Author: Beritajatim.com

  • Penetapan UMP dan UMK 2026 di Jatim Tinggal Selangkah Lagi, Berapa Besarannya?

    Penetapan UMP dan UMK 2026 di Jatim Tinggal Selangkah Lagi, Berapa Besarannya?

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim mulai mematangkan proses penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 dengan mengacu pada formula resmi dari pemerintah pusat.

    Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, menyebut rumus UMP menggunakan variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi dengan koefisien alfa di rentang 0,5 hingga 0,9.

    Menurut Adhy, jika dihitung berdasarkan kondisi ekonomi Jawa Timur saat ini, besaran kenaikan UMP berada pada kisaran 5,2 hingga 7 persen. “Inflasi kita sebenarnya di bawah 2,5 persen. Kalau dipersentasekan dengan pertumbuhan ekonomi, hitungannya sekitar 5,2 sampai 7 persen. Ini formula UMP yang nanti harus diterjemahkan lagi ke UMK,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

    Untuk penetapan UMK, Pemprov Jatim masih menunggu usulan dari masing-masing kabupaten dan kota. Selain itu, pemerintah provinsi juga akan mendengarkan masukan dari serikat pekerja, termasuk SPSI, serta kalangan pengusaha yang diwakili Apindo.

    Pertemuan dengan kedua belah pihak dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebelum rumusan final UMK ditetapkan. Adhy menegaskan, prinsip utama dalam penetapan UMK adalah keadilan dan proporsionalitas, terutama dalam menjaga disparitas upah antara wilayah ring 1 dan daerah di luar ring 1 yang upah minimumnya relatif lebih kecil.

    “Kami ingin tetap ada kenaikan, tetapi proporsional. Jangan sampai disparitas antara ring 1 dan di luar ring 1 semakin lebar,” katanya.

    Ia juga menyoroti ketimpangan upah di wilayah yang secara geografis berdekatan, seperti Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kota dan Kabupaten Kediri, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, disparitas yang terlalu jauh perlu ditekan agar lebih berkeadilan.

    Terkait jadwal, Adhy menyebut batas akhir penetapan UMP dan UMK adalah 24 Desember. Pembahasan internal Pemprov Jatim akan dimulai lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama organisasi buruh dan pengusaha, serta Dewan Pengupahan.

    “UMP itu sifatnya pedoman. UMK nanti akan sangat bergantung pada usulan Dewan Pengupahan kabupaten/kota yang disampaikan ke bupati dan wali kota, lalu kami rumuskan di tingkat provinsi,” jelasnya.

    Pemprov Jatim berharap penetapan upah minimum tahun ini tidak hanya menjamin kenaikan bagi pekerja, tetapi juga tetap menjaga iklim usaha dan mengurangi ketimpangan antarwilayah. [tok/aje]

  • Prediksi Cuaca Selasa, 23 Desember 2025: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Madiun Raya

    Prediksi Cuaca Selasa, 23 Desember 2025: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Madiun Raya

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Pacitan pada Selasa, 23 Desember 2025.

    Secara umum, kondisi cuaca di ketiga wilayah tersebut diprediksi didominasi awan dengan peluang hujan ringan yang muncul pada siang hingga sore hari.

    Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S. Tr., menyampaikan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca harian.

    “Secara umum wilayah Madiun Raya dan Pacitan akan mengalami cuaca berawan, dengan potensi hujan ringan pada siang hari,” ujarnya.

    Cuaca Kota Madiun

    Di Kota Madiun, pagi hari diperkirakan diawali dengan kondisi langit berawan sekitar pukul 06.00 WIB. Cuaca kemudian berubah menjadi cerah berawan pada pukul 10.00 WIB.

    Hujan ringan diperkirakan turun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum kembali berawan hingga malam hari pukul 22.00 WIB.

    “Hujan yang terjadi di Kota Madiun bersifat ringan dan tidak berlangsung lama, namun tetap perlu diantisipasi,” kata Oky Sukma Hakim.

    Suhu udara di Kota Madiun berada pada kisaran 24 hingga 30 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah Barat dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam, sedangkan kelembapan udara berada di rentang 74 hingga 95 persen.

