Author: Beritajatim.com

  • Penolakan Parkir Digital, PKB Desak Polri Tindak Premanisme Berkedok Ormas

    Penolakan Parkir Digital, PKB Desak Polri Tindak Premanisme Berkedok Ormas

    Jakarta (beritajatim.com) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi sekelompok orang yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan demonstrasi dan protes terhadap kebijakan parkir digital di Restoran Mie Gacoan, Surabaya.

    “Apa yang dilakukan kelompok yang mengaku Ormas itu merupakan bentuk premanisme. Mereka tidak berhak melarang restoran menerapkan parkir digital,” ujar Abdullah, Rabu (31/12/2025)

    Menurut Abdullah, negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan cara-cara intimidatif demi kepentingan ekonomi tertentu.

    “Ormas yang bertindak di luar hukum dan mengganggu pengusaha harus ditertibkan. Negara harus hadir dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha,” katanya.

    Abdullah pun menilai tindakan kelompok tersebut sebagai bentuk premanisme. Dia menegaskan, tidak ada hak bagi Ormas atau kelompok mana pun untuk melarang pengusaha menerapkan kebijakan internal, termasuk pengelolaan parkir secara digital.

    Dia berpendapat, pengusaha restoran memiliki hak penuh untuk mengatur sistem parkir di area usahanya secara mandiri, selama tidak melanggar hukum dan peraturan yang berlaku.

    “Pengusaha memiliki hak untuk mengelola usahanya, termasuk soal parkir. Tidak boleh ada tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun,” tegasnya.

    Abdullah juga mendesak, aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap praktik premanisme yang berlindung di balik nama Ormas. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap tindakan semacam ini dapat berdampak serius terhadap iklim usaha dan investasi.

    “Jika dibiarkan, tindakan Ormas seperti ini akan mengganggu iklim usaha. Mereka merasa berkuasa, bahkan seolah lebih berkuasa dari negara. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

    Seperti diberitakan, penerapan sistem parkir digital secara serentak di 11 titik gerai Mie Gacoan di Surabaya, pada Kamis (26/12/2025), mendapatkan penolakan dari ormas yang selama ini terlibat dalam pengelolaan parkir konvensional. [hen/suf]

  • Hadiri Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat, Gus Qowim: Perbedaan adalah Pelangi Indah

    Hadiri Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat, Gus Qowim: Perbedaan adalah Pelangi Indah

    Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri kegiatan Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat dan sarasehan yang digelar oleh Yayasan Rumah Budaya. Acara berlangsung di Pelataran Goa Selomangleng, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lintas agama.

    “Saya mengapresiasi kegiatan Doa Tutup Tahun Lintas Umat. Ini adalah pelangi yang sangat indah. Warnanya berbeda-beda, tetapi bersatu dan ini harus kita jaga,” ujarnya.

    Gus Qowim menjelaskan kegiatan ini adalah gambaran kecil Kota Kediri, di mana dari berbagai warna, budaya, dan latar belakang disatukan oleh sebuah kota yang luar biasa, yakni Kota Kediri. Hal inilah yang harus terus dijaga. Kota Kediri terkenal akan guyub rukunnya dan toleransinya.

    “Biarlah berbeda-beda, tetapi banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama. Tujuan dan cita-cita kita sama, ingin menjadikan Kota Kediri menjadi kota yang Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni (MAPAN),” jelasnya.

    Dalam kesempatan ini, Gus Qowim juga mengajak seluruh elemen untuk bersatu dan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Kediri dalam membangun Kota Kediri. Pemerintah tidak dapat mewujudkan cita-cita Kota Kediri sendirian. Harus ada dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen dan masyarakat.

    “Mohon doa dan dukungannya. Doakan juga untuk Indonesia dan saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah. Semoga selalu aman,” pungkasnya.

