Author: Beritajatim.com

  • Cerita Gus Yahya dan Gus Ipul Saling Ledek di Surabaya

    Cerita Gus Yahya dan Gus Ipul Saling Ledek di Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menceritakan bahwa dinamika yang terjadi di internal struktural organisasi sudah berakhir. Meski sempat memanas beberapa waktu terkahir, dinamika disebutkan mulai mencair di antara pengurus.

    Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, dalam pertemuan silaturahmi di kediaman Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Kedungtarukan, Surabaya, hari ini Minggu (28/12/2025), ia sudah bercanda lepas dengan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Tidak hanya bercanda bahkan bisa saling meledek.

    “Nikmat sekali hubungan, suasana sangat cair dan kita bisa bertukar guyonan dengan riuh rendah. Wah, sudah (bercanda dengan Gus Ipul), enggak karu-karuan tadi. Bisa ledek-ledekan lagi, enak, Alhamdulillah,” ujar Gus Yahya setelah pertemuan.

    Gus Yahya juga menyebutkan, fokus utama pertemuan di Surabaya hari ini adalah untuk silaturahmi antar struktural, demi memulihkan kembali ikatan batin di antara seluruh jajaran pengurus PBNU.

    “Alhamdulillah semuanya diundang dan ndak ada pembicaraan substansial, kita pokoknya nyambung kembali, menguatkan kembali ikatan batin kita,” ungkapnya.

    Dari kiri ke kanan: KH Miftahul Ahyar, Gus Yahya dan Gus Ipul usai pertemuan PBNU di Surabaya, Minggu (28/12/2025). [Foto: Ist]Ia turut menekankan bahwa seluruh jajaran telah bersepakat untuk menjaga kebersamaan mereka hingga akhir masa khidmat, sebagaimana komitmen awal saat mereka mulai memimpin PBNU.

    Soal struktural kepengurusan PBNU yang sempat berubah saat dinamika yang terjadi, Gus Yahya menambahkan, segala keputusan organisatoris sebenarnya sudah tuntas. Yakni melalui pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo beberapa waktu lalu.

    Namun, Gus Yahya menyadari, gesekan yang sempat terjadi turut meninggalkan dampak psikologis yang perlu disembuhkan. Caranya melalui pertemuan yang lebih cair.

    “Ya kalau (keputusan organisasi) itu kan sudah Lirboyo kemarin. Lirboyo, keputusan Lirboyo itu. Nah, tinggal bagaimana, ya namanya kemarin ada gejolak seperti itu kan tentu ada psikologi-psikologi yang harus dipulihkan. Nah, ini yang tadi Alhamdulillah bisa tercapai,” tutupnya. (rma/but)

  • Begini Penjelasan Gus Ipul tentang Jadwal Muktamar NU

    Begini Penjelasan Gus Ipul tentang Jadwal Muktamar NU

    Surabaya (beritajatim.com) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU, Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, angkat bicara terkait rencana Muktamar ke-35 NU yang belum bisa disampaikan kepada publik, hari Minggu (28/12/2025).

    “Nanti akan dibicarakan lebih lanjut,” ujar Gus Ipul singkat usai pertemuan antara pengurus PBNU di Surabaya hari ini.

    Ia menambahkan, terkait kapan Muktamar ke-35 NU ini digelar masih menunggu hasil rapat intens. Rapat antara Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU dan Miftahul Akhyar sebagai Rais Aam.

    “Belum bisa (disebutkan kapan), nanti tunggu Kiai Miftahul Akhyar dengan Gus Yahya,” tambahnya.

    Sebagai informasi, diberitakan sebelumnya bahwa Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bertemu dalam silaturahmi di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis (25/12/2025). Pertemuan itu juga diikuti sejumlah Mustasyar PBNU, antara lain KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, Prof Machasin, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.

    Pertemuan itu di antaranya menghasilkan kesepakatan penyelenggaraan Muktamar Ke-35 NU secepat-cepatnya dipimpin Mandataris Muktamar Ke-34 NU, yakni KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf.

    Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh menyampaikan bahwa PBNU menyambut baik hasil kesepakatan forum tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketertiban organisasi dan keutuhan jam’iyah.

    “PBNU siap melaksanakan Muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” katanya. [rma/but]

  • Reses di Surabaya, Adies Kadir Dorong Literasi Digital Pelajar

    Reses di Surabaya, Adies Kadir Dorong Literasi Digital Pelajar

    Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir menyampaikan bahwa pemerataan pendidikan nasional perlu diikuti penguatan literasi digital bagi pelajar. Dia menilai akses sekolah saja belum cukup di tengah penggunaan gawai yang semakin luas.

    Hal itu disampaikannya saat reses DPR RI Masa Persidangan III Tahun 2025 bersama warga di kawasan Bogangin, Kelurahan Kedurus, Kecamatan Karang Pilang, Surabaya, Minggu (28/12/2025).

    “Teknologi adalah keniscayaan. Anak-anak harus dibekali literasi digital agar mampu menggunakan gawai secara cerdas, produktif, dan bertanggung jawab untuk mendukung pendidikan,” kata Adies Kadir.

    “Tanpa pendampingan dan literasi yang memadai, teknologi justru bisa menjauhkan anak dari tujuan utama pendidikan,” ujarnya.

    Adies menjelaskan, tantangan pendidikan di kota besar seperti Surabaya tidak hanya berkaitan dengan jumlah sekolah atau fasilitas fisik. Menurut dia, masih ada kelompok rentan yang membutuhkan dukungan kebijakan agar tidak tertinggal.

    “PIP dan KIP adalah bentuk kehadiran negara. Jangan sampai ada anak putus sekolah karena ekonomi dan jangan pula tertinggal kualitasnya karena tidak siap menghadapi perkembangan teknologi,” ucap dia.

    Dalam konteks dukungan kebijakan, Adies menyebut PIP diarahkan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut juga diharapkan menjadi dasar penguatan kapasitas belajar di era digital.

    “Kami mendorong agar anak-anak tetap sekolah dan tumbuh sebagai generasi yang siap menghadapi tantangan zaman,” katanya.

    Pada 2025, penerima PIP di Surabaya dan Sidoarjo tercatat sekitar 15.000 siswa, dengan 10.000 siswa di Surabaya dan 5.000 siswa di Sidoarjo. Dalam reses tersebut, sekitar 10.053 PIP disalurkan kepada warga Surabaya.

    “Data ini menunjukkan masih besarnya kebutuhan dukungan pendidikan di tingkat masyarakat,” ujar Adies.

    Reses tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Akarawita Kadier, serta Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Surabaya Achmad Nurdjayanto.

    Ketua DPD Golkar Surabaya Akmarawita Kadier menilai literasi digital menjadi kebutuhan pelajar di kota besar. “Pelajar perlu dibekali kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif agar berdaya saing,” kata Akma. [asg/but]

  • Empati Korban Bencana, Pemkab Ponorogo Batalkan Pesta Kembang Api Tahun Baru

    Empati Korban Bencana, Pemkab Ponorogo Batalkan Pesta Kembang Api Tahun Baru

    Ponorogo (beritajatim.com) – Dentuman kembang api yang biasanya menandai detik-detik pergantian tahun dipastikan tak akan terdengar di langit Ponorogo pada malam Tahun Baru 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo resmi meniadakan pesta kembang api dan memilih konsep perayaan yang lebih sederhana. Hal itu pun selaras dengan kebijakan nasional, sekaligus sebagai ekspresi empati kemanusiaan.

    Keputusan ini bukan tanpa alasan. Selain mengikuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan kepolisian tidak akan menerbitkan izin pesta kembang api pada malam puncak pergantian tahun, Pemkab Ponorogo juga menimbang situasi kebangsaan yang tengah berduka. Sejumlah wilayah di Sumatera dilaporkan terdampak bencana alam, dan hal itu menjadi pertimbangan moral pemerintah daerah.

