Author: Beritajatim.com

  • IRT Asal Punung Tabrakan dengan Mobil di Jalur Pacitan–Solo, Begini Kronologinya!

    IRT Asal Punung Tabrakan dengan Mobil di Jalur Pacitan–Solo, Begini Kronologinya!

    Pacitan (beritajatim.com) – Nasib apes dialami seorang ibu rumah tangga asal Desa Gondosari, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan. Perempuan bernama Sri Wahyuni mengalami kecelakaan lalu lintas setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah mobil di jalur Pacitan–Solo.

    Peristiwa kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 05.45 WIB, tepatnya di Dusun Krajan I, Desa Sedeng, Kecamatan/Kabupaten Pacitan.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustav Yunastianto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat pengendara sepeda motor Honda Beat AE 4426 ZL melaju dari arah Sedeng menuju Pacitan.

    “Sesampainya di turunan, pengendara motor diduga kurang konsentrasi sehingga kehilangan kendali dan menabrak mobil Daihatsu Grandmax yang datang dari arah timur,” jelas Ipda Agustav.

    Mobil Daihatsu Grandmax bernopol AD 8539 AB tersebut dikemudikan oleh Eko Waluyo (47), warga Kabupaten Purbalingga.

    Akibat benturan tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka di bagian kepala. Meski demikian, korban dalam kondisi sadar dan langsung dievakuasi ke RSUD Pacitan untuk mendapatkan perawatan medis.

    “Sementara pengemudi mobil tidak mengalami luka,” pungkasnya. [tri/aje]

  • Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman: Berikut Fungsi, Tugas, dan Tujuannya

    Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman: Berikut Fungsi, Tugas, dan Tujuannya

    Surabaya Bentuk Satgas Anti Preman: Berikut Fungsi, Tugas, dan Tujuannya

  • Bertahun-tahun Hirup Bau Busuk, Warga Gandusari Blitar Ancam Blokade Jalan Menuju Peternakan Ayam

    Bertahun-tahun Hirup Bau Busuk, Warga Gandusari Blitar Ancam Blokade Jalan Menuju Peternakan Ayam

    Blitar (beritajatim.com) – Konflik antara warga dan perusahaan peternakan ayam di Dusun Bintang, Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, kian panas. Setelah bertahun-tahun dipaksa hidup berdampingan dengan bau busuk menyekat, kesabaran warga dari enam RT di Dusun Bintang akhirnya mencapai titik nadir.

    Ratusan warga tersebut nekat membentangkan poster berisi tuntutan soal pencemaran bau busuk yang ditimbulkan oleh peternakan ayam tersebut. Tak hanya itu warga juga mengancam akan memblokade jalan jika peternakan tersebut tak mampu menghilangkan bau busuk yang ditimbulkan.

    “Aksi berupa pemasangan banner protes, jika tidak didengarkan maka warga akan siap turun aksi melakukan blokade jalan,” ungkap Rifa’i perwakilan warga Ngaringan pada Senin (29/12/2025).

    Warga meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar tegas terhadap perusahaan peternakan ayam tersebut. Pasalnya, jauh sebelum ini sudah ada mediasi antara perusahaan, warga, DPRD dan juga Pemkab Blitar.

    Dalam mediasi itu ada kesepakatan soal penutupan sementara unit pengolahan limbah kotoran ayam yang menimbulkan bau busuk di lingkungan masyarakat selama 1 pekan. Kemudian pihak perusahaan diberikan waktu 1 bulan untuk mendatangkan alat pengolahan kotoran ayam yang lebih canggih dari luar negeri agar tidak menimbulkan bau busuk.

    Mediasi ini pun terjadi pada November 2025. Kini memasuki bulan Desember warga mendesak agar hasil mediasi itu dilaksanakan, jika tidak maka massa akan melakukan pemblokiran jalan menuju peternakan ayam itu.

    “Aksi demo akan berlangsung sampai pemerintah daerah turun untuk memberikan sanksi kepada pihak kombong (peternakan ayam),” tegasnya.

