Author: Beritajatim.com

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 29 Desember 2025

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 29 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Senin, 29 Desember 2025.

    “Sejumlah wilayah di Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga disertai petir hari ini. Untuk suhu, antara 25°C hingga 32°C. Sedangkan kelembabannya antara 61%-94%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Minggu (28/12/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut cuaca di sejumlah wilayah Kota Surabaya tampak hujan ringan pada sore hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Dukuh Pakis, Gayungan, Gubeng, Jambangan, Rungkut, Asemrowo, Karangpilang, Sambikerep, dan Sawahan. Adapun selebihnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 25°C – 32°C
    Kelembapan: 61% – 94%
    Kecepatan angin: 7,8 Km/jam dari arah Barat Laut.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Sidoarjo diprediksi turun hujan ringan sekitar pukul 13.00—15.00 WIB. Termasuk di Kecamatan Buduran, Gedangan, Sukodono, Sedati, Taman, dan Waru. Adapun selebihnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 25°C – 32°C
    Kelembapan: 62%-93%
    Kecepatan angin: 4,3 km/jam dari arah Barat Laut.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, hanya beberapa wilayah di Gresik yang akan diguyur hujan hari ini. Termasuk di antaranya seperti Kecamatan Dukun dan Sidayu yang tampak hujan pada Senin sore. Selebihnya cuaca cenderung cerah di siang hari dan berawan saat malam.

    Suhu udara: 26°C – 31°C
    Kelembapan: 63% – 87%
    Kecepatan angin: 18 km/jam dari arah Barat.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. (fyi/aje)

  • Kronologi Lengkap Sengketa Rumah dan Tanah Nenek Elina dan Samuel

    Kronologi Lengkap Sengketa Rumah dan Tanah Nenek Elina dan Samuel

    Surabaya (beritajatim.com) – Sengketa tanah antara lansia Surabaya bernama Elina (80) dengan seorang pria bernama Samuel kian meruncing. Masing-masing pihak mengaku sebagai pemilik sah tanah di Dukuh Kuwukan 27 berdasarkan surat yang dimiliki.

    Kuasa Hukum Nenek Elina, Willem Mintarja menjelaskan sosok Elisa yang kerap disebut Samuel sebagai orang yang menjual tanah Dukuh Kuwukan 27 itu merupakan kakak kandung dari Elina. Sejak tahun 2011 Elina, Elisa, Iwan beserta istri dan anak sudah menempati rumah di Dukuh Kuwukan 27 itu.

    “Tahun 2017 bu Elisa meninggal dunia. Klien saya merasa tidak pernah menjual tanah ke siapapun. Baru pada 5 Agustus 2025 malam kemarin, datang SM dan mengaku seolah-olah pernah membeli tanah dari bu Elisa pada tahun 2014,” kata Willem.

    Willem mengatakan, keluarga nenek Elisa sama sekali tidak mengetahui siapa SM. Walaupun Samuel mengaku membeli tanah Dukuh Kuwukan 27 itu lewat Elisa, namun sejak tahun 2014 hingga 2025 pria yang pernah bekerja di agen properti itu sama sekali tidak menunjukan bukti pembelian.

    “Tiba-tiba tanggal 7 Agustus 2025 ada pengusiran secara paksa. Ibu Elina beserta keluarganya tidak diperbolehkan untuk masuk kembali ke rumah yang sudah ditinggali sejak 2011 itu,” imbuh Willem.

    Willem mengaku menemukan Akta Jual Beli (AJB) tanah Dukuh Kuwukan 27 itu tertanggal 24 September 2025.

    Menurut Willem, ada kejanggalan terhadap AJB yang ia temukan. Nama penjual dan pembeli dalam AJB itu adalah nama Samuel. Selain itu, Willem juga mendapati jika letter C yang sebelumnya atas nama Elisa baru dicoret pada 24 September 2025.

