Author: Beritajatim.com

  • 17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar tersebut dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang dengan keluhan gangguan kesehatan yang hampir serupa.

    Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan gejala muntah, disertai pusing, dan beberapa di antaranya mengalami diare.

    “Gejala yang dirasakan pasien antara lain muntah, sebagian mengalami diare, serta pusing. Pasien terdiri dari laki-laki dan perempuan,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

    Menurutnya, pihak puskesmas langsung melakukan penanganan medis terhadap seluruh pasien yang datang, sembari memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Hingga saat ini, seluruh pasien masih dalam observasi untuk memastikan tidak terjadi perburukan kondisi.

    Selain penanganan medis, Puskesmas Gondang juga telah mengambil langkah lanjutan dengan menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. Pihak puskesmas memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium setelah keluar, guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para pelajar tersebut.

    Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]

  • Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Jember (beritajatim.com) – Pendapa Wahyawibawagraha selama ini dikenal sebagai rumah dinas kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain sebagai tempat hunian bupati, pendapa tersebut juga menjadi lokasi kegiatan seremonial kenegaraan.

    Bupati menerima tamu resmi dari pemerintah pusat hingga meresmikan program dan melantik pejabat di Pendapa Wahyawibawagraha. Kegiatan yang dihadiri undangan dalam jumlah lebih dari 50 orang biasanya diletakkan di aula lantai dua atau lantai atas.

    Namun sejarah mencatat, Pendapa Wahyawibawagraha pernah beberapa kali digunakan tidak untuk acara pertemuan formal maupun acara kenegaraan.

    Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal pernah mengizinkan pendapa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty pada 6 Juli 2012. Dalam sejarah pemerintahan Jember modern, baru kali ini pusat kekuasaan dijadikan resepsi pesta pernikahan warga biasa yang disiarkan stasiun televisi RCTI.

    Ngunduh mantu artis ini membuat Bupati Djalal jadi sasaran protes warga Jember. Ada warga yang berunjuk rasa mempertanyakan penggunaan uang negara untuk acara privat.

    Bupati Djalal saat itu menepis anggapan acara ngunduh mantu dibiayai uang pemerintah daerah. Ia hanya memberikan sambutan dalam resepsi tersebut. “Sangat tidak sopan, jika kita kedatangan Anang dan Ashanty tanpa memberikan sambutan,” katanya saat itu.

    Apalagi, lanjut Djalal, Anang dan Ashanty datang bersama rombongan besar, yang di dalamnya terdapat sejumlah awak infotainmen televisi. Kehadiran para awak televisi itu akan memperkuat promosi Jember melalui acara Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).

    Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 2022, aula lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha dikuasai BTS Army, sebutan fans grup musik pop Korea (K-Pop) Bangtan Boys atau BTS. Mereka nonton baremg konser boys band asal Korea Selatan tersebut.

    Sedikitnya dua ratus orang penggemar BTS berkumpul di aula pendapa. Mereka menyaksikan live streaming gratis konser Yet To Come In Busan yang ditayangkan pada layar lebar. Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini duduk di kursi deretan depan menyaksikan langsung konser yang berlangsung di Korea Selatan tersebut.

    Ide menggelar nobar ini tak lepas dari keinginan Bupati Hendy memfasiitasi kegiatan-kegiatan anak muda di Jember. “Kepala daerah harus peka. Penggemar BTS tidak sedikit. Ada ribuan orang di Jember,” katanya.

    “Oleh sebab itu, saya punya pemikiran, wah ini harus diundang nobar. Mumpung gratis, boleh ditonton bebas melalui live streaming. Kenapa tidak kami buka saja pendapa, wong lagi kosong tidak ada acara, dan ada layar lebarnya. Anak-anak kita ini harus diarahkan pada hal yang positif,” kata Hendy.

    Terakhir, Pendapa Wahyawibawagraha menjadi tempat ngunduh mantu Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026) tanpa dipungut biaya sewa.

    Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

    “Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya. [wir]

  • HUT ke-53, PDIP Surabaya Target 15 Kursi DPRD di Pemilu 2029

    HUT ke-53, PDIP Surabaya Target 15 Kursi DPRD di Pemilu 2029

    Surabaya (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Surabaya memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan yang digelar serentak di 31 kecamatan, Sabtu (10/1/2026). Peringatan dipusatkan di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Surabaya dengan melibatkan kader, simpatisan, serta berbagai elemen masyarakat.

    Peringatan HUT ke-53 menjadi momentum konsolidasi total struktur partai dari tingkat DPC hingga ranting untuk menatap Pemilu 2029. Soliditas organisasi dan kedekatan dengan rakyat disebut menjadi kunci kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya.

    “Target politik kami jelas. Pada Pemilu 2029, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya. Target ini realistis dan harus diperjuangkan bersama melalui kerja politik yang terstruktur, masif, dan membumi,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji.

    Seluruh kader dan pengurus diminta turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memastikan program kerakyatan dirasakan manfaatnya. Kehadiran kader di tengah warga dinilai menjadi kekuatan utama partai.

    “Tidak ada jalan lain selain kerja nyata. Kader harus hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itulah kekuatan PDI Perjuangan,” ujarnya.

    Peringatan HUT ke-53 juga menjadi ruang refleksi dan penguatan ideologi partai. PDI Perjuangan ditegaskan sebagai partai berideologi dengan pelembagaan organisasi dan manifesto politik yang jelas.

    “Peringatan HUT ini menjadi refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan adalah partai berideologi dan bersejarah. Kader diingatkan bahwa partai bertahan karena pelembagaan, kepercayaan, dan keyakinan politik,” kata Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Purwadi.

    Rangkaian kegiatan diisi dengan pemotongan tumpeng di masing-masing kecamatan serta nonton bareng pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kader hingga tingkat PAC diminta segera menguatkan struktur dan basis massa.

    “Kami berharap PAC memperkuat organisasi, menggerakkan kader dan masyarakat, serta memastikan setiap kegiatan bernilai elektoral,” jelas Purwadi.

    Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Surabaya dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan, kelompok senior partai, pelaku UMKM binaan, hingga pengemudi ojek online. Pembagian paket makanan turut dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dengan rakyat. [asg/kun]

  • Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Jombang (beritajatim.com) – Sebuah insiden terjadi di depan RSUD Jombang, yang melibatkan seorang anak yang kakinya terjepit pada besi tralis tempat duduk. Insiden ini memicu respons cepat dari tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Jombang, Sabtu (10/1/2026).

    Menurut laporan yang diterima Pos Damkar Jombang, korban yang masih anak-anak, tidak sengaja memasukkan kakinya ke dalam celah besi tralis pada bangku di depan rumah sakit tersebut.

    “Korban yang masih anak-anak tidak sengaja kakinya masuk dan terjepit di antara besi teralis bangku,” ujar Deni Santoso, petugas Pos Damkar Jombang, saat diwawancarai terkait kejadian tersebut, Sabtu (10/1/2026).

    Mendapati kaki korban terjepit, orang tua korban berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan kaki anaknya, namun upaya tersebut mengalami kesulitan. “Orang tua korban berusaha membantu menarik kaki korban, tapi kesulitan saat dilepas,” lanjut Deni.

    Keadaan ini mendorong orang tua korban untuk segera menghubungi Pos Damkar Jombang untuk meminta bantuan. Pos Damkar Jombang menerima laporan pada pukul 11.27 WIB, dan tak lama kemudian, tim regu piket Pos Damkar Jombang berangkat menuju lokasi kejadian.

    Dalam waktu kurang dari lima menit, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan terhadap korban. Tim damkar bekerja cepat dan profesional, dan pada pukul 11.45 WIB, kaki korban berhasil terlepas dari jepitan besi.

    Kondisi korban saat ini sudah aman dan tidak mengalami cedera lebih lanjut. “Kaki korban berhasil terlepas dari jepitan dan korban dinyatakan aman,” ungkap Deni. [suf]

  • Hujan Guyur Acara Tumpengan HUT PDIP di Tempat Penampungan Akhir Sampah Jember

    Hujan Guyur Acara Tumpengan HUT PDIP di Tempat Penampungan Akhir Sampah Jember

    Jember (beritajatim.com) – Hujan lebat mengguyur saat pengurus Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar acara tumpengan bersama warga di Tempat Penampungan Akhir Sampah Pakusari, Sabtu (10/1/2026).

    Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan. Tak hanya dihadiri kader dan pengurus partai tersebut, acara ini juga dihadiri warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung sampah.

    Begitu acara hendak dilaksanakan mendadak rintik-rintik air hujan turun. Namun pengurus dan kader PDIP tetap melaksanakan acara tumpengan di area taman hijau yang terbuka. Alhasil mereka basah kuyup.

    Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Jember Hadi Supaat mengatakan, peringatan hari jadi ini untuk mengenang dan menghayati nilai-nilai ajaran Sukarno yang telah menanamkan ideologi Pancasila.

    Peringatan itu, lanjut Hadi, juga untuk meningkatkan konsolidasi dan soliditas struktural PDIP Jember. “Tujuannya agar mereka terus-menerus turun di tengah rakyat, turun di akar rumput untuk mendengarkan, melihat apa yang menjadi harapan masyarakat, agar PDI Perjuangan mampu memperjuangkannya,” katanya.

    Melalui peringatan ini, Hadi mengatakan, PDIP menegakkan komitmen untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang adil dan makmur. “Sesuai dengan tema hari ini adalah ‘Di sanalah kami berdiri untuk selama-lamanya. Satyam Eva Jayate, bahwa kebenaran pasti menang,” katanya.

    “Di tengah dinamika politik yang luar biasa PDI perjuangan tetap kokoh, berdiri kokoh bersama rakyat. Maka dalam momentum ini kami berharap kepada semuanya, khususnya untuk kader PDI perjuangan, untuk tetap tegak lurus, tetap setia berjuang di garis rakyat, mengabdi serta memberikan solusi yang terbaik bagi apa yang menjadi harapan rakyat, bangsa dan negara,” kata Hadi.

    Hadi mengingatkan, bahwa PDI Perjuangan ini adalah partai wong cilik. “Partai yang betul-betul berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kita tidak main-main dalam hal ini. Partai kami adalah satu-satunya partai yang betul-betul berpihak kepada rakyat,” katanya. [wir]

  • Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Jombang (beritajatim.com) – Di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2025. Rumah milik Wildan Syaifullah (34) diduga menjadi sarang bagi ular jenis kobra. Dua anakan ular berbisa tersebut berhasil ditangkap saat memasuki salah satu kamar rumah.

    Menurut Wildan, kejadian ini bermula ketika istrinya curiga mendengar suara ‘kresek-kresek’ dari atas plastik yang ada di kamar. “Awalnya dikira kadal saat hanya terlihat ekor, ternyata ular,” kata Wildan.

    Ketika memeriksa lebih lanjut, ia melihat kepala ular tersebut. Saat hendak ditangkap, ular sempat melawan dengan cara mendongakkan kepalanya. Namun, Wildan berhasil melumpuhkan ular pertama dan memasukkannya ke dalam botol plastik.

    Setelah Wildan pergi bekerja, sang istri kembali menemukan ular kedua dengan ukuran yang serupa berusaha masuk ke kamar. Wildan pun segera pulang setelah menerima telepon dari istrinya dan berhasil melumpuhkan ular kedua. “Saya khawatir ada ular lain, maka saya minta bantuan Damkar Mojoagung Jombang,” tambahnya.

    Petugas Damkar Mojoagung yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian menggunakan peralatan lengkap. Mereka menyisir seluruh rumah, terutama di bagian dapur, namun hanya menemukan kulit ular. “Kami sudah menyisir semua ruangan. Ular jenis kobra sangat berbahaya,” ujar Agus Istiawan, anggota pos Damkar Mojoagung, yang turut melakukan pencarian.

    Hingga kini, tim Damkar belum berhasil menemukan indukan ular tersebut, yang diduga masih bersembunyi di area sekitar rumah. [suf]

  • Ketua Partai Gelora Jember Ngunduh Mantu di Pendapa Wahyawibawagraha Tanpa Biaya Sewa

    Ketua Partai Gelora Jember Ngunduh Mantu di Pendapa Wahyawibawagraha Tanpa Biaya Sewa

    Jember (beritajatim.com) – Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, ngunduh mantu di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026), tanpa dipungut biaya sewa.

