Author: Beritajatim.com

  • Gunung Semeru Erupsi Awan Panas 5 Kilometer, Bupati Lumajang Pastikan Masih Dalam Radius Aman

    Gunung Semeru Erupsi Awan Panas 5 Kilometer, Bupati Lumajang Pastikan Masih Dalam Radius Aman

    Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang Indah Amperawati memastikan jarak luncur erupsi awan panas yang dikeluarkan Gunung Semeru masih berada dalam radius aman dan jauh dari pemukiman penduduk.

    Sebelumnya, Gunung Semeru dilaporkan mengalami erupsi berupa luncuran awan panas dengan jarak luncur terakhir sejauh 5 kilometer.

    Pos Pengamatan Gunung Api Semeru melaporkan erupsi awan panas ini memiliki amplitudo maksimal (Amak) 22 milimeter.

    Awan panas ini mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak awal 4 kilometer dan berakhir pada pukul 16.01 WIB dengan jarak 5 kilometer.

    Menurut Indah, luncuran awan panas Gunung Semeru masih jauh dari kawasan pemukiman penduduk.

    Sehingga, warga diimbau agar tetap tenang sembari terus memantau perkembangan informasi dari Pos Pantau Gunung Api Semeru.

    “Jadi, awan panas keluar sampai jarak luncur 4-5 kilometer dan mudah-mudahan ini terkendali. Tapi jaraknya masih dalam radius aman,” terang Indah di Lumajang, Jumat (9/1/2026).

    Indah menyebutkan, masyarakat di sekitaran kaki Gunung Semeru sebenarnya sudah sangat paham dengan tindakan apa yang harus dilakukan saat terjadi erupsi maupun banjir lahar.

    Hal ini membuat masyarakat juga sudah memiliki pengetahuan tentang kebencanaan di sekitar tempat mereka tinggal.

    Meski begitu, Indah tetap meminta agar masyarakat tetap selalu waspada dengan semua potensi bencana yang ada.

    “Untuk masyarakat ini ya mereka sudah tau, jadi sudah punya pengetahuan dan feling yang bagus. Jadi semakin peka tentang kebencanaan, tapi tentu tetap harus waspada dengan imbauan yang ada,” ungkapnya. (has/ted)

  • Mbak Wali dan Gus Qowim Silaturahmi, Pengasuh Ponpes Kedunglo Apresiasi Pembangunan Kota Kediri

    Mbak Wali dan Gus Qowim Silaturahmi, Pengasuh Ponpes Kedunglo Apresiasi Pembangunan Kota Kediri

    Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin silaturahmi di Pondok Pesantren Kedunglo Kediri, Kamis (08/01/2026). Kedatangan Mbak Wali dan Gus Qowim disambut oleh Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo KH. Agus Abdul Madjid Ali Fikri.

    Dalam kesempatan ini, Mbak Wali memohon doa dan dukungan agar pembangunan dan program Pemerintah Kota Kediri dapat berjalan lancar, membawa keberkahan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan pondok pesantren merupakan fondasi penting.

    “Mohon doanya untuk segala pembangunan di Kota Kediri agar berjalan lancar dan membawa keberkahan. Kami juga mohon masukan untuk Pemerintah Kota Kediri dan berbagai program yang berjalan,” ujarnya.

    KH. Agus Abdul Madjid Ali Fikri mengapresiasi pembangunan Kota Kediri dibawah kepemimpinan Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota Qowimuddin. Salah satunya wajah baru kawasan Jalan Stasiun Kota Kediri.

    Wajah baru ini dinilai semakin tertata, nyaman dan representatif. Kawasan Jalan Stasiun juga semakin ramai dan menjadi spot baru bagi masyarakat. “Jalan stasiun semakin jos. Saya sudah jalan-jalan ke sana. Luar biasa bagus dan semoga seluruh pembangunan di Kota Kediri berjalan lancar,” ujarnya.