    Cuaca Kabupaten Madiun

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Madiun diperkirakan mengalami pola cuaca yang hampir serupa. Perbedaannya, hujan ringan diprediksi turun lebih awal, yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

    Suhu udara di Kabupaten Madiun berada di kisaran 24–30 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari arah Barat sekitar 18,8 km/jam. Tingkat kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni antara 70 hingga 95 persen.

    Cuaca Pacitan

    Berbeda dengan Madiun, Pacitan diprediksi akan diselimuti awan sejak pagi hari, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Cuaca kemudian menjadi cerah berawan pada pukul 10.00 WIB dan bertahan hingga pukul 13.00 WIB.

    Pada sore hingga awal malam, sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, kondisi kembali berawan. Menjelang malam hari pukul 22.00 WIB, Pacitan diperkirakan mengalami kondisi udara kabur.

    “Masyarakat Pacitan perlu mewaspadai kelembapan udara yang cukup tinggi pada malam hari,” ungkap Oky.

    Suhu udara di Pacitan berada di rentang 22 hingga 28 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari arah Barat Daya berkecepatan 18,5 km/jam. Kelembapan udara di wilayah ini berkisar antara 75 hingga 99 persen.

    BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas harian, terutama bagi warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan pada siang hari/ [mnd/aje]

  • Setahun Ada 23 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Lumajang, 1 Perkara Hubungan Sesama Jenis

    Setahun Ada 23 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Lumajang, 1 Perkara Hubungan Sesama Jenis

    Lumajang (beritajatim.com) – Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Sebab, sepanjang tahun 2025 ini sebanyak 23 anak dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual.

    Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang mencatat kasus kekerasan seksual pada anak itu terjadi pada periode Januari sampai November.

    Kabid Perlindungan Anak dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Lumajang Darno menyampaikan, dari 23 anak yang menjadi korban kekerasan seksual, 1 di antaranya berjenis kelamin laki-laki.

    Hal ini menandakan setiap anak baik laki-laki maupun perempuan berada dalam posisi sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual.

    “Untuk kekerasan seksual terhadap anak ada 23 kasus, 1 korban ini anak laki-laki (sesama jenis, Red),” terang Darno, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, selain kekerasan seksual yang menjadi ancaman utama, anak-anak juga rentan mendapat kekerasan fisik.

    Di mana, tercatat juga ada sebanyak 6 anak yang menjadi korban kekerasan fisik. Terdapat juga 4 kasus penelantaran anak oleh orang tua.

    “Ada juga kasus kekerasan fisik yang memakan 6 korban anak. Serta 4 korban anak penelantaran,” tambah Darno.

    Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Lumajang menjadi alarm serius bagi pemerintah kabupaten.

    Sehingga perlu ada fokus perlindungan dini terhadap potensi anak yang menjadi korban sebagai pencegahan.

    “​Jadi memang perlu adanya penguatan fungsi pengawasan, baik di tingkat keluarga maupun instansi terkait. Karena ini dampak trauma psikologis pada korban anak jauh lebih mendalam dan sifatnya jangka panjang,” ungkap Darno. (has/ian)

  • Aklamasi, M Khairul Umam Kembali Terpilih sebagai Ketua AJP 2025-2027

    Aklamasi, M Khairul Umam Kembali Terpilih sebagai Ketua AJP 2025-2027

    Pamekasan (beritajatim.com) – M Khairul Umam kembali terpilih sebagai Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Periode 2025-2027 dalam Kongres XII AJP yang digelar di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (20/12/2025) malam.

    Proses pemilihan tersebut diawali dengan pembacaan tata tertib sidang pada Jum’at (19/12/2025). Dilanjutkan pada laporan pertanggungjawaban kepengurusan, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlangsung cukup alot, hingga akhirnya memasuki tahapan pembahasan tata tertib pemilihan ketua.

