Author: Bisnis.com

  • Setoran Pajak Loyo, Utang Bengkak, Pengelolaan APBN Kian Suram

    Setoran Pajak Loyo, Utang Bengkak, Pengelolaan APBN Kian Suram

    Bisnis.com, JAKARTA – Pengelolaan anggaran tahun ini mengalami tekanan yang bertubi-tubi. Tidak hanya kredibilitas pemerintah yang terancam tercoreng jika defisit anggaran menembus 3%, keberlanjutan pengelolaan fiskal ke depan pun bisa terancam.

    Pangkal dari persoalan ini adalah setoran pajak yang sampai November 2025 lalu masih berada di level 78,7%. Shortfall atau selisih penerimaan dengan target pajak pun sudah dipastikan akan melebar. Skenario otoritas pajak, untuk menjaga defisit anggaran tetap terjadi di angka 3%, maka dibutuhkan minimal penerimaan pajak senilai Rp2.005 triliun.

    Di sisi lain, tren buruk kinerja penerimaan pajak tersebut telah memicu beban dalam APBN 2025. Pemerintah pada pertengahan tahun lalu, telah memperlebar ruang fiskal dengan menaikan target defisit anggaran dari 2,35% ke 2,78% dari produk domestik bruto alias PDB. Pelebaran ruang fiskal itu memungkinan, pemerintah untuk menambah pundi-pundi anggaran dari pembiayaan utang.

    Sampai dengan November 2025 lalu, pemerintah telah menarik utang sebesar Rp614,9 triliun atau 84,06% dari outlook APBN yang tercatat sebesar Rp731,5 triliun. Alhasil, total outstanding utang pemerintah hingga November 2025 telah menembus Rp9.428,06 triliun.

    Jika mengasumsikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini 5,2% atau di kisaran sebesar Rp23.290,23 triliun, rasio utang pemerintah telah membengkak di angka mendekati 40,5%.

    Namun apabila menggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi pada 2025 sebesar 5% atau nominalnya di angka Rp23.245,95 triliun, rasio utang pemerintah pusat, jika dibandingkan dengan realisasi November 2025,  bisa menembus angka 40,55% dari produk domestik bruto.

    Angka rasio utang akan jauh lebih tinggi lagi jika menghitungnya dengan outlook penarikan utang APBN yakni di angka Rp731,5 triliun. Rasio utang pemerintah bisa tembus berada di kisaran 40,9% – 41,05%.

    Kalau itu terjadi, rasio utang 2025 tercatat tertinggi selama 3 tahun terakhir. Rasio utang 2025 bahkan telah melampaui capaian tahun pertama pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, rasio utang hanya tercatat sebesar 39,4%.

    Rasio Pajak Nyungsep

    Seolah berbanding terbalik dengan peningkatan rasio utang, rasio pajak pun terancam terjun bebas. Simulasi pertama, jika penerimaan pajak tahun 2025 sesuai outlook APBN 2025 di angka Rp2.076,9 triliun, rasio pajak (hanya penerimaan Ditjen Pajak berbanding PDB) berada di kisaran 8,9%.

    Namun, kalau simulasinya menggunakan batas minimal dari Ditjen Pajak di angka Rp2.005 triliun, rasio pajaknya akan turun dari simulasi awal ke angka 8,6%. Angka ini kemungkinan bisa lebih jeblok lagi, karena komitmen para pejabat vertikal di otoritas pajak hanya berada di angka Rp1.947,2 triliun. Rasio pajak tahun 2025 bisa berada di angka 8,3%.

    Hasil tidak berbeda meski menggunakan skema simulasi pertumbuhan ekonomi hanya 5%, rasio pajaknya tetap di kisaran 8,3% – 8,9%.

    Adapun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membukukan penerimaan pajak sampai dengan akhir November 2025 sebesar Rp1.634,4 triliun. Dengan demikian, pemerintah masih harus mengejar penerimaan pajak Rp442,5 triliun untuk mencapai outlook.

    Realisasi penerimaan pajak sampai dengan 30 November 2025 ini baru mencapai 78,7% dari outlook laporan semester I/2025 yakni Rp2.076,9 triliun.

