Author: Beritajatim.com

  • Satlantas Polres Gresik Perketat Pengawasan di Simpang Bunder, Fokus Cegah Pelanggaran Lawan Arus

    Satlantas Polres Gresik Perketat Pengawasan di Simpang Bunder, Fokus Cegah Pelanggaran Lawan Arus

    Gresik (beritajatim.com) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik memperketat pengawasan arus lalu lintas di kawasan Simpang Bunder, Kabupaten Gresik, terutama pada jam-jam rawan pagi, sore, dan malam. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di salah satu titik terpadat di wilayah tersebut.

    Pengawasan diperkuat melalui penempatan personel di lapangan, pengaturan arus kendaraan pada jam sibuk, serta penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengendara lain. Simpang Bunder selama ini dikenal sebagai simpul lalu lintas dengan volume kendaraan tinggi, baik roda dua, roda empat, hingga kendaraan bertonase besar.

    Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, mengatakan berdasarkan hasil pemetaan, kepadatan lalu lintas sekaligus potensi pelanggaran paling sering terjadi pada pagi hari pukul 07.00–08.00 WIB, sore hari pukul 15.00–17.00 WIB, serta malam hari pukul 22.00–23.00 WIB.

    “Pada jam-jam tersebut arus kendaraan meningkat signifikan. Karena itu, kehadiran petugas di lapangan sangat diperlukan untuk menjaga ketertiban dan mencegah terjadinya kecelakaan,” ujar AKP Nur Arifin, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam pelaksanaan pengawasan, lanjut Nur Arifin, petugas memberikan perhatian khusus terhadap pelanggaran lawan arus yang masih kerap ditemukan di Simpang Bunder. Mayoritas pelanggaran terjadi dari arah Suci menuju Cerme atau dari utara ke selatan.

    “Masih banyak pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus demi mempercepat perjalanan. Ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas,” katanya.

    Sebagai upaya pencegahan, Satlantas Polres Gresik mengedepankan pendekatan humanis kepada pengguna jalan. Petugas di lapangan tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga memberikan imbauan langsung, teguran simpatik, serta edukasi mengenai pentingnya mematuhi rambu lalu lintas dan barier pembatas yang telah dipasang.

    “Pendekatan humanis kami lakukan agar masyarakat lebih sadar bahwa kepatuhan berlalu lintas bukan semata untuk menghindari sanksi, tetapi demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ungkapnya.

    Penempatan personel secara rutin dan terukur di kawasan Simpang Bunder diharapkan mampu menekan angka pelanggaran, meminimalkan risiko kecelakaan, serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang melintas.

    “Ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bentuk pengayoman dan perlindungan kepada masyarakat agar terwujud budaya berlalu lintas yang tertib dan berkeselamatan di jalan raya,” pungkas AKP Nur Arifin. [dny/beq]

  • Razia Balap Liar di Ponorogo Kota, Polisi Amankan 7 Motor Pelajar Berknalpot Brong

    Razia Balap Liar di Ponorogo Kota, Polisi Amankan 7 Motor Pelajar Berknalpot Brong

    Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menekan aksi balap liar di jalanan Kota Reog terus digencarkan aparat kepolisian. Polsek Ponorogo Kota menggelar razia antisipasi balap liar pada Jumat (9/1/2026) malam, menyasar sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi nongkrong dan kebut-kebutan anak muda.

    Razia tersebut dilakukan menyusul laporan masyarakat yang merasa resah dengan suara knalpot brong serta aktivitas kendaraan yang berputar-putar di malam libur. Dari hasil operasi, petugas mengamankan 7 sepeda motor yang tidak sesuai dengan ketentuan lalu lintas.

    Kapolsek Ponorogo Kota, AKP Catur Juli Hermawan, mengatakan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan sekaligus pembinaan, mengingat mayoritas pelanggar masih berusia pelajar.