    Tulus adalah salah satu pendukung Bupati Muhammad Fawait saat pemilihan kepala daerah. Resepsi pernikahan putrinya Izzatun Nisa’ Fitdausi dengan Ridza Kalimanto digelar di lantai dua pendapa pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB.

    Lantai dua pendapa biasa digunakan untuk acara-acara seremonial kenegaraan. Wartawan sempat kesulitan untuk masuk ke lokasi resepsi, karena dicegat petugas pengamanan dalam.

    Sutrisno, wartawan Kliktimes.com, sudah menjelaskan identitasnya. “Kami sudah izin Kepala Bagian Umum Pak Hisyam,” katanya.

    Namun, menurut Sutrisno, petugas tersebut justru balik bertanya. “Siapa Pak Hisyam?”

    Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, ada permohonan resmi untuk menggunakan pendapa. “Kemudian ditindaklanjuti dan diujicobakan sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” katanya.

    Hisyam menegaskan izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba. “Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya.

    Hisyam mengatakan penggunaan pendapa untuk acara ngunduh mantu tersebut tak dipungut biaya alias gratis. “Kami hanya menyiapkan protokoler untuk mensterilkan area (lantai) bawah. Tidak boleh ada tamu yang ke (ruang) bawah, karena itu area bupati,” katanya.

    Bagaimana dengan biaya listrik pendapa yang digunakan acara ngunduh mantu tersebut? “Tagihan listrik adalah untuk penggunaan di pendapa selama satu bulan. Kan tidak bisa dihitung per hari, kemudian kita memungut dari sana,” kata Hisyam.

    Rencananya, tidak hanya pendapa yang diujicobakan untuk disewakan. Menurut Hisyam, akan ada kajian untuk menambah pendapatan dari pemanfaatan aset milik Pemkab Jember lainnya seperti J-Klab.

    Pendapa menjadi objek uji coba pertama karena dinilai memiliki daya jual. “Nantinya setelah hasil kajian muncul, paket kebijakannya apa, apakah perlu peraturan bupati, apakah perlu perubahan perda, itu dikaji oleh tim, bukan kami,” kata Hisyam.

    Kebijakan itu nantinya tak hanya mengatur harga sewa, namun juga alur permohonan perizinan dan bahkan kapasitas jumlah tamu yang diundang.

    Selain pendapa, menurut Hisyam, rumah dinas sekretaris daerah di Perumahan Gunung Batu sudah dikaji untuk dimanfaatkan. “Apakah mau dijadikan guest house atau mau dimanfaatkan lagi untuk rumah dinas, saat ini tim sedang mengkaji,” katanya.

    Masyarakat juga bisa menggunakan videotron raksasa di alun-alun Jember Nusantara. “Kami tidak memungut apapun. Silakan, boleh Karena operatornya dari Diskominfo, harus berkoordinasi dengan mereka,” kata Hisyam.

    Sebenarnya bukan sekali ini saja Pendapa Wahyawibawagraha menjadi lokasi resepsi pernikahan. Dua belas tahun silam, tepatnya 6 Juli 2012, Bupati MZA Djalal mengizinkan pendapa menjadi lokasi resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty. Acara itu disiarkan stasiun televisi swasta RCTI. [wir]

  • Sepanjang 2025, Pacitan Diguncang 1.135 Gempa, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga

    Sepanjang 2025, Pacitan Diguncang 1.135 Gempa, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga

    Pacitan (beritajatim.com) – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan mencatat sebanyak 1.135 kejadian gempa bumi dengan kekuatan kecil hingga besar sepanjang tahun 2025. Data tersebut merupakan hasil monitoring aktivitas kegempaan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang dirilis oleh BPBD Pacitan.

    Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyampaikan bahwa secara rata-rata terjadi minimal 80 gempa setiap bulan, dengan mayoritas episentrum berada di wilayah laut selatan Pacitan.

    “Berdasarkan data BMKG, sepanjang 2025 tercatat 1.135 kejadian gempa. Hampir setiap bulan ada aktivitas gempa, dan mayoritas berpusat di laut selatan Pacitan,” kata Erwin, Sabtu (10/1/2026).

