Author: Beritajatim.com

  • Wagub Jatim Emil dan Arumi Hadiri Perayaan Natal di Gereja Eks Lokalisasi Dolly

    Wagub Jatim Emil dan Arumi Hadiri Perayaan Natal di Gereja Eks Lokalisasi Dolly

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestiantor Dardak dan istrinya Arumi Bachin menghadiri perayaan Natal di Gereja Pantekosta Di Indonesia Yesus Harapan Pasti Surabaya kawasan eks lokalisasi Dolly. Ia memastikan Natal di Jatim berlangsung lancar.

    “Ya, kita bersyukur bahwa umat Kristiani di Jawa Timur pada kemarin malam dan hari ini dapat melaksanakan ibadahnya dengan lancar,” kata Emil kepada wartawan di GPdI Yesus Harapan Pasti Surabaya, Kamis (25/12/2025).

    Di gereja kawasan eks Dolly, Emil mengapresiasi anak-anak muda. Apalagi pada perayaan natal menampilkan karya di hadapannya dan seluruh jemaah gereja.

    “Jadi hari ini saat ini saya berada di GPdI Yesus Harapan Pasti. Dan ini lokasinya di dekat kawasan eks Dolly makanya jemaahnya banyak sekali anak-anak muda yang bertalenta tadi menampilkan karya-karya seninya bernuansa kesenian Nusantara,” jelasnya.

    Emil juga berterima kasih kepada seluruh petugas yang melakukan pengamanan selama ibadah misa Natal di gereja.
    “Bahkan kemarin malam di depan kantor keuskupan Surabaya saya melihat petugas PLN menjaga kelancaran arus listrik untuk mendukung lancarnya ibadah saudara-saudari kita,” ujarnya.

    Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan jajawan Forkopimda Jatim juga telah melakukan pemantauan di beberapa gereja pada Rabu (24/12/2025) kemarin.

    Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestiantor Dardak dan istrinya Arumi Bachin menghadiri perayaan Natal di Gereja Pantekosta Di Indonesia Yesus Harapan Pasti Surabaya kawasan eks lokalisasi Dolly., Kamis (25/12/2025)

    Emil berharap, segenap umat Kristiani di Jawa Timur bisa memperingati Hari Raya Natal dengan lancar. Selain itu, Natal juga dapat menjadi momen istimewa berkumpul bersama keluarga, kerabat, maupun jemaah lainnya.

    “Karena Jawa Timur kan di Nawa Bakti Satya ada Jati Berkah dari salah satu dari 9 tersebut, dan ini berlaku untuk semua masyarakat Jawa Timur sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya,” urainya.

    Sementara Pendeta Yesus Harapan Pasti GPdI Tongoni Gulo mengaku senang perayaan natal hari ini dapat dihadiri oleh Wagub Emil dan Arumi. Pihak gereja juga bersyukur bisa mengadakan misa malam Natal dan Hari Raya Natal dengan tenang hingga antusiasme jemaah.

    “Memang temanya hari ini tentang iman yang sejati karena tengah-tengah dunia yang sedang banyak pergumulan ini ya, banyak tantangan ekonomi dan sebagainya ini taruhannya tantangan iman. Apakah kita masih setia sama Tuhan enggak dengan kondisi ekonomi yang begini agak sulit dan puji Tuhan dengan ibadah hari ini mudah-mudahan jemaat semakin bersemangat,” kata Pdt Tongoni Gulo.

    “Dengan senang hati sekali tadi Bapak Wakil Gubernur datang ya dia mengunjung kami. Dan kami jemaat sangat senang sekali dan dari pesan beliau memang dia sangat mendukung kami di tempat ini sebagai bagian dari pemerintahan Jawa Timur,” pungkasnya. (tok)

  • Diiringi Hujan, Gus Yahya Serahkan Tongkat KH Miftahul Akhyar yang Tertinggal

    Diiringi Hujan, Gus Yahya Serahkan Tongkat KH Miftahul Akhyar yang Tertinggal

    Kediri (beritajatim.com) – Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais ‘Aam KH Miftachul Akhyar menyepakati penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU sesegera mungkin sebagai jalan islah dalam Rapat Konsultasi Syuriyah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Kamis (25/12/2025).

    Pertemuan strategis untuk mengakhiri konflik internal organisasi Islam terbesar di dunia ini diwarnai momen emosional yang dramatis saat hujan tiba-tiba turun membasahi bumi Lirboyo tepat ketika perdamaian tercapai.

