Author: Beritajatim.com

  • Kali Lamong Meluap Lagi, 9 Desa di Gresik Tergenang Banjir

    Kali Lamong Meluap Lagi, 9 Desa di Gresik Tergenang Banjir

    Gresik (beritajatim.com)– Imbas intensitas hujan deras terus mengguyur di wilayah Gresik Selatan menyebabkan debit Kali Lamong meluap lagi. Akibatnya, ada 9 desa di Kecamatan Balongpanggang dan Benjeng tergenang banjir.

    Sejumlah desa tersebut diantaranya Dapet, Sekarputih, Wotansari, Semanding, Banjaragung, dan Pucuk Kecamatan Balongpanggang, tergenang 10 hingga 35 centimeter.

    Hal yang sama dialami di dua desa yakni Lundo, Sedapurklagen, dan Deliksumber, Kecamatan Benjeng. Beberapa bangunan seperti balai desa, sekolah dasar, taman kanak-kanak, serta pendidikan anak usia dini (PAUD) terkena banjir.

    Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, FX. Driatmicko Herlambang mengatakan, terkait dengan meluapnya kembali Kali Lamong. Pihaknya terus melakukan monitoring perkembangan banjir.

    “Kami terus mengupdate perkembangannya dengan melibatkan unsur BBWS, forkopimcam Balongpanggang dan Benjeng. Termasuk pemdes yang terdampak,” katanya, Minggu (21/12/2025).

    Ia menambahkan, saat ini di beberapa desa kondisi air yang semula menggenangi rumah warga. Berangsur-angsur mulai surut.

    “Mudah-mudahan cepat surut. Sebab, berdasarkan pengalaman banjir yang menggenangi tidak berlangsung lama,” imbuhnya.

    Sementara itu, secara terpisah Babinsa
    Koramil 0817/09 Balongpanggang Serma Lukananta yang turun langsung ke lokasi menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada masyarakat.

    “Kami bersama unsur terkait terus memantau perkembangan debit air Kali Lamong serta memberikan imbauan kepada warga agar tetap waspada dan mengutamakan keselamatan, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai,” urainya.

    Sebagai langkah penanganan, Koramil 0817/09 Balongpanggang telah berkoordinasi dengan Forkopimcam, melaksanakan bantuan penanganan bagi warga terdampak, serta melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi banjir guna mengantisipasi kemungkinan luapan susulan.(dny/ted)

  • SPPG Badean 2 Akui Kesalahan dalam Distribusi MBG di SD Integral

    SPPG Badean 2 Akui Kesalahan dalam Distribusi MBG di SD Integral

    Bondowoso (beritajatim.com) — Polemik distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Integral Bondowoso menguak lemahnya tata kelola dan komunikasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badean 2 dengan pihak sekolah dan wali murid.

    Kepala SPPG Badean 2 Bondowoso, Yulia Linda Lestari, mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan distribusi menu pada pekan ketiga Desember 2025, tepatnya periode Senin–Sabtu (15–20 Desember 2025).

    Pada periode tersebut, menu makanan hanya dikirim satu kali, yakni pada Selasa, 16 Desember 2025, dalam bentuk menu kering yang sejatinya diperuntukkan untuk konsumsi enam hari.

    Menu yang dikirim meliputi satu bungkus roti Mr Bread 250 gram, dua butir telur bebek asin, dua buah pisang, dua buah apel, dua buah jeruk, satu camilan kacang polong, serta susu Ultra Milk 200 ml. Namun, ketiadaan informasi tertulis dan sosialisasi yang memadai membuat wali murid menduga menu tersebut hanya jatah konsumsi satu hari.

    Akibatnya, muncul kecurigaan serius di tengah wali murid bahwa jatah makanan untuk beberapa hari tidak disalurkan secara utuh. Dugaan pengurangan hingga praktik korupsi pun mencuat, memperkeruh kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

    Yulia menjelaskan, dalam aturan Badan Gizi Nasional (BGN), rapel menu kering memang diperbolehkan, namun dengan syarat harus ada permintaan resmi dari sekolah melalui surat tertulis.