    “Pencoretan itu seharusnya mengajak ahli waris. Namun, karena memang tanah itu ga pernah dijual maka ahli waris ga ada yang tahu (pencoretan),” jelasnya.

    Sementara itu dalam video bersama Cak Sholeh, Samuel mengungkap jika pada tahun 2014 dirinya sudah membeli tanah Dukuh Kuwukan 27 dengan menggunakan jasa notaris Dedik Wijaya.

    Ia mengaku jika Elisa pernah meminta izin untuk tinggal di rumah yang sudah dijual. Permintaan Elisa pun dipenuhi oleh Samuel.

    “Tapi tahun 2014 itu tante Elisa tinggal bersama Sari dan Mira. Tidak ada Nenek Elina. Tahun 2017 tante Elisa meninggal dunia,” kata Samuel.

    Pada awal Agustus 2025, Samuel datang ke pengurus RT Dukuh Kuwukan dengan membawa berbagai berkas yang akan digunakan untuk balik nama. Namun, saat itu pihak RT meminta Samuel untuk menyelesaikan terlebih dahulu dengan penghuni aset.

    “Saya datang ke rumah dan ditemui oleh Iwan. Saya berpikir akan terjadi keributan, saya memang mengajak YS teman saya. Saat itu saya sampaikan jika tanah akan saya gunakan. Sehingga saya minta agar dikosongkan,” terang Samuel.

    Samuel mengaku saat itu dirinya diminta menunggu hingga pukul 5 sore. Namun, ia mengklaim malah dilaporkan ke Polsek setempat karena dianggap berbuat gaduh. Pada tanggal 6 Agustus, Samuel kembali ke Dukuh Kuwukan 27 untuk menemui Nenek Elisa dan Ibu Joni.

    Dari keterangan Samuel, Nenek Elisa dan Ibu Joni saat itu tidak menunjukan surat kepemilikan dengan alasan dicuri. Menurut Samuel, Kedua perempuan itu juga tidak bisa menunjukan surat ahli waris atas tanah tersebut.

    “Saya mengajak pak RT saat itu dan disitu ternyata pak RT bilang sudah dari beberapa tahun lalu dimintai surat ahli waris namun tidak diberikan. Saya juga sudah menawarkan tempat tinggal yang layak di Jelidro. Saya sewakan. Tawaran itu sebelum pengosongan,” jelas Samuel.

    Kini perseteruan antara nenek Elisa dan Samuel tengah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Elina resmi melaporkan dugaan pengeroyokan dan pengrusakan rumah ke pihak kepolisian. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

    “Sampai hari ini sudah enam saksi yang kami periksa,” kata Direktur reserse kriminal umum (Dirkrimum) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Widi Atmoko.

    Dari hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian, Widi menjelaskan jika kasus dugaan pengrusakan dan pengeroyokan yang dilaporkan Elina sudah masuk tahap penyidikan.

    “Kami sudah yakini perbuatan pidananya ada. Sehingga kasusnya naik menjadi penyidikan. Saya pastikan kami menangani kasus ini secara profesional dan sesuai prosedur yang ada,” tegas Widi. (ang/ted)

  • DPRD: Stop Jadikan Konflik Warga Surabaya sebagai Konten Medsos

    DPRD: Stop Jadikan Konflik Warga Surabaya sebagai Konten Medsos

    Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi A DPRD Surabaya Mohammad Saifuddin melontarkan sikap keras terhadap pihak-pihak yang menjadikan konflik warga sebagai konten media sosial (medsos).

    Dia menilai kebiasaan tersebut memperbesar persoalan dan merusak keteduhan Surabaya sebagai kota yang menjunjung kerukunan.

    “Selama konflik rakyat dijadikan konten di media sosial, konflik kecil akan membesar dan konflik besar makin menggunung,” kata Saifuddin, Minggu (28/12/2025),

    Saifuddin menegaskan Surabaya bukan ruang bebas untuk adu domba antarwarga. Dia meminta semua pihak menghentikan narasi yang memicu kegaduhan dan perpecahan sosial.