    Lalu Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo juga mengapresiasi event Napak Tilas Jejak Pahlawan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang kembali digelar. Event ini dinilai sarat nilai sejarah, perjuangan, dan keteladanan. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam menanamkan semangat nasionalisme serta cinta tanah air kepada generasi muda. “Saya bersama anak-anak pondok ikut kegiatan tersebut. Saya menikmati spirit perjuangan dan patriotisme,” ungkapnya.

    Turut mendampingi, Kepala Bagian Kesra Yono Heriyadi, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Adi Sutrisno, Sekretaris Bakesbangpol Miftahur Rozak, Camat Mojoroto Abdul Rohman, dan tamu undangan lainnya. [nm/ted]

  • Parkir Berlangganan Diterapkan Lagi di Bangkalan, DPRD Ingatkan Jangan Ulangi Masalah Lama

    Parkir Berlangganan Diterapkan Lagi di Bangkalan, DPRD Ingatkan Jangan Ulangi Masalah Lama

    Bangkalan (beritajatim.com) – Penerapan kembali sistem parkir berlangganan di Kabupaten Bangkalan menuai perhatian serius dari DPRD Bangkalan. Meski mendukung kebijakan tersebut, legislatif mengingatkan pemerintah daerah agar tidak mengulangi persoalan lama yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Ketua DPRD Bangkalan, Dedi Yusuf, menegaskan bahwa parkir berlangganan bukanlah kebijakan baru. Program serupa pernah diterapkan, namun akhirnya dihentikan akibat lemahnya pengawasan dan minimnya sosialisasi, sehingga warga yang telah membayar parkir berlangganan masih dipungut biaya parkir di lapangan.

    “Kami tidak ingin kejadian itu terulang. Masyarakat sudah bayar parkir berlangganan, tapi masih ditarik parkir. Ini yang dulu menimbulkan gejolak,” tegas Dedi Yusuf usai rapat koordinasi lintas instansi.

    Menurut Dedi, DPRD mendukung kebijakan parkir berlangganan sepanjang pelayanan kepada masyarakat menjadi prioritas utama, bukan semata-mata mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD).

    “Kalau tujuannya hanya PAD tapi pelayanan amburadul, itu pasti bermasalah. Pelayanan harus dikedepankan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa tidak semua kendaraan berpelat M otomatis bebas parkir. Pembebasan hanya berlaku bagi kendaraan asal Bangkalan yang telah membayar parkir berlangganan dan memasang stiker resmi.

    “Ini harus jelas. Tanpa stiker, tetap bayar. Dengan stiker, tidak boleh dipungut. Juru parkir harus paham dan patuh,” katanya.

    Untuk mencegah kesalahpahaman di lapangan, Dedi mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan memasang plang penanda parkir berlangganan di setiap titik parkir tepi jalan umum.

    Sementara itu, Kepala Dishub Bangkalan, Moh. Hasan Faisol, menjelaskan bahwa skema parkir berlangganan hanya berlaku untuk parkir tepi jalan umum. Ia memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah pembinaan menyeluruh bagi para juru parkir.

    “Kami akan mengumpulkan seluruh juru parkir untuk pembinaan. Mereka akan dibekali seragam, identitas resmi, serta honor bulanan,” jelasnya.

    Terkait kesejahteraan juru parkir, Hasan Faisol menyebutkan bahwa honor akan disesuaikan dengan tingkat keramaian lokasi.

    “Honor juru parkir disesuaikan dengan lokasi, kisarannya antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan,” tambahnya.

    Pemerintah daerah menargetkan parkir berlangganan sebagai salah satu sumber peningkatan PAD Kabupaten Bangkalan. Namun DPRD menegaskan, keberhasilan kebijakan ini tidak hanya diukur dari capaian pendapatan, melainkan dari kepastian layanan, kejelasan aturan, serta hilangnya pungutan liar di lapangan. [sar/beq]

  • Ning Ita Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi di Educatopia Expo 2026

    Ning Ita Dorong Generasi Muda Adaptif Hadapi Disrupsi Teknologi di Educatopia Expo 2026

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut generasi muda memiliki kemampuan adaptif dan fleksibel agar tidak tertinggal dalam persaingan global. Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat menjadi narasumber dalam Educatopia Expo 2026 yang digelar di Atrium Sunrise Mall Kota Mojokerto.

    Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan bahwa perubahan di era digital berlangsung sangat cepat dan bersifat disruptif. Ia mengibaratkan laju perkembangan teknologi seperti kedipan mata, di mana perubahan bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

    “Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat cepat. Ibaratnya kita berkedip sebentar saja, perubahan sudah terjadi. Kalau kita tidak mengikuti, maka kita akan tertinggal,” ungkap Ning Ita di hadapan para pelajar dan pengunjung expo, Jumat (9/1/2026).

    Menurut Ning Ita, tantangan tersebut sekaligus membuka peluang besar, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang dinilai sangat relevan dengan karakter dan minat generasi muda. Pemerintah, kata dia, memandang ekonomi kreatif sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi di tengah transformasi digital.

    “Terdapat tidak kurang dari 18 subsektor ekonomi kreatif. Itu semua bisa menjadi pilihan bagi adik-adik untuk menekuni salah satunya, sehingga memiliki peluang masuk ke dunia kerja yang semakin kompetitif,” katanya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyoroti peran artificial intelligence (AI) sebagai salah satu teknologi paling transformatif saat ini. Meski menawarkan kemudahan luar biasa, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus diimbangi dengan literasi dan pemahaman yang memadai.

    “AI ini ibarat dua bilah mata pisau. Ketika kita mampu memanfaatkannya dengan baik, itu akan sangat membantu kebutuhan kita di era disruptif. Namun jika literasi kita lemah, justru bisa menyakiti diri kita sendiri sehingga harus ada penguatan literasi digital melalui berbagai forum diskusi dan ruang edukasi,” ujarnya.

    Penguatan literasi digital tersebut, lanjut Ning Ita, penting agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif, sekaligus terhindar dari dampak negatif transformasi digital.

    Melalui Educatopia Expo 2026, Ning Ita berharap generasi muda Mojokerto semakin siap menghadapi tantangan zaman dengan kompetensi yang relevan, memiliki daya saing tinggi, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional.

    Educatopia Expo 2026 menghadirkan berbagai narasumber lintas sektor, di antaranya Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf Batara Alex Bulo, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa, akademisi, hingga praktisi industri. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat peluang pendidikan, karier, serta dinamika dunia kerja di masa depan. [tin/beq]

  • Gunung Semeru di Lumajang Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

    Gunung Semeru di Lumajang Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 5 Kilometer

    Lumajang (beritajatim.com) – Erupsi berupa luncuran awan panas kembali dimuntahkan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).

    Awan panas dilaporkan mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer di atas puncak.

    Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, erupsi berupa awan panas yang dikeluarkan Gunung Semeru berhenti sekitar pukul 16.01 WIB.

    Jarak luncuran awan panas berhenti pada radius 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Semeru.

    “Ini awan panas mulai terekam sekitar pukul 15.13 WIB dengan jarak awal 4 kilometer dan terakhir itu jaraknya 5 kilometer. Erupsinya sekarang sudah berhenti,” terang Yudhi ketika dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).

    Menurutnya, saat ini kondisi di sekitar Gunung Semeru diketahui sedang hujan dengan intensitas sedang.

    Selain itu, Pos Pengamatan Gunung Api Semeru juga melaporkan adanya getaran banjir lahar dengan amplitudo maksimal 17 milimeter.

    “Jadi, sekarang situasinya setelah awan panas berhenti di sekitar Gunung Semeru sedang hujan gerimis. Ada laporan getaran banjir juga dengan amplitudo 17 milimeter,” tambah Yudhi.

    Saat ini warga diimbau agar menjauhi dan tidak beraktivitas di daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu dengan Gunung Semeru.

