Author: Beritajatim.com

  • Lapas Mojokerto Matangkan Langkah Strategis Hadapi Penerapan KUHP 2023 dan KUHAP 2025

    Lapas Mojokerto Matangkan Langkah Strategis Hadapi Penerapan KUHP 2023 dan KUHAP 2025

    Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto mulai mematangkan langkah strategis dalam menyikapi perubahan regulasi hukum pidana seiring berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) 2023 dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) 2025.

    Sebagai bentuk kesiapan tersebut, Lapas Kelas IIB Mojokerto mengikuti kegiatan pengarahan dan pembahasan langkah-langkah strategis masa transisi perubahan hukum pidana di bidang pelayanan tahanan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan secara virtual, Rabu (7/1/2026).

    Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto bersama jajaran pejabat struktural dari Ruang Kalapas. Para peserta menyimak arahan dan pembahasan yang disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait dampak penerapan regulasi baru terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

    Pengarahan ini merupakan tindak lanjut atas mulai berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta KUHAP 2025 yang efektif diterapkan sejak 2 Januari 2026. Dalam forum tersebut, dibahas berbagai langkah antisipatif guna meminimalkan potensi permasalahan praktis, khususnya dalam pelaksanaan penahanan dan eksekusi putusan pengadilan pada masa transisi regulasi.

    Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan, menegaskan bahwa kegiatan pengarahan tersebut menjadi pedoman awal yang sangat penting bagi jajaran pemasyarakatan di daerah dalam memahami perubahan sistem hukum pidana nasional.

    “Perubahan regulasi hukum pidana ini berdampak langsung pada tugas dan fungsi pemasyarakatan. Karena itu, pengarahan ini kami sambut baik sebagai bekal awal agar pelayanan tahanan di Lapas Mojokerto tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

    Menurut Rudi, pemahaman yang utuh terhadap ketentuan dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025 mutlak diperlukan agar tidak terjadi kesalahan prosedur yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. Ia menegaskan komitmen Lapas Mojokerto untuk segera menindaklanjuti hasil pengarahan tersebut melalui penyesuaian internal dan peningkatan koordinasi lintas bidang.

    “Kami siap melakukan penyesuaian dan memperkuat koordinasi internal. Komitmen kami adalah menjaga profesionalisme, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap regulasi demi menjamin kepastian hukum dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan,” pungkasnya.

    Melalui langkah ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto berharap mampu beradaptasi secara optimal terhadap perubahan sistem hukum pidana nasional, sekaligus memastikan kualitas pelayanan tahanan tetap terjaga di tengah dinamika regulasi yang baru. [tin/beq]

  • Prevalensi Narkoba Pasuruan Tembus 2.000 Orang, BNN Siapkan Relawan Desa

    Prevalensi Narkoba Pasuruan Tembus 2.000 Orang, BNN Siapkan Relawan Desa

    Pasuruan (beritajatim.com) – Berdasarkan angka prevalensi nasional sebesar 1,73 persen, jumlah pengguna narkotika di Kabupaten Pasuruan diestimasikan telah mencapai 2.000 orang. Tingginya angka ini menjadi tantangan besar bagi pihak berwenang untuk melakukan penanganan secara masif di seluruh wilayah.

    Data BNN Kabupaten Pasuruan menunjukkan lonjakan tajam pada jumlah warga yang mendapatkan rekomendasi rehabilitasi dalam dua tahun terakhir. “Rekomendasi rehabilitasi di tahun 2024 dengan 2025 naik dua kali lipat,” lapor BNN mengenai tren peningkatan penyalahgunaan tersebut.

    Tercatat pada tahun 2024 terdapat 105 orang yang direhabilitasi, namun angka tersebut melonjak drastis menjadi 215 orang pada tahun 2025. Kondisi ini memicu BNN untuk memperkuat peran pencegahan melalui berbagai program sosialisasi hingga tes urine di masyarakat.

