Author: Beritajatim.com

  • Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Pakai Dana Pribadi dan Akan Diganti

    Patung Macan Putih Balongjeruk Viral, Kades Tegaskan Pakai Dana Pribadi dan Akan Diganti

    Kediri (beritajatim.com) – Patung Macan Putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, viral di media sosial karena bentuknya dinilai tidak menyerupai harimau pada umumnya.

    Ikon desa yang berada di perbatasan Kediri – Jombang tersebut menuai beragam komentar warganet, mulai dari kritik hingga candaan, setelah foto dan video patung beredar luas di dunia maya.

    Kepala Desa Balongjeruk Safii’i menjelaskan, pembuatan patung Macan Putih berawal dari inisiatif warga untuk mengangkat kembali legenda desa sekaligus menghadirkan ikon wilayah.

    “Desa Balongjeruk itu ada seorang tokoh agama, juga tokoh masyarakat, juga perangkat desa yang namanya Mbah Maskam itu sering cerita bahwasanya di Desa Balongjeruk itu yang momong atau mungkin kalau zaman dulu itu bisa dikatakan itu adalah pawang atau danyang. Itu katanya macan putih, gitu. Juga beberapa tokoh masyarakat juga mengatakan orang-orang yang dulu itu juga mengatakan seperti itu, bahwa bahkan, kepala desa yang kurang lebih periode tahun ’98-an, itu juga bercerita bahkan sering ketemu macan putih,” jelasnya, Sabtu (27/12/2025).

    Atas musyawarah bersama warga, Safii’i menyebutkan pihak desa sepakat membuat patung Macan Putih sebagai simbol legenda tersebut. Ia menegaskan pembangunan patung sama sekali tidak menggunakan dana desa.

    “Ya, tapi dengan semuanya itu tidak ada keterkaitannya dengan dana desa. Murni hak itu pribadi saya dengan nominal dana Rp3,5 juta yang Rp2 juta itu untuk pemborong pembuat patung dan telapaknya, yang Rp1,5 juta untuk material bahannya,” tegasnya.

    Safii’i tidak menampik bahwa hasil patung memicu beragam reaksi masyarakat, terutama di media sosial. Ia pun menyampaikan permohonan maaf apabila kehadiran patung tersebut menimbulkan kegaduhan.

    “Itu yang bisa saya sampaikan dan saya mohon maaf seandainya pembuatan patung ini juga membuat gaduh atau di dunia maya saling apa ya? Eh, memberikan komentar, tapi saya selaku kepala desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua atensi, atas komentar, atas pendapat dan saya tetap mengharapkan sangat,” tuturnya.

    Menindaklanjuti viralnya patung tersebut, Safii’i menegaskan akan mengganti patung Macan Putih dengan desain yang lebih estetik dan menyerupai karakter macan sesungguhnya.

    Ia menyebutkan pemesanan patung pengganti telah dilakukan kepada perajin di wilayah Ngadiluwih dengan ukuran yang sama, yakni panjang 1,5 meter dan tinggi 1 meter, dengan target tingkat kemiripan minimal 90 persen dari desain yang disepakati.

    “Intinya kemarin sudah kesepakatan dengan harga Rp2,5 juta ini ambil sendiri di Ngadiluwih. Soalnya saya DP Rp500 ribu dengan perjanjian apabila tidak sesuai dengan ekspektasi 90 persen, itu tidak jadi,” terangnya.

    Keunikan patung Macan Putih Balongjeruk juga menarik perhatian pemerhati masyarakat sekaligus pimpinan LSM di Kediri, Khairul Anam. Ia menilai ide pembuatan patung tersebut positif karena menggali sejarah dan mitos desa, namun mengkritisi aspek eksekusi.

    “Sudah saya sampaikan ke Pak Kades, itu agar macannya itu diganti yang estetik sesuai dengan karakternya. Jadi, karakter macan itu bagaimana? Itu kan ada bentuk-bentuknya, ada ekspresinya macan itu. Kalau seperti itu kan jadi guyonan, begitu. Jadi, idenya saya setuju, bahkan sangat setuju karena menggali sejarah dan mitos desa sini,” ujarnya.