    Ia menjelaskan, aktivitas kegempaan tertinggi terjadi pada Mei 2025, dengan jumlah kejadian mencapai 134 gempa dalam satu bulan. Meski angka tersebut terbilang tinggi, sebagian besar gempa yang tercatat berkekuatan kecil hingga menengah dan tidak menimbulkan dampak kerusakan signifikan.

    Menurut Erwin, seringnya gempa dengan skala kecil justru dapat berperan sebagai mekanisme alam dalam melepaskan energi secara bertahap.

    “Dengan banyaknya gempa kecil, tekanan energi bisa terlepas secara bertahap sehingga berpotensi mereduksi gempa besar,” jelasnya.

    Kendati demikian, BPBD Pacitan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Erwin menegaskan, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan mengingat Pacitan berada di wilayah rawan bencana, khususnya gempa bumi dan potensi turunan lainnya.

    Ia mengimbau, apabila terjadi gempa dengan kekuatan besar, masyarakat diminta segera menyelamatkan diri ke tempat terbuka dan menjauh dari bangunan atau objek yang berpotensi runtuh.

    Selain itu, BPBD Pacitan terus mendorong penguatan mitigasi berbasis masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Program tersebut dinilai penting karena Pacitan termasuk daerah dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi dan menjadi perhatian pemerintah provinsi.

    “Kalau melihat kondisi Pacitan yang punya kerentanan tinggi terhadap bencana, kita berharap masyarakat selalu meningkatkan kapasitas dirinya dengan mengikuti perkembangan kondisi terkini. Kedua, jangan lupa menyediakan tas siaga bencana,” tegas Erwin.

    Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi InaRISK milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Aplikasi tersebut dapat diakses secara terbuka untuk mengetahui potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.

    “Semua upaya ini dilakukan untuk meminimalisir dampak ancaman bencana,” pungkasnya. [tri/beq]

  • Bondowoso Targetkan Kenaikan PAD Lewat Penyesuaian Tarif Kios, Parkir, hingga Objek Wisata

    Bondowoso Targetkan Kenaikan PAD Lewat Penyesuaian Tarif Kios, Parkir, hingga Objek Wisata

    Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso secara resmi menyiapkan penyesuaian tarif pajak dan retribusi daerah melalui perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2024 guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kebijakan strategis ini menyasar sejumlah sektor produktif mulai dari kios pasar, pengelolaan sampah, layanan parkir, hingga retribusi masuk objek wisata unggulan.

    Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menyatakan bahwa langkah fiskal ini diambil sebagai solusi atas keterbatasan anggaran daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan kebijakan ini tetap berimbang agar tidak memberatkan masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

    “Kuncinya adalah keseimbangan. Penambahan tarif ini tidak dimaksudkan untuk memberatkan masyarakat, tetapi bagaimana PAD bisa bertambah secara rasional dan proporsional,” ujar Abdul Hamid.

    Sektor kios pasar menjadi salah satu poin utama dalam penataan ulang tarif retribusi tahun ini. Pemerintah akan menerapkan kategori tarif berdasarkan fasilitas yang diterima pedagang guna mengedepankan asas keadilan di lingkungan pasar tradisional.

    Selain pasar, penyesuaian juga menyasar sektor retribusi persampahan dengan melakukan pengelompokan ulang kategori layanan bagi pelanggan. Strategi ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pengelolaan sampah agar tidak sepenuhnya bergantung pada suntikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan mengusulkan perubahan tarif parkir yang tidak hanya berorientasi pada penerimaan daerah. Kebijakan ini juga dirancang untuk mendukung penataan ruang publik dan peningkatan kualitas pelayanan parkir bagi pengguna kendaraan di Bondowoso.

    Rancangan perubahan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tersebut telah disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Bondowoso pada Rabu, 7 Januari 2026. Penyesuaian tarif ini juga direncanakan menyentuh sejumlah destinasi wisata milik daerah yang menjadi magnet wisatawan nasional maupun lokal.

