Author: Beritajatim.com

  • Diskusi Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Mahasiswa Tuding Pemerintah Anti-Kritik

    Diskusi Reset Indonesia di Madiun Dibubarkan, Mahasiswa Tuding Pemerintah Anti-Kritik

    Madiun (beritajatim.com) – Ruang demokrasi dan kebebasan berpikir di Kabupaten Madiun kembali dipersoalkan. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Aliansi Madiun menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Madiun, Rabu (24/12/2025), sebagai bentuk perlawanan atas pembubaran diskusi dan bedah buku Reset Indonesia di Desa Gunungsari.

    Aksi tersebut menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap apa yang mereka sebut sebagai praktik pembungkaman ruang akademik oleh aparat pemerintah.

    Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Mahasiswa. Bagi mahasiswa, ritual itu bukan seremoni belaka, melainkan penegasan bahwa tuntutan mereka berdiri di atas konstitusi dan kebebasan berekspresi.

    Salah satu orator aksi, Ismail Hamdan Hidayatudin Al Fauzan, menyebut pembubaran diskusi sebagai preseden berbahaya bagi iklim demokrasi lokal.

    “Diskusi itu ruang akademik. Tidak ada unsur pelanggaran. Tapi justru dibubarkan sebelum batas waktu yang disepakati. Ini bukan sekadar soal acara, ini soal kebebasan berpikir,” tegas Ismail di hadapan massa.

    Diskusi yang dibubarkan tersebut merupakan bedah buku Reset Indonesia, karya kolektif Tim Indonesia Baru yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Kegiatan itu berlangsung di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Sabtu malam (17/12/2025), sebelum akhirnya dihentikan aparat.

    Ironisnya, diskusi yang sama tetap dilanjutkan di sebuah kafe di Kota Madiun hingga dini hari, tanpa gangguan apa pun.

    Mahasiswa menilai pembubaran tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan sarat inkonsistensi.

    “Di daerah lain buku ini dibedah secara terbuka, aman, bahkan dihadiri langsung oleh bupati. Tapi di Kabupaten Madiun justru dibubarkan. Ada apa sebenarnya?” ujar Ismail lantang.

    Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tuntutan tegas: klarifikasi terbuka kepada publik, permohonan maaf resmi dari pemerintah daerah, serta evaluasi serius terhadap Camat Madiun. Bahkan, mereka memberi tenggat waktu 3×24 jam kepada Bupati Madiun untuk mengambil sikap.

    “Kalau tidak ada kejelasan, dan ditemukan indikasi kepentingan tertentu, kami mendesak pencopotan jabatan. Negara tidak boleh anti terhadap diskusi,” tegasnya.

    Aksi sempat memanas ketika Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Madiun, Hestu Wiradriawan, meminta mahasiswa memindahkan aksi ke kantor Kesbangpol untuk melakukan audiensi tertutup. Permintaan tersebut ditolak mentah-mentah.

    Mahasiswa bersikukuh bahwa aspirasi publik harus disampaikan di ruang publik, bukan di balik pintu kantor. Ketegangan meningkat ketika pihak Kesbangpol disebut memaksa massa untuk bergeser. Namun mahasiswa tetap bertahan di depan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Madiun.

    Di bawah tekanan massa, Camat Madiun Muhsin Harjoko akhirnya datang menemui mahasiswa dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

    “Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan,” ucapnya di hadapan massa aksi.

    Namun saat diminta menjelaskan alasan pembubaran diskusi, Muhsin tidak memberikan penjelasan substansial. Ia hanya menyebut tindakannya sebagai inisiatif pribadi.

    “Tidak ada tekanan dari atasan maupun pihak lain. Ini murni kekhilafan saya,” katanya singkat.

    Pernyataan tersebut justru memicu kekecewaan mahasiswa. Mereka menilai jawaban itu menghindari tanggung jawab struktural dan tidak menjawab akar persoalan.

