Author: Beritajatim.com

  • Jaga Keamanan dan Ketertiban Perayaan Nataru, Lapas Mojokerto Gelar Razia Rutin

    Jaga Keamanan dan Ketertiban Perayaan Nataru, Lapas Mojokerto Gelar Razia Rutin

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar razia rutin di blok hunian warga binaan sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Razia dilakukan dengan menyasar kamar hunian serta barang-barang pribadi warga binaan.

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan.

    “Serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun. Melalui razia rutin ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Kamis (25/12/2025).

    Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Lapas Kelas IIB diharapkan dapat berlangsung lancar, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan tetap berjalan optimal. Per 18 Desember 2025, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto sebanyak 956 orang. [tin/ted]

  • 17 DPC Pertanyakan Sikap Nasdem terhadap Kasus Korupsi Wakil Ketua DPRD Jember

    17 DPC Pertanyakan Sikap Nasdem terhadap Kasus Korupsi Wakil Ketua DPRD Jember

    Jember (beritajatim.com) – Tujuh belas dewan pimpinan cabang mempertanyakan sikap Partai Nasional Demokrat terhadap kasus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka Dedy Dwi Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang juga kader partai itu.

    Dedy adalah politisi partai tersebut dan putra kedua Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghafur. Saat ini dia ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jember bersama sejumlah orang dengan tuduhan dugaan korupsi dana makanan dan minuman kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah.

    “Ketidakpekaan dan sikap diam terhadap persoalan tersebut menimbulkan kesan kuat bahwa DPD Nasdem Jember melanggengkan, bahkan secara tidak langsung, mendukung praktik korupsi,” kata Ketua Mursid, juru bicara 17 DPC, Kamis (25/12/2025).

    Mursid menyebut sikap diam DPD Partai Nasdem Jember telah mengabaikan nilai dasar partai sebagai gerakan perubahan yang menjunjung tinggi integritas, transparansi dan keberpihakan pada kepentingan publik.

    “DPC Partai Nasdem menegaskan, bahwa diam dalam situasi krisis moral adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan mencederai kepercayaan rakyat terhadap Partai Nasdem,” kata Mursid lantang.

    Mursid mengingatkan, Partai Nasdem bukan sekedar kendaraan kekuasaan. “Partai ini adalah instrumen etika publik yang wajib berdiri di garis terdepan dalam pemberantasan korupsi tanpa kompromi dan tanpa tebang pilih,” katanya.

    “DPC Nasdem mendesak Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jatim dan DPP Partai Nasdem dan DPD Nasdem Jember untuk segera memberikan sikap resmi dan terbuka terkait kasus hukum yang menjerat salah satu kadernya,” kata Mursid.

    Tujuh belas DPC juga mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kepimpinan dan kinerja DPD Nasdem Jember. Mereka juga menuntut penegakan disiplin partai secara tegas sesuai kode etik dan peraturan organisasi untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan Nasdem di hadapan publik.

    “Kami mendesak DPD Nasdem Jember agar melakukan proses transparansi secara menyeluruh terhadap dana bantuan partai politik atau banpol. Kepercayaan rakyat adalah mutlak debagai modal politik yang paling berharga dan krtika integritas diabaikan maka kehancuran legitimasi hanya tinggal menunggu waktu,” kata Mursid. [wir]

  • Pemkot Surabaya Pamerkan Unit Tempur Robotik dan Hamzat untuk Atasi Bencana, Seperti Apa?

    Pemkot Surabaya Pamerkan Unit Tempur Robotik dan Hamzat untuk Atasi Bencana, Seperti Apa?

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan lompatan besar dalam sistem mitigasi bencana dengan meluncurkan dua unit Fire Fighting Robotic atau robot pemadam kebakaran, Kamis (25/12/2025).

    Tak hanya robot, armada tempur ini juga diperkuat dengan satu unit Mobil Hazmat, tiga mobil Compress Air Foam System (CAFS) kapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam 5.000 liter untuk perlindungan total bagi warga dan petugas.

