Author: Beritajatim.com

  • Pengadaan Tuntas, Seluruh Desa di Bojonegoro Kini Dilengkapi Mobil Siaga

    Pengadaan Tuntas, Seluruh Desa di Bojonegoro Kini Dilengkapi Mobil Siaga

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menuntaskan program pengadaan mobil siaga desa sebagai upaya memperkuat layanan dasar di tingkat desa. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 33 unit mobil siaga direalisasikan, sehingga seluruh 419 desa di Kabupaten Bojonegoro kini telah dilengkapi kendaraan operasional tersebut.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto memastikan seluruh tahapan pengadaan mobil siaga desa telah diselesaikan. Ia menyampaikan bahwa kendaraan telah diterima oleh masing-masing pemerintah desa penerima.

    “Semua proses pengadaan sudah selesai dan mobil siaga sudah diterima desa. Saat ini tinggal tahapan pembayaran oleh pemerintah desa, sebagian sudah tuntas dan sebagian lainnya masih berproses,” ujar Agus Susetyo.

    Menurut Agus, mobil siaga desa diperuntukkan bagi kepentingan pelayanan masyarakat, terutama untuk mendukung layanan sosial, kesehatan, penanganan kondisi darurat, serta kebutuhan mendesak warga. Karena itu, ia menegaskan agar kendaraan tersebut digunakan sesuai fungsi dan peruntukannya.

    Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar tidak menyalahgunakan mobil siaga untuk kepentingan di luar pelayanan publik. Mobil siaga merupakan fasilitas layanan masyarakat yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

    “Mobil siaga harus benar-benar dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan lain,” tegasnya.

    Selain pemanfaatan, Agus Susetyo menekankan pentingnya kesiapan anggaran operasional agar mobil siaga dapat berfungsi secara berkelanjutan. Pemerintah desa diminta mengalokasikan dana operasional dalam APBDes Tahun Anggaran 2026, mencakup kebutuhan bahan bakar minyak, perawatan kendaraan, hingga honor pengemudi.

    Dengan terpenuhinya fasilitas mobil siaga di seluruh desa, Pemkab Bojonegoro berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat. Layanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, merata, dan responsif.

    Sementara itu, Kepala Desa Kepohkidul Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Samudi menyampaikan bahwa proses pengadaan mobil siaga desa di wilayahnya telah rampung dan kendaraan sudah diterima oleh pemerintah desa.

    “Alhamdulilah ini sudah mendapat mobil siaga desa jenis Luxio,” ujarnya terpisah. [lus/beq]

  • Petugas Haji Indonesia 2026 Bakal Digembleng Semi Militer Sebelum Bertugas

    Petugas Haji Indonesia 2026 Bakal Digembleng Semi Militer Sebelum Bertugas

    Jakarta (beritajatim.com) – Ada kebijakan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Kebijakan baru tersebut yaitu para petugah haji bakal digembleng semi militer sebelum bertugas di lapangan.

    Hal ini bertujuan agar para petugas haji memiliki karakter, fisik, kedisiplinan, serta mental pelayanan yang kuat. Dalam konteks ini, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menyiapkan pola pendidikan dan latihan (diklat) terpadu dengan pendekatan semi militer bagi calon PPIH Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M.

    Para petugas bakal mengikuti pola pelatihan intensif dengan standar militer. Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH di bawah Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, mengungkapkan, pelatihan ini dirancang melibatkan berbagai instrumen lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan.

    “Ini sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan berdaya tahan tinggi di lapangan,” kata Letkol Arm Tulus Widodo, anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026.

    “Kami menyiapkan pendidikan dan latihan khusus bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M,” kata Tulus mengutip website Kemenhaj dan Umrah RI, Rabu (31/12/2025).

    Pelatihan fokus pada Binjas (pembinaan jasmani) sebagai faktor penunjang utama dalam pelaksanaan tugas petugas haji. Karena itu, kegiatan Binjas disusun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Kemenhaj dan Umrah RI.

    Menurut Tulus, tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, dan latihan baris-berbaris yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas. “Pelatihan ini bisa dikatakan seperti semi-militer. Namun perlu ditegaskan, ini bukan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam melaksanakan tugas sebagai petugas haji,” tandasnya.