    Guna menekan angka kecanduan, BNN Kabupaten Pasuruan berencana menjalin kerja sama strategis dengan pemerintah daerah pada tahun 2026 ini. “Kita akan kerjasama dengan Pemkab Pasuruan untuk membuat relawan pemulihan setiap desa,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki.

    Program pembentukan relawan desa ini nantinya akan melibatkan instansi terkait seperti Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Kesehatan. Masduki menjelaskan bahwa kehadiran relawan di tingkat akar rumput merupakan salah satu strategi jitu untuk mengurangi angka kecanduan.

    Nantinya, para relawan pemulihan tersebut akan mendapatkan pelatihan khusus mengenai tata cara menanggulangi para pecandu narkotika. “Kalau di setiap desa ada relawan dan telah terlatih pastinya pecandu narkotika bisa lebih cepat sembuh,” jelas Masduki mengenai manfaat program tersebut.

    Keberadaan relawan di desa juga diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga pecandu dalam mengakses layanan pemulihan. Selain proses yang lebih cepat, biaya yang dibutuhkan nantinya diprediksi akan jauh lebih ringan dan tidak memberatkan masyarakat.

    BNN mengimbau agar pihak keluarga lebih terbuka dalam menjalin komunikasi demi mempercepat pemulihan para pecandu. “Ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecanduan narkotika,” pungkas Masduki menekankan pentingnya sinergi semua pihak. [ada/aje]

  • Jabatan Kepala BKPSDM dan Sekretaris DPRD Pasuruan Kosong, Pemkab Gerak Cepat Tunjuk Plt

    Jabatan Kepala BKPSDM dan Sekretaris DPRD Pasuruan Kosong, Pemkab Gerak Cepat Tunjuk Plt

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kekosongan jabatan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Sekretaris DPRD Kabupaten Pasuruan langsung direspons cepat oleh Pemerintah Kabupaten Pasuruan dengan menunjuk pelaksana tugas (plt). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik dan roda pemerintahan tetap berjalan optimal tanpa hambatan.

    Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, menegaskan bahwa penunjukan pelaksana tugas dilakukan sebagai langkah antisipatif agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan pada jabatan strategis di lingkungan pemerintahan daerah. “Pemkab Pasuruan memastikan tidak ada kekosongan jabatan,” ujar Yudha.

    Untuk mengisi jabatan Kepala BKPSDM Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah menunjuk Agus Hariyanto sebagai pelaksana tugas. Sementara jabatan Sekretaris DPRD Kabupaten Pasuruan kini dijabat sementara oleh Laylin. Keduanya berasal dari internal instansi masing-masing guna menjaga kesinambungan kinerja organisasi.

    Penunjukan pelaksana tugas dari internal dinilai penting agar proses transisi kepemimpinan berjalan stabil dan terukur. “Jabatan yang ditinggalkan pejabat purna tugas langsung diisi pelaksana tugas agar fungsi organisasi tetap berjalan normal,” tegas Yudha.

    Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan masih melakukan pertimbangan terkait mekanisme pengisian jabatan definitif untuk kedua posisi tersebut. Keputusan akhir sepenuhnya menjadi kewenangan Bupati Pasuruan dengan mengacu pada regulasi dan ketentuan yang berlaku.

    Adapun mekanisme pengisian jabatan definitif nantinya dapat ditempuh melalui seleksi terbuka atau lelang jabatan, maupun melalui rotasi pejabat antarinstansi. “Pengisian jabatan definitif nanti akan menyesuaikan dengan kebijakan bupati,” tutur Yudha.

    Penataan jabatan ini juga dilakukan bersamaan dengan rencana restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Restrukturisasi tersebut bertujuan membentuk organisasi pemerintahan yang lebih ramping, efektif, dan efisien.