    ​Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pembaruan armada ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan personel adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

    Teknologi canggih ini disiapkan secara khusus sebagai solusi cerdas, saat petugas harus menghadapi medan berisiko tinggi, seperti kawasan industri yang terpapar bahan kimia berbahaya.

    ​”Saat kondisi sudah terlalu berbahaya bagi manusia, robot inilah yang kami terjunkan sebagai garda terdepan,” ujar Eri Cahyadi.

    Keunggulan utama robot ini dipamerkan Eri terletak pada tubuhnya yang kebal ledakan, tahan bahan kimia, serta mampu mendeteksi titik panas secara presisi dengan sensor termal.

    ​Inovasi yang paling mencolok lainnya juga terdapat pada Mobil Hazmat. Mobil Hamzat ke dapan, kata Eri, akan berfungsi sebagai pusat komando bergerak sekaligus unit medis.

    “Mobil ini dilengkapi dengan Hyperbaric Chamber, sebuah fasilitas pemulihan oksigen instan bagi petugas yang terpapar asap pekat atau zat kimia agar mereka bisa langsung pulih dan kembali ke keluarga dengan sehat,” terangnya.

    ​Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, turut menambahkan bahwa robot Fire Fighting ini dapat dikendalikan jarak jauh. Dirancang untuk menembus lokasi ekstrem, mulai dari ruang bawah tanah hingga kilang minyak.

    “Dengan material fiaik tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter,” jelas Laksita Rini.

    ​Kecanggihannya pun tak main-main, lanjut Rini, robot ini memiliki water monitor yang mampu menyemprotkan air atau busa hingga sejauh 90 meter. Selain itu, operasionalnya didukung oleh tiga kamera pemantau, sensor gas berbahaya, dan fitur suara dua arah untuk memantau situasi di titik pusat api secara real-time.

    “​Efektivitasnya semakin terjamin berkat jangkauan kendali jarak jauh hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam,” imbuhnya.

    Sementara itu, Mobil Hazmat akan melengkapinya kinerja robot dengan detektor gas akurat yang bisa mengidentifikasi jenis zat kimia sebelum tindakan pemadaman dilakukan, sehingga strategi yang diambil jauh lebih presisi.

    “Dengan integrasi teknologi robotik dan armada Hazmat yang mumpuni, Kota Surabaya kini memiliki standar baru dalam mitigasi bencana perkotaan yang lebih aman dan presisi,” pungkasnya. (rma/)

  • Natal Ini, Petugas Lapas Mojokerto Razia Kamar Warga Binaan

    Natal Ini, Petugas Lapas Mojokerto Razia Kamar Warga Binaan

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar razia rutin di blok hunian warga binaan sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Razia dilakukan dengan menyasar kamar hunian serta barang-barang pribadi warga binaan.

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan.

    Razia kamar hunian serta barang-barang pribadi warga binaan yang dilakukan petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto. [Foto : ist]“Serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun. Melalui razia rutin ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Kamis (25/12/2025).

    Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Lapas Kelas IIB diharapkan dapat berlangsung lancar, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan tetap berjalan optimal. Per 18 Desember 2025, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto sebanyak 956 orang. [tin/but]

  • Gedung SDN Jumpong Bondowoso Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

    Gedung SDN Jumpong Bondowoso Rusak Tertimpa Pohon Tumbang

    Bondowoso (beritajatim.com) — Angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso, Kamis, 25 Desember 2025, menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jumpong. Akibat kejadian tersebut, dua gedung sekolah dilaporkan mengalami kerusakan sedang.

    Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.23 WIB di lingkungan SDN Jumpong, Desa Jumpong, Kecamatan Wonosari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso menerima laporan langsung dari masyarakat dan segera menurunkan tim ke lokasi.

    Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso, Kristianto, mengatakan bahwa kejadian tersebut masuk kategori bencana cuaca ekstrem berupa angin kencang.

    “Begitu menerima laporan, Pusdalops dan tim TRC-PB langsung bergerak melakukan asesmen dan penanganan di lokasi. Pohon tumbang akibat angin kencang dan mengenai bangunan sekolah,” ujar Kristianto.

