Author: Beritajatim.com

  • Tolak Rujuk Usai Terima Kompensasi Rp 2 Miliar, Istri di Surabaya Justru Didakwa KDRT Psikis

    Tolak Rujuk Usai Terima Kompensasi Rp 2 Miliar, Istri di Surabaya Justru Didakwa KDRT Psikis

    Surabaya (beritajatim.com) – Vinna Natalia Wimpie Widjojo tampak pasrah. Rasa takutnya tampak masih ia rasakan. Vinna menjalani sidang lanjutan di PN Surabaya atas laporan suaminya, Sena Sanjaya Tanata Kusuma. Vinna didakwa melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam rumah tangga (KDRT) karena menolak untuk rujuk.

    Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim S. Pujiono di ruang Kartika PN Surabaya. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina dan M. Mosleh Rahman mendakwa Vinna melanggar Pasal 5 huruf b jo Pasal 45 ayat (1) UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT, terkait dugaan kekerasan psikis terhadap korban.

    Dalam keterangannya di persidangan, Vinna mengakui telah menerima uang kompensasi sebesar Rp 2 miliar serta nafkah bulanan Rp 75 juta sebagai bagian dari kesepakatan damai agar laporan KDRT dicabut dan rumah tangga dipertahankan. Namun, meski kompensasi telah diterima, Vinna menegaskan tetap menolak kembali ke rumah.

    “Saya tidak mau pulang karena nyawa saya taruhannya. Saya pernah dipukul, diinjak, dipukul pakai ikat pinggang, dan diancam dibunuh,” ujar Vinna di persidangan.

    Vinna menyebut dirinya meninggalkan rumah sejak 15 Desember 2023 dan tinggal di rumah orang tuanya di Sidoarjo. Ia mengaku proses perdamaian berlangsung berbulan-bulan dan penuh tekanan, termasuk dorongan untuk mencabut laporan polisi.

    JPU kemudian menyoroti fakta bahwa setelah menerima kompensasi Rp 2 miliar, Vinna justru kembali mengajukan gugatan cerai untuk kedua kalinya pada 31 Oktober 2024, saat perkara telah memasuki tahap II di Kejaksaan. Hal tersebut dipertanyakan karena sebelumnya telah ada kesepakatan damai.

    Menjawab hal itu, Vinna menyatakan upaya restorative justice (RJ) sempat difasilitasi Kejaksaan, namun ia menolak rujuk karena merasa terus mendapat ancaman dan hinaan. Bahkan, menurut Vinna, dalam proses tersebut kembali muncul pembahasan kompensasi lanjutan hingga Rp 20 miliar terkait hak dan kewajiban apabila damai. “Saya mau kembali, tapi saya takut. Saya tahu ada kekerasan lagi. Saya tidak berani,” ucapnya.

    Sebelumnya, korban Sena Sanjaya Tanata Kusuma telah dihadirkan sebagai saksi. Sena mengaku mengalami tekanan batin berat karena Vinna menolak kembali ke rumah, meski dirinya telah memenuhi kesepakatan perdamaian, termasuk uang Rp 2 miliar, nafkah bulanan Rp 75 juta, dan janji rumah senilai Rp 5 miliar.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan psikiatri RS Bhayangkara Surabaya tertanggal 22 Februari 2025, Sena dinyatakan mengalami gangguan cemas dan depresi akibat konflik rumah tangga berkepanjangan. Sidang akan dilanjutkan Rabu, 24 Desember 2025, dengan agenda pembacaan tuntutan JPU. [uci/kun]

  • Sepucuk Urea, Sepotong Harapan: Digitalisasi Pupuk dan Kedaulatan Pangan dari Argopuro

    Sepucuk Urea, Sepotong Harapan: Digitalisasi Pupuk dan Kedaulatan Pangan dari Argopuro

    Situbondo (beritajatim.com) – Kios Dua Putra, toko yang menyediakan kebutuhan pertanian di lereng Gunung Argopuro, tepatnya di Desa Tlogosari, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo tengah lengang. Datang seorang petani mengendarai motor khas yang dia pakai setiap kali bekerja di ladang. Usai memarkir motor, petani itu mendekati etalase toko berbahan kayu sederhana yang pada bagian depan ditutup dengan anggitan kawat. Di dalamnya terpajang segala macam obat untuk tanaman.

    Melihat petani tersebut, Umi Kulsum (52), pemilik toko yang akrab disapa Bu Da, segera menghampiri. Dia lalu bertanya apa keperluan petani tersebut. Lebih tepatnya, barang apa yang sedang dibutuhkan.

    Si petani pun segera menanggapi bahwa dia sedang butuh pupuk. Setelah mengetahui maksud petani itu, Bu Da langsung mengambil ponsel, membuka aplikasi i-Pubers, dan menempatkan pada posisi kamera belakang menghadap ke petani. Lalu, Bu Da meminta si petani memandang ke arah kamera ponselnya.

    Setelah menekan tombol capture, wajah petani itu sudah terekam di layar ponsel Bu Da. Proses pemindaian berjalan cepat. Lalu muncullah data si petani. Bu Da lalu meminta petani menunjukkan KTP asli. Difotonya KTP si petani untuk verifikasi data.

    Di sudut lain, suaminya, Pak Fauzan, dengan cekatan membantu mengangkat dua karung pupuk subsidi jenis Urea seberat 50 Kilogram ke atas motor modif khas petani yang bisa menerjang curamnya jalur ke Tamankursi. Setelah semua proses selesai, si petani bisa pulang dengan senyum. Akhirnya, pupuk Urea yang petani butuhkan itu sudah didapat.

    Potret di atas menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana terjaminnya ketersediaan pupuk saat ini, yang cakupannya hingga daerah pelosok. Digitalisasi telah menghadirkan rasa lega bagi para petani lantaran mereka tak perlu lagi merasakan kecemasan akan ada tidaknya penyubur bagi komoditas yang mereka tanam.