    Khairul Anam berharap, ke depan, patung Macan Putih tidak hanya menjadi simbol legenda Desa Balongjeruk, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

    “Harapannya begini, karena ini kadung viral dan memang kalau tidak kontroversi seperti ini enggak terkenal. Harapan saya dari yang menertawakan berubah menjadi yang menggembirakan,” tandasnya. [nm/beq]

  • Geger Buaya Muncul di Pantai Ngliyep Malang, Polisi Lakukan Evakuasi

    Geger Buaya Muncul di Pantai Ngliyep Malang, Polisi Lakukan Evakuasi

    Malang (beritajatim.com) – Kepolisian Resor Malang bersama tim gabungan melakukan upaya evakuasi terhadap seekor buaya yang muncul di kawasan Pantai Pasir Panjang Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

    Kemunculan buaya tersebut menggegerkan warga dan wisatawan setelah videonya beredar luas di media sosial. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat (26/12/2025).

    Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Donomulyo bersama Satpolairud Polres Malang, Perum Perhutani, SAR, serta pengelola wisata segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemantauan secara intensif.

    Upaya evakuasi dilakukan sebagai langkah pencegahan guna menghindari potensi bahaya bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan Pantai Ngliyep, khususnya di area Pasir Panjang yang ramai dikunjungi.

    Dalam pemantauan di lapangan, buaya berukuran sekitar tiga meter sempat terlihat berenang di sekitar tepi pantai, mulai dari kawasan kampung nelayan hingga area wisata Pantai Pasir Panjang Ngliyep.

    Petugas bersama warga setempat sempat bersiaga untuk melakukan proses evakuasi. Namun, buaya tersebut kembali berenang ke arah laut lepas seiring kondisi ombak yang cukup besar, sehingga evakuasi belum berhasil dilakukan.

    Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, upaya evakuasi dan pemantauan dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai unsur terkait, dengan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.

    “Kami bersama tim gabungan melakukan upaya evakuasi dan pemantauan terhadap keberadaan buaya tersebut. Namun, karena kondisi alam dan pergerakan satwa, buaya kembali menuju ke laut sebelum berhasil diamankan,” ujar AKP Bambang, Sabtu (27/12/2025).

    Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, buaya tersebut diduga tersesat atau terbawa arus laut. Menurutnya, kawasan Pantai Ngliyep bukan merupakan habitat alami buaya.

    “Meski demikian, langkah antisipasi tetap kami lakukan. Pengelola wisata telah mengimbau pengunjung untuk tidak berada di tepi pantai maupun berenang demi menghindari risiko,” imbuhnya.

    Bambang menambahkan, Polres Malang terus berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta instansi terkait lainnya untuk menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila buaya kembali muncul di kawasan tersebut.

    Hingga Sabtu (27/12/2025) siang, buaya tidak kembali terlihat di kawasan Pantai Pasir Panjang Ngliyep. Situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif, dengan pemantauan tetap dilakukan oleh petugas.

    “Pemantauan akan terus dilakukan. Kami mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada dan mematuhi imbauan petugas hingga situasi dinyatakan aman,” pungkasnya. [yog/beq]

  • Kepala Bapenda Jember Minta Direksi Dua BUMD Mengundurkan Diri

    Kepala Bapenda Jember Minta Direksi Dua BUMD Mengundurkan Diri

    Jember (beritajatim.com) – Jajaran direksi dan dewan pengawas dua badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Perusahaan Daerah Perkebunan Kahyangan dan Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Pandalungan diminta mengundurkan diri paling lambat akhir Desember 2025.

    Permintaan pengunduran diri ini disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah Jember Achmad Imam Fauzi atas perintah Bupati Muhammad Fawait. Informasi yang diterima Beritajatim.com, surat pengunduran direksi Perumdam sudah disampaikan. Sementara surat pengunduran diri jajaran direksi PDP Kahyangan akan disampaikan pekan depan.

    Jajaran direksi dua BUMD ini diangkat oleh Bupati Hendy Siswanto untuk masa jabatan lima tahun. Direktur Utama Perumdam M. Miftahur Ridho, Drektur Teknik Bagus Andi Puspito, dan Direktur Umum Yudho Radityo Utomo dilantik pada pada 15 Agustus 2022.

    Seharusnya masa jabatan direksi Perumdam berakhir pada 15 Agustus 2027. Masa jabatan Dewan Pengawas Perumdam berakhir pada 15 Agustus 2026.

