Author: Beritajatim.com

  • Bupati Lumajang Prihatin Nasionalisme Generasi Muda Rendah

    Bupati Lumajang Prihatin Nasionalisme Generasi Muda Rendah

    Lumajang (beritajatim.com) – Bupati Lumajang Indah Amperawati cukup prihatin dengan rendahnya sikap nasionalisme yang ditunjukan generasi muda di wilayahnya.

    Keprihatinan ini disampaikannya, saat melakukan pertemuan bersama awak media dengan agenda Muhasabah Akhir Tahun di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Selasa (23/12/2025) malam.

    Menurutnya, ada suatu waktu ia menghadiri sebuah acara yang terdapat banyak generasi muda hadir di dalamnya.

    Saat itu, Indah melihat sikap acuh para pemuda yang enggan untuk berdiri memberi penghormatan saat prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

    Di sisi lain pada waktu yang sama, tibalah waktunya tampil hiburan musik dari group band genre rock di acara tersebut.

    Indah menyaksikan langsung para pemuda-pemudi justru sangat antusias menyambut iring-iringan musik sembari berdiri.

    “Padahal waktu itu musiknya pun belum berbunyi, tapi para pemuda ini justru sudah berdiri dan sangat antusias,” terang Indah menyampaikan keprihatinannya, Selasa (23/12/2025) malam.

    Fenomena serupa tindakan tidak patriotik terhadap bangsa itu sering Indah temukan.

    Tidak hanya terjadi pada generasi muda, bahkan dari para orang tua yang harusnya menjadi contoh sekalipun masih sering menunjukan rendahnya sikap nasionalisme terhadap bangsa.

    Atas hal ini, Indah bahkan menyebutnya sebagai persoalan yang menjadi akar bobroknya mental anak bangsa.

    “Ini satu persoalan yang sangat parah, karena kurangnya nilai cinta tanah air di generasi muda kita,” ucapnya.

    Menyikapi masalah tersebut, Indah berencana untuk segera mengumpulkan semua kepala sekolah dari setiap jenjang.

    Tujuannya, agar ada pemberian pendidikan patriotisme yang ditekankan kepada generasi muda selama menempuh jenjang.

    Selain itu, Indah juga berharap agar peran dari awak media bisa ikut menggugah nilai patriotik anak bangsa melalui karya-karyan tulisannya.

    “Tentu ini harus menjadi sebuah perhatian ya, saya berharap dari para awak media yang pandai dalam merangkai kata agar bisa menggugah generasi muda untuk cinta tanah air,” ungkapnya. (has/ted)

  • 18 Rukun Tetangga di Kota Mojokerto Raih Apresiasi Budaya RT Berseri 2025

    18 Rukun Tetangga di Kota Mojokerto Raih Apresiasi Budaya RT Berseri 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto menetapkan sebanyak 18 Rukun Tetangga (RT) sebagai RT Terbaik dalam Program Budaya RT Berseri (Bersih, Sehat, dan Asri) Tahun 2025.

    Penetapan tersebut berdasarkan hasil penilaian Tim Juri Tingkat Kota yang melibatkan lintas perangkat daerah.

    Ke-18 RT terbaik tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Magersari, Prajurit Kulon, dan Kranggan. Program ini menjadi upaya Pemkot Mojokerto untuk menumbuhkan budaya hidup bersih, sehat, dan asri berbasis partisipasi masyarakat di tingkat lingkungan terkecil.

    Di Kecamatan Magersari, RT terbaik antara lain Sumolepen RT 001 RW 001 Kelurahan Balongsari, Gunung Anyar RT 003 RW 006 Kelurahan Gununggedangan, Kedundung Indah RT 003 RW 003 Kelurahan Kedundung, Gedongan Barat RT 002 RW 002 Kelurahan Gedongan, Magersari RT 002 RW 002 Kelurahan Magersari, serta Perbar RT 004 RW 001 Kelurahan Wates.

