Author: Beritajatim.com

  • Libur Nataru, Polres Malang Perketat Pengamanan Wisata Bromo

    Libur Nataru, Polres Malang Perketat Pengamanan Wisata Bromo

    Malang (beritajatim.com) – Polres Malang meningkatkan pengamanan sekaligus mengintensifkan imbauan keselamatan kepada wisatawan dan pengemudi jeep wisata Bromo selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.

    Kegiatan tersebut dipusatkan di Pos Pelayanan Gubukklakah, Kecamatan Poncokusumo, sebagai salah satu akses utama menuju kawasan wisata Gunung Bromo dari wilayah Kabupaten Malang.

    Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru. Berdasarkan data kepolisian, tercatat lebih dari 270 unit kendaraan jeep wisata melintas dan naik menuju kawasan Bromo dari sisi Poncokusumo dalam satu hari terakhir.

    Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan, peningkatan pengamanan dan pemberian imbauan dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan sekaligus kelancaran arus kendaraan di jalur wisata yang memiliki karakter medan menanjak dan berisiko.

    “Kami fokuskan pengamanan di Pos Pelayanan Gubukklakah dengan memberikan imbauan langsung kepada pengemudi jeep dan wisatawan. Jalur menuju Bromo memiliki tingkat risiko tinggi, sehingga kami tekankan pentingnya kondisi kendaraan yang prima dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan,” ujar Chelvin, Senin (22/12/2025).

    Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengingatkan pengemudi jeep agar tidak memaksakan kendaraan mengangkut penumpang melebihi kapasitas serta memastikan kelengkapan keselamatan sebelum melintas jalur wisata. Wisatawan pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas demi menghindari potensi kecelakaan.

    AKP Chelvin menegaskan, pengamanan di kawasan wisata menjadi salah satu prioritas utama Satlantas Polres Malang selama Operasi Lilin Semeru 2025, mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada masa libur panjang.

    “Operasi Lilin ini kami maknai sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran petugas di jalur wisata diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo,” katanya.

    Polres Malang memastikan pengamanan dan pelayanan di jalur wisata Bromo akan terus ditingkatkan hingga berakhirnya Operasi Lilin Semeru 2025 pada 2 Januari 2026, agar seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. (yog/ted)

  • Pencuri Asal Surabaya Diikat ke Pohon di Bangkalan

    Pencuri Asal Surabaya Diikat ke Pohon di Bangkalan

    Bangkalan (beritajatim.com) – Seorang pria asal Surabaya tertangkap basah saat mencuri tas berisi uang tunai Rp 2,5 juta milik warga di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Pelaku sempat diamankan warga dengan cara diikat di pohon sebelum diserahkan kepada polisi.

    Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pelaku berinisial ME (32), warga Kecamatan Simokerto, Surabaya. Pelaku diketahui beraksi bersama satu orang rekannya yang berhasil melarikan diri.

    “Pelaku beraksi bersama satu temannya. Saat kejadian, korban meletakkan tas berisi uang di bangku luar toko,” ujar Agung, Senin (22/12/2025).

    Menurut Agung, pelaku mengambil tas korban ketika kondisi di sekitar lokasi sedang sepi. Aksi tersebut diketahui oleh teman korban yang langsung berteriak meminta bantuan warga.

    “Teman korban melihat aksi pencurian itu dan langsung berteriak maling,” katanya.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Untuk mencegah pelaku melarikan diri, warga mengikat tubuh pelaku di pohon sambil menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi.

    “Warga yang kesal langsung mengikat tubuh pelaku di pohon, namun tidak melakukan penganiayaan dan menunggu petugas datang,” ujar Agung.

    Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa uang tunai milik korban.

    “Pelaku saat ini sudah diamankan dan kasus masih kami dalami,” pungkasnya. [sar/but]

  • Pencuri Asal Surabaya Diikat ke Pohon di Bangkalan

    Pencuri Asal Surabaya Diikat ke Pohon di Bangkalan

    Bangkalan (beritajatim.com) – Seorang pria asal Surabaya tertangkap basah saat mencuri tas berisi uang tunai Rp 2,5 juta milik warga di Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Pelaku sempat diamankan warga dengan cara diikat di pohon sebelum diserahkan kepada polisi.

    Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pelaku berinisial ME (32), warga Kecamatan Simokerto, Surabaya. Pelaku diketahui beraksi bersama satu orang rekannya yang berhasil melarikan diri.

    “Pelaku beraksi bersama satu temannya. Saat kejadian, korban meletakkan tas berisi uang di bangku luar toko,” ujar Agung, Senin (22/12/2025).

    Menurut Agung, pelaku mengambil tas korban ketika kondisi di sekitar lokasi sedang sepi. Aksi tersebut diketahui oleh teman korban yang langsung berteriak meminta bantuan warga.

    “Teman korban melihat aksi pencurian itu dan langsung berteriak maling,” katanya.

    Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya. Untuk mencegah pelaku melarikan diri, warga mengikat tubuh pelaku di pohon sambil menunggu petugas kepolisian datang ke lokasi.

    “Warga yang kesal langsung mengikat tubuh pelaku di pohon, namun tidak melakukan penganiayaan dan menunggu petugas datang,” ujar Agung.

    Polisi yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa uang tunai milik korban.

    “Pelaku saat ini sudah diamankan dan kasus masih kami dalami,” pungkasnya. [sar/but]

  • Arema FC Janji Putus Catatan Buruk di Kandang Demi Aremania

    Arema FC Janji Putus Catatan Buruk di Kandang Demi Aremania

    Malang(beritajatim.com) – Arema FC bertekad memutus hasil buruk saat tampil di Stadion Kanjuruhan, Malang. Terdekat Singo Edan akan melawan Madura United pada Selasa, (23/12/2025).

    Dalam 4 laga terakhir di kandang Singo Edan selalu mencatatkan hasil buruk. Empat kekalahan Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada musim ini antara lain saat melawan Dewa United dengan skor 1-2 Persib Bandung dengan skor 1-2 Borneo FC dengan skor 1-3 dan Persija dengan skor 1-2.

    Asisten Arema FC, Andre Caldas memastikan mereka tidak ingin kembali mengecewakan Aremania. Para penggawa Singo Edan bertekad akan meraih kemenangan dan menyudahi rekor buruk di Stadion Kanjuruhan.

    “Kami mencoba menang dan menghentikan empat kekalahan di laga kandang sebelumnya,” kata Caldas, Senin, (22/12/2025).

    Caldas mengatakan bahwa para pemain terus bekerja keras sepanjang waktu untuk mencapai puncak performa. Sebab menurutnya kemenangan, seri dan kekalahan adalah bagian dari sepak bola.

    “Ini semua soal mental pemain karena kami terus bekerja keras setiap harinya. Kalah, memang, dan menjalani pertandingan yang ketat itu adalah bagian dari sepak bola,” ujar Caldas.

    Arema FC saat ini bertengger diperingkat 10 klasemen sementara dengan 17 poin. Sedangkan Madura United berada diperingkat 13 dengan 13 poin. (luc/ted)

  • DLH Surabaya Akan Petakan Pohon Rawan Tumbang dengan Alat Khusus

    DLH Surabaya Akan Petakan Pohon Rawan Tumbang dengan Alat Khusus

    Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya bekerjasama dengan perguruan tinggi untuk mendeteksi pohon rawan tumbang menggunakan alat khusus sebagai langkah mitigasi risiko cuaca ekstrem, Senin (22/12/2025).

    Upaya ini krusial dilakukan guna meminimalisir bahaya saat angin kencang dan hujan deras, yang akhir-akhir ini sering melanda Kota Pahlawan.

    ​Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa karakteristik pohon ini jauh lebih komplek dibanding dengan struktur bangunan, bangunan memiliki usia struktur yang jelas sejak awal berdiri.

    ​”Pohon-pohon ini kondisinya semakin tua, dan pada saat angin kencang kemarin, beberapa di antaranya sudah ada yang tumbang,” ujar Dedik pada Senin (22/12/2025).

    Oleh karena itu, ia memastikan bahwa DLH tengah melakukan pemetaan menyeluruh untuk mengidentifikasi pohon mana saja yang rentan dan berisiko roboh.