    “Tadi malam kami Polsek Kota melaksanakan razia antisipasi balap liar di malam liburan. Kebetulan ada informasi dari masyarakat, kalau malam liburan ada yang mutar-mutar gitu di seputaran kota yang notabene anak-muda dengan knalpot brong,” kata Catur, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam operasi tersebut, polisi mendapati 4 kendaraan menggunakan knalpot brong, sementara 3 kendaraan lainnya tidak dilengkapi pelat nomor dan spion. Seluruh kendaraan langsung diamankan ke Mapolsek Ponorogo Kota untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

    “Tadi malam kami adakan razia, mendapatkan 7 kendaraan, terdiri dari 4 knalpot brong, 3 tidak dilengkapi plat nomor dan spion. Kami amankan di Polsek, kami data. Kemudian mereka bikin surat pernyataan untuk pembinaan kami,” jelas AKP Catur.

    Razia digelar di dua lokasi berbeda. Tiga kendaraan diamankan di kawasan Jalan Baru, sedangkan empat kendaraan lainnya di sepanjang Jalan Ir Juanda, yang selama ini kerap dikeluhkan warga.

    “Yang 3 di Jalan Baru, yang 4 di sepanjang jalur Jalan Juanda. Informasinya sudah balap liar, masih nongkrong di situ, kami amankan,” ujarnya.

    Sebagai bagian dari pembinaan di lapangan, para pelanggar juga diminta menuntun sepeda motor mereka. Menurut AKP Catur, langkah tersebut dilakukan untuk memberikan efek jera sekaligus edukasi kepada pelanggar dan lingkungan sekitarnya.

    “Kenapa disuruh menuntun sepeda motor? Ya untuk efek jera, teman-temannya biar ngerti. Kalau itu tidak sesuai aturan, kami dari Polres Ponorogo sudah memberi wadah latihan drag race setiap 2 minggu sekali di Jalan Ir Juanda, di depan Tambakkemangi,” imbuhnya.

    AKP Catur mengungkapkan, rata-rata pelanggar berusia 15 hingga 16 tahun, masih duduk di bangku SMP dan SMA, bahkan sebagian di antaranya berasal dari luar daerah Ponorogo.

    Ke depan, jika pelanggaran serupa kembali terulang, Polsek Ponorogo Kota akan meningkatkan penindakan dengan menggandeng Satlantas Polres Ponorogo.

    “Untuk pembinaan dulu, ke depan kalau nanti anak-anak masih dipasang lagi, kami koordinasikan dengan Kasatlantas, petunjuknya akan ditilang dan diamankan 1 bulan,” tandasnya.

    Sementara itu, pengambilan kendaraan yang diamankan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Polisi mensyaratkan keterlibatan orang tua atau pihak sekolah agar pembinaan dapat berjalan berkelanjutan.

    “Pengambilan harus sama orang tua atau kepala sekolah, biar sekolah ada pembinaan,” pungkas AKP Catur. [end/beq]

  • Nyawa Pelajar di Probolinggo Melayang karena Perundungan, DPR Sebut Sebagai Kegagalan Kolektif

    Nyawa Pelajar di Probolinggo Melayang karena Perundungan, DPR Sebut Sebagai Kegagalan Kolektif

    Jakarta (beritajatim.com) – Seorang pelajar asal Kabupaten Probolinggo AFA (16) ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Rabu siang (7/1/2026).

    Korban diduga kuat mengalami tekanan psikologis akibat perundungan di lingkungan sekolah.

    “Peristiwa ini sangat menyayat hati dan menjadi peringatan keras bagi kita semua. Dugaan perundungan yang dialami almarhum menunjukkan bahwa masih banyak anak yang menanggung beban psikologis berat tanpa pendampingan memadai,” ujar Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Anisah Syakur, Sabtu (10/1/2026).

    Dia berpendapat, tekanan psikologis bisa dialami oleh siapa pun, termasuk anak-anak dan remaja, namun kondisi tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila lingkungan terdekat hadir dengan empati dan kepedulian.

    “Pendampingan terhadap anak tidak boleh sepenuhnya dibebankan kepada guru atau pihak sekolah. Orang tua, keluarga, dan orang-orang terdekat memiliki peran yang sangat krusial dalam mendengarkan, merespons, serta memberi nasihat atas setiap keluhan anak,” tegas legislator daerah daerah pemilihan Jawa Timur 2 yang meliputi Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Pasuruan, dan Kota Probolinggo ini.