    Penerimaan pajak menyumbang setoran terbesar untuk penerimaan negara yang keseluruhan mencapai Rp2.351,5 triliun, atau 82,1% terhadap outlook Rp2.865,5 triliun. “Dengan penerimaan perpajakan tetap menjadi kontributor utama,” terang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2025, Kamis (18/12/2025).

    Ditambal Pakai SAL 

    Lonjakan rasio utang dan kemungkinan merosotnya rasio pajak, memicu pemerintah menempuh langkah pragmatis dengan menarik dana cadangan yang berasal dari saldo anggaran lebih alias SAL untuk menambal defisit anggaran.

    Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan bahwa penarikan utang ini masih berada dalam koridor pengelolaan fiskal yang hati-hati untuk menutup defisit anggaran.

    Hingga akhir November, defisit APBN tercatat sebesar 2,35% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini diproyeksikan bergerak menuju target akhir tahun sebesar 2,78% terhadap PDB.

    “Itu on track. Biasanya suka disebut ‘tekor’, [padahal] ini on track menuju desain dari APBN. Sesuai laporan semester di DPR kemarin, kita perkirakan defisitnya 2,78% dari PDB,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita, Jakarta, Kamis (18/12/2025).

    Untuk menjaga efisiensi biaya utang (cost of fund), Suahasil mengungkapkan strategi pemerintah dalam mengelola jatuh tempo Surat Berharga Negara (SBN), khususnya yang diterbitkan saat pandemi Covid-19. SBN edisi pandemi tersebut memiliki profil jatuh tempo pada kurun waktu 2025, 2026, 2027, hingga 2028.

    Pemerintah, sambungnya, secara aktif melakukan debt switching atau penukaran utang dengan bersinergi bersama Bank Indonesia (BI) melalui skema burden sharing yang telah disepakati sebelumnya, maupun dengan lembaga multilateral.

    “Kita bekerja sama dengan BI untuk melakukan debt switching. Bukan hanya dengan BI, Pak Suminto [Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko] aktif melakukan debt switching dengan berbagai lembaga multilateral,” jelas Suahasil.

    Selain rekayasa tenor utang, pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun yang telah mendapat restu DPR. Penggunaan SAL ini bertujuan untuk mengurangi target penerbitan SBN di pasar, sehingga suplai obligasi negara tetap terjaga.

    Dari sisi manajemen kas (cash management), Kementerian Keuangan menerapkan langkah prefunding dan menempatkan dana likuiditas sekitar Rp200 triliun di perbankan umum sebagai penyangga (buffer) kas negara.

    “Pasar keuangan dalam tren membaik, dukungan pembiayaan makin efisien,” tutupnya.

  • RI Setop Impor Solar 2026, SPBU Shell Cs Diminta Beli dari Kilang Lokal

    RI Setop Impor Solar 2026, SPBU Shell Cs Diminta Beli dari Kilang Lokal

    Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menekankan bahwa pemerintah akan menyetop impor solar mulai 2026. Kebijakan ini termasuk menyasar badan usaha (BU) stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta, seperti Shell, BP, hingga Vivo.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, rencana tersebut seiring dengan surplusnya produksi solar di dalam negeri. Oleh karena itu, pembelian solar atau gasoil SPBU swasta bisa memanfaatkan hasil produksi di dalam negeri.

    “Sebenarnya yang dimaksud dengan penghentian impor itu ya termasuk swasta. Jadi artinya kita tidak impor lagi, swasta kalau mau beli silakan beli yang ada di dalam produk dari kilang dalam negeri,” tutur Laode di Jakarta dikutip Minggu (21/12/2025).

    Adapun, wacana penghentian impor solar pada 2026 itu tak lepas dari Indonesia yang diproyeksi surplus solar hingga 4 juta kiloliter (kl). Surplus solar dipicu oleh implementasi mandatory biodiesel 50% atau B50 pada tahun depan.  

    Selain itu, juga seiring dengan beroperasinya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek yang dioperasikan PT Kilang Pertamina Balikpapan ini akan menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph) menjadi 360.000 bph.

    Deputi Bidang Koordinasi Energi & Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi mengatakan, impor solar telah berkurang sejalan dengan penerapan biodiesel 40 tahun ini dan akan berlanjut pada 2026. 

