Author: Beritajatim.com

  • Tutup Tahun dengan Prestasi, 74 Personel Polres Tuban Resmi Naik Pangkat

    Tutup Tahun dengan Prestasi, 74 Personel Polres Tuban Resmi Naik Pangkat

    Tuban (beritajatim.com) – Di penghujung tahun, sebanyak 74 personel Polres Tuban hari ini resmi mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi yang akan mulai terhitung pada 1 Januari 2026.

    Upacara kenaikan pangkat dipimpin oleh Plt. Kapolres Tuban Kombes Pol. Agung Setyo Nugroho, S.I.K., dan diikuti sebanyak 20 personel berpangkat perwira pertama serta 52 personel bintara.

    Plt. Kapolres Tuban Kombes Pol. Agung Setyo Nugroho mengatakan bahwa kenaikan pangkat yang didapat hari ini bukan merupakan hak, melainkan bentuk penghargaan dari institusi atas dedikasi sebagai anggota Polri dalam melaksanakan tugas pengabdian.

    “Selain itu, tidak ada pelanggaran, makanya institusi Polri memberikan reward kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi,” ujar Kombes Pol. Agung, sapanya, Rabu (31/12/2025).

    Lanjut dia, pihaknya berharap dengan kenaikan pangkat ini diimbangi pula dengan peningkatan tanggung jawab serta mampu memberikan teladan dalam melaksanakan tugas kepada personel yang lain.

    “Kami juga mengingatkan kepada seluruh personel yang mendapat kenaikan pangkat agar tidak lupa diri dan tidak merasa kenaikan pangkat ini adalah segalanya. Semoga bisa membawa berkah buat keluarga dan semuanya,” ucap Kombes Pol. Agung.

    Adapun prosesi kenaikan pangkat dilakukan dengan tradisi siraman menggunakan semprotan air dari mobil pemadam kebakaran sebagai simbol penyemangat dan kebahagiaan atas pencapaian mereka, sekaligus simbol penyegaran dan tanggung jawab baru yang harus diemban oleh personel yang naik pangkat.

    Sebagai informasi, jumlah personel yang mendapat kenaikan pangkat dari pangkat AKP menjadi Kompol sebanyak 3 personel (kenaikan pangkat pengabdian 1 personel), dari Iptu menjadi AKP sebanyak 9 personel, Ipda menjadi Iptu sebanyak 11 personel, Aipda menjadi Aiptu sebanyak 22 personel, Bripka naik menjadi Aipda sebanyak 16 personel, Brigadir Polisi menjadi Bripka sebanyak 1 personel, serta Briptu menjadi Brigpol sebanyak 13 personel.

    Sementara itu, ada 2 perwira pertama lainnya berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) yang mendapat kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi menjadi Komisaris Polisi (Kompol) mengikuti upacara di Polda Jatim, yakni Kabag SDM Kompol Rukimin dan Kepala Bagian Perencanaan (Kabagren) Kompol Budi Feriyanto. Serta AKP Suparto yang tiga bulan lagi mengakhiri masa dinasnya di kepolisian juga mendapat kenaikan pangkat pengabdian menjadi Kompol. [dya/kun]

  • Ibu Meninggal Dua Hari Usai Melahirkan di Rutan, Pemkab Sidoarjo Ambil Alih Perawatan Bayi

    Ibu Meninggal Dua Hari Usai Melahirkan di Rutan, Pemkab Sidoarjo Ambil Alih Perawatan Bayi

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, dan Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo beserta Dinas P3AKB Sidoarjo menerima penyerahan seorang bayi laki-laki berusia dua minggu yang ditinggal wafat ibunya dua hari setelah melahirkan. Penyerahan dilakukan di Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya di Porong, Rabu (31/12/2025).

    Ibu kandung bayi tersebut diketahui merupakan warga binaan rutan berinisial PDA (39), asal Menganti, Kabupaten Gresik, yang tersangkut kasus penipuan. Bayi itu lahir di dalam rutan. Namun, setelah ibunya meninggal dunia, bayi tersebut diserahkan kepada pemerintah agar memperoleh perawatan yang lebih layak.