    Masalahnya, meskipun komunikasi lisan telah dilakukan, SPPG tidak pernah menerima surat resmi dari pihak sekolah. Celakanya, kondisi ini tetap dibiarkan berjalan tanpa kejelasan prosedural.

    SPPG juga mengakui gagal mensosialisasikan kebijakan rapel menu kepada wali murid. Informasi krusial bahwa menu tersebut merupakan akumulasi untuk enam hari tidak disampaikan sama sekali. Alhasil, miskomunikasi berlapis terjadi—antara SPPG dan sekolah, serta antara sekolah dan wali murid.

    “Kami akui ini menjadi kesalahan kami. Informasi soal rapel menu tidak kami sertakan, sehingga menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar Yulia.

    Insiden ini menjadi catatan serius dan bahan evaluasi internal SPPG Badean 2. Yulia memastikan ke depan distribusi menu akan kembali dilakukan setiap hari seperti biasa. Jika dalam kondisi tertentu harus dilakukan rapel, maka menu akan dikemas satu box per siswa, disertai keterangan tertulis yang jelas mengenai jumlah hari konsumsi.

    Kasus ini menegaskan bahwa persoalan Program Makan Bergizi Gratis bukan semata soal ketersediaan makanan, tetapi juga soal disiplin administrasi, transparansi, dan komunikasi publik. (awi/but)

  • Kajari Madiun Ungkap Terdakwa Pemelihara Landak Jawa Tolak Mediasi

    Kajari Madiun Ungkap Terdakwa Pemelihara Landak Jawa Tolak Mediasi

    Madiun (beritajatim.com) — Persidangan perkara pemeliharaan enam ekor landak jawa di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun mengungkap sejumlah fakta baru yang berlawanan dengan citra terdakwa sebagai warga biasa yang tidak memahami hukum.

    Terdakwa Darwanto bin Jaikun justru disebut mengetahui status satwa dilindungi dan menolak penyelesaian damai sejak awal proses hukum.

    Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun, Achmad Hariyanto Mayangkoro, menyampaikan bahwa aparat kepolisian telah membuka ruang mediasi berulang kali sebelum perkara ini dilimpahkan ke pengadilan. Namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

    “Penyidik sudah menawarkan mediasi sejak tahap penyelidikan hingga menjelang penetapan tersangka, tetapi selalu ditolak,” kata Achmad Hariyanto Mayangkoro, Jumat (20/12/2025).

    Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Andi membenarkan hal senada. Ia menyebut sedikitnya tiga kali pendekatan persuasif dilakukan oleh penyidik, namun sikap terdakwa membuat proses hukum tetap berlanjut hingga berkas perkara dinyatakan lengkap dan diserahkan ke kejaksaan.

    Perkara bermula dari laporan puluhan warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, yang mencurigai adanya satwa dilindungi dipelihara di rumah Darwanto. Setelah dilakukan pengecekan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Madiun, ditemukan enam ekor landak jawa dalam kondisi hidup tanpa dokumen perizinan.

    Dalam persidangan, Darwanto mengakui bahwa ia mengetahui landak jawa termasuk satwa yang dilindungi. Ia juga mengungkapkan bahwa hewan tersebut ditangkap menggunakan jaring yang dipasang di area kebun belakang rumahnya sejak tahun 2021.

    Saksi dari BKSDA Madiun menegaskan bahwa terdakwa tidak terdaftar sebagai pemilik izin penangkaran maupun pemeliharaan satwa dilindungi. Fakta tersebut memperkuat unsur pidana sebagaimana dakwaan jaksa.