    “Maka yang selama ini kita masih ada impor solar untuk campurannya itu, itu sudah bisa kita surplus, bahkan capai 4 juta kiloliter,” kata Elen dalam BIG Conference 2025, Senin (8/12/2025). 

    Hal ini juga seiring dengan kebijakan transisi energi lewat pengembangan bahan bakar nabati. Dalam paparannya disebutkan bahwa porsi bauran energi baru terbarukan (EBT) sektor bioenergi sebesar 14,1% dari target 23% tahun ini, di mana pemanfaatan biodisel domestik sebesar 13,5 juta kiloliter telah melampaui target RUEN sebesar 12,5 juta kl. 

    Adapun, Kementerian ESDM tengah memulai uji jalan program bahan bakar nabati B50 pada awal Desember 2025. Langkah ini menjadi tahap lanjutan setelah uji laboratorium menunjukkan kinerja mesin dan filter kendaraan tetap optimal, sebagaimana transisi dari B30 ke B40. 

    Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi menyampaikan bahwa uji jalan tersebut akan menggunakan dua jenis bahan bakar. 

    “Uji jalan B50 akan menggunakan dua jenis solar yakni solar konvensional dengan kandungan sulfur 2.000 ppm dan solar standar Euro 4 dengan sulfur 50 ppm,” kata Eniya. 

    Indonesia kini menjadi pengguna biodiesel terbesar di dunia. Produksi meningkat dari 8,4 juta kiloliter pada 2020 menjadi lebih dari 13 juta kiloliter pada 2025, dengan target implementasi B50 pada 2030.  

    Program mandatori biodiesel disebut telah menghemat devisa sekitar 10,6 miliar dolar AS per tahun, menciptakan lebih dari 41.000 lapangan kerja, dan menekan emisi CO₂ sekitar 15,6 juta ton sepanjang 2025.

  • BP Tapera Bidik Penyaluran Rumah Subsidi 280.000 Unit Sepanjang 2025

    BP Tapera Bidik Penyaluran Rumah Subsidi 280.000 Unit Sepanjang 2025

    Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) optimistis penyaluran rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dapat menyentuh angka 280.000 unit hingga tutup tahun 2025.

    Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa pihaknya tengah memacu berbagai strategi untuk mengejar target tersebut di sisa waktu akhir tahun. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperpanjang tenggat waktu realisasi akad kredit.

    “Kalau tahun-tahun sebelumnya maksimal akad itu sampai dengan 15 Desember, tahun ini kita perpanjang sampai tanggal 30 Desember pukul 12.00 WIB,” ujar Heru saat ditemui di sela-sela agenda Akad Massal 50.000 KPR FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025 di Banten, Sabtu (20/12/2025).

    Heru menjelaskan kebijakan ini diambil untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi bank penyalur dan asosiasi pengembang dalam menyelesaikan proses administrasi.

    Meski optimistis mengejar angka 280.000 unit, Heru mengakui bahwa target tersebut belum bisa didorong hingga menyentuh angka 300.000 unit. Menurutnya, kendala utama bukan datang dari sisi permintaan (demand), melainkan keterbatasan pasokan hunian.

    Heru menambahkan perpanjangan periode akad tersebut telah mempertimbangkan proses teknis di internal BP Tapera sebelum tahun anggaran berakhir. 

    “Kita tetap optimis di 280.000 unit. Mengapa tidak 300.000? Karena potensi supply-nya yang masih susah. Demand sebenarnya tinggi, tapi kemampuan supply untuk mendukung agar matching dengan permintaan itu yang masih menjadi tantangan,” jelas Heru.

    Untuk diketahui hingga periode 19 Desember 2025, tercatat realisasi penyaluran rumah subsidi berada di angka 263.017 unit senilai Rp32,67 triliun dari 39 Bank penyalur, 22 asosiasi pengembang perumahan dan didukung oleh 7.998 pengembang. 

    Mengacu pada data BP Tapera, rumah subsidi ini tersebar di 12.981 perumahan yang berlokasi di 33 provinsi dan 401 kabupaten/kota.