    Adapun objek wisata yang masuk dalam daftar penyesuaian tarif meliputi:

    Pemandangan Arak-Arak
    Kawah Wurung
    Tancak Kembar
    Puncak Megasari
    Batu So’on Solor
    Pemandian air panas daerah

    Pemerintah daerah menegaskan bahwa besaran persentase kenaikan saat ini masih dalam tahap pembahasan teknis yang mendalam. Otoritas terkait berjanji akan melakukan sosialisasi secara terbuka kepada publik sebelum aturan baru tersebut resmi diberlakukan secara luas.

    “Untuk besaran persentase kenaikan tarifnya masih dalam pembahasan teknis dan akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkas Abdul Hamid. [awi/beq]

  • Fakultas Ketahanan Pangan Unesa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNBP

    Fakultas Ketahanan Pangan Unesa Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur SNBP

    Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) resmi membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

    Fakultas yang tergolong baru ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di bidang ketahanan pangan nasional berbasis sains dan teknologi.

    Dekan Fakultas Ketahanan Pangan Unesa, Prof. Nining, mengajak siswa-siswi SMA/SMK/MA/Pesantren yang memiliki prestasi akademik dan nonakademik untuk memanfaatkan peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa FKP Unesa siap menjaring talenta terbaik yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pangan Indonesia.

    “FKP siap menerima mahasiswa baru jalur SNBP. Kami ingin menjaring talenta terbaik yang siap berkontribusi pada kemandirian dan keberlanjutan pangan Indonesia,” ujar Prof. Nining, dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

    Perempuan penerima Hoegeng Award sebagai tokoh penggerak ketahanan pangan itu menambahkan, FKP Unesa dirancang untuk menjawab tantangan pangan global dan nasional, mulai dari hulu hingga hilir.

    “FKP Unesa dirancang untuk menjawab permasalahan pangan nasional dan global serta mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya.

    Pada tahun akademik ini, Fakultas Ketahanan Pangan Unesa membuka lima program studi sarjana (S-1), yaitu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Biosains Hewan, Akuakultur, Agribisnis Digital, serta dan Bioteknologi.

    Selain itu, FKP juga tengah menyiapkan pembukaan Program Studi S-1 Kedokteran Hewan, Pendidikan Profesi Dokter Hewan, serta Program Magister (S-2) Manajemen Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

    Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKP Unesa, Prof. Isnawati, menegaskan bahwa kurikulum di fakultas tersebut disusun adaptif terhadap kebutuhan industri nasional maupun global.

    “Kurikulum program studi di FKP dirancang adaptif dengan perkembangan industri nasional dan global, dengan menekankan keseimbangan antara teori, praktik, serta penguatan karakter mahasiswa,” jelasnya.

    Dari sisi sumber daya, Wakil Dekan Bidang II FKP Unesa, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, memastikan kesiapan fakultas dalam mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

    “FKP Unesa didukung sumber daya yang memadai. Seluruh program studi ditopang oleh dosen lulusan perguruan tinggi terkemuka dalam dan luar negeri serta memiliki sertifikat kompetensi sesuai bidang keahliannya,” ungkapnya.

    Ia juga menambahkan bahwa fasilitas penunjang di Fakultas Ketahanan Pangan Unesa tergolong lengkap dan modern.

    “FKP Unesa memiliki sarana dan prasarana yang memadai, mulai dari laboratorium modern, smart class, ruang kurasi digital, coworking space, hingga Smart Agriculture Techno Park (SATP), serta didukung tenaga kependidikan yang siap melayani,” pungkasnya.

    Tak hanya itu, FKP Unesa juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra industri dan lembaga terkait guna menyiapkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan tangguh menghadapi tantangan sektor pangan ke depan.

    Melalui Subdirektorat Admisi, Unesa mengimbau siswa SMA/SMK/MA yang memenuhi kriteria SNBP untuk memanfaatkan kesempatan ini secara optimal dengan melakukan pendaftaran sesuai jadwal nasional SNPMB.

    Sebagai informasi, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merupakan perguruan tinggi negeri berstatus PTN Badan Hukum (PTN-BH) dan berhasil meraih Juara 1 Liga PTNBH. Unesa terus berkomitmen mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berdampak untuk mendukung pembangunan nasional serta daya saing global. (ted)