    Sebuah kejadian unik terekam sesaat setelah KH Miftachul Akhyar keluar dari ruang pertemuan tertutup menuju mobilnya. Menyadari tongkat milik Rais ‘Aam tertinggal di dalam ruangan, Gus Yahya secara spontan bergegas mengambilnya.

    Tanpa memedulikan penampilannya yang hanya mengenakan satu kaos kaki, Gus Yahya langsung memakai sepatu dan berlari di bawah guyuran hujan untuk menyerahkan tongkat tersebut secara langsung kepada Kiai Miftah sebelum kendaraan berangkat.

    Sebelumnya, suasana haru juga menyelimuti lokasi sejak jalannya rapat utama. Gus Yahya dan KH Miftachul Akhyar tampak berjabat tangan dan berpelukan sangat erat di hadapan para kiai sepuh.

    Gus Yahya terlihat mencium dada kanan dan kiri KH Miftachul Akhyar sembari membisikkan kata-kata lirih, sebuah gestur yang menyiratkan bahwa segala persoalan organisasi telah diselesaikan dengan semangat kekeluargaan dan kebijaksanaan.

    Momen langka tersebut membuat banyak saksi mata di lokasi meneteskan air mata. Setelah berpelukan dengan Rais ‘Aam, Gus Yahya melanjutkan prosesi musofahah atau bersalaman dan sungkem kepada para kiai sepuh yang hadir. Di antaranya adalah pengasuh utama Pesantren Lirboyo KH Anwar Mansyur dan pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli.

    Keputusan Muktamar ke-35 ini diambil secara mufakat sebagai langkah konstitusional untuk menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama. Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Shohib (Gus Muid), menegaskan bahwa rapat konsultasi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral para ulama terhadap kondisi organisasi yang belakangan mengalami eskalasi konflik.

    “Forum ini dilandasi keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi di PBNU. Para ulama sepakat bahwa Muktamar menjadi jalan konstitusional dan bermartabat untuk menjaga kemaslahatan NU,” ujar Abdul Muid Shohib dalam keterangan tertulisnya.

    Rapat Konsultasi Syuriyah ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci NU, termasuk jajaran Syuriyah, Tanfidziyah, serta para Mustasyar PBNU. Nama-nama besar seperti KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin turut memberikan bobot legitimasi pada keputusan yang dihasilkan di jantung pesantren Jawa Timur tersebut.

    Gus Muid memaparkan bahwa langkah ini adalah kelanjutan dari rangkaian musyawarah sebelumnya di berbagai pesantren, termasuk Musyawarah Kubro di Lirboyo pada 21 Desember lalu. Karena berbagai masukan dan tawshiyah yang diberikan sebelumnya belum mampu meredam konflik sepenuhnya, forum tertinggi yakni Muktamar akhirnya dipilih sebagai solusi final.

    “Berbagai masukan dan tawshiyah para sesepuh NU sudah disampaikan, baik melalui forum resmi maupun secara personal. Namun karena konflik belum juga mereda, maka Muktamar dipandang sebagai solusi terbaik,” jelasnya.

    Berdasarkan hasil tabayun di depan Rais ‘Aam dan Mustasyar, Muktamar ke-35 NU nantinya akan diselenggarakan secara bersama oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU.

    Keduanya akan mendapatkan bimbingan langsung dari para masyayikh sepuh dan Mustasyar, termasuk dalam menentukan waktu, tempat, hingga pembentukan kepanitiaan yang sah (legitimate).

    “Keputusan ini diharapkan menjadi ikhtiar islah demi persatuan NU, dan keberlanjutan peran NU bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Gus Muid. [ian]

  • Harga Sayuran di Magetan Anjlok Saat Nataru 2025, Selada Turun dari Rp35 Ribu Jadi Rp2 Ribu per Kg

    Harga Sayuran di Magetan Anjlok Saat Nataru 2025, Selada Turun dari Rp35 Ribu Jadi Rp2 Ribu per Kg

    Magetan (beritajatim.com) – Harga sayuran di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, justru mengalami penurunan tajam saat momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

    Kondisi ini terpantau di Pasar Agrobis Plaosan pada Kamis, 25 Desember 2025 siang, ketika hampir seluruh komoditas sayuran dijual dengan harga jauh lebih murah dibandingkan pekan sebelumnya.

