Author: Beritajatim.com

  • Diduga Alami Gangguan Gaib, 4 Wisatawan Asal Sidoarjo Tersesat di Pulau Bawean

    Diduga Alami Gangguan Gaib, 4 Wisatawan Asal Sidoarjo Tersesat di Pulau Bawean

    Gresik (beritajatim.com) – Empat wisatawan asal Kabupaten Sidoarjo dilaporkan tersesat saat hendak kembali dari lokasi wisata Tanjung Ghe’en, Desa Kumalasa, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik. Keempatnya akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh gabungan petugas Polsek Sangkapura, Koramil, dan warga setempat.

    Kepala Desa Kumalasa, Idham Cholik, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam (30/12/2025). Empat wisatawan itu terdiri dari dua orang dewasa dan dua anak-anak.

    “Saat ini mereka sudah kembali ke penginapan. Informasinya, keempat wisatawan tersebut berasal dari Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo,” ujar Idham Cholik, Rabu (31/12/2025).

    Menurut Idham, sebelum dilakukan pencarian, pihaknya menerima laporan dari Polsek Sangkapura terkait adanya wisatawan yang tersesat di wilayah Desa Kumalasa. Mendapat laporan tersebut, ia bersama warga, anggota Polsek Sangkapura, dan Koramil langsung melakukan pencarian.

    “Medan menuju lokasi cukup curam dan tidak bisa dilalui sepeda motor. Kami bersama-sama melakukan pencarian hingga akhirnya mereka ditemukan di area pinggir pantai,” tuturnya.

    Berdasarkan keterangan para wisatawan, mereka sempat kemalaman saat berada di lokasi wisata dan memutuskan kembali ke penginapan. Namun saat perjalanan pulang, seperti mengalami peristiwa gaib, mereka justru masuk ke jalur yang salah hingga tersesat di kawasan hutan.

    “Mereka bercerita sempat diarahkan seseorang, tetapi akhirnya malah tersesat dan tidak bisa kembali ke jalur semula,” ungkap Idham, menyampaikan keterangan dari para wisatawan.

    Tanjung Ghe’en sendiri merupakan destinasi wisata pantai yang terhubung dengan kawasan perbukitan dan hutan lebat. Akses menuju lokasi terbilang ekstrem dengan jalur terjal dan menuntut kehati-hatian tinggi.

    Wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut umumnya harus berjalan kaki menyusuri jalur menanjak menuju tebing pantai. Namun dalam kejadian ini, dua sepeda motor yang digunakan wisatawan asal Sidoarjo tersebut diketahui sempat masuk hingga ke kawasan hutan sebelum akhirnya mereka tersesat. [dny/but]

  • 2025 Pasuruan Masih Jadi Sarang Narkoba, Wilayah Barat Zona Merah

    2025 Pasuruan Masih Jadi Sarang Narkoba, Wilayah Barat Zona Merah

    Pasuruan (beritajatim.com) – Tahun 2025 menjadi catatan kelam bagi pemberantasan narkotika di Kabupaten Pasuruan. Kondisi ini seiring dengan melonjaknya jumlah kasus yang berhasil diungkap. Kepolisian mencatat tren peredaran barang haram ini terus meluas dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

    “Sepanjang tahun 2025 ini tercatat ada 301 kasus narkoba dengan total tersangka laki-laki 398 orang dan perempuan 15 orang,” ujar Wakapolres Pasuruan, Kompol Andy Purnomo.

    Kuantitas laporan polisi pada tahun ini terbukti melampaui data tahun 2024. Petugas menyita barang bukti berupa ganja seberat 493,1 gram serta sabu-sabu mencapai 2.856 gram.

    “Dibandingkan tahun 2024, jumlah kasus memang lebih banyak di tahun 2025, namun penyelesaiannya juga lebih tinggi,” tambahnya.