    Sementara di Kecamatan Prajurit Kulon, RT terbaik meliputi Kauman Tengah RT 003 RW 002 Kelurahan Kauman, Pulo Wetan RT 003 RW 002 Kelurahan Pulorejo, Suromulang Dalam RT 030 RW 007 Kelurahan Surodinawan, Sabuk IV RT 001 RW 004 Kelurahan Prajurit Kulon, Cakarayam RT 002 RW 001 Kelurahan Mentikan, serta Trenggilis RT 003 RW 003 Kelurahan Blooto.

    Adapun di Kecamatan Kranggan, RT terbaik diraih oleh Sentanan Selatan RT 001 RW 001 Kelurahan Sentanan, Pekayon RT 003 RW 002 Kelurahan Kranggan, GPM Bypass RT 002 RW 004 Kelurahan Meri, Jagalan RT 003 RW 002 Kelurahan Jagalan, Miji Baru RT 001 RW 002 Kelurahan Miji, serta Sentanan Tengah RT 002 RW 001 Kelurahan Purwotengah.

    Sebagai bentuk apresiasi, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyerahkan secara simbolis uang pembinaan kepada 18 RT terbaik tersebut dalam kegiatan Apresiasi Budaya RT Berseri yang digelar di Sabha Mandala Madya Balai Kota Mojokerto. Besaran uang pembinaan disesuaikan dengan kategori kelurahan.

    Yakni Rp15 juta untuk kelurahan kecil, Rp20 juta untuk kelurahan sedang, dan Rp25 juta untuk kelurahan besar. Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita menyampaikan apresiasi kepada seluruh RT yang telah berpartisipasi dan menunjukkan komitmen menjaga lingkungannya.

    “Saya mengucapkan selamat kepada 18 RT yang hari ini mendapatkan apresiasi Budaya RT Berseri Tahun 2025. Semoga apresiasi ini semakin menguatkan komitmen seluruh warga untuk terus menjaga kebersihan, kesehatan, dan keasrian lingkungan masing-masing,” ungkapnya, Selasa (23/12/2025).

    Ning Ita menegaskan, Budaya RT Berseri bukanlah sebuah lomba, melainkan upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara masyarakat menjadi aktor utama dalam menjaga lingkungan.

    “Program Budaya RT Berseri merupakan program yang pertama kali saya gagas dan dilaksanakan pada tahun 2025. Saya pastikan program ini akan berkelanjutan selama saya menjabat,” tegasnya.

    Ia berharap pada tahun-tahun mendatang semakin banyak RT di Kota Mojokerto yang berpartisipasi, sehingga budaya hidup bersih, sehat, dan asri benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat.

    “Semoga dengan apresiasi yang didapatkan ini semakin menguatkan komitmen seluruh warga Kota Mojokerto untuk terus menjaga kebersihan, kesehatan, dan keasrian lingkungan RT masing-masing,” pungkasnya.

    Program Budaya RT Berseri Tahun 2025 merupakan pelaksanaan perdana yang dimulai sejak Juli 2025. Tahapannya meliputi pengisian data dukung melalui Aplikasi Gayatri, penilaian awal, verifikasi lapangan, hingga pengumuman. [tin/ted]

  • Komdigi: Pengawasan Ruang Digital Harus Sistematis dan Terukur

    Komdigi: Pengawasan Ruang Digital Harus Sistematis dan Terukur

    Jakarta (beritajatim.com) – Buku Data Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital (Ditjen Wasdigi) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) periode 20 Oktober 2024 hingga November 2025 mencatat pergeseran penting pendekatan pengawasan. Negara tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan konten bermasalah, tetapi memperkuat tata kelola platform, mekanisme kepatuhan, serta perlindungan kelompok rentan di ruang digital.

    “Risiko di ruang digital berkembang semakin kompleks dan terstruktur. Karena itu, pengawasan tidak bisa bersifat reaktif semata, melainkan harus dilakukan secara sistematis, terukur, dan melibatkan berbagai pihak,” kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar.