    Penurunan paling drastis terjadi pada daun selada. Sayuran yang sebelumnya sempat dibanderol hingga Rp35 ribu per kilogram, kini hanya dihargai sekitar Rp2 ribu per kilogram. Anjloknya harga selada menjadi yang terparah di antara komoditas sayuran lainnya.

    Selain selada, harga wortel juga turun signifikan dari Rp13 ribu menjadi Rp8 ribu per kilogram. Cabai rawit yang sebelumnya menyentuh Rp90 ribu per kilogram kini dijual sekitar Rp55 ribu, sementara cabai keriting turun dari Rp50 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.

    Pedagang menyebut, melimpahnya pasokan akibat panen raya dari berbagai daerah menjadi faktor utama turunnya harga sayuran saat Nataru. Kondisi tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan pasar.

    Bawang merah yang sebelumnya dijual Rp45 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp25 ribu. Sementara itu, harga bawang putih relatif stabil di kisaran Rp25 ribu hingga Rp27 ribu per kilogram.

    Penurunan harga juga terjadi pada sayuran hijau dan jenis lainnya. Bunga kol turun dari Rp25 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram. Kacang panjang yang semula Rp7 ribu kini hanya Rp3 ribu per kilogram. Harga sawi pun ikut merosot dari Rp7 ribu menjadi Rp4 ribu per kilogram.

    Siti Halimah, salah satu pedagang sayur di Pasar Agrobis Plaosan, mengungkapkan bahwa kondisi ini cukup di luar perkiraan. Biasanya, harga justru naik menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru.

    “Semua harga sayuran turun. Harusnya saat Natal harga tinggi, tapi karena banyak petani panen dari berbagai wilayah, harga jadi jatuh. Paling parah selada, dari Rp35 ribu sekarang tinggal Rp2 ribu,” ujarnya.

    Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Sri Subekti. Ia menambahkan bahwa turunnya permintaan juga dipicu oleh liburnya dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), yang selama ini menjadi salah satu penyerap utama sayuran.

    “Turun semua, Mas. Petani panen banyak, sementara permintaan dari MBG libur,” katanya.

    Komoditas lain seperti seledri turun dari Rp15 ribu menjadi Rp13 ribu per kilogram. Kubis juga mengalami penurunan dari Rp5 ribu menjadi Rp3 ribu, sedangkan tomat kini dijual Rp8 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp12 ribu.

    Meski menguntungkan bagi konsumen, kondisi harga sayuran yang anjlok ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang dan petani di tengah momentum Nataru 2025. [fiq/ted]

  • Banjir di Sumatra dan Aceh Berubah Jadi Risiko Politik, Riset Media Ungkap Lonjakan Sentimen Negatif

    Banjir di Sumatra dan Aceh Berubah Jadi Risiko Politik, Riset Media Ungkap Lonjakan Sentimen Negatif

    Jakarta (beritajatim.com) – Bencana banjir yang melanda Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh selama lebih dari satu bulan menunjukkan pergeseran serius dari krisis kemanusiaan menjadi risiko sosial dan politik. Temuan tersebut terungkap dalam hasil pemantauan media Lembaga riset Deep Intelligence Research (DIR) selama periode 25 November hingga 24 Desember 2025.

    Kajian yang dilakukan terhadap lebih dari 11 ribu media online, 200 media cetak, dan 93 media elektronik dengan bantuan mesin kecerdasan buatan menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pemberitaan media arus utama masih bertone positif, potensi risiko lanjutan terus menguat. DIR mencatat 69 persen pemberitaan bernada positif yang didominasi narasi manajemen krisis dan pembaruan penanganan bencana, namun di sisi lain terdapat 28 persen sentimen negatif yang dipicu isu keterlambatan distribusi bantuan serta dampak pascabencana yang belum tertangani.

    Kesimpulan tersebut disampaikan dalam rilis resmi Deep Intelligence Research (DIR) yang dipublikasikan Kamis (25/12/2025).

    Direktur Komunikasi Deep Intelligence Research (DIR), Neni Nur Hayati, menjelaskan bahwa puncak pemberitaan banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh terjadi pada 1 Desember 2025 dengan dominasi sentimen negatif, seiring dengan fase awal masa tanggap darurat banjir bandang.