    Dalam aksi itu pula, tidak satu pun pejabat daerah setingkat bupati atau wakil bupati menemui mahasiswa. Mahasiswa menegaskan bahwa unjuk rasa ini bukan akhir, melainkan awal dari perlawanan yang lebih panjang jika pemerintah daerah terus abai terhadap kebebasan akademik dan ruang demokrasi di Kabupaten Madiun. (rbr/ian)

  • Polres Madiun Tingkatkan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal

    Polres Madiun Tingkatkan Pengamanan Gereja Jelang Perayaan Natal

    Madiun (beritajatim.com) – Menjelang pelaksanaan ibadah Natal, Polres Madiun melakukan sterilisasi di sejumlah gereja yang berada di wilayah Kabupaten Madiun. Langkah ini dilakukan untuk memastikan umat Kristiani dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

    Sterilisasi dilaksanakan pada Rabu (24/12/2025) oleh personel Satuan Samapta Polres Madiun di dua gereja di Kecamatan Mejayan, yakni Gereja GPDI di Jalan Flamboyan dan Gereja Santa Maria Mejayan. Kedua gereja tersebut menjadi lokasi prioritas pengamanan menjelang perayaan Natal.

    Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara mengatakan, sterilisasi merupakan bagian dari langkah antisipasi guna mencegah potensi gangguan keamanan selama pelaksanaan ibadah Natal. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik di dalam maupun di luar area gereja.

    “Personel kami melakukan pengecekan di seluruh sudut gereja, mulai dari ruang ibadah, altar, bangku jemaat, hingga area parkir dan lingkungan sekitar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada benda mencurigakan yang dapat mengganggu jalannya ibadah,” ujar Kapolres Madiun.

    Selain sterilisasi, Polres Madiun juga menjalin koordinasi dengan pengurus gereja serta petugas keamanan setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pengamanan, termasuk pengaturan arus keluar-masuk jemaat serta jalur evakuasi jika terjadi situasi darurat.

    Menurut Kapolres, pengamanan Natal dan Tahun Baru dilakukan secara terpadu di seluruh wilayah Kabupaten Madiun, tidak hanya di gereja, tetapi juga di sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan kamtibmas.

    “Polres Madiun berkomitmen memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat. Kami berharap ibadah Natal dapat berlangsung dengan khusyuk, aman, dan penuh kedamaian,” pungkasnya. (rbr/ian)

  • Tak Mau Kecolongan, Polres Gresik Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli

    Tak Mau Kecolongan, Polres Gresik Sterilisasi Gereja dan Gelar Patroli

    Gresik (beritajatim.com) – Tak mau kecolongan memastikan keamanan dan kenyamanan pelaksanaan Hari Natal. Polres Gresik melakukan sterilisasi gereja di sejumlah tempat. Selain itu, aparat penegak hukum setempat juga menggelar patroli skala besar.

    Dua gereja besar di Gresik menjadi sasaran sterilisasi. Yakni Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, dan Gereja Santa Perawan Maria di Jalan Arief Rachman Hakim yang selalu dipadati jemaat saat merayakan ibadah natal.

    Di setiap gereja, personel melakukan sterilisasi secara menyeluruh meliputi area dalam gereja, altar, mimbar, kursi jemaat, hingga lingkungan sekitar gereja guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan

    Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra mengatakan, sterilisasi ini dilakukan guna meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kerawanan.

    “Di setiap gereja, personel melakukan sterilisasi secara menyeluruh meliputi area dalam gereja, altar, mimbar, kursi jemaat, hingga lingkungan sekitar gereja guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan,” katanya, Kamis (25/12/2025).

    Pamen Polri ini menambahkan, semua kegiatan ini menjadi langkah utama Polres Gresik dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat.

    “Kami melakukan sterilisasi gereja untuk memastikan seluruh area ibadah benar-benar aman. Harapannya, dapat melaksanakan ibadah Natal dengan aman, nyaman, dan penuh khidmat,” imbuhnya.

    Selain sterilisasi, Polres Gresik juga menyiagakan personel pengamanan di setiap gereja serta melaksanakan patroli mobile di titik-titik rawan dan pos pengamanan.

    Sementara itu, Steven salah satu jemaat yang hendak melakukan ibadah di Gereja Santa Perawan Maria menuturkan, dirinya merasa lega aparat kepolisian kegiatan pengamanan saat pelaksanaan Hari Raya Natal.

    “Mudah-mudahan perayaan kali ini berjalan damai tanpa ada kendala gangguan,” pungkasnya. [dny/ian]

  • Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Magetan Gelar Patroli Skala Besar Amankan Ibadah Natal

    Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Magetan Gelar Patroli Skala Besar Amankan Ibadah Natal

    Magetan (beritajatim.com) – Polres Magetan menggelar patroli skala besar guna memastikan keamanan dan kenyamanan perayaan Natal di wilayah Kota Magetan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolres Magetan dalam pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025.