    Peta kerawanan peredaran narkoba saat ini masih berpusat di wilayah barat yang meliputi Kecamatan Pandaan, Prigen, Gempol, hingga Bangil. Tingginya angka kriminalitas di zona merah tersebut memicu kepolisian untuk memperketat pengawasan dan tindakan represif.

    “Zona merah narkoba berada di wilayah Pandaan, Prigen, Gempol, dan Bangil,” tegas Kasat Narkoba Polres Pasuruan, AKP Yoyok Hardianto.

    Salah satu fakta yang menonjol di tahun ini adalah keberhasilan polisi membongkar jaringan ganja asal Medan pada bulan November lalu. Selain penindakan, kepolisian juga berupaya melakukan langkah preemtif melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah dan desa-desa untuk menekan angka pengguna baru.

    “Selama 2025 ini yang paling menonjol adalah pengungkapan jaringan ganja Medan di bulan November,” jelas. Yoyok. [ama/but]

  • Akhir Tahun 2025, 6 Bangunan di Taman Pelangi Surabaya Dirobohkan Lagi

    Akhir Tahun 2025, 6 Bangunan di Taman Pelangi Surabaya Dirobohkan Lagi

    Surabaya (beritajatim.com) – Tepat di penghujung tahun 2025, sebanyak enam bangunan bekas rumah warga di Kampung Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Kota Surabaya kembali dirobohkan pada hari Rabu (31/12/2025).

    Perobohan bangunan ini dilakukan dengan menggunakan alat berat. Tujuannya untuk median proyek flyover yang akan mulai dibangun di atasnya pada tahun 2026-2027, sebagai proyek nasional.

    Enam bangunan yang dibongkar dulunya merupakan rumah-rumah warga yang selama ini menjadi pelindung di antara dingin panasnya matahari. Kini bangunan itu ditinggalkan pemiliknya dan mulai dirobohkan, karena mereka warga sudah mendapatkan ganti rugi.

    Mesin ekskavator sibuk menganyunkan moncong ke arah tembok-tembok penyangga atap. Diringi dengan jeritan mesin gergaji mesin senso dari kejauhan, di mana pekerja merapikan pepohonan Taman Pelangi yang rimbun.

    Suasana perobohan bangunan bekas rumah warga Kampung Taman Pelangi Surabaya untuk Proyek Flyover (dok. Roesdan Suriansyah/beritajatim.com)

    Sugiono (60), warga yang masih bertahan di rumahnya karena belum mendapatkan ganti rugi proyek hanya bisa memandang lurus. Sesekali keluar masuk rumahnya untuk merapikan perkakas di rumahnya.

    “Sudah akan dirobohkan semua,” kata Sugiono.

    Sambil memegang erat kerah bajunya, kakek itu mengatakan bahwa mungkin sebentar lagi rumahnya juga akan dirobohkan. Ia bilang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah memberikan janji untuk memberikan ganti rugi terhadap rumahnya dan enam rumah warga lain dalam tempo cepat awal Januari 2026 mendatang.

    “Hari ini saya akan kembali ke Pemkot, untuk menyerahkan syarat terakhir bukti pelunasan tagihan listrik dan PDAM,” ujarnya.

    Ia pun turut menyampaikan bahwa sejak kemarin hingga hari ini, sudah ada enam rumah yang dirobohkan. Dan hanya akan ada enam rumah yang dirobohkan pada penghujung tahun ini.

    “Hanya enam rumah yang dirobohkan akhir tahun ini. Tidak ada yang lain, sebab kami juga tidak mau jika rumah kami dirobohkan sebelum diberikan ganti rugi,” ucapnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menargetkan bahwa perobohan bangunan di Taman Pelangi rampung pada akhir Desember 2025. Dengan rencana pengerjaan proyek flyover dimulai bertahap 2026 dan 2027 oleh Kementerian Pengerjaan Umum (PU).