    “Pasca 5 Desember, narasi positif mulai menyalip, didorong oleh publikasi masif mengenai penyaluran bantuan dan upaya pemulihan. Namun, muncul anomali pada 19 Desember, di mana sentimen negatif kembali melonjak tajam. Hal ini disebabkan banyak pemberitaan mengenai belum meratanya bantuan dan update keadaan korban terutama di wilayah yang paling terisolir,” tutur Neni.

    DIR mencatat total pemberitaan dengan topik “Banjir Sumatra dan Aceh” mencapai 30.489 konten yang tersebar di 16.233 media lokal, 14.207 media nasional, dan 49 media internasional. Kompas.com, Tempo.co, dan Detik.com menjadi media dengan intensitas pemberitaan tertinggi selama masa pemantauan 25 November hingga 24 Desember 2025, baik dengan tone positif, netral, maupun negatif.

    Di luar media arus utama, percakapan publik di media sosial menunjukkan resonansi emosional yang jauh lebih kuat. DIR mencatat lebih dari 55.600 unggahan dari sekitar 28.100 akun warganet yang menghasilkan lebih dari dua juta interaksi atau percakapan daring.

    “Interaksi tertinggi ada di platform Instagram dan TikTok. Interaksi di TikTok mencapai 939.289 dan pada Instagram 909.837 intensitas percakapan. Data tadi menunjukkan percakapan soal bencana sangat viral di kedua platform itu,” tambah Neni.

    Berdasarkan pemetaan isu, DIR mengidentifikasi tiga klaster utama percakapan publik. Klaster pertama adalah kemanusiaan yang berfokus pada kondisi korban, kronologi bencana, dan kebutuhan dasar pengungsi. Klaster kedua merupakan gugatan sistemik yang mengaitkan bencana dengan eksploitasi hutan dan pertambangan, diperkuat temuan kayu gelondongan di sejumlah titik banjir. Klaster ketiga adalah eskalasi politik, yang ditandai kritik langsung terhadap figur otoritas pemerintah akibat keterlambatan penanganan bencana dan dinilai telah bergeser menjadi krisis legitimasi negara serta kegagalan komunikasi publik.

    Menurut DIR, klaster eskalasi politik ini turut memperlihatkan kritik tajam terhadap minimnya kepekaan pemerintah saat krisis bencana ekologis berlangsung.

    “Hal yang patut mendapat perhatian kita adalah munculnya narasi disintegrasi seperti kata kunci ‘Merdeka’ di wilayah Aceh dan Nias sebagai bentuk protes atas abainya pemerintah pusat. Hal ini menandakan bencana telah bertransformasi menjadi alat tawar politik yang berpotensi mengancam stabilitas nasional,” tambah Neni.

    Berdasarkan matriks risiko dan peta isu hasil pemantauan media, Deep Intelligence Research (DIR) merekomendasikan percepatan kehadiran simbolis negara, termasuk penetapan status bencana nasional, peningkatan transparansi melalui audit terbuka terhadap perusahaan sektor ekstraktif yang diduga berkontribusi pada bencana ekologis, penguatan kontra-narasi di media sosial, serta intervensi ekonomi mikro untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah terdampak selama periode Natal dan Tahun Baru. [beq]

  • Dua Nyawa Melayang di Jalan Daendels Pantura Gresik Usai Ditabrak Truk

    Dua Nyawa Melayang di Jalan Daendels Pantura Gresik Usai Ditabrak Truk

    Gresik (beritajatim.com)- Jalan Raya Daendels Pantura Gresik kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya pengendara motor yang berboncengan usai ditabrak truk colt diesel S 3491 HL yang dikemudikan Sugianto (53) asal Merak Urak Tuban .

    Korban atas nama Donny Hendra (30) asal Made Lamongan, dan M. Ilham Akbar (34) asal Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban, saat mengendarai motor Honda Scoopy S 2220 MF.

    Akibat kecelakaan itu, motor yang dikendarai korban ringsek tidak terbentuk imbas benturan yang sangat keras.

    Kapolsek Panceng AKP Khairul Alam mengatakan, kronologi kecelakaan ini bermula kendaraan truk colt diesel melaju dari arah barat ke timur dengan kecepatan tinggi. Saat di lokasi kejadian, bersamaan dengan itu muncul motod Honda Scoopy yang dikendarai korban dari arah selatan menuju ke utara.

    “Motor yang dikendarai korban tidak memperhatikan arah depan dengan jelas, sehingga bertabrakan dengan truk lalu terjadilah kecelakaan,” katanya, Kamis (25/12/2025).