    Dalam proses pencalonan, terdapat tahap penjaringan calon yang menghadirkan 4 nama kandidat. Masing-masing M Khairul Umam (Kabar Madura) dengan perolehan 21 suara, Moh Hasan (JTV Madura) dengan 4 suara, Moh Sudur (Koran Madura) 1 suara, dan Sukriyanto (Karimata FM) dengan perolehan 6 suara.

    Berdasar tata tertib pemilihan ketua dalam Kongres XII AJP 2025, M Khairul Umam ditetapkan terpilih secara aklamasi, karena tiga nama lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat pemilihan sesuai dengan aturan yang ditetapkan.

    “Visi dan misi kami sesuai yang tertera dalam AD/ART AJP, program dan kegiatan yang sudah kita laksanakan selama ini sudah bagus, dan tentunya akan kami tingkatkan lagi. Semoga kami bisa mengemban amanat ini selama 2 tahun ke depan,” ungkap M Khairul Umam, singkat.

    Dalam kesempatan tersebut, panitia pelaksana juga menggelar undian berhadiah khusus bagi anggota AJP yang dilaksanakan pasca pegelaran kongres. “Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk menghibur seluruh anggota yang sudah bekerja luar biasa, mulai dari pra kongres hingga tuntas,” jelas Panitia Pelaksana, Zainul Atiqurrahman.

    “Terima kasih atas kerja keras panitia dan anggota AJP. Banyak kegiatan pra hingga pasca kongres yang sudah kita lalui dengan banyak menghabiskan energi dan fikiran. Semoga kedepan semakin termotivasi untuk selalu memberikan yang terbaik, baik bagi AJP maupun Pamekasan,” pungkasnya. [pin/but]

  • Gus Qowim Salurkan Bakti Sosial di Hari Ibu, Kuatkan Perempuan Kepala Keluarga

    Gus Qowim Salurkan Bakti Sosial di Hari Ibu, Kuatkan Perempuan Kepala Keluarga

    Kediri (beritajatim.com) – Di balik senyum tegar para perempuan kepala keluarga, tersimpan perjuangan tanpa lelah sebagai penopang keluarga. Momentum peringatan Hari Ibu ke-97 dimanfaatkan untuk menyapa dan menguatkan mereka. Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Senin (22/12/2025), secara simbolis menyerahkan bakti sosial dari LPMK Kelurahan Ngampel yang berkolaborasi dengan Baznas Kota Kediri sebagai wujud kepedulian dan apresiasi atas peran luar biasa para ibu, di Gedung Serbaguna Kelurahan Ngampel.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Kediri yang akrab disapa Gus Qowim menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih dan apresiasi kepada LPMK Kelurahan Ngampel. LPMK tidak hanya menjadi penghubung antara pemerintah dan warga, tetapi benar-benar hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat. Apa yang kita lakukan sore ini adalah bukti nyata bahwa kepedulian lahir dari kebersamaan dan keikhlasan,” ujarnya.

    Gus Qowim juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas Kota Kediri yang selama ini konsisten membersamai warga, menyalurkan amanah umat, serta menjadi bagian penting dari ikhtiar untuk saling tolong-menolong.

    Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Kediri menegaskan bahwa Hari Ibu merupakan momentum yang sangat istimewa untuk mengingat besarnya peran perempuan, khususnya para ibu yang menjadi kepala keluarga. “Panjenengan semua adalah perempuan-perempuan hebat. Bantuan yang disalurkan hari ini mungkin tidak besar secara nilai, tetapi saya berharap dapat membawa kehangatan dan sedikit meringankan beban. Yang terpenting, kegiatan ini menjadi tanda bahwa panjenengan semua tidak sendiri. Ada lingkungan yang peduli, ada pemerintah yang hadir, dan ada kebersamaan yang terus kita rawat, tegasnya..

    Pemerintah Kota Kediri berkomitmen untuk terus mendampingi dan memberdayakan perempuan, termasuk perempuan kepala keluarga, agar semakin kuat, mandiri, dan sejahtera. Sebab, ketika perempuan dikuatkan, keluarga akan lebih tenang dan lingkungan menjadi lebih baik.