    Anisah mendorong agar masyarakat lebih proaktif dalam memperhatikan perubahan perilaku anak, sekecil apa pun sinyal yang ditunjukkan. Menurutnya, mengabaikan keluh kesah anak justru dapat memperparah tekanan psikologis yang mereka alami.

    “Ketika anak merasa tidak diperhatikan, tidak didengarkan, dan sendirian menghadapi masalahnya, tekanan itu bisa berlipat ganda. Dalam kondisi terburuk, anak bisa merasa kehilangan harapan,” jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan, baik di sekolah, rumah, maupun ruang sosial lainnya.

    “Ini bukan semata tragedi keluarga, tetapi tragedi sosial. Kita semua harus bercermin. Kehadiran, kepedulian, dan empati dari keluarga serta lingkungan terdekat adalah benteng utama mencegah tragedi serupa terulang,” kata Anisah. (hen/ted)

  • 17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

    17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Dilarikan ke Puskesmas, Diduga Keracunan MBG

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang akibat dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (10/1/2026). Belasan siswa tersebut tiba di fasilitas kesehatan secara hampir bersamaan sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung mendapatkan tindakan medis darurat.

    Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengonfirmasi bahwa seluruh pasien saat ini tengah menjalani perawatan intensif untuk menstabilkan kondisi fisik mereka. “Ya, benar ada dugaan keracunan. Kemungkinan masuk sekitar pukul 09.30 WIB sampai jam 10.00-an tadi,” ungkap dr. Rohmatun.

    Data medis menunjukkan total 17 pasien yang ditangani terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan yang memiliki keterkaitan dengan salah satu yayasan pendidikan di Kutorejo. Pihak puskesmas masih terus melakukan pendataan untuk mengidentifikasi lembaga asal serta jenjang pendidikan para korban secara detail.

    Fokus utama tim medis saat ini adalah memberikan penanganan cepat agar kondisi para pasien tetap stabil dan mereka mendapatkan ruang perawatan yang memadai. “Ini masih kami identifikasi, yang penting saat ini ditangani dulu. Kami fokus penanganan dulu, supaya pasien beres dan nyaman dapat kamar,” jelasnya.

    Situasi di Puskesmas Gondang sempat diwarnai kepanikan karena para pendamping atau ustadzah yang mengantar para siswa masih dalam kondisi syok. “Teman-teman masih melakukan penanganan dan identifikasi karena ustadzahnya juga masih bingung,” tambah dr. Rohmatun mengenai kendala pendataan di lapangan.

    Hingga berita ini diturunkan, dr. Rohmatun belum dapat merinci apakah para korban merupakan siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP). Seluruh pasien saat ini telah ditempatkan di ruang perawatan khusus guna mendapatkan observasi berkelanjutan dari tim dokter.

    “Ada cowok, cewek. Didampingi ustadzahnya, ustadzahnya bingung jadi tadi kita tangani dulu,” tutur dr. Rohmatun menggambarkan suasana saat kedatangan belasan pelajar tersebut. Identifikasi wilayah memastikan bahwa seluruh korban memang merupakan warga yang berdomisili atau bersekolah di Kecamatan Kutorejo.

    Pihak puskesmas berjanji akan segera merilis data lengkap setelah proses verifikasi identitas dan observasi medis awal dinyatakan tuntas. “Belum tahu ini jenjang pendidikannya SD apa SMP? Masih kami identifikasi, iya benar dari wilayah Kutorejo. Nanti data lengkap akan kami sampaikan setelah proses identifikasi selesai,” tegasnya. [tin/beq]

  • AMPI Mojokerto Serukan Lawan Politik Kebencian, Minta Kritik Bahlil Lahadalia Berbasis Data

    AMPI Mojokerto Serukan Lawan Politik Kebencian, Minta Kritik Bahlil Lahadalia Berbasis Data

    Mojokerto (beritajatim.com) – Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Mojokerto menyerukan perlawanan tegas terhadap praktik politik kebencian dan industri opini negatif yang dinilai mengancam arah demokrasi Indonesia. Upaya ini dilakukan guna mendorong ruang publik yang lebih sehat melalui penguatan politik gagasan dan persatuan nasional di tengah masifnya penyebaran hoaks di era digital.

