Author: Beritajatim.com

  • Bank NTB Syariah Bersama IZI Jatim Resmikan Program Akselerasi UMKM dan Olah Sampah Datangkan Berkah

    Bank NTB Syariah Bersama IZI Jatim Resmikan Program Akselerasi UMKM dan Olah Sampah Datangkan Berkah

    Surabaya (beritajatim.com) – Bank NTB Syariah bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Timur meresmikan Program Akselerasi UMKM dan Olah Sampah Datangkan Berkah sebagai langkah strategis untuk memperkuat sektor UMKM sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan hijau yang berkelanjutan di Kota Surabaya.

    Peresmian program tersebut digelar di Balai RW 02 Kertajaya, Surabaya, Selasa (30/12/2025). Program ini menjadi wujud sinergi antara perbankan syariah dan lembaga pengelola zakat dalam menghadirkan solusi pemberdayaan ekonomi masyarakat yang bernilai guna dan berkelanjutan.

    Branch Manager Bank NTB Syariah Surabaya, Lalu Andri Rivaldi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen CSR Bank NTB Syariah untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

    “Dalam program akselerasi UMKM ini, kami fokus pada tiga hal utama, yakni fasilitasi sertifikasi halal, bantuan modal kerja dan peralatan usaha, serta penguatan layanan perbankan digital bagi UMKM,” ujarnya.

    Ia menegaskan, kolaborasi dengan IZI Jawa Timur diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan dan sejalan dengan prinsip ekonomi syariah.

    “Kami ingin UMKM naik kelas melalui standardisasi sertifikasi halal, digitalisasi, serta dukungan permodalan,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmy Bachtiar, menuturkan bahwa kolaborasi antara IZI Jawa Timur dan Bank NTB Syariah diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat penerima manfaat.

    “Kolaborasi ini kami harapkan dapat terus berlanjut, sehingga manfaat program bisa dirasakan lebih luas dan berkelanjutan oleh masyarakat,” ucapnya dalam sambutan.

    Menurutnya, penguatan kapasitas UMKM yang dipadukan dengan pengelolaan sampah berbasis nilai ekonomi dapat menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan.

    Program Akselerasi UMKM dan Olah Sampah Datangkan Berkah meliputi pendampingan pelaku UMKM, edukasi pengelolaan sampah, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. (aga/beq)

  • Banyak Proyek Tak Terlaksana, APBD Jember 2025 Sisakan Rp 700 M

    Banyak Proyek Tak Terlaksana, APBD Jember 2025 Sisakan Rp 700 M

    Jember (beritajatim.com) – Sisa lebih penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (Silpa) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Tahun Anggaran 2025 kurang lebih Rp 700 miliar, terhitung pada 19 Desember 2025.

    Tingginya angka silpa ini tak lepas dari sejumlah proyek yang tidak terlaksana hingga akhir tahun anggaran 2025. “Banyak program yang diusulkan masyarakat, sudah dicek, disurvei, Enggak direalisasiikan,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Jember David Handoko, dalam rapat dengar pendapat Badan Anggaran dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), di gedung DPRD Jember, Senun (29/12/2025).

    Menurut David, ada juga sejumlah rekanan yang tidak mengerjakan proyek tepat waktu. “Kami mendapatkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, bahwa ada 140 paket kegiatan yang melewati masa kontrak,” katanya.

    Sebagian rekanan tersebut sudah direkomendasikan Komisi C DPRD Jember untuk dimasukkan daftar hitam dan dicekal untuk memperoleh proyek APBD karena tidak beres bekerja pada tahun sebelumnya. Namun rekomendasi itu diabaikan Pemkab Jember. “Kami ingin Pemkab Jember tegas,” kata David.

    Dengan banyaknya paket pekerjaan infrastruktur yang belum diselesaikan, David mengatakan, jumlah silpa akan semakin membengkak. “Kami ingin paket-paket yang tidak bisa dikerjakan, rekanannya langsung saja di-blacklist,” katanya.

    David minta pemerintah daerah tidak tebang pilih dalam memperlakukan pengusaha proyek yang tidak beres bekerja. Tidak selesainya pekerjaan infrastruktur yang dibiayai APBD Jember, menurut David, merugikan rakyat.

    “Kalau enggak di-blacklist besok, mereka akan tenang-tenang saja, karena akan dapat paket pekerjaan lagi. Padahal tahun ini dia tidak bisa memegang komitmen, tidak bisa mengerjakan,” kata David.

