    “Asian Games sudah tinggal beberapa bulan lagi. Tanggal 12 saya harus kembali ke pelatnas dan bergabung lagi dengan tim Indonesia untuk persiapan,” pungkasnya.

  • Cara Mengaktifkan Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Request to Jam di Spotify

    Cara Mengaktifkan Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Request to Jam di Spotify

    Bisnis.com, JAKARTA — Spotify kini menambahkan fitur yang memungkinkan Anda berbagi apa yang sedang Anda dengarkan di dalam pesan secara real time. Fitur ini diberi nama Aktivitas Mendengarkan, dan bersifat opsional.

    Ketika Anda sedang mendengarkan lagu maka lagu anda akan ditampilkan kepada teman atau orang-orang yang sudah terhubung dengan Anda. Namun, ketika Anda tidak sedang mendengarkan, lagu terakhir Anda yang akan ditampilkan sebagai gantinya.

    Tidak semua orang bisa melihat aktivitas Anda, hanya orang-orang yang sudah terhubung dengan Anda di dalam pesan Spotify. 

    Anda juga bisa melihat aktivitas orang lain meskipun Anda belum mengaktifkan fitur Aktivitas Mendengarkan. Anda juga bisa menonaktifkan fitur ini secara default.

    Cara mengaktifkan fitur Aktivitas Mendengarkan

    Buka aplikasi Spotify lalu masuk ke pengaturan, pilih privasi dan sosial. Selanjutnya aktifkan Aktivitas Mendengarkan, setelah aktif, aktivitas akan muncul di baris obbrolan pada laci samping, aktivitas juga tampil di bagian atas obrolan pesan. Hanya kontak yang Anda pilih yang dapat melihat aktivitas Anda, dan fitur ini dapat dinonaktifkan kapan saja.

    Selain itu, Anda juga bisa melakukan Request to Jam, yaitu cara baru untuk mengundang teman-teman yang terhubung dengan Anda di pesan agar dapat bergabung saat sesi mendengarkan langsung. Jam bisa dilakukan meskipun teman berada di lokasi yang berbeda. 

    Request to Jam memungkinkan Anda melihat kapan seseorang sudah mendengarkan, bergabung dengan mereka, dan mengirim pesan secara sinkron sambil mendengarkan.

    Bagi pengguna premium Anda bisa mengirim permintaan jarak jauh dengan cara mengetuk Jam di pojok kanan atas untuk mengirim permintaan Jam jarak jauh. Jika permintaan Anda diterima, penerima permintaan akan menjadi host sesi Jam, dan kalian dapat menambahkan lagu ke antrean dan mendengarkan lagu bersama.

    Anda juga bisa meninggalkan Jam kapanpun Anda mau, dan undangan Jam yang terlewatkan akan otomatis kadaluarsa jika tidak diterima dalam beberapa menit.  

    Fitur Aktivitas Mendengarkan dan Permintaan untuk Jam sedang mulai dirilis untuk pengguna Spotify di wilayah yang sudah mendukung fitur Pesan, baik di perangkat iOS maupun Android. 

    Kedua fitur ini akan bisa digunakan secara luas pada awal Februari. Perlu diketahui, Permintaan untuk Jam hanya tersedia bagi pengguna Spotify Premium, sedangkan Aktivitas Mendengarkan dapat digunakan oleh semua pengguna Spotify. (Nur Amalina)

  • Adu Argumen di Sidang Kasus Chromebook: Eksepsi Nadiem Vs Bantahan Jaksa

    Adu Argumen di Sidang Kasus Chromebook: Eksepsi Nadiem Vs Bantahan Jaksa

    Bisnis.com, JAKARTA — Jaksa penuntut umum (JPU) bacakan surat tanggapan eksepsi alias replik terhadap kubu Nadiem Makarim dengan total 26 halaman.

    Hal tersebut terungkap dalam sidang lanjutan Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi terkait Chromebook dengan agenda replik pada hari ini, Kamis (8/1/2026).

    Mulanya, majelis hakim menanyakan soal kesiapan jaksa untuk merespons eksepsi yang telah diutarakan kubu Nadiem Makarim secara langsung pada sidang sebelumnya.