    Ketua DPD AMPI Kabupaten Mojokerto, Yachya Sulthoni, menyatakan bahwa perbedaan pandangan saat ini sering dimanfaatkan sebagai alat adu domba demi kepentingan politik jangka pendek. Ia menilai kebencian di era digital telah diproduksi secara sistematis menjadi opini yang mudah dikonsumsi untuk menyesatkan persepsi masyarakat awam.

    “Yang kita hadapi hari ini bukan sekadar perbedaan pendapat, tetapi industri kebencian. Demokrasi dijalankan dengan emosi, bukan gagasan,” ungkap Yachya, Sabtu (10/1/2026).

    Dalam keterangannya, Yachya menyoroti maraknya serangan personal terhadap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, yang dinilai tidak substansial. Pola serangan tersebut dianggap sebagai bentuk framing negatif yang bertujuan melakukan delegitimasi terhadap figur publik tanpa melalui jalur kritik kebijakan yang sehat.

    Pihaknya mengapresiasi keberanian Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) AMPI, Arif Rosyid, yang secara terbuka menolak narasi kebencian terhadap para pemimpin bangsa. Sikap Arif dinilai sebagai teladan pendidikan politik yang sangat penting bagi generasi muda agar lebih fokus pada penilaian kinerja serta kontribusi nyata.

    “AMPI berdiri pada prinsip meritokrasi. Siapa pun, termasuk Bahlil Lahadalia, harus dinilai dari kerja nyata dan dampak kebijakannya, bukan dari stigma atau sentimen yang dibangun,” tegas Yachya.

    Ia memperingatkan bahwa dominasi ujaran kebencian di ruang publik berisiko tinggi mematikan kemampuan berpikir kritis serta objektivitas masyarakat luas. Kondisi ini dinilai berbahaya karena dapat membuka ruang konflik sosial yang sengaja dipelihara oleh kelompok tertentu untuk melanggengkan kepentingan kekuasaan.

    Sebagai organisasi kekuatan moral pemuda, AMPI berkomitmen terus mendorong gaya politik yang mengedepankan adu gagasan dan “Politik Karya” bagi kemajuan bangsa. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud jika setiap kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan didukung oleh basis data yang akurat.

    “DPD AMPI Kabupaten Mojokerto mengajak pemuda, insan pers, dan elite politik untuk bersama-sama membersihkan ruang publik dari praktik politik kebencian serta menghentikan komersialisasi konflik,” tambah Yachya.

    Menurutnya, masa depan Indonesia tidak akan pernah bisa dibangun di atas fondasi amarah atau dendam politik yang tidak memberikan dampak produktif bagi rakyat. Kualitas gagasan dan persatuan nasional menjadi faktor penentu utama bagi kejayaan bangsa dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

    “Indonesia tidak dibangun dengan amarah. Masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas gagasan, kerja nyata, dan persatuan,” pungkas Yachya menutup pernyataannya. [tin/beq]

  • DLH Mojokerto Hentikan Aktivitas Limbah di Bekas Galian C Kutorejo, Pemilik Lahan Disemprit

    DLH Mojokerto Hentikan Aktivitas Limbah di Bekas Galian C Kutorejo, Pemilik Lahan Disemprit

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto resmi menghentikan sementara aktivitas penerimaan limbah kotoran ayam di lahan bekas galian C Dusun Pandisari, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, mulai Sabtu (10/1/2026).

    Langkah tegas ini diambil sebagai respons cepat otoritas lingkungan terhadap keluhan warga mengenai aroma menyengat yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

    Instruksi penghentian aktivitas tersebut ditujukan langsung kepada pemilik lahan berinisial AM dan seorang perantara berinisial RN. Keduanya dilarang keras menerima kiriman limbah baru hingga seluruh kotoran ayam yang sudah terlanjur dibuang dikelola secara benar sesuai standar operasional prosedur (SOP) lingkungan hidup.

