Author: Beritajatim.com

  • Akhir Penantian Keluarga, Jenazah Dina Martiana PMI Ponorogo Korban Kebakaran Hongkong Tiba di Rumah Duka

    Akhir Penantian Keluarga, Jenazah Dina Martiana PMI Ponorogo Korban Kebakaran Hongkong Tiba di Rumah Duka

    Ponorogo (beritajatim.com) – Penantian panjang keluarga Dina Martiana akhirnya berujung kepastian. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Ponorogo yang menjadi korban kebakaran apartemen di Hongkong itu tiba di tanah air pada Kamis (25/12/2025) jelang tengah malam.

    Pesawat yang membawa jenazah Dina Martiana mendarat di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, sekitar pukul 18.30 WIB. Usai proses administrasi rampung, tepat pukul 19.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Desa Tajug, Kecamatan Siman, Ponorogo.

    Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga. Duka yang selama ini hanya terpendam dalam kabar dan doa, kini benar-benar hadir di hadapan mereka. Tangisan pecah, menyertai perjalanan terakhir Dina menuju kampung halamannya. Kepulangan jenazah Dina diantarkan oleh perwakilan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ponorogo.

    “Alhamdulillah, hari ini jenazah Almarhumah Ibu Dina Martiana sudah sampai rumah duka,” kata Tim Family Engagement Direktorat Perlindungan WNI Kemenlu, Reza Darmawan, ditulis Jumat (26/12/2025).

    Reza mengungkapkan PMI yang meninggal dunia akibat kebakaran apartemen di Hongkong tercatat ada 9 orang. Dengan rincian 1 orang dari Jawa Barat, 3 dari Jawa Tengah dan 5 dari Jawa Timur. Kebetulan yang dari Jawa Timur, pembagian penerbangan almarhumah Dina Martiana yang terakhir.

    “Dari Jawa Barat 1 orang, Jawa Tengah 3 orang dan Jawa Timur 5 orang. Pembagian peberbangan untuk Almarhumah Bu Dina dapat hari ini (kemarin-red),” katanya.

    Sampai di Ponorogo, jenazah langsung dibawa ke dalam rumah duka. Hanya keluarga dan kerabat dekat yang boleh masuk untuk membuka peti kargo penerbangan. Selain itu, peti yang digunakan untuk pemakaman pun sempat dibuka untuk terakhir kalinya.

    “Jenazah masih utuh, terbukti keluarga tadi mengenali almarhumah,” kata Reza.

    Sejak kabar duka datang dari Hongkong akhir November lalu, keluarga Dina Martiana hanya bisa menunggu dalam ketidakpastian. Harapan untuk memulangkan jenazah perempuan berusia 36 tahun waktu itu belum ada kejelasan. Hingga akhirnya pemerintah memastikan proses pemulangan dapat dilakukan pada bulan Desember ini. Usai disholatkan di rumah duka, jenazah langsung dikebumikan ke tempat makam umum (TPU) desa setempat.

    “Almarhummah memang pejuang keluarga, ini yang kesekian kalinya Mbak Dina bekerja di Hongkong,” kata Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, yang juga turut hadir dalam pemakaman.

    Dari informasi keluarga, Dwi Agus menyebut Mbak Dina baru beberapa bulan berada di Hongkong. Dia sempat berada di rumah, dan akhirnya berangkat lagi untuk kesekian kalinya ini.

    “Almarhum meninggalkan putra yang masih smp. Ya mari kita berdoa semoga Almarhumah Husnul Khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” pungkas Lang Wie panggilan karib Dwi Agus Prayitno.

    Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda sebuah apartemen di kawasan Hongkong pada akhir November 2025. Peristiwa tersebut menewaskan 9 Warga Negara Indonesia (WNI). Lima di antaranya berasal dari Jawa Timur, termasuk Dina Martiana.

    Dina ditemukan meninggal dunia di lantai 26 Apartemen Wang Fuk Court. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, korban meninggal dunia saat berupaya melindungi majikannya dari kobaran api. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Ponorogo. [end/aje]

  • Korban Tenggelam di Pantai Tambakboyo Tuban Ditemukan Meninggal Dunia

    Korban Tenggelam di Pantai Tambakboyo Tuban Ditemukan Meninggal Dunia

    Tuban (beritajatim.com) — Korban tenggelam akibat terseret arus saat berenang di kawasan Pantai Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (25/12/2025).