    Setelah itu, jaksa menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat tanggapan terhadap eksepsi Nadiem yang berjumlah sebanyak 26 halaman.

    “Siap ya? Ada berapa halaman ini?,” ujar Hakim.

    “Tidak banyak, 26 halaman,” respons jaksa.

    Setelah itu, jaksa mulai membacakan surat tanggapan eksepsi itu dengan cara bergantian antara satu jaksa dan jaksa lainnya.

    “Kami bacakan semua secara cepat. Hanya 26 halaman,” tutur jaksa.

    Dalam eksepsi, Nadiem membantahan terkait dakwaan JPU. Salah satunya yakni berkaitan dengan bantahan memperkaya diri sebesar Rp809 miliar dalam kasus ini.

    Di sisi lain, Nadiem Makarim juga mengklaim tidak diperbolehkan berbicara dalam serangkaian persidangan Chromebook ke awak media. Pengacara Nadiem, Dodi S Abdulkadir menyampaikan bahwa kliennya itu dipersulit untuk berbicara, sehingga menitipkan surat kepada dirinya.

    “Ya ini ada pesan dari Pak Nadiem. Ya karena dia dilarang untuk bicara, dipersulit untuk bicara maka Pak Nadiem membuat pernyataan tertulis yang akan saya bacakan,” ujar Dodi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

    Berdasarkan surat yang dititipkan itu, Nadiem mengemukakan sejumlah bantahan terkait dengan kasus korupsi terkait pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

    Salah satunya, berkaitan dengan kerugian negara Rp809 miliar yang dituduhkan kepada Nadiem Makarim. Menurut Nadiem, tudingan itu tidak masuk akal lantaran omset Google dari proyek pengadaan Chromebook saja mencapai Rp621 miliar.

    Nah, berikut ini surat lengkap yang dititipkan Nadiem kepada pengacaranya usai sidang di PN Tipikor, Kamis (8/1/2026). 

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

    Karena saya tidak diperbolehkan berbicara kepada media, saya terpaksa menulis surat ini untuk dibacakan pengacara saya. 

    Ijinkan saya melontarkan beberapa pertanyaan kepada publik agar mereka juga bisa menilai kejanggalan dalam kasus saya. 

    Apakah masuk akal keuntungan yang saya dapatkan Rp809 miliar, kalau omset Google, bukan keuntungan ya, kalau omzet Google dari pengadaan Chromebook hanya sekitar Rp621 miliar. Apakah ada kejahatan yang membayar lebih dari keuntungan?

    Apakah masuk akal memilih operating system yang lisensinya gratis, yaitu Chrome OS yang menghemat negara Rp1,2 triliun dibandingkan dengan Windows yang berbayar, dibilang merugikan keuangan negara? Apakah masuk akal bahwa kebijakan yang memilih operating system gratis menyebabkan harga laptop kemahalan? 

    Apakah masuk akal Rp621 miliar biaya lisensi Chrome device management, yaitu fitur aplikasi yang bisa mengontrol dan memonitor setiap laptop di setiap sekolah, dituduh “tidak berguna” dan menjadi kerugian negara? Apakah kita menginginkan anak-anak dan guru kita menonton pornografi, ketagihan gaming, atau bermain judi online? Apakah kita tidak menginginkan data penggunaan laptop per sekolah, hingga ada akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan? 

    Apakah masuk akal pengadaan laptop yang didampingi kejaksaan, diaudit oleh BPK dan diaudit dua kali oleh BPKP di tahun 2024, dan dinyatakan tidak ada kerugian, tidak ada pelanggaran, tiba-tiba dinyatakan menimbulkan kerugian Rp1,5 triliun oleh BPKP di 2025, setelah saya dijadikan tersangka?

    Apakah masuk akal bahwa narasi berbulan-bulan bahwa Chromebook tidak bisa digunakan di sekolah, tiba-tiba hilang dari dakwaan dan berubah menjadi Chromebook kemahalan? Kenapa bisa terjadi? 