    “Harapan utama kami tentu pelaksanaan haji ke depan harus lebih baik. Dengan pelatihan ini, kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pelayanan maksimal yang dibekali attitude, skill, dan knowledge, sehingga petugas mampu menghadirkan pelayanan dengan senyum, salam, dan sapa atau 3S,” tambahnya.

    Pada musim haji 2026 mendatang, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221 ribu jemaah, dengan pola pembagian sebanyak 92 persen untuk haji reguler atau sebanyak 203.320 jemaah dan jemaah haji khusus dengan 8 persen atau sebanyak 17.680 jemaah.

    Dari jumlah kuota tersebut, Jatim memperoleh alokasi kuota paling banyak dibanding provinsi lain di Indonesia. Pembagian kuota per provinsi bersifat dinamis sesuai data antrean. Jemaah haji yang akan berangkat adalah mereka yang memiliki nomor porsi terdekat dalam daftar tunggu di daerahnya.

    Ada dua maskapai penerbangan yang dipakai mengangkut jemaah haji RI di 2026, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Diperkirakan kloter pertama jemaah haji Indonesia 2026 berangkat pada tanggal 22 April 2026 langsung menuju Tanah Suci Madinah. Sehari sebelumnya, jemaah haji kloter pertama sudah harus masuk asrama haji. [air]

  • Prakiraan Cuaca Jelang Tahun Baru: Malang Raya Diguyur Hujan Siang hingga Sore, Malam Berawan

    Prakiraan Cuaca Jelang Tahun Baru: Malang Raya Diguyur Hujan Siang hingga Sore, Malam Berawan

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada hari ini, Rabu, 31 Desember 2025. Laporan ini menjadi panduan penting bagi masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa cuaca di Kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada siang hari ini akan didominasi oleh hujan.

    “Mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan diprediksi mengguyur merata di seluruh wilayah kecamatan Kota Malang,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda.

    Menjelang sore pukul 16.00 WIB, hujan di Kota Malang diprakirakan reda dan berganti menjadi cuaca udara kabur atau berkabut. Bagi warga yang hendak merayakan malam tahun baru, cuaca pada pukul 19.00 WIB hingga malam hari diprediksi kondusif dengan kondisi berawan dan suhu berkisar 22 derajat Celcius.

    Kondisi serupa terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami hujan ringan pada siang hingga sore hari. Kecamatan seperti Ampelgading, Bululawang, Dampit, hingga Gondanglegi terpantau akan turun hujan ringan mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.

    Wilayah dataran tinggi di Kabupaten Malang perlu mewaspadai turunnya kabut tebal. Wilayah Karangploso, Kasembon, Ngantang, dan Pujon diprediksi mengalami fenomena udara kabur/kabut cukup tebal mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB setelah hujan reda.

    Sementara itu, cuaca di Kota Batu menuntut kewaspadaan lebih. Hujan diprediksi turun dengan durasi lebih panjang dibanding wilayah lain.

    “Wilayah Kecamatan Batu dan Bumiaji diprakirakan turun hujan ringan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” tulis laporan BMKG.

    Khusus untuk Kecamatan Junrejo, warga diimbau waspada pada siang hari. Terdapat potensi hujan petir pada pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB, sebelum berlanjut menjadi hujan ringan hingga sore hari.

    Pada malam pergantian tahun mulai pukul 19.00 WIB, seluruh wilayah Kota Batu diprediksi akan diselimuti kabut atau udara kabur. Dini hari Kamis, 1 Januari 2026, cuaca di seluruh wilayah Malang Raya diprakirakan kembali tenang dengan kondisi berawan. [dan/aje]

     

  • Polres Mojokerto Kota Perketat Pengamanan Usai Malam Tahun Baru 2026, Antisipasi Konvoi dan Miras

    Polres Mojokerto Kota Perketat Pengamanan Usai Malam Tahun Baru 2026, Antisipasi Konvoi dan Miras

    Mojokerto (beritajatim.com) – Polres Mojokerto Kota menyiapkan pola pengamanan khusus menjelang dan setelah malam pergantian tahun 2026. Fokus pengamanan tidak hanya dilakukan pada detik-detik pergantian tahun, tetapi justru diperketat pada saat pembubaran aktivitas masyarakat setelah perayaan.

    Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto mengatakan, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat kerap muncul usai perayaan tahun baru selesai, terutama dari aktivitas konvoi kendaraan dan pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras.