    Sementara itu, Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri, Direktur Produksi, Pemasaran dan Pengembangan Moh. lzmaul Haqqi, dan Direktur Umum dan Keuangan Leny Puspitasari dilantik Bupati Hendy Siswanto pada 15 Oktober 2021. Mereka seharusnya mengakhiri masa jabatan pada 15 Oktober 2026.

    Mereka telah melewati sejumlah tahapan seleksi sebelum diangkat menjadi direksi, mulai dari seleksi administrasi, seleksi yang dilakukan tim Pemerintah Provinsi Jawa Timur, seleksi rekam jejak kelakuan baik, dan tes wawancara makalah.

    Beritajatim.com belum berhasil meminta penjelasan dari Direktur Perumdam M. Miftahur Ridho. Namun Farid Wajdi, satu dari tiga anggota Dewan Pengawas Perumdam Tirta Pandalungan, membenarkan adanya permintaan pengunduran diri itu.

    “Saya dihubungi Ervan Setiawan, Ketua Dewan Pengawas, 24 Desember 2025. Katanya ini permintaan dari Pendapa. Saya tanya Pendapa siapa? Katanya, Fauzi Kepala Bapenda Jember,” kata Farid, Sabtu (27/12/2025).

    Farid menolak untuk membuat surat pengunduran diri. “Kalau mau diberhentikan ya berhentikan saja. Toh itu kewenangan bupati,” katanya.

    Menurut Farid, berhentinya direksi dan dewan pengawas perumdam secara bersamaan baru terjadi pertama kali di Indonesia. “Baru terjadi di Jember,” katanya.

    “Mengacu pasal 106 ayat 2 Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang PDAM, direksi dan dewas pengawas harus selesai sesuai akhir periode jabatan, kecuali ada pelanggaran atau mengundurkan diri,” kata Farid.

    Tekanan Eksternal
    Sementara itu Direktur Utama PDP Kahyangan Sofyan Sauri membenarkan informasi permintaan pengunduran diri itu. “Surat pengunduran diri insyaallah akan saya sampaikan Senin besok. Kalau direksi Perumdam sudah lebih dulu menyampaikannya,” katanya, Sabtu (27/12/2025).

    Permintaan pengunduran diri diterima Sofyan saat bertemu Achmad Imam Fauzi di kantor Bapenda Jember, Selasa (23/12/2025) sore. Izmaul Haqqi datang lima menit setelah Sofyan tiba.

    Dalam pertemuan itu, Fauzi menyampaikan apresiasi Bupati Muhammad Fawait terhadap kinerja jajaran direksi PDP Kahyangan selama ini.

    Kendati dinilai bekerja bagus, Sofyan dan kawan-kawan diminta mengundurkan diri dengan jaminan masa depan jajaran direksi untuk berkarir di tempat lain tidak dihambat. “Kedua, dijamin kesalahan kami selama ini tidak dicari-cari, apalagi sampai ke ranah hukum,” kata Sofyan.

    Bukan hanya jajaran direksi yang diminta mengundurkan diri. Jajaran Dewan Pengawas pun diminta mundur. “Katanya sih ada tekanan eksternal. Enggak tahu apa yang dimaksud dengan tekanan eksternal dan dari siapa,” kata Sofyan.

    Sofyan tidak mempersoalkan permintaan tersebut. “Walaupun kami direkrut secara profesional, tapi karena politik ya sudah. Kami cukup memahami, kalau memang itu permintaan dari KPM (Kuasa Pemegang Modal yakni Bupati), kami bersedia mengundurkan diri,” katanya.

    Sofyan dipersilakan mengikuti lelang terbuka direksi PDP Kahyangan jika memang masih berminat. “Tapi kalau menurut hemat kami, di regulasi sudah jelas: kalau berkinerja baik, bisa diperpanjang. Tapi kalau saya harus ikut open bidding lagi, saya menunggu petunjuk Pak Bupati. Kalau disuruh ikut ya kami ikut, tapi kalau enggak, insyaallah tidak,” katanya.