    Apakah masuk akal narasi berbulan-bulan mengenai WA Grup Mas Menteriyang membahas pengadaan Chromebook sebelum menjadi Menteri tiba-tiba hilang dari dakwaan? Apakah karena tidak pernah ada?

    Terima kasih. Semoga publik bisa semakin bijak dalam menilai asas keadilan di negeri tercinta kami. 

    Nadiem Makarim. 

  • HP yang Dapat Telepon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    HP yang Dapat Telepon & SMS via Satelit, Tanpa Menara BTS

    Bisnis.com, JAKARTA — Produsen HP asal China, Infinix, merilis sebuah ponsel yang bisa digunakan dengan jaringan satelit. Artinya, mereka tidak butuh menara telekomunikasi untuk berkomunikasi dengan pengguna smartphone lainnya.

    Pada acara Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, perusahaan itu secara resmi mengumumkan bahwa seri Infinix Note 60 yang terbaru dapat menggunakan fitur panggilan dan pesan satelit.

    Perangkat ini dipastikan menjadi ponsel pertama dari perusahaan yang mengintegrasikan sistem Komunikasi Satelit Infinix dan arsitektur pendingin cair HydroFlow.

    Melansir dari The Tech Outlook Jumat (9/1/2026), seri Infinix Note 60 dijadwalkan hadir di pasar pada tahun ini.

    Fitur unggulan utama pada seri ini adalah sistem Komunikasi Satelit yang mendukung transmisi data sebesar 4kbps. Teknologi tersebut memungkinkan pengguna melakukan panggilan dua arah serta layanan pesan singkat (SMS).

    “Teknologi ini mencakup hampir dua pertiga permukaan Bumi dan diposisikan sebagai koneksi darurat yang selalu aktif,” dikutip dari The Tech Outlook.

    Infinix menegaskan bahwa keunggulan sistem ini terletak pada kemudahan akses bagi pengguna. Konsumen nantinya dapat memanfaatkan konektivitas satelit tanpa perlu melakukan proses registrasi tambahan.

    Selain itu, perangkat lunak yang disematkan memungkinkan peralihan yang lancar (seamless) antara konektivitas seluler standar dan jaringan satelit.

    Dari sisi kinerja hardware, Infinix memperkenalkan inovasi manajemen suhu melalui sistem pendingin cair HydroFlow. Arsitektur baru ini menampilkan pompa keramik piezoelektrik ganda yang mampu mendorong cairan pendingin dengan kecepatan aliran 6,5 ml per menit.

    Sistem tersebut dipadukan dengan kipas piezoelektrik model baru yang menggunakan bilah getar ultra tipis setebal 0,1 mm. Kipas ini dirancang untuk berdenyut hingga 25.000 kali per detik guna memaksimalkan pembuangan panas dari komponen internal.

    Infinix juga melakukan pembaruan pada aspek design dengan penggunaan material kulit fotokromik dan tinta termokromik pada panel belakang. Teknologi material ini memungkinkan badan ponsel berubah warna, menampilkan efek 3D, atau animasi mengalir yang responsif terhadap cahaya dan suhu.

    Untuk mendukung produktivitas dan hiburan, perusahaan turut memperkenalkan ekosistem “AI Module Universe”. Ekosistem ini mencakup modul konferensi untuk terjemahan instan, modul VlogCam dengan pelacakan subjek berbasis AI, serta pengontrol gim terpisah dengan touchpad sensitif tekanan.

    ​Sebagai sinyal kesiapan masuk ke pasar, Infinix Note 60 diketahui telah muncul dalam basis data regulasi Federal Communications Commission (FCC). (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Warga Aceh Tamiang

    Danantara Serahkan 600 Unit Huntara untuk Warga Aceh Tamiang

    Bisnis.com, TAMIANG – Pemerintah melalui Danantara menyerahkan 600 unit hunian sementara (huntara) bagi korban terdampak bencana banjir besar Sumatra di Aceh Tamiang pada Kamis (8/1/2026) petang.

    Serah terima hunian dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya dan Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Bersama beberapa BUMN, PT Hutama Karya (Persero) berkolaborasi dan berkontribusi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan huntara.

