Author: Beritajatim.com

  • HUT ke-53 PDIP, Fraksi DPRD Jatim Tegaskan Solid Bergerak Bersama Rakyat Menuju 2029

    HUT ke-53 PDIP, Fraksi DPRD Jatim Tegaskan Solid Bergerak Bersama Rakyat Menuju 2029

    Jakarta (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan menjadi momentum penguatan komitmen ideologis partai dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Memasuki usia ke-53, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menegaskan kesiapan untuk semakin solid, disiplin, dan konsisten bergerak bersama rakyat.

    Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Wara Sundary Renny Pramana, menyampaikan ucapan HUT sekaligus harapan agar PDI Perjuangan terus menguatkan perannya di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan rakyat menjadi kekuatan utama partai sejak awal berdiri.

    “Selamat Hari Ulang Tahun, Dirgahayu PDI Perjuangan ke-53. Semoga PDI Perjuangan semakin solid, semakin kuat, dan terus bergerak bersama rakyat. Di usia yang ke-53 ini, PDI Perjuangan harus semakin jaya dan semakin dekat dengan rakyat,” ujar Bunda Renny, Sabtu (10/1/2026).

    Menurutnya, konsistensi memperjuangkan nilai kebangsaan, kerakyatan, dan keadilan sosial harus terus dijaga oleh seluruh kader. Seluruh kader, baik di struktur partai maupun lembaga legislatif, diminta hadir langsung di tengah masyarakat.

    “PDI Perjuangan adalah partai yang lahir dari rahim rakyat. Karena itu, seluruh kader wajib selalu hadir, mendengar, dan memperjuangkan aspirasi rakyat,” tegasnya.

    Rakernas I yang digelar dalam rangkaian HUT ke-53 PDIP juga dinilai menjadi forum strategis untuk menyatukan langkah politik seluruh kader. Rakernas diikuti seluruh anggota Fraksi PDIP kabupaten, kota, dan provinsi se-Indonesia.

    “HUT ke-53 ini juga dirangkai dengan Rakernas yang diikuti seluruh fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia. Ini menjadi ruang konsolidasi penting agar seluruh kader benar-benar menyimak dan mencatat arahan Ketua Umum sebagai pedoman kerja politik ke depan,” jelasnya.

    Menatap agenda politik menuju Pemilu 2029, Fraksi PDIP DPRD Jatim menyatakan siap menjalankan arahan partai dengan kerja nyata di lapangan. Keberpihakan kepada rakyat ditegaskan tetap menjadi garis utama perjuangan.

    “Sejak awal kami diingatkan untuk bekerja lebih keras, turun ke bawah, dan memastikan seluruh kebijakan PDI Perjuangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya. [asg/kun]

  • Lawan Banjir! Pemkot Kediri Rombak Total Master Plan Drainase 2026 dan Siapkan Anggaran Miliaran

    Lawan Banjir! Pemkot Kediri Rombak Total Master Plan Drainase 2026 dan Siapkan Anggaran Miliaran

    Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) memastikan akan melakukan tinjauan atau review menyeluruh terhadap master plan drainase pada tahun 2026 guna mengatasi persoalan banjir tahunan.

    Langkah strategis ini diambil sebagai respons cepat atas kembali menggenangnya sejumlah ruas jalan protokol pada penghujung 2025 yang menjadi alarm penting bagi penataan ulang sistem pengendalian air perkotaan.

    Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat yang masih menghadapi genangan air saat hujan dengan intensitas tinggi. Master plan drainase yang selama ini digunakan dinilai perlu diperbarui secara radikal agar relevan dengan kondisi topografi dan kepadatan bangunan terkini di Kota Kediri.

    “Untuk pengendalian banjir, kita akan melakukan review master plan drainase untuk menentukan debit air. Master plan sebelumnya disusun menggunakan data sekunder. Di 2026 ini kita susun menggunakan data primer melalui survei langsung di lapangan,” ujar Endang.

    Ia menjelaskan, penyusunan master plan baru ini akan melibatkan pengukuran saluran secara langsung, pemetaan presisi aliran air, serta pembaruan data curah hujan ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Data primer tersebut akan menjadi fondasi utama dalam menentukan dimensi drainase yang ideal agar mampu menampung debit air hingga proyeksi 10 tahun ke depan.

    “Termasuk data curah hujan terbaru, sehingga nanti bisa didapatkan dimensi drainase yang sesuai untuk kebutuhan jangka panjang,” katanya.