  • 4,8 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Astra Infra Saat Nataru 2025/2026

    4,8 Juta Kendaraan Diprediksi Melintas di Tol Astra Infra Saat Nataru 2025/2026

    Bisnis.com, JAKARTA – Astra Infra memproyeksi sebanyak 4,8 juta kendaraan bakal melintasi tiga ruas tol utama milik perseroan selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).

    Adapun, tiga ruas utama tersebut, yaitu Jalan Tol Tangerang–Merak, Jalan Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), dan Jalan Tol Jombang–Mojokerto.

    Sejalan dengan hal itu, Group Chief Executive Officer Astra Infra Firman Yosafat Siregar menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan upaya untuk mendukung keamanan dan kelancaran perjalanan, mulai dari pengecekan rutin kesiapan infrastruktur jalan hingga penyiagaan petugas tambahan yang dilengkapi armada patroli, derek, rescue, hingga ambulance.

    “Sekitar 4,8 juta kendaraan diprediksi akan melintasi ruas tol Tangerang–Merak, Cikopo–Palimanan, dan Jombang–Mojokerto pada arus liburan Nataru tahun ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (21/12/2025).

    Dalam rangka mendukung kelancaran arus kendaraan pada periode libur Nataru 2025/2026, Astra Infra telah memberlakukan pembatasan angkutan barang pada 19–20 Desember 2025 pada ruas Tol Tangerang–Merak dan Tol Cipali.

    Kemudian, pembatasan angkutan barang itu juga diberlakukan kembali pada 23 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 28 Desember 2025 pukul 24.00 WIB.

    Adapun, pembatasan angkutan barang tersebut dijalankan sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Dirjen Perhubungan Darat No. KP-DRJD 6064/2025, Dirjen Perhubungan Laut No. HK.201/11/19/DJPL/2025, Dirjen Bina Marga No. 104/KPTS/Db/2025, dan Kakorlantas Polri No. Kep/230/XI/2025 tentang Pengaturan Lalu Lintas Jalan serta Penyeberangan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    “Pembatasan kendaraan angkutan barang dilakukan pada mobil barang dengan sumbu 3 atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, kereta gandengan, serta barang yang mengangkut hasil galian, hasil tambang, dan bahan bangunan,” tambahnya.

    Untuk mendukung kenyamanan perjalanan, Astra Infra Toll Road Tangerang–Merak juga telah melakukan upaya peningkatan layanan seperti penyelesaian proyek penambahan lajur ketiga di ruas jalan Tol Tangerang–Merak dari KM 87 hingga 95 (Cilegon Barat–Cilegon Timur), mempersiapkan sarana dan prasarana seperti toilet tambahan di beberapa titik, serta penempatan personel tambahan.

    “Demi menjamin kelancaran proses transaksi, dilakukan peningkatan kapasitas melalui gardu tandem di Gerbang Tol Cikupa, Cilegon Timur, dan Merak yang berpotensi terjadi peningkatan trafik pada periode Nataru,” pungkasnya.

  • Gunung Semeru Erupsi Lagi (21/12), Tinggi Letusan 1,2 Km

    Gunung Semeru Erupsi Lagi (21/12), Tinggi Letusan 1,2 Km

    Bisnis.com, JAKARTA – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak pada Minggu pagi (21/12/2025). 

    “Telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada tanggal 21 Desember 2025 pukul 05.46 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis dilansir dari Antara. 

    Menurutnya, kolom abu vulkanik yang menyembur teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

    “Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 12 detik,” tuturnya.

    Ia mengatakan erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat masih berlangsung saat laporan sedang dibuat oleh petugas.

    Berdasarkan data, erupsi Gunung Semeru tercatat sudah enam kali pada Minggu sejak pukul 00.26 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan tinggi letusan bervariasi 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

    Saat ini, Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu [pijar],” katanya.

    Ia juga meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

  • Kisah Sertu Giman, Sosok Heroik yang Berjibaku saat Aceh Dilanda Banjir Bandang

    Kisah Sertu Giman, Sosok Heroik yang Berjibaku saat Aceh Dilanda Banjir Bandang

    Bisnis.com, JAKARTA — Aceh Tamiang, Senja 26 November itu jatuh dalam keadaan yang tidak biasa. Hujan turun seharian, angin dingin membawa kabar buruk, dan air perlahan naik hingga menelan halaman-halaman rumah di Kecamatan Karangbaru. 