    Wamendagri Bima Arya mengatakan keberadaan huntara merupakan wujud pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka mempercepat pemulihan pascabencana.

    Sebanyak 600 unit huntara dikebut pengerjaannya di Aceh Tamiang agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali memiliki tempat tinggal layak dan beraktivitas.

    “Arahan Bapak Presiden ada dua. Pertama, bergerak cepat. Kedua, bergerak semua. Inilah wujudnya saat ini, dalam waktu sekitar 2 minggu, BUMN Karya berkolaborasi dan bersinergi bersama Pemerintah Daerah untuk mewujudkan hunian sementara,” kata Arya Bima usai prosesi serah terima huntara di Aceh Tamiang, Kamis (8/1/2026).

    Penyediaan hunian layak bagi korban bencana menjadi fokus pemerintah di samping pemulihan akses dan infrastruktur ke wilayah terdampak bencana.

    Managing Director Stakeholder Management Danantara, Rohan Hafas, mengatakan 600 unit huntara di Aceh Tamiang ini merupakan tahap pertama yang selesai dibangun dalam kurun waktu dua minggu dan diserahterimakan kepada Pemda setempat.

    Rohan menyebut Danantara dan BUMN Karya akan berkolaborasi untuk membangun 15.000 huntara bagi korban bencana Sumatra.

    “Ini yang pertama, ada 600 unit. Nanti tanggal 15-16 [Januari baru akan mulai peninjauan lokasi huntara] di Pidie Jaya,” ujar Rohan.

    Sebagai informasi, huntara bagi warga Aceh Tamiang didirikan di Kecamatan Karang Baru, Desa Kebun Tanjung Seumantoh, persis di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Medan.

    Dari pantauan di lapangan, huntara yang dibangun Danantara berbentuk seperti kamar-kamar yang berderet dengan ukuran masing-masing 20 meter persegi. Di dalam hunian, disediakan dua set tempat tidur, lemari pakaian, dan kipas angin.

    Sementara kamar mandi, dapur, dan musala disediakan di sisi lain untuk dipakai bersama dengan perbandingan 1 kamar mandi untuk 5 unit huntara. Huntara juga dilengkapi dengan taman bermain anak, bangku-bangku tempat penghuni bercengkerama di setiap gang, serta pusat kesehatan.

    “Selama menempati huntara, masyarakat juga bisa mengakses listrik, gas, dan wifi secara gratis,” tambah Rohan.

    Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan Danantara yang berupaya mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di Aceh Tamiang.

    Dia mengatakan masyarakatnya telah sebulan lebih tidur di tenda pengungsian sejak banjir menerjang pada 27 November 2025.

    “Saya sangat apresiasi dan sangat berterima kasih kepada Danantara yang telah membangun huntara ini. Dalam 2 minggu, bisa selesai 600 unit rumah. Tentu ini akan sangat membantu masyarakat,” ujar Armia.

    Sementara itu, Direktur Operasional II PT Hutama Karya, Gunadi, menekankan bahwa pekerjaan konstruksi dalam penanganan pascabencana perlu menjaga mutu sekaligus fungsi, karena yang dinilai pada akhirnya adalah kenyamanan dan keselamatan keluarga yang menempati.

    “Kami bersama-sama membangun hunian ini bukan sekadar unit, tetapi rumah yang aman dan layak untuk dihuni,” terang Gunadi dalam siaran pers.

    Selain di Aceh Tamiang, lanjutnya, Hutama Karya juga merencanakan pembangunan Rumah Hunian Danantara di wilayah Aceh Timur, yakni di Kecamatan Simpang Ulim seluas 960 m² serta Kecamatan Julok seluas 495 m² dengan jumlah sekitar 45 unit hunian.

  • Mark Zuckberg Hentikan Penjualan Ray-Ban Display di Prancis, Italia, dan Kanada

    Mark Zuckberg Hentikan Penjualan Ray-Ban Display di Prancis, Italia, dan Kanada

    Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan teknologi Meta mengumumkan penundaan rencana penjualan secara global untuk produk kacamata pintar Ray-Ban Display. 

