Binis.com, JAKARTA — Mantan insinyur NASA mengklaim telah menemukan teknologi baru yang bisa menghasilkan dorongan tanpa menggunakan bahan bakar atau melawan gravitasi bumi. Jika benar, temuan ini berpotensi mengubah cara manusia menjelajah luar angkasa.
Namun, ada satu masalah besar, klaim ini tampaknya bertentangan dengan hukum fisika yang selama ini kita kenal.
Dalam dunia sains, mesin pendorong biasanya bekerja dengan cara mendorong sesuatu ke belakang seperti gas buang roket agar kendaraan bisa bergerak maju. Tanpa proses itu, sebuah mesin seharusnya tidak bisa menghasilkan dorongan. Karena itulah, ide mesin tanpa bahan bakar sering dianggap mustahil.
Meski demikian, ide tersebut terus menarik perhatian para peneliti. Salah satu upaya terbaru datang dari mantan insinyur NASA Charles Buhler, yang kini menjadi pendiri perusahaan antariksa bernama Exodus Propulsion Technologies.
Buhler mengklaim telah mengembangkan sistem pendorong berbasis elektrostatik yang mampu menghasilkan gaya dorong tanpa membuang massa apa pun.
“Penemuan Gaya Baru ini sangat mendasar karena medan listrik saja dapat menghasilkan gaya berkelanjutan pada suatu objek dan memungkinkan translasi pusat massa objek tersebut tanpa mengeluarkan massa.” Ujar Buhler, mengutip Popular Mechanics, Jumat (9/1/2026).
Tidak hanya itu, Buhler juga mengungkapkan teknologi ini memanfaatkan gaya baru, yakni efek dari medan listrik tertentu yang bisa menciptakan dorongan berkelanjutan. Sistem tersebut bahkan mampu melawan gravitasi Bumi dalam pengujian terbaru.
Ini Merupakan penemuan besar kata Buhler, dia juga menjelaskan bahwa medan listrik saja jika disusun dengan cara tertentu, dapat menghasilkan gaya yang membuat suatu objek bergerak tanpa bahan bakar.
Buhler juga menegaskan bahwa proyek ini tidak terkait dengan NASA. Buhler mempresentasikan temuannya dalam sebuah konferensi bernama Alternative Propulsion Energy Conference (APEC), sebuah forum yang mempertemukan insinyur dan penggemar teknologi yang tertarik pada metode propulsi non konvensional.
Pengalaman Buhler di bidang elektrostatika ilmu yang mempelajari muatan listrik diam menjadi dasar pengembangan teknologi ini. Buhler dan timnya, yang terdiri dari mantan personel NASA, Blue Origin, dan Angkatan Udara AS, telah meneliti konsep mesin tanpa bahan bakar selama puluhan tahun.
Awalnya, dorongan yang dihasilkan sangat kecil, tetapi terus meningkat seiring pengembangan alat. Pada 2023, Buhler mengklaim dorongan tersebut akhirnya cukup kuat untuk mengatasi tarikan gravitasi Bumi.
Meski terdengar menjanjikan, klaim ini masih menuai banyak keraguan. Sejarah mencatat bahwa teknologi serupa pernah muncul sebelumnya, salah satunya EmDrive, mesin yang diperkenalkan pada awal 2000-an dan sempat menghebohkan dunia. Namun setelah diuji secara mendalam oleh berbagai lembaga, termasuk universitas di Jerman, EmDrive terbukti tidak menghasilkan dorongan sama sekali.
Karena itu, para ilmuwan menekankan pentingnya pengujian independen. Klaim seperti ini harus dibuktikan berulang kali oleh pihak luar dengan metode ilmiah yang ketat. Tanpa pembuktian tersebut, temuan ini belum bisa diterima sebagai terobosan nyata. (Nur Amalina)