    SDN Jumpong Bondowoso rusak usai tertimpa pohon pasca angin kencang melanda wilayah setempat, Kamis, 25 Desember 2025. (BPBD Bondowoso)

    Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, dua gedung sekolah mengalami kerusakan dan berpotensi membahayakan jika tidak segera ditangani.

    “Fokus awal kami adalah pengamanan lokasi dan evakuasi pohon tumbang. Karena kondisi bangunan berisiko roboh, penanganan lanjutan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” jelasnya.

    Di lokasi kejadian, penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan BPBD Bondowoso, Koramil Wonosari, Polsek Wonosari, pemerintah desa, pihak sekolah, serta masyarakat setempat. Tim TRC-PB melakukan evakuasi pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw).

    Kristianto menambahkan, untuk tahap selanjutnya evakuasi pohon akan dilanjutkan secara mandiri oleh pemilik pohon dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

    “Situasi saat laporan kami kirimkan dalam kondisi terkendali. Kami tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama angin kencang dan pohon rawan tumbang,” pungkasnya.

    BPBD Bondowoso mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan kejadian darurat kebencanaan melalui Pusdalops guna penanganan cepat dan terkoordinasi. (awi/but)

  • Kapolres Pamekasan Sisir Gereja, Pastikan Perayaan Natal Aman dan Lancar

    Kapolres Pamekasan Sisir Gereja, Pastikan Perayaan Natal Aman dan Lancar

    Pamekasan (beritajatim.com) – Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto melakukan kontrol dan penegakan secara langsung ke sejumlah gereja di wilayah setempat, guna memastikan pengamanan perayaan Natal 2025 berjalan aman dan kondusif, Kamis (25/12/2025).

    Pengecekan tersebut meliputi pengecekan kesiapan personel pengamanan, sarana prasarana pendukung, serta memastikan pelaksanaan ibadah Natal berlangsung dengan tertib dan lancar. Terlebih hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, khususnya umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Natal.

    “Kami ingin memastikan seluruh rangkaian ibadah Natal di Pamekasan berjalan dengan aman, lancar, dan penuh khidmat. Personel telah kami siagakan di setiap gereja, bersinergi dengan TNI dan unsur pengamanan lainnya,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto.

    Selain itu, pihaknya juga menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah pengurus gereja dan jemaat, serta mengimbau agar tetap menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. “Sejauh ini kami telah melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup, termasuk patroli rutin di sekitar lokasi ibadah dan pusat-pusat keramaian selama perayaan Natal dan menjelang Tahun Baru,” ungkapnya.

    “Dengan adanya pengamanan yang maksimal, diharapkan situasi kamtibmas di Pamekasan tetap aman, damai, dan kondusif selama perayaan Natal 2025. Dan pengecekan ini juga kami pastikan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pamekasan didampingi Wakapolres Pamekasan, serta para PJU Polres Pamekasan. Mereka melakukan pengecekan ke beberapa gereja, di antaranya Gereja Katholik Maria Ratu Para Rasul Jl Jokotole, Gereja Sidang Persekutuan Injil Indonesia Jl Kamboja, Gereja Mahkota Hayat Jl Jokotole, Gereja Sola Gracia Jl. Jingga, dan lainnya.

    “Melalui pelaksanaan pengamanan ini, nantinya pelaksanaan natal dan tahun baru berlangsung aman dan kondusif. Semoga pelaksanaan Natal yang berlangsung saat ini berjalan lancar dan kondusif,” harapnya.

    Tidak hanya meninjau sejumlah gereja, rombongan juga mengecek pos Pengamanan Nataru yang terpusat di sisi timur area Monumen Lancor. “Hal ini kita lakukan untuk memastikan secara langsung kesiapsiagaan anggota dilapangan, sekaligus sebagai langkah antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. [pin/but]

  • Ketua Nasdem Jember Mendapatkan Mosi Tidak Percaya

    Ketua Nasdem Jember Mendapatkan Mosi Tidak Percaya

    Jember (beritajatim.com) – Tujuh belas dari 31 pengurus cabang atau pengurus tingkat kecamatan menyatakan mosi tidak percaya terhadap Marsuki Abdul Ghofur, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasional Demokrat Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Pondok Pesantren Assiddiqi Putri, Kamis (25/12/2025).