    Keputusan mengejutkan ini disampaikan di tengah gelaran Consumer Electronics Show (CES) 2026. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu mengonfirmasi bahwa peluncuran yang semula dijadwalkan untuk awal tahun 2026 di pasar Inggris, Prancis, Italia, dan Kanada kini dihentikan sementara.

    Meta menyebutkan bahwa tingginya permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya serta keterbatasan pasokan menjadi alasan utama dibalik langkah ini. 

    Akibatnya, daftar tunggu untuk mendapatkan perangkat seharga Rp13,4 juta ini dilaporkan telah mengular hingga jauh ke tahun 2026.

    “Sejak diluncurkan pada musim gugur lalu, kami telah melihat minat yang luar biasa besar,” tulis Meta dalam pernyataan resminya,” tulis Meta dikutip dari Reuters Jumat (9/1/2026). 

    Perusahaan menambahkan bahwa fokus operasional saat ini akan dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi pesanan yang sudah ada di Amerika Serikat sembari melakukan evaluasi ulang terhadap pendekatan ketersediaan internasional mereka.

    Sebagai informasi, Ray-Ban Display pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada 30 September 2025. Perangkat ini merupakan kacamata pintar berteknologi augmented reality (AR) yang jauh lebih canggih dibandingkan varian Ray-Ban Meta yang sudah ada sebelumnya. 

    Perangkat ini dilengkapi dengan tampilan layar warna tunggal yang tertanam pada lensa kanan, sebuah fitur premium yang membedakannya dari pesaing lain di pasar, termasuk model Oakley Meta HSTN.

    Salah satu fitur unik yang menjadi daya tarik utama perangkat ini adalah “Meta Neural Band,” sebuah gelang khusus yang dikenakan di pergelangan tangan pengguna. 

    Meta menjelaskan bahwa gelang ini berfungsi untuk menerjemahkan aktivitas otot pengguna, memungkinkan kontrol pengalaman AR yang lebih intuitif. Kecanggihan teknologi inilah yang disinyalir memicu lonjakan minat yang besar sejak peluncuran September lalu.

    Meta mengakui bahwa produk ini adalah yang pertama dari jenisnya dengan persediaan yang memang sangat terbatas sejak awal. 

    Namun, kesuksesan penjualan yang melampaui ekspektasi justru menjadi bumerang bagi strategi distribusi global mereka. Berita penundaan ini menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi konsumen di luar Amerika Serikat yang telah menanti kedatangan teknologi ini di pasar lokal mereka.

    Meskipun Meta menyatakan akan memfokuskan kembali energinya untuk pasar Amerika Serikat, situasi bagi konsumen di negara tersebut juga dilaporkan masih cukup menantang. 

    Ketersediaan produk ini digambarkan sebagai sesuatu yang tidak merata. Proses pembelian Ray-Ban Display tidak semudah melakukan transaksi online; calon pembeli diharuskan mengunjungi toko fisik secara langsung.

    Konsumen di AS harus mendatangi gerai-gerai tertentu seperti Best Buy, LensCrafters, Sunglass Hut, atau toko resmi Ray-Ban yang berpartisipasi. 

    Selain itu, pembeli juga diharuskan menjadwalkan sesi demonstrasi produk sebelum dapat membelinya. Persyaratan ini jadi hambatan tersendiri bagi mereka yang tidak tinggal di kota-kota besar yang memiliki akses ke jaringan ritel tersebut. 

    Selain menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi kembali pendekatan distribusi mereka, Meta masih belum memberikan tanggal pengganti yang spesifik untuk peluncuran di belahan negara lainnya. (Muhammad Diva Farel Ramadhan)

  • Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Inggris Prediksi AI Bakal jadi Asisten Pribadi 5 Tahun Lagi

    Bisnis.com, JAKARTA — Kantor Komisioner Informasi Inggris (ICO), lembaga yang mengawasi perlindungan data dan privasi, menyampaikan dalam lima tahun ke depan masyarakat berpotensi memiliki asisten belanja pribadi berbasis kecerdasan buatan (AI).