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo Lisdyarita mengungkapkan bahwa semula pemerintah daerah sempat merencanakan pesta kembang api. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah melalui pertimbangan menyeluruh.

    “Kami mohon maaf ya, memang rencana awal ada kembang api. Tapi kami tiadakan,” kata Lisdyarita, Minggu (28/12/2025).

    Menurut Lisdyarita, kebijakan ini diambil bukan semata-mata karena larangan administratif, melainkan sebagai sikap empati terhadap sesama. Dia menilai, perayaan yang berlebihan tidak sejalan dengan suasana batin masyarakat di daerah lain, yang tengah menghadapi musibah.

    “Dikarenakan berempati kepada saudara-saudara kita di Sumatera, maka kami memutuskan untuk tidak mengadakan kembang api,” katanya.

    Meski demikian, Ponorogo tidak sepenuhnya meniadakan perayaan pergantian tahun. Pemkab Ponorogo tetap memfasilitasi kegiatan di sejumlah titik, namun dengan konsep yang lebih tenang dan sederhana. Tidak ada pesta besar, tidak ada dentuman kembang api. Yang ada adalah perayaan secukupnya, dengan penekanan pada ketertiban dan kebersamaan.

    “Tetap ada di tiga titik, tapi secara sederhana. Yakni di Telaga Ngebel, Alun-alun dan Monumen Reog. Tidak ada pesta kembang api dan lain-lain,” pungkasnya.

    Langkah Pemkab Ponorogo ini sekaligus menjadi pesan bahwa perayaan Tahun Baru tidak selalu harus dirayakan dengan hingar-bingar. Dalam situasi tertentu, kesederhanaan justru menjadi bahasa empati yang paling jujur dan menyisakan ruang untuk refleksi, doa, dan solidaritas sebagai bangsa. (end/but)

  • Gus Ipul: Langkah PBNU Dibahas Khusus Rais Aam Kiai Miftah dan Ketum Gus Yahya

    Gus Ipul: Langkah PBNU Dibahas Khusus Rais Aam Kiai Miftah dan Ketum Gus Yahya

    Surabaya (beritajatim.com) – Suasana teduh dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan para pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang berlangsung di Pesantren Miftachussunnah, kediaman Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Minggu (28/12/2025) hari ini.

    Pertemuan yang berlangsung selama 4 jam sejak pukul 11.30 WIB tersebut diisi dengan sholawatan, doa bersama, serta makan nasi talaman bersama. Sementara soal pembahasan teknis organisasi disepakati akan dilanjutkan pada waktu mendatang.

    Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menjaga kebersamaan dan keguyuban di lingkungan PBNU.

    “Alhamdulillah tadi sudah kumpul semua. Kita bersama-sama berdoa, bersholawat. Mudah-mudahan Insya Allah nanti pada waktu-waktu mendatang akan ada pembicaraan yang lebih lanjut,” ujar Gus Ipul.

    Menurut dia, agenda utama pertemuan kali ini memang difokuskan pada silaturahmi dan penguatan suasana batin kebersamaan. Adapun hal-hal terkait langkah organisasi ke depan akan dibahas secara khusus oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

    “Intinya nanti Rais Aam bersama-sama dengan Ketua Umum akan membicarakan lebih lanjut apa yang akan kita lakukan ke depan. Hari ini kita sudah kumpul, sudah bisa guyub, makan bareng, sholawatan. Alhamdulillah,” kata Gus Ipul.

    Saat ditanya terkait agenda Muktamar NU dan dinamika struktural PBNU, Gus Ipul menegaskan bahwa semua itu akan disampaikan pada waktunya.

    “Soal muktamar nanti akan dibicarakan lebih lanjut. Kapan waktunya, juga belum bisa dipastikan. Tunggu penjelasan dari Kiai Miftachul Akhyar,” ujarnya.