    Kasat Lantas Polres Magetan, AKP Ade Andini, mengatakan patroli melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan. Sinergi lintas instansi tersebut dilakukan untuk menciptakan situasi kondusif selama ibadah Natal dan libur Tahun Baru.

    “Patroli skala besar kami lakukan agar saudara-saudara umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar. Keamanan juga kami siapkan bagi masyarakat yang menikmati libur Natal dan Tahun Baru,” ujar AKP Ade Andini, Rabu (24/12/2025).

    Pada malam perayaan Natal, petugas melakukan patroli metode show of force di sejumlah titik, salah satunya Gereja Regina Pacis, Kota Magetan. Upaya ini difokuskan pada pencegahan gangguan keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada jemaat.

    Setelah dari Gereja Regina Pacis, patroli dilanjutkan menuju Gereja GKJW serta sejumlah wilayah di Kecamatan Magetan. Selain patroli keliling, aparat keamanan juga menempatkan personel di setiap gereja yang melaksanakan ibadah.

    “Sudah ada surat perintah pengamanan dari Kapolres. Di wilayah Kota Magetan terdapat dua gereja yang melaksanakan ibadah Natal malam ini, yaitu Gereja Regina Pacis dan GKJW Magetan di Jalan Pahlawan, dan semuanya kami amankan,” tambahnya.

    Polres Magetan memastikan pengamanan Natal dan Tahun Baru terus dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. [fiq/ian]

  • Waspada Cuaca Ekstrem Natal dan Tahun Baru 2026 di Bojonegoro

    Waspada Cuaca Ekstrem Natal dan Tahun Baru 2026 di Bojonegoro

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Imbauan ini menyusul prakiraan cuaca ekstrem yang diprediksi masih berpotensi terjadi hingga 31 Desember 2025.

    Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan kondisi cuaca ekstrem berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang, terutama di wilayah rawan dan kawasan wisata alam.

    “Libur Nataru identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk wisata alam. Kami mengingatkan agar keselamatan menjadi prioritas utama di tengah cuaca yang tidak menentu,” ujar Heru Wicaksi, Rabu (24/12/2025).

    Untuk memastikan liburan tetap aman dan nyaman, BPBD Bojonegoro menyampaikan lima imbauan penting kepada masyarakat. Pertama, selalu mengecek lokasi tujuan dan menghindari daerah rawan banjir maupun longsor. Kedua, menyiapkan tas siaga berisi obat-obatan dan perlengkapan darurat.

    Ketiga, mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka bermain atau berenang di sungai, waduk, maupun embung tanpa pengawasan. Keempat, rutin memantau informasi cuaca terkini dari BMKG atau BPBD. Kelima, segera melapor ke BPBD setempat jika terjadi kondisi darurat bencana.

    Heru menambahkan, Bojonegoro memiliki sejumlah destinasi wisata alam yang banyak dikunjungi saat libur panjang, seperti Kayangan Api, Waduk Pacal, Air Terjun Kedung Maor dan Kedung Gupit, Negeri di Atas Angin Desa Deling, kawasan sumur minyak tua Wonocolo di Kecamatan Kedewan, hingga Gunung Pandan di Desa Klino, Kecamatan Sekar. Seluruh lokasi tersebut perlu diwaspadai karena rentan terdampak cuaca ekstrem.

    Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur pada periode 21–31 Desember 2025. Kepala BMKG Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa seluruh wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan, bahkan beberapa daerah berada pada fase puncak.

    “Hingga akhir Desember diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” kata Taufiq dalam keterangan tertulis.

    BMKG menyebutkan, kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta munculnya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung, fenomena tersebut meningkatkan intensitas hujan dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di berbagai daerah, termasuk Bojonegoro.

    BPBD Bojonegoro pun mengajak masyarakat untuk tetap waspada, tidak memaksakan perjalanan wisata saat cuaca buruk, serta selalu mengutamakan keselamatan di mana pun berada selama libur Natal dan Tahun Baru 2026. [lus/ian]

  • Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp6,62 Triliun, Presiden Prabowo: Kita Tutup Kebocoran!

    Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp6,62 Triliun, Presiden Prabowo: Kita Tutup Kebocoran!