    Sementara di penjual, tidak ada lagi tumpukan buku manual yang rumit. Pelayanan kini sepenuhnya menggunakan sistem digitalisasi melalui aplikasi i-Pubers (Integrasi Pupuk Bersubsidi). Rasa lega pun terselip di benak para penjual pupuk.

    Memutus Rantai Birokrasi Berbelit

    Sistem pelayanan di Kios atau yang sekarang disebut sebagai Penerima Pada Titik Serah (PPTS) tidak lagi berjalan diselimuti ketidakpastian. Keandalan stok di gudang Bu Da dikawal secara berlapis dengan dua digitalisasi, yaitu i-Pubers di sisi pelayanan petani, dan aplikasi Rekan Kios untuk memastikan manajemen stok.

    Aplikasi Rekan Kios memungkinkan PT Pupuk Indonesia memantau pergerakan stok secara real-time hingga ke level pengecer. Sebelum petani datang, sistem ini memastikan kuota pupuk tersedia di gudang.

    Hal ini didukung oleh fakta bahwa stok di Kios Dua Putra pada tahun 2025 mencapai ratusan ton. Bahkan di Desember ini, Kios Dua Putra memiliki stok sebanyak 3,9 ton Urea N 46 persen dan 6,8 ton NPK Phonska. Angka itu mencerminkan kepercayaan besar pemerintah pada kapasitas kios sebagai garda terdepan.

    Bagi Bu Da, aplikasi Rekan Kios menjadi “asisten” digital yang membuat manajemen gudangnya menjadi sangat rapi. Jika dulu ia harus membongkar tumpukan nota dan menghitung karung secara manual setiap malam, kini segalanya ada dalam genggaman ponsel.

    “Lewat Rekan Kios, saya tidak perlu bingung lagi soal sisa stok. Setiap ada pupuk masuk dari distributor, langsung tercatat. Begitu ada petani menebus lewat i-Pubers, stok di aplikasi Rekan Kios otomatis berkurang. Saya bisa pantau kapan saja, bahkan saat stok menipis, sistem sudah memberi tanda. Ini sangat membantu kami yang sudah sepuh (lansia) supaya tidak ada kesalahan hitung,” jelas Bu Da.

    Umi Kulsum (Bu Da) dan Pak Fauzan merasakan perbedaan drastis jika dibandingkan dengan dua dekade lalu. Dulu, pencatatan manual di buku tulis usang seringkali berbelit, melelahkan, dan rentan terjadi kesalahan.

    “Tahun-tahun awal itu adalah ujian kesabaran. Sekarang, sistem i-Pubers jauh lebih memudahkan. Meski awalnya kami yang generasi tua ini harus beradaptasi dengan teknologi, manfaatnya nyata. Tidak ada lagi laporan manual yang melelahkan,” kenang Pak Fauzan yang mengaku untuk adaptasi teknologi dibantu oleh sang putri.

    Kelebihan utama i-Pubers yang dirasakan oleh kios adalah sinkronisasi otomatis dengan data e-RDKK. Digitalisasi menuntut presisi tinggi, setiap penebusan wajib menggunakan KTP asli, foto wajah petani secara real-time, dan pelacakan posisi GPS. Hal ini memastikan setiap butir pupuk yang keluar dari kios memiliki jejak digital yang tidak bisa dimanipulasi.

    “Bagi saya, sistem ini adalah pelindung. i-Pubers memastikan jatah petani aman, tidak ada lagi oknum yang bisa mencuri hak mereka. Dulu petani datang dengan wajah cemas karena takut pupuk habis atau jatahnya hilang, sekarang mereka pulang dengan senyum karena kepastian stok itu ada,” terang pria yang kini berusia 60 tahun itu.

    Tahun 2025 menjadi angin segar bagi pemilik kios pupuk seperti Bu Da maupun petani. Kini wajah pertanian Indonesia lebih maju. Di tangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan koordinasi ketat PT Pupuk Indonesia (Persero), sistem distribusi lama yang penuh celah kecurangan resmi ditinggalkan.

    Aplikasi i-Pubers untuk penyediaan pupuk subsidi bagi petani. (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

    Senada dengan sang suami, bagi Bu Da, i-Pubers awalnya terasa seperti gunung yang lebih tinggi dari Argopuro, apalagi ia generasi yang sama sekali tak akrab dengan teknologi.

    “Saya awalnya kesulitan, begitu juga petani di sini. Masalah terbesar di pelosok adalah kebiasaan. Banyak petani sepuh yang lupa membawa KTP, atau datanya belum sinkron di e-RDKK. Karena jalannya jauh dan susah, saya sering merasa iba kalau harus menyuruh mereka pulang lagi mengambil kartu,” cerita Bu Da.

    Namun, ia sadar bahwa ketegasan adalah bentuk kasih sayang yang lebih besar. Ia mulai berperan sebagai edukator. Di sela melayani pembeli, ia menjelaskan bahwa sistem ini adalah pelindung petani. i-Pubers memastikan bahwa tidak ada lagi oknum yang bisa mencuri jatah pupuk mereka.

    Transformasi digital ini memangkas jarak antara kebijakan di Jakarta dengan realitas di area lahan tanam. Tak ada lagi laporan manual yang melelahkan atau risiko manipulasi data. Segalanya menjadi transparan, adil, dan tepat sasaran.

    Suara dari Ladang Tamankursi: Jaminan Pupuk untuk Masa Depan Anak

    Kemudahan sistem i-Pubers dirasakan paling nyata oleh para petani di Desa Tamankursi, desa yang menjadi tanggungjawab kios Dua Putra dengan lokasi yang jauh lebih terpencil. Untuk mencapai desa ini, diperlukan waktu 30 menit berkendara ke arah selatan menyusuri jalanan curam dan berliku yang hanya bisa dilalui kendaraan pick-up.