    “Hari ini Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menerima penyerahan bayi yang ibunya melahirkan di rutan dan dua hari kemudian meninggal dunia karena serangan jantung. Penyerahan ini dilakukan agar bayi bisa mendapatkan pelayanan dan perawatan yang lebih baik daripada berada di dalam rutan,” ujar Hj. Mimik Idayana di sela kegiatan penyerahan.

    Selanjutnya, bayi tersebut diserahkan kepada Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Pemerintah memastikan seluruh kebutuhan dasar bayi, mulai dari kesehatan hingga pengasuhan, akan terpenuhi selama proses pemindahan dan perawatan.

    Tidak hanya itu, Wabup Hj. Mimik juga menyampaikan kepeduliannya terhadap tiga anak lain yang ibunya saat ini masih menjalani masa hukuman di Rutan Porong. Ketiga anak tersebut selama ini tinggal di rumah kos, tidak bersekolah, dan tidak memiliki pengasuh tetap.

    “Ada tiga anak yang ibunya merupakan narapidana dan telah menyetujui untuk saya asuh. Rencananya anak-anak ini akan saya tempatkan di Yayasan Pondok Pesantren Arrohman–Arrohim di Candi, agar mendapatkan perhatian dan pendidikan yang layak,” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo, Sri Mariyani, memastikan pihaknya siap memberikan pendampingan penuh terhadap bayi tersebut.

    “Kami siap melindungi dan merawat anak-anak balita terlantar hingga usia lima tahun. Mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, hingga terapi,” jelasnya.

    Kepala Rutan Perempuan Kelas II A Surabaya di Porong, Yuyun Nurliana, mengapresiasi langkah cepat Pemkab Sidoarjo dan Dinas Sosial. Menurutnya, pihak rutan tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengasuh bayi, terlebih jika ibu kandungnya meninggal dunia.

    “Alhamdulillah Ibu Wakil Bupati hadir langsung menyaksikan serah terima ini. Di rutan kami memang tidak memiliki fasilitas untuk mengasuh bayi. Kerja sama dengan Dinas Sosial sangat membantu,” tuturnya.

    Dengan adanya penyerahan ini, diharapkan bayi serta tiga anak lainnya dapat tumbuh di lingkungan yang aman, mendapatkan kasih sayang, serta memperoleh masa depan dan pendidikan yang lebih baik. (isa/kun)

  • Tanpa Kembang Api, Pemkab Pacitan Sambut Tahun Baru dengan Doa Bersama

    Tanpa Kembang Api, Pemkab Pacitan Sambut Tahun Baru dengan Doa Bersama

    Pacitan (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Pacitan menyambut pergantian tahun dengan cara sederhana dan khidmat. Tanpa pesta kembang api maupun hiburan, Pemkab memilih menggelar istigasah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pacitan, Rabu (31/12/2025) petang.

    Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Heru Wiwoho, para ulama, kepala perangkat daerah, serta ASN di lingkungan Pemkab Pacitan.

    Selama hampir 40 menit, seluruh jemaah mengikuti rangkaian doa dengan penuh kekhusyukan. Istigasah dipimpin langsung Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pacitan, KH Abdullah Sadjad, diawali dengan mahalul qiyam, dilanjutkan zikir, serta doa akhir dan awal tahun.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan, Dodik Soemarsono, mengatakan bahwa penyambutan Tahun Baru memang sengaja digelar secara sederhana sesuai arahan bupati.

    “Tidak ada hiburan seperti tahun-tahun sebelumnya. Arahan Bapak Bupati agar momen pergantian tahun diisi dengan istigasah dan doa bersama, mengingat kondisi bangsa yang masih dalam keprihatinan,” ujarnya.

    Meski demikian, Dodik menyebut kemungkinan tetap ada kegiatan masyarakat berskala kecil di lingkungan masing-masing maupun kawasan wisata. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan.

