Author: Beritajatim.com

  • Bobol Gudang Warga Saat Dini Hari, Komplotan Pencuri Peralatan Dapur di Bangkalan Dibekuk Polisi

    Bobol Gudang Warga Saat Dini Hari, Komplotan Pencuri Peralatan Dapur di Bangkalan Dibekuk Polisi

    Bangkalan (beritajatim.com) – Komplotan pencurian dengan pemberatan yang beraksi di wilayah Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, berhasil diringkus aparat kepolisian. Para pelaku diketahui mencuri sejumlah peralatan dapur, mulai dari kompor hingga panci, dari gudang rumah warga.

    Aksi pencurian tersebut terjadi pada Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 02.45 WIB di gudang rumah milik Busari, warga Dusun Karang Barat, Desa Telaga Biru, Kecamatan Tanjung Bumi.

    Saat kejadian, kondisi lingkungan sekitar dalam keadaan sepi sehingga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya. Korban baru menyadari gudang rumahnya dibobol setelah mendapati sejumlah barang hilang. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian.

    Menindaklanjuti laporan itu, Polsek Tanjung Bumi bersama Satreskrim Polres Bangkalan melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Jumat (19/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, petugas berhasil mengamankan salah satu pelaku berinisial Neman bin Safari.

    Dari hasil pemeriksaan awal, Neman mengakui perbuatannya dan menyebutkan bahwa pencurian tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan tiga orang lainnya, yakni Moh. Hardiyanto Al Faridzi bin Hartono, Galang Bagaskara bin Imron, dan Jaski bin Matnor (alm).

    Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengatakan bahwa para pelaku memiliki peran berbeda dalam melancarkan aksinya.

    “Satu orang berperan sebagai eksekutor yang masuk ke dalam gudang untuk mengambil barang-barang milik korban, sementara pelaku lainnya menunggu di luar untuk menerima dan membawa hasil curian,” ujar AKP Hafid Dian Maulidi, Jumat (19/12/2025).

    Ia menambahkan, dari pengungkapan kasus tersebut pihak kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan. “Barang bukti yang kami amankan antara lain lima unit kompor elektronik, empat buah selang beserta regulator, dua panci logam berukuran besar, serta satu buah kuali besar berbahan aluminium,” jelasnya.

    Saat ini, para tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Polres Bangkalan guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 Ayat (2) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara.

    AKP Hafid juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan segera melapor ke pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana di lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. [sar/kun]

  • Pemkab Pasuruan Pastikan Data KPM Bansos Aman dari Pencoretan Kemensos

    Pemkab Pasuruan Pastikan Data KPM Bansos Aman dari Pencoretan Kemensos

    Pasuruan (beritajatim.com) – Langkah Kementerian Sosial RI melakukan penyesuaian besar-besaran terhadap data penerima bantuan sosial memicu perhatian publik di berbagai daerah. Secara nasional, sekitar 1,9 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dinyatakan tidak lagi layak menerima bantuan.

    Di tengah kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasuruan memastikan data KPM penerima bantuan sosial di wilayahnya tetap aman. Tidak satu pun KPM di Kabupaten Pasuruan yang terdampak pencoretan data bantuan sosial pada penyesuaian tingkat nasional tersebut.

    Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman, menyatakan bahwa proses verifikasi dan validasi data penerima bantuan sosial terus diperketat agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.

    “Untuk Kabupaten Pasuruan tidak ada KPM yang tercoret, namun verifikasi dan validasi tetap kami lakukan secara berkelanjutan,” ujar Fathurrahman.

    Salah satu program bantuan yang masih terus dipantau penyalurannya adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat. Total penerima BLT Kesra di Kabupaten Pasuruan saat ini mencapai sekitar 60 ribu KPM yang tersebar di seluruh kecamatan.

    Fathurrahman menjelaskan bahwa dalam praktiknya tidak seluruh bantuan terserap sepenuhnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh perubahan kondisi sosial dan ekonomi penerima manfaat.

    “Ada KPM yang tidak mengambil bantuan karena sudah pindah domisili atau kondisi ekonominya membaik,” katanya.