    Bagi petani di sini, pupuk bukan sekadar input pertanian, melainkan penentu apakah dapur tetap mengepul dan anak-anak bisa lanjut sekolah.

    Mohammad Sutep, Ketua Kelompok Tani Melati, menceritakan betapa kontrasnya kondisi sekarang dibandingkan masa lalu.

    “Dulu itu susah sekali, kami sering was-was. Apakah musim tanam kali ini ada pupuk? Kalau pupuk terlambat atau langka, seluruh rencana hidup kami berantakan. Sekarang dengan i-Pubers, ketersediaan jauh lebih terjamin. Kami merasa lebih aman karena setiap transaksi ada fotonya, ada buktinya, jadi tidak bisa dimainkan oknum,” ujar Sutep.

    Bagi Sutep dan rekan-rekannya di Kelompok Tani Mawar dan Edelweis, kepastian stok juga penurunan harga sebesar 20 persen di tahun 2025 adalah anugerah besar. Mereka menggarap lahan miring di lereng Argopuro dengan komoditas utama padi untuk makan sehari-hari, serta jagung, kopi, dan tembakau untuk penghasilan.

    “Padi kami makan sendiri untuk bertahan hidup. Tapi jagung, kopi, dan tembakau itu untuk masa depan anak. Kalau pupuk mahal atau langka, impian anak-anak kami untuk kuliah bisa kandas,” kata Sutep dengan yang lirih sekaligus haru.

    Sutep mengapresiasi peran Kios Dua Putra yang tidak hanya sekadar melayani transaksi digital, tapi juga memberi pendampingan bagi petani sepuh yang kesulitan birokrasi.

    “Kios Dua Putra sangat kasihan pada petani. Kalau ada KTP yang bermasalah atau data e-RDKK belum sinkron, putrinya Bu Da yang paling sibuk membantu mengurus ke dinas. Mator ksoon se rajeh (terima kasih yang sebesar-besarnya), ketersediaan pupuk sekarang benar mengawal produktivitas kami,” tutup Sutep.

    Foto petani penerima pupuk subsidi usai proses pemindaian di aplikasi i-Pubers. (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

    Hal serupa disampaikan Yayan, Ketua Kelompok Tani Mawar, dan Ripin, Ketua Kelompok Tani Edelweis. Keduanya telah menjadi saksi hidup perubahan besar. Ia mengenang betapa peliknya mendapatkan pupuk di masa lalu, di mana akses jalan yang sulit seringkali diperparah dengan ketidakpastian stok.

    “Dulu itu sangat susah, kami sering was-was setiap masuk musim tanam. Pertanyaannya selalu sama: Apakah pupuknya ada? Kalau pupuk langka, rencana kami untuk panen jagung, kopi, dan tembakau bisa berantakan. Padahal hasil itulah yang kami pakai untuk menyekolahkan anak,” ungkap Yayan dengan nada serius.

    Kini, melalui i-Pubers, kekhawatiran itu sirna. Yayan menilai sistem baru ini memberikan jaminan ketersediaan yang jauh lebih kuat karena setiap transaksi terpantau langsung oleh pusat. Dampaknya sangat nyata bagi petani, mereka tidak lagi takut jatah pupuknya diselewengkan karena setiap penebusan harus melalui verifikasi foto dan KTP asli.

    “Sekarang kami lebih tenang. Dengan i-Pubers, ketersediaan pupuk lebih terjamin dan transparan. Kami merasa aman karena setiap transaksi ada fotonya, ada buktinya. Tidak ada lagi jatah yang dimainkan oknum,” tambahnya.

    Sentimen serupa juga datang dari Ripin. Ia merasa sistem digital ini adalah bentuk perlindungan pemerintah agar petani di pelosok gunung tetap bisa berproduksi secara maksimal.

    “Intinya sekarang pelayanan lebih kuat. Kalau pupuk datang tepat waktu dan jumlahnya pas sesuai jatah di aplikasi, kami bisa fokus bekerja di ladang. Produktivitas terjaga, dan masa depan anak-anak kami lebih terjamin,” jelas Ripin.

    Kios Sebagai Instrumen Kedaulatan Pangan

    Transformasi digital di lereng Argopuro ini tidak luput dari perhatian akademisi. Dr. Sujarwo, S.P., M.P., Pakar Ketahanan Pangan dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (UB), menilai bahwa peran kios saat ini telah bergeser menjadi instrumen strategis negara. Menurutnya, kios bukan lagi sekadar tempat transaksi dagang biasa, melainkan buffer (penyangga) ekonomi desa yang vital.

    “Kios seperti milik Bu Da adalah ujung tombak penguatan supply chain distribusi pupuk di sisi hilir yang bersentuhan langsung dengan petani,” urai Sujarwo.

    Ia menekankan bahwa integrasi sistem Rekan Kios dan i-Pubers memberikan tiga dampak fundamental bagi ketahanan pangan nasional. Pertama, transparansi informasi, menghilangkan faktor ketidakpastian bagi petani mengenai ketersediaan dan harga.

    Kedua, kepercayaan sosial, interaksi ekonomi yang transparan mencegah rasa dicurangi dan membangun ketenangan sosial di pedesaan. Ketiga, transfer teknologi, kios berfungsi sebagai pusat transfer pengetahuan digital bagi masyarakat desa yang selama ini tidak akrab dengan teknologi.

    Sujarwo menjelaskan bahwa dengan data yang tersentral hingga ke pemerintah pusat, prinsip 6T (Tepat Jenis, Mutu, Jumlah, Waktu, Harga, dan Sasaran) dapat tercapai.

    “Jika fungsi ini berjalan baik, kendala pupuk teratasi dan petani lebih baik dalam memitigasi perubahan iklim hingga serangan hama. Dengan majunya pertanian, secara tidak langsung kemiskinan ekstrem di perdesaan akan terreduksi,” tambah pakar yang memiliki konsen pada dunia pertanian itu.

