Author: Beritajatim.com

  • Pelajar Banyuwangi Sampaikan “Tanda Cinta” Melalui Karya d Momen Hari Ibu

    Pelajar Banyuwangi Sampaikan “Tanda Cinta” Melalui Karya d Momen Hari Ibu

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ibu di Banyuwangi diwarnai dengan aksi kreatif pelajar yang menyampaikan “Tanda Cinta” pada sosok seorang Ibu.

    Kreativitas itu dituangkan mulai dalam bentuk gambar, surat hingga “pengakuan langsung” pada acara yang dikemas dalam Festival Hari Ibu di Pendopo Sabha Swagata.

    Festival Hari Ibu diikuti oleh 1200 pelajar mulai tingkat SD, SMP dan SMA se Banyuwangi. Sebelumnya,mereka mengirimkan kreativitas dalam tiga kategori lomba yakni Poster dan Wawarah/presentasi dengan tema “Ibu Cahaya Dalam Setiap Langkah”, dan Surat Untuk Bupati.

    Para finalis berkesempatan tampil di hadapan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan membacakan karyanya secara langsung.

    Salah satunya adalah Devi Syifa Zaskya, siswi kelas 4 dari SDIT AL Uswah Banyuwangi. Ia menceritakan bagaimana peran ibu yang sangat berarti dalam hidupnya.

    “Ibu itu suka berbohong, lelah tapi bilang tidak. Bilang sudah makan, padahal lapar. Itulah keistimewaan ibu,” kata Kya sapaannya.

    “Semoga ibu kita selalu sehat dan diberi umur yang panjang,” tambah Kya.

    Melihat tampilan peserta yanh begitu kreatif, Bupati Ipuk memberikan apresiasi kepada para pelajar yang telah tampil dengan baik. Ia pun memeluk setiap anak dengan hangat dan haru.

    “Terima kasih anak-anakku semua atas penghargaan kalian untuk Ibu nya. Jadikan semua jasa dan pengorbanan ibu menjadi motivasi dan inspirasi bagi kalian untuk berbakti dan menjadi yang terbaik di masa depan,” kata Ipuk usai menyaksikan penampilan para finalis lomba.

    Ipuk mengatakan Ibu berperan strategis tidak hanya dalam kehidupan keluarga tapi juga masyarakat, dan bangsa. Karena ibulah yang menjadi madrasah pertama, pendidik yang menanamkan niai-nilai karakter pada anak yang akan terbawa kemanapun anak berada.

    “Di balik generasi yang tangguh dan masyarakat yang berdaya, ada peran ibu yang mendidik dan menanamkan nilai-nilai karakter sebagai bekal anak dalam mengarungi kehidupannya,” kata Ipuk.

    Ipuk melanjutkan untuk memaksimalkan peran strategis seorang Ibu, Pemkab Banyuwangi turut mendukung lewat kebijakan dan program pemberdayaan. Dimulai dari perencaaan pembangunan inklusif yang melibatkan perempuan dan anak serta Kebijakan Ramah Perempuan dalam akses pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, dan ruang partisipasi publik yang aman.

    “Kami ingin para ibu tidak hanya kuat di ranah domestik, tetapi juga percaya diri memimpin di ruang ekonomi dan sosial. Salah satunya lewat pemberdayaan melalui bantuan modal usaha, pelatihan dan lainnya,” pungkasnya. [alr/aje]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 23 Desember 2025

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 23 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Selasa, 23 Desember 2025.

    “Sejumlah wilayah di Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga disertai petir hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 33°C. Sedangkan kelembabannya antara 64%-96%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Senin (22/12/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut cuaca di sejumlah wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan ringan sekitar pukul 13.00—15.00 WIB. Termasuk di antaranya Kecamatan Gayungan, Gubeng, Jambangan, Pakal, Sawahan, Semampir, Tandes, Tegalsari, dan Wonokromo.

    Suhu udara: 24°C – 33°C
    Kelembapan: 65% – 93%
    Kecepatan angin: 27,3 Km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, cuaca di Sidoarjo cenderung hujan ringan pada pagi hingga siang hari ini. Mulai dari intensitas ringan hingga sedang. Termasuk di antaranya seperti Kecamatan Krembung, Porong, Tanggulangin, Tulangan, hingga Candi.