    Pertemuan ini dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh, serta sejumlah tokoh dan pengurus PBNU dari unsur Syuriyah dan Tanfidziyah, turut hadir juga KH Anwar Mansyur dan KH Idris Hamid. (tok/but)

  • Peras Pengusaha Tambak, Oknum Pemred Media Online Terjaring OTT di Probolinggo

    Peras Pengusaha Tambak, Oknum Pemred Media Online Terjaring OTT di Probolinggo

    Probolinggo (beritajatim.com) – Dunia pers di Probolinggo tercoreng. Seorang pemimpin redaksi (pemred) media online di Kabupaten Probolinggo, berinisial JD (50), terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) anggota Polsek Kraksaan. Ia diduga kuat melakukan pemerasan terhadap pemilik tambak udang dengan modus ancaman aksi demonstrasi warga.

    OTT dilakukan di sebuah kafe di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (27/12/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Selain JD, polisi juga mengamankan MR (60). Keduanya diketahui berasal dari Dusun Karanganyar, Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan.

    Korban dalam kasus ini adalah Andhika Reza Putra (36), warga Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, sekaligus pemilik tambak udang di Desa Asembakor.

    Kanit Reskrim Polsek Kraksaan, Iptu Djuwantoro Setyowadi, mengungkapkan bahwa dugaan pemerasan bermula dari komunikasi JD kepada korban pada Jumat (26/12/2025). Dalam komunikasi tersebut, JD menyampaikan akan ada aksi demonstrasi warga di sekitar tambak udang milik korban dengan dalih tuntutan kompensasi pencemaran lingkungan.

    Namun, ancaman tersebut disertai “solusi”. Keesokan harinya, korban kembali dihubungi dan diberi tawaran bahwa aksi demonstrasi bisa dibatalkan dengan syarat korban menyerahkan uang sebesar Rp5 juta.

    “Uang tersebut disebut akan diberikan kepada warga. Korban merasa tertekan dan akhirnya melapor kepada kami,” ujar Iptu Setyo.

    Mendapat laporan itu, polisi langsung melakukan pengembangan dan pengintaian. Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas mendatangi lokasi pertemuan yang telah disepakati pelaku dan korban.

    “Setelah proses penyerahan uang selesai dan kami pastikan uang itu sudah diterima oleh JD, petugas langsung melakukan OTT. Keduanya langsung kami amankan,” tegasnya.

    Kedua terduga pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Kraksaan untuk pemeriksaan intensif. Polisi masih mendalami peran masing-masing, termasuk kemungkinan adanya modus serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.

    Kasus ini menyita perhatian publik lantaran melibatkan pimpinan media online yang semestinya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Alih-alih menjalankan fungsi kontrol sosial, profesi pers justru diduga digunakan sebagai alat tekanan demi keuntungan pribadi. (ada/but)

  • Silaturahim PBNU di Surabaya: Gus Yahya dan Gus Ipul Perkuat Kebersamaan Pasca-Islah Lirboyo

    Silaturahim PBNU di Surabaya: Gus Yahya dan Gus Ipul Perkuat Kebersamaan Pasca-Islah Lirboyo

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan hasil pertemuan penting antara jajaran Syuriah dan Tanfidziyah di kediaman Rais Aam, KH Miftahul Akhyar, Surabaya, pada Minggu (28/12/2025).

    Pertemuan yang berlangsung selama empat jam ini bertujuan untuk memperkuat kembali ikatan batin pengurus setelah konflik internal yang sempat terjadi, terutama sebelum momentum islah di Lirboyo.

    “Alhamdulillah silaturahim ini adalah momentum untuk mengukuhkan apa yang telah disepakati di Lirboyo pada hari Kamis yang lalu. Secara batin kita kukuhkan dengan silaturahim ini,” ujar Gus Yahya dalam pertemuan tersebut.