    Selain itu, Bupati Pacitan bersama Forkopimda dijadwalkan melakukan pemantauan ke sejumlah pos pengamanan dan lokasi keramaian. Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemkab Pacitan telah menyiapkan Command Center di kompleks Kantor Diskominfo. “Command Center kami siapkan agar pemantauan aktivitas masyarakat dan lalu lintas selama malam pergantian tahun bisa dilakukan lebih efektif,” pungkasnya. (tri/kun)

  • Tutup Tahun 2025, Ratusan Kader PDIP Gresik Gelar Tasyakuran

    Tutup Tahun 2025, Ratusan Kader PDIP Gresik Gelar Tasyakuran

    Gresik (beritajatim.com) –  Ratusan kader PDIP Gresik menggelar tasyakuran di penghujung tahun 2025. Kader yang berasal dari pengurus PAC maupun ranting mendatangi kantor DPC PDIP setempat sambil memberikan santunan ke anak yatim piatu.

    Sekretaris DPC PDI-P Gresik H.Toriqi Fajri mengatakan, sebagai partainya wong cilik, PDI-P Gresik terus berkomitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat.

    “Kepentingan masyarakat diatas segalanya, oleh karena itu. Kami akan selalu ada ditengah-tengah masyarakat dalam kondisi dan keadaan apapun,” katanya, Rabu (31/12/2025).

    Sementara itu, Bendahara DPC PDI setempat H. Nadlir menuturkan, tasyakuran dan doa bersama ini sebagai bentuk rasa syukur atas dikukuhkannya pengurus baru masa bakti 2025 – 2030 pada Konfercab di Surabaya beberapa waktu lalu.

    “Melalui kegiatan ini, kami semua seluruh kader PDIP Gresik diberikan keberkahan dan terus bersama-sama memperjuangan Kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

    Politisi asal dapil Kebomas-Gresik ini menambahkan, selain tasyakuran dan doa bersama partainya juga memberikan santunan kepada anak yatim. Dirinya berjanji soliditas antar kader akan terus dijaga hingga pengurus paling bawah, tingkat ranting.

    Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPC PDI-P Gresik, H. Nasikhul Khakim menyatakan tasyakuran dan doa bersama ini untuk gresik kedepan, sekaligus sebagai sebagai refleksi 2025 menuju 2026.

    “Merefleksikan perjalanan selama setahun, sekaligus memanjatkan doa terbaik untuk tahun yang akan datang. Melalui doa bersama ini, kader PDIP Gresik untuk memperkuat kebersamaan dan spiritualitas,” tuturnya. [dny/suf]

  • Polres Mojokerto Kota Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Pelepasan Purna Tugas Personel

    Polres Mojokerto Kota Gelar Upacara Kenaikan Pangkat dan Pelepasan Purna Tugas Personel

    Mojokerto (beritajatim.com) – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota menggelar upacara laporan kenaikan pangkat personel Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN), sekaligus pelepasan purna tugas personel. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Patih Gajahmada, Polres Mojokerto Kota.

    Upacara dipimpin langsung Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polres Mojokerto Kota dan Bhayangkari. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, serta kinerja personel Polri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

    Sebanyak 59 personel Polri dan 1 ASN mengikuti upacara laporan kenaikan pangkat. Selain itu, Polres Mojokerto Kota juga melepas dua personel Polri yang memasuki masa purna tugas. Dalam kegiatan tasyakuran, AKBP Herdiawan bersama para PJU turut memberikan cenderamata sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada dua personel yang purna tugas.

    Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto menyampaikan bahwa kenaikan pangkat diberikan kepada personel yang telah memenuhi unsur penilaian kinerja, dedikasi, kedisiplinan, serta integritas selama berdinas. Ia berharap kenaikan pangkat tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas.

    “Kenaikan pangkat ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga amanah yang harus dijawab dengan kinerja yang semakin baik dan profesional. Saya, mewakili keluarga besar Polres Mojokerto Kota, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para personel yang hari ini memasuki masa purna tugas,” ungkapnya, Rabu (31/12/2025).

    Pengabdian, dedikasi, dan loyalitas yang telah diberikan selama bertahun-tahun menjadi teladan bagi Polres Mojokerto Kota. Menurutnya, pengabdian para personel yang purna tugas tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi anggota Polri lainnya dalam menunaikan tugas negara dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

    Dengan pelaksanaan upacara kenaikan pangkat dan pelepasan purna tugas ini, Polres Mojokerto Kota berharap dapat semakin memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme personel, serta menumbuhkan semangat pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. [tin/suf]

  • Penolakan Parkir Digital, PKB Desak Polri Tindak Premanisme Berkedok Ormas

    Penolakan Parkir Digital, PKB Desak Polri Tindak Premanisme Berkedok Ormas

    Jakarta (beritajatim.com) – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah, mengecam keras aksi sekelompok orang yang mengatasnamakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang melakukan demonstrasi dan protes terhadap kebijakan parkir digital di Restoran Mie Gacoan, Surabaya.