    Menurutnya, pertumbuhan ruang digital nasional dalam dua tahun terakhir menempatkan Indonesia pada fase baru transformasi internet yang ditandai dengan lonjakan trafik, semakin beragamnya platform digital, dan meningkatnya partisipasi publik. Di tengah dinamika tersebut, pengawasan ruang digital menjadi kebutuhan struktural untuk memastikan ekosistem digital tetap aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

    Dia menyebut, salah satu langkah penguatan pengawasan pada 2025 adalah pengesahan dan implementasi kebijakan perlindungan anak di ruang digital melalui PP Tunas (Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak) guna menciptakan ruang digital aman bagi anak Indonesia dengan mewajibkan platform digital menerapkan kontrol akses konten, verifikasi usia, dan fitur perlindungan. Kebijakan ini menandai pendekatan baru pengawasan yang tidak hanya berfokus pada konten, tetapi juga pada desain sistem dan tanggung jawab platform digital. Pengaturan fitur, klasifikasi usia, serta mitigasi risiko menjadi bagian dari upaya melindungi anak dan remaja sebagai kelompok pengguna yang rentan.

    “Perlindungan anak di ruang digital harus dimulai dari hulu, yakni dari bagaimana sistem dan fitur platform dirancang. Melalui PP Tunas, kami mendorong platform digital untuk memastikan adanya kontrol akses, klasifikasi usia, dan mekanisme perlindungan yang memadai agar anak dapat menggunakan ruang digital secara aman,” ujar Alexander.

    Lebih lanjut, Komdigi juga memperkuat penegakan kepatuhan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), khususnya platform berbasis User Generated Content (UGC). Melalui Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN), pemerintah mendorong platform digital untuk menjalankan kewajiban moderasi secara lebih akuntabel. Sejak Oktober 2025, sanksi administratif mulai diterapkan terhadap PSE yang tidak memenuhi kewajiban, sebagai bagian dari penguatan tata kelola platform digital.

    Pendekatan pengawasan juga dilakukan secara adaptif terhadap dinamika platform populer, termasuk layanan gim dan konten buatan pengguna. Pengawasan dilakukan melalui evaluasi risiko, dialog dengan penyedia layanan, serta penyesuaian kebijakan internal platform. Model ini menegaskan bahwa penguatan pengawasan tidak identik dengan pelarangan, melainkan pengelolaan risiko secara proporsional agar ruang digital tetap aman tanpa menghambat inovasi.

    “Pengawasan tidak dimaksudkan untuk membatasi ruang berekspresi atau inovasi, melainkan memastikan setiap platform menjalankan tanggung jawabnya dalam melindungi pengguna dan menjaga ekosistem digital tetap sehat,” tegas Dirjen Alexander. [hen/ian]

  • Capaian Kinerja Imigrasi Jawa Timur 2025, Peringkat 2 Nasional Setelah DKI Jakarta

    Capaian Kinerja Imigrasi Jawa Timur 2025, Peringkat 2 Nasional Setelah DKI Jakarta

    Surabaya (beritajatim.com) – Sepanjang tahun 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati urutan kedua nasional dalam pencapaian kinerja teknis terbaik, tepat di bawah DKI Jakarta.

    Prestasi ini diungkapkan langsung oleh Kepala Kanwil Imigrasi Jatim, Novianto, dalam pemaparan capaian kinerja akhir tahun di Kantor Kemenkumham Jatim, Surabaya, pada Selasa (23/12/2025).

    ​”Untuk Jawa Timur, pencapaian hasil kinerja teknis kita berada di urutan nomor dua setelah DKI Jakarta,” ujar Novianto saat memberikan keterangan di Jalan Kayoon.

    Predikat terbaik kedua tersebut merupakan akumulasi dari berbagai aspek pelayanan, mulai dari produktivitas penerbitan paspor, ketegasan Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK), hingga pengelolaan data perlintasan yang akurat.

    ​Novianto pun menyampaikan rasa syukurnya atas capaian besar ini yang dianggapnya sebagai kontribusi nyata bagi wilayah Jawa Timur.

    “Alhamdulillah membanggakan Jawa Timur dengan pencapaian kinerja cukup, bukan hanya cukup ya, (namun) besar,” urainya.

    Secara rinci, ia menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah menerbitkan total 454.898 paspor yang terdiri dari berbagai jenis, termasuk paspor biasa dan paspor elektronik (e-paspor) dengan masa berlaku 5 hingga 10 tahun.