    Sinkronisasi antara struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang baru dengan pengisian pejabat menjadi prioritas agar roda pemerintahan dapat berjalan maksimal. “Dengan adanya penataan ulang SOTK, tentu pengisian jabatan juga akan disesuaikan,” tutup Yudha. [ada/beq]

  • Platform Statistik Databoks Nobatkan Banyuwangi Sebagai Salah satu Kabupaten Udara Terbersih

    Platform Statistik Databoks Nobatkan Banyuwangi Sebagai Salah satu Kabupaten Udara Terbersih

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi secara mengejutkan memberikan bonus istimewa bagi para pelancong. Selain memberikan wisata yang indah, Banyuwangi juga menyuguhkan kualitas udara yang bersih.

    Berdasarkan data dari platform statistik Databoks, per 30 Desember 2025, Banyuwangi resmi dinobatkan sebagai daerah dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terendah di Indonesia, melampaui berbagai kota besar dan destinasi populer lainnya.

    Bagi wisatawan yang biasa bergulat dengan kabut asap dan polusi kendaraan, menghirup udara di Banyuwangi terasa seperti sebuah kemewahan yang langka.

    Pengalaman fisik saat paru-paru terisi oleh oksigen berkualitas tinggi memberikan efek instan yang menyegarkan tubuh dan pikiran.

    Fenomena “surga oksigen” ini menjadikan setiap aktivitas luar ruangan, mulai dari mendaki Kawah Ijen hingga menyisuri Taman Nasional Alas Purwo, menjadi jauh lebih berkualitas dan menyehatkan bagi para pengunjung.

    Kualitas udara yang luar biasa ini dirasakan langsung oleh Dwi Cantika Dewi, wisatawan asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bersama sang kaka, Cantika mengaku terkesan dengan kesegaran alam Banyuwangi yang berbeda dari daerah asalnya.

    “Banyuwangi adalah destinasi yang sangat menarik bagi kami. Saat berkunjung ke Kawah Ijen dan De Djawatan, kami benar-benar merasakan udara yang sangat bersih dan segar. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merespons positif dan bangga atas capaian yang diraih.

    Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan bahwa fokus pembangunan pariwisata saat ini telah bergeser ke arah quality tourism dan wellness tourism.

    “Kami menawarkan konsep perjalanan yang fokus pada pemulihan kesehatan serta kebugaran secara holistik. Lingkungan yang asri dan kualitas udara terbaik ini merupakan modal utama kami untuk meningkatkan durasi kunjungan (length of stay) wisatawan,” ujar Taufik, Rabu (07/01/2026).

    Pihaknya mengaku, kesegaran udara yang dirasakan di setiap sudut kabupaten juga lahir dari kearifan lokal masyarakatnya yang sangat menghormati alam.

    Tradisi menjaga kelestarian hutan dan laut yang diwariskan secara turun-temurun menjadi modal sosial yang kuat dalam mendukung program pemerintah daerah.

    Sinergi antara kebijakan formal dan kesadaran kolektif warga untuk meminimalkan polusi inilah yang menjadikan Banyuwangi sebagai ‘paru-paru’ di ujung timur Jawa, memberikan ruang bagi siapa saja untuk kembali terhubung dengan alam secara mendalam.

    “Menyadari potensi besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan fasilitas pendukung pariwisata,” pungkasnya. (ayu/ted)

  • Percikan Knalpot Diesel Hanguskan Gudang Penggilingan Padi di Blitar

    Percikan Knalpot Diesel Hanguskan Gudang Penggilingan Padi di Blitar

    Blitar (beritajatim.com) – Peristiwa kebakaran melanda sebuah gudang penggilingan padi milik Badrul Mutarom di Dusun Kebonagung, Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Diduga kuat, api berasal dari panas knalpot mesin diesel yang menyambar tumpukan sekam kering di lokasi kejadian.

    Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.15 WIB ini sempat mengejutkan warga setempat. Mengingat api muncul saat sang pemilik sedang tidak berada di lokasi penggilingan padi.

    Kejadian bermula saat istri korban, Durotul Nasikah (33), tengah menyuapi anaknya di dapur rumah. Di tengah suasana tenang, ia mendengar suara gemeretak kayu terbakar yang cukup keras. Awalnya, Durotul mengira suara tersebut berasal dari tetangga yang sedang membakar sampah.