    Ketua DPRD Jember Ahmad Halim meminta Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kabupaten Jember untuk menginventarisasi perusahaan-perusahaan kontraktor baru yang tidak punya modal. “Mereka modalnya dengkul, modalnya cuma surat SPM (Surat Perintah Mengerjakan) yang kemudian dijaminkan ke bank enggak laku,” katanya.

    “Mungkin nanti ada rekomendasi khusus dari Komisi C, terutama terhadap rekanan-rekanan yang tidak qualified. Kita mendengar banyak keluhan dari pengusaha AMP (Asphalt Mixing Plant atau pembuat campuran aspal), mereka (rekanan proyek) datang hanya untuk cari utangan. Sementara AMP harus beli cash untuk aspalnya,” lkata Halim.

    Jangan Menumpuk di Akhr Tahun
    Anggota Komisi A dari Partai Keadilan Sejahtera Nurhasan berharap realisasi APBD 2026 tidak menumpuk jelang akhir tahun anggaran. “Jadi kalau bisa mulai bulan kedua, ketiga, dan keempat, proyek apapun bentuknya dilaksanakan. Jangan ditunda-tunda, yang akhirnya numpuk di akhir tahun. Bikin kelabakan, dan banyak juga anggaran yang enggak terserap akhirnya,” katanya.

    Nurhasan yakin petumbuhan ekonomi Jember akan optimal jika APBD direalisasikan sejak awal tahun anggaran. “Kalau kayak kemarin, November awal masih nyantai-nyantai semua. Pertengahan, gruduk-gruduk-kruduk, kelabakan semua. Ini kan enggak baik, untuk semuanya,” katanya.

    David Handoko Seto meminta bupati untuk mengevaluasi semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang gagal melaksanakan program sesuai rencana kerja.

    “Kami minta Sekda selaku Ketua Bapperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan), untuk mengevaluasi kepala-kepala OPD yang tahun ini tidak bisa merealisasikan rencana kerja, Bukan hanya di-blacklist, tapi non job,” kata David.

    “Kalau mereka mengerjakan tugasnya setengah-setengah. Tidak pasang badan untuk kepentingan rakyat atas APBD, ya sudah, berarti hanya cari aman,” kata David.

    Sementara Ketua Komisi C Ardi Pujo Prabowo berharap sudah ada pergerakan realisasi APBD pada triwulan kedua tahun anggaran 2026.

    Proses Penyusunan APBD Terlambat
    Ketua Fraksi PDI Perjuangan Edi Cahyo Purnomo mengkritisi penyusunan APBD selalu berulang dari tahun ke tahun.

    “Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) oleh TAPD kepada Bupati yang seharusnya pada minggu pertama Juli awal, kemarin terlambat pada 15 September 2025,” katanya.

    KUA-PPAS adalah dua dokumen penting dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang menjadi pedoman utama bagi pemerintah daerah dalam merencanakan dan mengalokasikan anggaran agar selaras dengan tujuan pembangunan dan prioritas daerah.

    Keterlambatan ini, menurut Purnomo, berdampak pada keterlambatan proses pembahasan berikutnya. “Ini menjadi catatan kami agar TAPD lebih fokus dan lebih serius dalam penyusunan APBD,” kata Purnomo.

    Jika proses itu tidak terlambat, menurut Purnomo, DPRD Jember bisa bisa lebih berfokus menerima dan menampung masukan dari masyarakat.

    Namun nasi sudah menjadi bubur, “Kami berharap untuk tahun depan jangan terulang kembali. Mulai dari perencanaan, pembangunan, eksekusi anggaran bisa dilaksanakan di triwulan kedua dan ketiga,” kata Purnomo.

    Pernyataan Purnomo itu diperkuat Wakil Ketua DPRD Jember Widarto. “Kita tentu berkomitmen agar pemerintahan ini dari waktu ke waktu semakin baik. Tapi kalau kita lihat dari tahapan jadwal, beberapa tahapan yang terlambat itu harus diakui dari eksekutif. Jadi di DPRD sebetulnya semuanya berjalan sesuai tahapan,” katanya.

    “Ke depan saya berharap itu menjadi catatan: dari eksekutif bisa tertib, lalu kemudian tahapan di sini (DPRD) bisa berjalan, dan semuanya bisa sesuai tahapan. Saya yakin ini akan juga menjadi salah satu penilaian beberapa indikator-indikator pemerintahan ini bisa berjalan baik,” kata Widarto.