    Ketua Yayasan Rumah Budaya, Rindu Rikat, memberikan bibit pohon kepada Wakil Wali Kota Kediri. Turut hadir perwakilan Forkopimda, kepala OPD, Ketua Panitia Dyah Prasadja, serta tamu undangan lainnya. [nm/kun]

  • Siapkan Rangkaian Agenda Akhir Tahun 2025, Pemkot Kediri Akan Resmikan Jalan Stasiun dan Gelar Aksi Sosial

    Siapkan Rangkaian Agenda Akhir Tahun 2025, Pemkot Kediri Akan Resmikan Jalan Stasiun dan Gelar Aksi Sosial

    Kediri (beritajatim.com) – Menutup tahun 2025, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan rangkaian agenda kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Salah satu yang menjadi agenda utama adalah peresmian revitalisasi Jalan Stasiun Kota Kediri di Kawasan Jalan Dhoho yang menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Kediri dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan.

    Roni Yusianto, Kepala Dinas Kominfo dalam keterangannya saat acara jumpa pers dengan awak media, Rabu (31/12/2025) disalah satu hotel di Kota Kediri mengatakan peresmian Jalan Stasiun akan dirangkaikan dengan malam penggalangan dana dan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang diikuti oleh seluruh tokoh agama di Kota Kediri.

    Selanjutnya terkait pengaturan lalu lintas, penutupan Jalan Dhoho akan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan lokasi parkir di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan RA Kartini, yang rencananya akan mulai ditutup pada pukul 17.00 WIB.

    Roni melanjutkan dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Vinanda juga akan makan bersama masyarakat. Sebanyak 2.000 porsi nasi pecel telah disiapkan dan akan dibagikan kepada masyarakat.

    “Nasi pecel dan tumpang sudah dikenal masyarakat menjadi kuliner khas Kota Kediri. Nantinya kupon makan pecel bareng akan kita bagikan menjelang kedatangan Wali Kota Kediri bersama Forkopimda sekitar pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara, pada malam pergantian tahun nanti juga diisi penggalangan dana yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Kediri.

    “Terkait mekanismenya nanti tim dari Dinas Sosial akan mendirikan posko serta menggerakkan relawan Tagana untuk menghimpun donasi. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui rekening resmi ke dua provinsi tersebut,” ujarnya.

    Roni menambahkan, untuk memastikan kelancaran acara, panitia juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, tim Kesehatan serta mobil ambulan siaga selama kegiatan berlangsung. Selain itu, panitia juga telah bekerjasama dengan Kepolisian dan Satpol PP untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

    Mengingat animo masyarakat cukup besar serta banyaknya pengunjung yang diperkirakan akan memadati Jalan Stasiun, Roni mengimbau untuk selalu menjaga ketertiban serta tidak merusak fasilitas umum yang telah dibangun.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum karena Infrastruktur yang ada merupakan aset bersama. Semoga tahun 2026 membawa semangat baru yang lebih positif, sekaligus kita tetap peduli terhadap sesama yang sedang terkena musibah,” tegasnya. [nm/suf]

  • Car Free Night Malam Pergantian Tahun Berlaku di Pamekasan

    Car Free Night Malam Pergantian Tahun Berlaku di Pamekasan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan, menerapkan rekayasa arus lalu lintas bertajuk ‘Car Free Night’ pada malam pergantian tahun (2025-2026) di Pusat Kota Pamekasan, tepatnya di kawasan Monumen Arek Lancor, dan sekitarnya.

    Penerapan malam bebas kendaraan bermotor dengan formasi buka tutup tersebut difokuskan di 7 (tujuh) titik berbeda, dan bakal berlangsung selama 7 jam kedepan. Terhitung mulai pukul 18:00 hingga 1:00 WIB, Kamis (1/1/2026).

    “Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menciptakan suasana tertib, aman dan nyaman khususnya bagi masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun,” kata KBO Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Yoyok Tri Cahyono, Rabu (31/12/2025).

    Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memastikan area pusat kota steril dari berbagai jenis kendaraan bermotor. “Seluruh kawasan Monumen Arek Lancor, akan steril dari kendaraan bermotor selama malam pergantian tahun,” ungkapnya.

    Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan, serta tidak menyalakan kembang api selama malam pergantian tahun. “Jika ditemukan pelanggaran seperti konvoi atau kembang api, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

    Pihaknya berharap rekayasa lalin dapat menciptakan suasana pergantian tahun kondusif, bebas dari kemacetan, dan aman bagi seluruh masyarakat. “Dari itu kami juga mengajak masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan tidak mengganggu ketertiban umum,” imbaunya.

    Rekayasa arus lalin di Pamekasan, dalam rangka pergantian tahun 2025-2026. [Gambar: Polres Pamekasan]“Tidak kalah penting dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, masyarakat dapat memahami sekaligus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan yang tentunya demi kebaikan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, ketujuh titik yang diterapkan rekayasa arus lalin di Pamekasan, meliputi Simpang 4 Jokotole, Simpang 4 Binamarga, Simpang 3 Cemerlang, Simpang 3 Pasar Sore, Simpang 3 Jalan Kesehatan, Simpang 3 Goyang Lidah, dan Simpang 4 Pegadaian.

    Sementara untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dari atau menuju arah Surabaya, Sumenep atau yang mengarah ke kawasan monumen Arek Lancor, dialihkan ke sejumlah jalur alternatif yang nantinya akan dijaga personil gabungan.

    Penyekatan tersebut dari arah Surabaya di sisi selatan kota, diterapkan di Simpang 4 Traffic Light Kangenan, dari arah barat SMK Negeri 3 Pamekasan, dari sisi timur berpusat di Simpang 3 Asem Manis, serta penyekatan di Simpang 3 DAMRI dari sisi utara kota.

    Selain itu, Polres Pamekasan juga mendirikan pos tambahan selain Pos Pengamanan yang terpusat di sisi timur Arek Lancor. Masing-masing Pos Pantau di Eks PJKA Jl Trunojoyo, Pos Pantau di depan PDAM Jl Kabupaten, Pos Pantau Asemanis Jl Raya Sumenep, serta Pos Pantau di Polres lama Jl Stadion 81 Pamekasan. [pin/suf]

  • Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400/16980/438.1.1.2/2025 tentang Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Malam Perayaan Tahun Baru 2026.

    Surat edaran tersebut dikeluarkan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang pergantian tahun.

    Dalam surat edaran tersebut, Bupati Sidoarjo menghimbau seluruh lapisan masyarakat, baik perorangan, organisasi atau kelompok masyarakat, maupun badan usaha, untuk tidak menyalakan, menggunakan, maupun membunyikan kembang api dan/atau petasan dalam bentuk apa pun.

    Larangan ini dimaksudkan untuk mencegah potensi terjadinya ledakan, kebakaran, serta risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda pada malam perayaan Tahun Baru.

    Selain itu, Bupati Sidoarjo juga menghimbau seluruh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melaksanakan perayaan malam Tahun Baru.

    Surat Edaran Bupati Sidoarjo

    Sebagai gantinya, masyarakat diajak untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, serta daerah lain yang terdampak bencana.

    Khusus kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bupati menegaskan agar menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak melakukan aktivitas yang dilarang dalam surat edaran tersebut.

    ASN juga diminta turut mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum.

    Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana malam Tahun Baru 2025 yang aman, tertib, dan penuh kepedulian sosial. (isa/ted)

  • Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

    Kriminalitas di Bangkalan Naik Sepanjang Tahun 2025

    Bangkalan (beritajatim.com) – Tingkat kriminalitas di Kabupaten Bangkalan sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren peningkatan. Kondisi ini tentu tidak bisa diabaikan.

    Data rilis akhir tahun Satreskrim Polres Bangkalan mencatat bahwa kenaikan tidak hanya terjadi pada jumlah perkara yang diungkap, tetapi juga pada eskalasi jenis kejahatan. Terutama pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih mendominasi.