    “Stop mengadu domba karena Surabaya adalah kota teduh, bukan kota gaduh. Kita ini seduluran saklawase,” ujar mantan aktivis PMII ini

    Dia mengingatkan banyak persoalan besar di Surabaya tidak pernah selesai lewat konten media sosial. Menurut dia, penyelesaian konflik harus dilakukan melalui jalur hukum dan kewenangan pemerintah.

    “Kasus penahanan ijazah itu bisa selesai karena mengedepankan hukum, bukan karena konten,” ucap legislator Demokrat ini.

    Saifuddin juga menyinggung kasus parkiran di kawasan Petra Manyar yang sempat memicu protes warga. Dia menyebut penyelesaian akhirnya dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

    “Pada akhirnya wali kota yang menyelesaikan semuanya. Terima kasih kepada wali kota, kadang beliau tidak ikut makan tapi dipaksa untuk cuci piring,” katanya.

    Foto: Anggota Komisi A DPRD Surabaya Mohammad Saifuddin.

    Untuk mencegah konflik meluas dan mengganggu kondusivitas kota, Komisi A DPRD Surabaya akan melakukan kajian internal.

    Dia membuka peluang pemanggilan pihak-pihak terkait agar persoalan tidak berkembang ke arah yang lebih luas, termasuk Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji atau Cak Ji.

    “Kami akan kaji di internal Komisi A dan jika dimungkinkan akan memanggil pihak-pihak terkait, termasuk wakil wali kota, agar konflik ini tidak melebar dan Surabaya tetap damai, guyub, dan rukun,” tutup Saifuddin.[asg/aje]

  • BRB 2025 Ponorogo: Ketika PSHT Pusat Madiun Merajut Doa, Budaya, dan Persaudaraan

    BRB 2025 Ponorogo: Ketika PSHT Pusat Madiun Merajut Doa, Budaya, dan Persaudaraan

    Ponorogo (beritajatim.com) – Alun-alun Ponorogo, Minggu (28/12/2025), tidak sekadar menjadi ruang publik. Ia menjelma menjadi hamparan doa, tempat ribuan warga Persaudaraan Setia Hati Terate Pusat Madiun merajut persaudaraan dalam gelaran Bumi Reog Berdzikir (BRB) 2025. Berbalut busana hitam khas PSHT, ribuan peserta larut dalam lantunan zikir dan refleksi kebangsaan.

    BRB tidak hanya menjadi agenda ritual tahunan. Ia tumbuh sebagai penanda bahwa spiritualitas, budaya, dan persaudaraan masih menemukan ruang bertemu di tengah ujian bangsa, mulai dari bencana alam hingga tantangan persatuan.

    Hadir dalam kegiatan ini, Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional sekaligus Ketua Pembina PSHT, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, yang menekankan bahwa kekuatan utama PSHT terletak pada nilai persaudaraan.

    “Yang paling menonjol di PSHT adalah persaudaraan. Ini yang harus terus kita kuatkan,” kata Dudung.

    Menurut Dudung, persaudaraan bukan sekadar jargon organisasi, melainkan fondasi untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang lahir dari keberagaman.

    “Indonesia lahir dari perbedaan dan disatukan oleh persaudaraan. PSHT harus hadir menjaga itu,” tegasnya.

    Dalam suasana khidmat BRB 2025, Dudung juga mengajak seluruh warga PSHT Pusat Madiun menundukkan kepala, mengirimkan doa untuk para korban bencana di berbagai daerah, termasuk Sumatra dan Aceh. Pesan empati menjadi penekanan penting dalam sambutannya.

    “Kita tidak boleh merasa paling berjasa. Semua saudara kita patut dibantu,” ujarnya.

