Author: Beritajatim.com

  • Jelang Tutup Tahun, Polres Gresik Razia Puluhan Miras di Dua Warkop

    Jelang Tutup Tahun, Polres Gresik Razia Puluhan Miras di Dua Warkop

    Gresik (beritajatim.com) – Menjelang tutup tahun, Sat Samapta Polres Gresik melakukan razia miras di dua warung kopi (warkop) di Kecamatan Dukun. Dari hasil itu, petugas menindak dua penjual yang terang-terangan menyediakan minuman haram itu.

    Penindakan itu, setelah petugas mendapati informasi dari masyarakat tentang peredaran miras di dua warung. Tepatnya, di Jalan Lowayu-Petiyin, Kecamatan Dukun, Gresik. Selain mengamankan penjual, petugas juga meminta keterangan sejumlah pramusaji.

    Dua penjual miras diamankan, masing-masing berinisial MY dan ST. Keduanya adalah warga luar daerah Gresik. Selanjutnya, diber tindak pidana ringan (Tipiring).

    Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Satriyono mengatakan, kegiatan tindak tipiring penjual miras dilakukan malam hari. Usai anggotanya mendapat informasi serta laporan masyarakat tentang adanya peredaran miras dari dua warung di Kecamatan Dukun, Gresik.

    “Dari dua warung kami razia ada sekitar 36 miras berbagai jenis merek yang siap edar,” katanya, Senin (29/12/2025).

    Dari jumlah itu, rinciannya 12 botol merek blackcurrent, 4 botol alexis, 4 botol alexis hijau, 5 botol bintang, 3 botol guinees, 2 botol anggur hijau, dan 6 botol blackcurrent.

    “Puluhan miras ditemukan di dalam ruangan dalam warung tersebut dan siap disajikan bila ada pembeli,” urai Satryono.

    Pama Polres Gresik ini menambahkan, dari keterangan kedua penjual. Yang bersangkutan baru berjualan kurang lebih 4 bulan, dan ada yang sudah 6 bulan.

    “Penjualnya sudah kami mintai keterangan dan dikenai tipiring. Apabila masih nekat berjualan lagi akan ditindak lebih berat,” imbuhnya. [dny/ian]

  • Ikuti Instruksi Kapolri Larang Penggunaan Petasan Saat Tahun Baru, Kapolres Lumajang: Pelanggar Bakal Diamankan

    Ikuti Instruksi Kapolri Larang Penggunaan Petasan Saat Tahun Baru, Kapolres Lumajang: Pelanggar Bakal Diamankan

    Lumajang (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dilarang untuk menghidupkan petasan saat perayaan malam pergantian tahun 2025-2026 nanti.

    Kebijakan ini telah ditegaskan langsung oleh Kepolisian Resort (Polres) Lumajang sesuai dengan instruksi yang dikeluarkan Kapolri beberapa waktu lalu.

    Bahkan, Polres Lumajang memastikan bakal ada pemberian sanksi bagi mereka yang melanggar aturan.

    Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, pihaknya bakal melakukan sanksi berupa penahanan bagi warga yang kedapatan menghidupkan petasan saat malam pergantian tahun.

    Meski begitu, untuk tindakan lebih lanjut bagi pelanggar pasca-penahanan nantinya akan menyesuaikan kebijakan dari petugas.

    “Ini untuk penggunaan kembang api atau sejenisnya akan kita larang mengikuti instruksi dari Kapolri. Bagi pelanggar akan kita amankan kalau kedapatan, sanksinya menyesuaikan,” terang Alex saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025).

    Menurutnya, larangan penggunaan petasan saat malam pergantian tahun sangat membahayakan.

    Selain berpotensi menimbulkan kebakaran, petasan juga dapat berisiko mengancam nyawa penggunanya maupun sekitar.

    “Larangan petasan itu baik sebelum atau saat pelaksanaan maupun sesudahnya. Itu sangat berbahaya karena dapat berisiko kebakaran dan bisa mengancam jiwa,” tambahnya.

    Alex juga mengimbau warga Lumajang untuk menjaga kondusifitas wilayah saat momen pergantian tahun dengan menjauhi kegiatan negatif.

    Untuk itu, Alex mengajak semua lapisan masyarakat menutup akhir tahun dengan mengikuti agenda doa bersama di Mapolres Lumajang.