    Wahyunianto, perwakilan warga RT 03 RW 01 Dusun Bintang Desa Ngaringan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menggambarkan betapa menderitanya hidup di radius terdekat dari kandang. Bau busuk dari kotoran ayam menyerang udara pemukiman warga tanpa kenal waktu mulai pagi, sore, hingga malam hari.

    Dampaknya fatal bagi kualitas hidup. Warga melaporkan gejala fisik seperti mual dan pusing berkepanjangan.

    “Kami makan tidak nyaman, shalat tidak khusyuk karena bau menyengat, tidur pun terganggu. Ini sudah berlangsung lama dan tidak pernah ditangani serius,” keluh Wahyunianto.

    Mewakili aspirasi enam RT, Jaka Setiawan menegaskan bahwa pemasangan spanduk hanyalah peringatan awal. Warga memberikan tenggat waktu satu minggu bagi Pemkab Blitar dan manajemen peternakan ayam untuk memberikan solusi konkret dan menghentikan polusi bau tersebut.

    Jika dalam sepekan tidak ada tindakan nyata, warga bersumpah akan melumpuhkan operasional peternakan dengan cara mereka sendiri.

    “Kalau tetap tidak diindahkan, kami siap turun aksi lebih besar dan melakukan blokade jalan. Akses menuju kandang akan kami tutup total,” ancam Jaka.

    Sebelumnya, DPRD Kabupaten Blitar telah memanggil semua pihak dalam konflik lingkungan ini. Warga hingga perusahaan peternakan pun telah dipertemukan untuk mencari solusi atas permasalahan bau busuk kotoran ayam.

    Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, Anik Wahjuningsih, menjelaskan bahwa perusahaan tidak bisa lagi mengulur waktu. Pihak peternakan kini diberi tenggang waktu selama 1 pekan ke depan untuk menutup mesin pengolahan kotoran ayam.

    “Hari ini kita sudah klarifikasi ke perusahaan bahwa perusahaan tidak bisa serta merta menutup pengolahan kotoran ayam itu karena mereka masih mengupayakan alat agar mesin itu tidak menimbulkan bau. Alat itu didatangkan dari China dan Korea tapi warga tidak terima karena sampai kapan alat ini datang,” beber Anik pada Kamis (13/11/2025).

    Selain penutupan unit pengolahan limbah, DPRD juga menagih janji yang sebelumnya pernah diucapkan pihak peternakan kepada warga. Perusahaan diminta segera merealisasikan komitmennya untuk mengatasi polusi udara.

    “Penyelesaiannya tadi yakni menutup pengolahan limbah itu ditutup sementara sampai nanti alat yang dijanjikan itu datang dan tidak berbau lagi,” tegasnya waktu itu.

    DPRD Kabupaten Blitar pun meminta selama alat yang dijanjikan peternakan itu belum datang, maka pengoperasian pengolahan limbah kotoran ayam harus dihentikan sementara. Langkah ini sesuai dengan harapan masyarakat yang tidak ingin mengorbankan kesehatannya karena bau busuk yang keluar dari unit pengolahan kotoran ayam tersebut.

    “Keputusan ini diambil karena warga tadi ditanya mau diberi kompensasi uang ternyata tidak, mereka jawab bau yang dihirup oleh hidung ini tidak bisa ditutup oleh uang,” tandasnya. [owi/beq]

  • Gasak Laptop Pemberian Pemerintah Pusat, Polsek Purwosari Pasuruan Amankan 2 Remaja

    Gasak Laptop Pemberian Pemerintah Pusat, Polsek Purwosari Pasuruan Amankan 2 Remaja

    Pasuruan (beritajatim.com) – Aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Purwosari berhasil mengakhiri pelarian dua pelaku pembobolan sekolah dasar yang meresahkan warga belakangan ini. Penangkapan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan penyelidikan intensif terkait hilangnya inventaris penting milik negara di wilayah Kecamatan Purwosari.