    ​Meskipun total penerbitan paspor tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 550.190 dokumen, Novianto menilai angka tersebut tetap menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

    “Penurunan kuantitas tersebut dipengaruhi oleh pemberlakuan regulasi paspor baru dengan masa berlaku lebih lama, yakni 10 tahun, yang membuat frekuensi permohonan ulang masyarakat berkurang,” terangnya.

    ​Di sisi pengawasan dan penegakan hukum, Imigrasi Jawa Timur bersama 11 satuan kerja di daerah telah merealisasikan 551 penindakan melalui fungsi Inteldakim.

    Penindakan tersebut mencakup 538 Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) berupa deportasi, pengenaan biaya beban, dan pendetensian WNA, serta 13 kasus Pro Justicia atas pelanggaran UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

    “538 TAK ini meliputi deportasi, biaya beban, dan pedetensian Warga Negara Asing (WNA). Serta 13 Pro Justicia terdiri dari pelanggaran WNA pada Pasal 116, 120, 122 UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian,” paparnya.

    ​Seluruh layanan keimigrasian dan penerbitan izin tinggal ini pun berdampak langsung pada aspek finansial negara, di mana Kanwil Imigrasi Jatim berhasil menyumbang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp52,2 miliar.

    Sebagai penutup, Novianto menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi demi mempertahankan serta meningkatkan kualitas pelayanan pada tahun mendatang.

    ​”Hasil ini sangat berdampak pada PNBP; kami bersyukur berada di urutan kedua, mengingat DKI Jakarta memang memiliki volume perlintasan dan keberadaan orang asing yang jauh lebih besar,” pungkasnya. (rma/ted)

  • Jalan Rusak di Gresik Tersisa 3,48 Persen, Pemkab Siapkan 27 Paket Proyek Strategis pada 2025

    Jalan Rusak di Gresik Tersisa 3,48 Persen, Pemkab Siapkan 27 Paket Proyek Strategis pada 2025

    Gresik (beritajatim.com) – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kabupaten Gresik melaporkan sisa kerusakan jalan kabupaten kini hanya tinggal 3,48 persen atau sepanjang 19,75 kilometer dari total 566,61 kilometer jalan yang ada. Berdasarkan data terbaru per Desember 2025, tingkat kemantapan jalan yang mencakup kondisi baik dan sedang telah mencapai 399,21 kilometer atau sebesar 70,46 persen.

    Kepala DPU-TR Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen untuk menekan angka kerusakan jalan secara signifikan. Program perbaikan yang dilakukan sejak 2021 hingga saat ini menunjukkan progres positif, termasuk dalam mendukung ketersediaan lahan untuk jalan nasional.

    “Kami sejak 2021 hingga kini sudah menyelesaikan berbagai perbaikan jalan. Termasuk menyediakan lahan untuk perbaikan jalan nasional,” katanya, Selasa (23/12/2025).

    Data teknis DPU-TR merinci kondisi jalan saat ini terdiri dari jalan kategori baik sepanjang 272,02 kilometer (48,01%) dan kategori sedang sepanjang 127,19 kilometer (22,45%). Sementara itu, jalan yang mengalami rusak ringan tercatat sepanjang 147,65 kilometer atau sekitar 26,06 persen.

    Dari sisi jenis perkerasan, jalan aspal hotmix masih mendominasi infrastruktur di Gresik dengan panjang 272,54 kilometer (48,10%). Selain itu, terdapat jalan paving sepanjang 224,93 kilometer (39,70%), beton 53,07 kilometer (9,37%), serta material lapen atau makadam dan tanah dengan persentase di bawah 2 persen.

    Selain fokus pada akses jalan, Dhiannita juga memberikan perhatian pada infrastruktur jembatan yang berjumlah 279 unit. Sebanyak 67 jembatan dalam kondisi baik (24,01%), 156 unit kondisi sedang (55,91%), 46 unit rusak ringan (16,49%), dan 10 unit atau 3,58 persen dikategorikan sebagai rusak berat.