    “Kami tidak fokus hanya pada saat pergantian malam tahun baru, tetapi lebih fokus pada saat pembubaran. Biasanya setelah acara selesai, terutama di tempat hiburan, potensi gangguan justru muncul,” ungkap AKBP Herdiawan Arifianto saat rilis akhir tahun, Senin (29/12/2025) kemarin.

    Menurutnya, kepolisian bersama jajaran polsek akan mengantisipasi berbagai pelanggaran, khususnya peredaran minuman keras dan aksi konvoi kendaraan yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Pihaknya menegaskan tidak akan mentoleransi konvoi yang mengganggu ketertiban umum.

    “Kami khawatirkan mereka yang setengah mabuk. Kalau sudah mabuk biasanya sudah tidak bisa berkendara, tapi yang setengah mabuk ini justru berbahaya. Jika ada konvoi kendaraan, akan kami tindak tegas. Pengawasan juga dilakukan terhadap tempat hiburan malam,” kayanya.

    AKBP Herdiawan juga menyampaikan bahwa tempat hiburan malam di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota diberlakukan pembatasan jam operasional sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan pengelola tempat hiburan agar tidak mengizinkan pengunjung pulang dalam kondisi mabuk.

    “Kami minta pihak tempat hiburan menahan dulu pengunjung yang dalam keadaan mabuk agar tidak langsung pulang dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Selain itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak menyalakan petasan maupun kembang api serta menghindari hura-hura berlebihan,” ujarnya.

    Imbauan tersebut sejalan dengan Instruksi Wali Kota Mojokerto Nomor 100.3.4.3/8/417.101.3/2025 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman dan Ketertiban pada Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam instruksi tersebut, masyarakat diminta merayakan pergantian tahun tanpa kegiatan yang membahayakan.

    “Tidak ada konvoi, tidak ada pesta kembang api, dan tidak ada hura-hura. Kita semua diajak untuk empati, apalagi saudara-saudara kita di Aceh sedang mengalami musibah. Pemerintah daerah juga memilih kegiatan doa bersama, baik Pemerintah Kabupaten muapun Pemerintah Kota Mojokerto,” ucapnya.

    Dalam rangka Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung sejak 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, Polres Mojokerto Kota menyiagakan sedikitnya 337 personel gabungan. Ratusan personel tersebut disebar di sejumlah titik rawan, termasuk lokasi yang berpotensi menjadi jalur konvoi kendaraan.

    Pengamanan difokuskan di empat pos utama, yakni Pos Pelayanan Simpang Empat Sekarputih, Pos Pengamanan Utara Jembatan Gajah Mada, Pos Pengamanan Exit Tol Gedeg, serta Pos Terpadu Alun-Alun Wiraraja.

    AKBP Herdiawan menegaskan bahwa kendaraan berknalpot brong, tidak sesuai spesifikasi teknis, maupun pengendara yang melakukan aksi ugal-ugalan akan langsung ditindak oleh petugas di lapangan.

    “Kami mengimbau masyarakat di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota khususnya, agar merayakan tahun baru dengan sederhana dan melakukan introspeksi diri. Harapannya, di tahun 2026 kita semua bisa menjadi lebih baik,” pungkasnya. [tin/beq]

  • Satu ASN di Tulungagung Akan Pensiun Akhir Bulan Ini, Malah Kena Mutasi

    Satu ASN di Tulungagung Akan Pensiun Akhir Bulan Ini, Malah Kena Mutasi

    Tulungagung (beritajatim.com) – Rotasi ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyisakan satu hal yang menarik perhatian. Seorang aparatur sipil negara diketahui akan memasuki masa pensiun pada akhir bulan ini, namun justru ikut dimutasi ke jabatan lain dalam rotasi akhir tahun.

    Kebijakan tersebut muncul di tengah pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 141 pejabat administrasi dan pengawas yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Selasa (30/12/2025). Perpindahan ASN yang hanya memiliki sisa masa kerja beberapa hari ini menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas kinerja di jabatan barunya.

    Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menjelaskan bahwa dari total 141 ASN yang dirotasi, sebanyak 85 aparatur menempati jabatan administrator dan 56 lainnya menduduki posisi pengawas. Pergeseran tersebut dilakukan melalui mekanisme rotasi dan promosi yang diklaim telah disesuaikan dengan kebutuhan strategis organisasi perangkat daerah.