    Mereka menuntut kepengurusan Marsuki Abdul Ghofur devaluasi mendalam dengan mencermati kondisi internal Partai Nasdem Jember. Ada sejumlah pertimbangan mosi tidak percaya.

    “Pertama, kegagalan kepemimpinan yang bersih dan akuntabel. Saudara Marsuki Abdul Ghofur dinilai tidak manpu membawa DPD Partai Nasdem Jember sebagai organisasi yang dikelola secara bersih, profesional, dan akuntabel,” kata Ketua DPC Nasdem Sumbersari Mursid.

    Pertimbangan berikutnya, menurut Mursid, adalah tidak terlaksananya program kerja dan kebijakan-kebijakan partai dengan maksimal. “Ini dibuktikan dengan menurunnya hasil perolehan suara pemilu legislatif 2019-2024,” kata Mursid.

    Mursid juga menilai transparansi keuangan DPD Partai Nasdem Jember minim. “Hal ini menimbulkan ketidakpercayaan di antara kader dan pengurus cabang, mengenai alokasi dan pertanggungjawaban dana partai,” katanya.

    Mursid yang didampingi Siswoto Ketua DPC Nasdem Mayang dan Abdurrahman ketua DPC Nasdem Sukorambi menegaskan, bahwa nama baik Nasdem tengah tercoreng. menyusul ditetapkannya Wakil Ketua DPRD Jember yang juga anak Marsuki, Dedy Dwi Setiawan, sebagai tersangka dugaan korupsi penggelembungan dana makanan dan minuman sosialisasi peraturan daerah oleh jaksa.

    “Berdasarkan empat poin krusial tersebut, kami memandamg bahwa kepemimpinan saudara H. Marsuki Abdul Ghofur tidak lagi sejalan dengan visi dan misi partai dan telah menimbulkan keresahan yang meluas di tingkat DPC,” kata Mursid dalam pernyataannya.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Marsuki soal mosi tidak percaya tersebut. [wir]

  • Libur Nataru, Pemkab Kediri Gelar Soft Opening Museum Sri Aji Joyoboyo

    Libur Nataru, Pemkab Kediri Gelar Soft Opening Museum Sri Aji Joyoboyo

    Kediri (beritajatim.com) – Memanfaatkan momentum libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Kediri menggelar soft opening Museum Sri Aji Joyoboyo yang berlokasi di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kamis (25/12/2025).

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pembukaan museum tersebut masih bersifat uji coba dan akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum memasuki tahap grand opening.

    “Ini kan masih soft opening. Tadi masih ada beberapa catatan, terus nanti untuk mencapai grand opening, saya minta alurnya untuk disempurnakan lagi, ceritanya juga harus di diskusikan dengan teman-teman sejarawan, budayawan,” katanya.

    Mas Dhito menekankan pentingnya penyajian narasi sejarah Kabupaten Kediri yang utuh dan runtut sejak masa lampau, sehingga masyarakat dapat memahami perjalanan daerahnya dari awal berdiri hingga perkembangan modern.

    “Karena Kabupaten Kediri ini tidak lepas dari cerita masa lampau dari 1221 tahun yang lalu, karena usia sekarang kita 1221. Maret, 25 Maret tahun depan sudah 122. Jadi sudah tua sekali,” lanjutnya.

    Menurutnya, alur sejarah yang ditampilkan harus menggambarkan kehidupan masyarakat Kediri sejak awal, mulai dari aktivitas dasar hingga perkembangan industri di wilayah tersebut.

    “Mulai dari menyimpan air, masak nasi, menyusun bata hingga adanya era pabrik gula di daerah Badas,” ujarnya.

    Mas Dhito juga berencana menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri agar museum ini menjadi bagian dari pembelajaran bagi para pelajar.