    Suhu udara: 24°C – 33°C
    Kelembapan: 64%-96%
    Kecepatan angin: 27,8 km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Gresik siang hari ini diprakirakan sempat turun hujan ringan, meski cuaca cenderung terik. Termasuk di antaranya Kecamatan Menganti, Kedamean, Dukun, Gresik, Kebomas, Benjeng, Cerme, Bungah, Manyar, dan Menganti.

    Suhu udara: 26°C – 31°C
    Kelembapan: 69% – 89%
    Kecepatan angin: 26,9 km/jam dari arah Barat Daya.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. [fyi/beq]

  • Kota Pasuruan Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hingga April 2026

    Kota Pasuruan Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hingga April 2026

    Pasuruan (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Pasuruan kini memperketat pengawasan wilayah menyusul meningkatnya potensi gangguan cuaca di akhir tahun. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap kondisi iklim yang mulai menunjukkan intensitas hujan dan angin yang tidak menentu.

    Keputusan resmi mengenai kesiapsiagaan ini telah ditandatangani guna menjamin keselamatan seluruh warga kota. Melalui kebijakan tersebut, koordinasi antar lini sektor dipastikan akan berjalan lebih masif untuk memitigasi risiko kerugian material maupun korban jiwa.

    Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menginstruksikan agar seluruh jajaran perangkat daerah segera mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada. Penetapan status siaga darurat ini difokuskan pada tiga ancaman utama, yakni banjir, angin puting beliung, dan banjir rob.

    “Kami memerintahkan perangkat daerah dan instansi terkait untuk mengoptimalkan fasilitas yang dimiliki serta selalu siaga berkoordinasi dengan BPBD,” tegas Mas Adi.

    Berdasarkan data yang dihimpun, total tercatat ada 193 insiden bencana yang melanda wilayah Kota Pasuruan sepanjang tahun 2025. Mayoritas kejadian tersebut didominasi oleh dampak cuaca ekstrem seperti pohon tumbang serta kerusakan bangunan rumah tinggal.

    Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan, Anang Sururin, menjelaskan bahwa selain cuaca ekstrem, kebakaran juga menjadi perhatian serius pihaknya. Dari data yang ada, terdapat 56 peristiwa kebakaran serta 36 kejadian banjir yang telah ditangani oleh tim di lapangan.

    Kecamatan Bugul Kidul dan Panggungrejo tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi bencana tertinggi dibandingkan wilayah lainnya. Kedua kecamatan ini melaporkan lebih dari 50 kejadian, sementara Kecamatan Gadingrejo dan Purworejo menyusul dengan angka yang cukup signifikan.

    Sebagai langkah nyata, BPBD kini telah menyiagakan posko pemantauan di kantor pusat untuk memonitor perkembangan situasi secara real-time. Peralatan evakuasi dan kapasitas personel juga telah ditingkatkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kondisi di lapangan memburuk.

    “Kami menyiapkan posko siaga di kantor dan berharap situasi tetap kondusif sehingga tidak perlu naik ke status darurat,” tutup Anang.  [ada/aje]

  • Polsek Rungkut Tangkap Satpam Apartemen Gunawangsa MERR Surabaya

    Polsek Rungkut Tangkap Satpam Apartemen Gunawangsa MERR Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Tiga satpam Apartemen Gunawangsa MERR Surabaya ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Rungkut usai terbukti melakukan pencurian sepeda motor di kawasan parkir tempat mereka bekerja.

    Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, ketiga satpam itu ialah Slamet (34) asal Jombang, Julianto Bagus (23) dan Gustiari (33) warga Sidoarjo.

    Ketiga satpam Gunawangsa MERR Surabaya ini sudah melakukan aksi pencurian motor di tempat kerjanya sendiri sejak tahun 2024. Total, ada lima sepeda motor yang sudah mereka curi.

    “Iya mas kemarin kita sudah amankan tiga petugas keamanan apartemen yang malah melakukan pencurian di tempat yang seharusnya mereka jaga. Kami masih kejar satu lagi pelaku yang berhasil kabur,” kata Kapolsek Rungkut AKP Agus Santoso.

    Agus menjelaskan, komplotan pencuri berkedok petugas keamanan itu dibongkar setelah ada laporan masuk ke Polsek Rungkut dari korban berinisial TK (47) asal Sukodono, Sidoarjo.

    Saat itu, korban datang ke Apartemen Gunawangsa Merr untuk berkunjung ke apartemen rekannya, Sabtu (29/11/2025) malam. Korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat di area ojek online yang berada di dekat pos satpam.

    “Korban lalu nongkrong sebentar di minimarket yang ada di apartemen tersebut. Sekitar pukul 22.30 WIB, korban baru naik ke kamar rekannya,” jelas Agus.