    Salah satu lahan yang digarap oleh petani Tamankursi di lereng gunung Argopuro (Foto: Dani Alifian/beritajatim.com)

    Meski demikian, Sujarwo memberi catatan strategis bahwa sistem i-Pubers harus tetap fleksibel dan didukung oleh peran penyuluh lapangan serta kelompok tani. Tujuannya agar transformasi digital ini tidak sekadar menjadi alat kontrol birokrasi, tetapi menjadi lembaga lokal yang memberdayakan petani secara berkelanjutan.

    Sinergi dari Balik Layar

    Kelancaran distribusi yang dirasakan petani di Desa Tamankursi merupakan hasil sinkronisasi tanpa henti dalam jalinan sinergitas. Di Situbondo, sinergi ini dipimpin oleh kolaborasi antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pertanian.

    Bayu pengawas lapangan pupuk Indonesia di Situbondo, menjadi sosok di balik layar yang memastikan pasokan tidak terputus meski secara geografis wilayah Sumbermalang sangat menantang.

    “Kami menyadari tantangan geografis lereng Argopuro sangat ekstrem. Maka, strategi kami adalah penguatan pelayanan melalui pendistribusian stok lebih awal. Kami pastikan stok di kios selalu tersedia sebelum puncak musim tanam tiba agar tidak ada kekosongan saat petani sangat membutuhkan,” jelas Bayu kepada beritajatim.com.

    Sinkronisasi ini melibatkan manajemen logistik yang ketat. Koordinasi dilakukan mulai dari asisten distributor untuk mengatur jadwal truk pengangkut pupuk hingga mitigasi cuaca.

    “Jika ada kendala jalan longsor atau hujan badai yang sering terjadi di wilayah Kecamatan Sumbermalang, tim segera mencari jalan keluar agar distribusi tetap berjalan,” kata Rian, perwakilan pihak distributor pupuk Indonesia yang beroperasi di wilayah kecamatan Sumbermalang.

    Pemerintah Kabupaten Situbondo turut memastikan bahwa kelancaran distribusi ini dibarengi dengan kepatuhan harga. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Dadang Aries Bintoro, mengungkapkan bahwa serapan pupuk di wilayahnya merupakan salah satu yang terbaik di Jawa Timur.

    “Hingga pertengahan 2025, serapan Urea sudah mencapai 14.331 ton dari alokasi 29.950 ton. Ini bukti bahwa sistem distribusi di tingkat kios berjalan efektif dan petani kita sangat produktif,” papar Dadang.

    Senada dengan kebijakan pusat, Muhammad Zaini, Kabid Penyuluhan, menegaskan bahwa melalui Kepmentan Nomor 117 Tahun 2025, harga pupuk subsidi telah dipangkas sebesar 20 persen. Dinas Pertanian melakukan pengawasan ketat agar Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru Rp1.800/kg untuk Urea dan Rp 1.840/kg untuk NPK dipatuhi tanpa pengecualian.

    “Kami melakukan pengawasan hingga ke pelosok. Jika ada kios yang berani bermain harga di atas HET, sanksinya tegas berupa pencabutan izin usaha. Namun, kami juga memahami kondisi geografis, jika ada kesepakatan jasa angkut dari kios ke puncak gunung karena medan yang sulit, itu adalah hal lumrah untuk logistik, bukan kenaikan harga pupuknya,” jelas Zaini.

    Menutup Celah Kecurangan dengan Digitalisasi

    Sistem i-Pubers dan Rekan Kios sengaja dibangun untuk menutup rapat celah kecurangan. Dengan fitur verifikasi wajah secara real-time dan pelacakan posisi GPS, praktik penyimpangan seperti pupuk palsu atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) kini mustahil dilakukan tanpa meninggalkan jejak digital.

    ​Langkah ini sejalan dengan komitmen tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Baginya, melindungi 160 juta petani Indonesia adalah harga mati. Melalui kanal pengaduan WhatsApp Lapor Pak Amran, pemerintah memberikan perlindungan langsung bagi petani dan pengecer jujur.

    ​”Identitas pelapor kami jaga. Bila ada penyimpangan, kami akan tindak tegas. Kita harus lindungi petani kita. Yang melapor adalah pahlawan pangan,” tegas Mentan Amran. Komitmen ini bukan gertakan sambal, terbukti dengan pencabutan izin 190 kios dan distributor yang secara terang benderang melanggar di seluruh Indonesia.

    ​Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menambahkan bahwa inovasi digital yang dilakukan Pupuk Indonesia ini tidak hanya menghadirkan transparansi, tetapi juga efisiensi finansial yang signifikan bagi negara. Mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, poin utamanya tetap pada kesejahteraan petani.

    ​”Inovasi ini memastikan petani tidak lagi mengeluh soal ketersediaan pupuk. Digitalisasi yang dimulai dari pinggiran, dari lereng gunung seperti Argopuro, adalah langkah nyata kita menuju kedaulatan pangan nasional,” pungkas pria yang akrab disapa Mas Dar tersebut.

    ​Dengan stok nasional yang melimpah dan sistem pengawasan yang presisi, perjalanan sebutir pupuk dari pabrik hingga ke lereng Argopuro adalah narasi panjang tentang pengabdian, teknologi, dan wujud nyata cinta pada Tanah Air. Di tangan orang seperti Umi Kulsum, kedaulatan pangan bukan lagi sekadar jargon politik di layar televisi, melainkan sebuah kerja nyata yang dilakukan dengan hati, di setiap butir urea dan NPK yang ditebar di atas tanah Pertiwi.

    Tahun 2025 ini penuh dengan lembaran baru. Dengan target serapan yang diprediksi mencapai 100 persen, ia yakin panen tahun depan akan melimpah.