    “Kita kerjasama dengan perguruan tinggi, dan yang diedukasi bukan hanya DLH. Kemarin BPBD, DPKP juga,” jelasnya.

    ​Dalam prosesnya, para petugas lapangan dikumpulkan untuk mempelajari cara menilai tingkat kerawanan pohon secara akurat melalui teknologi tersebut.

    ​Meski uji coba alat telah dipraktikkan langsung di lapangan untuk membandingkan kondisi antar-pohon, Dedik menyebutkan bahwa saat ini fokus utama masih pada pelatihan personel.

    “Kita kemarin turun ke lapangan juga untuk ngecek antara pohon ini, pohon ini, kita cek ada alatnya memang,” ungkap Dedik.

    Dan setelah tahap uji coba dan pelatihan ini tuntas, DLH akan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh pepohonan di wilayah Surabaya.

    “Kemarin masih uji coba alat dan melatih petugas-petugas. Jadi setelah itu baru nanti kita cek semuanya,” tutupnya.

  • BHS: Surabaya Harus Jadi Hub Pariwisata Jatim, Pemkot Diminta Berani Kelola Wisata Lebih Profesional

    BHS: Surabaya Harus Jadi Hub Pariwisata Jatim, Pemkot Diminta Berani Kelola Wisata Lebih Profesional

     

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Komisi VII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai keterbatasan destinasi wisata alam di Surabaya justru bisa diubah menjadi peluang strategis.

    Menurut dia, Surabaya memiliki modal kuat untuk berperan sebagai hub pariwisata Jawa Timur dengan dukungan infrastruktur dan akomodasi yang memadai.

    “Jadi gini, wisata di Kota Surabaya ini memang terbatas. Tapi Surabaya ini bisa menjadi hub daripada wilayah-wilayah pariwisata yang ada di Jawa Timur,” ujar BHS usai reses di Kedurus, Surabaya, Senin (22/12/2025).

    Dia menjelaskan, posisi Surabaya sangat memungkinkan menjadi titik kumpul wisatawan sebelum melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi unggulan di daerah lain di Jawa Timur. Menurut dia, konsep ini realistis karena Surabaya telah didukung bandara, pelabuhan, serta jaringan transportasi darat yang terintegrasi.

    “Surabaya bisa menjadi tempat berkumpulnya wisatawan, baik domestik maupun internasional, untuk menuju ke wilayah-wilayah yang memang tempat wisata. Dan menginapnya di Surabaya, berwisatanya ke beberapa daerah,” jelasnya.

    BHS juga menyebut kesiapan sektor perhotelan yang dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi kota pahlawan. Menurut dia, ketersediaan hotel dengan berbagai kelas dan harga menjadi faktor pendukung utama untuk memperkuat peran Surabaya sebagai pusat pariwisata.

    “Jumlah hotel yang ada di Surabaya itu sangat banyak, bervariasi dan murah harganya. Ini sangat mendukung pariwisata Jawa Timur sendiri maupun sektor pariwisata yang ada di Surabaya,” tegas anggota DPR RI Dapil Jawa Timur I Surabaya – Sidoarjo ini.

    Selain akomodasi, BHS mendorong penguatan sektor UMKM dan kuliner sebagai identitas wisata khas Surabaya. Dia menilai, pengelolaan kuliner yang serius dapat menjadi magnet wisata yang berkelanjutan.

    “Makanya apa? Kuliner yang ada di Surabaya. Kuatkan UMKM yang ada di Surabaya, kuatkan. Sehingga Surabaya bisa menjadi basis wisata UMKM, wisata kuliner yang ada di Jawa Timur,” paparnya.

    Dorongan serupa juga datang dari anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko. Dia meminta Pemerintah Kota Surabaya berani menjawab tantangan pengelolaan wisata dengan pendekatan yang lebih profesional dan inovatif.

    “Ini soal keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalkan dan mengeksplorasi secara lebih profesional wahana wisata milik pemkot, agar bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon-ikon kebanggaan Kota Surabaya,” tegas Cak Yebe sapaan lekatnya.