    Memasuki tahun anggaran 2025, DPU-TR Gresik telah memetakan 27 paket pekerjaan strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah. Proyek ini mencakup peningkatan jalan, pelebaran, rekonstruksi, hingga pembangunan jembatan baru dan perbaikan fasilitas di Pulau Bawean.

    “Tahun ini kami menyiapkan 27 paket pekerjaan. Terdiri dari 10 paket peningkatan jalan, 11 paket pelebaran, 2 paket rekonstruksi serta 3 paket pekerjaan jembatan. Termasuk pembangunan dua jembatan baru dan rehabilitasi dermaga apung di Pulau Bawean,” paparnya.

    Rencana volume pekerjaan tahun 2025 terdiri dari peningkatan jalan aspal sepanjang 645 meter dan beton 7.571 meter. Untuk pelebaran jalan, dialokasikan aspal 4.687,5 meter serta beton 4.298 meter, sedangkan rekonstruksi jalan mencakup aspal 262 meter dan beton 627 meter.

    “Total volume lelang pekerjaan jalan tahun 2025 mencapai 18.090,5 meter, belum termasuk pemeliharaan rutin yang mencapai 6.377 meter. Secara keseluruhan, total pekerjaan jalan Bina Marga 2025 mencapai 24.467,5 meter,” imbuhnya. [dny/ian]

  • Kebersamaan Ibu dan Anak di Kids Yogurt Cooking Class Swiss-Belinn Airport Surabaya

    Kebersamaan Ibu dan Anak di Kids Yogurt Cooking Class Swiss-Belinn Airport Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Swiss-Belinn Airport Surabaya menggelar kegiatan Kids Yogurt Cooking Class, sebuah aktivitas edukatif yang menghadirkan momen kebersamaan antara ibu dan anak melalui kegiatan memasak bersama.

    Kegiatan ini diikuti oleh 27 anak beserta orang tua pendamping. Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara pembuatan yogurt sushi dan yogurt parfait. Anak-anak dilibatkan secara langsung mulai dari mencampurkan yogurt hingga menata bahan sesuai kreativitas masing-masing, dengan pendampingan ibu mereka.

    Melalui kegiatan ini, Swiss-Belinn Airport Surabaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mempererat kedekatan emosional antara ibu dan anak. Konsep kegiatan dirancang sederhana, aman, dan interaktif sehingga mudah diikuti oleh anak-anak.

    Executive Chef Swiss-Belinn Airport Surabaya, Sunari, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan pola makan sehat kepada anak sejak usia dini.

    “Kami ingin anak-anak mengenal makanan sehat dengan cara yang menyenangkan. Dengan aktivitas langsung seperti ini, anak-anak jadi lebih tertarik dan berani mencoba,” ujarnya.

    Salah satu peserta anak mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut.

    “Aku senang bisa masak bareng Mama dan bikin yogurt sendiri. Rasanya enak dan seru,” katanya polos.

    Sementara itu, salah satu ibu peserta juga mengapresiasi kegiatan yang digelar pihak hotel.

    “Kegiatannya sangat positif. Anak jadi lebih aktif dan kami bisa quality time bersama. Acaranya tertata rapi dan menyenangkan,” tuturnya.

    Selain cooking class, acara juga diramaikan dengan kehadiran bazar UMKM dan produk pendukung, mulai dari kerajinan tangan hingga kebutuhan keluarga. Kehadiran berbagai tenant ini menambah nilai hiburan sekaligus edukasi bagi para peserta.

    Melalui kegiatan tersebut, Swiss-Belinn Airport Surabaya berharap dapat terus menghadirkan program-program keluarga yang edukatif, inspiratif, dan memberikan pengalaman berkesan bagi para tamu.