    Jakarta (beritajatim.com) – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) secara resmi menyerahkan uang hasil penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp6,62 triliun kepada pemerintah pada Rabu (24/12/2025).

    Dana fantastis tersebut bersumber dari penagihan denda administratif sektor kehutanan serta pemulihan aset dari sejumlah perkara korupsi besar yang ditangani oleh Kejaksaan Agung.

    Prosesi penyerahan uang negara sebesar Rp6.625.294.190.469,74 ini dilangsungkan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, dengan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari denda 20 perusahaan sawit dan satu perusahaan tambang nikel senilai Rp2,34 triliun, ditambah penyelamatan aset dari kasus korupsi fasilitas ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan impor gula sebesar Rp4,28 triliun.

    Jaksa Agung ST Burhanudin menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transparansi kinerja Satgas PKH dalam memulihkan hak negara atas kawasan hutan yang dikuasai secara ilegal.

    “Pada hari yang baik ini pula, sebagai wujud pertanggungjawaban kepada publik, kami menyerahkan uang sebesar Rp6.625.294.190.469,74,” tegas ST Burhanudin saat konferensi pers di hadapan awak media.

    Memasuki tahun 2026, Kejaksaan Agung memproyeksikan potensi penerimaan negara dari denda administratif di sektor sumber daya alam akan meningkat signifikan. Berdasarkan pemetaan Satgas, potensi denda dari sektor kelapa sawit diperkirakan mencapai Rp109,6 triliun, sementara dari sektor pertambangan diprediksi menyentuh angka Rp32,63 triliun.

    Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi lintas lembaga yang tergabung dalam Satgas PKH. Dalam pidatonya, ia menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memerangi korupsi dan menutup rapat segala celah kebocoran anggaran yang merugikan rakyat.

    “Jika setiap hari bocor karena korupsi, penyelundupan, laporan palsu, dan suap, maka negara akan runtuh. Saya dipilih dan dilantik oleh rakyat Indonesia, dan saya siap mengorbankan segalanya demi rakyat Indonesia. Bagi saya, itu adalah kehormatan,” ungkap Presiden Prabowo.

    Prabowo mengibaratkan kekayaan negara sebagai darah dalam tubuh bangsa yang tidak boleh dibiarkan mengalir keluar melalui praktik ilegal. Ia memastikan bahwa penertiban kawasan hutan akan terus diperketat guna mengembalikan fungsi lingkungan sekaligus mengamankan pendapatan negara yang sah.

    Satgas PKH sendiri dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 sebagai tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Kejaksaan, Kepolisian, BPKP, kementerian terkait, hingga aparat kewilayahan. Keberadaan satgas ini menjadi instrumen utama pemerintah dalam menertibkan penguasaan hutan ilegal oleh korporasi.

    Melalui sinergi antara Kementerian ESDM, KLHK, Kementerian Keuangan, dan Badan Pertanahan Nasional, Satgas PKH menargetkan pemulihan fungsi hutan secara masif di berbagai wilayah Indonesia. Keberhasilan penyelamatan dana triliunan rupiah ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku usaha untuk segera mematuhi regulasi kehutanan yang berlaku. [hen/ian]

  • Hadir Ditengah Perayaan Natal, Bupati Ipuk Ajak Umat Kristiani Tandang Bareng Bangun Banyuwangi

    Hadir Ditengah Perayaan Natal, Bupati Ipuk Ajak Umat Kristiani Tandang Bareng Bangun Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Suasana damai dan penuh sukacita mewarnai perayaan Natal di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya terlihat pada perayaan Natal yang digelar di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia, Kecamatan Rogojampi.

    Perayaan Natal tersebut diikuti sekitar 600 jemaat yang mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan dan kegembiraan.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani hadir dalam perayaan tersebut bersama Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra. Hadir pula perwakilan Dandim, perwakilan Danlanal, tokoh lintas agama, dan jajaran OPD Pemkab Banyuwangi.

    Kehadiran rombongan disambut hangat Ketua Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) Banyuwangi Pendeta Anang Sugeng Sulistyanto, para pendeta lintas gereja, tokoh gereja, serta ratusan jemaat yang memadati lokasi ibadah.

    “Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan kasih sayang dan kebahagiaan untuk Bapak/Ibu semuanya. Serta bisa menjalankan ibadah dengan khidmat dan penuh suka cita,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengatakan Banyuwangi adalah rumah besar bagi semua warganya. Ia mengapresiasi seluruh pihak karena telah menjaga keberagaman yang ada di Banyuwangi.