    “Harapan saya cuma satu,” tutup Bu Da dari Kios Dua Putra, sembari tersenyum tulus. “Semoga sistem yang sudah baik ini terus dipertahankan. Biarlah kami di garda depan ini yang bekerja keras, asalkan petani tidak lagi merasa susah. Karena kalau petani sejahtera, bangsa ini pun akan kuat.” [dan/beq]

  • Dishub Surabaya Sorot Jukir Liar di Tempat-Tempat Wisata saat Libur Nataru 2025

    Dishub Surabaya Sorot Jukir Liar di Tempat-Tempat Wisata saat Libur Nataru 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperketat pengawasan terhadap praktik juru parkir (jukir) liar di berbagai titik wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

    Pengawasan intensif ini akan melibatkan personel gabungan dari Dishub, Satpol PP, BPBD, Polrestabes Surabaya, hingga Gartap III, untuk memastikan suasana liburan di penghujung tahun berjalan kondusif.

    “Akan ada penjagaan gabungan yang sudah disebutkan tadi. Semuanya bersama-sama untuk menjaga. Dishub tidak akan libur,” kata Plt Kepala Dishub Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, Senin (22/12/2025).

    Trio juga menjelaskan bahwa fokus utama pengamanan saat ini diarahkan pada dua destinasi favorit, yakni Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran.

    Khusus di area KBS, Pemkot bahkan merangkul puluhan warga sekitar untuk menjadi Pemandu Parkir Kebun Binatang Surabaya (PPKBS). “PPKBS ada kurang lebih 24 orang yang sudah kami rekrut untuk membantu,” terangnya.

    Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk mengantisipasi jukir liar sekaligus mengatur alur keluar-masuk kendaraan agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan atau crowded.

    Selain pelibatan warga, Pemkot Surabaya juga menerapkan sistem pergantian tugas (shift) bagi para jukir resmi untuk menjaga kondisi fisik dan psikologis petugas di lapangan.

    Meski memberikan fleksibilitas melalui sistem kerja tersebut, Trio menegaskan bahwa pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas bagi jukir liar maupun jukir resmi yang lalai hingga menyebabkan crowded.

    “Kalau sanksi kita tegas. Kami pun juga menyadari bahwa fisik dan psikologi dari anggota pasti lelah latih, makanya akan ada shift-shiftan,” pungkas Trio. (rma/kun)

  • Calon Jemaah Haji Cadangan Sumenep 2026 Ditetapkan 650 Orang

    Calon Jemaah Haji Cadangan Sumenep 2026 Ditetapkan 650 Orang

    Sumenep (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep resmi menetapkan sebanyak 650 calon jemaah haji (CJH) cadangan untuk keberangkatan musim haji tahun 2026. Penetapan ini melengkapi total kuota jemaah asal Sumenep yang mencapai 1.662 orang, terdiri dari 1.012 jemaah reguler dan 650 jemaah cadangan yang siap mengisi kursi jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

    Kepala Kantor Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimy, mengonfirmasi bahwa penentuan jumlah cadangan ini didasarkan pada undangan resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya kini mulai bergerak cepat untuk mendistribusikan informasi kepada para jemaah yang masuk dalam daftar tersebut agar segera mempersiapkan dokumen keberangkatan.

    “Penetapan itu sesuai dengan undangan resmi yang kami terima dari pemerintah pusat, bahwa untuk Sumenep, kuota CJH cadangan sebanyak 650 orang,” kata Ahmad Halimy, Senin (22/12/2025).

    Bagi Anda yang masuk dalam daftar cadangan, catat jadwal penting ini. Proses pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 2 hingga 9 Januari 2026.

    Meski belum ada jaminan keberangkatan 100 persen, para jemaah cadangan memiliki kewajiban administrasi yang setara dengan jemaah reguler. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi agar jemaah siap berangkat jika ada kekosongan kursi di kloter utama.

    “Meski berstatus sebagai cadangan, namun CJH tetap wajib menjalani proses administrasi secara lengkap. Mulai pembuatan paspor, hingga perekaman bio visa,” terang Halimy.

    Selain urusan berkas dan biaya, faktor kesehatan menjadi filter utama bagi calon tamu Allah. Kemenhaj menegaskan bahwa status kesehatan atau istitha’ah adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum jemaah dinyatakan layak berangkat ke tanah suci.

    Halimy menjelaskan bahwa setiap jemaah wajib melalui pemeriksaan kesehatan fisik dan mental yang ketat. Kesiapan ini menjadi krusial mengingat tantangan cuaca dan aktivitas fisik yang tinggi selama prosesi ibadah haji berlangsung.

    “Nantinya para calon jemaah haji juga harus belajar dan memahami manasik, serta wajib sehat secara fisik dan mental. Jadi para calon jemaah haji harus mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik dan mental mereka memenuhi syarat istitha’ah. Ini merupakan syarat haji wajib,” paparnya.

    Tingginya antusiasme warga Sumenep sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Kemenhaj Sumenep mengimbau para jemaah dan keluarga untuk tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial atau pesan berantai yang menjanjikan kemudahan keberangkatan dengan imbalan tertentu.

    “Jangan mudah merespon pesan atau informasi yang tidak jelas sumbernya. Jika membutuhkan informasi resmi, calon jemaah haji silahkan menghubungi Kantor Kementerian Haji dan Umroh Sumenep,” tegas Halimy. [tem/beq]

  • Kades Taji Magetan Ajukan Mundur, BPD dan Perangkat Desa Kompak Meminta Bertahan

    Kades Taji Magetan Ajukan Mundur, BPD dan Perangkat Desa Kompak Meminta Bertahan

    Magetan (beritajatim.com) – Proses pengunduran diri Kepala Desa Taji, Sigit Supriyadi, dipastikan belum masuk ke tahap formal meski surat permohonan telah diterima pihak kecamatan. Pelaksana Tugas (Plt) Camat Karas, Eka Radityo, menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih mengupayakan langkah tabayun atau klarifikasi untuk memastikan stabilitas pemerintahan di desa tersebut.