    Sebagai informasi tambahan, Swiss-Belinn Airport Surabaya juga mengajak masyarakat bergabung dalam SBEC Loyalty Programme untuk menikmati diskon 10 hingga 35 persen untuk pemesanan kamar, makanan, dan layanan lainnya di lebih dari 150 hotel di seluruh dunia dengan pendaftaran gratis. [uci/but]

     

  • Mahasiswa Kehilangan Motor saat Menginap di Hotel Kota Probolinggo

    Mahasiswa Kehilangan Motor saat Menginap di Hotel Kota Probolinggo

    Probolinggo (beritajatim.com) – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Kali ini, seorang mahasiswa asal Kabupaten Pasuruan menjadi korban saat menginap di sebuah hotel di kawasan Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

    Korban diketahui bernama M. Fajar Sodiq (24), warga Dusun Sekarjoko, Desa Sekarjoko, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Sepeda motor Honda Beat warna hitam bernopol AG-4090-VBM miliknya raib digondol maling pada Selasa (23/12/2025) dini hari.

    Berdasarkan laporan polisi nomor STTLPM/362/XII/2025/SPKT, peristiwa bermula ketika korban melakukan check-in di Hotel Paramita, Jalan Prajurit Siaman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, pada Senin (22/12/2025) sekitar pukul 12.00 WIB.

    Pada sore harinya, korban sempat keluar hotel untuk mengantar temannya. Ia kembali ke hotel sekitar pukul 19.45 WIB dan memarkir sepeda motornya di area parkir hotel dalam kondisi setir terkunci, sebelum masuk ke kamar untuk beristirahat.

    Namun, saat hendak check-out pada Selasa pagi sekitar pukul 06.00 WIB, korban mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat parkir. Motor tersebut hilang tanpa jejak.

    Keterangan saksi di lokasi menyebutkan, petugas keamanan hotel sempat melakukan pengecekan area parkir sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, sepeda motor milik korban sudah tidak terlihat.

    Diduga, pelaku melancarkan aksinya pada rentang waktu pukul 00.00 hingga 04.00 WIB, saat situasi hotel dalam kondisi sepi.

    Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp10 juta. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota untuk ditindaklanjuti.

    Saat ini, peristiwa tersebut tengah ditangani oleh Satreskrim Polres Probolinggo Kota dan diselidiki sebagai dugaan pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP.

    Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah, membenarkan adanya laporan tersebut.

    “Laporan dari korban sudah kami terima. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujarnya singkat.

    Polisi mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat memarkir kendaraan, termasuk memastikan sistem keamanan tambahan, terutama di lokasi umum dan tempat penginapan. (ada/but)

  • Traktor Bantuan Diduga Diperjualbelikan, Poktan di Madiun Bantah Lepas Aset Negara

    Traktor Bantuan Diduga Diperjualbelikan, Poktan di Madiun Bantah Lepas Aset Negara

    Madiun (beritajatim.com) – Laporan masyarakat terkait dugaan penjualan traktor bantuan pertanian mencuat di Desa Wonorejo, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Isu tersebut menjadi perhatian pemerintah desa setelah warga menyebut adanya petani yang ditawari membeli alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan pemerintah.

    Informasi tersebut diterima Pemerintah Desa Wonorejo pada Desember 2025 bersamaan dengan kegiatan penyuluhan hukum oleh Kejaksaan. Dalam laporan itu, warga menyebut harga traktor yang ditawarkan bervariasi, mulai dari jutaan rupiah hingga belasan juta rupiah.

    Menanggapi tudingan tersebut, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ngudi Makmur Desa Wonorejo, Nur Imam (56), membantah keras adanya praktik jual beli alsintan bantuan. Ia menegaskan seluruh traktor bantuan masih berada dalam penguasaan kelompok dan tidak pernah diperjualbelikan.

    “Traktor tersebut merupakan bantuan Dinas Pertanian dan masih utuh. Kami tidak berani menjual karena tidak ada kesepakatan anggota maupun izin dari dinas,” kata Nur Imam, Selasa (23/12/2025).

    Ia menjelaskan, Poktan Ngudi Makmur memiliki sekitar 150 anggota sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan luasan lahan mencapai 52 hektare. Kelompok tani tersebut menerima empat unit traktor, tiga unit bantuan tahun 2011–2014 dan satu unit bantuan tahun 2020.

    Selain traktor, kelompok tani juga menerima satu unit mesin tanam padi (transplanter) bantuan tahun 2017 serta satu unit pompa sumur sibel bantuan tahun 2021. Namun, tidak semua alsintan dapat dimanfaatkan secara optimal.