    Menurut Gatut, jabatan struktural bukanlah fasilitas untuk mencari kenyamanan pribadi, melainkan amanah besar untuk melayani masyarakat. Ia menuntut seluruh jajarannya bekerja secara responsif dan tidak menjalankan tugas sekadar menggugurkan kewajiban.

    “Tidak boleh bekerja biasa-biasa saja. Tidak boleh berprinsip ‘pokoknya jalan’. Semua harus bekerja cepat, cerdas, dan lincah. Jangan menunggu masalah menjadi besar atau viral baru bertindak,” ujarnya.

    Saat dikonfirmasi mengenai adanya ASN yang akan pensiun namun tetap dimutasi, Gatut mengaku tidak mengetahui secara detail permasalahan tersebut. Meski demikian, ia memastikan bahwa seluruh proses rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Tulungagung telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Gatut juga menegaskan bahwa pengisian jabatan dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi. Ia memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan maupun pungutan dalam proses rotasi dan promosi aparatur sipil negara.

    “Saya tegaskan 100 persen tidak ada jual beli jabatan. Tidak ada mahar. Jika ditemukan oknum yang menjanjikan jabatan dengan imbalan uang, baik pemberi maupun penerima akan dijatuhi sanksi tegas,” tuturya.

    Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Tulungagung Soeroto menerangkan bahwa ASN yang akan memasuki masa pensiun tetap dapat dirotasi sesuai ketentuan undang-undang. Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan hak dan kewenangan kepala daerah sebagai pejabat pembina kepegawaian.

    Soeroto juga menanggapi soal efektivitas kerja pejabat yang masa tugasnya tersisa singkat. Ia menegaskan apabila pejabat tersebut resmi memasuki masa pensiun dan terjadi kekosongan jabatan, maka posisi itu akan diisi oleh pelaksana tugas agar roda organisasi tetap berjalan.

    “Jika kosong dipastikan tidak akan menganggu roda organisasi yang berjalan, nanti kita isi dengan Plt,” pungkasnya. [nm/beq]

  • Sambut 2026, Khofifah-Emil, Habib Syech dan Ribuan Masyarakat Larut Dalam Sholawat dan Doa Bersama

    Sambut 2026, Khofifah-Emil, Habib Syech dan Ribuan Masyarakat Larut Dalam Sholawat dan Doa Bersama

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak mengikuti gelaran Dzikir, Doa dan Sholawat Akhir Tahun 2025 bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf bersama ribuan masyarakat pada Selasa (30/12/2025) malam, di halaman Masjid Raya Islamic Center Surabaya.

    Ini sekaligus bertepatan dengan 10 Rajab 1447 H, yang menjadi ruang syukur kolektif dan ikhtiar doa bagi keselamatan Jawa Timur dan Indonesia di momen pergantian tahun.

    Di momen spesial tersebut, Khofifah mengajak warga Jatim mengakhiri tahun 2025 dengan penuh syukur serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi Jawa Timur dan Indonesia di tahun 2026 lewat lantunan doa serta shalawat.

    “Area ini wilayah Surabaya Barat, mudah-mudahan rawuhnya Habib Syech mengajak bersholawat di wilayah ini menjadi bagian penguat harmoni kehidupan masyarakat tidak hanya Surabaya, Jatim bahkan resonansinya se Indonesia, Aamiin,” kata Gubernur Khofifah yang diamini ribuan syekher mania.

    Khofifah juga mengajak segenap yang hadir untuk ikut mendoakan saudara sebangsa setanah air yang mengalami musibah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat agar mereka sabar, kuat, segera pulih dan juga bangkit.

    “Dengan dzikir, doa dan shalawat mohon kepada kita semua nanti dipimpin Al Mukarram Habib Syech, saudara kita yang ada di Aceh, Sumut dan Sumbar karena masa tanggap darurat belum selesai, ada banjir bandang susulan bahkan di Agam ada gempa semoga mereia sabar, kuat dan segera pulih dan bangkit,” tuturnya.

    “Mudah-mudahan mereka mendapatkan kekuatan dari Allah, mereka sabar dan segera bangkit kembali melanjutkan kehidupan. Yang dipanggil keharibaan semoga dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa hujan di Jawa Timur bulan Desember baru 20 persen. Yang mana angka tersebut karena dibantu lewat modifikasi cuaca supaya intensitas hujan tidak terlampau deras.