    “Kami mengajak mari sama-sama mengisi agenda tahun ini dengan berdoa bersama di tanggal 31 malam. Jadi kita hindari kegiatan yang sifatnya kurang baik, biasanya kami sering mendengar seperti mabuk-mabukan dan lainnya,” ungkap Alex. (has/ian)

  • Libur Natal 2025 Dongkrak Trafik Tol Ngawi–Kertosono, Puluhan Ribu Kendaraan Melintas

    Libur Natal 2025 Dongkrak Trafik Tol Ngawi–Kertosono, Puluhan Ribu Kendaraan Melintas

    Madiun (beritajatim.com) – Momentum libur Natal 2025 berdampak langsung pada peningkatan arus lalu lintas di Ruas Tol Ngawi–Kertosono. Selama periode H-7 hingga H+3 Natal, tercatat puluhan ribu kendaraan memanfaatkan jalur tol tersebut sebagai akses utama mobilitas masyarakat di Jawa Timur.

    PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat total 66.643 kendaraan melintas di ruas tol tersebut sepanjang 18 hingga 28 Desember 2025. Angka ini mengalami kenaikan 33,04 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang rata-rata berada di angka 50.093 kendaraan.

    Peningkatan arus kendaraan terjadi seiring tingginya aktivitas masyarakat selama libur Natal, mulai dari perjalanan mudik, kunjungan keluarga, hingga wisata akhir tahun. Ruas Tol Ngawi–Kertosono menjadi salah satu jalur strategis yang menghubungkan wilayah barat dan timur Jawa Timur.

    Direktur Utama PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri, Arie Irianto, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan meningkatkan pengawasan lalu lintas serta kesiapan layanan operasional di lapangan.

    “Selama periode libur Natal, kami melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi lalu lintas dan memastikan seluruh petugas serta fasilitas operasional dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran perjalanan pengguna jalan tol,” kata Arie, Senin (29/12/2025).

    Selain penguatan layanan, PT JNK juga menyiagakan respons cepat terhadap potensi gangguan lalu lintas serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.

    Menutup keterangannya, Arie mengimbau seluruh pengguna jalan tol untuk senantiasa mengutamakan keselamatan berkendara, mempersiapkan kondisi kendaraan dan pengemudi sebelum perjalanan, serta mematuhi rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan.

    Sebagai informasi, pengguna jalan dapat memantau kondisi lalu lintas terkini di Ruas Tol Ngawi–Kertosono melalui Call Center Jasa Marga 14080 maupun aplikasi E-TRAVOY guna mendukung perjalanan yang lebih aman dan lancar. [rbr/suf]

  • Polres Mojokerto Kota Ungkap 233 Kasus Kriminalitas Sepanjang 2025, Penipuan Mendominasi

    Polres Mojokerto Kota Ungkap 233 Kasus Kriminalitas Sepanjang 2025, Penipuan Mendominasi

    Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota mengungkap sebanyak 233 kasus kriminalitas yang terjadi sepanjang tahun 2025. Dari ratusan perkara tersebut, kasus penipuan dan kejahatan jaminan fidusia (sebuah proses pengalihan hak kepemilikan suatu benda) menjadi tindak pidana yang paling mendominasi.

    Hal tersebut disampaikan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto saat memimpin Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 didampingi Kabag Ops Polres Mojokerto Kota Kompol Sulianto. Konferensi Pers Akhir Tahun 2025 digelar di Aula Hayam Wuruk Mapolres Mojokerto Kota.

    “Sepanjang tahun 2025, Polres Mojokerto Kota menangani 233 kasus tindak pidana. Kasus yang paling menonjol adalah penipuan atau perbuatan curang sebanyak 57 kasus, disusul kejahatan jaminan fidusia sebanyak 33 kasus, serta pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 21 kasus,” ungkapnya, Senin (29/12/2025).

    Selain penipuan, AKBP Herdiawan menyebut, kejahatan konvensional masih tergolong cukup tinggi. Diantaranya penggelapan sebanyak 15 kasus, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) 18 kasus, pengeroyokan sembilan kasus, serta penganiayaan sembilan kasus. Kejahatan yang menyasar kelompok rentan juga menjadi perhatian serius.

    Sepanjang 2025, Polres Mojokerto Kota menangani delapan kasus kejahatan perlindungan anak, tujuh kasus persetubuhan terhadap anak, serta satu kasus kekerasan seksual. Sementara itu, di bidang kejahatan jalanan tercatat tiga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dua kasus pencurian dengan kekerasan (curas), dan 21 kasus curat.