    Namun, rasa curiga menyelimuti hatinya karena suara tersebut kian membesar. Saat memeriksa ke belakang rumah, ia mendapati gudang penggilingan padi milik suaminya sudah diselimuti asap dan kobaran api.

    “Saat kejadian, Pak Mutarom sedang tidak ada di rumah karena sedang mengirim beras ke wilayah Sumberpucung, Kabupaten Malang. Istri korban langsung berteriak meminta tolong kepada warga,” ujar Teddy Prasojo, Kepala Unit Damkar Kabupaten Blitar.

    Melihat api kian membesar, warga sekitar bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya sementara saksi lain, Alfi Romdoni, segera menghubungi Call Center Pemadam Kebakaran Kabupaten Blitar.

    Tak lama berselang, armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Petugas dibantu aparat dari Polsek Selopuro, Koramil, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas langsung melakukan lokalisir api agar tidak merambat ke bangunan utama atau pemukiman warga lainnya.

    “Api sudah bisa kita jinakkan tadi dibantu oleh aparat dan warga sekitar juga,” tegasnya.

    Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Blitar dan keterangan petugas di lapangan, api diduga berasal dari knalpot mesin diesel penggilingan padi yang masih panas. Percikan atau suhu panas tersebut mengenai tumpukan merang (sekam) yang mudah terbakar hingga akhirnya menjalar ke konstruksi bangunan gudang.

    Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah), meliputi kerusakan bangunan gudang dan beberapa peralatan di dalamnya. [owi/aje]

  • Tagihan Listrik Capai Rp30 M, Ternyata Mayoritas PJU di Blitar Tanpa Meteran

    Tagihan Listrik Capai Rp30 M, Ternyata Mayoritas PJU di Blitar Tanpa Meteran

    Blitar (beritajatim.com) – Baru-baru ini terungkap bahwa tagihan listrik untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kabupaten Blitar mencapai Rp30 miliar selama setahun. Kondisi itu tentu cukup membebani keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

    Terkait hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar telah meminta klarifikasi ke Dinas Perhubungan (Dishub). Hasilnya terungkap bahwa mayoritas PJU yang terpasang di 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar masih tanpa meteran.

    “Ya memang kondisinya masih belum bermeteran, sehingga harus dilengkapi meteran agar konsumsi listrik terpantau akurat,” ucap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar, M. Rifa’i pada Rabu (7/1/2026).

    Secara teknis, PJU tanpa meteran memaksa Pemkab membayar tarif berdasarkan kapasitas lampu dan jumlah titik yang terdata, terlepas dari apakah lampu tersebut menyala secara optimal atau tidak. Padahal, dengan pemasangan meteran, Pemkab hanya perlu membayar apa yang benar-benar dikonsumsi.

    “Makanya itu kita dorong agar setiap PJU itu ada meterannya,” tegasnya.

    Kondisi PJU tanpa meteran ini sebenarnya mencerminkan lemahnya tata kelola aset daerah di Kabupaten Blitar. Memasuki tahun 2026, sudah seharusnya Dishub melakukan modernisasi sistem PJU.

    Selain pemasangan meteran, penggunaan teknologi LED dan Smart Lighting System yang bisa diatur jadwal nyalanya (dimming) seharusnya mulai dipertimbangkan untuk menekan biaya operasional. Dishub juga seharusnya sudah mempertimbangkan untuk menggunakan PJU tenaga surya agar biaya listrik tidak terus membengkak setiap tahunnya.

    “Tapi katanya tahun 2026 ini Dishub masih mau membahas perihal payung hukumnya sehingga kemungkinan baru 2027 mendatang,” tandasnya.

    Sebelumnya Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar mengungkapkan bahwa tagihan listrik PJU selama setahun mencapai Rp.30 miliar. Kondisi itu tentu cukup memberatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar di tengah kondisi efisiensi.

