Sumenep (beritajatim.com) – Aksi pengrusakan mobil oleh seorang perempuan cantik di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, mendadak menyita perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam itu dengan cepat menyebar luas di media sosial dan memicu beragam spekulasi di tengah warga.
Video pengrusakan tersebut viral di platform TikTok. Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang perempuan berambut panjang, mengenakan kaos, celana, serta masker hitam, mendekati sebuah mobil Chevrolet hatchback warna silver bernomor polisi W 1790 ND yang sedang terparkir.
Perempuan itu membawa sepotong kayu dan langsung memukulkannya ke bagian bodi mobil. Tak berhenti di situ, ia berjalan ke belakang kendaraan dan kembali memukulkan kayu ke kaca mobil hingga pecah.
Aksi tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar pelabuhan. Sejumlah saksi menduga pengrusakan itu dipicu oleh persoalan asmara antara pelaku dan pemilik mobil.
“Kalau mendengar dari apa yang dikatakan perempuan itu, dia jengkel karena si pria yang punya mobil tidak segera menyelesaikan masalahnya. Sepertinya itu masalah cinta. Entah selingkuh, entah cinta segitiga, atau seperti apa. Itu kalau saya menafsirkan kata-kata perempuan itu,” kata Ahmad, warga Kalianget, Rabu (31/12/2025).
Spekulasi soal konflik pribadi tersebut semakin ramai diperbincangkan seiring identitas pemilik mobil dan pelaku mulai terungkap. Mobil yang dirusak diketahui milik Makruf, sementara perempuan yang terekam dalam video tersebut bernama Nida, warga Banten.
Kapolsek Kalianget Iptu Doni Widodo membenarkan bahwa kasus pengrusakan itu telah dilaporkan secara resmi ke kepolisian. Saat ini, pihaknya tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif pasti di balik aksi tersebut.
“Yang jelas pemilik mobil sudah melaporkan kasus pengrusakan itu ke kami. Jadi sekarang kami tindak lanjuti dengan memeriksa saksi-saksi,” terangnya.
Menurut Doni, meski identitas pelaku dan pemilik kendaraan telah dikantongi, polisi belum dapat memastikan latar belakang pengrusakan tersebut. Pemeriksaan terhadap saksi dan pendalaman keterangan masih terus dilakukan untuk memastikan apakah aksi itu murni dipicu persoalan pribadi atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya. [tem/beq]