    Jaksa juga menghadirkan ahli yang menjelaskan bahwa larangan menangkap dan memelihara satwa dilindungi telah diatur secara tegas dalam Pasal 21 ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024. Aturan tersebut melarang setiap orang untuk menangkap, menyimpan, memiliki, dan memelihara satwa dilindungi dalam keadaan hidup.

    Fakta lain yang mencuat di persidangan adalah latar belakang terdakwa. Meski tercatat sebagai petani, Darwanto diketahui aktif dalam sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat, termasuk pernah bergabung dengan MAKIM dan Banaspati serta menjabat posisi struktural di salah satu DPC organisasi tersebut.

    Menurut jaksa, latar belakang tersebut menunjukkan bahwa terdakwa memiliki akses terhadap informasi dan pemahaman hukum yang memadai, sehingga tidak dapat dikategorikan sebagai masyarakat awam yang tidak mengetahui aturan.

    Hingga saat ini Darwanto masih menjalani penahanan di rumah tahanan negara sejak 16 Oktober 2025 dan perkara pemeliharaan landak jawa tersebut masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun. (rbr/ted)

  • Arus Libur Nataru Meningkat, Lalu-lintas Ruas Tol Jombang–Mojokerto Naik

    Arus Libur Nataru Meningkat, Lalu-lintas Ruas Tol Jombang–Mojokerto Naik

    Mojokerto (beritajatim.com) – Mobilitas kendaraan pada arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan. Hingga H-5 Hari Raya Natal, ASTRA Infra mencatat lonjakan volume kendaraan di sejumlah ruas tol utama, termasuk ruas Tol Jombang–Mojokerto. Peningkatannya hingga 32 persen.

    Pada H-7 Natal atau Kamis (18/12/2025), tercatat sekitar 29 ribu kendaraan melintasi ruas Tol Jombang–Mojokerto. Jumlah tersebut meningkat 16 persen dibandingkan lalu lintas harian normal dan naik sekitar 4 persen dibandingkan periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) tahun sebelumnya.

    Peningkatan volume kendaraan kembali terjadi pada H-6 Natal atau Jumat (19/12/2025). Pada hari tersebut, sebanyak 39 ribu kendaraan melintasi ruas Tol Jombang–Mojokerto, atau meningkat 20 persen dari lalu lintas harian normal serta naik sekitar 19 persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu.

    Sementara itu, pada H-5 Natal atau Sabtu (20/12/2025), lonjakan arus lalu lintas semakin terlihat. ASTRA Infra mencatat sekitar 45 ribu kendaraan melintas di ruas Tol Jombang–Mojokerto. Angka ini meningkat 32 persen dari kondisi normal dan naik sekitar 16 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

    Head of Operations Management, IT & EHS ASTRA Infra, Zanuar Firmanto mengatakan, peningkatan arus lalu-lintas ini menunjukkan mulai bergeraknya masyarakat untuk memanfaatkan libur Natal. ASTRA Infra terus memastikan kesiapan layanan operasional di ruas Tol Jombang–Mojokerto.

    “Hal ini dilakukan guna menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama periode Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya, Minggu (21/12/2025).

    Ia mengimbau pengguna jalan agar merencanakan perjalanan dengan baik dan menghindari waktu puncak arus liburan. Pengendara juga disarankan beristirahat di rest area atau di luar jalan tol apabila merasa lelah, atau setelah maksimal empat jam berkendara.

    “Pengendara dilarang berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Selain itu, pada saat hujan, pengguna jalan diharapkan menyesuaikan kecepatan kendaraan maksimal 70 km per jam demi menjaga keselamatan,” tegasnya. [tin/but]

  • Timo Scheunemann: Perkembangan Sepak Bola Putri di Indonesia Melonjak

    Timo Scheunemann: Perkembangan Sepak Bola Putri di Indonesia Melonjak

    Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih kepala program MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut perkembangan sepak bola putri terus meningkat di berbagai daerah di Indonesia. Banyak talenta muda bermunculan melalui turnamen kelompok umur, termasuk Hydroplus Soccer League yang berlangsung di Surabaya.