    Peristiwa nahas ini menimpa dua anak di bawah umur berinisial AKA (6) dan HCS (10). Keduanya diketahui sedang bermain air di tepi pantai sekitar pukul 07.30 WIB sebelum terseret ombak ke area yang lebih dalam. Dalam kejadian tersebut, AKA berhasil diselamatkan warga, sementara HCS sempat dinyatakan hilang.

    Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Drs. Sudarmaji, M.M., mengatakan laporan pertama diterima dari Kepala Desa Tambakboyo, Lilik Koestijono.

    “Kami menerima informasi adanya dua anak yang tenggelam di pantai Tambakboyo dari Kepala Desa setempat,” ujar Sudarmaji.

    Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kedua korban terlihat bermain air di depan rumah warga sebelum ombak datang dan menyeret mereka.

    “Menurut keterangan saksi bernama Juli, korban awalnya bermain air di area pantai depan rumahnya. Saat itu ombak cukup kuat dan menyeret keduanya ke kedalaman sekitar dua meter,” jelasnya.

    Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung meminta pertolongan dan berupaya menyelamatkan korban. Salah satu anak, AKA (6), berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan pertolongan medis.

    “Saksi langsung menolong korban AKA dan berhasil diselamatkan. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Tambakboyo dan saat ini kondisinya dinyatakan sehat,” terang Sudarmaji.

    Sementara itu, korban kedua, HCS (10), sempat dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan.

    “Korban HCS ditemukan sekitar pukul 13.35 WIB dalam kondisi meninggal dunia, dengan jarak kurang lebih 100 meter dari titik kejadian awal,” imbuhnya.

    Proses pencarian melibatkan tim BPBD Tuban, Basarnas Surabaya, Satpolairud Polres Tuban, Forkopimcam Tambakboyo, relawan, Rukun Nelayan Tambakboyo, serta PMI Kabupaten Tuban.

    Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain di kawasan pantai, mengingat kondisi arus laut yang dapat berubah sewaktu-waktu. [dya/ted]

  • Kawal Program MBG Prabowo, Heru Tjahjono Desak Optimalisasi Satgas dan Standarisasi Ketat

    Kawal Program MBG Prabowo, Heru Tjahjono Desak Optimalisasi Satgas dan Standarisasi Ketat

    Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi IX DPR RI, Heru Tjahjono, mendesak pemerintah untuk memaksimalkan peran Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mengawal program strategis Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini dinilai krusial untuk membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus mengantisipasi munculnya kendala teknis seperti kasus keracunan makanan di lapangan.

    Heru menekankan bahwa Satgas MBG harus difungsikan secara optimal sebagai garda terdepan dalam pengawasan menu gizi. Menurut legislator dari Dapil Jatim VI ini, efektivitas Satgas sangat bergantung pada dukungan anggaran yang memadai serta koordinasi yang solid dengan pemangku kepentingan, terutama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    “Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak dan ibu hamil, serta menekan angka stunting, adalah langkah yang tepat dan patut kita dukung bersama. Investasi di bidang kesehatan dan gizi anak adalah investasi yang paling fundamental bagi masa depan bangsa,” ujar Heru Tjahjono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (26/12/2025).

    Sebagai wakil rakyat dari wilayah Kediri, Blitar, dan Tulungagung, Heru menggarisbawahi tantangan kesehatan di daerah tersebut. Ia mencatat bahwa sejak dimulai pada Januari 2025, manfaat MBG mulai dirasakan masyarakat, namun insiden keracunan siswa yang sempat terjadi harus menjadi alarm keras bagi penyelenggara program.

    Merujuk pada data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2023, prevalensi stunting nasional berada di angka 21,5 persen. Meskipun menurun, angka ini masih melampaui ambang batas WHO sebesar 20 persen. Program MBG diproyeksikan menjadi pilar utama untuk mencapai target penurunan stunting hingga 14 persen pada tahun 2026.

    “Kita tidak boleh menutup mata dengan beberapa kasus keracunan yang dialami siswa. Insiden ini adalah alarm keras bagi kita semua. Ini bukan soal untuk menghentikan program, tetapi justru menjadi momentum untuk memperkuatnya. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah hal yang non-negosiasi,” tegas Heru.