    Cak Yebe menambahkan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, kreativitas daerah menjadi kunci agar sektor pariwisata tetap memberi dampak nyata bagi perekonomian kota.

    “Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, daerah tidak boleh pasif. Pemkot Surabaya harus berani keluar dari zona nyaman, mengelola wahana wisata secara profesional, kreatif, dan terukur,” kata dia.

    “Kalau dikelola dengan serius, sektor wisata bisa menjadi sumber PAD sekaligus ikon kebanggaan warga Surabaya,” pungkas Cak Yebe.[asg/ted]

  • DPRD Desak Pemkab Jember Segera Bikin Command Center

    DPRD Desak Pemkab Jember Segera Bikin Command Center

    Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera merealisasikan command center atau pusat informasi.

    Ketua Komisi B Candra Ary Fianto mengatakan pusat informasi di Jember harus dibangun sebaik-baiknya. “Jember harus mempunyai command center yang komprehensif yang menyediakan berbagai informasi mulai dari urusan ekonomi sampai kebencanaan,” katanya, Senin (22/12/2025).

    Candra ingin Pemkab Jember meniru Command Center Pemerintah Kota Bandung yang dibangun sejak 2015. “Saat ini, Command Center tidak hanya menjadi pusat kendali informasi kota, tetapi juga representasi modernisasi layanan publik yang mempermudah akses masyarakat terhadap informasi kesehatan, keamanan, usaha, hingga kejadian darurat,” katanya.

    Komisi B dan Dinas Komunikasi dan Informasi Jember sempat melakukan studi tiru di Command Center Kota Bandung, 12 Desember 2025. Command Center di Bandung mengembangkan sistem data dan pemantauan kota yang terintegrasi. Melalui data-data yang disediakan command center, menurut Candra, masyarakat Kota Bandung bisa mengakses informasi sejumlah layanan secara real time.

    “Seperti ketersediaan kamar rumah sakit. Sistem tersebut awalnya dikembangkan pada masa pandemi, dan kini menjadi layanan permanen di Kota Bandung,” kata Candra.

    Command center, menurut Candra, membantu pemerintah daerah mengambil keputusan strategis. Tak hanya urusan pelayanan dasar publik, Bandung Command Center juga memiliki peta investasi yang berisi data usaha dan produk usaha mikro kecil menengah di Kota Bandung.

    “Melalui sistem tersebut, calon pelaku usaha dapat mengetahui jenis usaha di suatu wilayah, jumlah pelaku UMKM, produk yang dijual, hingga omzet usaha terdaftar. Sistem ini mendukung perkembangan ekonomi masyarakat dan memberi gambaran peluang usaha yang masih terbuka,” kata Candra.

    Bandung Command Center juga mengelola ratusan kamera CCTV. Sebagian di antaranya menjalankan fungsi pendeteksian wajah, identifikasi plat nomor kendaraan, pemantauan parkir liar, hingga pengawasan area rawan kebakaran

    “CCTV juga digunakan untuk memantau aktivitas lalu lintas serta memprediksi pola kunjungan kendaraan dari luar kota, terutama pada akhir pekan,” kata Candra.

    Bagi daerah yang rawan bencana seperti Jember, Candra menilai, model command center di Bandung bisa ditiru. CCTV digunakan untuk mendeteksi kondisi rawan banjir. Kamera dipasang di titik aliran air utama untuk membaca kenaikan debit air.

    “Apabila kondisi mencapai batas aman tertentu, sirine dan alarm peringatan otomatis akan menyala di Command Center maupun titik kota yang terhubung sebagai bentuk sistem peringatan dini,” kata Candra.

    Wahyu Prayudi Nugroho, anggota Komisi B, tertarik dengan model pemantauan aktivitas masyarakat di ruang publik seperti alun-alun melalui penghitungan jumlah pengunjung dan informasi demografi. “Seluruh data diproyeksikan pada dashboard internal untuk mendukung pengambilan keputusan pemerintah,” katanya.

    Dalam penguatan layanan darurat, Command Center memasang tombol panik di dua lokasi, salah satunya Alun-Alun Kota Bandung. Tombol ini terhubung langsung ke petugas yang siaga selama 24 jam dan menjadi akses cepat bagi masyarakat saat terjadi kondisi berbahaya atau membutuhkan bantuan segera.