    Semangat menjaga marwah organisasi turut disampaikan Ketua Umum PSHT Pusat Madiun, Moerdjoko. Dia menegaskan bahwa BRB bukan sekadar agenda seremonial, melainkan cermin sikap PSHT sebagai bagian dari bangsa.

    “BRB momentum luar biasa untuk mempererat persaudaraan dan menunjukkan PSHT peduli pada negara,” ucapnya.

    Sebagai tuan rumah, Ketua PSHT Cabang Ponorogo Pusat Madiun, Komarudin, menyebut BRB 2025 sebagai pelaksanaan keenam, setelah sempat terhenti akibat pandemi. Dia menaruh harapan besar agar BRB terus menjadi ruang pemersatu.

    “Kami berharap BRB membawa keberkahan, keguyuban, dan kerukunan,” katanya.

    BRB 2025 mengusung tema “Mewujudkan Sinergitas Budaya dan Religi dalam Bingkai Persaudaraan”. Komarudin memastikan agenda ini akan kembali digelar pada 31 Desember 2026, dengan persiapan yang lebih matang.

    “Kami mengajak warga PSHT mempersiapkan diri, baik mental maupun spiritual,” tambahnya.

    Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengapresiasi konsistensi PSHT dalam menjaga tradisi doa bersama di tengah berbagai bencana dan tantangan sosial.

    “Meski berpanas-panasan, semangat kebersamaan luar biasa. Semoga membawa keberkahan bagi Ponorogo dan Indonesia,” pungkasnya.

    Di bawah langit Ponorogo, BRB 2025 kembali menegaskan satu pesan, yakni ketika budaya dan religi disatukan oleh persaudaraan, doa tidak hanya menggema di udara, tetapi juga mengakar dalam kebersamaan. [end/aje]

  • Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Jombang, Atap Beterbangan di Tengah Hujan Deras

    Angin Kencang Rusak Belasan Rumah di Jombang, Atap Beterbangan di Tengah Hujan Deras

    Jombang (beritajatim.com) – Desa Carangrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilanda angin kencang yang disertai hujan deras pada Minggu petang (28/12/2025). Kejadian ini menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan pepohonan tumbang. Menurut laporan, bencana ini berlangsung cepat, menciptakan suasana seperti “kiamat kecil” di desa tersebut.

    Angin kencang yang datang dari timur laut ini berputar-putar hingga menyerupai puting beliung. Kejadian ini berlangsung singkat namun cukup mengkhawatirkan, karena menyapu sejumlah rumah warga yang ada di desa tersebut.

    “Awalnya hujan deras sekitar pukul 16.00 WIB. Tak lama kemudian, angin kencang menyerupai puting beliung menerjang desa kami dan merusak belasan rumah,” kata Wiwin Rohadi, salah seorang warga setempat.

    Dalam waktu singkat, warga desa panik dan berlarian mencari tempat aman. Namun, kondisi ini tidak berlangsung lama. Hujan reda, dan angin kembali normal. “Angin berputar-putar, putih warnanya. Kami tak tahu harus berbuat apa,” imbuhnya. Meski menakutkan, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa atau luka-luka.

    Sekitar 15 rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan angin kencang tersebut. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan ringan, seperti atap genteng dan asbes yang terlepas. Namun, ada juga yang lebih parah, di mana atap rumah hilang terbawa angin.

    “Yang parah ada tiga rumah, seluruh atap rumah amblas hilang terbang terbawa angin. Bangunan atapnya juga rontok,” jelas Wiwin.

    Petugas dari BPBD Jombang telah turun ke lokasi untuk membantu warga terdampak. Selain itu, petugas juga melakukan pendataan kerusakan yang terjadi. “Kami meminta warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujar Syamsul Bahri, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jombang. [suf]

  • Pohon di Jalan Raya Bypass Mojokerto Tumbang, Jalur Surabaya-Jombang Sempat Tertutup

    Pohon di Jalan Raya Bypass Mojokerto Tumbang, Jalur Surabaya-Jombang Sempat Tertutup

    Mojokerto (beritajatim.com) – Angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang Jalan Raya Bypass Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (28/12/2025). Akibatnya sebagian akses jalan Surabaya-Jombang tersebut tertutup.