    Ia menyebut fenomena tersebut terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Bangil dan Purwodadi. Selain itu, sebagian KPM juga tercatat mengalami graduasi, yakni berpindah dari kelompok desil bawah ke desil yang lebih tinggi.

    Proses verifikasi dan pemutakhiran data dilakukan dengan melibatkan pendamping sosial serta mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam penentuan kelayakan penerima bantuan sosial, BPS menggunakan 14 indikator kemiskinan sebagai dasar penilaian.

    Fathurrahman menegaskan pembaruan data harus terus dilakukan karena kondisi sosial ekonomi masyarakat bersifat dinamis dan dapat berubah dari waktu ke waktu.

    “Kami ingin bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan, sehingga ketelitian data menjadi kunci utama,” tegasnya. [ada/beq]

  • Libur Nataru, Klurak Eco Park Lereng Gunung Welirang Pacet Mojokerto Dipadati Wisatawan dari Luar Daerah

    Libur Nataru, Klurak Eco Park Lereng Gunung Welirang Pacet Mojokerto Dipadati Wisatawan dari Luar Daerah

    Mojokerto (beritajatim.com) – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membawa berkah tersendiri bagi Klurak Eco Park yang berada di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Sejak pagi hingga siang hari, destinasi wisata berbasis alam dan petualangan tersebut terpantau ramai dikunjungi wisatawan.

    Petugas registrasi Klurak Eco Park, Debora Yenny mengatakan lonjakan kunjungan sudah terasa sejak, Kamis (25/12/2025) pagi hari. Tingginya minat wisatawan terlihat dari ramainya area wisata hingga persewaan tenda yang nyaris penuh. “Alhamdulillah, libur Natal tahun ini ramai sekali,” ungkapnya, Jumat (26/12/2025).

    Dari pagi sampai siang sudah penuh, baik pengunjung harian maupun yang camping. Banyak juga pengunjung yang datang dari luar Mojokerto, seperti Sidoarjo dan Kota Surabaya. Menurutnya, daya tarik utama Klurak Eco Park adalah suasana alamnya yang sejuk dan dingin khas lereng Gunung Welirang.

    Hal ini yang menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
    Klurak Eco Park menawarkan berbagai fasilitas wisata alam dan keluarga, mulai dari kolam renang, camping ground, omah gubuk, flying fox, hingga aliran sungai alami yang menjadi favorit pengunjung.

    Selain itu, wisata ini juga dilengkapi wahana adventure seperti ATV, trail, paintball, panahan, serta area bermain air di sungai kecil yang berada di sisi kawasan wisata. Yang paling favorit adalah wisata kecek di aliran sungai Banyak pengunjung yang duduk santai sambil bermain air karena airnya masih alami dan dingin.

    Wisata yang berada di kawasan hutan produksi Perhutani RPH Claket, BKPH Pacet, KPH Pasuruan ini mulai dibuka sejak 23 April 2023. Dikelilingi pepohonan pinus yang menjulang tinggi, Klurak Eco Park menyuguhkan suasana asri yang cocok untuk wisata keluarga maupun kegiatan camping.

    Untuk pengunjung yang ingin bermalam, pengelola menyediakan tenda lengkap dengan perlengkapan memasak serta omah gubuk yang dapat digunakan untuk menikmati suasana malam di tengah hutan pinus. Pengunjung juga dapat menggelar kegiatan barbeque bersama, menjadikan pengalaman wisata semakin berkesan.

    Meski berada di tengah hutan, fasilitas yang tersedia terbilang lengkap, mulai dari toilet umum, mushola, tempat makan, area swafoto, hingga wifi area. Harga tiket masuk pun terjangkau, yakni Rp7 ribu per orang, termasuk anak-anak mulai usia 4 tahun. Klurak Eco Park merupakan wisata milik masyarakat Desa Kembangbelor yang dikelola secara gotong royong.

    “Keberadaan Klurak Eco Park diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi dan kebahagiaan bagi warga sekitar. Karena Klurak Eco Park milik masyarakat sehingga diharapkan bisa memberikan manfaat dan kebahagiaan untuk warga Desa Kembangbelor. Kami ingin tumbuh bersama masyarakat,” pungkasnya. [tin/aje]

  • Libur Nataru: Ratusan Pengunjung Serbu GWD, Free Dive ke Pulau Tabuhan dan Menjangan

    Libur Nataru: Ratusan Pengunjung Serbu GWD, Free Dive ke Pulau Tabuhan dan Menjangan

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Memasuki musim libur panjang, Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu jujugan destinasi wisata paling diminati.