    Sebab, dapat berpotensi terdampak banjir lahar Gunung Semeru saat sedang terjadi hujan di daerah pegunungan.

    “Tetap berhati-hati di DAS semeru, penduduk dan penambang tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang bisa muncul banjir lahar. Ini juga harus waspada awan panas juga,” ungkap Yudhi. (has/ted)

  • Residivis Curanmor Surabaya Digebuk Warga Lakarsantri Surabaya

    Residivis Curanmor Surabaya Digebuk Warga Lakarsantri Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com)- Residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Surabaya berinisial IB (23) asal Pamekasan digebuk warga Lakarsantri, Selasa (7/1/2026) usai gagal beraksi di salah satu minimarket jalan Citra Raya.

    Beruntung anggota kepolisian dari Polsek Lakarsantri dapat mengamankan pelaku dari amukan warga.

    Hasan (24) salah satu saksi di lokasi menceritakan, IB beraksi bersama rekannya yang berhasil kabur dengan motor sarana. Mulanya, kedua pelaku nongkrong di depan minimarket untuk mengamati situasi.

    “Saat itu kondisinya sepi mas. Malingnya dua orang nongkrong sekitar 15 menit lah. Sempat beli minum juga di minimarket,” kata Hasan.

    Saat kondisi sepi, kedua pelaku mencuri sepeda motor milik salah satu karyawan bernama Ilham. IB saat itu berperan sebagai eksekutor. Sementara, rekannya yang belum diketahui identitasnya bersiap di atas sepeda motor sarana.

    “Kontaknya sudah dirusak pakai kunci T. Saat motor dinyalakan, knalpot motor korban itu kan brong. Jadi suaranya keras,” imbuh Hasan.

    Mendengar suara knalpot brong, korban sontak melihat sepeda motornya. Ia mendapati sepeda motornya sudah dinaiki dan hendak dibawa kabur. Merasa aksinya ketahuan, rekan IB lalu kabur. Sementara IB berhasil ditangkap oleh korban dibantu karyawan minimarket lainnya.

    “Dipukuli mas sama warga dan pengendara motor sekitar. Lalu untungnya ada mobil Polsek Lakarsantri patroli,” jelasnya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Lakarsantri AKP Sunaryo saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Dari hasil pemeriksaan, tersangka IB sudah melakukan aksinya enam kali di berbagai titik kota Surabaya.

    “Pengakuannya enam kali (beraksi). Tapi sampai saat ini masih kita dalami lagi,” kata Sunaryo.

    Sunaryo menjelaskan jika pelaku menjual sepeda motor hasil curian di Surabaya kepada penadah di Madura. Satu motor dihargai Rp 3,5 juta hingga Rp 4 juta.

    “Pengakuannya uang dibagi bersama rekannya yang saat ini buron untuk keperluan sehari-hari,” jelasnya.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka IB dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana kurungan penjara hingga 7 tahun penjara. (ang/ted)

  • IFH Kabupaten Mojokerto Desember 2025 Naik 0,92 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

    IFH Kabupaten Mojokerto Desember 2025 Naik 0,92 Persen, Cabai Rawit Jadi Penyumbang Utama

    Mojokerto (beritajatim.com) – Indeks Fluktuasi Harga (IFH) Kabupaten Mojokerto pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,92 persen. Angka ini sejalan dengan tren inflasi yang terjadi di seluruh kabupaten/kota penyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, yang secara agregat mencapai 0,76 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,64 persen.

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi, menyampaikan bahwa kenaikan IFH di akhir tahun 2025 dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas strategis, khususnya dari kelompok pangan.

    “Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan IFH, disusul kelompok transportasi, penyediaan makanan dan minuman atau restoran, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya. Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit yang mengalami kenaikan akibat terganggunya pasokan selama musim hujan,” ungkapnya, Jumat (9/1/2026).