    “Untuk kejahatan berbasis teknologi informasi dan transaksi elektronik (ITE), polisi menangani 6 kasus. Kasus-kasus ini menjadi fokus kami ke depan, terutama penipuan yang banyak memanfaatkan media sosial serta kejahatan fidusia yang merugikan masyarakat secara ekonomi,” katanya.

    Dalam kesempatan yang sama, AKBP Herdiawan juga memaparkan capaian penyelesaian perkara. Sepanjang tahun 2025, Polres Mojokerto Kota berhasil menuntaskan 104 kasus, dengan rincian penipuan dan penggelapan sebanyak 20 kasus, curat 18 kasus, judi 11 kasus, serta curanmor sembilan kasus.

    “Penyelesaian perkara terus kami optimalkan melalui pendekatan preventif dan represif, termasuk patroli rutin serta penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Di tahun 2026, kita akan meningkatkan pengawasan, edukasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum secara berkelanjutan guna menekan angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota,” tegasnya. [tin/suf]

  • Dua Perampok Lansia Modus Antar Undangan Pengajian Ditangkap di Hotel Sarangan Magetan

    Dua Perampok Lansia Modus Antar Undangan Pengajian Ditangkap di Hotel Sarangan Magetan

    Magetan (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Magetan berhasil menangkap dua pelaku perampokan terhadap seorang lanjut usia (lansia) dengan modus mengantar undangan pengajian.

    Kedua pelaku diringkus saat tengah beristirahat di sebuah hotel kawasan wisata Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

    Penangkapan berlangsung pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas berpakaian preman langsung merangsek masuk ke kamar hotel. Salah satu pelaku diketahui sedang duduk santai, sementara rekannya tertidur pulas. Keduanya tak berkutik saat diborgol dan diamankan petugas.

    Korban dalam kasus ini adalah Sumini (72), warga Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan. Aksi perampokan terjadi pada Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB di pinggir Jalan MT Haryono, wilayah Kepolorejo. Saat itu korban berjalan kaki hendak berbelanja ke pasar.

    Korban dihampiri sebuah mobil dan diajak naik dengan dalih mengantarkan undangan pengajian dari seorang ustadzah yang dikenalnya. Namun, di dalam mobil itulah korban yang sudah lanjut usia dirampas uangnya lebih dari Rp3 juta, lalu diturunkan begitu saja di pinggir jalan.

    Korban, Sumini, menuturkan dirinya tak menaruh curiga saat diajak naik mobil. “Saya jalan kaki mau ke pasar, dihampiri mobil, dibilang ada undangan dari ustazah. Setelah masuk, uang saya diambil lalu saya diturunkan,” ujarnya.

    Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial Mulyadi (50) asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, dan Andre Gunawan (42) warga Kabupaten Tanah Datar. Polisi berhasil mengidentifikasi keduanya setelah melacak kendaraan yang digunakan pelaku, yang sempat terekam kamera CCTV saat menurunkan korban.

    Kapolres Magetan AKBP Erik Bangun Prakasa mengecam keras aksi para pelaku yang menyasar korban lansia. “Perbuatannya keterlaluan karena menyasar lansia. Alhamdulillah pelaku berhasil kami tangkap di wilayah Sarangan,” tegas Kapolres.

    Selain mengamankan kedua tersangka, polisi juga menyita mobil yang digunakan sebagai sarana kejahatan. Saat ini, keduanya telah dijebloskan ke sel tahanan Polres Magetan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi juga mengungkap sebelumnya telah menangkap dua pelaku perampokan lansia lainnya dengan modus berbeda, yakni berpura-pura menanyakan alamat. Aparat menduga keempat pelaku tersebut merupakan bagian dari jaringan perampok yang menyasar warga lanjut usia.

    Data Kriminalitas Polres Magetan Tahun 2025

    Berdasarkan data kriminalitas Polres Magetan tahun 2025, tercatat 154 kasus tindak pidana, dengan tingkat penyelesaian mencapai 87,7 persen. Adapun jenis kejahatan terbanyak didominasi oleh penipuan: 24 kasus, lalu penganiayaan, 21 kasus, serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 16 kasus.