    Gus Yahya juga menegaskan bahwa segala perselisihan yang sempat mencuat di tubuh PBNU kini sudah dianggap selesai dan menjadi bagian dari masa lalu. Dengan tegas, ia mengatakan, “Semua hal yang kemarin menjadi persoalan kita anggap sudah lewat, sudah tidak ada, dan kita kembali lagi kepada kebersamaan. Saya kira itu ya.”

    Selain itu, ia menambahkan bahwa PBNU akan kembali melangkah bersama, dengan jajaran struktural organisasi yang solid seperti sedia kala. “Kembali bersama seperti semula,” ujarnya menegaskan.

    Sekjen PBNU, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), turut menyampaikan bahwa suasana dalam tubuh struktural PBNU hari ini sudah kembali harmonis dan guyub. “Alhamdulillah hari ini sudah kumpul kita, sudah guyup, makan bersama, solawatan. Dan nanti ke depannya seperti apa, tunggu saja penjelasan dari Kiai Miftahul Akhyar dan Gus Yahya,” kata Gus Ipul.

    Terkait dengan strategi perumusan struktural PBNU ke depan, Gus Ipul menyebutkan bahwa hal tersebut akan dirumuskan lebih lanjut, dan hasilnya akan disampaikan langsung oleh KH Miftahul Akhyar dan Gus Yahya pada saat yang tepat.

    Ke depan, PBNU dipastikan akan melanjutkan langkah bersama, dengan memperkuat kebersamaan dalam menjaga ikatan organisasi yang telah terjalin selama ini. Silaturahim ini menjadi bukti bahwa meskipun ada tantangan di masa lalu, semua pihak kini berkomitmen untuk melangkah maju bersama dalam menjaga keharmonisan dan solidaritas di tubuh PBNU. [rma/suf]

  • Pembunuhan Tragis di Situbondo, Keluarga Tunggu Kedatangan Ayah Kandung Korban

    Pembunuhan Tragis di Situbondo, Keluarga Tunggu Kedatangan Ayah Kandung Korban

    Situbondo (beritajatim.com) – Keluarga korban pembunuhan satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, saat ini tengah menunggu kedatangan B, ayah kandung salah satu korban, yang sedang berada di Maluku.

    B, melalui sepupunya Pangki, meminta agar jenazah anaknya, UR alias N, tidak dimakamkan terlebih dahulu sampai ia tiba di Situbondo. “aya tinggal di Desa Besuki. Saya masih sepupu bapaknya korban UR alias N,” kata Pangki, saat ditemui di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Minggu, 28 Desember 2025.

    Pangki menceritakan bahwa ia pertama kali mendengar kabar tragis ini dari tetangga korban melalui telepon. Ia segera menghubungi B yang saat itu sedang bekerja di Maluku. “Dia bilang jenazah jangan dikebumikan dulu. Sekarang dia masih dalam perjalanan ke Situbondo, kemungkinan baru sampai besok siang, untuk melihat anaknya untuk terakhir kalinya,” ujar Pangki.

    Selain itu, B juga meminta agar jenazah UR alias N dimakamkan di wilayah Besuki. Namun, mengenai kronologi pembunuhan ini, Pangki mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia hanya mendapat kabar bahwa ayah tiri korban diduga membunuh istri dan anak tirinya, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri di kamar mandi.

    Namun, Pangki menegaskan bahwa informasi ini masih sebatas kabar yang diterimanya, bukan hasil penyelidikan resmi. “Saya tidak tahu apakah sebelumnya ada cekcok atau masalah rumah tangga, karena saya tinggalnya jauh. Saya kaget dengar kabar ini, benar-benar nggak nyangka,” ungkap Pangki.

    Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif terkait pembunuhan tersebut. Polisi belum memberikan kesimpulan resmi terkait pelaku, motif, maupun kronologi kejadian, dan masih menunggu hasil penyidikan serta autopsi.