    Sepanjang 2025, Satreskrim Polres Bangkalan mengungkap 236 kasus tindak pidana dengan 271 tersangka. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 203 kasus dan 237 tersangka.

    Dalam satu tahun, terjadi lonjakan 33 kasus atau sekitar 16 persen, serta peningkatan 34 tersangka atau 14 persen. Data ini menunjukkan bahwa meskipun kinerja pengungkapan meningkat, laju kriminalitas belum berhasil ditekan secara signifikan.

    Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono mengakui bahwa peningkatan tersebut menjadi bahan evaluasi serius bagi jajarannya.

    “Kami tidak menutup mata bahwa angka kriminalitas masih mengalami kenaikan. Ini menjadi evaluasi bagi Polres Bangkalan untuk memperkuat langkah pencegahan dan penindakan agar kejahatan tidak terus berulang,” ujar AKBP Hendro Sukmono saat rilis akhir tahun.

    Lonjakan paling mencolok terlihat pada kasus curas. Jika pada 2024 hanya tercatat tiga kasus, maka pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi sembilan kasus atau naik hingga 200 persen.

    Jumlah tersangka bahkan meningkat dari tiga orang menjadi 12 orang, atau melonjak 300 persen. Sejumlah korban merupakan mahasiswa dan tenaga pendidik, yang mengindikasikan bahwa ruang publik di Bangkalan semakin rawan dan pelaku kejahatan kian berani menggunakan kekerasan.

    Selain curas, curanmor masih menjadi kejahatan paling dominan. Sepanjang 2025 tercatat 42 kasus curanmor dengan 47 tersangka.

    Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kasus naik sekitar lima persen, sementara jumlah pelaku meningkat hingga 11 persen. Sepeda motor jenis Honda Vario dan Honda Beat masih menjadi sasaran utama, menunjukkan pola kejahatan yang berulang dan belum sepenuhnya terputus.

    AKBP Hendro Sukmono menyebut bahwa faktor kelalaian masyarakat masih menjadi celah utama yang dimanfaatkan pelaku.

    “Kami masih menemukan masyarakat yang kurang memperhatikan keamanan kendaraannya. Ini terus kami sosialisasikan, tetapi juga kami imbangi dengan peningkatan patroli di wilayah rawan,” tegasnya.

    Di luar kejahatan jalanan, data kepolisian juga mencatat peningkatan kasus kepemilikan senjata tajam dari 24 kasus pada 2024 menjadi 26 kasus pada 2025. Bahkan sepanjang tahun lalu terjadi lima kasus pembunuhan di sejumlah kecamatan di Bangkalan.

    Fakta ini memperlihatkan bahwa eskalasi kekerasan tidak lagi bersifat sporadis, melainkan mulai menjadi pola yang berulang.

    Polres Bangkalan mencatat keberhasilan mengembalikan 23 barang bukti kendaraan hasil curanmor kepada pemiliknya. Namun angka tersebut dinilai belum sebanding dengan total kasus yang terjadi sepanjang tahun.

    Kondisi ini menegaskan bahwa peningkatan pengungkapan perkara belum sepenuhnya berbanding lurus dengan meningkatnya rasa aman masyarakat.

    Menutup evaluasi akhir tahun, Kapolres Bangkalan menegaskan komitmennya untuk melakukan perbaikan strategi pada tahun mendatang.

    “Ke depan kami akan memperkuat patroli, pengungkapan jaringan pelaku, serta mengajak masyarakat lebih aktif menjaga keamanan lingkungan. Tanpa keterlibatan semua pihak, kriminalitas sulit ditekan,” ucapnya. [sar/but]

  • Polda Jatim Waspadai Peredaran Narkoba di Tahun Baru

    Polda Jatim Waspadai Peredaran Narkoba di Tahun Baru

    Surabaya (beritajatim.com) – Peredaran narkoba di malam tahun baru diwaspadai bakal melonjak di Jawa Timur. Hal itu ditegaskan oleh Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto.