    Polres Magetan mengimbau masyarakat, khususnya lansia, agar lebih waspada terhadap modus kejahatan yang mengatasnamakan undangan, bantuan, maupun ajakan dari orang tidak dikenal, serta segera melapor ke pihak kepolisian jika mengalami atau mengetahui tindak kriminal. [fiq/suf]

  • Gubernur Khofifah Pastikan Keamanan dan Kelancaran Arus Nataru di Banyuwangi

    Gubernur Khofifah Pastikan Keamanan dan Kelancaran Arus Nataru di Banyuwangi

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Selama masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Kabupaten Banyuwangi diprediksi akan terus ramai dikunjungi wisatawan. Sebagai upaya untuk memantau keamanan dan kelancaran arus Nataru, sejumlah pejabat penting turun langsung ke lapangan.

    Di antaranya adalah Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto. Mereka didampingi oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan berbagai pihak terkait lainnya.

    Pada Senin (29/12/2025), rombongan ini mengunjungi Banyuwangi untuk memantau kesiapan pengamanan arus libur Nataru.

    “Terima kasih atas atensi Kabasarnas, Gubernur, Kapolda, serta jajaran pada Banyuwangi. Koordinasi kian meningkatkan pelayanan dan pengamanan selama masa libur Nataru di Banyuwangi yang ramai dikunjungi wisatawan,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang mendampingi rombongan dalam rangkaian kunjungan tersebut.

    Kehadiran mereka diawali dengan inspeksi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang merupakan pintu gerbang utama bagi wisatawan yang menuju Pulau Bali. Setelah melakukan rapat koordinasi lintas instansi, rombongan juga meninjau sejumlah titik layanan, termasuk jalur masuk kendaraan, ruang tunggu penumpang, serta Posko Pelayanan Terpadu Natal dan Tahun Baru.

    “Kami hadir bersama Ibu Gubernur dan Bapak Kapolda untuk memantau langsung kesiapsiagaan Natal dan Tahun Baru. Alhamdulillah, semua yang direncanakan berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Kabasarnas Syafii.

    Dalam kesempatan tersebut, Syafii juga mengingatkan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang mungkin terjadi selama liburan. “Kami juga mengimbau agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat bisa memantau update cuaca yang bisa diakses di BMKG,” tambahnya.

    Di sisi lain, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa kesiapan pengamanan dan pelayanan di Pelabuhan Ketapang sudah sangat baik. “Perencanaan dan pelaksanaan layanan penyeberangan selama Nataru berjalan sesuai harapan,” ujarnya.

    Mengenai potensi hujan, Khofifah menjelaskan bahwa berdasarkan data dari BMKG Juanda, curah hujan diperkirakan akan meningkat pada bulan Januari.

    “Sekitar 20 persen curah hujan terjadi pada Desember, meningkat menjadi 58 persen pada Januari, dan sisanya 22 persen diperkirakan turun pada Februari. Oleh karena itu, Pemprov Jatim telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 5 Desember hingga 31 Desember 2025,” paparnya.

    Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, menambahkan bahwa fokus utama pengamanan selama liburan Nataru adalah pelayanan masyarakat. “Semua langkah taktis sudah kami siapkan, termasuk eskalasi personel jika dibutuhkan. Kami siaga penuh untuk memastikan libur Nataru ini berjalan aman hingga selesai,” ujarnya.

    Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, dua hari menjelang pergantian tahun, pergerakan penumpang di Pelabuhan Ketapang didominasi oleh wisatawan yang datang dari Bali.

    Berdasarkan data operasional pada Minggu (28/12/2025), total penumpang yang menyeberang mencapai 29.150 orang, dengan rincian 2.234 unit sepeda motor, 3.103 unit kendaraan kecil, 1.872 unit truk, dan 317 unit bus. Total kendaraan yang menyeberang tercatat sebanyak 7.526 unit. [alr/suf]

  • AMP3 Demo Bupati Pamekasan, Sorot Pemerataan Pembangunan Hingga Gift DA7 untuk Valen

    AMP3 Demo Bupati Pamekasan, Sorot Pemerataan Pembangunan Hingga Gift DA7 untuk Valen

    Pamekasan (beritajatim.com) – Puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Pemuda Peduli Pamekasan (AMP3) menyuarakan kekecewaan terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan Sukriyanto dengan berunjukrasa ke Kantor Bupati Pamekasan, Jl Kabupaten 107 Pamekasan, Senin (29/12/2025).