    Natal tahun ini, bersamaan dengan usia Banyuwangi yang ke-254. Pemerintah daerah mengusung tema “Tandang Bareng” mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk umat Kristiani untuk bersama-sama membangun Banyuwangi.

    “Dengan kasih yang tulus, kita bisa berjalan bersama membangun Banyuwangi yang kita cintai. Terima kasih terkhusus umat Kristiani yang selama ini bareng-bareng merawat persaudaraan dan ikut berkontribusi bagi kemajuan Banyuwangi,” tutur Ipuk.

    Sementara Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Banyuwangi.

    “Alhamdulillah, hingga saat ini situasi Banyuwangi tetap aman, kondusif, dan terkendali. Ini berkat kerja sama kita semua,” ujarnya.

    Perayaan Natal di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Filadelfia Rogojampi berlangsung sederhana namun penuh keceriaan. Selain pertunjukan drama, tarian, dan pujian, acara juga diisi dengan pesan rohani yang disampaikan Pendeta Rudi Susanto dari Surabaya.

    Pendeta Rudi menyebut perayaan Natal di Banyuwangi terasa istimewa.

    “Ini Natal yang luar biasa bagi kami. Kehadiran Ibu Bupati dan Kapolresta menjadi sukacita tersendiri, dan kami berharap ke depan Banyuwangi semakin meriah dalam menyambut Natal,” pungkasnya. [tar/ian]

  • Kemenhaj RI Umumkan Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 2026 untuk MCH, Linjam dan Kuota Tambahan, Berikut List Lengkapnya

    Kemenhaj RI Umumkan Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 2026 untuk MCH, Linjam dan Kuota Tambahan, Berikut List Lengkapnya

    Jakarta (beritajatim.com) – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) resmi mengumumkan hasil seleksi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tingkat Pusat Tahun 1447 H/2026 M melalui akun Instagram @kemenhaj.ri pada Rabu (24/12/2025).

    Pengumuman ini mencakup hasil seleksi untuk formasi Perlindungan Jemaah (Linjam) dan Media Center Haji (MCH), sekaligus menginformasikan adanya kuota tambahan bagi sejumlah layanan vital jemaah.

    Langkah ini diambil guna memperkuat kualitas pelayanan haji bagi jemaah asal Indonesia di tanah suci. Formasi yang mendapatkan tambahan kuota meliputi layanan transportasi, konsumsi, akomodasi, serta pendampingan khusus bagi jemaah lansia dan disabilitas.

    Pihak Kemenhaj RI menjelaskan bahwa perluasan kuota ini merupakan upaya konkret untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan perlindungan dan pendampingan maksimal. Penambahan kuota ini ditujukan untuk mengisi pos-pos strategis yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan harian jemaah.

    “Dengan semangat menghadirkan pelayanan haji yang aman, nyaman, dan penuh kepedulian, kami menyampaikan hasil seleksi PPIH sekaligus kabar baik terkait penambahan kuota beberapa layanan,” tulis keterangan resmi Kemenhaj RI dalam unggahan Instagram tersebut.

    Berdasarkan rincian teknis, terdapat penambahan 10 kuota untuk klaster layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi. Sementara itu, untuk klaster layanan jemaah lansia dan disabilitas, pemerintah menambah 4 kuota petugas tambahan.

    “Penambahan ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat perlindungan, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan terbaik selama menjalankan ibadah haji,” jelas Kemenhaj RI.

    Mekanisme pengisian kuota tambahan ini tidak dilakukan melalui seleksi baru, melainkan diambil dari database hasil tes sebelumnya. Peserta yang menempati peringkat urutan terbaik di bawah peserta yang telah dinyatakan lolos pada seleksi awal berhak mengisi posisi tersebut.

    “Kuota tambahan ini diambil dari peserta yang telah mengikuti tes CAT dan wawancara dengan peringkat urutan terbaik di bawah peserta yang lolos sebelumnya,” tambah otoritas tersebut.

    Sebelumnya, pengumuman hasil seleksi awal telah dirilis pada Sabtu (20/12/2025) untuk peringkat 1 sampai 40 pada berbagai formasi. Formasi awal tersebut mencakup layanan transportasi, akomodasi, konsumsi, bimbingan ibadah, layanan jemaah lansia dan disabilitas, serta Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH).