    Permintaan konfirmasi Beritajatim.com via WhatsApp belum direspons Achmad Imam Fauzi hingga berita ini diturunkan. [wir]

  • Waspada! Cuaca Malang 27 Desember 2025 Bakal Hujan Petir dan Kabut Tebal

    Waspada! Cuaca Malang 27 Desember 2025 Bakal Hujan Petir dan Kabut Tebal

    Malang (beritajatim.com) – Masyarakat Malang Raya diminta waspada terhadap ancaman hujan petir di wilayah Bululawang dan Tajinan serta potensi kabut tebal yang menyelimuti pada Sabtu, 27 Desember 2025. BMKG Juanda memprediksi fenomena cuaca ini akan menyertai hujan ringan yang mengguyur merata sejak pagi hingga menjelang malam hari.

    Kota Malang yang meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun dipastikan bakal diguyur hujan sejak pagi hari. Intensitas hujan ringan ini diperkirakan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga memasuki waktu sore secara merata.

    “Hujan ringan diprakirakan turun merata mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari,” dikutip dari laman resmi BMKG Juanda. Kalimat tersebut menegaskan bahwa warga di pusat kota perlu menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar ruangan.

    Memasuki malam hari, cuaca di Kota Pendidikan ini cenderung tetap basah dengan kelembapan udara yang cukup tinggi. Seluruh kecamatan di Kota Malang diprediksi akan diselimuti udara kabut mulai pukul 20.00 WIB hingga larut malam.

    Situasi serupa terjadi di Kabupaten Malang di mana hujan ringan mendominasi wilayah Dau, Wagir, Pakisaji, hingga Kepanjen. Namun, BMKG mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di dua kecamatan spesifik karena adanya potensi cuaca ekstrem yang membahayakan.

    Berdasarkan data resmi, hujan disertai petir berpotensi kuat terjadi di Kecamatan Bululawang dan Kecamatan Tajinan pada siang hari. Fenomena alam ini diprakirakan muncul di antara pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB sehingga warga diminta tetap waspada.

    “Selain dua wilayah tersebut, cuaca di Kabupaten Malang didominasi hujan ringan. Kemudian pada malam hari, sejumlah wilayah dataran tinggi seperti Karangploso, Pujon, Ngantang, dan Poncokusumo akan diselimuti udara kabut,” tulis laporan tersebut.

    Sementara itu, Kota Batu juga mengalami pola cuaca yang hampir sama dengan wilayah tetangganya sejak pagi hari. Wilayah Batu, Bumiaji, dan Junrejo akan diguyur hujan ringan mulai pukul 09.00 WIB dan baru mereda pada pukul 16.00 WIB.

    Perubahan signifikan di Kota Wisata ini mulai terasa sesaat setelah matahari terbenam atau sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan diprediksi berhenti, namun berganti dengan kemunculan udara kabut tebal yang menyelimuti seluruh sudut kota secara merata.

    Kondisi kabut tebal ini memicu imbauan khusus bagi para wisatawan dan pengguna jalan yang melintasi jalur pegunungan. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang akan menjadi sangat terbatas pada Sabtu malam demi keamanan berkendara. [dan/beq]

  • Kasus Rumah Nenek yang Dihancurkan Ormas, Polda Jatim Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Rumah Nenek yang Dihancurkan Ormas, Polda Jatim Segera Tetapkan Tersangka

    Surabaya (beritajatim.com) – Kisah Elina Widjajanti, nenek berusia 80 tahun di Surabaya saat ini dalam proses hukum yang ditangani Polda Jawa Timur. Perkara ini sudah dilaporkan sejak 29 Oktober 2025 dan sudah dalam tahap penyidikan.

    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast saat dikonfirmasi beritajatim.com, Sabtu (29/12/2025) mengatakan penyidik sudah memeriksa enam saksi.

    “Iya mbak sudah ditindaklanjuti dan sudah diproses sidik. Sejauh ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi,” ujar Jules, Sabtu (29/12/2205).

    Dijelaskan Jules, kasus ini dilaporkan sejak 29 Oktober 2025. Sehingga dari proses penyelidikan sudah tingkatkan menjadi proses penyidikan. Kejadiannya sendiri sejak Agustus 2025 tetapi baru dilaporkan akhir Oktober 2025.

    “Jadi kasus ini sudah kita proses sebelum viral ya mbak. Ini kan baru diviralkan Desember ini. Sedangkan sejak pelaporan akhir Oktober sudah kita tangani mulai dari proses penyelidikan hingga proses penyidikan saat ini,” ujar Jules.