    Tim buru sergap meringkus kedua tersangka yang teridentifikasi berinisial MH (19) dan DA (17) di wilayah hukum Pasuruan pada Minggu (28/12/2025). Keduanya diduga kuat sebagai aktor utama di balik aksi pencurian dengan pemberatan yang menyasar fasilitas pendidikan tersebut.

    “Unit Reskrim Polsek Purwosari telah berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP,” ujar Kapolsek Purwosari, Iptu Santy Wijaya.

    Aksi kriminal ini sebelumnya dilaporkan terjadi di SDN Sumberrejo II yang terletak di Dusun Kucur pada pertengahan Desember lalu. Pelaku melancarkan aksinya saat kondisi sekolah sedang sepi dengan cara merusak akses masuk gedung secara paksa.

    “Modus operandi yang digunakan pelaku adalah masuk ke dalam ruang guru dengan cara merusak pintu serta mencongkel gembok ruangan,” jelas Kapolsek Purwosari.

    Sejumlah barang berharga berupa satu unit laptop merk Advan dan proyektor Infocus yang disimpan di dalam lemari raib dibawa kabur oleh para tersangka. Akibat kejadian ini, pihak sekolah ditaksir mengalami kerugian materiil mencapai Rp14.105.000.

    Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Revo tanpa nomor polisi yang diduga digunakan sebagai sarana kejahatan. Barang bukti berupa jaket yang dikenakan pelaku saat beraksi juga turut dibawa ke markas kepolisian untuk keperluan penyidikan.

    “Para pelaku kini terancam hukuman pidana penjara yang cukup berat, bahkan bisa mencapai tujuh hingga sembilan tahun penjara karena ada unsur pemberatan,” tegas Santy.

    Saat ini petugas masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam aksi serupa di lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pasuruan. Polisi mengimbau pihak sekolah untuk meningkatkan pengamanan lingkungan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

    “Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur dan pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya merusak fasilitas pendidikan,” pungkas Santy. (Ada)

  • Rohaniwan dan Budayawan Romo Mudji Sutrisno Tutup Usia

    Rohaniwan dan Budayawan Romo Mudji Sutrisno Tutup Usia

    Jakarta (beritajatim.com) – Kabar duka kembali menyelimuti Indonesia. Tokoh nasional yang dikenal sebagai rohaniwan Katolik, filsuf, dan budayawan, Prof. Dr. Franciscus Xaverius (FX) Mudji Sutrisno, SJ, meninggal dunia pada Minggu (28/12/2025) pukul 20.43 WIB.

    Romo Mudji, sapaan akrabnya, menghembuskan napas terakhir dalam perawatan di RS St. Carolus, Jakarta, setelah mengalami sakit, dalam usia 71 tahun.

    “Para romo, bapak dan ibu sekalian, baru saja ada berita duka. Pastor Franciscus Xaverius Mudji Sutrisno, SJ dipanggil Tuhan malam ini 28 Desember 2025 pukul 20. 43 WIB di RS Carolus Jakarta karena sakit dalam usia 71 tahun,” kata Pastor Simon Lili Cahyadi, sebagaimana dilansir dari hidupkatolik.com.

    Setelah wafatnya Romo Mudji, rangkaian penghormatan terakhir dijadwalkan melalui Misa Requiem atau Misa Arwah yang akan dilaksanakan di Kapel Kolese Kanisius, Jakarta, pada 29 dan 30 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Girisonta, Ungaran, Jawa Tengah, pada Selasa (30/12/2025) pukul 21.00 WIB.

    Prosesi pemakaman akan digelar pada Rabu (31/12/2025). Upacara diawali dengan Ekaristi di Gereja Paroki pada pukul 10.00 WIB, sebelum jenazah dimakamkan di Taman Maria Ratu Damai, Girisonta.