    “Hasil Seleksi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tingkat Pusat Tahun 1447 H / 2026 M telah menetapkan peserta peringkat 1 sampai dengan 40 dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tahapan pelatihan selanjutnya,” bunyi pengumuman awal yang juga dirilis secara digital.

    Bagi peserta yang telah mengikuti rangkaian tes, daftar nama lengkap dan informasi lanjutan dapat diakses melalui pemindaian kode QR yang disediakan pada platform media sosial resmi kementerian. Peserta yang terpilih diwajibkan untuk segera mempersiapkan diri mengikuti tahapan pelatihan kompetensi petugas haji.

    Pemerintah juga memberikan apresiasi bagi seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam proses seleksi tahun ini. Bagi calon petugas yang belum berhasil lolos, kementerian mendorong untuk tetap memantau informasi resmi guna persiapan seleksi di masa mendatang.

    “Selamat untuk Calon Petugas Haji yang terpilih, bagi yang belum terpilih, semoga bisa beruntung di tahun depan yaa,” pungkas keterangan resmi tersebut.

    Berikut link pengumuman resmi Hasil Seleksi PPIH Arab Saudi 2026 dengan formasi layanan lengkap termasuk MCH dan Linjam, KLIK DI SINI. [ian]

  • Kades dan Perangkat Desa di Mojokerto Ancam Demo yang Lebih Besar

    Kades dan Perangkat Desa di Mojokerto Ancam Demo yang Lebih Besar

    Mojokerto (beritajatim.com) – Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa yang tergabung dalam Pamong Majapahit di Kabupaten Mojokerto mengancan akan menggelar aksi demo lagi dengan membawa Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas). Ancaman itu dilontarkan karena kecewa audiensi dengan Bupati Mojokerto tak dikabulkan.

    Aksi yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut, Pamong Majapahit membawa dua tuntutan yakni pengembalian Alokasi Dana Desa (ADD) seperti semula dan adanya regulasi Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur Gaji Tetap (Siltap) Kades dan Perangkat Desa.

    Audiensi kedua tersebut digelar setelah audiensi sebelumnya dengan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Teguh Gunarko tak membuahkan hasil. Namun lagi-lagi, audiensi kedua yang bertemu langsung dengan Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra tersebut, dua tuntutan juga tak dikabulkan.

    Massa aksi mengancam akan kembali menduduki Kantor Bupati Mojokerto di Jalan A Yani Kota Mojokerto dengan membawa massa lebih banyak yakni dari RT/RW dan Linmas. Usai audiensi bersama Gus Barra (sapaan akrab Bupati Mojokerto, red) tak dikabulkan, ratusan massa aksi membubarkan diri.

    “Audiensi dengan Bupati juga tak dikabulkan. Maka kami akan boikot pungutan PBB dan tidak menerima kunjungan Bupati ke desa. ADD dipangkas 30 persen, mulai dari Rp100 juta sampai Rp150 juta per desa. Kita akan kembali demo membawa RT/RW dan Linmas,” tegas Koordinasi Pamong Majapahit, Sunardi, Rabu (24/12/2025).

    Aksi Pamong Majapahit di depan Kantor Pemkab Mojokerto. [Foto : Misti/beritajatim.com]Sebelumnya, Ratusan Kepala Desa (Kades) dan Perangkat Desa yang mengatanamakan Pamong Majapahit di Kabupaten Mojokerto menggelar aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto. Mereka menuntut pengembalian Alokasi Dana Desa (ADD) seperti semula.

    Selain itu, mereka juga menuntut adanya regulasi Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur Gaji Tetap (Siltap) Kades dan Perangkat Desa. Jika dua tuntutan tersebut tidak dikabulkan maka Pemerintah Desa (Pemdes) tidak akan menjalankan program apapun dari Pemkab Mojokerto termasuk pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

    Sekedar diketahui, Dana Transfer Pusat (TKD) ke Kabupaten Mojokerto mengalami pemotongan signifikan untuk tahun anggaran 2026 (sekitar Rp316-341 miliar) yang berdampak pada APBD dan ADD yang turun drastis. Penurunan TKD mengakibatkan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026 turun, mempersulit realisasi Siltap (Gaji) Kades dan Perangkat Desa. [tin/but]

     

  • Anggota BPD Grogol Tulangan Sidoarjo Menolak Diberhentikan

    Anggota BPD Grogol Tulangan Sidoarjo Menolak Diberhentikan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Grogol, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, H. Sudarmaji, S.H., M.H., menyatakan menolak diberhentikan. Dia sekaligus meminta pembatalan Surat Keputusan BPD Grogol Nomor 006/BPD-Grogol/XII/2025 tentang usulan pemberhentian dirinya yang diterbitkan pada Jumat (19/12/2025).