    “Sesungguhnya hujan di Jawa Timur bulan Desember baru 20 persen, di bulan Januari diperkirakan 58 persen, berarti diperkirakan tiga kali lipat dibanding bulan sebelumnya menurut BMKG,” imbuhnya.

    “Kemudian di bulan Februari kira-kira 22 persen. Yang 20 persen Desember ini sudah dengan modifikasi cuaca jadi ada pesawat yang menabur garam diatas laut dan menabur kapur kalau sudah masuk ke darat,” tambahnya.

    Khofifah menilai, hujan bisa dikendalikan lewat pendekatan scientific supaya hujan tidak terlalu deras di satu titik yang disebut OMC (Operasi Modifikasi Cuaca). Namun ada hal yang tidak bisa dimodifikasi adalah angin, puting beliung hingga gempa, bahkan belum ada teknologi yang bisa dilakukan saat ini.

    “Kemarin pagi kami ke Banyuwangi bersama Kepala Basarnas, BNPB dan BMKG. Sampai hari ini teknologi untuk modifikasi angin belum ditemukan,” terangnya.

    “Ada lagi yang bahkan tidak bisa diprediksi yakni gempa. Ada angin, puting beliung belum ada teknologi untuk modifikasi. Maka setelah melalui pendekatan secara scientific dan profesional, ikhtiar yang harus dilakukan adalah doa,” tegasnya.

    Khofifah menambahkan, dirinya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Marsekal Madya Kepala Basarnas menyebutkan tentang bagaimana pentingnya diberseiringi dengan doa untuk memohon keselamatan kepada Allah.

    “Jadi memang harus diikuti dengan doa. Diberseiringi dengan doa, diawali dan diakhiri juga dengan doa. Beliau menyampaikan hanya doa inilah yang tembus dan Allah akan menganugerahkan keselamatan kepada kita semua,” lanjutnya.

    “Maka kita akhiri 2025 dan menyambut 2026 dengan doa, dzikir, istighotsah dan shalawat. Mudah mudahan ini cara kita menjemput ridha dan barakah Allah untuk kita semua, barakah Jatim, barakah Indonesia, barakah bulan Rajab,” jelasnya.

    Sementara itu, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengatakan Dzikir, Doa dan Shalawat akhir tahun 2025 dan menyambut Tahun Baru 2026 adalah momentum silaturahmi dan saling rukun antara masyarakat Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia.

    “Kita tutup akhir tahun 2025 dan tahun baru 2026 dengan dzikir, istighotsah, shalawat, tilawatil quran saling berjumpa, silaturahmi antara kita. Saling menyayangi, saling rukun ini yang diharapkan oleh Jawa Timur,” kata Habib Syech.

    “Ibu Gubernur tadi mengatakan banyak ikhtiar yang dilakukan untuk meminimalisir hujan. Angin dan gempa belum bisa, namun ikhtiar yang paling pokok adalah doa. Doa adalah senjata orang mukmin. Insya Allah , Allah yang bantu menyelesaikan semuanya,” tambahnya.

    Dirinya berharap, lewat Jawa Timur berdoa, seluruh Syekher Mania menjadikan kekuatan doa sebagai alat utama seorang Muslim untuk memohon pertolongan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT supaya Jatim dan Indonesia selalu dalam lindungan Allah tetap aman, selamat, bala terangkat, dan yang ada hanya keberkahan.

    “Jangan ada satu sama lain yang saling menyakiti satu dengan lain. Itu penting. Jangan menebar fitnah, menebar benci,” lanjutnya.

    “Indonesia kedepan harus rukun, damai, saling mendoakan, mendukung satu sama lain, bekerja sama antara umara dan ulama serta aghniya dan fuqara. Kalau bisa bekerja sama dengan bagus hidup itu tenang dan damai,” tukasnya.

    Khofifah, Habib Syech dan Forkopimda juga berkesempatan melakukan undian 14 paket tabungan umroh bagi wajib patuh pajak.

    Sebagai informasi, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Habib Abu Bakar, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono beserta jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Timur. [tok/beq]

  • Kasus Tindak Pidana Melibatkan Perguruan Silat di Tulungagung Turun Signfikan, Ini Kuncinya

    Kasus Tindak Pidana Melibatkan Perguruan Silat di Tulungagung Turun Signfikan, Ini Kuncinya

    Tulungagung (beritajatim.com) – Angka kasus tindak pidana yang melibatkan oknum anggota perguruan silat di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan di tahun 2025 ini. Polres Tulungagung mencatat penurunan signifikan dalam kasus tersebut. Dibandingkan tahun 2024, jumlah kasus turun hingga 100 persen.