    Pohon tumbang terjadi sekitar pukul 14.10 WIB. Berdasarkan laporan masyarakat setempat, pohon jenis kesono dengan diameter sekitar 40 hingga 50 sentimeter tumbang akibat terpaan angin kencang. Pohon tumbang sempat menghalangi sebagian badan jalan dan mengganggu arus lalu-lintas.

    Selain menutup akses jalan, tumbangnya pohon juga mengakibatkan kabel Penerangan Jalan Umum (PJU) tertimpa serta merusak atap bangunan fasilitas umum berupa pos kamling. Kerusakan pada atap pos kamling diperkirakan mencapai ukuran sekitar 2 x 2 meter persegi.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, usai menerima laporan, BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan dan unsur terkait langsung menuju lokasi pohon tumbang.

    “BPBD Kabupaten Mojokerto bersama relawan dan unsur terkait langsung menuju lokasi pohon tumbang untuk melakukan evakuasi pohon tumbang yang menutup badan jalan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Proses penanganan melibatkan sejumlah pihak terkait,” ungkapnya.

    Diantaranya, petugas BPBD Kabupaten Mojokerto, Polsek Mojoanyar, Koramil Mojoanyar, relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Mojokerto, serta warga sekitar. Untuk penanganan darurat kerusakan fasum, BPBD juga memberikan bantuan berupa satu lembar terpal.

    “Sekira pukul 16.20 WIB, pohon tumbang berhasil dievakuasi dan arus lalu-lintas di Jalan Raya Bypass Desa Lengkong kembali normal dan lancar. Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang, terutama di wilayah dengan banyak pepohonan besar di sekitar jalan raya,” tegasnya. [tin/but]

  • Hujan Angin Robohkan Kandang Ayam Milik BUMDes di Kutorejo Mojokerto

    Hujan Angin Robohkan Kandang Ayam Milik BUMDes di Kutorejo Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Angin kencang disertai hujan intensitas sedang hingga lebat terjadi di Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Akibatnya, bangunan kandang ayam milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payungrejo roboh diterjang angin kencang.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, saat kejadian wilayah Kabupaten Mojokerto dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 15–17 knot.

    Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan, angin kencang menyebabkan bangunan kandang ayam roboh dan terhempas. Selain faktor cuaca ekstrem, kejadian tersebut juga diduga dipengaruhi oleh kegagalan struktur bangunan.

    Kondisi kandang ayam di Desa Payungrejo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto usai diterjang angin kencang. [Foto; ist]“Akibat angin kencang, kandang ayam milik BUMDes Desa Payungrejo roboh. Dugaan sementara selain cuaca ekstrem, juga ada faktor gagal struktur bangunan. Kandang ayam yang roboh memiliki luas sekitar 4 x 28 meter persegi dan di dalamnya terdapat sekitar 700 ekor ayam petelur,” ungkapnya, Minggu (28/12/2025).

    Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material masih dalam proses pendataan oleh petugas. Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Mojokerto langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta berkoordinasi pihak terkait.

    “Bersama Plt Camat Kutorejo, perangkat desa setempat, dan warga sekitar, kami lakukan evakuasi. Dihimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi, terutama hujan disertai angin kencang, serta memastikan kondisi bangunan agar lebih aman dan kokoh,” tegasnya. [tin/but]

  • Open BO Tidak Bisa Bayar, Warga Pasuruan Bunuh Wanita Usai Kencan

    Open BO Tidak Bisa Bayar, Warga Pasuruan Bunuh Wanita Usai Kencan

    Malang (beritajatim.com) – Seorang wanita berinisial SM (23) warga Sukun, Kota Malang, dibunuh oleh Musa Krisdianto Warorowai (29) warga Sukorejo, Pasuruan. Pembunuhan dilakukan di sebuah rumah kos di Jalan Ikan Gurami Nomor 19 RT 6 RW 6 Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pada Sabtu (27/12/2025) malam.