    “Karena kita hanya menyediakan tanahnya. (Pembangunan) ada di 2026 dan 2027 dilakukan oleh Kementerian PU,” kata Eri. (rma/but)

  • Dua Kapal Tenggelam, Komisi V Minta Kemenhub Tak Remehkan Peringatan BMKG

    Dua Kapal Tenggelam, Komisi V Minta Kemenhub Tak Remehkan Peringatan BMKG

    Jakarta (beritajatim.com) – Tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Pulau Komodo yang menewaskan pelatih tim putri Valencia, Martin Carerras, beserta ketiga anaknya. Karamnya Kapal Sharandy of The Seas di perairan selatan Denpasar dibilai menjadi bukti nyata abainya otoritas terhadap peringatan dini cuaca.

    Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menyatakan bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah jauh-jauh hari mengeluarkan peringatan terkait ancaman Bibit Siklon 96S di Samudra Hindia. Cuaca memicu gelombang tinggi dan angin kencang.

    “Tragedi ini seharusnya tidak terjadi jika Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan seluruh stakeholder terkait tidak menganggap remeh warning dari BMKG. Peringatan tentang Bibit Siklon 96S sudah digencarkan sejak beberapa minggu terakhir. Ini adalah kelalaian kolektif dalam merespons deteksi dini bencana,” ujar Syaiful Huda.

    Politisi PKB ini menegaskan tragedi serupa di tengah ancaman hidrometeorologi tidak boleh terulang. Dia mendesak moratorium Izin Berlayar di Wilayah Zona Merah.

    “Kemenhub melalui Syahbandar harus berani mengambil keputusan tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal wisata maupun transportasi umum di wilayah yang terdampak langsung Bibit Siklon 96S hingga kondisi dinyatakan aman,” ujarnya.

    Dia juga meminta seluruh operator transportasi mengintegrasikan sistem navigasi mereka dengan sistem monitoring cuaca BMKG secara real-time. Tidak boleh ada lagi kapten kapal atau maskapai yang beroperasi tanpa memantau perkembangan cuaca per jam.

    “Kami juga mendesak sanksi tegas, mulai dari pencabutan izin operasi hingga pidana, bagi oknum petugas atau operator yang terbukti melanggar protokol keselamatan di tengah cuaca ekstrem,” ujarnya. (hen/but)

  • Angka Kriminalitas Meroket, 2025 Tahun Mencekam Bagi Warga Pasuruan

    Angka Kriminalitas Meroket, 2025 Tahun Mencekam Bagi Warga Pasuruan

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kondisi keamanan di wilayah hukum Polres Pasuruan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan meningkatnya jumlah gangguan kamtibmas sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 315 kasus kriminalitas terjadi, di mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

    “Kasus pencurian dengan kekerasan (curas) serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kini menjadi atensi utama kami karena intensitasnya,” ujar Waka Polres Pasuruan, Kompol Andy Purnomo.

    Tingginya angka kriminalitas ini semakin dipertegas dengan data kasus curanmor yang mencapai 57 kasus dalam delapan kategori berbeda. Selain itu, kasus penipuan serta pencurian dengan pemberatan (curat) menempati posisi teratas sebagai tindak pidana yang paling sering menghantui warga.

    “Tiga kasus tersebut (curas, curat, curanmor) memang cukup berat namun penyelesaiannya sejauh ini sudah berjalan cukup baik,” tambahnya.

    Masyarakat di kawasan padat penduduk seperti Kecamatan Pandaan dan Beji kini harus ekstra waspada karena wilayah mereka ditetapkan sebagai zona merah kriminalitas. Kerawanan di titik-titik perkotaan ini dipicu oleh tingginya konsentrasi penduduk yang menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan.

    “Wilayah yang paling banyak kasus pencurian berada di Pandaan dan Beji karena memang daerah tersebut padat penduduk,” ungkap Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adimas Firmansyah.

    Selain ancaman pencurian, teror bom ikan atau bondet juga dilaporkan beberapa kali terjadi dan menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Polisi kini terpaksa menetapkan status atensi khusus pada penggunaan bondet karena sifatnya yang sangat membahayakan nyawa.