    Kapolres Tulungagung, AKBP M Taat Resdi mengatakan dari data kepolisian, pada tahun 2024 tercatat sebanyak 37 laporan tindak pidana yang melibatkan anggota perguruan pencak silat. Namun pada tahun 2025, jumlah laporan tersebut nihil atau tidak ada laporan pidana yang masuk. Nihilnya laporan tersebut bukan berarti tidak terjadi peristiwa atau gesekan antar anggota perguruan pencak silat. Namun sejumlah persoalan tetap terjadi diselesaikan melalui jalur non hukum atau di luar proses pidana.

    “Bukan berarti tidak ada peristiwa. Di tahun 2025 itu ada sekitar 19 peristiwa yang terjadi, tapi para pihak yang terlibat tidak melaporkannya secara pidana,” ujarnya, Rabu (31/12/2025).

    Penyelesaian di luar jalur hukum tersebut merupakan model penyelesaian konflik yang mulai diterapkan sejak November 2024. Model ini terinspirasi dari praktik yang telah berjalan di Kecamatan Besuki, Tulungagung.

    “Di Kecamatan Besuki ini sudah ada model penyelesaian. Ketika ada gesekan antar warga atau antar anggota perguruan pencak silat, pimpinan perguruanlah yang berperan sebagai orang tua untuk menyelesaikan persoalan,” jelasnya.

    Menurut Kapolres, ide tersebut muncul dari masukan para pimpinan perguruan pencak silat dalam sebuah pertemuan pada November 2024. Saat itu, para pimpinan menyampaikan bahwa tidak semua konflik harus langsung dibawa ke ranah hukum.

    “Ketika ada konflik, pimpinan perguruan saling berkomunikasi. Para ketua, pelatih, atau pengurus inilah yang kemudian mendudukkan perkara dan menyelesaikannya,” tuturnya.

    Meski demikian, Kapolres menegaskan bahwa mekanisme ini memiliki batasan yang jelas. Jika upaya komunikasi tidak menemukan titik temu dan salah satu pihak menghendaki proses hukum, maka kepolisian tetap akan memproses laporan tersebut.

    “Catatannya jelas. Kalau sudah menjadi laporan polisi, baik di Polsek maupun Polres, proses hukum tidak boleh dihentikan. Karena itu, komunikasi di tahap awal antar pimpinan perguruan harus benar-benar dioptimalkan,” tegasnya.

    Sepanjang tahun 2025, metode tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para pimpinan perguruan. Dari 19 peristiwa yang terjadi, semuanya diselesaikan secara internal tanpa harus berujung pada laporan pidana.

    “Modelnya macam-macam. Ada yang diselesaikan secara kekeluargaan, ada yang membantu biaya pengobatan, ada juga yang mengganti kerusakan sebagai bentuk toleransi dan empati,” terangnya.

    Kebijakan ini membawa sejumlah dampak positif, terutama dalam menekan keterlibatan anak-anak dalam proses hukum. Pada tahun 2024, tercatat ada 10 tersangka anak di bawah umur dalam kasus yang melibatkan perguruan pencak silat.

    “Dengan metode ini, potensi anak berhadapan dengan hukum bisa kita minimalkan. Ini menjadi catatan penting bagi kami,” pungkasnya. [nm/beq]

  • BGN Prediksi 19.100 SPPG Beroperasi hingga Akhir 2025, Layani 55 Juta Penerima MBG

    BGN Prediksi 19.100 SPPG Beroperasi hingga Akhir 2025, Layani 55 Juta Penerima MBG

    Blitar (beritajatim.com) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memproyeksikan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berdiri dan beroperasi di Indonesia akan mencapai sekitar 19.100 unit hingga akhir 2025. Dengan skala tersebut, program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan menjangkau sekitar 55 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

    “Kita akan menutup tahun 2025 dengan 19.100 an lebih SPPG dan itu berpotensi melayani 55 juta penerima manfaat,” ungkap Dadan Hindayana usai meresmikan SPPG di Kota Blitar, Rabu (31/12/2025).