    Langkah klarifikasi ini dilakukan melalui pertemuan antara pihak kecamatan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan perangkat Desa Taji di Balai Desa Taji pada Senin (22/12/2025). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari salinan surat pengunduran diri yang masuk ke meja Camat pada Jumat (19/12/2025) lalu.

    “Secara prinsip, pengunduran diri kepala desa diusulkan oleh BPD kepada Bupati melalui Camat, dilampiri surat pernyataan pengunduran diri. Tapi sebelum ke sana, kami klarifikasi dulu,” ujar Eka Radityo.

    Dalam forum tersebut, mayoritas anggota BPD dan perangkat desa secara terbuka menyampaikan aspirasi agar Sigit Supriyadi tetap memimpin desa. Alasan utamanya adalah masa jabatan Sigit yang baru akan berakhir pada tahun 2027, sehingga keberlanjutan program pembangunan dinilai sangat krusial.

    “Semua menyampaikan pendapat agar Mbah Kades tetap bertahan menyelesaikan masa jabatannya. Pertimbangan-pertimbangan itu kami serahkan kembali kepada Mbah Kades,” jelas Eka.

    Meski mendapatkan dukungan penuh dari internal perangkat desa, Sigit Supriyadi atau yang akrab disapa Mbah Sigit, belum memberikan jawaban pasti. Ia mengaku masih membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan desakan dari para kolega dan stafnya sebelum mengambil keputusan final.

    Kondisi ini membuat kepastian administratif menjadi menggantung. Eka Radityo pun mendesak agar ada pertemuan lanjutan internal guna memberikan kepastian hukum dan sosial bagi warga Desa Taji.

    “Saya sebenarnya berharap ada jawaban hari ini, tapi beliau masih membutuhkan waktu. Saya minta setelah ini segera ada pertemuan antara BPD dan Mbah Kades untuk memastikan apakah proses ini dilanjutkan atau tidak,” tambah Eka.

    Secara regulasi, jika Sigit tetap pada pendiriannya untuk mundur, BPD wajib mengajukan usulan pemberhentian kepada Bupati Magetan melalui Camat dengan lampiran surat pernyataan bermaterai. Sebaliknya, jika ia memilih bertahan, maka surat yang sudah dikirimkan sebelumnya akan dianulir dan diklarifikasi kepada publik.

    Di tengah ketidakpastian ini, Plt Camat Karas menekankan bahwa fungsi pemerintahan tidak boleh lumpuh. Terlebih, Desa Taji memiliki tenggat waktu yang sangat sempit untuk menyelesaikan penetapan APBDes Tahun Anggaran 2026.

    “Selama belum ada SK pemberhentian dari Bupati, Mbah Sigit tetap memiliki kewajiban dan tanggung jawab sebagai kepala desa. Pelayanan tidak boleh terganggu dan masyarakat tidak perlu resah,” tegasnya.

    Terkait motif di balik pengunduran diri tersebut, Sigit Supriyadi hanya menuliskan alasan merasa tidak mampu mengemban tugas dalam surat resminya. Namun, detail mengenai ketidakmampuan yang dimaksud belum disampaikan secara gamblang dalam forum klarifikasi.

    “Sampai tadi belum disampaikan secara detail, karena semua pihak justru meminta beliau tetap bertahan. Maka kami minta keputusannya tidak terlalu lama agar ada kepastian,” pungkas Eka Radityo. [fiq/beq]

  • Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Tantri Kotak Perform dengan Kostum Penari Gandrung

    Hari Jadi Banyuwangi ke-254, Tantri Kotak Perform dengan Kostum Penari Gandrung

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Panggung perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254 menjadi saksi sebuah pertunjukan yang tidak biasa.

    Untuk pertama kalinya dalam sejarah karier musiknya, vokalis band Kotak Tantri Syalindri, tampil dengan transformasi yang mengejutkan.

    Ia memadukan gaya rockstar ikoniknya dan muncul di atas panggung dengan mengenakan Omprog (mahkota) penari Gandrung.

    Tantri tampil membawakan lagu bertajuk “Satu Indonesia”. Perpaduan antara kemegahan busana tradisional dengan suara powerful khas Tantri menciptakan atmosfer yang begitu emosional.

    Penonton yang memadati lokasi acara tampak terkesima melihat sang vokalis berdiri anggun dalam balutan identitas budaya lokal.

    Penampilan fantastis ini ternyata tidak datang secara tiba-tiba. Band Kotak diketahui telah mempersiapkan konsep kolaborasi ini dengan sangat matang sejak dua bulan sebelumnya.

    Mereka bekerja sama dengan seniman lokal, Komunitas Damar Art, untuk memastikan setiap detail budaya yang ditampilkan tetap autentik namun selaras dengan energi musik rock.

    Bagi Tantri, pengalaman ini memberikan kesan batin yang sangat kuat. Ia mengaku merasakan getaran yang berbeda saat berdiri di atas panggung malam itu.

    “Saya sangat merinding ketika tampil dengan konsep kolaborasi tarian dan musik tradisional Banyuwangi. Garapan yang sangat luar biasa,” ujar Tantri.

    Sinergi antara instrumen modern dan alunan musik tradisional Banyuwangi menciptakan harmoni yang magis. Kolaborasi ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk apresiasi seni yang melampaui batas genre.

    Kotak band berhasil membuktikan bahwa musik rock bisa menyatu dengan indah bersama kearifan lokal jika digarap dengan sepenuh hati.

    Bagi Tantri, Banyuwangi sebenarnya bukanlah hal baru. Band yang digawangi oleh Tantri, Chua, dan Cella ini selalu konsisten menyisipkan unsur budaya Banyuwangi dalam setiap pembukaan konser mereka di berbagai kota.