    Romo Mudji lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954. Ia menempuh pendidikan doktoral di bidang filsafat di Universitas Gregoriana, Italia. Sepanjang perjalanan akademiknya, ia dikenal sebagai guru besar di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara serta menjadi dosen di sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

    Selain kiprahnya di dunia akademik dan gerejawi sebagai anggota Serikat Jesus (SJ), Romo Mudji juga aktif dalam ruang publik nasional. Ia pernah mengemban amanah sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2001–2003, sebelum memutuskan kembali fokus pada dunia pendidikan dan kebudayaan.

    Peran publik lainnya juga tercatat melalui keterlibatannya sebagai anggota Komisi Kebenaran dan Persahabatan pada 2005–2006, serta sebagai bagian dari tim penilai Penghargaan Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia. Komitmennya terhadap literasi dan kebudayaan diwujudkan secara konkret melalui pendirian dan perannya sebagai kurator Borobudur Writers & Cultural Festival (BWCF).

    Sebagai seniman, Romo Mudji dikenal produktif menghasilkan karya yang memadukan spiritualitas, refleksi, dan ruang sunyi. Melalui sketsa hitam-putih dan puisi, ia mengajak publik melakukan ziarah batin serta perenungan kritis atas kondisi kemanusiaan dan peradaban.

    Kepergian Romo Mudji meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi komunitas Gereja Katolik, tetapi juga bagi dunia filsafat, seni, dan kebudayaan Indonesia yang selama puluhan tahun disentuh oleh gagasan, karya, dan pengabdiannya. [beq]

  • Sempat Berhenti Akibat Dana Telat, Dua SPPG di Blitar Kembali Beroperasi

    Sempat Berhenti Akibat Dana Telat, Dua SPPG di Blitar Kembali Beroperasi

    Blitar (beritajatim.com) – Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar yang sebelumnya sempat terhenti akibat pencairan dana telat kini kembali beroperasi. Dua dapur tersebut, SPPG Pakunden dan SPPG Tlumpu, dipastikan telah aktif kembali melayani kebutuhan gizi masyarakat.

    Koordinator Wilayah SPPI-Ka SPPG Kota Blitar, Imam Samsudin, memastikan bahwa per tanggal 15 Desember 2025, layanan di kedua dapur MBG tersebut sudah pulih total. Hal ini sekaligus menepis isu miring terkait krisis anggaran yang sempat membayangi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut di level daerah.

    Imam Samsudin tidak menampik bahwa operasional di dua kelurahan tersebut sempat terhenti. Namun, ia menekankan bahwa kendala tersebut murni persoalan administratif, bukan karena ketiadaan dana.

    “Masalah yang dihadapi SPPG Pakunden dan Tlumpu hanyalah persoalan teknis belaka. Tidak ada kendala yang cukup berarti, itu hanya karena faktor antrean saja dalam proses pencairan dana. Sebenarnya proposal pengajuan statusnya sudah disetujui,” tegas Imam.

    Ia mengapresiasi kesabaran masyarakat dan dukungan para relawan selama masa transisi tersebut. Sehingga kedua SPPG tersebut bisa kembali pulih.

    “Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan semua warga, per tanggal 15 Desember kemarin sudah mulai beroperasi kembali,” tambahnya.

    Selain memulihkan dua unit yang sempat macet, Imam juga membawa kabar penting terkait operasional selama musim libur Natal dan Tahun Baru. Imam menegaskan bahwa 11 SPPG yang tersebar di Kota Blitar tidak akan mengambil cuti.

    Layanan pemenuhan gizi akan tetap berjalan normal meskipun sekolah sedang libur, sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN). Sehingga pasokan gizi ke masyarakat tetap bisa berjalan normal.

    “Selama musim libur ini, alhamdulillah 11 SPPG di Kota Blitar tetap beroperasi. Mekanismenya sudah disepakati dengan pihak penerima manfaat sebelumnya,” jelas Imam.

    Keputusan untuk tetap beroperasi ini diambil untuk menjamin kontinuitas asupan gizi bagi para penerima manfaat, yang menjadi target utama program prioritas nasional ini. Imam pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan yang tetap bekerja di masa liburan demi kelancaran distribusi makanan.