    Bambang menjelaskan, dari sisi permintaan, konsumsi masyarakat relatif stabil bahkan cenderung meningkat menjelang akhir tahun. Sementara itu, faktor cuaca memberikan tekanan pada produksi hortikultura, yang diperparah oleh panjangnya rantai distribusi, sehingga memicu volatilitas harga komoditas tertentu, terutama cabai rawit.

    Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga tercatat mendorong kenaikan harga rata-rata dibandingkan bulan sebelumnya.

    “Antara lain bensin, bawang merah, tomat sayur, daun bawang, wortel, emas perhiasan, tahu mentah, hingga solar. Namun demikian, terdapat sejumlah komoditas yang justru mengalami penurunan harga, seperti kelapa, daging ayam ras, udang basah, cabai merah, gula pasir, brokoli, nanas, rempela hati ayam, dan ikan gurame,” katanya.

    Menurut Bambang, penurunan harga kelapa menjadi salah satu faktor penting yang mampu menahan tekanan kenaikan IFH. Meningkatnya pasokan seiring masuknya masa panen serta kelancaran distribusi membuat harga kelapa cenderung turun dan membantu meredam fluktuasi harga secara keseluruhan.

    Secara kumulatif, laju IFH Kabupaten Mojokerto sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat sebesar 2,82 persen. Angka tersebut juga tercermin pada laju IFH year on year (YoY) dari Desember 2024 hingga Desember 2025.

    “Ke depan, Pemkab Mojokerto akan terus memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk menjaga stabilitas harga, terutama komoditas pangan yang rentan bergejolak akibat faktor cuaca dan distribusi,” pungkasnya. [tin/beq]

  • Tabrakan Sesama Motor di Manyar Gresik, Pengendara Terpelanting dan Tewas Terlindas Truk Trailer

    Tabrakan Sesama Motor di Manyar Gresik, Pengendara Terpelanting dan Tewas Terlindas Truk Trailer

    Gresik (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di wilayah Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan sesama pengendara motor, lalu terpelanting ke badan jalan dan terlindas truk trailer.

    Peristiwa nahas tersebut terjadi di ruas Jalan Daendels Pantura Manyar Gresik, yang dikenal ramai dilalui kendaraan berat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan merenggut nyawa pengendara motor. Bermula saat korban Ahmad Soni Afrizal mengendarai motor Yamaha Mio Soul W 3903 KD, warga asal Jalan Kyai Sahlan 17/30 Gresik.

    Korban berjalan dari arah timur ke barat. Bersamaan dengan itu, muncul pengendara motor Honda Vario nopol W 3408 BZ yang dikendarai Fatur Rahman, asal Desa Mojopurogede, Kecamatan Bungah, Gresik. Selanjutnya, kedua pengendara motor itu bersenggolan. Naasnya, motor korban terpelanting ke sisi kanan. Kemudian muncul truk trailer P 9577 UE yang dikemudikan Sholihidin.

    Kecelakaan tak bisa dihindari, korban atas nama Ahmad Soni Afrizal meninggal dunia di lokasi kejadian perkara (TKP).

    Kapolsek Manyar Iptu M. Ghifari Syarifuddin mengatakan faktor yang memengaruhi kecelakaan tragis ini adalah korban saat berkendara kurang memperhatikan arah depan dengan jelas karena hujan deras serta penerangan jalan yang kurang.

    “Korban meninggal dunia akibat luka parah setelah terlindas kendaraan berat. Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan,” katanya, Jumat (8/1/2026).

    Masih menurut Iptu Ghifari, jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sopir truk trailer telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

    “Kami mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar lebih berhati-hati saat melintas di jalur padat kendaraan besar, terutama di kawasan industri Manyar Gresik,” paparnya. [dny/kun]

  • Ketua Fraksi PDIP DPRD Lamongan Tolak Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi

    Ketua Fraksi PDIP DPRD Lamongan Tolak Pilkada Lewat DPRD: Kemunduran Demokrasi

    Lamongan (beritajatim.com) – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan, Erna Sujarwati, dengan tegas menolak wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia menilai gagasan tersebut sebagai langkah mundur dari semangat demokrasi yang telah dibangun sejak era reformasi.