    Saat ditanya apakah dari ke enam saksi yang diperiksa diantaranya adalah orang yang menyuruh anggota ormas untuk menghancurkan rumah Elina? Jules enggan menjelaskan secara detail.

    ” Untuk proses penyidikan sedang berjalan sehingga penyidik fokus untuk mengungkap sesuai kesesuaian alat bukti dan barang bukti,” ujar Jules.

    Diberitakan sebelumnya, Elina menjadi korban pengusiran paksa dari rumahnya. Pengusiran itu dilakukan oleh beberapa orang yang disebut merupakan oknum salah satu organisasi masyarakat (ormas).

    Video pengusiran paksa tersebut sempat terekam dan viral di media sosial. Bahkan, rumahnya di Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kini telah dibongkar.

    ” Kemungkinan antara 30 orang yang diduga melakukan pengusiran secara paksa, terus kemudian melakukan eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan,” ujar Wellem, Jumat (26/12/2025).

    Kuasa hukum korban, Wellem Mintarja mengatakan, peristiwa ini bermula saat sang nenek didatangi oleh puluhan orang ke rumahnya pada tanggal 6 Agustus 2035.

    “Kemungkinan antara 30 orang yang diduga melakukan pengusiran secara paksa, terus kemudian melakukan eksekusi tanpa adanya putusan pengadilan,” ujar Wellem, Jumat (26/12/2025).

    Dalam video yang viral beredar di media sosial, Elina sempat menolak keluar dari rumahnya. Namun beberapa orang pria menarik dan mengangkat paksa tubuhnya agar mau keluar.

    “Di situ nenek ditarik, diangkat, kemudian dikeluarkan dari rumah dan ada saksinya,” terang Willem.

    Bahkan, Elina sampai mengalami luka hingga berdarah. Ia juga belum sempat menyelamatkan barang-barang penting yang ada di rumahnya.

    Wellem menjelaskan, saat pengusiran itu, di dalam rumah tersebut juga ada seorang bayi berusia 1,5 tahun, balita lima tahun, seorang ibu dan lansia lainnya.

    Kemudian, penghuni tidak lagi diperbolehkan masuk, akses rumah dipalang hingga bangunan akhirnya dibongkar rata dengan tanah.

    Beberapa hari kemudian ada orang mengangkut barang-barang menggunakan pikap tanpa izin penghuni. Lalu datang alat berat, dan sekarang rumah itu sudah rata dengan tanah,” jelasnya

    Merasa dirugikan, pihak keluarga pun menempuh jalur hukum. Laporan telah dilayangkan ke kepolisian dengan nomor LP/B/1546/X/2025/SPKT/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 29 Oktober 2025. [uci/ted]

  • Seorang Duda Diamankan Polisi Saat Nekat Begal Payudara di Tuban

    Seorang Duda Diamankan Polisi Saat Nekat Begal Payudara di Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Seorang pria single berinisial RC (25) harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan melakukan pencabulan dengan cara memegang bagian tubuh perempuan yang masih dibawah umur berinisial SJ (15) di Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

    Diketahui, kejadian tersebut terjadi pada Kamis 25 Desember 2025 pukul 23.45 Wib, RC yang merupakan laki-laki duda tersebut nekat membuntuti SJ hingga melakukan pembegalan payudara.

    Kanit Unit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polres Tuban, Ipda Febri Bachtiar Irawan, mengatakan pada hari kamis malam korban saat itu sedang membeli makanan menggunakan sepeda motor. Namun, saat pulang, korban di buntuti oleh pelaku yang juga mengendarai sepeda motor.

    “Pelaku yang membuntuti korban berada disebelah kanan atau memepet korban dan tiba-tiba pelaku memegang bagian tubuh korban,” ujar Febri sapanya. Sabtu (27/12/2025).

    Setelah melakukan aksi cabulnya, pelaku melarikan diri. Sedangkan, korban berusaha mengejar pelaku dan korban saat itu juga mendapatkan bantuan masyarakat sekitar, untuk mengejar pelaku sampai membuatnya tidak berkutik.

    “Pelaku akhirnya tertangkap dan diserahkan ke Polsek Palang,” terang Febri.