    “Kita memang mewaspadai peredaran narkoba pada malam pergantian tahun. Untuk perkara narkoba berkembang terus terutama menjelang hari besar seperti tahun baru ini,” ujar Kapolda.

    Berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan oleh Polda Jatim, diantaranya adalah penyekatan.

    “Pembatasan dari jalur darat, laut dan udara. Harapannya sebelum memasuki Jawa Timur sudah digagalkan,” ujarnya.

    Sementara Direskoba Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan tren perkara narkoba di tahun 2025 ini mengalami kenaikan hingga 6,49 persen. Kenaikan ini dari hasil pengungkapan baik itu pengedar maupun kurir.

    “Untuk pengguna kita lakukan rehabilitasi di tahun 2024 ada sekitar 900 yang kita RJ, kemudian di tahun 2025 ada 1400. Ada kenaikan, tersangka ada 2000 lebih yang di RJ dari seluruh jajaran,” ujar Dacosta.

    Untuk peredaran narkoba di tahun baru,
    Dacosta mengatakan sudah dilakukan antisipasi. Sebab banyak modus yang diguakan.

    “Anggota tetap melakukan antisipasi dan koordinasi dengan instansi terkait seperti BNNP, Bea cukai, dan imigrasi,” ujarnya.

    Untuk tempat hiburan malam, raszia sudah dilakukan. Namun untuk malam tahun baru fokus pengamanan. Untuk itu Dacosta menghimbau agar warga selalu mengingatkan untuk berperang pada narkoba yang selalu jadi ancaman. [uci/but]

     

  • Hanya 8 Parpol di Blitar Sudah Mutakhirkan Data Sipol, Ini Daftarnya

    Hanya 8 Parpol di Blitar Sudah Mutakhirkan Data Sipol, Ini Daftarnya

    Blitar (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar menutup agenda kerja tahun 2025 dengan langkah strategis dalam tata kelola demokrasi. Bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), KPU menggelar Verifikasi dan Pleno Pemutakhiran Data Partai Politik Berkelanjutan Semester II di Kantor KPU Blitar.

    Dalam pleno tersebut, tercatat delapan partai politik (Parpol) di Kabupaten Blitar yang telah sukses melakukan pemutakhiran data administratif melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) pada semester ini.

    Ketua KPU Kabupaten Blitar, Sugino, merinci kedelapan partai yang telah merampungkan kewajiban pemutakhiran datanya. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga validitas data kepengurusan hingga keanggotaan.

    “Partai politik di Kabupaten Blitar yang telah melakukan pemutakhiran data semester dua ada delapan, yakni PKB, Partai NasDem, Partai Gelora, PKS, Partai Garda Republik Indonesia, PAN, Partai Demokrat, dan PSI,” terang Sugino usai pleno pada Rabu (31/12/2025)

    Sugino menegaskan, pemutakhiran data berkelanjutan ini bukan sekadar formalitas, melainkan mandat dari Keputusan KPU No 1365 Tahun 2023 yang telah diperbarui dengan Keputusan KPU No 658 Tahun 2024. Regulasi ini mewajibkan parpol memperbarui data mereka dalam dua termin setiap tahunnya (Januari-Juni dan Juli-Desember).

    Menurut Sugino, kedisiplinan parpol dalam memperbarui data di SIPOL berbanding lurus dengan hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat.

    “Kami berharap di tahun mendatang, seluruh partai yang ada di Kabupaten Blitar dapat melakukan pemutakhiran data. Ini penting agar publik mengetahui informasi dengan jelas jika ada perubahan struktur kepengurusan, jumlah anggota, alamat kantor, dan lain sebagainya,” tegasnya.