    Hadir pula dalam kegiatan ini Lurah Ngampel Subagyo, Ketua LPMK Kelurahan Ngampel Heri Nurdianto, perwakilan Baznas Kota Kediri, perwakilan Camat Mojoroto, segenap ketua RW, serta para ibu perempuan kepala keluarga di Kelurahan Ngampel. [nm/but]

  • Angin Puting Beliung Terjang Desa di Sumenep, Atap Pesantren dan Rumah Warga Rusak

    Angin Puting Beliung Terjang Desa di Sumenep, Atap Pesantren dan Rumah Warga Rusak

    Sumenep (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura. Akibatnya, sebuah pondok pesantren dan rumah warga mengalami kerusakan.

    Kapolsek Guluk-Guluk AKP Akhmad Gandhi mengatakan, angin puting beliung menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan pada atap rumah, dapur, serta kamar mandi milik warga di Dusun Masaran. Selain itu, Pondok Pesantren Babussalam juga terdampak angin puting beliung. Atap bangunan pondok rusak.

    “Kerusakan yang terjadi bersifat ringan hingga sedang. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah angin puting beliung ini,” katanya, Senin (22/12/2025).

    Rumah-rumah warga yang atapnya tersapu angin puting beliung seluruhnya ada di Dusun Masaran. Diantaranya rumah milik Dian Pak Arsam, Idi, Jubri, Habibah, dan Sanima. Kerugian material akibat musibah itu diperkirakan mencapai Rp 20 juta.

    “Setelah kejadian, kami dari Polsek Guluk-Guluk bersama Koramil dan aparat desa serta warga setempat bahu membahu membersihkan pohon tumbang yang menghalangi jalan, serta membenahi sisa-sisa kerusakan bangunan,” terang Gandhi.

    Saat ini situasi sudah aman dan kondusif. Namun demikian, aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, serta segera melapor apabila terjadi kejadian serupa. [tem/suf]

  • Angin Kencang, Pohon Jati di Mojokerto Timpa Teras Rumah dan Mobil Warga

    Angin Kencang, Pohon Jati di Mojokerto Timpa Teras Rumah dan Mobil Warga

    Mojokerto (beritajatim.com) – Angin kencang melanda wilayah Desa Ngares Kidul, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Senin (22/12/2025) sore. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebuah pohon jati emas tumbang dan menimpa teras rumah serta sebuah mobil milik warga.

    Kejadian berlangsung sekitar pukul 16.05 WIB di Dusun Ngares Wetan RT 18/RW 07, Desa Ngares Kidul. Pohon jati yang berada di pinggir jalan tiba-tiba roboh akibat terpaan angin kencang. Pohon jati emas dengan diameter 30 cm tersebut tumbang dan menimpa teras rumah serta mobil milik warga.

    “Berdasarkan laporan warga yang disampaikan melalui media sosial, angin kencang menyebabkan pohon jati emas di Desa Ngares Kidul tumbang hingga menimpa teras rumah dan mobil milik warga bernama Dimyati,” ungkap Agen Informasi Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, Achmad Kurniawan.

    Pohon yang tumbang diketahui berjenis jati emas dengan diameter sekitar 30 sentimeter. Akibat kejadian tersebut, teras rumah warga milik Dimyati mengalami kerusakan, sementara sebuah mobil Suzuki Carry mengalami kerusakan ringan karena tertimpa material teras rumah yang roboh.

    Mendapat laporan kejadian, Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas melakukan pemotongan pohon tumbang, asesmen dampak kejadian, serta melaporkan hasil penanganan kepada pimpinan. Penanganan di lokasi telah selesai pada pukul 18.20 WIB.

    “Kondisi cuaca saat ini berawan, namun situasi sudah kembali aman. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa angin kencang, terutama saat memasuki musim penghujan, serta segera melaporkan jika terjadi kejadian serupa di lingkungan sekitar,” tegasnya. [tin/suf]

  • Sembilan Desa Hilang Pasca-banjir Sumatra-Aceh, Ini Kata Mendes PDT dan Transmigrasi

    Sembilan Desa Hilang Pasca-banjir Sumatra-Aceh, Ini Kata Mendes PDT dan Transmigrasi

    Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak sembilan desa hilang akibat bencana banjir bandang yang melanda tiga provinsi di Indonesia, yakni Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) dan Transmigrasi, Yandri Susanto menyebut desa-desa tersebut bukan sekadar rusak, melainkan hilang secara fisik.