    Perwira pertama Polri ini menambahkan, imbas benturan yang keras juga menyebabkan korban yang berboncengan terpental di jalan raya.

    “Keduanya meninggal dunia saat perawatan di UGD Puskesmas Panceng,” imbahnya.

    Khairul Alam menuturkan, usai kejadian kecelakaan maut ini. Selanjutnya, diserahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Gresik untuk segera ditindaklanjuti.

    “Motor korban dan truk colt diesel kami amankan untuk melengkapi berkas laporan kecelakaan,” tuturnya. (dny/ted)

  • Mantan Kades di Bangkalan Diduga Korupsi APBD 2019, Negara Rugi Rp 343 Juta

    Mantan Kades di Bangkalan Diduga Korupsi APBD 2019, Negara Rugi Rp 343 Juta

    Bangkalan (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangkalan menetapkan mantan Kepala Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, bernama Mohammad Shohib bin Kafi (37) sebagai tersangka. Mohammad Shohib terjerat dalam perkara tindak pidana korupsi penggunaan anggaran desa tahun 2019.

    Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik merampungkan berkas perkara dan dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejaksaan Negeri Bangkalan.

    Berdasarkan hasil audit Inspektorat Kabupaten Bangkalan melalui Laporan Hasil Audit PKKN Nomor X.700/11/433.206/2024 tanggal 22 Februari 2024, perbuatan tersangka mengakibatkan kerugian keuangan negara/daerah sebesar Rp343.580.080,39.

    Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi menjelaskan, modus operandi yang dilakukan tersangka adalah tidak mengerjakan proyek pembangunan tempat pariwisata desa, serta pembangunan kios toilet dan pengurukan area parkir yang tidak dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

    “Anggaran tersebut bersumber dari APBD tahun 2019. Namun pekerjaan fisik tidak direalisasikan sesuai perencanaan, sehingga menimbulkan selisih dan kerugian negara sebesar Rp343 juta lebih,” jelasnya, Kamis (25/12/2025).

    Dalam proses penyidikan, berkas perkara sempat dikembalikan oleh jaksa penuntut umum untuk dilengkapi (P-19). Setelah dilakukan koordinasi dan pelengkapan berkas oleh penyidik, perkara akhirnya dinyatakan lengkap pada 14 November 2025.

    “Saat ini, tersangka dan barang bukti telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Bangkalan untuk proses hukum lebih lanjut,” katanya.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. [sar/but]

  • Momen Haru, Saat Gus Yahya Peluk Erat Rais ‘Aam PBNU di Lirboyo Disaksikan Para Kyai Sepuh

    Momen Haru, Saat Gus Yahya Peluk Erat Rais ‘Aam PBNU di Lirboyo Disaksikan Para Kyai Sepuh

    Kediri (beritajatim.com) – Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Mustasyar PBNU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025), secara mufakat memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dalam waktu sesegera mungkin. Keputusan strategis ini diambil sebagai langkah konstitusional untuk mengakhiri eskalasi konflik internal serta menjaga keutuhan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

    Momen emosional mewarnai jalannya pertemuan saat Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saling berjabat tangan dan berpelukan erat di hadapan para kiai sepuh. Gus Yahya tampak mencium dada kanan dan kiri KH Miftachul Akhyar sambil berbisik lirih, sebuah gestur yang menggambarkan penyelesaian persoalan secara kekeluargaan dan kebijaksanaan.

    Suasana haru tersebut berlanjut saat Gus Yahya melakukan musofahah atau bersalaman dan sungkem kepada para kiai sepuh yang hadir. Di antaranya adalah pengasuh utama pesantren tuan rumah, KH Anwar Mansyur (Lirboyo) dan KH Nurul Huda Djazuli (Ploso), yang menyaksikan langsung prosesi islah tersebut.

    Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Oing Abdul Muid Shohib (Gus Muid), menyatakan bahwa rapat konsultasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral para ulama terhadap kondisi organisasi. Forum ini menjadi titik temu setelah adanya rangkaian musyawarah di berbagai pesantren besar seperti Al-Falah Ploso dan Tebuireng Jombang dalam beberapa waktu terakhir.

    “Forum ini dilandasi keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik yang terjadi di PBNU. Para ulama sepakat bahwa Muktamar menjadi jalan konstitusional dan bermartabat untuk menjaga kemaslahatan NU,” ujar Abdul Muid Shohib dalam keterangan tertulisnya.