    “Jujur saja, masih banyak wilayah yang belum terakomodasi. Anggaran kami terbatas, sementara kebutuhan sangat besar,” ungkap Puguh.

    Sadar bahwa APBD tidak akan mampu menanggung beban tersebut sendirian, Dishub kini melirik skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Skema ini dipandang sebagai solusi “jalan tengah” yang telah terbukti sukses di wilayah lain, seperti Kabupaten Madiun.

    “Karena itu kami mencoba terobosan KPBU. Contohnya sudah berhasil di Madiun,” imbuhnya.

    Langkah strategis lainnya yang tengah digarap adalah penyusunan Naskah Akademik (NA) untuk Peraturan Daerah (Perda) baru yang ditargetkan rampung pada 2026. Melalui regulasi ini, Pemkab Blitar berniat melakukan diferensiasi standar spesifikasi PJU.

    Rencananya, spesifikasi PJU untuk jalan desa akan diturunkan atau dibedakan dengan standar jalan kabupaten/provinsi. Tujuannya agar biaya pengadaan lebih murah, sehingga bantuan CSR maupun swadaya masyarakat bisa menghasilkan lebih banyak titik lampu.

    “Harapan kami, untuk jalan desa speknya bisa diturunkan. Dengan begitu, bantuan dari pihak ketiga bisa lebih optimal menjangkau pelosok,” tambah Puguh. [owi/beq]

  • Angka Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Turun Signifikan di Lima Tahun Terakhir

    Angka Kemiskinan di Kabupaten Mojokerto Turun Signifikan di Lima Tahun Terakhir

    Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan di Kabupaten Mojokerto selama periode 2021 hingga 2025. Penurunan ini menunjukkan tren positif hasil dari berbagai program pembangunan dan komitmen pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan.

    Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny mengatakan, kemiskinan merupakan persoalan multidimensional yang tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga mencakup sosial, pendidikan, dan kesehatan. “Kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga berkaitan dengan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kondisi sosial masyarakat,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

    Karena itu, lanjutnya, penanganannya harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Berdasarkan data BPS Kabupaten Mojokerto, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Mojokerto pada Maret 2021 tercatat sebanyak 120,54 ribu jiwa atau 10,62 persen. Angka tersebut terus menurun hingga Maret 2025 menjadi 102,67 ribu jiwa atau 8,79 persen.

    Dalam kurun waktu lima tahun, terjadi penurunan jumlah penduduk miskin secara absolut sebesar 17,87 ribu jiwa, atau turun 1,83 persen secara persentase. Dwi menambahkan, penurunan ini tidak terlepas dari komitmen pemerintah yang menjadikan isu kemiskinan sebagai prioritas utama dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.

    “Perhatian terhadap pengentasan kemiskinan terus menjadi prioritas, baik melalui peningkatan kesejahteraan ekonomi, perbaikan kualitas pendidikan, maupun penguatan layanan kesehatan,” jelasnya.

    Selain jumlah dan persentase penduduk miskin, BPS Kabupaten Mojokerto juga mencatat perkembangan garis kemiskinan di Kabupaten Mojokerto yang terus meningkat. Pada tahun 2021, garis kemiskinan berada di angka Rp417.784 per kapita per bulan dan meningkat menjadi Rp526.397 pada tahun 2025.

    Meski meningkat, angka tersebut masih berada di bawah garis kemiskinan Provinsi Jawa Timur yang tercatat sebesar Rp558.029 pada tahun 2025. Dari sisi kedalaman kemiskinan, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) mengalami penurunan dari 1,59 pada Maret 2021 menjadi 1,48 pada Maret 2025.

    Penurunan sebesar 0,11 poin ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Sementara itu, Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga mengalami perbaikan. Indeks ini turun dari 0,37 pada Maret 2021 menjadi 0,35 pada Maret 2025, atau turun 0,02 poin.