    Dengan kembali normalnya operasional SPPG Pakunden dan Tlumpu, serta komitmen layanan penuh selama liburan, diharapkan polemik mengenai keberlanjutan program makan gratis di Kota Blitar dapat mereda. [owi/beq]

  • Wisata Murah di Malang Diburu Pengunjung Selama Liburan Nataru

    Wisata Murah di Malang Diburu Pengunjung Selama Liburan Nataru

    Malang (beritajatim.com) – Momen libur natal dan tahun baru 2025/2026 dimanfaatkan untuk berlibur mengunjungi sejumlah tempat wisata. Malang menjadi salah satu daerah yang banyak dikunjungi untuk menikmati libur panjang saat ini.

    Dari sekian banyak tempat liburan di Malang. Ada satu tempat wisata yang harganya sangat ekonomis. Yakni, Vila Navy Residence (VNR) Lawang, Kabupaten Malang yang menawarkan water park dengan harga hanya Rp10 ribu.

    VNR Water Park tidak hanya menawarkan water park dengan harga ramah di kantong. Namun, juga menyajikan pemadangan pegunungan yang mengelilingi Malang. VNR berada di dataran tinggi Lawang sehingga memiliki suhu pegunungan yang segar dengan pemandangan yang asri.

    Alim petugas tiket VNR Water Park mengakui ada peningkatan pengunjung di momen Nataru. Jika biasanya jumlah pengunjung hanya berjumlah puluhan saja. Kini, pengunjung bisa mencapai ratusan per hari imbas dari libur panjang sekolah.

    “Ada peningkatan sampai ratusan pengunjung. Biasanya hanya puluhan. Ini ramainya tidak hanya kolam renang tapi juga penginapannya ramai,” ujar Alim.

    VNR sendiri tidak hanya menyediakan wahana water park. Namun juga menyediakan cottage dengan harga berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu tergantung tipe cottage yang disewa.

    Sementara itu, Annas salah satu pengunjung dari Kota Malang sengaja memilih VNR karena harganya yang terjangkau. Disisi lain dia sengaja memilih Lawang untuk menghindari kepadatan arus lalu lintas di Kota Malang maupun Kota Batu yang selama ini menjadi tujuan utama berlibur.

    “Harganya terjangkau. Terus kepingin coba aja wisata baru. Karena kalau mau ke arah Batu biasanya kan ramai apalagi tanggal merah momen liburan,” ujar Annas. [luc/aje]

  • Prakiraan Cuaca Hari ini Kota Malang dan Batu Dominan Berawan

    Prakiraan Cuaca Hari ini Kota Malang dan Batu Dominan Berawan

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada hari ini, Senin, 29 Desember 2025. Laporan ini mencakup wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa cuaca di Kota Malang (meliputi kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada pagi hari terpantau berawan. Kondisi langit yang teduh ini diprediksi akan bertahan cukup stabil sepanjang hari.

    “Mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari, langit Kota Malang diprediksi berawan merata di lima kecamatan tanpa adanya potensi hujan signifikan,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda.

    Memasuki malam hari, suasana di Kota Malang tetap diselimuti awan. Suhu udara di wilayah kota berkisar antara 20 hingga 29 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 59 hingga 96 persen.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang pada Senin (29/12/2025) pagi hingga siang hari umumnya didominasi cuaca berawan. Wilayah selatan dan tengah seperti Kepanjen, Gondanglegi, Pagak, hingga Dampit terpantau kondusif berawan sepanjang hari.

    Namun, masyarakat di wilayah dataran tinggi perlu waspada. Perubahan cuaca diprediksi terjadi pada malam hari. Hujan ringan diprakirakan turun mulai pukul 19.00 WIB di beberapa titik.

    “Wilayah yang berpotensi hujan ringan pada malam hari di antaranya adalah Karangploso dan Pujon. Intensitas hujan di Pujon bahkan diprediksi berlangsung hingga pukul 22.00 WIB,” berdasarkan pengamatan grafis BMKG. Selain itu, kawasan Poncokusumo juga berpotensi diguyur hujan ringan menjelang tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB.