    “Apa yang dilakukan kelompok yang mengaku Ormas itu merupakan bentuk premanisme. Mereka tidak berhak melarang restoran menerapkan parkir digital,” ujar Abdullah, Rabu (31/12/2025)

    Menurut Abdullah, negara tidak boleh kalah oleh kelompok-kelompok yang menggunakan cara-cara intimidatif demi kepentingan ekonomi tertentu.

    “Ormas yang bertindak di luar hukum dan mengganggu pengusaha harus ditertibkan. Negara harus hadir dan memberikan rasa aman bagi pelaku usaha,” katanya.

    Abdullah pun menilai tindakan kelompok tersebut sebagai bentuk premanisme. Dia menegaskan, tidak ada hak bagi Ormas atau kelompok mana pun untuk melarang pengusaha menerapkan kebijakan internal, termasuk pengelolaan parkir secara digital.

    Dia berpendapat, pengusaha restoran memiliki hak penuh untuk mengatur sistem parkir di area usahanya secara mandiri, selama tidak melanggar hukum dan peraturan yang berlaku.

    “Pengusaha memiliki hak untuk mengelola usahanya, termasuk soal parkir. Tidak boleh ada tekanan atau intimidasi dari pihak mana pun,” tegasnya.

    Abdullah juga mendesak, aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap praktik premanisme yang berlindung di balik nama Ormas. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap tindakan semacam ini dapat berdampak serius terhadap iklim usaha dan investasi.

    “Jika dibiarkan, tindakan Ormas seperti ini akan mengganggu iklim usaha. Mereka merasa berkuasa, bahkan seolah lebih berkuasa dari negara. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.

    Seperti diberitakan, penerapan sistem parkir digital secara serentak di 11 titik gerai Mie Gacoan di Surabaya, pada Kamis (26/12/2025), mendapatkan penolakan dari ormas yang selama ini terlibat dalam pengelolaan parkir konvensional. [hen/suf]

  • Hadiri Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat, Gus Qowim: Perbedaan adalah Pelangi Indah

    Hadiri Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat, Gus Qowim: Perbedaan adalah Pelangi Indah

    Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin menghadiri kegiatan Doa Tutup Tahun 2025 Lintas Umat dan sarasehan yang digelar oleh Yayasan Rumah Budaya. Acara berlangsung di Pelataran Goa Selomangleng, Rabu (31/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lintas agama.

    “Saya mengapresiasi kegiatan Doa Tutup Tahun Lintas Umat. Ini adalah pelangi yang sangat indah. Warnanya berbeda-beda, tetapi bersatu dan ini harus kita jaga,” ujarnya.

    Gus Qowim menjelaskan kegiatan ini adalah gambaran kecil Kota Kediri, di mana dari berbagai warna, budaya, dan latar belakang disatukan oleh sebuah kota yang luar biasa, yakni Kota Kediri. Hal inilah yang harus terus dijaga. Kota Kediri terkenal akan guyub rukunnya dan toleransinya.

    “Biarlah berbeda-beda, tetapi banyak hal yang bisa kita lakukan bersama-sama. Tujuan dan cita-cita kita sama, ingin menjadikan Kota Kediri menjadi kota yang Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni (MAPAN),” jelasnya.

    Dalam kesempatan ini, Gus Qowim juga mengajak seluruh elemen untuk bersatu dan berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Kediri dalam membangun Kota Kediri. Pemerintah tidak dapat mewujudkan cita-cita Kota Kediri sendirian. Harus ada dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen dan masyarakat.

    “Mohon doa dan dukungannya. Doakan juga untuk Indonesia dan saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah. Semoga selalu aman,” pungkasnya.