    Timo menilai kualitas peserta pada tahun pertama penyelenggaraan turnamen tersebut melampaui ekspektasinya.

    “Lebih baik dari yang saya perkirakan. Memang secara kualitas masih di bawah Bandung dan Jakarta, tapi ini tahun pertama dan hasilnya sudah bagus sekali. Kualitasnya di atas prediksi saya,” ujar Timo, Minggu (21/12/2025).

    Pencapaian ini tidak lepas dari kerja panjang tim MilkLife Soccer Challenge yang konsisten mendatangi sekolah-sekolah untuk mengenalkan sepak bola putri.

    “Selama lebih dari satu tahun kami mendatangi sekolah-sekolah dan instansi untuk mengajak mereka bermain sepak bola. Itu proses yang tidak sederhana,” ucapnya.

    Timo juga mencontohkan lonjakan jumlah pemain putri di Kudus. Tiga tahun lalu hanya ada satu pemain perempuan, kini jumlahnya mencapai 2.200 pemain.

    “Di Kudus dan sekitarnya sekarang sudah ada 2.200 pemain putri. Itu baru satu wilayah,” jelasnya.

    Di Jakarta pun pendekatan ke sekolah dan instansi dilakukan bertahap. Pada gelaran pertama hanya sekitar 20 sekolah berpartisipasi, kemudian meningkat menjadi 60 sekolah, hingga mencapai 220 sekolah pada pelaksanaan terakhir.

    “Ini sebuah movement yang sangat positif. Sampai sekarang kami bahkan kewalahan karena harus melakukan kualifikasi masuk MilkLife. Sekolah yang ingin ikut sangat banyak,” imbuhnya.

    Menurut Timo, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Djarum Foundation, termasuk peran media dalam menyampaikan pesan positif tentang sepak bola putri. Ia menyebut ekosistem kompetisi kini sudah tersusun berjenjang, mulai tingkat SD, SSB, hingga perguruan tinggi.

    “Kita sudah punya jembatan dari SD sampai universitas. Ini penting supaya orang tua tidak khawatir. Anak main bola itu untuk apa? Kalau bagus, bisa lanjut kuliah lewat jalur sepak bola,” katanya.

    Lebih dari sekadar prestasi, Timo menekankan bahwa kesenangan bermain sepak bola harus menjadi fondasi utama. Menurutnya, olahraga ini berperan besar dalam kesehatan mental, sosial, dan pembentukan karakter anak.

    “Nomor satu itu senang. Jangan sampai lupa, dia main bola karena senang, bukan karena terpaksa. Kedua, pengembangan karakter. Soal jadi pemain nasional atau profesional, jangan terlalu muluk-muluk,” pungkasnya. (way/but)

     

  • Program TEKAD 2025, Mendes PDT Dorong Desa di Indonesia Timur Kejar Ketertinggalan

    Program TEKAD 2025, Mendes PDT Dorong Desa di Indonesia Timur Kejar Ketertinggalan

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah mengevaluasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) 2025 untuk memastikan desa-desa di kawasan Indonesia timur mampu mempercepat kebangkitan ekonomi dan mengejar ketertinggalan pembangunan.

    Program TEKAD menyasar 1.110 desa di sembilan provinsi, meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Induk, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

    Program ini dijalankan melalui kerja sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

    Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak nyata TEKAD terhadap peningkatan ekonomi desa, baik di tingkat rumah tangga maupun melalui badan usaha milik desa (BUMDes).

    “Target kita ada peningkatan ekonomi, baik skala rumah tangga maupun skala usaha seperti BUMDes,” kata Yandri saat Workshop Nasional Evaluasi Program TEKAD 2025 di Vasa Hotel Surabaya, Minggu (21/12/2025) malam.

    Menurut Yandri, pendampingan menjadi kunci agar potensi desa di kawasan timur bisa berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah tidak menyeragamkan model usaha, tetapi mendorong desa menguatkan keunggulan masing-masing.