    Widarto juga menyinggung konsistensi pelaksanaan program. “Tidak boleh ada perubahan-perubahan dari apa yang sudah disepakati. Sesuatu yang sudah disepakati di APBD dan KUA bisa jadi berubah di tengah jalan dan inilah yang kemudian berakibat terhadap serapan anggaran yang rendah, molornya beberapa program kegiatan,” katanya. [wir]

  • Kofifah Setia Tabrak Innova di Pacitan, Imbas Fokus Lihat Google Maps

    Kofifah Setia Tabrak Innova di Pacitan, Imbas Fokus Lihat Google Maps

    Pacitan (beritajatim.com) – Seorang pelajar asal Desa Kalikuning, Kabupaten Pacitan, terlibat kecelakaan lalu lintas dengan sebuah mobil Toyota Innova di perempatan Lingkungan Plelen, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Selasa (30/12/2025) pagi.

    Pengendara sepeda motor Honda Beat diketahui bernama Kofifah Setia Laras (17). Saat kejadian, ia berboncengan dengan Eni Endrawati, warga Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan. Keduanya bertabrakan dengan mobil Toyota Innova bernomor polisi K 1126 LG yang dikemudikan Darsono (62), warga Kabupaten Pati.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Pacitan, Ipda Agustav Yunastianto, mengatakan kecelakaan terjadi karena pengendara motor kurang konsentrasi saat berkendara.

    “Kofifah selaku pengendara Honda Beat diduga fokus melihat Google Maps, sehingga tidak menyadari adanya mobil di depannya,” kata Ipda Agustav.

    Akibat kurangnya konsentrasi tersebut, pengendara motor tidak memperhatikan mobil Toyota Innova yang lebih dahulu melintas dari arah Pojok menuju Cuwik. Tabrakan pun tak terhindarkan. Sepeda motor menabrak bagian samping kanan mobil.

    “Akibat kejadian tersebut, pengendara motor mengalami luka lebam pada bagian pipi dan pelipis kiri,” pungkasnya.

    Lebih lanjut, Agustav menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyebab kecelakaan diduga akibat kelalaian pengendara sepeda motor. (tri/but)

  • Tanda Tangan Rasiyo Diduga Dipalsukan, Kuasa Hukum Adhy: Pengangkatan CEO RS Pura Raharja Tidak Sah

    Tanda Tangan Rasiyo Diduga Dipalsukan, Kuasa Hukum Adhy: Pengangkatan CEO RS Pura Raharja Tidak Sah

    Surabaya (beritajatim.com) – Kuasa Hukum Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim Adhy Karyono (Sekdaprov Jatim), Syaiful Ma’arif memberikan peringatan terakhir kepada CEO RS Pura Raharja Surabaya, Ishaq Jayabrata untuk meninggalkan RS pada Rabu (31/12/2025).

    “Ini karena kami dapat bukti bahwa Saudara Rasiyo yang saat itu Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim, tanda tangannya diduga dipalsukan. Artinya, Surat Keputusan Nomor 006/AN-JATIM/X/2021 tentang Penunjukan Pelimpahan Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolaan Rumah Sakit, yang menjadi dasar perpanjangan Saudara Ishaq Jayabrata sebagai CEO dalam kurun waktu 2021-2026 tidak sah, dan tidak memiliki dasar hukum yang sah secara hukum,” kata Syaiful kepada wartawan di kantornya, Selasa (30/12/2025).

    Menurut Syaiful, Rasiyo yang saat ini menjabat Anggota Komisi E DPRD Jatim dari Fraksi Demokrat telah memberikan dua surat pernyataan kepada pihaknya. Surat pertama berisi pernyataan bahwa benar adanya tanda tangannya diduga dipalsukan oleh pihak lain. Dan, surat kedua berisi pernyataan Rasiyo bahwa RS Pura Raharja merupakan aset milik KORPRI Jatim, dalam hal ini pengelolaannya di bawah naungan Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Anggota Komisi E DPRD Jatim, Rasiyo yang dikonfirmasi beritajatim.com terpisah mengakui bahwa tanda tangannya benar diduga dipalsukan.