    Ketua Yayasan Rumah Budaya, Rindu Rikat, memberikan bibit pohon kepada Wakil Wali Kota Kediri. Turut hadir perwakilan Forkopimda, kepala OPD, Ketua Panitia Dyah Prasadja, serta tamu undangan lainnya. [nm/kun]

  • Siapkan Rangkaian Agenda Akhir Tahun 2025, Pemkot Kediri Akan Resmikan Jalan Stasiun dan Gelar Aksi Sosial

    Siapkan Rangkaian Agenda Akhir Tahun 2025, Pemkot Kediri Akan Resmikan Jalan Stasiun dan Gelar Aksi Sosial

    Kediri (beritajatim.com) – Menutup tahun 2025, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan rangkaian agenda kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Salah satu yang menjadi agenda utama adalah peresmian revitalisasi Jalan Stasiun Kota Kediri di Kawasan Jalan Dhoho yang menjadi bagian dari komitmen Wali Kota Kediri dalam mewujudkan infrastruktur berkelanjutan.

    Roni Yusianto, Kepala Dinas Kominfo dalam keterangannya saat acara jumpa pers dengan awak media, Rabu (31/12/2025) disalah satu hotel di Kota Kediri mengatakan peresmian Jalan Stasiun akan dirangkaikan dengan malam penggalangan dana dan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang diikuti oleh seluruh tokoh agama di Kota Kediri.

    Selanjutnya terkait pengaturan lalu lintas, penutupan Jalan Dhoho akan dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi di lapangan. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk menyiapkan lokasi parkir di Jalan Basuki Rahmat dan Jalan RA Kartini, yang rencananya akan mulai ditutup pada pukul 17.00 WIB.

    Roni melanjutkan dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Vinanda juga akan makan bersama masyarakat. Sebanyak 2.000 porsi nasi pecel telah disiapkan dan akan dibagikan kepada masyarakat.

    “Nasi pecel dan tumpang sudah dikenal masyarakat menjadi kuliner khas Kota Kediri. Nantinya kupon makan pecel bareng akan kita bagikan menjelang kedatangan Wali Kota Kediri bersama Forkopimda sekitar pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban bencana di Aceh dan Sumatera Utara, pada malam pergantian tahun nanti juga diisi penggalangan dana yang akan dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Kediri.

    “Terkait mekanismenya nanti tim dari Dinas Sosial akan mendirikan posko serta menggerakkan relawan Tagana untuk menghimpun donasi. Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui rekening resmi ke dua provinsi tersebut,” ujarnya.

    Roni menambahkan, untuk memastikan kelancaran acara, panitia juga menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, tim Kesehatan serta mobil ambulan siaga selama kegiatan berlangsung. Selain itu, panitia juga telah bekerjasama dengan Kepolisian dan Satpol PP untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.

    Mengingat animo masyarakat cukup besar serta banyaknya pengunjung yang diperkirakan akan memadati Jalan Stasiun, Roni mengimbau untuk selalu menjaga ketertiban serta tidak merusak fasilitas umum yang telah dibangun.

    “Kami mengimbau kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga fasilitas umum karena Infrastruktur yang ada merupakan aset bersama. Semoga tahun 2026 membawa semangat baru yang lebih positif, sekaligus kita tetap peduli terhadap sesama yang sedang terkena musibah,” tegasnya. [nm/suf]

  • Car Free Night Malam Pergantian Tahun Berlaku di Pamekasan

    Car Free Night Malam Pergantian Tahun Berlaku di Pamekasan

    Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan, menerapkan rekayasa arus lalu lintas bertajuk ‘Car Free Night’ pada malam pergantian tahun (2025-2026) di Pusat Kota Pamekasan, tepatnya di kawasan Monumen Arek Lancor, dan sekitarnya.

    Penerapan malam bebas kendaraan bermotor dengan formasi buka tutup tersebut difokuskan di 7 (tujuh) titik berbeda, dan bakal berlangsung selama 7 jam kedepan. Terhitung mulai pukul 18:00 hingga 1:00 WIB, Kamis (1/1/2026).

    “Rekayasa lalu lintas ini bertujuan untuk menciptakan suasana tertib, aman dan nyaman khususnya bagi masyarakat yang merayakan malam pergantian tahun,” kata KBO Satlantas Polres Pamekasan, IPDA Yoyok Tri Cahyono, Rabu (31/12/2025).