    “Transplanter tidak dipakai karena kondisi lahan terlalu berlumpur dan roda kecil. Kalau pompa sibel masih digunakan sampai sekarang,” ujarnya.

    Nur Imam mengungkapkan, sebagian traktor sempat tidak beroperasi pada 2022 hingga 2023 karena tidak ada anggota yang bersedia mengelola secara swakelola. Sejak musim tanam pertama 2024, dua unit traktor mulai disewakan kepada anggota kelompok.

    “Sewa Rp750 ribu per unit per musim tanam. Sebelumnya pernah dicoba sistem bagi hasil dengan operator, tapi tidak berjalan karena tidak ada yang berminat,” katanya.

    Ia juga mengaku pernah mengusulkan agar traktor yang tidak digunakan ditarik kembali oleh dinas. Namun, usulan tersebut tidak disetujui. Dinas Pertanian disebut meminta agar alsintan tetap dikelola oleh kelompok tani meskipun berisiko rusak bila tidak digunakan.

    “Posisinya serba salah. Kalau tidak dipakai bisa rusak, tapi kalau dikelola juga tidak mudah. Harapan kami ada yang mau mengelola secara swakelola,” imbuhnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Wonorejo, Altryan Selvian Aditya, membenarkan terkait adanya laporan warga tentang dugaan penjualan traktor bantuan tersebut. Meski tidak menyaksikan langsung transaksi jual beli, ia menegaskan bahwa alsintan bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun.

    “Kalau itu bantuan negara, aturannya jelas tidak boleh dijual, meskipun dengan alasan apa pun. Itu menggunakan uang negara,” tegas Altryan.

    Hingga kini, pemerintah desa masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari instansi terkait. Pemdes berharap ada pengawasan dan penertiban agar pengelolaan alsintan bantuan pemerintah sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. [rbr/suf]

  • Rais Syuriyah PWNU Sulsel Tegaskan Patuh dan Tegak Lurus kepada Rais Aam PBNU

    Rais Syuriyah PWNU Sulsel Tegaskan Patuh dan Tegak Lurus kepada Rais Aam PBNU

    Makassar (beritajatim.com) – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, KH Baharuddin, menegaskan bahwa PWNU Sulawesi Selatan bersikap tegak lurus dan patuh kepada Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar sebagai pimpinan tertinggi jam’iyah NU.

    Penegasan tersebut disampaikan KH Baharuddin usai memimpin rapat Pengurus Harian Syuriyah PWNU Sulsel yang digelar pada Senin malam, 22 Desember 2025, di kediamannya. Rapat tersebut membahas konsolidasi dan evaluasi kepengurusan PWNU Sulsel sekaligus menyikapi dinamika organisasi yang berkembang di tingkat pusat.

    “Dalam tradisi dan konstitusi NU, Rais Aam adalah pimpinan tertinggi jam’iyah. Maka sikap PWNU Sulawesi Selatan jelas, tegak lurus dan patuh kepada Rais Aam PBNU, sesuai AD/ART dan adab organisasi,” tegas KH Baharuddin.

    Ia menekankan bahwa ketaatan struktural dan adab jam’iyah merupakan prinsip utama dalam kehidupan organisasi NU. Karena itu, seluruh jajaran pengurus PWNU Sulsel diminta menjaga ketertiban organisasi, tidak terpancing polemik, serta tetap fokus menjalankan khidmah kepada jam’iyah dan umat.

    “NU dibangun dengan adab, bukan kegaduhan. Pengurus harus menjaga etika organisasi, tidak larut dalam polemik yang bisa mengganggu persatuan dan pelayanan kepada umat,” ujarnya.

    Dalam rapat tersebut, Syuriyah PWNU Sulsel juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi. KH Baharuddin mengakui masih terdapat sejumlah catatan, mulai dari belum optimalnya aktivitas organisasi, belum terstrukturnya sebagian program kerja, hingga pemanfaatan sekretariat PWNU wilayah yang belum maksimal.