    “Jadi anak-anak jangan zaman sekarang jangan cuman buka medsos, harus tahu akar-akar budayanya mereka sekarang. Lahir, bernafas, hidup di tanah Kabupaten Kediri, tanah tertua di Jawa Timur,” tegasnya.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menyampaikan bahwa soft opening museum berjalan lancar meski masih memiliki banyak keterbatasan.

    “Kita masih masih memamerkan 50 artefak yang kita punya. Padahal kita punya sekitar 190 artefak,” terangnya.

    Ia menjelaskan, koleksi yang dipamerkan saat ini masih didominasi artefak arkeologika, meskipun ke depan museum ini dirancang juga menampilkan koleksi etnologika.

    “Ini masih arkeologika, padahal rencana kita sebetulnya museum ini bukan hanya arkeologika tapi etnologika. Jadi barang-barang yang kesenian itu kita pamerkan juga mulai ya, Tiban, mungkin wayang kucil seperti Jaranan Jowo dan lain-lain,” jelasnya.

    Mustika menambahkan, kawasan Museum Sri Aji Joyoboyo memiliki luas hampir 5 hektare, namun pemanfaatannya saat ini masih terbatas. Ke depan, Pemkab Kediri akan mengoptimalkan ruang pamer arkeologika, etnologika, ruang pamer temporal, serta melakukan penyempurnaan interior dan eksterior museum.

    Pada tahun 2026, Pemkab Kediri juga merencanakan pembangunan fasad depan museum serta optimalisasi amphitheater yang akan difungsikan sebagai ruang pentas seni secara rutin.

    “Itu target tahun depan, amphitheater sama, kalau saya informasi, amphitheater sama fasad bangunan. Dan kita optimasi untuk ruang amphitheater nanti,” ujarnya.

    Untuk sementara, Museum Sri Aji Joyoboyo dibuka gratis bagi masyarakat dan beroperasi setiap hari kecuali Senin. Ke depan, museum ini diarahkan menjadi destinasi culture tourism yang memiliki nilai edukasi, pelestarian budaya, serta dampak ekonomi bagi daerah.

    “Jadi dari culture tourism memang ada selain dari sisi budaya juga senang, dari sisi apa, pengamanan benda-benda purbakala kena dari sisi edukasi kena, dari ekonomi pun juga kena. Ekonomi secara tidak langsung ya nanti ada pemasukan ke PAD juga, mengarahnya demikian,” tandasnya. [nm/ian]

  • Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Terima Remisi Natal 2025, Dua Lainnya Batal Karena Melanggar

    Tiga Narapidana Lapas Bojonegoro Terima Remisi Natal 2025, Dua Lainnya Batal Karena Melanggar

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Tiga narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro resmi menerima Remisi Khusus (RK) Natal 2025 berupa pengurangan masa tahanan selama satu bulan pada Kamis (25/12/2025).

    Pemberian remisi ini didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor: PAS-2241.PK.05.03 Tahun 2025 sebagai bentuk apresiasi negara atas perubahan perilaku warga binaan selama masa pembinaan.

    Penyerahan surat keputusan tersebut berlangsung khidmat di Aula Lapas Bojonegoro mulai pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas, jajaran pejabat struktural, staf, serta lima orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen.

    Meskipun terdapat lima warga binaan beragama Kristen di Lapas Bojonegoro, tidak semuanya berhak mendapatkan pengurangan masa pidana pada tahun ini. Kepala Lapas Kelas IIA Bojonegoro, Hari Winarca, mengungkapkan bahwa penilaian perilaku menjadi indikator mutlak dalam menentukan kelayakan penerima remisi.

    “Sementara untuk dua Narapidana yang beragama Kristen remisinya ditarik karena tidak berkelakuan baik dan melakukan pelanggaran,” ujar Hari Winarca saat memberikan keterangan di lokasi.

    Dalam sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakannya, Hari menjelaskan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan hukuman rutin. Penghargaan ini hanya diberikan kepada narapidana yang menunjukkan penurunan tingkat risiko, aktif mengikuti program pembinaan, serta disiplin menaati aturan di dalam Lapas.