    Dalam hitungan jam, banjir bandang berubah dari kabar menjadi bencana.

    Sertu Giman Saputra, prajurit Koramil 02 Karangbaru, baru saja pulang dari kantor desa sore itu. Air sudah setinggi dada orang dewasa. Ia tidak sempat menyelamatkan kursi, almari, bahkan dokumen rumahnya sendiri. Namun yang paling penting sudah ia lakukan membawa keluarga ke tempat aman.

    Sisanya, hati nuraninya mengambil alih. Saat air makin menggila, telepon masuk ke ponselnya. Tetangga meminta tolong. Anak kecil menangis. Lansia berteriak. Rumah-rumah mulai hanyut satu per satu.

    Tanpa menunggu bantuan SAR atau perahu karet, Giman menghela napas panjang, lalu terjun ke air banjir yang suram itu.

    Ia meminjam sebuah ban bekas dari warga. Ban itu menjadi rakit darurat yang kelak menyelamatkan nyawa banyak orang.

    Satu per satu, ia berenang mundar-mandir dari rumah ke rumah, menembus arus deras sambil menahan napas dingin air yang menggerogoti tubuhnya.

    “Saya sebagai manusia ya punya hati nurani. Saya korbankan nyawa. InsyaAllah sanggup, itu yang saya bilang,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025)

    Dalam hitungan jam, 20 jiwa berhasil ia pindahkan dari rumah-rumah yang hampir hanyut ke tempat tinggi.

    Nyawa-Nyawa yang Dititipkan ke Pundak Giman 

    Salah satu momen paling menggetarkan adalah ketika seorang ibu menyerahkan bayinya, baru berusia satu bulan, kepada Giman. Bayi mungil itu tidak bisa digendong saat dibawa berenang. Arus terlalu kuat. Risiko terlalu besar

    Maka Giman meminta sebuah baskom. Ia meletakkan bayi itu di dalamnya, mengikatkan tali, lalu menarik sang bayi sambil berenang, hati-hati menghindari arus pusaran banjir.

    “Ibu itu menangis… karena awalnya mereka panggil tim SAR, tapi tidak datang,” kata seorang warga. “Pak Giman malaikat kirimannya Tuhan.”

    Tak hanya bayi, ada balita, lansia, perempuan, hingga sesama prajurit TNI yang hanyut bersama anaknya. Semuanya berusaha dia selamatkan.

    “Walaupun mau pingsan rasanya. Saya minta pertolongan Ya Allah… beri aku kekuatan.Lalu timbul lagi semangat saya,” tuturnya.

    Bagi Roji, seorang warga kisah penyelamatan itu akan dikenangnya sampai mati.

    Ia sekeluarga terjebak di dalam rumah terendam air hingga lebih dari empat meter. Atap seng tempat mereka bertahan mulai terangkat oleh arus.

    “Tim SAR lewat saja. Kami panggil tidak datang. Kami tidak tahu lagi harus minta tolong ke siapa,” katanya.

    Lalu muncul Giman. Dengan ban dan tali, ia membawa Roji lewat jendela yang hampir pecah diterjang air. Satu per satu anggota keluarga Roji keluar hidup-hidup.

    “Alhamdulillah… malaikat kirim Pak Giman. Puji Tuhan ya. Kalau tidak… habis kami,” kata Roji

    Pada sore hari menjelang magrib, tubuh Giman sudah gemetar. Tangannya luka terkena seng. Kakinya terseret puing. Napasnya satu-satu.

    “Ban dan pelampung dipinjam warga, sudah diambil lagi. Tapi masih ada orang terjebak.”

    Maka ia membuat rakit dari jerigen. Dengan itu ia menyelamatkan empat orang lagi, termasuk seorang prajurit TNI lain dan anaknya. Setelah semuanya aman, ia baru sadar rumahnya sendiri rusak parah. Tapi ia hanya tersenyum kecil.

    “Perasaan saya… senang sekali melihat mereka selamat. Walaupun rumah rusak parah. Namanya juga bencana. Yang penting nyawa mereka selamat.”

    Video Sertu Giman beredar di media sosial. Videonya viral. Warga menangis saat menceritakan jasanya. Namun, ia menganggap apa yang ia lakukan hanyalah bagian kecil dari panggilan hati.