    Kotoran yang dibuang di lahan bekas galian C yang sudah tidak aktif yang ada di Dusun Pandisari, Desa Sawo, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]Kepala DLH Kabupaten Mojokerto, Rachmat Suharyono, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan upaya mitigasi untuk mencegah dampak polusi yang lebih luas di wilayah tersebut.

    “Sebagai langkah awal, kami mengimbau agar aktivitas penerimaan kotoran ayam dihentikan sementara sampai limbah yang ada benar-benar dikelola dengan baik dan tidak menimbulkan dampak lingkungan,” ungkapnya.

    Pihak DLH juga segera melakukan koordinasi lanjutan dengan pihak berinisial AF serta sejumlah instansi terkait guna menelusuri sumber asal kotoran ayam tersebut. Penelusuran ini difokuskan pada peternakan penyuplai untuk memastikan adanya pengawasan ketat terhadap kepatuhan regulasi pengelolaan limbah peternakan dari hulu ke hilir.

    Kotoran yang dibuang di lahan bekas galian C yang sudah tidak aktif yang ada di Dusun Pandisari, Desa Sawo, Desa Sawo, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. [Foto : ist]“Ke depan kami akan berkoordinasi untuk menelusuri asal kotoran ayam dari peternakan, sehingga pengawasan bisa dilakukan lebih lanjut,” imbuh Rachmat. Langkah strategis ini diharapkan dapat memutus rantai pembuangan limbah sembarangan yang merugikan ekosistem dan masyarakat di Kabupaten Mojokerto.

    Aksi pembuangan limbah di lahan terbuka tersebut sebelumnya memicu keresahan massal di kalangan warga Dusun Pandisari karena intensitas bau yang sangat tajam. Masyarakat sempat mencurigai material yang menumpuk merupakan kotoran babi, sebelum akhirnya tim teknis DLH melakukan verifikasi dan memastikan material tersebut adalah kotoran ayam.

    DLH Kabupaten Mojokerto kini terus memantau lokasi bekas galian C tersebut untuk memastikan pemilik lahan menjalankan instruksi pengelolaan limbah secara serius. Pengawasan ini menjadi prioritas agar kualitas udara di kawasan Kecamatan Kutorejo kembali normal dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan jangka panjang bagi penduduk lokal. [tin/beq]

  • Pemuda 24 Tahun Gugat Penyanyi Denada ke Pengadilan Banyuwangi Kasus Penelantaran Anak

    Pemuda 24 Tahun Gugat Penyanyi Denada ke Pengadilan Banyuwangi Kasus Penelantaran Anak

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabar mengejutkan datang dari penyanyi dangdut asal Banyuwangi Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambuhan yang digugat pemuda bernama Ressa Rizky Rossano.

    Pemuda berusia 24 tahun itu mengaku sebagai anak kandung Denada dan merasa ditelantarkan sejak kecil. Saat ini Ressa telah menggugat ke Pengadilan Negeri setempat.

    Kuasa hukum Ressa, Moh Firdaus Yuliantono, menjelaskan, kliennya baru mengetahui bahwa ia merupakan anak kandung Denada setelah lulus sekolah menengah atas (SMA) beberapa tahun silam.

    Sebelumnya, Ressa hanya tahu bahwa ia adalah anak dari bibi Denada yang ada di Banyuwangi. Bersama bibi Denada itulah Ressa hidup dan tinggal selama ini.

    “Dia (Ressa) sering mendengar selentingan bahwa dirinya bukan anak bibinya Denada, melainkan anak Denada. Hal itu baru ia ketahui secara pasti setelah lulus SMA, ketika diberi tahu oleh seseorang yang sangat ia percayai,” kata Firdaus.

    Setelah menerima informasi itu, Ressa telah beberapa kali menanyakan secara langsung dan meminta jawaban kepada Denada. Namun, menurut dia, Denada tak pernah memberi jawaban yang seperti Ressa harapkan.

    “Ketika ia menanyakan langsung kepada Denada, hal tersebut tidak diakui. Denada tetap mengatakan bahwa ia (Ressa) adalah adiknya, bukan anaknya,” jelas Firdaus.

    Diketahui selama ini, Ressa dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi.