    Kajian mendalam ini direncanakan mulai bergulir pada awal 2026 dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun. Berdasarkan hasil kajian tersebut, DPUPR akan memetakan saluran-saluran drainase yang dimensinya sudah tidak memadai untuk segera dilakukan rehabilitasi fisik. Langkah ini menjadi angin segar bagi Generasi Z dan warga produktif yang mobilitasnya sering terhambat oleh genangan di jalan raya.

    Sejumlah titik krusial yang kerap menjadi langganan genangan kini masuk dalam prioritas pemantauan ketat. Di antaranya adalah kawasan perempatan Reco Pentung di Jalan Kilisuci serta ruas Jalan Joyoboyo. Sementara untuk wilayah Jalan Pattimura, DPUPR mengevaluasi bahwa meski saluran utama relatif memadai, hambatan justru terjadi pada jalur penunjang yang belum optimal.

    “Di Jalan Panglima Sudirman, tahun 2026 ini akan kita selesaikan sampai ke saluran di sisi Ramayana. Crossing-nya akan kita perbesar untuk mengurai genangan yang terjadi di Jalan Pattimura,” jelas Endang.

    Menurut analisis teknis DPUPR, salah satu penyebab utama genangan di kawasan jantung kota tersebut adalah crossing drainase di samping Ramayana yang posisinya terlalu rendah dengan dimensi saluran yang sempit. Pemerintah berencana memperbesar saluran tersebut menggunakan konstruksi box culvert agar arus pembuangan air menuju sungai dapat mengalir lebih lancar tanpa sumbatan.

    Selain fokus di pusat kota, penanganan sistematis juga menyasar Jalan Dr. Saharjo untuk mengurai genangan yang sering berdampak ke kawasan Lirboyo dan Jalan Veteran. Untuk mengeksekusi proyek di Jalan Panglima Sudirman, Pemkot Kediri telah mengalokasikan anggaran fantastis sekitar Rp6 miliar. Sedangkan untuk penanganan di Jalan Dr. Saharjo, disiapkan anggaran sebesar Rp1,2 miliar.

    Endang menegaskan, review master plan drainase ini diharapkan menjadi pijakan agar penanganan banjir di Kota Kediri tidak lagi bersifat reaktif atau sekadar menambal persoalan sesaat. Dengan basis data primer dan pemetaan lapangan yang akurat, setiap intervensi infrastruktur dipastikan akan menjawab persoalan aliran air secara permanen.

    Namun, kajian yang baru akan rampung pada pertengahan 2026 itu juga menandai bahwa persoalan banjir bukan pekerjaan singkat. Sementara hujan akan terus datang, warga masih berharap genangan tak lagi menjadi pemandangan rutin di jalan-jalan kota. Di titik inilah, rencana dan pelaksanaan diuji, apakah benar mampu mengubah alarm banjir menjadi perbaikan yang terasa. [nm/kun]

  • Buka MUSDA Ke-3 JSIT Kediri, Gus Qowim Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Berkarakter

    Buka MUSDA Ke-3 JSIT Kediri, Gus Qowim Dorong Kolaborasi dan Inovasi Pendidikan Berkarakter

    Kediri (beritajatim.com) – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin membuka Musyawarah Daerah (MUSDA) Ke-3 Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia (JSIT) Daerah Kediri di Yayasan Bina Insani, Sabtu (10/01/2026). MUSDA ini mengusung tema Berkolaborasi dan Berinovasi untuk Kediri Jayati yang MAPAN dan Berbudaya.

    “Saya dan atas nama Pemerintah Kota Kediri menyampaikan selamat dan apresiasi atas terselenggaranya MUSDA ke-3 JSIT Daerah Kediri. Forum musyawarah seperti ini sangat penting, karena di sinilah arah organisasi ditentukan. Bukan hanya untuk kepentingan internal tetapi juga untuk kemajuan pendidikan dan masa depan generasi Kediri,” ujar Gus Qowim.

    Ia mengungkapkan JSIT telah hadir selama 22 tahun dan menaungi ribuan sekolah Islam terpadu di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Menurutnya, perjalanan panjang tersebut menunjukkan konsistensi, komitmen, serta tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan Islam terpadu.

    “Berdasarkan informasi yang saya terima dari panitia, di Kediri Raya, baik di kota maupun kabupaten terdapat 20 sekolah islam terpadu dengan 275 guru dan lebih dari 2.200 siswa. Ini bukan angka kecil dimana ini adalah aset besar pembangunan sumber daya manusia Kediri,” ungkapnya.