    Berbeda dengan Jember yang mengandalkan kanal WhatsApp untuk program Wadul Guse, Bandung Command Center turut menangani pengaduan masyarakat melalui beberapa jalur layanan.

    Nugroho mengatakan, sistem pengaduan dikelola oleh tim internal. “Seluruh proses pengaduan direkap mingguan dan disampaikan kepada pimpinan dinas untuk memastikan tindak lanjut berjalan maksimal,” katanya.

    “Ketika kami tanyakan kepada Command Center Kota Bandung berapa banyak persentase laporan yang ditanggapi. Mereka menjawab alhamdulillah 100 persen pengaduan bisa diitanggapi dan ditanggulangi masalahnya. Rata-rata pe rhari ada 10 sampai 15 llaporan,” kata Nugroho.

    “Mereka punya semacam SOP (Prosedur Operasional Standar). Ketika dalam satu hari pengaduan tidak bisa diselesaikan, itu menjadi to-do list mereka. Jika tiga hari tidak bisa selesai, tetap maksimal dalam 1 minggu harus bisa diselesaikan mereka,” kata Nugroho.

    Dengan berbagai sistem digital yang semakin terintegrasi, menurut Nugroho, Bandung Command Center menjadi salah satu inovasi yang mendorong Bandung menjadi kota cerdas berbasis teknologi dan pelayanan masyarakat yang lebih efektif.

    Dukungan terhadap pembentukan Command Center di Jember disuarakan Agus Khoironi, anggota Komisi B dari Partai Amanat Nasional. “Jember memang perlu punya supaya kita bisa terintegrasi dan masyarakat mudah mengakses kebutuihan informasi publik,” katanya. [wir]

  • Update Pembunuhan Mahasiswi UMM, Polda Jatim Besok Lakukan Rekonstruksi

    Update Pembunuhan Mahasiswi UMM, Polda Jatim Besok Lakukan Rekonstruksi

    Surabaya (beritajatim.com) – Paska penetapan dua tersangka dalam perkara pembunuhan Faradila Amelia Najwa, mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tim Jatanras Polda Jatim akan segera melakukan rekontruksi yang akan digelar Selasa (23/12/2025) besok.

    Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menyatakan rencana melakukan rekonstruksi untuk menelaah kembali eksekusi kejahatan dan relokasi jasad korban.

    “Besok rencana kita melakukan praktek konstruksi. Kita cek relokasi terkait eksekusinya dan cara mereka melakukannya, juga ide siapa yang membuang jasad ke sungai,” ujar AKBP Jumhur kepada awak media saat ditemui di gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (22/12/2025).

    Dia menambahkan, tim penyelidikan sedang melakukan konfrontasi karena terdapat perbedaan keterangan antara kedua tersangka. Sebelumnya, Bripka Agus Sulaiman (anggota Intelkam Polsek Krucil, Polres Probolinggo) telah ditetapkan sebagai tersangka.

    Pelaku tidak bertindak sendirian, melainkan dibantu teman masa kecilnya, Suyitno, yang ditangkap pada Kamis (18/12/2025) di Probolinggo setelah kabur selama tiga hari dan berpindah-pindah tempat dari Lumajang hingga Pamekasan.

    Terkait motif kejahatan, AKBP Jumhur menegaskan bahwa hal itu masih dalam proses penyelidikan. “Motifnya masih kita dalami karena masih ada perbedaan keterangan, kita cross check. Kita juga sudah melakukan pemeriksaan pada teman-teman kuliah korban dan ibunya untuk menyambungkan semua informasi,” katanya.