    Polres Situbondo mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih lanjut dan menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum. [awi/suf]

  • Kondisi Psikologis dan Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo

    Kondisi Psikologis dan Ekonomi Diduga Jadi Pemicu Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo

    Situbondo (beritajatim.com) – Peristiwa tragis terjadi di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang merenggut nyawa tiga orang dalam satu keluarga, Minggu (28/12/2025).

    Pembunuhan ini masih dalam penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian, yang kini berfokus pada olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan bukti-bukti.

    Kepala Desa Demung, Aguk Prayogi, membenarkan adanya pembunuhan di wilayahnya. Tiga jenazah yang ditemukan di rumah korban masing-masing bernama MH (58), H sebagai ayah tiri, S (38) yang merupakan istri, dan UR (20) alias N, anak perempuan.

    Aguk Prayogi menyampaikan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti kronologi maupun cara pembunuhan tersebut. “Ketiga jenazah telah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo,” ungkapnya.

    Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menambahkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan olah TKP untuk mengungkap kasus ini. “Masih lidik dan olah TKP. Sebentar lagi akan kami umumkan secara resmi,” ujarnya.

    Sementara itu, warga sekitar mulai membicarakan peristiwa tersebut, meskipun berbagai informasi simpang siur beredar di masyarakat. Salah satu tetangga korban, YZ (35), warga Desa Demung, mengungkapkan bahwa ada dugaan faktor ekonomi dan kondisi psikologis sebagai pemicu tragedi tersebut.

    “Katanya bapak itu (MH) pendatang dari Madura. Sempat gagal nyalon kepala desa di sana dan sering bertengkar dengan istrinya. Bahkan sebelum kejadian, mereka sudah lama pisah ranjang,” ujar YZ.

    Namun demikian, polisi menegaskan bahwa semua informasi yang beredar masih dalam tahap verifikasi dan belum bisa dijadikan fakta hukum yang pasti. Penyidik terus mendalami motif serta kronologi kejadian ini, termasuk memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap lebih lanjut siapa yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.

    Pihak kepolisian Situbondo mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu cepat menyebarkan informasi yang belum diverifikasi dan akan segera memberikan keterangan lebih lanjut setelah proses penyelidikan selesai dilakukan. [awi/suf]

  • Hujan Disertai Angin, Pohon Trembesi Tumbang Timpa Pengendara Motor di Dlanggu Mojokerto

    Hujan Disertai Angin, Pohon Trembesi Tumbang Timpa Pengendara Motor di Dlanggu Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor di Jalan Raya Desa Sroyo, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (28/12/2025). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pelajar mengalami luka ringan.

    Pohon jenis trembesi tersebut tumbang menimpa sepeda motor nopol S 5719 NAI yang dikendarai RR (17), pelajar SMAN 1 Kutorejo, warga Desa Sroyo, Kecamatan Dlanggu. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lecet di bagian lengan dan pelipis karena tertimpa dahan dan ranting pohon.

    Kapolsek Dlanggu AKP Aminun menjelaskan, peristiwa pohon tumbang terjadi sekitar pukul 15.15 WIB saat wilayah tersebut diguyur hujan deras disertai angin kencang. “Saat kejadian, pohon tumbang menimpa sepeda motor yang sedang melintas di lokasi,” ungkapnya.

    Diduga pohon tumbang karena sudah tua dan lapuk. Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan di bagian kening dan segera mendapatkan penanganan medis. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Dlanggu untuk mendapatkan perawatan. Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara.

    “Terutama ketika hujan deras disertai angin kencang. Kami mengimbau masyarakat untuk berteduh dan tidak nekat melanjutkan perjalanan saat hujan angin. Hujan angin sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor maupun mobil,” ujarnya.

    Dalam kejadian tersebut, lanjutnya, hanya terdapat satu pohon yang dilaporkan tumbang. Pihaknya berharap tidak ada pohon lain yang berpotensi tumbang, khususnya di wilayah hukum Polsek Dlanggu. Sementara petugas dan warga mengevakuasi pohon tumbang. [tin/suf]