    Dalam kapasitasnya sebagai anggota komisi yang membidangi kesehatan, Heru memberikan sejumlah masukan konstruktif. Ia meminta pemerintah meningkatkan standarisasi dan pengawasan ketat pada rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, transportasi, hingga proses memasak di dapur sekolah.

    “Kita perlu memastikan hanya bahan pangan segar dan berkualitas tinggi yang diberikan kepada anak-anak,” tambahnya. Ia juga mendorong adanya pelatihan berkelanjutan bagi pengelola dapur sekolah mengenai keamanan pangan dan manajemen kebersihan sebagai ujung tombak keberhasilan program.

    Selain aspek teknis, transparansi dan pelibatan publik menjadi poin utama yang disoroti. Heru mendorong keterlibatan Komite Sekolah dan orang tua dalam monitoring menu serta laporan keuangan. Sistem pelaporan berbasis waktu nyata (real-time reporting) dari sekolah ke pusat juga dianggap perlu untuk mempercepat koreksi jika ditemukan kendala di tingkat kecamatan maupun kabupaten/kota.

    Heru menegaskan bahwa fungsi pengawasan DPR RI akan tetap berjalan secara ketat, proporsional, dan berimbang. Tujuannya adalah memastikan setiap anggaran negara yang dialokasikan memberikan manfaat nyata tanpa membahayakan keselamatan anak-anak.

    “Tujuan kita satu: memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan negara untuk MBG memberikan manfaat optimal bagi anak-anak Indonesia, tanpa ada lagi insiden yang membahayakan mereka. Mari kita mangayubagya program MBG, program prioritas Presiden Prabowo ini dengan semangat membangun, sekaligus kritis untuk perbaikan yang terus-menerus,” pungkasnya. [tok/ian]

  • Pertama Kalinya, GKJW Lawang Rayakan Malam Natal di Luar Gereja, Gaungkan Toleransi Lintas Iman

    Pertama Kalinya, GKJW Lawang Rayakan Malam Natal di Luar Gereja, Gaungkan Toleransi Lintas Iman

    Malang (beritajatim.com) – Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Lawang untuk pertama kalinya menggelar malam perayaan Natal di luar gereja. Semangat toleransi juga diusung dalam perayaan Malam Natal tahun ini.

    Perayaan tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan perwakilan lintas agama, antara lain Sahabat Ansor Lawang, tokoh Buddha, Lesbumi, penghayat kepercayaan, Ahlul Bait Indonesia Malang, PCNU Kota Malang, Universitas Yudharta, serta berbagai komunitas di Kecamatan Lawang.

    Pendeta GKJW Lawang, Sevi Niasari, mengatakan Natal pertama hadir di sebuah kandang domba yang sederhana, di tengah ketidakpastian hidup Yusuf dan Maria. Tema yang diusung dalam perayaan tersebut adalah “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

    “Natal pertama bukan Natal tanpa masalah, tetapi Natal di mana Tuhan hadir justru di tengah masalah,” kata Sevi usai Malam Natal pada Rabu (24/12/2025).

    GKJW Lawang menegaskan panggilan gereja untuk menghadirkan kehadiran Allah secara nyata, khususnya bagi keluarga-keluarga yang rapuh dan membutuhkan pendampingan. Natal tidak hanya dimaknai sebagai perayaan rohani semata, tetapi juga sebagai momentum pemulihan dan pengharapan di tengah pergumulan hidup.

    “Pelaksanaan ibadah di luar gedung gereja (Gedung Cakra Buana, Wisata Petik Madu Tawon, Lawang) juga menjadi simbol keterbukaan dan kehadiran gereja di tengah masyarakat,” ujar Sevi.

    Sementara itu, tokoh lintas agama sekaligus Ketua PAC Ansor Kecamatan Lawang, Ustaz Subhan, menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama. Kehadiran para tokoh lintas agama dalam perayaan ini mencerminkan semangat toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta hubungan sosial yang harmonis yang terus dijaga di wilayah Lawang. “Kerukunan adalah kunci untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena rukun itu adem dan indah,” kata Subhan. (luc/kun)

  • Libur Nataru 2026, Ribuan Pemudik Asal Pulau Bawean Pulang Kampung

    Libur Nataru 2026, Ribuan Pemudik Asal Pulau Bawean Pulang Kampung

    Gresik (beritajatim.com) – Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dimanfaatkan warga Pulau Bawean untuk mudik ke kampung halaman. Sejak 22 Desember hingga saat ini, jumlah penumpang yang menuju ke pulau tersebut mencapai 1.520 orang. Jumlah ini diperkirakan akan naik lagi menjelang libur pergantian tahun.