    Keesokan harinya, korban menuju tempat parkir khusus ojek online untuk kembali pulang. Namun, saat itu dia tidak menemukan sepeda motor. Atas peristiwa itu, korban melapor ke Polsek Rungkut.

    Setelah serangkaian penyelidikan, polisi menemukan bukti jika pelaku pencurian adalah empat petugas keamanan apartemen. Namun, pihak kepolisian masih menangkap tiga orang.

    “Kami masih dalami terus untuk menangkap satu pelaku lain dan penadahnya,” pungkas Agus. (ang/ted)

  • Mantan Ketua PBNU Nilai Musyawarah Kubro Tak Dikenal dalam AD/ART NU

    Mantan Ketua PBNU Nilai Musyawarah Kubro Tak Dikenal dalam AD/ART NU

    Kediri (beritajatim.com) – Hasil Musyawarah Kubro yang digelar sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), Mustasyar PBNU, PWNU, PCNU, serta unsur Badan Otonom (Banom) di Pondok Pesantren Lirboyo, Ahad (21/12/2025), menuai beragam tanggapan di tengah dinamika konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

    Sebagian pihak menilai forum tersebut berpotensi memunculkan kelompok baru di tubuh NU. Menanggapi hal itu, mantan Ketua PBNU periode 1999–2010, Andi Jamaro Dulung, menyampaikan pandangannya terhadap sejumlah poin hasil Musyawarah Kubro tersebut.

    “Pertama, kita tentu menghormati semua ikhtiar dan niat baik para masyayikh dalam mencari jalan keluar atas dinamika yang terjadi di tubuh PBNU,” ujar Andi Jamaro Dulung.

    Namun demikian, ia menegaskan bahwa setiap upaya penyelesaian, termasuk melalui jalan ishlah, harus ditempuh dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Perkumpulan (Perkum) sebagai pijakan utama organisasi.

    Menurut Andi, secara konstitusional istilah Musyawarah Kubro tidak dikenal dalam struktur permusyawaratan NU. Ia merujuk Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama Pasal 22 yang hanya mengakui forum resmi berupa Muktamar, Muktamar Luar Biasa, Musyawarah Nasional Alim Ulama, dan Konferensi Besar.

    “Tidak terdapat istilah maupun forum bernama Musyawarah Kubro dalam AD NU,” kata dia.

    Ia juga menjelaskan bahwa Pasal 27 AD NU hanya mengenal jenis rapat seperti Rapat Kerja, Rapat Pleno, Rapat Harian Syuriyah dan Tanfidziyah, serta rapat lain yang dianggap perlu, tanpa kewenangan mengambil keputusan setingkat Muktamar. Dengan demikian, hasil Musyawarah Kubro tidak dapat dikategorikan sebagai keputusan permusyawaratan resmi jam’iyyah.

    Andi Jamaro Dulung menambahkan, forum non-konstitusional tidak memiliki kewenangan untuk memberikan tenggat waktu, ultimatum, ataupun mencabut dan mengalihkan mandat PBNU dari Rais Aam dan Ketua Umum kepada Mustasyar.

    “Mandat PBNU bersumber dari Muktamar dan hanya dapat dievaluasi melalui mekanisme organisasi yang sah,” ujarnya.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa Muktamar Luar Biasa (MLB) bukan kewenangan PWNU maupun PCNU. Berdasarkan Anggaran Dasar NU, MLB dipimpin dan diselenggarakan oleh PBNU, bukan oleh kepengurusan wilayah atau cabang.

    Karena itu, penetapan waktu pelaksanaan MLB di luar mekanisme resmi seperti Konferensi Besar dinilai tidak sah dan tidak memiliki legitimasi jam’iyyah.

    Menurut Andi Jamaro Dulung, menjaga keutuhan NU justru harus ditempuh melalui ketaatan terhadap konstitusi organisasi dan adab khittah jam’iyyah.

    “Keutuhan Nahdlatul Ulama tidak dijaga melalui tekanan, ultimatum, atau forum non-konstitusional, melainkan dengan ketaatan pada AD/ART dan menjaga adab dalam menyikapi perbedaan,” kata dia. [beq]

  • Ribuan Pegawai Honorer Pemkab Lumajang Barusaja Diangkat, 43 Orang Mundur

    Ribuan Pegawai Honorer Pemkab Lumajang Barusaja Diangkat, 43 Orang Mundur

    Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur memastikan bahwa tidak ada lagi pegawai di lembaganya yang masih berstatus honorer.