    “Kita lebih konsen juga karena di tahun ini beberapa kali terjadi kejadian bondet, itu juga menjadi atensi kami,” jelas Adimas.

    Pihak Reskrim mulai menempatkan personel melalui program Kring Serse untuk memantau titik-titik terawan berdasarkan data kriminalitas lima tahun terakhir. Namun, upaya represif ini harus berpacu dengan fakta bahwa kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Pasuruan bahkan telah memakan korban jiwa.

    “Kita tempatkan Kring Serse di masing-masing titik terawan, tidak hanya untuk curas, curat, dan curanmor saja,” tegas Adimas.

    Situasi Pasuruan saat ini dinilai cukup rawan mengingat beragamnya jenis tindak pidana berat yang belum sepenuhnya bisa diredam. Mulai dari pembunuhan dengan kekerasan di Gempol hingga pembakaran pos lantas menjadi catatan kelam penegakan keamanan di tahun ini.

    “Penyelesaian kasus memang lebih tinggi di 2025, namun jumlah laporannya juga meningkat signifikan,” tutup Andy. [ada/aje]

  • Polemik Nama RSUD Ar-Rozy Mencuat, Wali Kota Probolinggo Tegaskan Belum Ada Rencana Ganti Nama

    Polemik Nama RSUD Ar-Rozy Mencuat, Wali Kota Probolinggo Tegaskan Belum Ada Rencana Ganti Nama

    Probolinggo (beritajatim.com) – Polemik penamaan fasilitas publik kembali mencuat di Kota Probolinggo. Sorotan kali ini mengarah pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ar-Rozy yang berlokasi di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kota Probolinggo, yang sejak awal pembangunannya dinilai menyisakan tanda tanya terkait makna dan filosofi nama yang digunakan.

    Diskursus tersebut berkembang seiring munculnya aspirasi sebagian masyarakat yang mendorong agar fasilitas publik menggunakan nama tokoh pahlawan atau figur berjasa yang memiliki keterikatan sejarah serta kontribusi nyata bagi daerah. Isu ini pun memantik perhatian Wali Kota Probolinggo.

    Wali Kota Probolinggo dr. Aminudin tidak menampik bahwa secara ideal, penamaan jalan, gedung pemerintahan, hingga rumah sakit memang seharusnya merepresentasikan sosok yang memiliki jasa besar, baik di bidangnya maupun dalam sejarah daerah.

    “Karena saya juga seorang dokter, memang idealnya nama jalan atau rumah sakit itu merujuk pada sosok yang berjasa di bidangnya, atau pahlawan yang memiliki keterikatan sejarah. Itu menjadi simbol penghormatan kita atas dedikasi mereka,” ujarnya.

    Menurut Aminudin, penggunaan nama tokoh pahlawan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan juga sarana edukasi publik dan pengingat nilai-nilai sejarah bagi generasi berikutnya.

    Meski demikian, di tengah menguatnya wacana tersebut, Aminudin menegaskan bahwa hingga kini Pemerintah Kota Probolinggo belum memiliki agenda untuk mengganti nama RSUD Ar-Rozy. Ia menyebut belum ada tekanan atau penolakan terbuka dari masyarakat terkait penggunaan nama rumah sakit tersebut.

    “Hingga saat ini belum ada masyarakat yang melayangkan protes atau keberatan soal nama itu. Jadi, kami masih belum ada arah atau rencana untuk mengganti nama RSUD Ar-Rozy,” tegasnya.

    Aminudin menyampaikan bahwa Pemkot Probolinggo memilih memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dibanding terlibat dalam polemik simbolik. Menurutnya, substansi layanan publik dinilai lebih mendesak untuk dibenahi.

    Sikap tersebut menunjukkan bahwa Pemkot Probolinggo belum memandang isu penamaan RSUD Ar-Rozy sebagai persoalan krusial yang memerlukan intervensi kebijakan dalam waktu dekat. Selama tidak muncul penolakan masif dari masyarakat, identitas rumah sakit tersebut dipastikan tetap dipertahankan.