    Sehingga, pada hari Jumat 26 Desember 2025, pelaku diamankan di Polres Tuban untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, pengakuan korban mengalami nyeri pada payudara sebelah kanan.

    Akibatnya, pelaku di jerat pasal 82 Jo pasal 76 E UU RI No.17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU RI No.01 Th 2016 perubahan ke Dua atas UU RI no. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-undang dan/atau Pasal 289 KUHAP Pasal 6 huruf a UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual. [dya/ted]

  • Dua Cewek Saling Aniaya di Lakarsantri Dipicu Masalah Pinjol

    Dua Cewek Saling Aniaya di Lakarsantri Dipicu Masalah Pinjol

    Surabaya (beritajatim.com) – Dua perempuan berinisial GP (22) asal Dukuh Kupang dan NA (18) asal Sukolilo sebelumnya dikabarkan saling aniaya karena rasa cemburu. Namun, kabar tersebut ditepis oleh kuasa hukum masing-masing pihak yang berlawanan.

    Kuasa hukum dari GP (22), Bambang Wahyudi mengatakan jika permasalahan awal antara kliennya dan NA dipicu dari masalah pinjaman online (pinjol). Akun pinjol GP digunakan oleh NA untuk membeli barang. Namun saat tagihan bulanan terbit, NA tidak melakukan pembayaran.

    “Permasalahan awalnya karena pinjol itu. Bukan lesbian. Mereka teman satu kerjaan dan memang tinggal bareng,” kata Bambang Wahyudi kepada beritajatim.com, Senin (22/12/2025).

    Bambang menceritakan, saat itu GP mendatangi NA ke sebuah kamar kos di Jalan Lidah Kulon untuk mengingatkan agar membayar tagihan pinjol yang dibuat. Keduanya pun cekcok dan terlibat aksi saling jotos.

    “NA lantas menelpon Anang yang merupakan ayah kandungnya. Ketika Anang datang, dia langsung memukul kepala klien saya dengan helm hingga terluka,” imbuh pria yang akrab dipanggil Wahyu itu.

    Usai dipukul helm oleh Anang, GP lantas melapor ke Polsek Lakarsantri. Tak terima dilaporkan, Anang lantas juga membuat laporan karena GP dianggap kerap menganiaya anaknya. Seiring berjalannya waktu, GP dan Anang ditetapkan menjadi tersangka atas laporan yang mereka buat.

    “Kemarin kami masing-masing pihak sudah mediasi dan sepakat untuk berdamai. Sehingga permasalahan sudah selesai,” jelas Wahyu. (ang/ted)

  • Waspada Hujan Petir! Ini Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 27 Desember 2025

    Waspada Hujan Petir! Ini Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 27 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Sabtu, 27 Desember 2025.

    “Sejumlah wilayah di Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga disertai petir hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 34°C. Sedangkan kelembabannya antara 61%-97%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Jumat (26/12/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut cuaca di sejumlah wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan ringan hingga petir hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Benowo, Bubutan, Bulak, Gubeng, Jambangan, Lakarsantri, Sawahan, Semampir, Rungkut, Simokerto, Tambaksari, dan Wiyung.

    Suhu udara: 25°C – 34°C
    Kelembapan: 63% – 94%
    Kecepatan angin: 27,7 Km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Sidoarjo diprediksi turun hujan ringan hingga disertai petir sekitar pukul 8.00—18.00 WIB. Termasuk di Kecamatan Krembung, Krian, Sukodono, Candi, Gedangan, Krembung, Buduran, Porong, Sedati, hingga Taman.

    Suhu udara: 24°C – 34°C
    Kelembapan: 61%-97%
    Kecepatan angin: 27,8 km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Gresik juga diprediksi akan diguyur hujan hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Driyorejo, Gresik, Kebomas, Kedamean, Menganti, Sidayu, Tambak, Panceng, dan Sangkapura.

    Suhu udara: 25°C – 31°C
    Kelembapan: 74% – 92%
    Kecepatan angin: 23,7 km/jam dari arah Barat Daya.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. (fyi/suf)

  • Kecelakaan Tragis di Jombang, Satu Korban Tewas Tabrak Truk Boks

    Kecelakaan Tragis di Jombang, Satu Korban Tewas Tabrak Truk Boks

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Vario dan truk Mitsubishi Boks terjadi di Jalan Raya Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jumat malam (26/12/2025), sekitar pukul 23.30 WIB.