    Kekecewaan tersebut didasari dengan pemerataan pembangunan yang dinilai belum maksimal, terutama sektor infrastruktur jalan hingga fasilitas publik di daerah ‘pinggiran’. Terlebih selama ini progres pembangunan justru hanya dipusatkan di wilayah perkotaan.

    Hal tersebut justru kontras dengan visi misi yang dicita-citakan pasangan Kholil-Sukri selama masa kampanye politik. “Kami menuntut pemerintah daerah agar lebih adil dalam membangun infrastruktur yang merata, karena selama ini masih banyak wilayah terisolir akibat jalan rusak dan minim perhatian, terutama di desa-desa yang masih mengalami keterbatasan akses jalan maupun sarana pendukung lainnya,” kata salah satu orator aksi, Ahmad Ghafur.

    “Terlebih di tengah masyarakat melakukan aksi gotong royong dan swadaya memperbaiki jalan rusak di berbagai pelosok desa, Pemkab Pamekasan justru menyuarakan efesiensi anggaran. Tapi kemarin kita lihat bersama di final Dangdut Academy 7, Wabup Pamekasan justru memberikan gift D’Sultan dan D’Boss ke Valen dengan nominal ratusan juta,” ungkapnya.

    Kondisi tersebut dinilai kurang etis, seiring dengan upaya masyarakat secara swadaya melakukan perbaikan infrastruktur. “Dulu saat kampanye menyuarakan Bangkit Bersama, tapi kenyataannya justru bangkit sendiri bersama keluarga dan kroninya. Apalagi masyarakat justru sudah dilupakan dengan 17 janji itu,” tegasnya.

    Sementara Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman yang menemui massa aksi bersama Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto menyampaikan apresiasi atas aspirasi yang disampaikan massa aksi. Bahkan pihaknya menilai jika hal tersebut sebagai bentuk pengawasan publik sebagai pengingat agar pemerintahan yang dipimpinnya berjalan sesuai aturan.

    “Untuk dipahami bersama bahwa APBD 2025 bukan merupakan produk pemerintahan yang kami laksanakan, sekalipun PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) sudah menjadi wewenang kami, tapi pelaksanaan PAK terkendala waktu yang sangat terbatas,” kata KH Kholilurrahman.

    Hal tersebut bukan tanpa alasan, terlebih terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui dalam merealisasikan PAK. Mulai dari survei, perencanaan, lelang, pelaksanaan, pengawasan hingga pelaporan dan pertanggung jawaban. “Sejauh ini banyak OPD menyampaikan ketidaksiapan karena waktu yang terlalu mepet dan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan persoalan hukum,” ungkapnya.

    “Saat ini kita justru ingin mengubah tradisi leha-leha (santai) menjadi tradisi kerja keras, target kami April atau Mei 2026, seluruh program OPD sudah tuntas. Sedangkan mulai Juni hingga seterusnya fokus pada PAK 2026,” sambung bupati yang akrab disapa Kiai Kholil.

    Selain itu pihaknya juga menginstruksikan OPD agar melakukan perencanaan lebih awal, sehingga pada awal tahun seluruh program sudah mulai berjalan. “Terkait perbaikan infrastruktur jalan, kami menekankan pemerataan di seluruh 13 kecamatan di Pamekasan. Setiap kecamatan wajib mendapatkan program perbaikan jalan, dengan prioritas pada desa-desa yang kondisi jalannya paling parah dan bersifat darurat,” jelasnya.

    “Selain itu kami juga perlu menyampaikan beberapa hal penting kepada masyarakat terkait pelayanan kesehatan, kami sudah menginstruksikan Direktur RSUD Smart agar memprioritaskan pasien dalam kondisi kritis tanpa harus menanyakan biaya atau BPJS. Jika pasien tergolong masyarakat miskin, maka pemerintah kabupaten yang akan menanggung,” tegasnya.

    Sementara Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto menyampaikan seputar gift yang diberikan kepada Achmad Valen Akbar pada ajang Grand Final Dangdut Academy 7 merupakan partisipasi dari salah satu pengusaha rokok di Pamekasan. “Jadi perlu kami luruskan sekaligus klarifikasi, bahwa gift seperti yang disinggung barusan itu berasal dari salah satu pengusaha rokok,” pungkasnya. [pin/ian]

  • Bus Dali Mas Terperosok di Taman Circle Pantura Duduksampeyan Gresik

    Bus Dali Mas Terperosok di Taman Circle Pantura Duduksampeyan Gresik

    Gresik (beritajatim.com) – Sebuah bus PO Dali Mas bernomor polisi S 7939 UA terperosok ke dalam taman circle di Jalur Pantura Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, pada Senin (29/12/2025). Insiden ini terjadi diduga akibat pengemudi bus berusaha menghindari kendaraan lain yang sedang melakukan putar balik secara mendadak.