    Hal ini yang mengindikasikan menurunnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin. Namun demikian, BPS Kabupaten Mojokerto juga mencatat adanya kecenderungan peningkatan ketimpangan pendapatan secara umum. Gini Ratio Kabupaten Mojokerto meningkat dari 0,33 pada Maret 2020 menjadi 0,34 pada Maret 2024.

    “Kenaikan ini menunjukkan ketimpangan pendapatan yang sedikit melebar dalam lima tahun terakhir. Meskipun angka kemiskinan menurun, tantangan ke depan adalah menjaga pemerataan hasil pembangunan agar ketimpangan tidak semakin melebar,” pungkasnya. [tin/aje]

  • Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 7 Januari 2026

    Prakiraan Cuaca Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik 7 Januari 2026

    Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda kembali merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, Rabu, 7 Januari 2026.

    “Cuaca di wilayah Sidoarjo, Sidoarjo, dan Gresik diprediksi hujan ringan hingga petir hari ini. Untuk suhu, antara 24°C hingga 31°C. Sedangkan kelembabannya antara 58%-97%,” ujar Prakiraan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, Selasa (6/1/2025).

    Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini

    BMKG Juanda menyebut wilayah Kota Surabaya diprediksi hujan pada hari ini, sekitar pukul 13.00—18.00 WIB. Termasuk di antaranya Kecamatan Karangpilang, Lakarsantri, Jambangan, Gayungan,Bubutan, Asemrowo, Sawahan, hingga Sambikerep.

    Suhu udara: 24°C – 31°C
    Kelembapan: 66% – 95%
    Kecepatan angin: 9,2 Km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Sidoarjo Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, beberapa wilayah di Sidoarjo cenderung hujan sekitar pukul 13.00—18.00 WIB. Termasuk di Kecamatan Krian, Krembung, Gedangan, Sukodono, Taman, Tulnagan, Wonoayu, hingga Buduran. Adapaun pagi dan malamnya cenderung berawan.

    Suhu udara: 24°C – 31°C
    Kelembapan: 58%-97%
    Kecepatan angin: 10,2 km/jam dari arah Barat Daya.

    Prakiraan Cuaca Gresik Hari Ini

    Menurut data dari BMKG Juanda, cuaca di wilayah Gresik cenderung berawan hari ini. Adapun kecamatan yang tampak diguyur hujan pada siang dan sore hari, seperti Kecamatan Driyorejo, Menganti, Panceng, Sidayu, Ujungpangkah, Dukun, Cerme, dan Kedamean.

    Suhu udara: 25°C – 30°C
    Kelembapan: 65% – 92%
    Kecepatan angin: 18,8 km/jam dari arah Barat.

    Masyarakat disarankan untuk membawa payung atau jas hujan sebagai langkah antisipatif. Mengingat cuaca di wilayah tropis seperti Jawa Timur dapat berubah dalam waktu singkat, penting bagi warga untuk selalu memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi resmi BMKG atau layanan cuaca daring lainnya.

    Dengan memahami prakiraan cuaca secara detail, masyarakat di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dapat menjalani aktivitas hari inidengan lebih aman dan nyaman, termasuk saat memulai aktivitas tempat. (fyi/aje)

  • Begini Cara Agar Terhindar dari Toxic Productivity

    Begini Cara Agar Terhindar dari Toxic Productivity

    Surabaya (beritajatim.com)- Di tengah budaya serba cepat, produktivitas sering dipuja sebagai tolok ukur keberhasilan. Sibuk dianggap keren, sementara istirahat kerap dipandang sebagai kemalasan. Tanpa disadari, pola pikir ini bisa menjerumuskan seseorang ke dalam toxic productivity, yaitu kondisi ketika dorongan untuk terus produktif justru menjadi sumber tekanan. Seseorang merasa bersalah saat berhenti, cemas ketika tidak mengerjakan apa pun, dan terus memaksakan diri meski sudah lelah. Padahal, produktivitas yang sehat seharusnya berjalan seimbang dengan kondisi fisik dan mental.