    Kecelakaan ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan adalah sepeda motor Vario dengan nomor polisi S 5711 OBE yang dikendarai oleh Pitono (31), warga Desa Ganggangtingan, Kecamatan Ngimbang, Lamongan. Pitono dilaporkan mengalami luka yang sangat serius dan meninggal dunia di tempat kejadian.

    Sementara itu, truk Mitsubishi Boks dengan nomor polisi W 8980 UQ yang dikemudikan oleh Eko Afin Oktavianto (31), asal Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Eko tidak mengalami luka.

    Penumpang truk tersebut adalah Wahyu Prasetyo Utomo (22), beralamat sama dengan sopir truk, juga tidak mengalami cedera.

    Menurut informasi yang dihimpun dari saksi mata, yaitu Yusuf (46), seorang perangkat desa, dan Agus Jatmiko (40), kecelakaan terjadi ketika sepeda motor Vario melaju dari selatan ke utara, sedangkan truk Mitsubishi Boks datang dari arah berlawanan, yakni utara ke selatan.

    Kejadian tersebut bermula ketika sepeda motor menabrak bagian kanan bak truk, yang menyebabkan kecelakaan fatal ini.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, membenarkan kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

    “Kami ingatkan agar ini menjadi peringatan bagi para pengendara untuk selalu berhati-hati , terutama pada malam hari, dan memastikan bahwa kendaraan yang digunakan dalam kondisi baik,” ujar Ipda Siswanto. [suf]

  • Fraksi PDIP DPRD Jatim Waspadai Ancaman PHK 2026, Dorong Penguatan UMKM

    Fraksi PDIP DPRD Jatim Waspadai Ancaman PHK 2026, Dorong Penguatan UMKM

    Surabaya (beritajatim.com) – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur mewaspadai potensi pemutusan hubungan kerja dan meningkatnya pengangguran pada 2026. Kondisi ini dinilai berkaitan dengan sektor riil yang belum bergerak optimal di tengah rencana kenaikan UMK.

    “Kita harus jujur. Sektor riil kita belum berjalan baik. Ini ancaman bagi tenaga kerja kita khususnya di tahun 2026 mendatang. Belum lagi ditambah UMK 2026 yang akan naik,” ujar anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Hari Yulianto, Sabtu (27/12/2025).

    Menurut Hari, situasi tersebut perlu diantisipasi sejak dini agar tidak berdampak luas. Salah satu langkah yang dianggap strategis adalah memperkuat sektor UMKM sebagai penyangga ekonomi daerah.

    “Bukan hanya pemerintah yang membuka kerja. Tapi bagaimana UMKM bisa tumbuh. Itu yang harus terus kita dorong,” katanya.

    Hari menilai penciptaan lapangan kerja tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada pemerintah. Masyarakat perlu didorong agar mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.

    “Dari start-up, sampai UMKM klasik. Gerobak gorengan pun bisa jadi solusi,” ucapnya.

    Foto: Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Hari Yulianto

    Di internal PDI Perjuangan Jawa Timur, kata dia, sudah ada upaya konkret mendorong ekonomi kerakyatan. Penguatan dilakukan melalui Badan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif serta koperasi partai.

    “Itu nanti akan kita arahkan ke sana. Untuk membuka peluang kerja,” jelasnya.

    Dia menyebut peran generasi muda juga krusial dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan ke depan. Pemanfaatan ruang digital disebut harus dioptimalkan.

    “Konsepnya seperti Shopee atau Tokopedia. Tapi sementara untuk kader,” ungkapnya.

    Dia berharap langkah tersebut bisa menjadi pintu masuk keterlibatan Gen Z dalam UMKM berbasis digital. Upaya ini dianggap mendesak karena PHK masih terjadi sepanjang 2025.

    “Ini salah satu saran awal agar anak muda terlibat langsung. 2026 harus disiapkan dari sekarang,” tegasnya.

    Di Jawa Timur, tercatat lebih dari 4.000 pekerja mengalami PHK sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Secara nasional, jumlah PHK mencapai sekitar 79 ribu orang hingga November 2025.

    “Meski Tingkat Pengangguran Terbuka menurun, jumlah absolutnya tetap besar,” pungkas Hari.[asg/ted]