    Di sisi lain, pernyataan Wali Kota Probolinggo ini juga membuka ruang diskusi lanjutan di tengah publik, terkait kemungkinan perubahan sikap pemerintah daerah apabila aspirasi masyarakat mengenai penggunaan nama tokoh pahlawan semakin menguat di kemudian hari. [ada/beq]

  • Masak Mi Instan Tak Lagi Biasa, Pakai Tips Ini

    Masak Mi Instan Tak Lagi Biasa, Pakai Tips Ini

    Surabaya (beritajatim.com)-Mi instan sering menjadi pilihan praktis saat lapar melanda, terutama ketika waktu dan tenaga terbatas. Sayangnya, banyak orang memasaknya dengan cara yang sama berulang kali sehingga rasanya terasa biasa saja. Padahal, dengan sedikit trik dan kreativitas, mi instan bisa disulap menjadi hidangan yang lebih nikmat dan menggugah selera tanpa ribet.

    Agar tidak bosan dan tetap menikmati mi instan dengan cara berbeda, ada beberapa tips sederhana yang bisa dicoba. Mulai dari teknik memasak hingga tambahan bahan pelengkap, semuanya bisa membuat pengalaman makan mi instan jadi lebih istimewa.

    Gunakan Air Rebusan dengan Takaran Tepat

    Salah satu kesalahan umum saat memasak mi instan adalah menggunakan terlalu banyak air. Air rebusan yang berlebihan dapat membuat rasa bumbu menjadi encer dan kurang kuat. Gunakan air secukupnya sesuai petunjuk, atau sedikit kurangi agar rasa mi lebih gurih dan bumbunya meresap sempurna.

    Masukkan Bumbu di Waktu yang Tepat

    Agar rasa mi lebih maksimal, sebaiknya bumbu tidak langsung dimasukkan sejak awal. Untuk mi kuah, bumbu bisa dimasukkan setelah mi hampir matang. Sementara untuk mi goreng, campurkan bumbu di wadah terpisah, lalu masukkan mi yang sudah ditiriskan agar bumbu tercampur rata dan tidak menggumpal.

    Tambahkan Topping Sederhana

    Mi instan akan terasa lebih istimewa dengan tambahan topping. Telur, sayuran seperti sawi atau wortel, bakso, sosis, hingga ayam suwir bisa menjadi pilihan. Selain menambah rasa, topping juga membuat mi instan terasa lebih mengenyangkan dan bergizi.

    Eksplorasi dengan Bumbu Tambahan

    Tidak ada salahnya menambahkan bumbu lain untuk memperkaya rasa mi instan. Sedikit kecap manis, saus sambal, minyak wijen, atau bawang goreng bisa memberikan sensasi rasa yang berbeda. Sesuaikan dengan selera agar mi instan terasa lebih personal dan tidak monoton.

    Coba Teknik Memasak yang Berbeda

    Selain direbus, mi instan juga bisa dimasak dengan cara lain, seperti ditumis atau dibuat ala mi nyemek. Teknik memasak yang berbeda akan menghasilkan tekstur dan rasa yang unik, sehingga mi instan tidak terasa itu-itu saja.

    Mi instan memang identik dengan makanan sederhana, tetapi bukan berarti harus selalu disajikan dengan

    cara yang sama. Dengan menerapkan tips-tips di atas, mi instan bisa menjadi hidangan yang lebih lezat, menarik, dan jauh dari kata membosankan. Jadi, jangan ragu untuk berkreasi dan temukan versi mi instan favoritmu sendiri. [Nazala Habibah Fathyadin]

  • Pengadaan Tuntas, Seluruh Desa di Bojonegoro Kini Dilengkapi Mobil Siaga

    Pengadaan Tuntas, Seluruh Desa di Bojonegoro Kini Dilengkapi Mobil Siaga

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menuntaskan program pengadaan mobil siaga desa sebagai upaya memperkuat layanan dasar di tingkat desa. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 33 unit mobil siaga direalisasikan, sehingga seluruh 419 desa di Kabupaten Bojonegoro kini telah dilengkapi kendaraan operasional tersebut.

    Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto memastikan seluruh tahapan pengadaan mobil siaga desa telah diselesaikan. Ia menyampaikan bahwa kendaraan telah diterima oleh masing-masing pemerintah desa penerima.

    “Semua proses pengadaan sudah selesai dan mobil siaga sudah diterima desa. Saat ini tinggal tahapan pembayaran oleh pemerintah desa, sebagian sudah tuntas dan sebagian lainnya masih berproses,” ujar Agus Susetyo.

    Menurut Agus, mobil siaga desa diperuntukkan bagi kepentingan pelayanan masyarakat, terutama untuk mendukung layanan sosial, kesehatan, penanganan kondisi darurat, serta kebutuhan mendesak warga. Karena itu, ia menegaskan agar kendaraan tersebut digunakan sesuai fungsi dan peruntukannya.

    Ia juga mengingatkan pemerintah desa agar tidak menyalahgunakan mobil siaga untuk kepentingan di luar pelayanan publik. Mobil siaga merupakan fasilitas layanan masyarakat yang harus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

    “Mobil siaga harus benar-benar dimanfaatkan untuk melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan lain,” tegasnya.

    Selain pemanfaatan, Agus Susetyo menekankan pentingnya kesiapan anggaran operasional agar mobil siaga dapat berfungsi secara berkelanjutan. Pemerintah desa diminta mengalokasikan dana operasional dalam APBDes Tahun Anggaran 2026, mencakup kebutuhan bahan bakar minyak, perawatan kendaraan, hingga honor pengemudi.

    Dengan terpenuhinya fasilitas mobil siaga di seluruh desa, Pemkab Bojonegoro berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat. Layanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat, merata, dan responsif.

    Sementara itu, Kepala Desa Kepohkidul Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro Samudi menyampaikan bahwa proses pengadaan mobil siaga desa di wilayahnya telah rampung dan kendaraan sudah diterima oleh pemerintah desa.

    “Alhamdulilah ini sudah mendapat mobil siaga desa jenis Luxio,” ujarnya terpisah. [lus/beq]

  • Petugas Haji Indonesia 2026 Bakal Digembleng Semi Militer Sebelum Bertugas

    Petugas Haji Indonesia 2026 Bakal Digembleng Semi Militer Sebelum Bertugas

    Jakarta (beritajatim.com) – Ada kebijakan baru dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Kebijakan baru tersebut yaitu para petugah haji bakal digembleng semi militer sebelum bertugas di lapangan.

    Hal ini bertujuan agar para petugas haji memiliki karakter, fisik, kedisiplinan, serta mental pelayanan yang kuat. Dalam konteks ini, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menyiapkan pola pendidikan dan latihan (diklat) terpadu dengan pendekatan semi militer bagi calon PPIH Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M.

    Para petugas bakal mengikuti pola pelatihan intensif dengan standar militer. Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH di bawah Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, mengungkapkan, pelatihan ini dirancang melibatkan berbagai instrumen lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan.

    “Ini sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan berdaya tahan tinggi di lapangan,” kata Letkol Arm Tulus Widodo, anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026.

    “Kami menyiapkan pendidikan dan latihan khusus bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi 1447 H/2026 M,” kata Tulus mengutip website Kemenhaj dan Umrah RI, Rabu (31/12/2025).

    Pelatihan fokus pada Binjas (pembinaan jasmani) sebagai faktor penunjang utama dalam pelaksanaan tugas petugas haji. Karena itu, kegiatan Binjas disusun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Kemenhaj dan Umrah RI.