    “Kelihatannya begitu (dipalsukan, red). Saya juga nggak tahu siapa yang memalsukan. Saya berharap bisa kondusif untuk permasalahan RS Pura Raharja ini. Saya pastikan yang berwenang saat ini adalah Sekdaprov Pak Adhy Karyono sebagai Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim. Saya harap Pak Adhy bisa bertemu dengan Pak Imam Utomo sebagai penasihat perkumpulan. Pak Ishaq Jayabrata juga jangan asal dipecat sebagai CEO. Beliau berjasa membesarkan RS Pura Raharja. Mungkin bisa dikasih posisi sebagai Wakil CEO atau Koordinator Pengawas RS,” tutur Rasiyo. [tok/beq]

  • 20 Persen Proyek Infrastruktur di Blitar Diprediksi Tak Rampung Tahun Ini

    20 Persen Proyek Infrastruktur di Blitar Diprediksi Tak Rampung Tahun Ini

    Blitar (beritajatim.com) – 20 persen dari 300 proyek infrastruktur di Kabupaten Blitar diprediksi tidak akan selesai dikerjakan hingga akhir tahun ini. Padahal kontrak semua proyek infrastruktur di Bumi Penataran akan berakhir pada Desember 2025 ini.

    Meski molor, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar memilih untuk tidak akan serta merta memutus kontrak pengerjaan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor atau pelaksana. Pelaksana proyek akan diberikan waktu tambahan namun juga dikenakan denda.

    “Kami tetap optimis, tetapi skenario denda dan keterlambatan pasti ada. Potensinya sekitar 15 sampai 20 persen pekerjaan tidak selesai tepat waktu. Kami tidak serta-merta memutus kontrak. Ada waktu wajar yang kami berikan,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal pada Selasa (28/12/2025).

    Langkah yang diambil Dinas PUPR Kabupaten Blitar ini didasarkan pada pertimbangan utama adalah aspek kebermanfaatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, kontraktor tetap diberi kesempatan menyelesaikan pekerjaan dengan tambahan waktu maksimal 50 hari setelah masa kontrak berakhir.

    Selama masa tambahan pengerjaan proyek itu, pihak pelaksana akan dikenakan denda sesuai dengan regulasi. Dinas PUPR pun telah berkoordinasi dengan Inspektorat serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk memastikan mitigasi berjalan sesuai aturan.

    “Kami sudah koordinasi dengan Inspektorat dan BPKAD. Prinsipnya tetap sesuai regulasi. Ini untuk memastikan proyek tetap bermanfaat, seperti SPAM, SPAL, atau program jambanisasi yang kalau tidak selesai tentu dampaknya ke masyarakat,” tegasnya.

    Pengerjaan proyek infrastruktur pada tahun 2025 ini memang sangat mepet waktunya. Tenggang waktu pengerjaan proyek pun dinilai sangat ngepres dengan target pengerjaan yang harus dilaksanakan.

    Kondisi ini tentu berdampak pada molornya pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur. Dinas PUPR Kabupaten Blitar pun tahu betul kondisi itu, namun pihaknya tetap mengapresiasi kontraktor yang dianggapnya punya komitmen tinggi untuk bekerja.

    “Terlepas dari beberapa yang perlu dievaluasi, kami mengapresiasi komitmen teman-teman penyedia. Secara umum komitmennya luar biasa,” pungkasnya.

    Selain soal molornya penyelesaian proyek infrastruktur, sebenarnya ada satu hal lagi yang disorot masyarakat. Itu adalah kualitas dari infrastruktur yang dibangun secara kilat selama akhir tahun ini.

    Masyarakat tidak sedikit yang mempertanyakan kualitas dari infrastruktur yang terbangun secara dikebut tersebut. Apakah infrastruktur yang dibangun di akhir tahun ini bisa bertahan lama dengan kualitas yang baik atau tidak.

    “Ya kita lihat saja apakah jalan yang dibangun ini bisa tahan lama atau tidak, harapannya tentu yang terbaik,” ungkap Ali, warga Blitar. [owi/beq]

  • Pencurian Sapi Picu Amuk Massa, Truk Pelaku Dibakar di Probolinggo

    Pencurian Sapi Picu Amuk Massa, Truk Pelaku Dibakar di Probolinggo

    Probolinggo (beritajatim.com) – Maraknya pencurian sapi di wilayah pedesaan kembali memicu kemarahan warga. Sebuah truk pengangkut sapi dibakar massa setelah kepergok membawa sapi hasil curian milik warga Dusun Krajan, Desa Jrebeng Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Selasa dini hari (30/12/2025).

    Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 02.00 WIB, saat satu ekor sapi milik Hermanto (45) diketahui hilang dari kandangnya. Diduga, pelaku masuk dengan membobol dinding kandang bagian barat yang terbuat dari anyaman bambu, sehingga mudah dijebol.

    Hilangnya sapi tersebut segera memicu pencarian oleh pemilik bersama keluarga dan warga sekitar. Pencarian dilakukan secara spontan dengan menyisir sejumlah akses jalan desa yang kerap dijadikan jalur pelarian pelaku pencurian ternak.

    Dalam pencarian itu, warga memergoki sebuah truk berukuran besar yang tengah melintas. Setelah diperiksa, di dalam bak truk ditemukan seekor sapi yang diyakini milik Hermanto. Truk tersebut langsung dihentikan dan sopir berinisial M diamankan warga.

    Sopir sempat mengelak saat ditanya asal-usul sapi. Namun setelah terus didesak, ia akhirnya mengakui bahwa sapi tersebut dimuat menggunakan truk yang dikemudikannya. Pengakuan ini sontak memicu emosi warga yang telah lama resah akibat maraknya kasus pencurian sapi.

    Amarah massa pun tak terbendung. Warga yang berkumpul di lokasi meluapkan kekesalannya dengan membakar truk tersebut hingga hangus. Aksi tersebut menjadi gambaran nyata kekecewaan warga terhadap maraknya pencurian ternak yang dinilai belum sepenuhnya tertangani.

    Kepala Desa Jrebeng Patalan, Ruslan, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengakui bahwa keresahan warga telah berlangsung cukup lama, sehingga saat pelaku tertangkap, emosi warga sulit dikendalikan.

    “Warga sudah sering resah dengan pencurian sapi. Saat kejadian, sopir sempat mengelak. Setelah mengaku, warga yang emosi akhirnya membakar truk,” ujar Ruslan.

    Ruslan menjelaskan, berdasarkan pengakuan sopir, dirinya hanya disuruh oleh salah satu pelaku berinisial R untuk memuat sapi. Sopir mengaku tidak mengetahui bahwa sapi tersebut merupakan hasil curian.

    “Sopir mengaku hanya menjalankan perintah dan hanya mengenal satu pelaku. Pelaku utama yang menyuruh memuat sapi justru melarikan diri,” tambahnya.

    Pelarian pelaku utama ini memperkuat dugaan bahwa pencurian sapi dilakukan secara berkelompok dan terorganisir. Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan terkait efektivitas pengawasan dan pencegahan kejahatan ternak di wilayah pedesaan.

    Usai kejadian, sopir truk beserta sapi milik korban diamankan ke Polsek Wonomerto. Aparat kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

    Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama, menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

    “Informasi sementara, terduga pelaku berjumlah tiga orang. Saat ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan,” tandasnya. [ada/aje]

  • LTT Lamongan Lampaui Target Nasional, Perkuat Peran sebagai Lumbung Pangan

    LTT Lamongan Lampaui Target Nasional, Perkuat Peran sebagai Lumbung Pangan

    Lamongan (beritajatim.com) – Capaian Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Lamongan berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat. Hingga 29 Desember 2025, realisasi LTT Lamongan tercatat mencapai 192.430 hektare.

    Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lamongan, angka tersebut melampaui target nasional yang ditetapkan untuk Lamongan sebesar 192.373 hektare.

    “LTT di Kabupaten Lamongan sudah melampaui target angka yang telah ditetapkan nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan siap berkontribusi dalam rangka mewujudkan swasembada pangan tahun 2025, seperti yang telah ditargetkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ujar Kepala DKPP Kabupaten Lamongan, Mugito, Selasa (30/12/2025).

    Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas padi. Saat ini, luas baku sawah di Kabupaten Lamongan tercatat mencapai 96.095,5 hektare.

    Mugito menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah dilakukan untuk mencapai target LTT sekaligus mempertahankan peran Lamongan sebagai daerah penyangga pangan nasional. Upaya tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi primer, sekunder, dan tersier, termasuk embung serta sumur dalam dan dangkal.

    “Selain itu juga dilakukan optimalisasi potensi lahan sawah dan bukan sawah untuk ditanami padi, seperti wilayah rawa, lahan bera, dan perhutanan sosial. Kami juga menyediakan pompa serta melakukan pendampingan melalui sekolah lapang, baik SL GAP maupun SL PHT, agar budidaya padi bisa dikawal sampai panen dengan hasil yang baik,” jelasnya.