    “Memang ada sekitar sembilan desa kalau tidak salah hilang. Hilang, bukan rusak, hilang,” kata Yandri Susanto di Gedung Sekretariat Provinsi Jatim, Senin (22/12/2025). Ia menjelaskan, wilayah yang sebelumnya merupakan permukiman desa, kini berubah menjadi aliran sungai.

    Sejak awal kejadian banjir, Kementerian Desa telah memerintahkan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) untuk melakukan pendataan menyeluruh. Pendataan meliputi desa yang hilang, rusak berat, rusak sedang, rusak ringan, hingga desa yang terdampak.

    Menurut Yandri, meski jumlah korban jiwa di desa-desa tersebut tidak besar, dampak sosialnya sangat signifikan. “Banyak yang mengungsi, banyak yang kehilangan rumah, itu yang paling banyak,” ujarnya.

    Sebagian besar desa yang hilang berada di wilayah Aceh. Saat ini, Kemendes PDT terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menentukan langkah penanganan pascabencana bagi desa-desa terdampak. [tok/suf]

  • Penyaluran LPG 3 Kg Bersubsidi Bakal Berbasis Desil, DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Masif

    Penyaluran LPG 3 Kg Bersubsidi Bakal Berbasis Desil, DPR Minta Pemerintah Sosialisasi Masif

    Jakarta (beritajatim.com)– Pemerintah tengah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) terbaru terkait penyaluran LPG 3 kilogram bersubsidi untuk menggantikan Perpres Nomor 104 Tahun 2007 dan Perpres Nomor 38 Tahun 2019.

    Melalui aturan baru tersebut, pemerintah akan memperjelas batasan penerima LPG 3 kilogram, termasuk kemungkinan pembatasan berdasarkan kelompok desil dalam Basis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Menurut Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari, perubahan skema penyaluran LPG 3 kilogram, terlebih jika berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan pembatasan desil tertentu, berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat apabila tidak disertai penjelasan yang memadai. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya sosialisasi yang panjang dan terstruktur, termasuk simulasi model penyaluran terbaru.

    “Pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami mekanisme baru yang akan diterapkan. Jangan sampai masyarakat kaget lalu panik, sehingga berlomba-lomba melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan,” ujar legislator dari daerah pemilihan Jawa Timur 9 yang meliputi Kabuparen Bojonegoro,dan Kabupaten Tuban ini, Senin (22/12/2025).

    Ratna menegaskan, secara teoritis LPG 3 kilogram bersubsidi memang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya rumah tangga pada desil 1 hingga 4 yang masuk kategori sangat miskin hingga rentan miskin, serta desil 5 yang tergolong pas-pasan. Namun, menurutnya, kejelasan dan validitas data menjadi kunci agar kebijakan tepat sasaran.

    “Dibutuhkan data penduduk berbasis desil yang benar-benar akurat di dalam DTKS. Tanpa data yang solid, kebijakan pembatasan justru berpotensi menimbulkan kesalahan penyaluran dan konflik di tingkat bawah,” kata Ratna.

    Selain itu, ia juga menekankan perlunya pengawasan ketat di lapangan, mulai dari tingkat agen hingga pengecer. Pengawasan tersebut, lanjutnya, penting untuk mencegah penyalahgunaan, kebocoran subsidi, serta memastikan LPG 3 kilogram benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak.

    “Kami di DPR, khususnya Komisi XII, akan terus mengawal kebijakan ini agar tujuan subsidi tercapai, yaitu melindungi masyarakat kecil, tanpa menimbulkan gejolak di lapangan,” kata Ratna. [hen/suf]

  • Mendes PDT dan Transmigrasi: Jatim Percontohan Nasional Percepatan Transformasi Digital Desa

    Mendes PDT dan Transmigrasi: Jatim Percontohan Nasional Percepatan Transformasi Digital Desa

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai motor penggerak transformasi digital desa di Indonesia.