    Mayoritas pemudik berasal dari warga perantauan, khususnya dari negeri jiran Malaysia serta Singapura. Irfan (45), misalnya, pemuda asal Sangkapura Bawean yang sudah lama menetap di Malaysia, menuturkan dirinya memanfaatkan momentum libur panjang yang bertepatan dengan libur Nataru.

    “Mau pulang ke kampung kelahiran bertemu orang tua atau nenek dari anak-anak. Saya bawa rombongan 12 orang ke Bawean,” tuturnya, Kamis (25/12/2025).

    Irfan juga merasakan fasilitas terminal yang nyaman bagi para penumpang saat masa tunggu. Fasilitasnya memadai dan mudik berjalan lancar. “Alhamdulillah setiap tahun bisa pulang dan bertemu serta bersilaturahmi dengan keluarga di Pulau Bawean,” imbuhnya.

    Kepala KSOP Kelas II Gresik, Capt. Herbert Elisa Paruntungan Marpaung, mengatakan bahwa terkait libur Nataru ini pihaknya sudah mempersiapkan posko sejak 19 Desember 2025 serta tiga armada, yakni dua kapal cepat dan satu kapal feri. “Selama libur Nataru, petugas intensif melakukan pemantauan rutin dari keberangkatan kapal hingga tiba di Bawean dengan aman,” katanya.

    Ia menjelaskan bahwa beberapa hari lalu memang sempat terjadi penundaan karena cuaca kurang baik. Namun, tidak sampai menimbulkan penumpukan penumpang dan semuanya tetap terkendali. Hingga akhir tahun, cuaca diperkirakan cukup baik untuk melayani penyeberangan Gresik–Bawean. “Puncak arus mudik diperkirakan mulai hari ini hingga lusa. Rata-rata penumpang selalu full seat, sekitar 400 penumpang,” pungkasnya. (dny/kun)

  • Hujan Deras dan Angin Picu Pohon Tumbang di Probolinggo, Pengendara Motor Tewas Tertimpa

    Hujan Deras dan Angin Picu Pohon Tumbang di Probolinggo, Pengendara Motor Tewas Tertimpa

    Probolinggo (beritajatim.com) – Musibah pohon tumbang merenggut nyawa seorang warga di Kota Probolinggo. Nur Hasil (40), warga Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, meninggal dunia setelah tertimpa pohon di Jalan Mastrip, Kamis (25/12/2025) sore.

    Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.42 WIB, tepatnya di depan SD Integral Hidayatullah. Saat itu, hujan deras disertai angin melanda kawasan tersebut. Sebuah pohon besar mendadak tumbang dan menimpa korban yang tengah melintas menggunakan sepeda motor.

    Saksi mata, Ayu Firdaus (28), mengaku tidak mengetahui detik-detik awal kejadian. Ia baru menyadari adanya insiden setelah arus lalu lintas tersendat dari arah utara. “Pas sampai sini hujan sudah agak reda, tapi jalan macet. Ternyata ada orang tertimpa pohon,” ujarnya.

    Korban diketahui mengendarai sepeda motor dari arah utara. Kendaraan jenis Honda Vario yang digunakannya mengalami kerusakan parah akibat tertimpa batang pohon. Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Kedopok. Namun, karena kondisinya kritis, ia dirujuk ke RSUD dr. Mohammad Saleh Kota Probolinggo. Meski telah mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong. Nur Hasil dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIB.

    Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Probolinggo, Yudha Arisandy, menjelaskan hujan deras yang mengguyur sejak siang hari menyebabkan kondisi tanah menjadi labil. “Berdasarkan data Pusdalops BPBD, akar pohon tidak mampu menahan beban saat hujan dan terpaan angin. Saat korban melintas, pohon besar itu tiba-tiba tumbang dan langsung menimpanya,” kata Yudha.

    Ia menambahkan, laporan dari warga diterima Pusdalops BPBD pada pukul 15.42 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan penanganan pohon tumbang.