    Bahkan dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga memastikan area pusat kota steril dari berbagai jenis kendaraan bermotor. “Seluruh kawasan Monumen Arek Lancor, akan steril dari kendaraan bermotor selama malam pergantian tahun,” ungkapnya.

    Tidak hanya itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan, serta tidak menyalakan kembang api selama malam pergantian tahun. “Jika ditemukan pelanggaran seperti konvoi atau kembang api, kami akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” imbuhnya.

    Pihaknya berharap rekayasa lalin dapat menciptakan suasana pergantian tahun kondusif, bebas dari kemacetan, dan aman bagi seluruh masyarakat. “Dari itu kami juga mengajak masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang positif dan tidak mengganggu ketertiban umum,” imbaunya.

    Rekayasa arus lalin di Pamekasan, dalam rangka pergantian tahun 2025-2026. [Gambar: Polres Pamekasan]“Tidak kalah penting dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, masyarakat dapat memahami sekaligus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan yang tentunya demi kebaikan dan keselamatan bersama,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, ketujuh titik yang diterapkan rekayasa arus lalin di Pamekasan, meliputi Simpang 4 Jokotole, Simpang 4 Binamarga, Simpang 3 Cemerlang, Simpang 3 Pasar Sore, Simpang 3 Jalan Kesehatan, Simpang 3 Goyang Lidah, dan Simpang 4 Pegadaian.

    Sementara untuk kendaraan roda dua maupun roda empat dari atau menuju arah Surabaya, Sumenep atau yang mengarah ke kawasan monumen Arek Lancor, dialihkan ke sejumlah jalur alternatif yang nantinya akan dijaga personil gabungan.

    Penyekatan tersebut dari arah Surabaya di sisi selatan kota, diterapkan di Simpang 4 Traffic Light Kangenan, dari arah barat SMK Negeri 3 Pamekasan, dari sisi timur berpusat di Simpang 3 Asem Manis, serta penyekatan di Simpang 3 DAMRI dari sisi utara kota.

    Selain itu, Polres Pamekasan juga mendirikan pos tambahan selain Pos Pengamanan yang terpusat di sisi timur Arek Lancor. Masing-masing Pos Pantau di Eks PJKA Jl Trunojoyo, Pos Pantau di depan PDAM Jl Kabupaten, Pos Pantau Asemanis Jl Raya Sumenep, serta Pos Pantau di Polres lama Jl Stadion 81 Pamekasan. [pin/suf]

  • Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Malam Tahun Baru 2026, Bupati Sidoarjo Himbau Tidak Nyalakan Kembang Api

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi menerbitkan Surat Edaran Nomor 400/16980/438.1.1.2/2025 tentang Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Malam Perayaan Tahun Baru 2026.

    Surat edaran tersebut dikeluarkan dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif menjelang pergantian tahun.

    Dalam surat edaran tersebut, Bupati Sidoarjo menghimbau seluruh lapisan masyarakat, baik perorangan, organisasi atau kelompok masyarakat, maupun badan usaha, untuk tidak menyalakan, menggunakan, maupun membunyikan kembang api dan/atau petasan dalam bentuk apa pun.

    Larangan ini dimaksudkan untuk mencegah potensi terjadinya ledakan, kebakaran, serta risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda pada malam perayaan Tahun Baru.

    Selain itu, Bupati Sidoarjo juga menghimbau seluruh masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar tidak melaksanakan perayaan malam Tahun Baru.

    Surat Edaran Bupati Sidoarjo

    Sebagai gantinya, masyarakat diajak untuk mengisi pergantian tahun dengan kegiatan doa bersama sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat, serta daerah lain yang terdampak bencana.

    Khusus kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Bupati menegaskan agar menjadi teladan bagi masyarakat dengan tidak melakukan aktivitas yang dilarang dalam surat edaran tersebut.

    ASN juga diminta turut mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban umum.

    Melalui surat edaran ini, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap seluruh elemen masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan suasana malam Tahun Baru 2025 yang aman, tertib, dan penuh kepedulian sosial. (isa/ted)