    Mewakili Gubernur Jawa Timur, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono secara simbolis menerima hibah personal komputer dari Pemerintah Korea yang disalurkan melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Senin (22/12/2025), di Ruang Hayam Wuruk Lantai 8, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur.

    Hibah tersebut selanjutnya akan didistribusikan kepada seluruh pemerintah desa di Jawa Timur, dengan total penerima mencapai 7.721 desa. Program ini merupakan implementasi kerja sama antara Kemendes PDTT dengan Korea Trade Investment Promotion Agency (KOTRA) melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).

    Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI, Yandri Susanto menegaskan bahwa penyerahan komputer ini menjadi langkah konkret dalam mempercepat transformasi digital di tingkat desa. Jawa Timur dipilih sebagai provinsi pertama sekaligus percontohan nasional dalam program tersebut.

    “Menyerahkan komputer untuk semua desa se-Jawa Timur. Ini implementasi MOU kerja sama antara Kemendes dengan KOTRA. Ini bagian dari upaya kita melakukan transformasi digital di tingkat desa, dan yang pertama itu adalah Jawa Timur,” ujar Yandri.

    Menurutnya, kehadiran perangkat komputer yang dilengkapi dengan sistem keamanan tinggi dan dashboard digital akan memperkuat pola komunikasi, pengawasan, serta pemberdayaan desa berbasis sistem informasi terintegrasi. Hal ini dinilai penting mengingat semakin banyak program pemerintah pusat yang bermuara langsung ke desa.

    “Sekarang hampir semua kementerian masuk ke desa, mulai dari Kementerian Sosial, Pertanian, Kelautan, MBG, hingga koperasi. Kalau tidak ada sistem informasi yang komprehensif dan mudah digunakan, tentu akan sulit mengawasi siklus kegiatan di tingkat desa,” jelasnya.

    Yandri berharap Jawa Timur mampu menjadi role model nasional dalam pemanfaatan digitalisasi desa. Dengan sistem yang tertata, produk-produk desa akan lebih mudah dipasarkan, sementara kebutuhan masyarakat desa juga bisa lebih cepat terpenuhi.

    Penyerahan komputer untuk desa

    “Kami menyambut baik program ini dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pemerintah kabupaten di Jawa Timur yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Yang paling penting, pasca penyerahan komputer ini, kita pastikan semuanya berfungsi dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

    Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menekankan bahwa program hibah ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tengah mendorong percepatan reformasi birokrasi dan transformasi digital pemerintahan.

    “Harapannya pemerintah desa itu melek informasi dan digital. Jawa Timur sedang bergerak dari Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) menuju pemerintahan digital atau Pemdi. Ujung tombaknya memang di pemerintahan desa,” kata Adhy.

    Ia menjelaskan, Pemprov Jatim selama ini telah mengembangkan berbagai sistem pendukung tata kelola desa, mulai dari basis data, sistem administrasi pemerintahan desa, hingga penguatan inklusi keuangan melalui program Jatim Bejo. Namun, keterbatasan sarana perangkat komputer yang memadai masih menjadi tantangan di lapangan.

    “Dengan adanya komputer yang sudah built-in aplikasi dan sistem keamanan ini, tentu sangat membantu tata kelola pemerintahan desa, perencanaan pembangunan, hingga penguatan akuntabilitas,” ujarnya.

    Adhy juga memastikan bahwa Pemprov Jatim tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana, tetapi akan melanjutkannya dengan peningkatan kapasitas aparatur desa. Pelatihan dan pendampingan penggunaan perangkat digital akan kembali dilakukan agar pemanfaatannya optimal.

    “Capacity building sudah kami lakukan, dan nanti tentu akan kita perkuat lagi agar perangkat ini benar-benar digunakan secara maksimal,” tambahnya.

    Dengan ditetapkannya Jawa Timur sebagai pilot project nasional, program hibah komputer ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya desa-desa digital yang transparan, akuntabel, dan berdaya saing, sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan berbasis teknologi hingga ke tingkat paling bawah. [tok/suf]