    Terkait kondisi pohon, Yudha mengaku pihaknya belum dapat memastikan penyebab teknisnya. “Ketika petugas tiba di lokasi, pohon sudah dalam kondisi tumbang. Saat kejadian memang hujan deras disertai angin, meski anginnya tidak terlalu kencang,” ujarnya.

    Proses pemotongan dan pembersihan pohon dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, relawan, dan petugas PLN. Setelah evakuasi selesai, arus lalu lintas di Jalan Mastrip kembali normal. “Penanganan sudah selesai, personel telah kembali ke posko. Saat ini kondisi lokasi aman dan terkendali,” pungkasnya. (ada/kun)

  • Gusti Purbaya Sambangi Ponorogo, Keraton Surakarta Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Investasi

    Gusti Purbaya Sambangi Ponorogo, Keraton Surakarta Jajaki Kerja Sama Pariwisata dan Investasi

    Ponorogo (beritajatim.com) – Relasi historis antara Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Kabupaten Ponorogo kembali menemukan momentumnya. Ya, Sri Susuhunan Pakubuwono XIV Purboyo atau Gusti Purbaya melakukan lawatan ke Bumi Reog, membuka ruang dialog yang diarahkan pada penjajakan kerja sama pariwisata dan penguatan ekonomi daerah.

    Bertempat di Rumah Dinas Pringgitan, kunjungan Gusti Purbaya bersama keluarga, sentana, dan abdi dalem Keraton Surakarta disambut langsung Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, sarat muatan silaturahmi sekaligus pembicaraan strategis lintas sektor.

    Gusti Purbaya menegaskan, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan upaya menjaga dan merawat ikatan persaudaraan yang telah lama terjalin antara Keraton Surakarta dan Ponorogo. Hubungan historis itu, menurutnya, layak diterjemahkan dalam bentuk kolaborasi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

    “Silaturahmi ini bagian dari persaudaraan yang sudah lama terjalin. Hubungan yang baik ini tidak boleh putus agar bisa terus melahirkan hal-hal positif, termasuk kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya usai kunjungan, Kamis (25/12/2025).

    Gusti Purbaya juga mengingatkan bahwa relasi kedua wilayah pernah diwujudkan dalam kerja sama konkret, termasuk pada masa pandemi Covid-19. Modal sejarah tersebut dinilai cukup kuat untuk menjadi fondasi sinergi baru, terutama di sektor ekonomi dan pariwisata. “Karena itu, tidak ada salahnya jika kami dari Keraton Kasunanan melakukan lawatan silaturahmi ke Ponorogo,” imbuhnya.

    Dari sisi pemerintah daerah, kunjungan Keraton Surakarta dipandang sebagai peluang strategis. Plt. Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menyebut pertemuan tersebut sebagai langkah awal membuka pintu kolaborasi, yakni termasuk dalam pengembangan sektor pariwisata yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal.

    “Tadi sudah ada pembicaraan awal atau sounding-sounding. Ke depan, peluang kerja sama bisa diarahkan ke sektor peternakan, investasi, dan pengembangan pariwisata,” kata dia.

    Pariwisata menjadi salah satu topik yang mengemuka dalam dialog tersebut. Lisdyarita mengungkapkan, Pemkab Ponorogo melihat perlunya dukungan infrastruktur penunjang, termasuk keberadaan hotel berbintang. Hal itu penting untuk memperkuat daya tarik wisata dan mendongkrak minat investor. “Ada keinginan agar Ponorogo ke depan memiliki hotel berbintang. Ini penting untuk mendukung sektor pariwisata dan menarik investor,” jelasnya.

    Selain infrastruktur, Ponorogo juga menyiapkan potensi destinasi unggulan untuk diperkenalkan kepada Keraton Surakarta. Telaga Ngebel menjadi salah satu titik perhatian, mengingat kawasan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan secara lebih profesional dan berkelanjutan. “Kami juga akan mengajak beliau ke Telaga Ngebel untuk melihat langsung potensi pariwisata yang dimiliki Ponorogo,” imbuhnya.

    Penjajakan kerja sama ini dipastikan tidak berhenti pada pertemuan singkat tersebut. Lisdyarita menyebut, Pakubuwono XIV bahkan menyampaikan keinginan untuk melakukan kunjungan lanjutan dengan durasi yang lebih panjang agar pembahasan kerja sama dapat dilakukan secara lebih mendalam dan terarah. “Beliau sebenarnya ingin menginap, namun karena agenda yang padat, kunjungan lanjutan akan dijadwalkan kemudian,” pungkasnya.