    Berbagai atraksi dan paket wisata ditawarkan di seluruh destinasi wisata andalan Banyuwangi. Tidak terkecuali, Salah satu atraksi wisata favorit adalah trip menuju Pulau Tabuhan dan Menjangan.

    Ketua Pokdarwis Pesona Bahari sekaligus Pengelola wisata alam Grand Watu Dodol (GWD), Abdul Azis mengatakan, salah satu yang melayani trip ke Pulau Tabuhan dan Menjangan ini adalah wisata alam Grand Watu Dodol (GWD).

    Pihaknya menyebut, layanan trip ke dua pulau eksotis itu saat ini sudah full booking hingga akhir tahun 2025.

    “Untuk trip sudah full booking sampai tanggal 30 Desember 2025,” ujarnya

    Azis menyebut, dalam sehari rata-rata GWD bisa melayani wisatawan hingga 400 orang untuk trip ke Pulau Tabuhan dan Menjangan.

    Saat ini di GWD terdapat 40 kapal yang siap melayani perjalanan wisata ke pulau Tabuhan dan Menjangan. Masing-masing kapal bisa memuat sekurang-kurangnya 10 orang.

    “Biasanya pengunjung berangkat pagi jam 8, pulang maksimal jam 3 sore,” jelasnya.

    Menariknya, Azis menyebut, perjalanan menuju ke dua pulau wisaga andalan tersebut diawali dengan outbond di GWD. Selanjutnya wisatawan akan dibawa berlayar menyusuri Selat Bali menuju Pulau Menjangan.

    Usai dari Pulau menjangan kemudian wisatawan akan dibawa menuju Pulau Tabuhan. Pulau berpasir putih ini letaknya cukup berdekatan dengan pulau Menjangan. Dari Pulau menjangan wisatawan akan kembali ke GWD.

    Sampainya di dua pulau Menjangan dan Tabuhan, wisatawan bisa menikmati indahnya pantai dan panorama lautan bersih dan jernih. Wisatawan juga bisa menikmati panorama bawah laut dengan melakukan snorkeling atau diving. Tentunya dengan didampingi guide yang sudah profesional.

    “Saat ini yang lagi tren itu free dive. Pengunjung sangat menikmati wisata tersebut,” jelasnya.

    Khusus free dive ini, menurut Azis, hanya dilakukan oleh orang-orang yang profesional karena dilakukan tanpa alat selam. Biasanya free dive ini dilakukan hingga kedalaman 15 meter.

    Untuk pendampingnya, pihak pengelola juga menyediakan pendamping khusus. Termasuk, yang mendokumentasikan juga harus punya kemampuan yang sama dengan wisatawan yang melakukan free dive.

    Pria yang juga Ketua Asosiasi Pokdarwis Banyuwangi ini menyebut, ada dua jenis paket trip ke Pulau Menjangan dan Tabuhan. Yakni private trip dan open trip. Untuk private trip biayanya Rp250 per orang. Sedangkan open trip Rp300 ribu per orang.

    “Sudah include semua, asuransi, makan, tiket masuk ke Pulau Menjangan, Dokementasi underwater, kapal, sampai alat snorkeling,” kata Azis.

    Pihaknya menambahkan, private trip juga disesuaikan dengan kapasitas kapal yakni minimal 10 orang atau maksimal 14 orang. Namun jika kurang dari 10 orang biayanya sekitar Rp2.200.000.

    Karena ada biaya yang tidak bisa dikurangi yakni sewa kapal. Sehingga untuk paket private trip meskipun satu atau dua orang biayanya tetap sama.

    “Kalau open biasanya konsorsium, gabungan,” pungkasnya.

  • Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Warga Diimbau Perbanyak Doa Bersama

    Pemkab Banyuwangi Larang Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru, Warga Diimbau Perbanyak Doa Bersama

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melarang masyarakat maupun pihak swasta menggelar pesta kembang api dan petasan saat peringatan malam pergantian tahun. Pemkab mengimbau agar perayaan tahun baru digelar secara sederhana dengan memperbanyak doa bersama dan refleksi akhir tahun.