    Firdaus mengaku, kebutuhan hidup Ressa selama ini dipenuhi oleh keluarga besar Denada, terutama almarhumah Emilia Contessa yang merupakan ibu Denada.

    “Setelah Bu Emilia meninggal dunia, kondisi ekonomi keluarga memburuk dan tidak ada pemasukan sama sekali. Akhirnya, anak tersebut mencoba menuntut Denada,” jelasnya.

    Firdaus menyebut, gugatan tersebut berisi dugaan melakukan perbuatan melawan hukum karena menelantarkan anak kandung.

    Saat ini, pihaknya telah mengantongi beberapa bukti yang menyatakan bahwa Ressa adalah anak kandung Denada. Namun, bukti itu baru akan dibuka dalam pengadilan.

    “Saat ini masih dalam tahap mediasi. Pada masa mediasi, pokok perkara belum bisa dibuka secara detail. Namun secara umum, gugatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Denada sebagai ibu penggugat. Bentuk perbuatan melawan hukumnya adalah tidak menjalankan kewajiban selayaknya seorang ibu,” ucapnya.

    Firdaus menambahkan, dalam gugatan itu, Ressa juga menyampaikan permintaan ganti rugi yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Nominal itu dihitung berdasarkan biaya pendidikan sejak SD hingga SMA dan biaya hidup.

    “Semua biaya tersebut dimintakan kepada Denada untuk diganti dan diajukan kepada majelis hakim,” pungkasnya. (ted)

  • Surat Instruksi PDIP Jatim soal Laporan ke Rakyat Viral, Pengamat Nilai Wujud Transparansi Politik

    Surat Instruksi PDIP Jatim soal Laporan ke Rakyat Viral, Pengamat Nilai Wujud Transparansi Politik

    Surabaya (beritajatim.com) – Media sosial diramaikan dengan beredarnya surat instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur serta DPRD kabupaten/kota se-Jatim untuk menyusun laporan kepada rakyat. Instruksi tertanggal 29 Desember 2025 itu menjadi perbincangan publik karena dinilai jarang dilakukan secara terbuka oleh partai politik.

    Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, menilai instruksi tersebut sebagai langkah positif dalam praktik demokrasi. Menurutnya, kebijakan internal PDIP Jatim itu mencerminkan komitmen partai terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas politik.

    “Instruksi DPD PDI Perjuangan kepada Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur untuk membuat laporan kepada rakyat adalah wujud transparansi, akuntabilitas, dan kesadaran bahwa partai politik adalah saluran representasi dari rakyat yang berpijak pada penghormatan atas prinsip kedaulatan rakyat dalam demokrasi,” kata Airlangga, Jumat (9/1/2026).

    Ia menilai, viralnya surat tersebut menunjukkan adanya perhatian publik yang tinggi terhadap praktik pertanggungjawaban politik. Menurut Airlangga, langkah yang diambil PDIP Jawa Timur sejalan dengan semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

    “Dalam bahasa ideologis dari Bung Karno, ini adalah wujud realisasi dari partai politik sebagai penyambung lidah rakyat,” ujarnya.

    Airlangga menjelaskan, dalam prinsip kedaulatan rakyat, posisi rakyat adalah sebagai tuan, sementara partai politik dan para kadernya merupakan penyelenggara urusan publik yang mendapat mandat langsung dari pemilih.

    “Rakyat adalah pemilik sah dari kedaulatan itu sendiri, dan kader partai serta dewan adalah penyelenggara dari urusan-urusan tuan mereka, yaitu rakyat,” ucap Airlangga.

    Ia menilai, inisiatif laporan kepada rakyat berpotensi memperbaiki tradisi politik nasional yang selama ini dinilai kurang ideal. Selama ini, kata dia, rakyat kerap hanya diposisikan sebagai objek elektoral tanpa mendapatkan laporan kinerja yang jelas dari partai maupun wakil rakyat setelah pemilu usai.

    “Ini merupakan inisiatif yang dapat mengubah ke arah yang lebih baik terkait tradisi yang selama ini kurang elok, ketika rakyat seperti diabaikan dalam proses-proses politik,” kata dia.