    Gus Qowim menegaskan bahwa Kediri Raya terus bergerak dan berkembang seiring tantangan digitalisasi, dinamika sosial, serta kebutuhan akan generasi yang adaptif namun tetap berkarakter. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut penguatan kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.

    Melalui MUSDA Ke-3 JSIT Kediri ini, Gus Qowim berharap lahir kepengurusan yang semakin solid, inovatif, dan mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus tetap teguh menjaga nilai-nilai Islam dan budaya bangsa. Pemerintah Kota Kediri, kata dia, siap membuka ruang sinergi dan kolaborasi demi terwujudnya tujuan pendidikan nasional serta visi besar Indonesia Emas 2045.

    “Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran JSIT Daerah Kediri atas dedikasi dan kontribusinya selama ini. Semoga MUSDA ke-3 ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, dan membawa keberkahan bagi dunia pendidikan serta kemajuan Kota Kediri. Mari kita terus berjalan bersama, memperkuat kolaborasi, menghadirkan inovasi, Kediri jayati yang MAPAN dan berbudaya,” pungkasnya.

    Acara tersebut turut dihadiri perwakilan JSIT Wilayah Jawa Timur, perwakilan PGRI, Ketua JSIT Kota Kediri Khikmatun Nafiah, perwakilan Kepala Dikdasmen Muhammadiyah Rubandono, serta tamu undangan lainnya. [nm/kun]

  • PDIP Terbitkan Surat Internal, Tegaskan Nol Toleransi dan Pemecatan bagi Kader Korupsi

    PDIP Terbitkan Surat Internal, Tegaskan Nol Toleransi dan Pemecatan bagi Kader Korupsi

    Jakarta (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (PDIP) menerbitkan Surat Internal No. 508/IN/DPP/I/2026 tertanggal 9 Januari 2026. Surat tersebut menginstruksikan empat poin utama bagi seluruh anggota fraksi di DPR RI hingga DPRD, pengurus DPD/DPC, serta kepala daerah kader partai.

    “Di edaran yang kami buat sebelum pelaksanaan Rakernas, ditulis larangan tegas terhadap kader untuk melakukan korupsi. Termasuk di antaranya agar tidak meminta uang pada pihak mana pun dengan alasan akan mengikuti kegiatan partai, khususnya untuk penyelenggara negara,” ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

    Menurutnya, instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri sudah sangat jelas dalam menjaga marwah partai. Pertama, menjalankan amanat Kongres VI untuk menjaga nama baik dan kewibawaan partai.

    Kedua, larangan korupsi: kader dilarang keras menyalahgunakan wewenang dalam jabatan untuk terlibat korupsi dalam bentuk apa pun.

    Ketiga, nol toleransi, di mana partai tidak memberikan toleransi terhadap perbuatan yang mencederai kepercayaan rakyat.

    Keempat, sanksi pemecatan, di mana DPP akan memberikan sanksi organisasi tertinggi berupa pemecatan bagi kader yang terbukti secara hukum melakukan korupsi.

    Juru Bicara PDI Perjuangan, Guntur Romli, menambahkan bahwa Rakernas yang dibuka hari ini di Beach City International Stadium, Ancol, akan menjadi forum strategis untuk membahas penguatan penegakan hukum yang independen. PDI Perjuangan juga menekankan pentingnya edukasi antikorupsi melalui sekolah partai serta transparansi pendanaan politik. (hen/kun)

  • 17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    17 Pelajar di Kutorejo Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Alami Muntah, Diare, dan Pusing

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, harus mendapatkan perawatan medis setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pelajar tersebut dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang dengan keluhan gangguan kesehatan yang hampir serupa.

    Kepala UPT Puskesmas Gondang, dr. Rohmatun Naja, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan gejala muntah, disertai pusing, dan beberapa di antaranya mengalami diare.

    “Gejala yang dirasakan pasien antara lain muntah, sebagian mengalami diare, serta pusing. Pasien terdiri dari laki-laki dan perempuan,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).

    Menurutnya, pihak puskesmas langsung melakukan penanganan medis terhadap seluruh pasien yang datang, sembari memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka. Hingga saat ini, seluruh pasien masih dalam observasi untuk memastikan tidak terjadi perburukan kondisi.

    Selain penanganan medis, Puskesmas Gondang juga telah mengambil langkah lanjutan dengan menelusuri penyebab dugaan keracunan tersebut. Pihak puskesmas memastikan akan menyampaikan perkembangan hasil pemeriksaan laboratorium setelah keluar, guna mengetahui secara pasti penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para pelajar tersebut.

    Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]

  • Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Pendapa Bupati Jember Jadi Tempat Resepsi Artis, Nobar Konser K-Pop, hingga Politisi Ngunduh Mantu

    Jember (beritajatim.com) – Pendapa Wahyawibawagraha selama ini dikenal sebagai rumah dinas kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur. Selain sebagai tempat hunian bupati, pendapa tersebut juga menjadi lokasi kegiatan seremonial kenegaraan.

    Bupati menerima tamu resmi dari pemerintah pusat hingga meresmikan program dan melantik pejabat di Pendapa Wahyawibawagraha. Kegiatan yang dihadiri undangan dalam jumlah lebih dari 50 orang biasanya diletakkan di aula lantai dua atau lantai atas.

    Namun sejarah mencatat, Pendapa Wahyawibawagraha pernah beberapa kali digunakan tidak untuk acara pertemuan formal maupun acara kenegaraan.

    Bupati Muhammad Zainal Abidin Djalal pernah mengizinkan pendapa digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan artis Anang Hermansyah dan Ashanty pada 6 Juli 2012. Dalam sejarah pemerintahan Jember modern, baru kali ini pusat kekuasaan dijadikan resepsi pesta pernikahan warga biasa yang disiarkan stasiun televisi RCTI.

    Ngunduh mantu artis ini membuat Bupati Djalal jadi sasaran protes warga Jember. Ada warga yang berunjuk rasa mempertanyakan penggunaan uang negara untuk acara privat.

    Bupati Djalal saat itu menepis anggapan acara ngunduh mantu dibiayai uang pemerintah daerah. Ia hanya memberikan sambutan dalam resepsi tersebut. “Sangat tidak sopan, jika kita kedatangan Anang dan Ashanty tanpa memberikan sambutan,” katanya saat itu.

    Apalagi, lanjut Djalal, Anang dan Ashanty datang bersama rombongan besar, yang di dalamnya terdapat sejumlah awak infotainmen televisi. Kehadiran para awak televisi itu akan memperkuat promosi Jember melalui acara Bulan Berkunjung ke Jember (BBJ).

    Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 15 Oktober 2022, aula lantai dua Pendapa Wahyawibawagraha dikuasai BTS Army, sebutan fans grup musik pop Korea (K-Pop) Bangtan Boys atau BTS. Mereka nonton baremg konser boys band asal Korea Selatan tersebut.

    Sedikitnya dua ratus orang penggemar BTS berkumpul di aula pendapa. Mereka menyaksikan live streaming gratis konser Yet To Come In Busan yang ditayangkan pada layar lebar. Bupati Hendy Siswanto dan istrinya Kasih Fajarini duduk di kursi deretan depan menyaksikan langsung konser yang berlangsung di Korea Selatan tersebut.

    Ide menggelar nobar ini tak lepas dari keinginan Bupati Hendy memfasiitasi kegiatan-kegiatan anak muda di Jember. “Kepala daerah harus peka. Penggemar BTS tidak sedikit. Ada ribuan orang di Jember,” katanya.

    “Oleh sebab itu, saya punya pemikiran, wah ini harus diundang nobar. Mumpung gratis, boleh ditonton bebas melalui live streaming. Kenapa tidak kami buka saja pendapa, wong lagi kosong tidak ada acara, dan ada layar lebarnya. Anak-anak kita ini harus diarahkan pada hal yang positif,” kata Hendy.

    Terakhir, Pendapa Wahyawibawagraha menjadi tempat ngunduh mantu Tulus Madiyono, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Kabupaten Jember, Sabtu (10/1/2026) tanpa dipungut biaya sewa.

    Hisyam Wahyu Aditya, Kepala Bagian Umum & Protokol Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, mengatakan, izin penyelenggaraan pernikahan oleh masyarakat umum di pendapa hanya bersifat uji coba sebagai salah satu strategi ke depan untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah).

    “Dipastikan juga bahwa dari kami tidak ada support dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk makanan, gardening, tidak ada. Semuanya dari pihak yang mempunyai acara. Tidak ada dari kami. Bahkan di (lantai) bawah yang biasanya ada makanan untuk tamu, hari ini kami stop,” katanya. [wir]

  • HUT ke-53, PDIP Surabaya Target 15 Kursi DPRD di Pemilu 2029

    HUT ke-53, PDIP Surabaya Target 15 Kursi DPRD di Pemilu 2029

    Surabaya (beritajatim.com) – DPC PDI Perjuangan Surabaya memperingati Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan yang digelar serentak di 31 kecamatan, Sabtu (10/1/2026). Peringatan dipusatkan di Kantor Sekretariat DPC PDI Perjuangan Surabaya dengan melibatkan kader, simpatisan, serta berbagai elemen masyarakat.