    Hal ini menunjukkan komitmen mereka dalam mempromosikan kekayaan daerah ke kancah nasional.

    Salah satu elemen kunci yang selalu ada dalam pertunjukan mereka adalah suara sinden Sang Maestro Gandrung legendaris, Mak Temu.

    Suara emas Mak Temu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas panggung Kotak dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran suara tersebut selalu berhasil memberikan nyawa tersendiri pada setiap lagu yang dibawakan.

    “Setiap kami konser selalu membawakan sinden Gandrung yang diisi suara oleh Mak Temu. Kesan magis pun sangat terasa di setiap pertunjukan,” jelas Tantri.

    Acara Harjaba ke-254 ini pun menjadi puncak dari perjalanan cinta Kotak terhadap budaya Banyuwangi. Dengan tampil berkolaborasi dengan budaya lokal, Tantri tidak hanya bernyanyi, tetapi juga menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga warisan leluhur di tengah gempuran zaman modern. (ayu/ted)

  • Operasi Lilin Semeru 2025, Polda Jatim Utamakan Pengamanan Humanis Sambut Natal dan Tahun Baru

    Operasi Lilin Semeru 2025, Polda Jatim Utamakan Pengamanan Humanis Sambut Natal dan Tahun Baru

    Surabaya (beritajatim.com) — Polda Jawa Timur (Jatim) berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam merayakan Natal 2025 serta pergantian Tahun Baru 2026.

    Melalui operasi dengan sandi Lilin Semeru, Polda Jatim tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada pemberian pelayanan yang humanis dan penuh keramahan kepada masyarakat.

    Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, Senin (21/12/2025).

    Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Operasi Lilin kali ini memiliki perbedaan paradigma dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

    “Tujuan Operasi Lilin adalah agar pengamanan Nataru mampu memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal, pemudik, ataupun wisatawan yang datang ke Jawa Timur,” kata Kombes Pol J. Abast.

    Selain itu, lanjut Kombes Pol Abast, Polda Jatim juga memaksimalkan patroli dialogis sebagai langkah preventif guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

    Patroli ini dilaksanakan oleh personel preventif Polri jajaran Polda Jatim dengan menyasar sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat selama momentum Nataru.

    Sasaran patroli meliputi tempat ibadah, khususnya gereja, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, kawasan perhotelan, serta objek vital nasional dan objek vital tertentu.

    “Patroli proaktif dialogis merupakan bagian dari upaya Polri dalam hal ini Polda Jatim dan jajarannya untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini,” kata Kombes Pol Abast.

    Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas melakukan pengecekan kesiapan pengamanan, pendataan jam operasional, estimasi jumlah pengunjung, serta pengawasan arus lalu lintas dan parkir.

    Selain itu, petugas juga mengidentifikasi potensi kerawanan seperti kepadatan massa, gangguan kamtibmas, maupun risiko keselamatan.

    “Kita sampaikan juga imbauan kamtibmas, memperkuat pola pengamanan internal, memastikan kesiapan jalur evakuasi, serta menyepakati mekanisme komunikasi dan respons cepat apabila terjadi gangguan keamanan,” pungkasnya. [uci/kun]

  • PT Agrinas Tinjau Progres Koperasi Merah Putih Ponorogo, Pembangunan Gedung Dikebut

    PT Agrinas Tinjau Progres Koperasi Merah Putih Ponorogo, Pembangunan Gedung Dikebut

    Ponorogo (beritajatim.com) – PT Agrinas Pangan Nusantara meninjau langsung progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis koperasi. Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono.

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih Ponorogo berjalan sesuai rencana dan target waktu. Hingga saat ini, pembangunan gedung koperasi di sejumlah titik strategis di Ponorogo masih berlangsung dan terus dikebut.

    Tercatat ada tiga lokasi yang menjadi fokus pengecekan progres pembangunan, yakni Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, serta Desa Sukorejo dan Desa Serangan di Kecamatan Sukorejo. Di setiap lokasi, rombongan memantau langsung tahapan pekerjaan fisik sekaligus kesiapan pendampingan di lapangan.

    Dari hasil peninjauan tersebut, Mayjen TNI Trenggono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembangunan KDKMP di wilayah Ponorogo. Ia menilai proses pembangunan berjalan optimal berkat dukungan dan pengawalan jajaran teritorial.

    “Terimakasih Kodim 0802 Ponorogo atas dukungannya terhadap pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih,” kata Mayjen TNI Trenggono, Senin (22/12/2025).

    Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra yang mendampingi langsung kunjungan kerja tersebut mengatakan kehadiran pimpinan PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan dorongan moral bagi personel di lapangan, khususnya para Babinsa yang terlibat dalam pendampingan program.

    “Bangga dan sangat berterimakasih atas kunjungan Beliau dan tentunya ini benar benar memberikan motivasi dan semangat atas kinerja kami termasuk para Babinsa yang terus melakukan pendampingan dan pengawalan program KDKMP di wilayah Kodim 0802/Ponorogo,” ungkap Dandim Ponorogo.

    Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Kodim 0802/Ponorogo bertujuan memastikan pembangunan gedung koperasi berjalan lancar dan sesuai dengan harapan komando atas, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

    Peninjauan progres pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat lintas sektor. Di antaranya Kapolsek Sukorejo Iptu Agus Tri Wiyono, Kasiterrem 081/Dsj Letkol Inf Subagya Pujianto, Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi Cahyono, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ponorogo Toni Sumarsono.

    Hadir pula Camat Sukorejo Drs. Setyo Harry Sujatmiko serta Staf Agrinas wilayah Ponorogo–Pacitan Rifqi yang ikut mendampingi rangkaian peninjauan lapangan tersebut. [end/beq]

  • Pimpin Upacara Hari Bela Negara dan Hari Ibu, Mbak Wali: Indonesia Kuat dari Semangat Bela Negara dan Perempuan Berdaya

    Pimpin Upacara Hari Bela Negara dan Hari Ibu, Mbak Wali: Indonesia Kuat dari Semangat Bela Negara dan Perempuan Berdaya

    Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97 yang digelar di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (22/12/2025). Dalam momentum tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menegaskan bahwa Indonesia yang kuat lahir dari semangat bela negara dan pemberdayaan perempuan.