    Memahami Apa Itu Toxic Productivity
    Toxic productivity adalah kondisi ketika seseorang merasa harus terus bekerja atau melakukan sesuatu agar merasa berharga. Ciri-cirinya antara lain sulit menikmati waktu luang, merasa tidak pernah cukup produktif, dan terus menambah target meski energi sudah menurun. Memahami konsep ini penting agar kita menyadari bahwa rasa lelah yang terus-menerus bukan tanda kurang usaha, melainkan sinyal bahwa ada pola yang perlu diperbaiki.

    Mengubah Pola Pikir tentang Produktivitas
    Produktif tidak selalu berarti melakukan banyak hal dalam satu waktu. Produktivitas yang sehat lebih menekankan pada ketepatan dan keberlanjutan. Melakukan satu tugas dengan fokus dan hasil yang baik jauh lebih bermakna daripada mengerjakan banyak hal tetapi kelelahan. Dengan mengubah pola pikir ini, tekanan untuk selalu sibuk bisa perlahan berkurang.

    Menyadari Batas Energi Diri
    Setiap orang memiliki kapasitas energi yang berbeda, baik secara fisik maupun mental. Memaksakan diri bekerja terus-menerus justru dapat menurunkan kualitas hasil dan memicu kelelahan berkepanjangan. Menyadari batas energi membantu kita lebih bijak dalam mengatur ritme aktivitas tanpa merasa harus selalu maksimal.

    Belajar Memberi Ruang untuk Istirahat
    Istirahat bukan hadiah yang hanya boleh dinikmati setelah menyelesaikan semua pekerjaan. Istirahat adalah kebutuhan dasar agar tubuh dan pikiran bisa pulih. Memberi ruang untuk berhenti sejenak justru membantu kita kembali bekerja dengan fokus dan semangat yang lebih baik.

    Mengurangi Kebiasaan Membandingkan Diri dengan Orang Lain
    Media sosial sering menampilkan pencapaian orang lain secara sepihak, tanpa menunjukkan proses dan kelelahan di baliknya. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat memicu rasa tidak pernah cukup dan mendorong toxic productivity. Fokus pada perkembangan diri sendiri jauh lebih sehat daripada terus mengejar standar orang lain.

    Menentukan Prioritas secara Realistis
    Tidak semua hal harus dikerjakan sekaligus. Menyusun prioritas membantu kita menentukan mana yang benar-benar penting dan mana yang bisa ditunda. Dengan prioritas yang jelas, beban pikiran berkurang dan pekerjaan terasa lebih terarah.

    Menerima Bahwa Tidak Harus Selalu Maksimal
    Ada hari-hari ketika energi penuh, ada pula saat tubuh dan pikiran membutuhkan lebih banyak jeda. Menerima kondisi ini membantu kita terhindar dari tuntutan berlebihan. Konsistensi dalam jangka panjang jauh lebih penting daripada memaksakan diri untuk selalu sempurna.

    Menghindari toxic productivity bukan berarti menurunkan standar atau kehilangan ambisi. Justru, ini adalah upaya membangun hubungan yang lebih sehat dengan pekerjaan dan diri sendiri. Produktivitas yang seimbang memberi ruang bagi istirahat, refleksi, dan kehidupan yang lebih bermakna. Mulailah bersikap lebih ramah pada diri sendiri, karena produktif tidak harus selalu berarti lelah. [Nazala Habibah Fathyadin]

     

  • Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Wajib Diborong Sebelum Pulang

    Oleh-Oleh Khas Surabaya yang Wajib Diborong Sebelum Pulang

    Surabaya (beritajatim.com)– Liburan ke Surabaya rasanya belum lengkap kalau pulangnya tanpa membawa oleh-oleh. Kota Pahlawan ini bukan cuma terkenal dengan sejarah dan kulinernya yang berani rasa, tapi juga punya banyak pilihan oleh-oleh yang legendaris sampai kekinian. Mulai dari kue klasik, camilan modern, sampai sambal pedas yang ikonik, semuanya bisa jadi buah tangan buat keluarga, teman, atau bahkan buat diri sendiri. Kalau kamu masih bingung harus beli apa, berikut daftar oleh-oleh khas Surabaya yang wajib kamu pertimbangkan sebelum pulang.