    Beralih ke Kota Batu, cuaca pagi hingga siang hari terpantau berawan. Namun, hujan diprediksi turun pada sore dan malam hari secara bergantian di beberapa kecamatan.

    Kecamatan Bumiaji diprediksi mengalami hujan ringan mulai pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB. Setelah Bumiaji reda, giliran Kecamatan Junrejo yang diprakirakan turun hujan mulai pukul 20.00 WIB hingga 22.00 WIB.

    Sementara itu, Kecamatan Batu diprediksi relatif berawan hingga berkabut pada malam hari.

    Dini hari Selasa, 30 Desember 2025, cuaca di seluruh wilayah Malang Raya diperkirakan kembali tenang dengan kondisi dominan berawan dan udara kabut tipis menyelimuti area pegunungan. [dan/aje]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 29 Desember 2025

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 29 Desember 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Senin, 29 Desember 2025.

    “Sejumlah wilayah di Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprakirakan akan diguyur hujan ringan hingga disertai petir hari ini. Untuk suhu, antara 25°C hingga 32°C. Sedangkan kelembabannya antara 61%-94%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Minggu (28/12/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut cuaca di sejumlah wilayah Kota Surabaya tampak hujan ringan pada sore hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Dukuh Pakis, Gayungan, Gubeng, Jambangan, Rungkut, Asemrowo, Karangpilang, Sambikerep, dan Sawahan. Adapun selebihnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 25°C – 32°C
    Kelembapan: 61% – 94%
    Kecepatan angin: 7,8 Km/jam dari arah Barat Laut.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, sejumlah wilayah di Sidoarjo diprediksi turun hujan ringan sekitar pukul 13.00—15.00 WIB. Termasuk di Kecamatan Buduran, Gedangan, Sukodono, Sedati, Taman, dan Waru. Adapun selebihnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 25°C – 32°C
    Kelembapan: 62%-93%
    Kecepatan angin: 4,3 km/jam dari arah Barat Laut.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, hanya beberapa wilayah di Gresik yang akan diguyur hujan hari ini. Termasuk di antaranya seperti Kecamatan Dukun dan Sidayu yang tampak hujan pada Senin sore. Selebihnya cuaca cenderung cerah di siang hari dan berawan saat malam.

    Suhu udara: 26°C – 31°C
    Kelembapan: 63% – 87%
    Kecepatan angin: 18 km/jam dari arah Barat.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. (fyi/aje)

  • Kronologi Lengkap Sengketa Rumah dan Tanah Nenek Elina dan Samuel

    Kronologi Lengkap Sengketa Rumah dan Tanah Nenek Elina dan Samuel

    Surabaya (beritajatim.com) – Sengketa tanah antara lansia Surabaya bernama Elina (80) dengan seorang pria bernama Samuel kian meruncing. Masing-masing pihak mengaku sebagai pemilik sah tanah di Dukuh Kuwukan 27 berdasarkan surat yang dimiliki.

    Kuasa Hukum Nenek Elina, Willem Mintarja menjelaskan sosok Elisa yang kerap disebut Samuel sebagai orang yang menjual tanah Dukuh Kuwukan 27 itu merupakan kakak kandung dari Elina. Sejak tahun 2011 Elina, Elisa, Iwan beserta istri dan anak sudah menempati rumah di Dukuh Kuwukan 27 itu.

    “Tahun 2017 bu Elisa meninggal dunia. Klien saya merasa tidak pernah menjual tanah ke siapapun. Baru pada 5 Agustus 2025 malam kemarin, datang SM dan mengaku seolah-olah pernah membeli tanah dari bu Elisa pada tahun 2014,” kata Willem.

    Willem mengatakan, keluarga nenek Elisa sama sekali tidak mengetahui siapa SM. Walaupun Samuel mengaku membeli tanah Dukuh Kuwukan 27 itu lewat Elisa, namun sejak tahun 2014 hingga 2025 pria yang pernah bekerja di agen properti itu sama sekali tidak menunjukan bukti pembelian.