    Airlangga berharap, viralnya instruksi DPD PDIP Jawa Timur tersebut dapat menjadi momentum lahirnya budaya baru dalam praktik politik nasional. Menurutnya, tradisi pelaporan terbuka kepada rakyat akan memperkuat kepercayaan publik terhadap partai politik dan para wakil rakyat di lembaga legislatif.

    “Semoga ke depan ini menjadi tradisi politik yang baik untuk memperbaiki kondisi demokrasi di Indonesia,” pungkas Airlangga. [asg/beq]

  • Pelajar Asal Kediri Tewas Kecelakaan di Karangrejo Tulungagung, Polisi Selidiki Mobil Tak Dikenal

    Pelajar Asal Kediri Tewas Kecelakaan di Karangrejo Tulungagung, Polisi Selidiki Mobil Tak Dikenal

    Tulungagung (beritajatim.com) – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Karangrejo, Kabupaten Tulungagung, Jumat (9/1/2026) sore. Seorang pelajar asal Kabupaten Kediri meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya tergelincir dan bertabrakan dengan mobil yang belum diketahui identitasnya.

    Korban diketahui bernama Moch Muhtadi Billah Abidin Putra (16), pelajar asal Dusun Babal, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP M Taufik Nabila, mengatakan peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.05 WIB saat kondisi cuaca hujan. Insiden melibatkan sepeda motor Honda Vario putih bernomor polisi AG 6926 AN dan sebuah kendaraan roda empat yang hingga kini masih dalam penyelidikan.

    Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, sepeda motor yang dikendarai korban melaju dari arah selatan ke utara.

    “Sesampainya di TKP, diduga pengendara sepeda motor tidak dapat menguasai laju kendaraannya karena kondisi jalan licin akibat hujan, sehingga kendaraan tergelincir dan korban terjatuh,” ujarnya, Sabtu (10/01/2026).

    Akibat terjatuh, tubuh korban terpental ke jalur kanan atau lajur berlawanan arah. Pada saat bersamaan, melintas sebuah mobil dari arah utara ke selatan, sehingga terjadi benturan. Pengemudi mobil tersebut kemudian meninggalkan lokasi kejadian dan kini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

    Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti berupa sepeda motor dan STNK, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Polisi juga menelusuri rekaman CCTV guna mengidentifikasi kendaraan roda empat yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.

    AKP Taufik mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di musim hujan yang meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

    “Kurangi kecepatan saat jalan basah karena jarak pengereman menjadi lebih panjang dan risiko selip ban meningkat. Pastikan kondisi kendaraan, khususnya ban, dalam keadaan baik serta tetap fokus saat berkendara,” pungkasnya.

  • Cek Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 10 Januari 2025

    Cek Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Hari Ini 10 Januari 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Sabtu, 10 Januari 2026.

    “Cuaca di wilayah Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprediksi hujan ringan hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 32°C. Sedangkan kelembabannya antara 69%-95%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Jumat (9/1/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan ringan hari ini. Termasuk di antaranya Kecamatan Gununganyar, Lakarsantri, Rungkut, Sukolilo, Tandes, Wiyung, Wonocolo, hingga Sukomanunggal. Sedangkan pada malamnya tampak berawan.

    Suhu udara: 24°C – 32°C
    Kelembapan: 75% – 94%
    Kecepatan angin: 12,9 Km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, hujan ringan hampor terjadi di semua wilayah Sidoarjo hari ini. Terlebih pada siang harinya. Termasuk di antaranya Kecamatan
    Taman, Tulangan, Gedangan, Balongbendo, Buduran, Prambon, Tanggulangin, Tarik, dan Waru. Adapun Jabon diprediksi hujan petir pada malam harinya.

    Suhu udara: 24°C – 31°C
    Kelembapan: 69%-95%
    Kecepatan angin: 17,2 km/jam dari arah Barat.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, beberapa wilayah Gresik diprediksi turun hujan ringan hari ini. Termasuk Kecamatan Dukun, Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, Balongpanggang, Gresik, Menganti, Menganti, Panceng, dan Wringinanom.

    Suhu udara: 25°C – 30°C
    Kelembapan: 81% – 92%
    Kecepatan angin: 32,1 km/jam dari arah Barat.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. [fyi/beq]