    Motif di balik pembunuhan ini karena pelaku kesal SM lantaran tidak sesuai dengan foto profil. Sekaligus pelaku tidak bisa membayar layanan kencan online ini. Pelaku dan korban sebelumnya telah menjalin kesepakatan Rp200 ribu untuk sekali kencan.

    “Setelah transaksi berlanjut, melakukan hubungan di rumah kos atau rumah kontrakan tersangka. Dalam transaksi, disepakati harganya di angka Rp 200 ribu,” kata Penasihat Hukum (PH) tersangka, Guntur Putra Abdi Wijaya, Minggu, (28/12/2025).

    Cekcok antara kedua pihak diawali saat pelaku enggan membayar korban dengan alasan SM tidak sesuai dengan foto profil di aplikasi kencan online. Pelaku sempat menjaminkan handphone pada korban. Namun korban mengancam lapor ke warga jika tidak diberi uang.

    “Karena tidak bisa bayar, akhirnya diganti dengan HP sebagai jaminan. Tetapi si korban menolak dan mengancam kalau tidak dikasih uang, maka akan dilaporkan ke warga sekitar,” ujar Guntur.

    Setelah diancam dilaporkan ke warga sekitar, Musa mulai panik dan mengambil pisau di dapur. Hanya dalam hitungan menit, pelaku langsung menyerang korban dengan cara menusuk dari belakang tepat pada bagian leher korban.

    “Pakai pisau dapur, ditusuk berkali-kali sampai mengenai wajah korban hingga akhirnya korban meninggal dunia. Tersangka ini menghabisi korban secara spontan,” ujar Guntur.

    Sebelumnya, Romadhon warga sekitar yang menjadi saksi menuturkan bahwa terdengar jeritan wanita di malam nahas itu. Dengan jelas Romadhon bersama istrinya mendengar jeritan SM yang ternyata menjadi korban pembunuhan dengan pelaku Musa Krisdianto Warorowai berusia 29 tahun warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

    “Awalnya saya pikir suara orang bertengkar, ternyata suara perempuan berteriak minta tolong. Selanjutnya, warga berdatangan dan langsung masuk serta mendobrak rumah kos tersebut. Pelaku membawa sajam, warga kaget dan belum berani menangkapnya,” kata Romadhon, Minggu, (28/12/2025).

    Pelaku sempat berusaha kabur ke arah gang perumahan yang berada di samping rumah kos. Warga awalnya fokus naik ke lantai dua melihat korban yang saat itu masih hidup namun ditemukan banyak luka tusuk disejumlah bagian tubuh.

    “Saat warga naik ke lantai dua, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka di bagian dada dan sepertinya luka ditusuk oleh pelaku. Untuk kondisi korban, saat ditemukan oleh warga masih hidup. Namun karena lukanya yang parah, akhirnya tak berselang lama korban meninggal di lokasi kejadian,” ujar Romadhon.

    Warga kemudian mengejar pelaku beberapa warga lainnya melapor ke Polsek Lowokwaru. Dan akhirnya pelaku ditemukan di di sebelah tandon bertutup banner di salah satu rumah warga. Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polresta Malang Kota. (luc/but)

     

  • Warga Dengar Teriakan Terakhir Wanita Korban Pembunuhan di Kota Malang

    Warga Dengar Teriakan Terakhir Wanita Korban Pembunuhan di Kota Malang

    Malang (beritajatim.com) – Perempuan berinisial SM (23 tahun) menjadi korban pembunuhan di sebuah rumah kos di Jalan Ikan Gurami Nomor 19 RT 6 RW 6 Kelurahan Tunjungsekar Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Dia ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (27/12/2025) malam sekira pukul 22.15 WIB.