    Hal ini lantaran penyerahan surat keputusan (SK) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu baru saja diberikan kepada 4.230 pegawai, Senin (22/12/2025).

    Meski begitu, sebelumnya jumlah tenaga non-aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Lumajang pernah tercatat mencapai 4.273 orang pada bulan Juli 2025.

    Sehingga, ada pengurangan sebanyak 43 orang tenaga honorer yang statusnya tidak diangkat menjadi PPPK paruh waktu karena dianggap mengundurkan diri.

    Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi (P2I) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lumajang Ahadi Apriyanto mengatakan, banyak faktor yang menyebabkan adanya pengurangan jumlah tenaga honorer dari jumlah awal.

    Namun, penyebab utama adalah karena mereka tidak melakukan pengisian daftar riwayat hidup (DRH) pada akun masing-masing.

    Untuk diketahui DRH merupakan formulir elektronik yang wajib diisi oleh setiap peserta PPPK paruh waktu yang dinyatakan lolos seleksi.

    “Jadi, banyak faktor yang membuat pengurangan itu, bisa dia mengundurkan diri, atau mungkin tidak dapat restu keluarga. Tapi ini biasanya karena tidak melakukan pengisian DRH sesuai ketentuan,” terang Ahadi, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, adanya pengurangan jumlah tenaga honorer yang diangkat PPPK paruh waktu murni berasal dari masing-masing individu peserta.

    “Faktornya dari diri sendiri, bukan karena mereka tidak diangkat. Sebenarnya mereka sudah diusulkan, tapi ketika sudah diusulkan, untuk dapat NIP harus ngisi DRH. Nah ketika tidak maka kita anggap sudah tidak mau melanjutkan,” tambah Ahadi.

    Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menjelaskan, sudah tidak ada lagi pegawai honorer di Pemkab Lumajang.

    Seluruhnya, sudah diangkat menjadi PPPK paruh waktu dengan jumlah 4.230 pegawai. Adapun rinciannya, 901 merupakan tenaga pendidikan, 289 tenaga kesehatan, dan 3.040 tenaga teknis.

    “Iya ini sudah semua diangkat jadi PPPK paruh waktu, tidak tersisa (tenaga honorer, Red),” ungkap Indah. [has/aje]

  • Warga Ngawi, Magetan, dan Ponorogo Waspada, Ini Prakiraan Cuaca Selasa 23 Desember 2025

    Warga Ngawi, Magetan, dan Ponorogo Waspada, Ini Prakiraan Cuaca Selasa 23 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – BMKG Juanda merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo pada Selasa, 23 Desember 2025. Berdasarkan analisis cuaca harian, kondisi atmosfer di kawasan Jawa Timur bagian barat diperkirakan cukup dinamis.

    Meski sebagian besar wilayah akan didominasi langit berawan, potensi hujan ringan tetap perlu diantisipasi, terutama pada siang hari.

    Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S. Tr., menyampaikan bahwa tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi menjadi salah satu faktor pemicu perubahan cuaca di wilayah tersebut.

    Ngawi Berpotensi Hujan Ringan

    Di Kabupaten Ngawi, cuaca diprediksi berawan sejak pagi hari pukul 06.00 WIB. Kondisi langit sempat berubah cerah sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum hujan ringan diperkirakan turun pada pukul 13.00 WIB. Setelah itu, cuaca kembali berawan mulai sore hingga malam hari.

    Suhu udara di Ngawi berada pada kisaran 22 hingga 30 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah Barat dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam, sementara kelembapan udara cukup tinggi, yakni antara 74 sampai 98 persen.

    “Meskipun hujan yang terjadi diperkirakan bersifat ringan, masyarakat tetap perlu waspada karena perubahan cuaca bisa terjadi cukup cepat,” tambahnya.

    Prakiraan Cuaca Magetan

    Sementara itu, wilayah Magetan diperkirakan mengalami kondisi berawan pada pagi hari. Memasuki pukul 10.00 WIB hingga siang hari, cuaca cenderung cerah berawan. Pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, langit kembali berawan sebelum berubah menjadi cerah berawan pada malam hari.

    Magetan memiliki suhu udara antara 23 hingga 28 derajat Celcius. Angin berhembus dari arah Timur Laut dengan kecepatan 18,5 km/jam, serta kelembapan udara berada di kisaran 70 hingga 92 persen.