    Upaya lain yang dilakukan meliputi penyusunan jadwal tanam di setiap kecamatan, monitoring lapangan harian, serta identifikasi ketersediaan benih, pupuk, dan alat mesin pertanian (alsintan).

    “Pemkab Lamongan dan petani Lamongan siap serempak menyukseskan program swasembada pangan. Ragam upaya telah dilakukan, bahkan Pemkab Lamongan sudah mencanangkan penggunaan dana desa minimal 20 persen untuk sektor pertanian. Rencananya dana tersebut akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan sekolah lapang agar kemampuan petani semakin maksimal dalam mengelola dan mengatasi persoalan pertanian,” terang Mugito.

    Ia menambahkan, keberhasilan capaian LTT juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani. Bertambahnya luas area tanam akan meningkatkan volume produksi pangan dan membuka peluang kerja baru.

    “Adanya pemanfaatan lahan tidur dapat memberikan peluang kerja baru di wilayah tersebut dan meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” tuturnya. [fak/beq]

  • Prakiraan Cuaca Hari ini: Kota Batu Turun Hujan Ringan Siang Hari, Malang Raya Lainnya Berawan

    Prakiraan Cuaca Hari ini: Kota Batu Turun Hujan Ringan Siang Hari, Malang Raya Lainnya Berawan

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca wilayah Malang Raya untuk hari ini, Selasa, 30 Desember 2025. Laporan ini mencakup wilayah Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa kondisi cuaca di Kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) diprakirakan kondusif sepanjang hari.

    “Mulai pukul 11.00 WIB, langit Kota Malang terpantau cerah, kemudian berangsur berawan tebal mulai pukul 12.00 WIB hingga malam hari. Tidak ada potensi turun hujan di wilayah Kota Malang,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda. Suhu udara diperkirakan berkisar antara 23 hingga 30 derajat Celcius.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan. Sebagian besar kecamatan seperti Kepanjen, Gondanglegi, dan Turen terpantau cerah berawan pada siang hari.

    Namun, bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah dataran tinggi seperti Karangploso, Pujon, dan Poncokusumo, perlu mewaspadai turunnya kabut tebal. Data BMKG menunjukkan wilayah Karangploso dan Pujon akan diselimuti kabut/udara kabur mulai pukul 16.00 WIB hingga malam hari, namun tidak menunjukkan adanya potensi hujan.

    Potensi hujan ringan hanya terdeteksi di wilayah Kota Batu. Cuaca di Kota Batu (Batu, Bumiaji, Junrejo) pada pukul 11.00 WIB hingga 13.00 WIB diprediksi mengalami udara kabur.

    “Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan turun di Kota Batu mulai pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB,” catat laporan tersebut.

    Setelah hujan reda, cuaca di Kota Batu pada sore menjelang malam pukul 17.00 WIB akan kembali cerah berawan, sebelum akhirnya tertutup kabut pada malam hari mulai pukul 18.00 WIB. Dini hari Rabu (31/12/2025), seluruh wilayah Malang Raya diprediksi kembali berawan. [dan/aje]

     

  • Podes 2025: Mata Pencaharian Warga Desa di Kabupaten Mojokerto Masih Didominasi Sektor Industri

    Podes 2025: Mata Pencaharian Warga Desa di Kabupaten Mojokerto Masih Didominasi Sektor Industri

    Mojokerto (beritajatim.com) – Hasil Pemutakhiran Data Perkembangan Desa 2025 atau Potensi Desa (Podes 2025) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto menunjukkan struktur mata pencaharian masyarakat desa dan kelurahan masih didominasi sektor industri.

    Dari total 304 desa dan kelurahan di Kabupaten Mojokerto, sebanyak 146 desa/kelurahan mencatat mayoritas penduduknya bekerja di sektor industri. Sektor ini menjadi sumber lapangan kerja utama, terutama bagi wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri.

    “Dominasi sektor industri ini menunjukkan bahwa Kabupaten Mojokerto memiliki karakter wilayah yang kuat sebagai kawasan penyangga industri, sekaligus menjadi sumber lapangan kerja utama bagi masyarakat desa dan kelurahan,” ujar Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, Selasa (30/12/2025).

    Selain sektor industri, Podes 2025 juga mencatat sektor pertanian masih memegang peran penting dalam menopang perekonomian desa. Sebanyak 141 desa dan kelurahan tercatat memiliki mayoritas penduduk yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian.