    Selain jajaran inti Syuriyah dan Tanfidziyah, rapat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh senior dan Mustasyar PBNU, termasuk KH Ma’ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, hingga KH Machasin. Kehadiran para tokoh bangsa ini mempertegas legitimasi keputusan yang diambil di Jantung “Kota Santri” Kediri tersebut.

    Gus Muid menjelaskan bahwa keputusan Muktamar diambil sebagai solusi terbaik karena dinamika internal yang belum mereda meski berbagai masukan telah disampaikan. Sebelumnya, pada 21 Desember 2025, telah digelar Musyawarah Kubro di Lirboyo yang melibatkan pengurus wilayah dan cabang se-Indonesia sebagai dasar pertimbangan rapat hari ini.

    “Berbagai masukan dan tawshiyah para sesepuh NU sudah disampaikan, baik melalui forum resmi maupun secara personal. Namun karena konflik belum juga mereda, maka Muktamar dipandang sebagai solusi terbaik,” jelas Gus Muid.

    Berdasarkan hasil tabayun di depan Rais ‘Aam dan Mustasyar, disepakati bahwa Muktamar ke-35 NU akan diselenggarakan secara bersama oleh Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU. Pelaksanaannya akan melibatkan bimbingan para masyayikh sepuh untuk menjamin legitimasi forum tertinggi organisasi tersebut.

    Mengenai detail teknis, waktu, tempat, dan susunan kepanitiaan Muktamar akan diputuskan bersama melalui mekanisme yang melibatkan unsur Mustasyar dan pengasuh pesantren. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan stabilitas organisasi agar NU dapat terus menjalankan perannya bagi umat dan bangsa.

    “Keputusan ini diharapkan menjadi ikhtiar islah demi persatuan NU, dan keberlanjutan peran NU bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkas Gus Muid. [ian]

  • Jaga Keamanan dan Ketertiban Perayaan Nataru, Lapas Mojokerto Gelar Razia Rutin

    Jaga Keamanan dan Ketertiban Perayaan Nataru, Lapas Mojokerto Gelar Razia Rutin

    Mojokerto (Beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar razia rutin di blok hunian warga binaan sebagai langkah preventif menjaga keamanan dan ketertiban saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Razia dilakukan dengan menyasar kamar hunian serta barang-barang pribadi warga binaan.

    Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam Lapas. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan yang menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan.

    “Serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, khususnya pada momentum hari besar keagamaan dan libur akhir tahun. Melalui razia rutin ini, Lapas Mojokerto menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif,” ungkap Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, Kamis (25/12/2025).

    Dengan demikian, seluruh rangkaian perayaan Natal dan Tahun Baru di Lapas Kelas IIB diharapkan dapat berlangsung lancar, sekaligus memastikan proses pembinaan warga binaan tetap berjalan optimal. Per 18 Desember 2025, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Mojokerto sebanyak 956 orang. [tin/ted]

  • 17 DPC Pertanyakan Sikap Nasdem terhadap Kasus Korupsi Wakil Ketua DPRD Jember

    17 DPC Pertanyakan Sikap Nasdem terhadap Kasus Korupsi Wakil Ketua DPRD Jember

    Jember (beritajatim.com) – Tujuh belas dewan pimpinan cabang mempertanyakan sikap Partai Nasional Demokrat terhadap kasus dugaan korupsi yang dilakukan tersangka Dedy Dwi Setiawan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang juga kader partai itu.

    Dedy adalah politisi partai tersebut dan putra kedua Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghafur. Saat ini dia ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jember bersama sejumlah orang dengan tuduhan dugaan korupsi dana makanan dan minuman kegiatan sosialisasi rancangan peraturan daerah.

    “Ketidakpekaan dan sikap diam terhadap persoalan tersebut menimbulkan kesan kuat bahwa DPD Nasdem Jember melanggengkan, bahkan secara tidak langsung, mendukung praktik korupsi,” kata Ketua Mursid, juru bicara 17 DPC, Kamis (25/12/2025).

    Mursid menyebut sikap diam DPD Partai Nasdem Jember telah mengabaikan nilai dasar partai sebagai gerakan perubahan yang menjunjung tinggi integritas, transparansi dan keberpihakan pada kepentingan publik.

    “DPC Partai Nasdem menegaskan, bahwa diam dalam situasi krisis moral adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat dan mencederai kepercayaan rakyat terhadap Partai Nasdem,” kata Mursid lantang.