    Menurut Tulus, tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, dan latihan baris-berbaris yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas. “Pelatihan ini bisa dikatakan seperti semi-militer. Namun perlu ditegaskan, ini bukan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam melaksanakan tugas sebagai petugas haji,” tandasnya.

    “Harapan utama kami tentu pelaksanaan haji ke depan harus lebih baik. Dengan pelatihan ini, kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pelayanan maksimal yang dibekali attitude, skill, dan knowledge, sehingga petugas mampu menghadirkan pelayanan dengan senyum, salam, dan sapa atau 3S,” tambahnya.

    Pada musim haji 2026 mendatang, Indonesia memperoleh kuota sebanyak 221 ribu jemaah, dengan pola pembagian sebanyak 92 persen untuk haji reguler atau sebanyak 203.320 jemaah dan jemaah haji khusus dengan 8 persen atau sebanyak 17.680 jemaah.

    Dari jumlah kuota tersebut, Jatim memperoleh alokasi kuota paling banyak dibanding provinsi lain di Indonesia. Pembagian kuota per provinsi bersifat dinamis sesuai data antrean. Jemaah haji yang akan berangkat adalah mereka yang memiliki nomor porsi terdekat dalam daftar tunggu di daerahnya.

    Ada dua maskapai penerbangan yang dipakai mengangkut jemaah haji RI di 2026, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Diperkirakan kloter pertama jemaah haji Indonesia 2026 berangkat pada tanggal 22 April 2026 langsung menuju Tanah Suci Madinah. Sehari sebelumnya, jemaah haji kloter pertama sudah harus masuk asrama haji. [air]

  • Prakiraan Cuaca Jelang Tahun Baru: Malang Raya Diguyur Hujan Siang hingga Sore, Malam Berawan

    Prakiraan Cuaca Jelang Tahun Baru: Malang Raya Diguyur Hujan Siang hingga Sore, Malam Berawan

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Malang Raya pada hari ini, Rabu, 31 Desember 2025. Laporan ini menjadi panduan penting bagi masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa cuaca di Kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada siang hari ini akan didominasi oleh hujan.

    “Mulai pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan diprediksi mengguyur merata di seluruh wilayah kecamatan Kota Malang,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda.

    Menjelang sore pukul 16.00 WIB, hujan di Kota Malang diprakirakan reda dan berganti menjadi cuaca udara kabur atau berkabut. Bagi warga yang hendak merayakan malam tahun baru, cuaca pada pukul 19.00 WIB hingga malam hari diprediksi kondusif dengan kondisi berawan dan suhu berkisar 22 derajat Celcius.

    Kondisi serupa terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Sebagian besar wilayah diprediksi mengalami hujan ringan pada siang hingga sore hari. Kecamatan seperti Ampelgading, Bululawang, Dampit, hingga Gondanglegi terpantau akan turun hujan ringan mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB.

    Wilayah dataran tinggi di Kabupaten Malang perlu mewaspadai turunnya kabut tebal. Wilayah Karangploso, Kasembon, Ngantang, dan Pujon diprediksi mengalami fenomena udara kabur/kabut cukup tebal mulai pukul 15.00 WIB hingga 19.00 WIB setelah hujan reda.

    Sementara itu, cuaca di Kota Batu menuntut kewaspadaan lebih. Hujan diprediksi turun dengan durasi lebih panjang dibanding wilayah lain.

    “Wilayah Kecamatan Batu dan Bumiaji diprakirakan turun hujan ringan sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB,” tulis laporan BMKG.

    Khusus untuk Kecamatan Junrejo, warga diimbau waspada pada siang hari. Terdapat potensi hujan petir pada pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB, sebelum berlanjut menjadi hujan ringan hingga sore hari.

    Pada malam pergantian tahun mulai pukul 19.00 WIB, seluruh wilayah Kota Batu diprediksi akan diselimuti kabut atau udara kabur. Dini hari Kamis, 1 Januari 2026, cuaca di seluruh wilayah Malang Raya diprakirakan kembali tenang dengan kondisi berawan. [dan/aje]