    Peringatan HUT ke-53 menjadi momentum konsolidasi total struktur partai dari tingkat DPC hingga ranting untuk menatap Pemilu 2029. Soliditas organisasi dan kedekatan dengan rakyat disebut menjadi kunci kemenangan PDI Perjuangan di Surabaya.

    “Target politik kami jelas. Pada Pemilu 2029, PDI Perjuangan Surabaya menargetkan minimal 15 kursi DPRD Kota Surabaya. Target ini realistis dan harus diperjuangkan bersama melalui kerja politik yang terstruktur, masif, dan membumi,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Armuji.

    Seluruh kader dan pengurus diminta turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memastikan program kerakyatan dirasakan manfaatnya. Kehadiran kader di tengah warga dinilai menjadi kekuatan utama partai.

    “Tidak ada jalan lain selain kerja nyata. Kader harus hadir, mendengar, dan menyelesaikan persoalan rakyat. Itulah kekuatan PDI Perjuangan,” ujarnya.

    Peringatan HUT ke-53 juga menjadi ruang refleksi dan penguatan ideologi partai. PDI Perjuangan ditegaskan sebagai partai berideologi dengan pelembagaan organisasi dan manifesto politik yang jelas.

    “Peringatan HUT ini menjadi refleksi dan peneguhan bahwa PDI Perjuangan adalah partai berideologi dan bersejarah. Kader diingatkan bahwa partai bertahan karena pelembagaan, kepercayaan, dan keyakinan politik,” kata Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Purwadi.

    Rangkaian kegiatan diisi dengan pemotongan tumpeng di masing-masing kecamatan serta nonton bareng pidato Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kader hingga tingkat PAC diminta segera menguatkan struktur dan basis massa.

    “Kami berharap PAC memperkuat organisasi, menggerakkan kader dan masyarakat, serta memastikan setiap kegiatan bernilai elektoral,” jelas Purwadi.

    Peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan Surabaya dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas kebudayaan, kelompok senior partai, pelaku UMKM binaan, hingga pengemudi ojek online. Pembagian paket makanan turut dilakukan sebagai bentuk kebersamaan dengan rakyat. [asg/kun]

  • Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Tim Damkar Jombang Turun Tangan, Anak Terjepit Teralis Bangku Berhasil Diselamatkan

    Jombang (beritajatim.com) – Sebuah insiden terjadi di depan RSUD Jombang, yang melibatkan seorang anak yang kakinya terjepit pada besi tralis tempat duduk. Insiden ini memicu respons cepat dari tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Jombang, Sabtu (10/1/2026).

    Menurut laporan yang diterima Pos Damkar Jombang, korban yang masih anak-anak, tidak sengaja memasukkan kakinya ke dalam celah besi tralis pada bangku di depan rumah sakit tersebut.

    “Korban yang masih anak-anak tidak sengaja kakinya masuk dan terjepit di antara besi teralis bangku,” ujar Deni Santoso, petugas Pos Damkar Jombang, saat diwawancarai terkait kejadian tersebut, Sabtu (10/1/2026).

    Mendapati kaki korban terjepit, orang tua korban berusaha sekuat tenaga untuk membebaskan kaki anaknya, namun upaya tersebut mengalami kesulitan. “Orang tua korban berusaha membantu menarik kaki korban, tapi kesulitan saat dilepas,” lanjut Deni.

    Keadaan ini mendorong orang tua korban untuk segera menghubungi Pos Damkar Jombang untuk meminta bantuan. Pos Damkar Jombang menerima laporan pada pukul 11.27 WIB, dan tak lama kemudian, tim regu piket Pos Damkar Jombang berangkat menuju lokasi kejadian.

    Dalam waktu kurang dari lima menit, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan terhadap korban. Tim damkar bekerja cepat dan profesional, dan pada pukul 11.45 WIB, kaki korban berhasil terlepas dari jepitan besi.