    Sementara itu, sektor jasa masih relatif terbatas. Data BPS menunjukkan hanya 17 desa dan kelurahan di Kabupaten Mojokerto yang mayoritas penduduknya bekerja di sektor jasa.

    “Komposisi tersebut mencerminkan terjadinya transformasi struktur ekonomi di wilayah pedesaan Kabupaten Mojokerto. Desa-desa yang berada di sekitar kawasan industri cenderung mengalami pergeseran mata pencaharian dari sektor primer ke sektor sekunder,” jelas Dwi Yuhenny.

    BPS Kabupaten Mojokerto melaksanakan Podes 2025 secara sensus pada Juni 2025 terhadap seluruh wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa dan kelurahan. Pendataan dilakukan di 299 desa dan lima kelurahan, dan seluruhnya berhasil didata tanpa terkecuali.

    Selain memotret struktur mata pencaharian, Podes 2025 juga mencatat potensi ekonomi desa. Sebanyak 183 desa dan kelurahan memiliki produk barang unggulan yang dinilai berpotensi dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

    Dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, akses pembiayaan juga menjadi perhatian. Hasil Podes 2025 menunjukkan 279 desa dan kelurahan memiliki warga penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, masyarakat juga memanfaatkan berbagai skema pembiayaan lain seperti Kredit Usaha Bersama (KUBE), Kredit Usaha Kecil (KUK), hingga Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KPP-E).

    “Data Podes 2025 ini menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan berbasis kewilayahan, agar pengembangan sektor industri, pertanian, maupun jasa dapat berjalan seimbang dan berkelanjutan,” pungkasnya. [tin/beq]

  • Pemprov Jatim Beri Penghargaan Lingkungan 2025, Pelaku Usaha Pengelola Limbah B3 Diapresiasi

    Pemprov Jatim Beri Penghargaan Lingkungan 2025, Pelaku Usaha Pengelola Limbah B3 Diapresiasi

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan penghargaan lingkungan hidup 2025 kepada sejumlah pihak, termasuk pelaku usaha pengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Penghargaan ini menjadi bagian dari evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan hidup sepanjang 2025 di tingkat daerah.

    Penyerahan penghargaan dilakukan dalam agenda penutupan program lingkungan hidup yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur, Senin (29/12/2025). Pemerintah daerah menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kualitas lingkungan, terutama sektor-sektor yang berisiko tinggi terhadap pencemaran.

    Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah PT Metatu Nusantara Jaya, perusahaan pengelola limbah B3 yang selama ini bekerja sama dengan DLH Jatim. Perusahaan ini dinilai berperan dalam pengelolaan limbah industri sesuai dengan ketentuan teknis, standar keselamatan, serta regulasi lingkungan yang berlaku.

    Manager Personalia dan Lingkungan HSE PT Metatu Nusantara Jaya, Hasan Aola, menyampaikan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan pengelolaan limbah B3 berjalan sesuai aturan.

    “DLH Jatim merupakan mitra strategis kami dalam pengelolaan limbah B3. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar pengelolaan lingkungan berjalan aman dan patuh regulasi,” ujar Hasan, Selasa (30/12/2025).

    Ia menambahkan, pengelolaan limbah industri tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

    “Kami berupaya agar aktivitas perusahaan tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

    Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) DLH Jatim, Subarja, menjelaskan bahwa penghargaan lingkungan diberikan berdasarkan hasil evaluasi program serta kinerja pengelolaan lingkungan hidup sepanjang 2025.

    Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong konsistensi dunia usaha dalam memenuhi kewajiban pengelolaan limbah, khususnya limbah B3 yang memiliki risiko tinggi terhadap lingkungan dan kesehatan.

    “Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup,” ujar Subarja.

    Selain sektor industri, DLH Jatim juga menjalankan berbagai program berbasis masyarakat, seperti Desa atau Kelurahan Bersih dan Lestari (Berseri), program Adiwiyata, serta penguatan peran komunitas lokal. Sepanjang 2025, lebih dari 2.000 desa dan kelurahan di Jawa Timur terlibat dalam program-program tersebut.

    Melalui evaluasi tahunan ini, Pemprov Jatim menegaskan bahwa pengelolaan limbah B3 dan perlindungan lingkungan hidup merupakan isu lintas sektor yang memerlukan kepatuhan terhadap regulasi, pengawasan berkelanjutan, serta kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. [ipl/beq]