    “Evaluasi ini penting agar sisa masa khidmah kepengurusan dapat dimaksimalkan. Kita perlu penataan ulang manajemen, penegasan tugas pengurus, dan pengaktifan kembali roda jam’iyah,” jelasnya.

    Menurut KH Baharuddin, sisa masa kepengurusan PWNU Sulsel periode 2024–2029 akan difokuskan pada penguatan peran lembaga dan badan otonom, peningkatan konsolidasi internal, percepatan pelaksanaan program kerja, serta pembenahan tata kelola organisasi secara menyeluruh.

    Selain itu, PWNU Sulsel juga memastikan kesinambungan kepemimpinan NU di tingkat cabang melalui pembentukan PCNU di seluruh kabupaten/kota. Langkah tersebut termasuk penetapan caretaker bagi kepengurusan cabang yang masa khidmahnya telah berakhir.

    “Soliditas, ketaatan struktural, dan kebersamaan adalah kunci. Itu yang terus kami jaga sampai akhir masa kepengurusan,” pungkas KH Baharuddin. [beq]

  • Jelang Nataru, Bupati Kediri Minta Kesiapsiagaan Lalu Lintas dan Bencana

    Jelang Nataru, Bupati Kediri Minta Kesiapsiagaan Lalu Lintas dan Bencana

    Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh jajarannya meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas dan potensi bencana selama libur perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

    Mas Dhito menyampaikan bahwa peningkatan volume kendaraan mulai terlihat dan diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 Desember 2025. Kondisi tersebut perlu diantisipasi secara serius agar tidak menimbulkan kemacetan maupun gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Di Kabupaten Kediri, kepolisian telah mendirikan delapan pos pengamanan di titik-titik strategis. Rinciannya, enam pos berada di bawah koordinasi Polres Kediri (Pare) dan dua pos lainnya berada di wilayah hukum Polres Kediri Kota.

    Selain pengamanan di lapangan, Mas Dhito meminta Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri dipastikan berfungsi optimal. Sistem pemantauan lalu lintas secara real time berbasis CCTV tersebut dinilai penting untuk memantau potensi kepadatan secara cepat dan akurat.

    “Kadishub titik-titik yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas mohon untuk diturunkan personilnya,” kata Mas Dhito saat memimpin Rapat Koordinasi Cipta Kondisi Jelang Natal dan Tahun Baru 2026 bersama jajaran OPD dan Forkopimda di Convention Hall, Selasa (23/12/2025).

    Dalam forum tersebut, Mas Dhito juga meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk terus menjalin koordinasi intensif dengan kepolisian yang bertugas di lapangan.

    Seiring masih tingginya curah hujan dan potensi munculnya siklon tropis, Mas Dhito menekankan pentingnya kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri dalam menghadapi kemungkinan bencana hidrometeorologi.

    Langkah antisipasi diperlukan untuk meminimalkan risiko banjir, termasuk munculnya genangan air di ruas jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

    “Kalaksa BPBD tolong diantisipasi potensi-potensi bencana yang terjadi,” tegasnya.

    Mas Dhito juga memerintahkan para camat untuk aktif menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya warga yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir.

    Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan bahwa pengamanan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan melalui Operasi Semeru yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

    “Kemarin telah dilakukan apel gelar pasukan, untuk kekuatan personil melibatkan 238 Polri dan dibantu dari Kodim 0809 di tiap pos, dan juga dari Pemda ada SatPol PP, Dishub dan BPBD,” bebernya.

    Selain pengamanan arus lalu lintas, kepolisian juga menyiagakan personel untuk pengamanan pelaksanaan ibadah Natal di gereja serta pengamanan di kawasan wisata.

    “Untuk pengamanan lalu lintas, antisipasi (kemacetan) yang akan kita lakukan dengan Dishub dengan melaksanakan pengaturan rutin yang disesuaikan dengan kondisi terkini,” urainya.

    Usai menggelar Rapat Koordinasi Cipta Kondisi, Mas Dhito bersama Kapolres Kediri dan jajaran Forkopimda melakukan patroli gabungan ke Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Segaran, Kecamatan Wates. [nm/but]