    Lawatan Gusti Purbaya ke Ponorogo ini menandai babak baru relasi kultural yang berpotensi bertransformasi menjadi kolaborasi ekonomi. Dari silaturahmi, Ponorogo berharap lahir kerja sama pariwisata yang bukan hanya menggerakkan sektor usaha, tetapi juga menghidupkan identitas dan sejarah daerah. (end/kun)

  • PKS Jatim Kirim Relawan Terampil ke Aceh Tamiang, Penanganan Bencana Dilakukan Terukur dan Berkelanjutan

    PKS Jatim Kirim Relawan Terampil ke Aceh Tamiang, Penanganan Bencana Dilakukan Terukur dan Berkelanjutan

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana, menegaskan bahwa keterlibatan kader PKS dalam penanganan bencana tidak dilakukan secara sporadis, melainkan melalui sistem yang terukur dan berkelanjutan.

    Hal itu tercermin dari pemberangkatan relawan PKS Jawa Timur ke Aceh Tamiang yang dilakukan secara bergiliran, mengikuti skema nasional penanganan bencana PKS.

    Menurut Bagus, PKS Jawa Timur baru mendapatkan giliran menerjunkan relawan pada awal Januari 2026, setelah wilayah-wilayah terdekat di Sumatra lebih dahulu bergerak sejak hari-hari awal bencana.

    “Penanganan bencana ini bukan pekerjaan singkat. Karena itu relawan digilir dari berbagai daerah agar bantuan bisa terus berjalan. Kali ini giliran Jawa Timur untuk ikut ambil peran langsung di lapangan,” ujar Bagus saat kegiatan Kemah Bela Negara (Kembara) PKS Jawa Timur di Pantai Goa Cina, Kabupaten Malang.

    Ia menjelaskan, tahap awal ini 12 relawan terampil diberangkatkan, sesuai kebutuhan lapangan di Aceh Tamiang yang masih dipenuhi lumpur dan kerusakan infrastruktur. Para relawan memiliki keahlian khusus seperti montir, tukang kayu, hingga tenaga las. “Yang dikirim bukan sekadar banyak-banyakan orang, tetapi benar-benar yang dibutuhkan masyarakat di lokasi bencana,” tegasnya.

    Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, yang menegaskan bahwa kekuatan utama PKS dalam kerja kemanusiaan adalah militansi kader di akar rumput. “Kader PKS itu ujung tombak sekaligus ujung tombok. Mereka turun lebih dulu, sering kali pakai dana sendiri, patungan, bahkan saat sebagian dari mereka juga menjadi korban bencana,” kata Al Muzzammil.

    Ia mengungkapkan bahwa dalam bencana Aceh dan Sumatra, relawan PKS sudah bergerak sejak hari kedua bencana, bahkan sebelum ada instruksi formal dari pusat. Beberapa kader dilaporkan rumahnya tertutup lumpur, dan tiga orang kader hanyut saat membantu evakuasi.

    “Inilah yang membuat PKS sigap. Karena kader sudah dibina untuk punya panggilan kemanusiaan. Begitu ada bencana, mereka otomatis bergerak tanpa dikomando pusat,” ujarnya usai membuka kegiatan Kembara PKS Jatim itu.

    Menurut Al Muzzammil, sigapnya kader PKS dalam merespons bencana bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan buah dari nilai yang terus ditanamkan dalam kaderisasi. Semangat Islam rahmatan lil ‘alamin dan keyakinan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya menjadi landasan utama.

    Al Muzzammil menambahkan, sistem rotasi relawan dari seluruh Indonesia dilakukan agar penanganan bencana bisa berlangsung dalam jangka panjang.

    Dimulai dari daerah terdekat, lalu diperkuat daerah lain, termasuk Jawa Timur yang memiliki jumlah kader besar dan kesiapan sumber daya.