    “Kita tidak menyeragamkan 1.110 desa sasaran itu satu produk. Yang kita kawal adalah bagaimana potensi desa itu menjadi keunggulan mereka,” ujarnya.

    Ia mencontohkan pembinaan kopi Bajawa di Kabupaten Ngada, NTT, yang mampu meningkatkan rencana ekspor dari lima ton menjadi 10 ton pada ekspor perdana. Produk desa lainnya juga diarahkan menembus pasar antarprovinsi hingga ekspor.

    “Termasuk produk-produk yang lain, bisa jadi itu dipasarkan ke provinsi lain atau juga ke ekspor,” kata Yandri.

    Ia menambahkan, pendampingan dilakukan secara berjenjang melalui fasilitator di tingkat provinsi dan kecamatan, disertai pelatihan dan peningkatan literasi sesuai sektor unggulan desa.

    Beberapa desa bahkan difasilitasi belajar langsung ke wilayah lain yang dinilai lebih maju di bidang tertentu. “Pendampingan dan pemberdayaan itu yang paling penting. Bukan hanya bantuan dana,” ujarnya.

    Yandri menegaskan, TEKAD menjadi bagian dari upaya merapatkan kesenjangan pembangunan antarwilayah, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awal pertumbuhan.

    “Harapannya desa-desa di kawasan Indonesia timur bisa mengejar ketertinggalannya,” pungkas Yandri. [ipl/but]

  • Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur berjalan optimal seiring memasuki periode puncak musim hujan.

    Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi meningkat pada musim hujan.

    Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan hingga saat ini telah dilakukan sebanyak 30 kali sortie selama 17 hari masa OMC yang telah berjalan. OMC merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, serta PT Milan Pillery Bersatu selaku operator modifikasi cuaca.

    “BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Khofifah menegaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana.

    “Proses modifikasi cuaca ini adalah bagian dari yang kita inginkan jangan sampai ketika terjadi hujan lebat yang tidak terhindarkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

    Gubernur Khofifah menekankan bahwa OMC dilaksanakan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan titik persemaian awan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan awan yang terpantau melalui radar cuaca.

    “Sebagai contoh, jadwal hari ini rencana take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke bagian selatan, sementara pukul 13.30 WIB akan difokuskan ke bagian utara. Titik semai garam atau kapur ini sesuai update pergerakan awan sesuai data satelit,” kata Khofifah.

    Sebagai informasi, OMC bertujuan membantu awan yang telah terbentuk agar hujan turun lebih teratur dan merata. OMC menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus untuk membantu pembesaran butiran air di awan sehingga hujan dapat terdistribusi lebih baik.

    “OMC bukan bertujuan untuk membuat hujan tiba-tiba, melainkan agar hujan tidak turun terlalu deras di suatu tempat. Sehingga bisa mengurangi resiko banjir, tanang longsor dan bencana lainnya,” jelasnya.

    Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC telah mencapai 30 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, serta total jam terbang mencapai 62 jam 24 menit.

    Selain upaya mitigasi melalui OMC, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.

    “Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” ajak Khofifah.

    Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas selama musim hujan dengan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

    “Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya. (tok/but)

  • Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Gresik (beritajatim.com) – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Satlantas Polres Gresik melakukan inovasi layanan dengan menyiagakan bengkel mobil keliling “Kelingan Aman”. Unit ini ditujukan untuk membantu pemudik dan wisatawan yang mengalami kendala teknis pada kendaraan saat perjalanan.

    Mobil berwarna dasar putih-biru tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 dan ditempatkan di kawasan Gressmall, Jalan Sumatera, Gresik.

    Kendaraan ini dirancang sebagai unit reaksi cepat untuk menangani gangguan ringan kendaraan. Di dalamnya tersedia berbagai peralatan mekanik seperti kompresor angin, kunci teknis, dan perlengkapan pendukung lainnya, guna memastikan kendaraan kembali laik jalan.