    Larangan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.4/4930/429.011/2025 tentang Penertiban Kegiatan Peringatan Malam Pergantian Tahun yang ditandatangani Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo. Ketentuan itu juga berlaku di seluruh lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa kegiatan peringatan malam pergantian tahun yang bersifat resmi dan atau berizin, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta, termasuk di hotel, pusat perbelanjaan, tempat hiburan, dan ruang publik, dilarang menggunakan kembang api maupun petasan.

    “Untuk malam pergantian tahun bisa dilaksanakan secara sederhana, dengan mengutamakan kegiatan muhasabah, doa bersama, refleksi akhir tahun, dan kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing. Hal ini sebagai wujud rasa syukur, empati sosial, serta harapan akan tahun yang lebih baik,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (26/12/2025).

    Sementara untuk perayaan masyarakat yang dilakukan secara pribadi, Pemkab Banyuwangi mengedepankan pendekatan persuasif melalui imbauan moral agar perayaan tetap berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu ketenteraman umum.

    Pemkab juga meminta penyelenggara kegiatan, pelaku usaha, serta perangkat wilayah menyesuaikan bentuk perayaan dengan prinsip kesederhanaan, kepedulian sosial, serta menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

    “Perangkat Daerah, Camat, serta Kepala Desa/Lurah bertanggung jawab melakukan sosialisasi dan pengawasan secara humanis, serta berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menjaga situasi daerah tetap kondusif,” ujar Ipuk.

    Ketentuan serupa berlaku bagi peringatan malam pergantian tahun di hotel, tempat hiburan, dan lokasi lain yang telah mengantongi izin. Seluruh kegiatan diwajibkan menghormati kearifan lokal serta nilai adat, budaya, dan norma sosial masyarakat Banyuwangi.

    Selain itu, Pemkab Banyuwangi melarang penyelenggaraan kegiatan atau hiburan yang bertentangan dengan etika, kesusilaan, budaya lokal, dan ketertiban umum, termasuk aktivitas yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

    Pemkab menegaskan, pihak yang melanggar atau tidak mengindahkan ketentuan dalam Surat Edaran tersebut akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. [alr/beq]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 26 Desember 2025

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 26 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Jumat, 26 Desember 2025.

    “Sejumlah wilayah di Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga disertai petir hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 34°C. Sedangkan kelembabannya antara 65%-95%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Kamis (25/12/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut cuaca di sejumlah wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan ringan pada siang hingga sore hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Bulak, Dukuh Pakis, Gayungan, Gubeng, Jambangan, Karangpilang, Lakarsantri, Sambikerep, dan Sukomanunggal. Adapun malamnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 25°C – 33°C
    Kelembapan: 65% – 90%
    Kecepatan angin: 27,2 Km/jam dari arah Utara.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Sidoarjo diprediksi turun hujan ringan sekitar pukul 13.00—15.00 WIB. Termasuk di Kecamatan Krembung, Krian, Sukodono, hingga Taman. Adapun malamnya cuaca cenderung berawan.

    Suhu udara: 24°C – 34°C
    Kelembapan: 65%-95%
    Kecepatan angin: 27,8 km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Gresik sore hari ini diprakirakan diguyur hujan ringan. Termasuk di antaranya Kecamatan Driyorejo, Duduksampeyan, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, Manyar, Bungah, Cerme, dan Benjeng. Adapun selebihnya cuaca cenderung berawan

    Suhu udara: 26°C – 31°C
    Kelembapan: 71% – 85%
    Kecepatan angin: 27,4 km/jam dari arah Barat Daya.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. (fyi/aje)

  • Tembok Penahan Tanah Longsor di Seloliman Trawas Mojokerto, Satu Rumah Rusak Berat

    Tembok Penahan Tanah Longsor di Seloliman Trawas Mojokerto, Satu Rumah Rusak Berat

    Mojokerto (beritajatim.com) – Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/12/2025) ambrol. Akibatnya, longsoran tanah dari TPT tersebut mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan berat.

    Longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menimpa rumah milik Paikan yang berada di RT 06 RW 03 Dusun Balekambang, Desa Seloliman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena rumah tersebut dalam kondisi kosong saat terjadinya longsor.

    “Rumah yang terdampak diketahui tidak ditempati karena pemiliknya tinggal di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Jumat (26/12/2025).

    Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi pada, Kamis sore tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara BPBD Kabupaten Mojokerto, material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa bangunan rumah dengan luas area terdampak sekitar 14 meter panjang dan 6 meter lebar.

    Sementara TPT yang longsor memiliki tinggi sekitar 6 meter, lebar 1 meter, dan panjang kurang lebih 10 meter. Khakim menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, BPBD Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment dan kaji cepat.

    “Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama potensi relawan sudah ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan serta menghitung kebutuhan penanganan lanjutan. Pihak Kecamatan hari ini rapat bersama Pemerintah Desa Seloliman guna membahas langkah penanganan pasca kejadian,” katanya.

    Selain itu, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan langkah selanjutnya. Pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk berhati-hati.

    “Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, khususnya di daerah perbukitan seperti Trawas dan Pacet agar tetap waspada dan berhati-hati. Terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” tegasnya. [tin/aje]

     

  • Tembok Penahan Tanah Longsor di Seloliman Trawas Mojokerto, Satu Rumah Rusak Berat

    Tembok Penahan Tanah Longsor di Seloliman Trawas Mojokerto, Satu Rumah Rusak Berat

    Mojokerto (beritajatim.com) – Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kamis (25/12/2025) ambrol. Akibatnya, longsoran tanah dari TPT tersebut mengakibatkan satu rumah warga mengalami kerusakan berat.

    Longsor terjadi sekitar pukul 15.30 WIB dan menimpa rumah milik Paikan yang berada di RT 06 RW 03 Dusun Balekambang, Desa Seloliman. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena rumah tersebut dalam kondisi kosong saat terjadinya longsor.

    “Rumah yang terdampak diketahui tidak ditempati karena pemiliknya tinggal di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Jumat (26/12/2025).

    Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi pada, Kamis sore tersebut. Berdasarkan hasil pendataan sementara BPBD Kabupaten Mojokerto, material longsoran berupa tanah dan bebatuan menimpa bangunan rumah dengan luas area terdampak sekitar 14 meter panjang dan 6 meter lebar.

    Sementara TPT yang longsor memiliki tinggi sekitar 6 meter, lebar 1 meter, dan panjang kurang lebih 10 meter. Khakim menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, BPBD Kabupaten Mojokerto langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment dan kaji cepat.

    “Tim BPBD Kabupaten Mojokerto bersama potensi relawan sudah ke lokasi untuk memastikan kondisi lapangan serta menghitung kebutuhan penanganan lanjutan. Pihak Kecamatan hari ini rapat bersama Pemerintah Desa Seloliman guna membahas langkah penanganan pasca kejadian,” katanya.

    Selain itu, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Mojokerto juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai bahan pengambilan langkah selanjutnya. Pihaknya mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, untuk berhati-hati.

    “Kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor, khususnya di daerah perbukitan seperti Trawas dan Pacet agar tetap waspada dan berhati-hati. Terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” tegasnya. [tin/aje]

     

  • Cahyo Harjo Apresiasi Beasiswa Pra Sejahtera Pemprov Jatim, Ribuan Siswa Surabaya Terbantu

    Cahyo Harjo Apresiasi Beasiswa Pra Sejahtera Pemprov Jatim, Ribuan Siswa Surabaya Terbantu

    Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso mengapresiasi penyaluran Beasiswa Pra Sejahtera yang digulirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kota Surabaya. Program tersebut dinilai telah membantu ribuan siswa dari keluarga pra sejahtera sekaligus menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

    “Kami Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur sangat mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim dalam meningkatkan kualitas SDM melalui penyaluran Beasiswa Pra Sejahtera, khususnya di Kota Surabaya,” kata Cahyo saat dihubungi, Jumat (26/12/2025).

    Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya ini menyebutkan, saat ini sekitar tiga ribu siswa di Surabaya telah menerima manfaat dari program Beasiswa Pra Sejahtera. Menurutnya, jumlah tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap anak-anak dari keluarga pra sejahtera agar tetap dapat mengenyam pendidikan.