    Dalam amanatnya, Mbak Wali menyampaikan bahwa 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara untuk mengenang peristiwa bersejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.

    “Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat bela negara, keberanian, serta persatuan rakyat mampu menjaga Republik Indonesia tetap berdiri di tengah ancaman agresi dan krisis,” ujarnya.

    Tahun ini, Hari Bela Negara mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat pertahanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi, ancaman siber, radikalisme, bencana alam, hingga derasnya arus informasi yang rawan disalahgunakan.

    Dalam konteks itu, Mbak Wali menekankan pentingnya implementasi nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi, membantu masyarakat terdampak bencana, serta berkontribusi aktif sesuai peran dan profesi masing-masing.

    Pada hari yang sama, Pemerintah Kota Kediri juga memperingati Hari Ibu ke-97. Momentum ini berakar dari Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 dan ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

    Menurut Mbak Wali, Hari Ibu merupakan bentuk penghormatan bangsa terhadap perjuangan dan kontribusi perempuan Indonesia dalam keluarga, masyarakat, dan negara, serta bukan sekadar peringatan seremonial.

    Tahun 2025, peringatan Hari Ibu mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Wali Kota Kediri menegaskan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga agen perubahan dan pilar penting kemajuan bangsa.

    Di akhir sambutannya, Mbak Wali menegaskan bahwa sinergi antara semangat bela negara dan pemberdayaan perempuan merupakan fondasi bagi Indonesia yang tangguh.

    “Indonesia yang tangguh adalah Indonesia yang rakyatnya memiliki cinta tanah air, kepedulian sosial, serta komitmen untuk saling melindungi dan memberdayakan. Mari jadikan momentum peringatan ini sebagai penguat tekad untuk menjaga persatuan, memperkuat ketahanan bangsa, serta memastikan setiap warga negara baik laki-laki maupun perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi secara bermakna bagi Indonesia,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan Indonesia atas ketangguhan, pengabdian, dan karya nyata yang telah dan terus diberikan bagi bangsa dan negara.

    Dalam rangkaian upacara tersebut, Pemerintah Kota Kediri menyerahkan paket sembako kepada 46 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri. Selain itu, dilakukan pula penyerahan motor patroli untuk pengawalan kepala daerah.

    Upacara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Forkopimda Kota Kediri, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, Pj Sekretaris Daerah M. Ferry Djatmiko, para asisten, staf ahli, kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, serta peserta upacara dari unsur TNI, Polri, ASN, dan Gabungan Organisasi Wanita.

    Jika Mas Nanang ingin versi lebih pendek untuk Google News/Top Stories, atau dipecah jadi dua angle berita (Hari Bela Negara & Hari Ibu), tinggal bilang. [nm/ted]

  • MH Said Abdullah Perkuat Ideologi Pemuda Sumenep, Empat Pilar Jadi Tameng Hadapi Arus Digital

    MH Said Abdullah Perkuat Ideologi Pemuda Sumenep, Empat Pilar Jadi Tameng Hadapi Arus Digital

    Sumenep (beritajatim.com) – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi pemuda dan mahasiswa Kabupaten Sumenep pada Senin (22/12/2025).

    Sosialisasi tersebut dirasa perlu guna penguatan ideologi kebangsaan bagi generasi muda, mengingat saat ini tengah deras arus informasi digital dan menguatnya narasi transnasional yang kerap mengaburkan jati diri bangsa.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog kritis untuk meneguhkan kembali makna berbangsa dan bernegara di tengah perubahan sosial yang cepat.

    Sosialisasi menitikberatkan pada pemahaman Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama kehidupan kebangsaan. Dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., hadir mendampingi jalannya kegiatan.

    Narasumber dalam kegiatan tersebut, Amir Syarifuddin, menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah bangunan besar yang hanya akan kokoh apabila seluruh pilarnya dirawat dan dijaga secara bersamaan.

    “Berpancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dihidupkan. Kesadaran dan kecintaan terhadap negara menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang merusak persatuan,” paparnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama. Bahkan menurutnya, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip universal agama.

    “Dalam sejarahnya, para ulama telah menerima Pancasila sebagai dasar negara. Sejak 1983, ditegaskan bahwa Pancasila sejalan dengan nilai keagamaan dan menjadi perekat kehidupan berbangsa di Indonesia,” ujarnya.

    Sementara narasumber lain, Khoirussoleh, menyoroti Pancasila sebagai hasil ijtihad para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang mampu merangkul kemajemukan Indonesia. Menurutnya, Pancasila lahir dari musyawarah panjang yang mempertimbangkan realitas sosial, budaya, dan keagamaan bangsa.

    “Pancasila adalah identitas dan karakter bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai moderasi yang relevan untuk menjawab tantangan global hari ini,” tandasnya.

    Khoirussoleh juga mengajak generasi muda untuk tidak memandang Empat Pilar Kebangsaan sebagai konsep normatif semata, melainkan sebagai pedoman sikap dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang publik maupun di dunia digital.

    Ia menambahkan, kecintaan terhadap negara dapat diukur dari keterlibatan aktif warga negara dalam menjaga demokrasi, menghormati perbedaan, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan.

    “Keberagaman adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Justru dari perbedaan itulah persatuan dibangun, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

    Melalui sosialisasi ini, pemuda dan mahasiswa Sumenep diharapkan memiliki daya tangkal ideologis yang kuat, mampu berpikir kritis, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan NKRI di tengah tantangan zaman. (tem/kun)