    “Remisi juga bertujuan untuk mempercepat proses reintegrasi sosial bagi WBP,” imbuhnya.

    Prosesi seremonial penyerahan remisi diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya untuk memupuk jiwa nasionalisme para warga binaan. Kasi Binadik, R Bambang Banuarli, kemudian menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk transparansi administratif.

    Detail teknis dan nama-nama penerima pengurangan masa pidana tersebut dibacakan oleh Kasubsi Registrasi, Hermin Prihantono. Langkah ini memastikan bahwa setiap hak yang diberikan kepada narapidana telah memenuhi syarat substantif maupun administratif sesuai regulasi yang berlaku.

    Melalui pemberian remisi ini, Lapas Bojonegoro berharap para warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri sebelum nantinya kembali ke tengah masyarakat. Evaluasi terhadap perilaku warga binaan akan terus dilakukan secara ketat guna memastikan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan berjalan efektif dan tepat sasaran. [lus/ian]

  • Lapas Mojokerto Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 5 Narapidana

    Lapas Mojokerto Berikan Remisi Khusus Natal 2025 kepada 5 Narapidana

    Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto memberikan Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025 kepada lima orang narapidana beragama Nasrani. Penyerahan remisi tersebut dilaksanakan di Aula Utama Lapas Mojokerto, Kamis (25/12/2025).

    Kegiatan diikuti oleh warga binaan pemasyarakatan (WBP) Nasrani serta jajaran petugas Lapas Kelas IIB Mojokerto. Remisi diberikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia tentang Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025.

    Sebanyak lima narapidana dinyatakan memenuhi syarat dan berhak menerima Remisi Khusus Natal 2025. Pemberian remisi ini menjadi wujud pemenuhan hak narapidana sekaligus bagian dari pembinaan kepribadian melalui penguatan nilai keimanan dan spiritual.

    Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menegaskan bahwa pemberian remisi merupakan hak narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sesuai ketentuan perundang-undangan. “Pada Natal 2025, ada lima narapidana yang mendapatkan remisi,” ungkapnya.

    Kelima narapidana tersebut masing-masing tersangkut perkara penganiayaan, penggelapan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), penipuan, serta tindak pidana narkotika. Seluruhnya menerima Remisi Khusus I, tanpa adanya penerima Remisi Khusus II atau langsung bebas. Dari total 20 warga binaan beragama Nasrani, sebanyak 15 orang masih berstatus tahanan.

    “Sebanyak 15 orang narapidana belum memenuhi masa pidana minimal enam bulan, menjalani pidana subsidair pengganti denda, maupun masih dalam proses remisi susulan. Remisi merupakan hak warga binaan yang sudah memenuhi persyaratan administrasi dan substantif sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

    Kalapas seluruh warga binaan untuk menjadikan momentum Natal sebagai instropeksi diri dan mememperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, Kalapas juga menyoroti kondisi hunian Lapas Kelas IIB Mojokerto yang hingga kini masih mengalami overkapasitas.

    “Dari kapasitas ideal sebanyak 344 orang, jumlah penghuni per 18 Desember 2025 tercatat mencapai 956 orang. Overkapasitas menjadi tantangan tersendiri, namun kami tetap berkomitmen memberikan pembinaan, pelayanan, dan pemenuhan hak-hak warga binaan secara adil dan humanis,” pungkasnya.

    Sementara itu, salah satu penerima Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025, GP bersyukur dan terharu mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya Natal Tahun 2025. “Remisi Natal ini menjadi hadiah yang sangat berarti, memberikan harapan baru serta semangat untuk terus berperilaku baik dan menjalani masa pidana dengan penuh kesadaran,” ujarnya.

    Diketahui, mayoritas penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto merupakan narapidana kasus pidana khusus, terutama tindak pidana narkotika yang jumlahnya hampir mencapai separuh dari total warga binaan. Meski demikian, pihak Lapas tetap berupaya memberikan pembinaan dan pelayanan secara maksimal kepada seluruh warga binaan. [tin/ian]