    Menurut Dadan, angka tersebut menunjukkan besarnya cakupan program MBG yang saat ini tengah dijalankan pemerintah. Ia menegaskan, jumlah penerima manfaat tidak bisa dipandang sebagai statistik biasa, melainkan mencerminkan skala intervensi negara dalam pemenuhan gizi masyarakat.

    “Dan jumlah 55 juta penerima manfaat ini bukan jumlah yang sedikit karena telah melebihi penduduk korea selatan dan 2 kalinya australia dan 11 kalinya singapura,” ujarnya.

    Dadan menjelaskan, keberadaan SPPG menjadi tulang punggung dalam distribusi dan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Setiap SPPG dirancang untuk melayani masyarakat di wilayah sekitarnya agar akses terhadap makanan bergizi dapat dilakukan secara merata dan berkelanjutan.

    Meski capaian hingga akhir 2025 dinilai sudah masif, Dadan memastikan pemerintah tidak akan berhenti pada target tersebut. Badan Gizi Nasional telah menetapkan tenggat waktu untuk menuntaskan pembangunan dan operasional SPPG di seluruh wilayah Indonesia.

    Ia menargetkan pembangunan SPPG secara nasional dapat mencapai 100 persen pada akhir April 2026. Dengan demikian, program MBG diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh calon penerima manfaat mulai Mei 2026.

    “100 persennya di akhir april sehingga bulan meinya itu seluruh calon penerima manfaat bisa menikmati manfaatnya,” tandas Dadan.

    Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, pelajar, dan masyarakat berpenghasilan rendah. Pemerintah berharap cakupan nasional MBG dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. [owi/beq]

  • Sambut 2026, Ketua Umum LDII Ajak Bangsa Muhasabah dan Perkuat Moral Generasi Muda

    Sambut 2026, Ketua Umum LDII Ajak Bangsa Muhasabah dan Perkuat Moral Generasi Muda

    Surabaya (beritajatim.com) – Perjalanan bangsa Indonesia pada 2026 memasuki usia 81 tahun. Sebagai sebuah negara-bangsa, Indonesia terus menghadapi dinamika, baik di dalam negeri maupun dalam percaturan global, yang menuntut perbaikan berkelanjutan agar sejalan dengan cita-cita para pendiri bangsa.

    Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menyampaikan bahwa momentum pergantian tahun menjadi saat yang tepat bagi pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan muhasabah atas perjalanan bangsa. Pesan tersebut ia sampaikan dalam rangka menyambut pergantian tahun 2026.

    Menurut KH Chriswanto, sebagai negara demokrasi dengan mayoritas penduduk muslim, Indonesia juga dihadapkan pada residu demokrasi berupa munculnya kelompok-kelompok kepentingan. Dalam praktik demokrasi, sangat mungkin sekelompok kecil orang menguasai sebagian besar masyarakat dan sumber daya melalui oligopoli, atau munculnya oligarki bermodal besar yang menopang penguasa lokal.

    “Sebagai negara demokrasi kita tidak menafikkan hal-hal itu. Sebagai contoh Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Rusia maju karena tumbuh suburnya konglomerasi. Namun, pemerintah yang kuat dan mengedepankan keadilan sosial dan kesejahteraan umum mampu membawa negara menjadi superior, bukan mengalah kepada investor,” tegasnya.

    Ia menilai pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama terkait persoalan lingkungan hidup yang rusak akibat investasi yang tidak terkelola secara bijak. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan RI tahun 2024, deforestasi Indonesia mencapai 175.000 hektare, sementara luas hutan yang tersisa sekitar 95,5 juta hektare. Ancaman terhadap lingkungan, menurutnya, tetap ada akibat ekspansi perkebunan sawit, pengelolaan tambang, hingga kebakaran hutan.

    Karena itu, KH Chriswanto mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi atas capaian Indonesia selama ini, agar tujuan mewujudkan masyarakat adil dan makmur serta mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, dapat benar-benar terwujud.

    Ia juga mengingatkan sejarah runtuhnya peradaban-peradaban besar dunia seperti Mesopotamia (Sumeria dan Babilonia), Mesir Kuno, Lembah Indus, Tiongkok Kuno, Yunani Kuno, Romawi Kuno, hingga Persia. Menurutnya, kehancuran peradaban tersebut bukan semata karena keterbatasan teknologi.