    Menurut Erna, kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Oleh karena itu, kepala daerah seharusnya tetap dipilih langsung oleh masyarakat.

    “Kepala daerah seyogyanya dipilih langsung oleh rakyat. Kalau dikembalikan ke DPRD, ini benar-benar kemunduran demokrasi kita,” kata Erna, Jumat (9/1/2026).

    Erna menegaskan, maraknya praktik politik uang tidak bisa dijadikan alasan untuk menghapus Pilkada langsung. Ia menilai persoalan utama bukan terletak pada sistem pemilihan, melainkan pada lemahnya kehadiran negara dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.

    “Jangan jadikan alasan politik uang sebagai penyebab rusaknya demokrasi kita lalu pilihannya dialihkan ke DPRD. Tugas besar mencerdaskan rakyat itu adalah tugas negara. Bagaimana negara hadir untuk mencerdaskan rakyatnya secara politik, jangan dibalik-balik,” katanya.

    Lebih lanjut, Erna menekankan bahwa pendidikan politik juga menjadi tanggung jawab partai politik, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik.

    “Kalau banyak partai ingin Pilkada dipilih DPRD, maka secara langsung partai itu mengingkari tugasnya melakukan pendidikan politik kepada konstituen. Jangan sampai karena kepentingan sesaat ingin menaikkan kursi di pemilu mendatang, lalu kita merubah sistem demokrasi dan melupakan tugas utama kita,” ucapnya.

    Bagi Erna, suara rakyat merupakan fondasi utama dalam menentukan pemimpin daerah. Ia mengajak seluruh elemen politik untuk bersikap dewasa dan berjiwa besar dalam menyikapi hasil kontestasi politik.

    “Kalah dan menang dalam pertarungan politik itu biasa. Mari kita hormati kehendak rakyat. Suara rakyat adalah fondasi utama. Kalau dipilih DPRD, kita tidak lagi menghormati semangat reformasi,” tuturnya.

    Erna juga mengajak seluruh pengurus partai politik untuk lebih fokus memperkuat edukasi politik, baik kepada kader internal maupun masyarakat luas.

    “Justru lebih baik fokus ke edukasi politik daripada sibuk mengubah sistem yang sudah berpihak pada rakyat,” ujar Erna, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Lamongan. [fak/beq]

  • Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Pacitan Ditemukan Selamat di Sleman

    Sempat Dilaporkan Hilang, Warga Pacitan Ditemukan Selamat di Sleman

    Pacitan (beritajatim.com) – Laporan orang hilang atas nama Parwati, warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, resmi dicabut oleh pihak keluarga. Parwati diketahui telah ditemukan dalam kondisi selamat di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

    Pencabutan laporan tersebut disampaikan langsung oleh Rofiq, selaku pelapor sekaligus pihak keluarga, melalui surat resmi yang ditujukan kepada Polres Pacitan.

    Rofiq menjelaskan, Parwati meninggalkan rumah pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB dengan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy. Kepergian korban dipicu kepanikan setelah menerima telepon dari orang tak dikenal yang mengaku sebagai suaminya dan meminta sejumlah uang.

    “Korban sempat mentransfer uang secara bertahap hingga totalnya mencapai Rp97 juta karena dalam kondisi panik,” ujar Rofiq, Jumat (9/1/2026).

    Karena beberapa hari tidak ada kabar, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pacitan sebagai laporan orang hilang. Namun, pada Kamis (7/1/2026), korban diketahui berada di wilayah Sleman dan mendapatkan pertolongan dari warga setempat.

    “Keluarga langsung menjemput korban untuk dibawa pulang,” kata Rofiq.

    Dengan ditemukannya Parwati dalam kondisi selamat, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan proses hukum atas laporan orang hilang tersebut.

    “Kami menyatakan laporan tersebut dicabut dan tidak dilanjutkan,” pungkasnya. [tri/beq]