    Asisten belanja berbasis AI ini tidak hanya menunggu perintah dari pengguna, tetapi juga mampu bertindak secara mandiri. Teknologi ini dapat mempelajari kebiasaan pengguna, memahami kebutuhan belanja, mulai dari membeli barang sehari-hari, memesan tiket pesawat, hingga membantu mengelola keuangan rumah tangga.

    Direktur Eksekutif Regulasi dan Inovasi di ICO, William Malcolm, menjelaskan bahwa teknologi tersebut dikenal sebagai Agentic AI, yakni AI yang memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan mengambil tindakan secara otonom.

    “Agen AI pribadi kami dapat membayar barang, memesan tiket penerbangan, serta mengelola keuangan rumah tangga,” kata Malcolm, dikutip dari The Standard, Jumat (9/01/2026).

    Menurut regulator, kemampuan AI agen untuk mengantisipasi kebutuhan belanja tanpa harus diminta memungkinkan konsumen mengandalkan AI dalam merencanakan anggaran bulanan, sekaligus menjadwalkan pembelian pada saat berlangsungnya program diskon.

    Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa AI berbasis agen berpotensi meluas ke ranah pengambilan keputusan keuangan. Dalam hal ini, agen AI dapat mencari berbagai opsi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna dan menyajikannya untuk disetujui.

    Meski menawarkan berbagai kemudahan, ICO mengingatkan bahwa perlindungan privasi data tetap menjadi prioritas utama. Semakin canggih AI, semakin besar pula data pribadi yang digunakan, sehingga risiko penyalahgunaan data berpotensi meningkat.

    Kekhawatiran tersebut kian mencuat setelah beberapa waktu lalu chatbot Grok milik Elon Musk menuai sorotan publik karena menghasilkan gambar tidak senonoh. Peristiwa itu menegaskan kekhawatiran terkait keselamatan pribadi dan pengawasan seiring semakin kuatnya kemampuan teknologi AI.

    Malcolm menegaskan bahwa sistem perlindungan data yang kuat sangat penting untuk menjaga keamanan informasi pribadi masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap teknologi AI.

    “Fondasi perlindungan data yang kuat dapat membantu membangun kepercayaan publik serta mempercepat dan mengamankan adopsi AI,” ujarnya.

    Dalam laporan Tech Feature, ICO menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar perlindungan data dapat menjadi faktor pembeda di pasar bagi perusahaan yang meluncurkan agen AI.

    Lembaga pengawas tersebut juga menyatakan akan terus memantau perkembangan AI hingga 2026 serta bekerja sama dengan para pengembang untuk memperjelas kewajiban hukum mereka, sehingga konsumen dapat merasa yakin bahwa data pribadi mereka dilindungi dengan semestinya. (Nur Amalina)

  • Erick Thohir Bidik 7 Emas di Ajang Asian Games Jepang

    Erick Thohir Bidik 7 Emas di Ajang Asian Games Jepang

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan pemerintah akan memprioritaskan perolehan medali emas dalam menatap Asian Games mendatang, meski tetap mengapresiasi capaian perak dan perunggu para atlet Indonesia. 

    Hal tersebut disampaikan Erick usai menghadiri agenda penyerahan Bonus Atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

    Erick menjelaskan dalam ajang multi-event seperti Asian Games, parameter utama penentuan peringkat adalah jumlah medali emas. Karena itu, kata dia, strategi pembinaan dan persiapan ke depan akan diarahkan untuk meningkatkan capaian emas.

    “Kembali kita hitung emasnya. Bukan berarti kita tidak mengapresiasi perak dan perunggu, itu luar biasa. Tapi realitanya, dalam hitung-hitungan ranking multi-event, yang pertama dilihat adalah emas,” ujarnya.

    Sebagai perbandingan, Erick mengungkapkan bahwa Indonesia meraih total 98 medali dengan 31 emas saat menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Sementara pada Asian Games 2022 yang digelar pada 2023 di China, Indonesia memperoleh 36 medali dengan tujuh emas.

    “Nah, kalau Asean Games nanti di Jepang yang akan kita mulai variasi dan kita persiapkan bisa lebih dari 4 emas bahkan bisa 7 emas seperti di China kan luar biasa emas,” ucapnya.