    “Sebagai manusia, saya punya empati. Saya tidak tega. Keluarga saya sudah aman. Tidak mungkin saya biarkan tetangga hanyut,” tuturnya.  

  • Gunung Semeru Kembali Erupsi pada Minggu (21/12)

    Gunung Semeru Kembali Erupsi pada Minggu (21/12)

    Bisnis.com, JAKARTA — Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer di atas puncak pada Minggu pagi (21/12/2025). 

    Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam laporan tertulis menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Semeru pada 21 Desember 2025 pukul 05.46 WIB. 

    “Dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.200 meter di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl),” ungkapnya seperti dilansir Antara, Minggu (21/12/2025).

    Menurutnya, gunung berapi yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, itu erupsi dengan kolom abu vulkanik yang menyembur teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah timur laut.

    “Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini sekitar 2 menit 12 detik,” tuturnya.

    Dia mengatakan erupsi gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat masih berlangsung saat laporan sedang dibuat oleh petugas.

    Berdasarkan data, erupsi Gunung Semeru tercatat sudah enam kali pada Minggu sejak pukul 00.26 WIB hingga pukul 06.00 WIB dengan tinggi letusan bervariasi 500 meter hingga 1.200 meter di atas puncak.

    Saat ini, Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan sejumlah rekomendasi yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

    Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

    “Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.

    Dia juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

  • Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat & Ombak Tinggi 20-23 Desember

    Waspada! BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat & Ombak Tinggi 20-23 Desember

    Bisnis.com, JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Indonesia hingga beberapa hari ke depan.

    Berdasarkan peringatan dini cuaca BMKG, pada periode 20-22 Desember 2026, beberapa wilayah diperkirakan akan mengalami hujan dengan level siaga.

    “Beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami hujan dengan level siaga,” jelas BMKG dikutip dari akun resmi @infohumasbmkg, di media sosial X, Minggu (21/12/2025).

    Beberapa wilayah yang dimaksud yakni Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

    Selain itu, BMKG juga mengeluarkan imbauan terkait dengan potensi gelombang tinggi yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode 20-23 Desember 2025.

    BMKG memperkirakan tinggi gelombang 1,25 m – 2,5 m berpeluang terjadi di wilayah selat Malaka bagian utara, perairan barat & selatan Sumatra–Jawa, Bali–NTB–NTT, Laut Jawa, Selat Makassar selatan, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua.

    “BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku kelautan untuk tetap waspada dan memantau info terbaru dari BMKG,” tulis BMKG.

    Halo #SobatBMKG!

    Periode 20 – 22 Desember 2025
    Beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami hujan dengan level siaga

    Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain: Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,… pic.twitter.com/i6HYdURSxW

    — Humas_BMKG (@InfoHumasBMKG) December 20, 2025

  • Jumlah Kendaraan Keluar Jabotabek Melonjak H-6 Natal 2025, Ini Datanya

    Jumlah Kendaraan Keluar Jabotabek Melonjak H-6 Natal 2025, Ini Datanya

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat arus lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabotabek sudah terlihat meningkat pada H-7 hingga H-6 Natal 2025 atau pada Kamis 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB sampai dengan Sabtu 20 Desember 2025 pukul 06.00 WIB yaitu sejumlah 330.507 kendaraan.

    “Total volume lalin meninggalkan wilayah Jabotabek dari empat gerbang tol utama meningkat 5,9% jika dibandingkan kondisi normal (312.173 kendaraan),” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

    Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 144.806 kendaraan (43,8%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 106.406 kendaraan (32,2%) menuju arah Barat (Merak) dan 79.295 kendaraan (24,0%) menuju arah Selatan (Puncak).

    Untuk lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 71.088 kendaraan, meningkat sebesar 10,5 persen dari lalin normal.

    Kemudian lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 73.718 kendaraan, meningkat sebesar 9,2% dari lalin normal.

    Total lalin meninggalkan Jabotabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 144.806 kendaraan, meningkat sebesar 9,8% dari lalin normal.

    Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Merak melalui GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak adalah sebesar 106.406 kendaraan, naik sebesar 3,3% dari lalin normal.