    Dengan skema tersebut, PKS menegaskan bahwa kerja kemanusiaan bukan sekadar respons darurat, melainkan bagian dari pengabdian berkelanjutan yang mengakar pada nilai gotong royong, solidaritas, dan kemanusiaan universal. (tok/kun)

  • Video Buaya di Pantai Watu Leter Viral, Polres Malang Pastikan Informasi Hoaks

    Video Buaya di Pantai Watu Leter Viral, Polres Malang Pastikan Informasi Hoaks

    Malang (beritajatim.com) – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan kemunculan seekor buaya di kawasan Pantai Watu Leter, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Video tersebut viral dan menghebohkan warganet.

    Menanggapi hal itu, Polres Malang memastikan hingga saat ini tidak ada temuan buaya di kawasan Pantai Watu Leter. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak panik.

    “Sampai saat ini tidak ada penemuan buaya. Kami persilakan kepada pengunjung wisata Pantai Watu Leter untuk tidak khawatir,” ujar Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar, Kamis (25/12/2025).

    AKP Bambang menjelaskan, pihak kepolisian bersama pengelola wisata dan instansi terkait terus melakukan pemantauan di kawasan pantai tersebut. Ia juga mengimbau pengunjung agar segera melapor jika melihat satwa liar yang berpotensi membahayakan.

    “Apabila pengunjung mengetahui atau melihat adanya buaya, silakan melapor ke pos pengamanan. Kami bersama pihak pengelola wisata, Perhutani, Satpolairud Polres Malang, Polsek Sumbermanjing Wetan, TNI, dan relawan siap membantu,” tegasnya.

    Sebelumnya, video tersebut diunggah di media sosial dan direkam pada malam hari. Dalam video tampak sebuah cahaya senter diarahkan ke bibir pantai, lalu terlihat sosok yang diduga buaya dengan mata menyala. Perekam video terdengar memperingatkan orang di sekitarnya agar berhati-hati.

    Sementara itu, pengelola Wisata Pantai Watu Leter, Ahmad, memastikan informasi dalam video tersebut tidak benar. Ia menegaskan tidak pernah ada penemuan buaya di lokasi wisata itu. “Di sini tidak ada penemuan sama sekali buaya. Kami jaga siang dan malam, sama sekali tidak ada penemuan buaya,” kata Ahmad.

    Pantai Watu Leter berada di Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Pantai ini dikenal dengan batu karang datar, hutan bakau, serta sering menjadi lokasi berkemah dan wisata keluarga.

    Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau wisatawan untuk selalu waspada, terutama saat beraktivitas pada malam hari, serta mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama. (yog/kun)

  • Polres Sampang Gagalkan Jutaan Rokok Ilegal, Dalang Distribusi ke Luar Madura Masih Misterius

    Polres Sampang Gagalkan Jutaan Rokok Ilegal, Dalang Distribusi ke Luar Madura Masih Misterius

    Sampang (beritajatim.com) – Beberapa hari terakhir, jajaran Polres Sampang berhasil menggagalkan pengiriman rokok ilegal tanpa pita cukai yang rencananya akan dikirim ke luar Pulau Madura.

    Dari sejumlah kendaraan yang dihentikan petugas, ditemukan muatan rokok ilegal dalam jumlah besar, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan batang.

    Meski pengungkapan tersebut dinilai sebagai keberhasilan, hingga kini polisi belum mampu mengungkap pihak utama atau dalang di balik jaringan distribusi rokok ilegal tersebut.

    KBO Satreskrim Polres Sampang, Ipda Paundra Kinan Aditama, menyampaikan bahwa rokok ilegal itu tidak berasal dari satu wilayah saja, melainkan dari dua kabupaten di Madura. “Ada yang dari Pamekasan dan Sumenep. Tujuan pengiriman beragam, mulai Bangkalan, Situbondo, hingga Jakarta,” jelasnya, Kamis (25/12/2025).

    Namun, terkait identitas pemilik barang maupun jaringan pengendalinya, kepolisian belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Alasannya, kasus tersebut masih dalam proses pendalaman. “Seluruh barang bukti rokok ilegal yang kami amankan langsung dilimpahkan ke Kantor Bea Cukai Pamekasan,” tambahnya.

    Diketahui, dalam dua hari berturut-turut, Senin dan Selasa, 22–23 Desember 2025, Polres Sampang mengungkap sejumlah upaya penyelundupan rokok ilegal. Kendaraan yang digunakan beragam, mulai dari bus pariwisata, pikap, mobil R4, hingga truk, dengan tujuan pengiriman ke sejumlah daerah di luar Madura. [sar/kun]