    Cuaca Ponorogo Relatif Stabil

    Berbeda dengan Ngawi, kondisi cuaca di Ponorogo terpantau relatif stabil sepanjang hari. Sejak pagi hingga menjelang siang, langit akan didominasi awan. Pada pukul 13.00 WIB, cuaca sempat cerah berawan sebelum kembali berawan hingga malam hari.

    Suhu udara di Ponorogo diperkirakan berada di kisaran 23 hingga 31 derajat Celcius. Arah angin dominan dari Timur Laut dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam, sementara kelembapan udara berkisar antara 63 sampai 90 persen.

    Menutup keterangannya, Oky mengingatkan masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG.

    “Kami menghimbau masyarakat agar rutin memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi cuaca yang ada,” tutupnya.

    Dengan adanya prakiraan ini, warga Ngawi, Magetan, dan Ponorogo diharapkan dapat lebih siap menghadapi potensi perubahan cuaca, terutama bagi yang memiliki aktivitas di luar ruangan pada siang hingga sore hari.(mnd).

  • Penetapan UMP dan UMK 2026 di Jatim Tinggal Selangkah Lagi, Berapa Besarannya?

    Penetapan UMP dan UMK 2026 di Jatim Tinggal Selangkah Lagi, Berapa Besarannya?

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemprov Jatim mulai mematangkan proses penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2026 dengan mengacu pada formula resmi dari pemerintah pusat.

    Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, menyebut rumus UMP menggunakan variabel inflasi dan pertumbuhan ekonomi dengan koefisien alfa di rentang 0,5 hingga 0,9.

    Menurut Adhy, jika dihitung berdasarkan kondisi ekonomi Jawa Timur saat ini, besaran kenaikan UMP berada pada kisaran 5,2 hingga 7 persen. “Inflasi kita sebenarnya di bawah 2,5 persen. Kalau dipersentasekan dengan pertumbuhan ekonomi, hitungannya sekitar 5,2 sampai 7 persen. Ini formula UMP yang nanti harus diterjemahkan lagi ke UMK,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).

    Untuk penetapan UMK, Pemprov Jatim masih menunggu usulan dari masing-masing kabupaten dan kota. Selain itu, pemerintah provinsi juga akan mendengarkan masukan dari serikat pekerja, termasuk SPSI, serta kalangan pengusaha yang diwakili Apindo.

    Pertemuan dengan kedua belah pihak dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebelum rumusan final UMK ditetapkan. Adhy menegaskan, prinsip utama dalam penetapan UMK adalah keadilan dan proporsionalitas, terutama dalam menjaga disparitas upah antara wilayah ring 1 dan daerah di luar ring 1 yang upah minimumnya relatif lebih kecil.

    “Kami ingin tetap ada kenaikan, tetapi proporsional. Jangan sampai disparitas antara ring 1 dan di luar ring 1 semakin lebar,” katanya.

    Ia juga menyoroti ketimpangan upah di wilayah yang secara geografis berdekatan, seperti Kota dan Kabupaten Mojokerto, Kota dan Kabupaten Kediri, serta Kota dan Kabupaten Pasuruan. Menurutnya, disparitas yang terlalu jauh perlu ditekan agar lebih berkeadilan.

    Terkait jadwal, Adhy menyebut batas akhir penetapan UMP dan UMK adalah 24 Desember. Pembahasan internal Pemprov Jatim akan dimulai lebih dulu, kemudian dilanjutkan dengan rapat bersama organisasi buruh dan pengusaha, serta Dewan Pengupahan.

    “UMP itu sifatnya pedoman. UMK nanti akan sangat bergantung pada usulan Dewan Pengupahan kabupaten/kota yang disampaikan ke bupati dan wali kota, lalu kami rumuskan di tingkat provinsi,” jelasnya.

    Pemprov Jatim berharap penetapan upah minimum tahun ini tidak hanya menjamin kenaikan bagi pekerja, tetapi juga tetap menjaga iklim usaha dan mengurangi ketimpangan antarwilayah. [tok/aje]

  • Prediksi Cuaca Selasa, 23 Desember 2025: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Madiun Raya

    Prediksi Cuaca Selasa, 23 Desember 2025: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Madiun Raya

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Pacitan pada Selasa, 23 Desember 2025.

    Secara umum, kondisi cuaca di ketiga wilayah tersebut diprediksi didominasi awan dengan peluang hujan ringan yang muncul pada siang hingga sore hari.

    Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S. Tr., menyampaikan bahwa masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca harian.