    “Wah saya terbantu sekali adanya mobil Kelingan Aman ini saat motor kami bannya kempes,” ujar Firman, warga Pulopancikan Gresik, Minggu (21/12/2025).

    Petugas siaga langsung mengerahkan mobil tersebut untuk melakukan pengisian angin dan pengecekan kendaraan secara gratis sehingga pengendara dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

    Kasatlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa kehadiran mobil bengkel keliling ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru 2025 yang berfokus pada peningkatan layanan kepada masyarakat selama masa libur Nataru.

    “Tujuannya memastikan masyarakat yang sedang menikmati liburan tidak terhambat oleh kendala teknis kendaraan. Gangguan ringan seperti ban kempes atau masalah mesin bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

    Pama Polres Gresik itu menambahkan, layanan bengkel keliling ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan tidak layak jalan, sekaligus mencegah kemacetan akibat kendaraan mogok di kawasan ramai.

    “Dengan inovasi ini, kami menegaskan komitmen memberikan rasa aman, nyaman, dan perlindungan maksimal bagi pemudik maupun wisatawan saat menikmati liburan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. [dny/but]

  • Black Owl Surabaya Komitmen Bantu Korban Kasus Percobaan Pemerkosaan

    Black Owl Surabaya Komitmen Bantu Korban Kasus Percobaan Pemerkosaan

    Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Black Owl Surabaya berkomitmen mendukung pihak kepolisian untuk terus melakukan proses hukum kepada mantan supervisor berinisial RB yang dilaporkan usai menganiaya dan mencoba memperkosa salah satu konsumen berinisial SD.

    “Manajemen Black Owl Surabaya tentu akan mendukung penuh korban. Di surat somasi kedua kami sudah menjelaskan kami siap membantu korban untuk dengan memberikan semua yang dibutuhkan polisi untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Legal Black Owl Egy Ramadhan.

    Egy menjelaskan dari informasi yang didapat pihak manajemen Black Owl Surabaya, korban SD sudah dua kali menginjakan kaki di salah satu klub terbesar di kota Pahlawan itu. Kunjungan pertama, SD saat itu bersama rekan-rekannya. Di kunjungan pertama itulah, SD mendapatkan voucher membership senilai Rp 2 juta dari manajemen Black Owl Surabaya.

    “Saat datang pertama kali, korban datang bersama dengan orang yang lebih tua begitu dan diberi voucher. Voucher itu memang diperuntukan untuk konsumen perempuan. Kita juga tidak tahu bagaimana korban bisa kebetulan dapat. Jadi dibagikan random saja,” imbuh Egy.

    Egy mengatakan, RB menggunakan relasi kuasa untuk menabrak aturan perusahaan. Seperti yang terjadi pada kedatangan korban 16 Oktober 2025. Menurut Egy, saat itu RB sengaja menekan karyawan lain agar korban dapat masuk sebagai konsumen walaupun usianya masih belum cukup. RB juga pihak yang mengurus penukaran voucher yang dimiliki SD.

    “Voucher itu bisa digunakan tanpa pembelian minimum. Bisa digunakan untuk makan dan minum di Black Owl Surabaya. Memang untuk karyawan setingkat RB ini kan dia punya kuasa untuk menekan karyawan lain. Memang dia (RB) ini biang keroknya,” tegas Egy.

    Atas peristiwa ini, pihak manajemen Black Owl Surabaya sudah melakukan pemecatan kepada RB sehari setelah peristiwa penganiayaan dan upaya pemerkosaan terjadi. Menurut Egy, peristiwa ini merupakan murni kesalahan RB. Sehingga, ia meminta agar tidak ada lagi pihak yang menyerang Black Owl Surabaya sebagai sebuah perusahaan.