    “Peradaban besar itu memiliki teknologi canggih melampaui zamannya, yang tidak dipunyai bangsa-bangsa lain yang sezaman. Tapi persoalan kemerosotan moral menjadi pemicu kehancuran peradaban, dan saat ini hanya menyisakan bangunan-bangunan sebagai pengingat dan pelajaran,” tegasnya.

    Berbagai persoalan kebangsaan tersebut, lanjut KH Chriswanto, akan menjadi bahan pembahasan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) X LDII yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026. Dalam forum tersebut, LDII akan menghimpun dan menggodok berbagai masukan untuk pemerintah.

    “Kami akan menggodok berbagai masukan untuk pemerintah, terkait persoalan-persoalan kekinian, yang solusinya akan kami tuangkan dalam program kerja dan rekomendasi,” tuturnya.

    Selain itu, LDII juga menaruh perhatian serius pada pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya membangun peradaban yang bermoral. Pembelajaran dari sejarah tersebut, menurut KH Chriswanto, menjadi dasar penting untuk mendorong pembinaan generasi muda secara serius dan masif, agar mereka mampu menjadi bagian dari solusi menuju Indonesia Emas 2045.

    Sejumlah langkah telah dilakukan LDII, salah satunya melalui pelaksanaan Pengajian Akhir Tahun yang telah berlangsung sejak pertengahan 1990-an atas inisiasi Dewan Penasihat DPP LDII dan para ulama. Kegiatan ini rutin digelar setiap akhir tahun di majelis taklim, musala, masjid, dan pesantren.

    “LDII setiap akhir tahun mengadakan pengajian di majelis-majelis taklim, musholla, masjid dan pesantren. Para generasi muda diajak beraktifitas bersama dengan mengaji, berdiskusi, nasehat, menampilkan drama, pencak silat dan sejenisnya. Bahkan untuk tahun ini kami mengimbau agar para generus untuk juga menanam pohon di sekitar lokasi pengajian masing-masing,” ujar Chriswanto.

    Melalui pengajian akhir tahun tersebut, LDII berharap generasi muda dapat terjaga dari aktivitas yang bersifat maksiat, hura-hura, konsumtif, dan hedonik. Kegiatan ini juga ditujukan untuk menjaga pergaulan remaja sekaligus memperkuat karakter generasi muda agar berbudi pekerti luhur, memiliki pemahaman agama yang baik, dan bersikap mandiri.

    “Kami mengajak para ulama, pamong, guru, mubaligh-mubalighot dan orangtua untuk mendorong generasi muda melaksanakan kegiatan positif dan menghadiri pengajian akhir tahun. Sesungguhnya ini merupakan langkah memperkuat nilai-nilai moral generasi penerus bangsa, agar mereka dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT,” pungkasnya. [tok/beq]

  • Lantik ASN Jabatan Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal, Mbak Wali Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    Lantik ASN Jabatan Fungsional Penata Kelola Penanaman Modal, Mbak Wali Tekankan Integritas dan Profesionalisme

    Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengambil sumpah dan melantik ASN pada Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Pengangkatan melalui penyesuaian/inpasing dalam jabatan fungsional Penata Kelola Penanaman Modal. ASN yang dilantik adalah Rama Uji Sasongko dalam jabatan Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Pratama.

    Pengambilan sumpah dan pelantikan berlangsung di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Selasa (30/12/2025). Bertindak sebagai saksi Wakil Wali Kota Qowimuddin dan Pj Sekda M.Ferry Djatmiko.

    “Saya ucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Rama. Ini adalah kesempatan panjenengan untuk bekerja dengan baik. Serta menunjukkan hasil kinerja dan potensi,” ujarnya.

    Mbak Wali memberikan arahan agar ASN yang baru dilantik selalu menjaga integritas dalam menjalankan pekerjaan. Serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan juga harus profesional. Usai dilantik harapannya, dapat mengembangkan potensi dan idenya dalam bidang penanaman modal.

    “Pergunakan kesempatan ini untuk berkarya lebih baik lagi. Kehadiran kami di sini memberikan dukungan agar panjenengan dapat berkontribusi lebih. Jaga integritas dan harus profesional,” ungkapnya.

    Turut hadir, Asisten, Kepala BKPSDM Tanto Wijohari, Kepala DPMPTSP Edi Darmasto, dan tamu undangan lainnya. [nm/beq]