    Kecelakaan tunggal tersebut bermula saat bus yang dikemudikan oleh M. Anang Safi’i (46) melaju dari arah barat (Lamongan) menuju ke timur (Gresik/Surabaya). Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di area taman circle Duduksampeyan, sebuah kendaraan di depan bus dilaporkan hendak berputar arah.

    Kapolsek Duduksampeyan, AKP Hendrawan, menjelaskan bahwa situasi tersebut membuat pengemudi bus kehilangan kendali atas kendaraannya. Untuk menghindari tabrakan langsung, pengemudi memutuskan untuk mengambil tindakan darurat.

    “Dari kejadian itu, pengemudi bus banting setir ke kanan yang mengakibatkan bus masuk ke dalam taman circle,” katanya, Senin (29/12/2025).

    Benturan keras saat bus menerjang area taman sempat memicu kepanikan di antara para penumpang. Meskipun badan bus mengalami kerusakan material berupa penyok pada bagian depan dan samping, dipastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

    AKP Hendrawan menegaskan bahwa seluruh penumpang dalam kondisi aman dan telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Petugas kepolisian juga segera bertindak cepat untuk menarik badan bus yang tersangkut di area taman guna mencegah kemacetan panjang di jalur utama Pantura.

    “Semua penumpang selamat semua, bus sudah dilakukan evakuasi,” imbuhnya.

    Eko, salah seorang saksi mata di sekitar lokasi kejadian, mengaku terkejut saat mendengar suara dentuman keras. Awalnya, ia mengira telah terjadi tabrakan antar kendaraan yang melibatkan lebih dari satu unit.

    “Saya kira ada tabrakan setelah dicek bus terperosok akibat menghindari mobil di depannya,” pungkasnya.

    Hingga saat ini, arus lalu lintas di Jalur Pantura Duduksampeyan telah kembali normal setelah proses evakuasi bus selesai dilakukan. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu waspada, terutama saat melintasi titik-titik putar balik di jalur padat kendaraan. [dny/ian]

  • Pemkot Surabaya Gelar Doa Lintas Agama dan Larang Konvoi di Malam Tahun Baru 2026

    Pemkot Surabaya Gelar Doa Lintas Agama dan Larang Konvoi di Malam Tahun Baru 2026

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemkot (Pemerintah Kota) Surabaya memutuskan untuk mengisi malam pergantian tahun 2026 dengan kegiatan doa lintas agama yang akan dilaksanakan di Balai Kota.

    Acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah momen refleksi yang ditujukan untuk para korban bencana alam, khususnya yang terjadi di Sumatra dan beberapa wilayah lain di Indonesia.

    Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa acara doa bersama ini akan melibatkan seluruh umat beragama. “Malam tahun baru kita awali dengan doa lintas agama sesuai keyakinan masing-masing; setelah itu silakan beraktivitas lain, namun jangan berlebihan,” ujar Eri Cahyadi, Senin, 29 Desember 2025.

    Dalam acara ini, berbagai perwakilan agama akan bersama-sama berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan korban bencana alam. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga menunjukkan upaya Pemkot Surabaya untuk menjaga rasa kebersamaan antarumat beragama di tengah kondisi sosial yang beragam.

    Selain kegiatan doa lintas agama, Pemkot Surabaya juga memberlakukan larangan keras terhadap konvoi kendaraan dan penyalaan kembang api pada malam pergantian tahun. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan seluruh warga Surabaya.

    “Jika masih ada yang menyalakan kembang api lalu viral, sanksi sosial dari masyarakat akan jauh lebih berat,” tegas Eri Cahyadi, menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga suasana aman dan tertib.

    Pihak kepolisian pun turut mendukung kebijakan tersebut dengan menyiapkan pengamanan yang ketat. Polrestabes Surabaya akan mengerahkan ratusan personel untuk mengawal kegiatan malam tahun baru.

    Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, menjelaskan bahwa penjagaan akan difokuskan di 12 titik ruas jalan strategis. “Lokasi penyekatan akan dijaga ketat oleh personel yang tersebar di belasan titik tersebut,” ujarnya.