    Pleno yang digelar tepat pukul 10.00 WIB ini menjadi penanda bahwa mesin persiapan Pemilu terus dipanaskan meski tidak sedang dalam masa kampanye. KPU menekankan bahwa pemutakhiran via SIPOL adalah upaya menciptakan tata kelola partai yang transparan, akuntabel, dan termutakhir. Dengan data yang rapi sejak dini, potensi sengketa administratif di masa depan dapat diminimalisir, sekaligus menjamin kualitas Pemilu yang akan datang. [owi/beq]

  • Kebakaran Hebat Landa Kafe di Jl Segara Pamekasan

    Kebakaran Hebat Landa Kafe di Jl Segara Pamekasan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Kebakaran hebat melanda Kafe Selon di Jl Segara 58 Pamekasan, Kelurahan Jungcancang, Pamekasan, mengakibatkan hampir seluruh bangunan dan peralatan kafe ludes dilalap si jago merah sekitar pukul 02:43 WIB, Rabu (31/12/2025).

    Kebakaran kafe milik Haji Putra tersebut pertama kali diketahui warga sekitar yang melihat kobaran api dan asap tebal dari dalam bangunan kafe, selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, khususnya Tim Damkar Pamekasan.

    Berdasar laporan yang dihimpun beritajatim.com, kobaran api menghanguskan bangunan termasuk kursi, meja, hingga berbagai perabotan kafe lainnya yang ditaksir bernilai ratusan juta rupiah.

    Beruntung kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun korban luka-luka, tapi insiden tersebut mengakibatkan kerugian hingga mencapai angka ratusan juta rupiah. Penyebab kebakaran belum dipastikan secara resmi, namun dugaan awal akibat arus pendek listrik yang menyebabkan percikan api.

    “Namun hingga saat ini penyebab terjadinya kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib guna memastikan sumber api dan faktor pemicu kebakaran,” kata Kasi Ops Damkar Satpol-PP dan Damkar Pamekasan, Zainuddin.

    Selain itu pihaknya kembali mengingatkan sekaligus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kehati-hatian terhadap potensi bahaya kebakaran, khususnya pada malam hari. “Pastikan instalasi listrik dan sumber api berada dalam kondisi aman,” pungkasnya. [pin/but]

  • Dinsos Jatim Salurkan Alat Bantu Dengar ke Siswa Disabilitas Rungu di Surabaya

    Dinsos Jatim Salurkan Alat Bantu Dengar ke Siswa Disabilitas Rungu di Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur melalui Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos) menyalurkan alat bantu dengar atau hearing aid kepada tujuh siswa penerima manfaat di SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya, Rabu (31/12/2025). Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan aksesibilitas serta kualitas hidup penyandang disabilitas rungu.

    Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Jatim, Muchamad Arif Ardiansyah, S.STP., M.Si., mengatakan bantuan tersebut diberikan berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan sebelumnya oleh Dinas Sosial Kota Surabaya. Proses asesmen menjadi dasar agar bantuan yang disalurkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

    “Alat bantu dengar ini kami salurkan kepada penerima manfaat yang memang membutuhkan dan telah melalui proses asesmen, sehingga penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

    Menurut Arif, penyandang disabilitas rungu membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat berkomunikasi dan beraktivitas secara optimal, baik di lingkungan pendidikan maupun sosial. Karena itu, layanan rehabilitasi sosial yang diberikan tidak hanya terbatas pada bantuan alat, tetapi juga disertai pendampingan.

    Penyaluran alat bantu dengar dilakukan langsung di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan agar para siswa dapat segera memperoleh pendampingan dari guru dan tenaga pendidik dalam proses adaptasi penggunaan alat bantu dengar pada kegiatan belajar mengajar sehari-hari.

    Arif menambahkan, peran sekolah dan keluarga menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan manfaat bantuan tersebut. Sinergi lintas pihak diperlukan agar alat bantu dengar dapat digunakan secara optimal dan mendukung kemandirian serta prestasi siswa.

    “Kami berharap dengan adanya kolaborasi yang baik, alat bantu dengar ini dapat digunakan secara optimal dan mendukung kemandirian serta prestasi anak-anak di sekolah,” ungkapnya.

    Ke depan, Dinsos Jatim menyatakan akan terus memperluas jangkauan layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah di Jawa Timur melalui program-program yang inklusif dan berkelanjutan. [tok/beq]