    Penolakan tersebut disampaikan melalui surat resmi oleh kuasa hukumnya, Andika Hendrawanto, S.H., M.H., CRA., CLI., CLA. Persoalan ini bermula dari konflik lahan fasilitas umum (fasum) makam milik PT Sarana Djaya Setia selaku pengembang Perumahan Taman Surya Kencana dengan warga Dusun Grogol, Desa Grogol, Kecamatan Tulangan.

    Sudarmaji menjelaskan, warga perumahan mengklaim lahan fasum tersebut masuk dalam wilayah perumahan berdasarkan Sertipikat Hak Guna Bangunan (SHGB) dan rencana tata ruang. Namun, petani di sekitar lokasi menyatakan tidak pernah menjual tanah di luar kawasan perumahan, sehingga terjadi perbedaan pendapat yang berujung pada penutupan akses jalan menuju lokasi makam.

    “Sebelum ada jalan tembus, warga yang meninggal harus memutar lewat Dusun Bendo dan Grogol. Ketika ada warga perumahan yang akan dimakamkan di makam Paguyuban Taman Surya Kencana yang dibeli secara swadaya, akses jalan justru ditutup oleh sebagian warga dusun. Situasi hampir berujung bentrok, namun berhasil dicegah oleh Koramil dan Polsek. Akhirnya pihak keluarga almarhum mengalah,” ungkap Sudarmaji.

    Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan viral. Wakil Bupati Sidoarjo menggelar mediasi antara warga kampung dan warga perumahan yang dihadiri Camat Tulangan, Pemerintah Desa Grogol, serta perwakilan perumahan. Mediasi tersebut berakhir dengan kesepakatan saling memaafkan dan saling legawa.

    “Dalam mediasi itu, Wakil Bupati menyampaikan bahwa perkara ini bersifat sepele dan harus diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

    Sebagai tindak lanjut, Sudarmaji menerima undangan musyawarah penyelesaian akses jalan makam sekitar pukul 12.30 WIB. Namun, pertemuan yang digelar di balai desa dan dihadiri massa warga dari Dusun Grogol, Perumahan Harmoni Kota, serta Perumahan Grand Oriental tersebut dinilai bergeser dari tujuan awal.

    Ia mengaku mendapat tekanan untuk mengundurkan diri atau diberhentikan sebagai anggota BPD dengan alasan melanggar Pasal 25 huruf a peraturan BPD.

    “Rapat maraton malam itu berujung pada musyawarah internal BPD dan keluarnya surat keputusan usulan pemberhentian saya. Padahal, hal itu tidak sesuai dengan arahan Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana yang hanya ingin menyelesaikan persoalan akses jalan,” jelasnya, Rabu (24/12/2025).

    Sudarmaji yang juga merupakan perwakilan Perumahan Taman Surya Kencana menilai akar persoalan sebenarnya adalah usulan pembangunan jalan paving di atas lahan fasum yang proses penyerahannya belum selesai. Oleh karena itu, ia meminta agar rencana tersebut ditangguhkan dari Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) 2026.

    Ia menegaskan telah memenuhi seluruh persyaratan dan menjalankan tugas sebagai anggota BPD sesuai ketentuan yang berlaku.

    Sementara itu, kuasa hukum Sudarmaji, Andika Hendrawanto, menilai proses usulan pemberhentian kliennya tidak sesuai dengan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 47 Tahun 2017 serta peraturan perundang-undangan lainnya.

    “Usulan pemberhentian tersebut cacat prosedural dan patut dipertimbangkan kembali untuk dibatalkan,” tegas Andika.

    Selain itu, dalam surat penolakan juga diminta agar proses pemberhentian dihentikan sementara hingga terdapat kepastian hukum, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Pertemuan di balai desa tersebut turut dihadiri Camat Tulangan, Kapolsek Tulangan, serta perwakilan Danramil Tulangan. (isa/but)