    Galih juga menambahkan bahwa akses menuju Kota Surabaya akan dibatasi mulai pukul 17.00 WIB, khusus bagi kendaraan yang tidak memiliki tujuan jelas. “Kami akan memutar balik jika ada konvoi kendaraan yang akan masuk perbatasan wilayah Surabaya, begitupun jika terdapat penggunaan knalpot brong dan aktivitas balap liar,” lanjut Galih.

    Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi potensi gangguan keamanan serta kenyamanan warga.

    Sebagai tambahan, pengamanan malam tahun baru ini juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan knalpot brong dan aksi balap liar yang sering kali meresahkan masyarakat. Dengan langkah-langkah pengamanan ini, diharapkan malam pergantian tahun 2026 di Surabaya dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh rasa kebersamaan. [rma/suf]

    Berikut 12 titik penyekatan di Surabaya saat malam tahun baru atau pergantian tahun 2026:

    1. Bundaran Waru Depan Cito
    2. Brebek Industri
    3. Eks Giant Pondok Candra
    4. MERR-Gunung Anyar
    5. Jembatan Baru Karang Pilang
    6. Lakarsantri-Menganti

    7. Romokalisari
    8. Menganti-Benowo
    9. SP3 Indrapura-Rajawali
    10. Jalan Rajawali-JMP
    11. SP4 Dupak-Demak
    12. SP4 Kedung Cowek-Kenjeran.

     

  • Rutan Ponorogo Kian Sesak, Remisi Belum Mampu Menyelesaikan Masalah Kelebihan Hunian

    Rutan Ponorogo Kian Sesak, Remisi Belum Mampu Menyelesaikan Masalah Kelebihan Hunian

    Ponorogo (beritajatim.com) – Di balik tembok tinggi Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Ponorogo, persoalan klasik pemasyarakatan kembali mengemuka, yakni kelebihan kapasitas. Program remisi yang rutin digulirkan pemerintah setiap tahun ternyata belum sepenuhnya mampu menahan laju pertambahan warga binaan.

    Rutan yang idealnya hanya menampung 107 warga binaan (wabin) itu kini harus berbagi ruang dengan 239 orang, baik berstatus narapidana maupun tahanan. Artinya, daya tampung telah terlampaui lebih dari dua kali lipat.

    Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo, Muhammad Agung Nugroho, tak menampik kondisi tersebut. Ia menyebut, meski jumlah penghuni saat ini mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya, situasi overload masih terjadi di rutan yang bangunannya merupakan peninggalan kolonial Belanda itu.

    “Meski jumlahnya menurun dari biasanya yang mencapai 300-an, tapi kondisinya tetap overload,” ungkap Muhammad Agung Nugroho, Senin (29/12/2025).

    Fenomena ini bukan semata persoalan lokal. Menurut Agung, hampir seluruh rutan dan lembaga pemasyarakatan di berbagai daerah menghadapi masalah serupa, yakni jumlah penghuni tak sebanding dengan kapasitas fisik bangunan.

    Namun demikian, Rutan Ponorogo masih dinilai mampu mengelola kondisi tersebut secara terkendali. Pengaturan blok hunian, pengawasan, hingga pelayanan dasar bagi warga binaan tetap dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

    “Memang biasanya jadi lokasi layaran dari daerah lain, tapi sejak tujuh bulan terakhir ini kita belum dapat layaran,” ungkap Agung.

    Menariknya, meski dalam kondisi padat, Rutan Kelas IIB Ponorogo tetap menjalankan fungsi ganda. Selain menampung warga binaan laki-laki, rutan ini juga menjadi tempat pembinaan bagi warga binaan perempuan. Sehingga pengelolaan keamanan dan ketertiban dilakukan dengan pengawasan ekstra.

    Agung menegaskan, standar keamanan tetap diberlakukan ketat, baik untuk warga binaan maupun pengunjung. Prosedur pemeriksaan dan pengamanan tidak dikendurkan meski jumlah penghuni meningkat. Ia juga mengungkapkan bahwa latar belakang kasus para penghuni rutan sangat beragam. Hal itu pun menjadi sebuah potret kecil dari kompleksitas persoalan hukum di masyarakat. “Kasus yang menjerat para napi ini bervariasi, mencerminkan beragam latar belakang pelanggaran hukum,” pungkas Agung. (end/kun)