    “Secara umum wilayah Madiun Raya dan Pacitan akan mengalami cuaca berawan, dengan potensi hujan ringan pada siang hari,” ujarnya.

    Cuaca Kota Madiun

    Di Kota Madiun, pagi hari diperkirakan diawali dengan kondisi langit berawan sekitar pukul 06.00 WIB. Cuaca kemudian berubah menjadi cerah berawan pada pukul 10.00 WIB.

    Hujan ringan diperkirakan turun pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, sebelum kembali berawan hingga malam hari pukul 22.00 WIB.

    “Hujan yang terjadi di Kota Madiun bersifat ringan dan tidak berlangsung lama, namun tetap perlu diantisipasi,” kata Oky Sukma Hakim.

    Suhu udara di Kota Madiun berada pada kisaran 24 hingga 30 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah Barat dengan kecepatan sekitar 18,5 km/jam, sedangkan kelembapan udara berada di rentang 74 hingga 95 persen.

    Cuaca Kabupaten Madiun

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Madiun diperkirakan mengalami pola cuaca yang hampir serupa. Perbedaannya, hujan ringan diprediksi turun lebih awal, yakni mulai pukul 10.00 WIB hingga 13.00 WIB.

    Suhu udara di Kabupaten Madiun berada di kisaran 24–30 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari arah Barat sekitar 18,8 km/jam. Tingkat kelembapan udara diperkirakan cukup tinggi, yakni antara 70 hingga 95 persen.

    Cuaca Pacitan

    Berbeda dengan Madiun, Pacitan diprediksi akan diselimuti awan sejak pagi hari, mulai pukul 06.00 hingga 07.00 WIB. Cuaca kemudian menjadi cerah berawan pada pukul 10.00 WIB dan bertahan hingga pukul 13.00 WIB.

    Pada sore hingga awal malam, sekitar pukul 16.00 hingga 19.00 WIB, kondisi kembali berawan. Menjelang malam hari pukul 22.00 WIB, Pacitan diperkirakan mengalami kondisi udara kabur.

    “Masyarakat Pacitan perlu mewaspadai kelembapan udara yang cukup tinggi pada malam hari,” ungkap Oky.

    Suhu udara di Pacitan berada di rentang 22 hingga 28 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari arah Barat Daya berkecepatan 18,5 km/jam. Kelembapan udara di wilayah ini berkisar antara 75 hingga 99 persen.

    BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk rutin memantau pembaruan informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas harian, terutama bagi warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan pada siang hari/ [mnd/aje]

  • Setahun Ada 23 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Lumajang, 1 Perkara Hubungan Sesama Jenis

    Setahun Ada 23 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Lumajang, 1 Perkara Hubungan Sesama Jenis

    Lumajang (beritajatim.com) – Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur masih mengkhawatirkan. Sebab, sepanjang tahun 2025 ini sebanyak 23 anak dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual.

    Data Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Lumajang mencatat kasus kekerasan seksual pada anak itu terjadi pada periode Januari sampai November.

    Kabid Perlindungan Anak dan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos P3A Lumajang Darno menyampaikan, dari 23 anak yang menjadi korban kekerasan seksual, 1 di antaranya berjenis kelamin laki-laki.

    Hal ini menandakan setiap anak baik laki-laki maupun perempuan berada dalam posisi sangat rentan menjadi korban kekerasan seksual.

    “Untuk kekerasan seksual terhadap anak ada 23 kasus, 1 korban ini anak laki-laki (sesama jenis, Red),” terang Darno, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, selain kekerasan seksual yang menjadi ancaman utama, anak-anak juga rentan mendapat kekerasan fisik.

    Di mana, tercatat juga ada sebanyak 6 anak yang menjadi korban kekerasan fisik. Terdapat juga 4 kasus penelantaran anak oleh orang tua.

    “Ada juga kasus kekerasan fisik yang memakan 6 korban anak. Serta 4 korban anak penelantaran,” tambah Darno.

    Tingginya angka kekerasan seksual terhadap anak di Lumajang menjadi alarm serius bagi pemerintah kabupaten.

    Sehingga perlu ada fokus perlindungan dini terhadap potensi anak yang menjadi korban sebagai pencegahan.

    “​Jadi memang perlu adanya penguatan fungsi pengawasan, baik di tingkat keluarga maupun instansi terkait. Karena ini dampak trauma psikologis pada korban anak jauh lebih mendalam dan sifatnya jangka panjang,” ungkap Darno. (has/ian)