    Kondisi korban saat ini sudah aman dan tidak mengalami cedera lebih lanjut. “Kaki korban berhasil terlepas dari jepitan dan korban dinyatakan aman,” ungkap Deni. [suf]

  • Hujan Guyur Acara Tumpengan HUT PDIP di Tempat Penampungan Akhir Sampah Jember

    Hujan Guyur Acara Tumpengan HUT PDIP di Tempat Penampungan Akhir Sampah Jember

    Jember (beritajatim.com) – Hujan lebat mengguyur saat pengurus Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar acara tumpengan bersama warga di Tempat Penampungan Akhir Sampah Pakusari, Sabtu (10/1/2026).

    Acara ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan. Tak hanya dihadiri kader dan pengurus partai tersebut, acara ini juga dihadiri warga yang sehari-hari bekerja sebagai pemulung sampah.

    Begitu acara hendak dilaksanakan mendadak rintik-rintik air hujan turun. Namun pengurus dan kader PDIP tetap melaksanakan acara tumpengan di area taman hijau yang terbuka. Alhasil mereka basah kuyup.

    Dalam sambutannya, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Jember Hadi Supaat mengatakan, peringatan hari jadi ini untuk mengenang dan menghayati nilai-nilai ajaran Sukarno yang telah menanamkan ideologi Pancasila.

    Peringatan itu, lanjut Hadi, juga untuk meningkatkan konsolidasi dan soliditas struktural PDIP Jember. “Tujuannya agar mereka terus-menerus turun di tengah rakyat, turun di akar rumput untuk mendengarkan, melihat apa yang menjadi harapan masyarakat, agar PDI Perjuangan mampu memperjuangkannya,” katanya.

    Melalui peringatan ini, Hadi mengatakan, PDIP menegakkan komitmen untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yang adil dan makmur. “Sesuai dengan tema hari ini adalah ‘Di sanalah kami berdiri untuk selama-lamanya. Satyam Eva Jayate, bahwa kebenaran pasti menang,” katanya.

    “Di tengah dinamika politik yang luar biasa PDI perjuangan tetap kokoh, berdiri kokoh bersama rakyat. Maka dalam momentum ini kami berharap kepada semuanya, khususnya untuk kader PDI perjuangan, untuk tetap tegak lurus, tetap setia berjuang di garis rakyat, mengabdi serta memberikan solusi yang terbaik bagi apa yang menjadi harapan rakyat, bangsa dan negara,” kata Hadi.

    Hadi mengingatkan, bahwa PDI Perjuangan ini adalah partai wong cilik. “Partai yang betul-betul berpihak kepada rakyat kecil. Jadi kita tidak main-main dalam hal ini. Partai kami adalah satu-satunya partai yang betul-betul berpihak kepada rakyat,” katanya. [wir]

  • Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Rumah Warga di Jombang Diteror Ular Kobra, Dua Ekor Tertangkap

    Jombang (beritajatim.com) – Di Desa Sawiji, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, sebuah kejadian mengejutkan terjadi pada Sabtu, 10 Januari 2025. Rumah milik Wildan Syaifullah (34) diduga menjadi sarang bagi ular jenis kobra. Dua anakan ular berbisa tersebut berhasil ditangkap saat memasuki salah satu kamar rumah.

    Menurut Wildan, kejadian ini bermula ketika istrinya curiga mendengar suara ‘kresek-kresek’ dari atas plastik yang ada di kamar. “Awalnya dikira kadal saat hanya terlihat ekor, ternyata ular,” kata Wildan.

    Ketika memeriksa lebih lanjut, ia melihat kepala ular tersebut. Saat hendak ditangkap, ular sempat melawan dengan cara mendongakkan kepalanya. Namun, Wildan berhasil melumpuhkan ular pertama dan memasukkannya ke dalam botol plastik.

    Setelah Wildan pergi bekerja, sang istri kembali menemukan ular kedua dengan ukuran yang serupa berusaha masuk ke kamar. Wildan pun segera pulang setelah menerima telepon dari istrinya dan berhasil melumpuhkan ular kedua. “Saya khawatir ada ular lain, maka saya minta bantuan Damkar Mojoagung Jombang,” tambahnya.

    Petugas Damkar Mojoagung yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian menggunakan peralatan lengkap. Mereka menyisir seluruh rumah, terutama di bagian dapur, namun hanya menemukan kulit ular. “Kami sudah menyisir semua ruangan. Ular jenis kobra sangat berbahaya,” ujar Agus Istiawan, anggota pos Damkar Mojoagung, yang turut melakukan pencarian.

    Hingga kini, tim Damkar belum berhasil menemukan indukan ular tersebut, yang diduga masih bersembunyi di area sekitar rumah. [suf]