    “Totalnya sekitar tiga ribuan murid yang menjadi penerima manfaat dari Beasiswa Pra Sejahtera,” tutur politisi muda yang dikenal aktif berolahraga tersebut.

    Cahyo menilai, dari sisi teknis, pelaksanaan program Beasiswa Pra Sejahtera telah berjalan dengan baik, termasuk terkait besaran bantuan yang diterima para siswa. Ia menyebut nominal bantuan tersebut cukup membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus mempermudah akses pendidikan.

    “Secara teknis, nominal satuan yang diberikan kepada penerima manfaat sudah cukup membantu penguatan ekonomi dan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak kita,” ujar alumnus Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya itu.

    Selain besaran bantuan, Cahyo juga menyoroti efektivitas dan ketepatan sasaran penerima Beasiswa Pra Sejahtera. Ia menyampaikan bahwa pendataan penerima manfaat menunjukkan perkembangan yang positif.

    “Kami melihat efektivitas dan ketepatan penerima manfaatnya, dan data penerima saat ini sudah sangat baik,” kata politisi asal daerah pemilihan Jawa Timur I Kota Surabaya tersebut.

    Meski demikian, Cahyo mendorong agar kualitas pendataan penerima manfaat terus ditingkatkan agar program benar-benar menyasar pelajar yang membutuhkan. Menurutnya, pembaruan data secara berkala menjadi faktor penting dalam menjaga akurasi penerima beasiswa.

    “Ke depan kami berharap data penerima bisa terus ditingkatkan agar program ini betul-betul tepat sasaran,” ujarnya.

    Cahyo menegaskan bahwa Beasiswa Pra Sejahtera tidak hanya berfungsi membantu biaya pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas SDM Jawa Timur secara berkelanjutan.

    “Beasiswa ini harus benar-benar diberikan kepada anak-anak yang membutuhkan dan mampu meningkatkan kualitas SDM Jawa Timur,” pungkas Cahyo. [asg/beq]

  • Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 26 Desember 2025: Malang Raya Berawan, Hujan Ringan Tengah Malam

    Prakiraan Cuaca Hari Ini Jumat 26 Desember 2025: Malang Raya Berawan, Hujan Ringan Tengah Malam

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada Jumat, 26 Desember 2025. Cuaca berawan diprediksi mendominasi langit Malang Raya sepanjang hari, dengan potensi hujan ringan yang baru akan turun pada larut malam.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa kondisi cuaca di Kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada pagi hingga malam hari pukul 22.00 WIB cenderung stabil dengan kondisi berawan. Aktivitas warga pada siang hari diprakirakan tidak akan terganggu oleh hujan.

    “Perubahan cuaca terjadi menjelang pergantian hari. Pada pukul 23.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur merata di seluruh kecamatan, mulai dari Blimbing hingga Sukun,” dikutip dari data visual BMKG Juanda.

    Kondisi serupa terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Pada Jumat pagi hingga sore, cuaca umumnya berawan di berbagai wilayah.

    Namun, masyarakat di wilayah timur seperti Jabung, Poncokusumo, Tumpang, dan Wajak perlu mewaspadai jarak pandang yang mungkin berkurang pada sore hari. Mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB, wilayah-wilayah tersebut diprediksi mengalami udara kabur (kabut).

    Hujan ringan diprakirakan baru turun pada pukul 23.00 WIB di beberapa wilayah bagian barat dan utara, seperti Dau, Karangploso, Kasembon, Lawang, Ngantang, Pujon, dan Singosari. Wilayah selatan seperti Donomulyo cenderung tetap berawan.

    Di Kota Batu, cuaca pagi hingga siang hari terpantau berawan. Memasuki sore hari mulai pukul 17.00 WIB, wilayah Kecamatan Batu, Bumiaji, dan Junrejo akan diselimuti kabut atau udara kabur hingga malam hari.

    “Hujan ringan diprediksi turun menutup hari ini pada pukul 23.00 WIB, khususnya di Kecamatan Batu dan Junrejo,” pantauan data BMKG. Sementara itu, Kecamatan Bumiaji diprakirakan tetap berawan pada jam yang sama. [dan/aje]