    Sementara itu, jumlah kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Puncak melalui GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi sebanyak 79.295 kendaraan, meningkat sebesar 2,5% dari lalin normal.

    Jasa Marga memprediksi puncak arus lalu lintas (lalin) meninggalkan wilayah Jabotabek pada libur Hari Raya Natal 2025 akan terjadi pada hari ini Sabtu, 20 Desember 2025 dengan prediksi lalin sebanyak 197.948 kendaraan, meningkat 14,1% dari lalin normal.

    Total lalin tersebut merupakan angka kumulatif dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (ke arah Bandung).

    Rivan menjelaskan, Jasa Marga memastikan kesiapan layanan operasi jalan tol Jasa Marga Group pada puncak arus meninggalkan Jabotabek ini berjalan dengan optimal, terutama pada titik-titik yang rawan kepadatan di antaranya Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan Jalan Tol Cipularang untuk kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung.

    “Potensi terjadinya kepadatan di lajur akan kami antisipasi dengan penempatan petugas di titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan di lajur serta mengatur lalu lintas lebih cepat lagi. Melalui diskresi kepolisian, Jasa Marga juga siap mendukung rencana rekayasa lalu lintas, seperti contraflow, dengan menempatkan petugas dan rambu-rambu pendukung,” ujarnya.

  • KAI Sebut 1,52 Juta Tiket Kereta Api Terjual Jelang Libur Nataru

    KAI Sebut 1,52 Juta Tiket Kereta Api Terjual Jelang Libur Nataru

    Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat penjualan tiket kereta api pada masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 periode 18 Desember 2025–4 Januari 2026 telah mencapai 1.521.766.

    KAI menyatakan realisasi penjualan tiket sampai dengan Selasa (16/12/2025) pukul 08.00 WIB mencapai sekitar 43,4% dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan.

    Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa penjualan tiket menunjukkan tren peningkatan seiring semakin dekatnya periode libur akhir tahun.

    “Dari total penjualan tersebut, tiket kereta api jarak jauh terjual 1.448.084 tiket atau 52,4 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Sementara itu, kereta api lokal mencatat penjualan 73.682 tiket, setara 9,9 persen dari total 745.056 tempat duduk,” ujar Anne dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (20/12/2025).

    Anne menjelaskan bahwa karakter penjualan kereta api lokal berbeda dengan kereta api jarak jauh. Tiket kereta api lokal baru dapat dibeli mulai H-7 sebelum keberangkatan, sehingga angka keterjualannya akan meningkat mendekati tanggal perjalanan.

    “KAI memproyeksikan okupansi kereta api lokal akan terus bergerak naik seiring mendekatnya hari keberangkatan, mengikuti pola perjalanan masyarakat untuk jarak dekat yang umumnya direncanakan dalam waktu lebih singkat,” jelas Anne.

    Berdasarkan data sementara, okupansi tertinggi tercatat sebesar 62,0 persen pada H-11, yaitu Minggu, 28 Desember 2025. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring berjalannya proses penjualan tiket.

    Pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, KAI menyiapkan 3.506.104 tempat duduk yang terdiri atas layanan kereta api jarak jauh dan kereta api lokal guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai wilayah selama libur akhir tahun.

    Adapun, stasiun keberangkatan kereta api jarak jauh dengan volume penumpang tertinggi hingga saat ini meliputi:

    1.    Pasarsenen: 176.516 pelanggan

    2.    Gambir: 93.683 pelanggan

    3.    Yogyakarta: 90.380 pelanggan

    4.    Lempuyangan: 70.526 pelanggan

    5.    Bekasi: 54.041 pelanggan

    6.    Surabaya Pasar Turi: 51.892 pelanggan

    7.    Bandung: 49.334 pelanggan

    8.    Surabaya Gubeng: 47.034 pelanggan

    9.    Semarang Tawang: 44.206 pelanggan

    10.    Kiaracondong: 40.484 pelanggan

    KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini dan segera membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI, sehingga pelanggan dapat memperoleh pilihan jadwal serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan selama periode Natal dan Tahun Baru.

    Pada masa Nataru ini, KAI juga menghadirkan diskon tarif sebesar 30 persen yang berlaku pada periode 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1.509.080 tempat duduk yang disiapkan dalam program tersebut.