    Dia menjelaskan, terdapat dugaan awal seperti sakit hati atau kepentingan harta, namun semuanya belum dapat dipastikan. Mengenai kondisi korban, AKBP Jumhur mengakui adanya dugaan pencekikan mengingat luka memar di leher. Namun, penyebab kematian secara detail belum diungkapkan. “Perkembangan selanjutnya akan saya sampaikan, mungkin nanti Pak Kabidumas yang nyampaikan hasil rekonstruksi besok,” tambahnya. [uci/but]

     

  • Patroli Sterilisasi Gereja, Polda Jatim Libatkan Unit K9 Ditsamapta

    Patroli Sterilisasi Gereja, Polda Jatim Libatkan Unit K9 Ditsamapta

    Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025, anggota Unit K9 Polsatwa Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Jawa Timur melaksanakan patroli dan sterilisasi di sejumlah Gereja.

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, hal itu sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

    “Kegiatan ini sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat yang melaksanakan ibadah Natal,” ujar Kombes Abast, Senin (22/12/2025).

    Dalam pelaksanaannya, personel Ditsamapta Polda Jatim mengerahkan satwa K9 untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh di area dalam dan sekitar gereja.

    Pemeriksaan tersebut lanjut Kombes Pol Abast untuk mendeteksi keberadaan benda berbahaya serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    Sterilisasi yang dilakukan oleh Unit K9 Ditsamapta Polda Jatim itu juga melibatkan anjing pelacak yang memiliki kemampuan mendeteksi bahan peledak.

    Ditegaskan oleh Kombes Pol Abast, tujuan Operasi Lilin adalah agar pengamanan Nataru, Polda Jatim mampu memberikan pelayanan terbaik dan rasa nyaman bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah Natal, pemudik ataupun wisatawan yang datang ke Jawa Timur.

    “Polda Jatim berkomitmen untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, sehingga dapat melaksanakan ibadah Natal dan tahun baru dengan rasa aman dan nyaman,” pungkas Kombes Pol Abast. [uci/ted]

  • Di Lamongan, Wamendes PDT Tegaskan Arah Pembangunan Nasional

    Di Lamongan, Wamendes PDT Tegaskan Arah Pembangunan Nasional

    Lamongan (beritajatim.com) – Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, menegaskan bahwa pemerintah menjadikan desa sebagai titik awal pembangunan nasional.

    Menurut Riza Patria, pembangunan bangsa tidak bisa dilakukan setengah-setengah dan harus dimulai dari desa sebagai fondasi utama. Hal itu sejalan dengan arah kebijakan Presiden RI, yang menempatkan desa sebagai pusat pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

    “Semua kembali ke desa, urus desa, membangun desa. Sesuai Asta Cita bapak presiden. Tidak ada pilihan, kalau kita ingin membangun bangsa, ya harus membangun desa,” kata Riza Patria, saat menghadiri dialog sinergitas Kemendes PDT bersama civitas akademika Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) dan Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Senin (22/12/2025).

    Riza Patria menyebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah program konkret yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa. Di antaranya pengembangan Koperasi Desa Merah Putih sebagai penggerak ekonomi lokal, program makan bergizi gratis, cek kesehatan gratis, sekolah rakyat, sekolah unggulan, kenaikan harga gabah petani, hingga penurunan harga pupuk.

    “Semua program ini dirancang untuk masyarakat desa agar cepat maju, mandiri, dan sejahtera,” tegasnya.

    Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Ahmad Riza Patria, saat menghadiri dialog sinergitas Kemendes PDT di Lamongan, Senin (22/12/2025).

    Dalam mempercepat pembangunan desa, pemerintah juga melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis. Kampus dinilai memiliki peran penting dalam mendukung desa melalui riset, inovasi, pendampingan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    Rektor Universitas Muhammadiyah Lamongan, Abdul Aziz Alimul, menyatakan kesiapan UMLA mendukung agenda pembangunan desa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dia menegaskan, pengabdian masyarakat menjadi pintu masuk kampus untuk terlibat langsung dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan.

    “Perguruan tinggi tidak hanya mendidik, tetapi juga hadir di desa. Mahasiswa dan dosen bisa ikut menganalisis potensi dan membantu desa berkembang,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Umum DPP Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), Sujiono, menegaskan bahwa kepala desa siap menjalankan kebijakan pemerintah, khususnya percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

    “Fokus terdekat kami adalah pembangunan Kopdes Merah Putih. Legalitas sudah siap, tinggal proses pembangunan gerai di desa-desa,” kata Sujiono. (fak/but)