    Mursid mengingatkan, Partai Nasdem bukan sekedar kendaraan kekuasaan. “Partai ini adalah instrumen etika publik yang wajib berdiri di garis terdepan dalam pemberantasan korupsi tanpa kompromi dan tanpa tebang pilih,” katanya.

    “DPC Nasdem mendesak Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jatim dan DPP Partai Nasdem dan DPD Nasdem Jember untuk segera memberikan sikap resmi dan terbuka terkait kasus hukum yang menjerat salah satu kadernya,” kata Mursid.

    Tujuh belas DPC juga mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kepimpinan dan kinerja DPD Nasdem Jember. Mereka juga menuntut penegakan disiplin partai secara tegas sesuai kode etik dan peraturan organisasi untuk menjaga kehormatan dan kepercayaan Nasdem di hadapan publik.

    “Kami mendesak DPD Nasdem Jember agar melakukan proses transparansi secara menyeluruh terhadap dana bantuan partai politik atau banpol. Kepercayaan rakyat adalah mutlak debagai modal politik yang paling berharga dan krtika integritas diabaikan maka kehancuran legitimasi hanya tinggal menunggu waktu,” kata Mursid. [wir]

  • Pemkot Surabaya Pamerkan Unit Tempur Robotik dan Hamzat untuk Atasi Bencana, Seperti Apa?

    Pemkot Surabaya Pamerkan Unit Tempur Robotik dan Hamzat untuk Atasi Bencana, Seperti Apa?

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan lompatan besar dalam sistem mitigasi bencana dengan meluncurkan dua unit Fire Fighting Robotic atau robot pemadam kebakaran, Kamis (25/12/2025).

    Tak hanya robot, armada tempur ini juga diperkuat dengan satu unit Mobil Hazmat, tiga mobil Compress Air Foam System (CAFS) kapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam 5.000 liter untuk perlindungan total bagi warga dan petugas.

    ​Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa pembaruan armada ini adalah bukti nyata bahwa keselamatan personel adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar.

    Teknologi canggih ini disiapkan secara khusus sebagai solusi cerdas, saat petugas harus menghadapi medan berisiko tinggi, seperti kawasan industri yang terpapar bahan kimia berbahaya.

    ​”Saat kondisi sudah terlalu berbahaya bagi manusia, robot inilah yang kami terjunkan sebagai garda terdepan,” ujar Eri Cahyadi.

    Keunggulan utama robot ini dipamerkan Eri terletak pada tubuhnya yang kebal ledakan, tahan bahan kimia, serta mampu mendeteksi titik panas secara presisi dengan sensor termal.

    ​Inovasi yang paling mencolok lainnya juga terdapat pada Mobil Hazmat. Mobil Hamzat ke dapan, kata Eri, akan berfungsi sebagai pusat komando bergerak sekaligus unit medis.

    “Mobil ini dilengkapi dengan Hyperbaric Chamber, sebuah fasilitas pemulihan oksigen instan bagi petugas yang terpapar asap pekat atau zat kimia agar mereka bisa langsung pulih dan kembali ke keluarga dengan sehat,” terangnya.

    ​Kepala DPKP Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, turut menambahkan bahwa robot Fire Fighting ini dapat dikendalikan jarak jauh. Dirancang untuk menembus lokasi ekstrem, mulai dari ruang bawah tanah hingga kilang minyak.

    “Dengan material fiaik tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter,” jelas Laksita Rini.

    ​Kecanggihannya pun tak main-main, lanjut Rini, robot ini memiliki water monitor yang mampu menyemprotkan air atau busa hingga sejauh 90 meter. Selain itu, operasionalnya didukung oleh tiga kamera pemantau, sensor gas berbahaya, dan fitur suara dua arah untuk memantau situasi di titik pusat api secara real-time.

    “​Efektivitasnya semakin terjamin berkat jangkauan kendali jarak jauh hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam,” imbuhnya.

    Sementara itu, Mobil Hazmat akan melengkapinya kinerja robot dengan detektor gas akurat yang bisa mengidentifikasi jenis zat kimia sebelum tindakan pemadaman dilakukan, sehingga strategi yang diambil jauh lebih presisi.

    “Dengan integrasi teknologi robotik dan armada Hazmat yang mumpuni, Kota Surabaya kini memiliki standar baru dalam mitigasi bencana perkotaan yang lebih aman dan presisi,” pungkasnya. (rma/)