    “Kita sudah tindak tegas dengan pemecatan terhadap karyawan yang bermasalah. ketika ada salah satu pemangku jabatan tidak menjalankan SOP nya dengan baik apakah organisasi yang dicoret. Nggak dong pasti oknumnya dong yang kita permasalahkan kan gitu ya,” jelasnya.

    Diketahui sebelumnya, Supervisor Black Owl Surabaya berinisial RB dilaporkan ke polisi lantaran mencoba memerkosa salah satu pengunjung yang masih berusia anak-anak. Beruntung, aksi percobaan pemerkosaan itu gagal usai RB digerebek istrinya.

    Penasehat Hukum Korban, Renald Christopher mengatakan aksi percobaan pemerkosaan itu terjadi pada 17 Oktober 2025 lalu di Best Hotel Surabaya jalan Kedungsari.

    “RB membohongi korban berinisial SD akan diantar pulang dengan taksi online. Namun ternyata malah dibawa ke Best Hotel,” kata Renald.

    Renald menjelaskan saat itu korban datang sendiri ke Black Owl untuk merayakan ulang tahun bersama temannya. Namun, saat itu teman korban tidak datang. Sehingga korban sendirian di Black Owl Surabaya.

    “Korban sebelumnya diberi voucher senilai Rp 2 juta dan bisa digunakan untuk minuman beralkohol saja. Lalu pada tanggal 16 Oktober korban diundang oleh manajer Black Owl untuk datang dan menggunakan vouchernya,” imbuh Renald.

    Selama berada di Black Owl Surabaya, korban ditemani oleh pelaku RB. Keduanya baru berkenalan saat itu usai dikenalkan oleh manajer Black Owl yang mengundang korban. Selama bersama, RB terus mencekoki SD dengan minuman beralkohol hingga mabuk. Selama minum, korban mengaku terus dibujuk rayu agar mau pulang bersama. Namun, ajakan itu terus ditolak oleh SD.

    “Pelaku memanfaatkan kesadaran korban yang mulai hilang karena minum alkohol. Saat itu pelaku sudah memesan taksi online dan korban dijanjikan diantar pulang. Namun oleh pelaku malah diajak ke Best Hotel,” tuturnya. (ang/but)

  • Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Madiun (beritajatim.com) – Kepolisian menegaskan tidak pernah melakukan pembubaran terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku “Reset Indonesia” yang berlangsung di wilayah Kabupaten Madiun pada Sabtu malam (20/11/2025). Isu penghentian acara tersebut disebut bukan berasal dari aparat kepolisian.

    Kapolsek Nglames AKP Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya memang menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari. Namun, pemberitahuan itu disampaikan secara mendadak dan tidak melalui mekanisme resmi.

    “Pemberitahuan kami terima sore hari melalui pesan singkat dalam bentuk PDF. Selain waktunya mepet, tanggal dalam dokumen juga tidak sesuai,” kata AKP Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).

    AKP Gunawan mengungkapkan dirinya tidak berada di lokasi saat acara berlangsung karena sedang mengikuti agenda lain bersama unsur Koramil. Meski begitu, ia telah menginstruksikan anggotanya untuk mendatangi lokasi kegiatan.

    “Saya minta anggota datang ke lokasi hanya untuk memantau agar kegiatan berjalan aman dan tertib. Bahkan sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan panitia agar acara selesai pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

    Menurutnya, penghentian kegiatan diduga berkaitan dengan sikap pihak pemerintah kecamatan yang menilai acara tersebut belum mengantongi izin yang lengkap. Namun, ia menegaskan kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

    “Dari sisi kami tidak ada pembubaran. Justru kami berkewajiban mengamankan karena ada kerumunan warga. Semua dilakukan secara koordinatif,” jelasnya.

    AKP Gunawan menambahkan, kepolisian tetap memberikan jaminan keamanan terhadap setiap kegiatan masyarakat, baik yang telah mengantongi izin resmi maupun yang baru sebatas pemberitahuan.

    “Selama ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, tugas kami adalah memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (rbr/but)