    Mengacu pada catatan tersebut, Erick menilai capaian emas Indonesia dalam beberapa edisi terakhir masih berada di kisaran empat hingga tujuh emas. Ke depan, pemerintah menargetkan perolehan emas bisa melampaui capaian terendah tersebut.

    “Kalau Asian Games nanti di Jepang, kita akan mulai variasi dan persiapkan agar bisa lebih dari empat emas, bahkan bisa tujuh emas seperti di China,” kata Erick.

    Terkait cabang olahraga andalan, Erick menyebut Indonesia saat ini memiliki 21 cabang unggulan yang menyumbang sekitar 63% dari total medali. Namun, untuk perolehan emas di level Asian Games dan Olimpiade, kontribusi masih didominasi oleh cabang-cabang tertentu. 

    “Kalau kita lihat 10 tahun terakhir, emas itu masih datang dari cabang-cabang yang sama seperti bulu tangkis, angkat besi, panahan, dan sekarang mulai bertambah dari panjat tebing,” ujarnya.

    Erick menekankan pentingnya diversifikasi sumber medali emas. Pemerintah, kata dia, mendorong cabang-cabang unggulan lainnya agar lebih fokus dalam pembinaan, sehingga Indonesia tidak terlalu bergantung pada cabang tertentu.

    “Kita tahu di Asian Games dan Olimpiade, jumlah emas itu terbatas. Risiko cedera, lawan yang lebih baik, atau faktor pertandingan bisa terjadi. Jadi kita perlu semacam asuransi dengan membuka peluang emas dari cabang-cabang lain,” pungkas Erick.

  • Mensesneg: Draf Aturan TNI Tangani Terorisme Masih Surpres, Belum Final

    Mensesneg: Draf Aturan TNI Tangani Terorisme Masih Surpres, Belum Final

    Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa dokumen yang beredar terkait keterlibatan TNI dalam penanggulangan terorisme bukanlah Peraturan Presiden (Perpres), melainkan masih berupa Surat Presiden (Surpres).

    Hal tersebut disampaikan Prasetyo usai menghadiri agenda penyerahan bonus atlet SEA Games ke-33 Thailand 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026), menanggapi pertanyaan wartawan terkait draf aturan yang ramai diperbincangkan publik.

    “Surpres. Bukan Perpres. Baru Surpres itu,” ujar Prasetyo.

    Prasetyo menjelaskan Surpres tersebut bersifat formal sebagai dasar untuk memulai pembahasan lebih lanjut dan belum merupakan keputusan final yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

    Saat ditanya apakah kebijakan tersebut sudah bersifat final, Prasetyo menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan tetap terkait pengaturan tersebut. 

    Oleh sebab itu, dia juga mengingatkan agar publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum substansi kebijakan benar-benar dibahas dan diputuskan. Menurut Prasetyo, suatu aturan harus dipahami dalam konteks penerapannya yang terbatas dan situasional.

    “Kenapa cara berpikir kita itu selalu ‘waduh nanti akan begini’? Substansinya itu. Pastilah akan diberlakukan pada kondisi dan titik tertentu,” jelasnya. 

    Prasetyo kemudian mencontohkan polemik serupa yang sempat muncul dalam pembahasan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

    Dia menyebut banyak kekhawatiran publik tidak sepenuhnya sesuai dengan semangat pengaturan yang sebenarnya.

    “Misalnya tentang penghinaan kepada kepala negara. Di dalam KUHP yang baru itu justru menjadi delik aduan. Artinya, kalau kepala negara atau pejabat terkait tidak melaporkan, ya tidak bisa diproses,” ujarnya.

    Pemerintah memastikan pembahasan terkait peran TNI dalam penanggulangan terorisme masih akan dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek hukum, konstitusi, dan kepentingan publik.

    Menurutnya, pendekatan tersebut justru lebih baik karena mencegah pelaporan berlebihan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan langsung.

    “Daripada setiap orang, setiap relawan, setiap pendukung nanti dengan leluasa bisa melaporkan,” pungkasnya.