    “Tiba-tiba tanggal 7 Agustus 2025 ada pengusiran secara paksa. Ibu Elina beserta keluarganya tidak diperbolehkan untuk masuk kembali ke rumah yang sudah ditinggali sejak 2011 itu,” imbuh Willem.

    Willem mengaku menemukan Akta Jual Beli (AJB) tanah Dukuh Kuwukan 27 itu tertanggal 24 September 2025.

    Menurut Willem, ada kejanggalan terhadap AJB yang ia temukan. Nama penjual dan pembeli dalam AJB itu adalah nama Samuel. Selain itu, Willem juga mendapati jika letter C yang sebelumnya atas nama Elisa baru dicoret pada 24 September 2025.

    “Pencoretan itu seharusnya mengajak ahli waris. Namun, karena memang tanah itu ga pernah dijual maka ahli waris ga ada yang tahu (pencoretan),” jelasnya.

    Sementara itu dalam video bersama Cak Sholeh, Samuel mengungkap jika pada tahun 2014 dirinya sudah membeli tanah Dukuh Kuwukan 27 dengan menggunakan jasa notaris Dedik Wijaya.

    Ia mengaku jika Elisa pernah meminta izin untuk tinggal di rumah yang sudah dijual. Permintaan Elisa pun dipenuhi oleh Samuel.

    “Tapi tahun 2014 itu tante Elisa tinggal bersama Sari dan Mira. Tidak ada Nenek Elina. Tahun 2017 tante Elisa meninggal dunia,” kata Samuel.

    Pada awal Agustus 2025, Samuel datang ke pengurus RT Dukuh Kuwukan dengan membawa berbagai berkas yang akan digunakan untuk balik nama. Namun, saat itu pihak RT meminta Samuel untuk menyelesaikan terlebih dahulu dengan penghuni aset.

    “Saya datang ke rumah dan ditemui oleh Iwan. Saya berpikir akan terjadi keributan, saya memang mengajak YS teman saya. Saat itu saya sampaikan jika tanah akan saya gunakan. Sehingga saya minta agar dikosongkan,” terang Samuel.

    Samuel mengaku saat itu dirinya diminta menunggu hingga pukul 5 sore. Namun, ia mengklaim malah dilaporkan ke Polsek setempat karena dianggap berbuat gaduh. Pada tanggal 6 Agustus, Samuel kembali ke Dukuh Kuwukan 27 untuk menemui Nenek Elisa dan Ibu Joni.

    Dari keterangan Samuel, Nenek Elisa dan Ibu Joni saat itu tidak menunjukan surat kepemilikan dengan alasan dicuri. Menurut Samuel, Kedua perempuan itu juga tidak bisa menunjukan surat ahli waris atas tanah tersebut.

    “Saya mengajak pak RT saat itu dan disitu ternyata pak RT bilang sudah dari beberapa tahun lalu dimintai surat ahli waris namun tidak diberikan. Saya juga sudah menawarkan tempat tinggal yang layak di Jelidro. Saya sewakan. Tawaran itu sebelum pengosongan,” jelas Samuel.

    Kini perseteruan antara nenek Elisa dan Samuel tengah ditangani oleh Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Elina resmi melaporkan dugaan pengeroyokan dan pengrusakan rumah ke pihak kepolisian. Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

    “Sampai hari ini sudah enam saksi yang kami periksa,” kata Direktur reserse kriminal umum (Dirkrimum) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Widi Atmoko.

    Dari hasil pemeriksaan saksi dan alat bukti yang dikumpulkan oleh pihak kepolisian, Widi menjelaskan jika kasus dugaan pengrusakan dan pengeroyokan yang dilaporkan Elina sudah masuk tahap penyidikan.

    “Kami sudah yakini perbuatan pidananya ada. Sehingga kasusnya naik menjadi penyidikan. Saya pastikan kami menangani kasus ini secara profesional dan sesuai prosedur yang ada,” tegas Widi. (ang/ted)