    Romadhon warga sekitar yang menjadi saksi menuturkan bahwa terdengar jeritan wanita di malam nahas itu. Dengan jelas Romadhon bersama istrinya mendengar jeritan SM yang ternyata menjadi korban pembunuhan dengan pelaku Musa Krisdianto Warorowai berusia 29 tahun warga Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

    “Awalnya saya pikir suara orang bertengkar, ternyata suara perempuan berteriak minta tolong. Selanjutnya, warga berdatangan dan langsung masuk serta mendobrak rumah kos tersebut. Pelaku membawa sajam, warga kaget dan belum berani menangkapnya,” kata Romadhon, Minggu (28/12/2025).

    Pelaku sempat berusaha kabur ke arah gang perumahan yang berada di samping rumah kos. Warga awalnya fokus naik ke lantai dua melihat korban yang saat itu masih hidup namun ditemukan banyak luka tusuk di sejumlah bagian tubuh.

    “Saat warga naik ke lantai dua, korban ditemukan dalam kondisi tengkurap dengan luka di bagian dada dan sepertinya luka ditusuk oleh pelaku. Untuk kondisi korban, saat ditemukan oleh warga masih hidup. Namun karena lukanya yang parah, akhirnya tak berselang lama korban meninggal di lokasi kejadian,” ujar Romadhon.

    Warga kemudian mengejar pelaku beberapa warga lainnya melapor ke Polsek Lowokwaru. Pelaku akhirnya ditemukan di di sebelah tandon bertutup banner di salah satu rumah warga. Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polresta Malang Kota.

    Untuk korban langsung dibawa ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan motif Musa nekat membunuh SM secara tragis.

    “Saat ini, perkaranya telah ditangani lebih lanjut oleh Satreskrim Polresta Malang Kota,” ujar Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta. (luc/but)

  • Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Situbondo, Polres Autopsi 3 Jenazah

    Pembunuhan Sadis Sekeluarga di Situbondo, Polres Autopsi 3 Jenazah

    Bondowoso (beritajatim.com) – Polisi terus mendalami kasus pembunuhan sadis yang menewaskan satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Minggu, 28 Desember 2025.

    Sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan, Tim Inafis Polres Situbondo melakukan autopsi terhadap tiga jenazah korban, masing-masing MH (58), S (38), dan UR alias N (20). Autopsi dilaksanakan di Instalasi Forensik RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo pada Minggu malam.

    Pantauan di lokasi, sejumlah personel kepolisian terlihat mendatangi rumah sakit, termasuk Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, Kanit Pidum, serta jajaran penyidik lainnya. Proses autopsi dimulai sekitar pukul 18.25 WIB dan berlangsung hingga malam hari.

    Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan mengatakan, autopsi dilakukan untuk memperkuat hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang sebelumnya telah dilakukan oleh petugas.

    “Saat ini kami melaksanakan rangkaian penyelidikan lanjutan. Setelah melakukan olah TKP, kami tindak lanjuti dengan autopsi terhadap ketiga korban,” ujar AKP Agung Hartawan.

    Selain autopsi, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa pembunuhan tersebut. Di antaranya sebilah pisau yang diduga digunakan dalam kejadian itu, meski masih perlu pendalaman lebih lanjut.

    “Kami mengamankan pisau yang diduga sebagai alat, namun belum bisa kami pastikan. Selain itu, ada beberapa handphone serta rekaman CCTV yang akan kami kaji untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk,” jelasnya.

    Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menetapkan tersangka maupun memastikan motif pembunuhan.
    “Untuk pelaku belum ada yang kami curigai. Motifnya juga belum bisa kami pastikan. Oleh karena itu, kami masih berupaya maksimal melakukan berbagai langkah penyelidikan guna mengungkap kasus ini,” tegas AKP Agung.

    Polisi memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara menyeluruh dan profesional untuk mengungkap fakta di balik pembunuhan yang menggegerkan warga Situbondo tersebut. (awi/but)