    1. Spikoe Resep Kuno
    Spikoe Resep Kuno adalah salah satu oleh-oleh paling legendaris dari Surabaya. Kue lapis ini punya ciri khas tekstur yang lembut, padat, dan rasa butter yang kuat. Dibuat dengan resep turun-temurun, spikoe ini menghadirkan rasa klasik yang tidak lekang oleh waktu. Perpaduan lapisan cokelat dan vanila membuat rasanya seimbang, tidak terlalu manis, tapi tetap rich. Nggak heran kalau Spikoe Resep Kuno selalu jadi incaran wisatawan, bahkan sering diburu sebagai oleh-oleh premium.

    2. Almond Crispy Surabaya
    Kalau kamu mencari oleh-oleh yang lebih modern dan disukai anak muda, Almond Crispy Surabaya adalah jawabannya. Camilan tipis dan renyah ini punya topping almond yang melimpah, dengan rasa yang ringan tapi nagih. Varian rasanya juga beragam, mulai dari original, cokelat, keju, hingga green tea. Teksturnya yang kriuk dan rasanya yang nggak terlalu berat bikin Almond Crispy cocok dijadikan camilan santai. Selain itu, kemasannya praktis dan menarik, sehingga aman dibawa bepergian dan cocok dijadikan oleh-oleh massal.

    3. Sambal Bu Rudy
    Surabaya identik dengan cita rasa pedas, dan Sambal Bu Rudy adalah salah satu buktinya. Sambal ini sudah sangat terkenal, bahkan sering dijadikan oleh-oleh wajib bagi wisatawan yang suka pedas. Rasa sambalnya nendang, gurih, dan punya aroma khas yang menggugah selera. Pilihan variannya juga banyak, seperti sambal bawang, sambal ijo, hingga sambal udang. Keunggulan Sambal Bu Rudy adalah daya tahannya yang cukup lama, sehingga aman dibawa pulang ke luar kota. Cocok banget buat stok di rumah atau dijadikan hadiah untuk pecinta pedas sejati.

    4. Kerupuk Ikan / Kerupuk Udang Kenjeran
    Sebagai kota pesisir, Surabaya juga punya oleh-oleh khas berupa kerupuk ikan dan kerupuk udang dari daerah Kenjeran. Kerupuk ini terkenal dengan rasa gurih alami dan aroma khas hasil laut. Teksturnya renyah, apalagi kalau digoreng dengan benar. Kerupuk ikan atau udang Kenjeran cocok dijadikan teman makan atau camilan di rumah. Selain rasanya yang khas, oleh-oleh ini juga mencerminkan identitas Surabaya sebagai kota pesisir, sehingga terasa lebih autentik dan tradisional.

    5. Lapis Kukus Pahlawan
    Lapis Kukus Pahlawan adalah oleh-oleh khas Surabaya versi kekinian yang cukup populer. Kue ini punya tekstur lembut dan moist, dengan berbagai pilihan rasa seperti cokelat, pandan, keju, hingga kombinasi modern lainnya. Rasanya ringan dan cocok untuk semua usia. Keunggulan lainnya, Lapis Kukus Pahlawan mudah ditemukan karena punya banyak cabang di Surabaya. Kemasan yang praktis membuatnya aman dibawa sebagai oleh-oleh, baik untuk keluarga maupun teman kantor.

    Setiap oleh-oleh khas Surabaya punya kisah dan ciri khas tersendiri yang mewakili Kota Pahlawan. Jadi, sebelum pulang, pastikan kamu sudah menyempatkan diri untuk berburu oleh-oleh ini. Biar liburanmu ke Surabaya terasa lebih lengkap, berkesan, dan tentu saja meninggalkan rasa yang sulit dilupakan.
    [Pranata Dewi Ratna Swari]