Author: Beritajatim.com

  • Askab PSSI Tulungagung Kecam ‘Tendangan Kungfu’ Pemain Putra Jaya Pasuruan, Dukung Jalur Hukum

    Askab PSSI Tulungagung Kecam ‘Tendangan Kungfu’ Pemain Putra Jaya Pasuruan, Dukung Jalur Hukum

    Tulungagung (beritajatim.com) -Pengurus Askab PSSI Tulungagung mengecam keras aksi kekerasan “tendangan kungfu” yang menimpa gelandang Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha, dalam laga Babak 32 Besar Grup CC Liga 4 Jawa Timur. Insiden yang terjadi di Stadion Gelora Bangkalan tersebut mengakibatkan Firman mengalami cedera serius berupa retak tulang rusuk kiri bagian bawah.

    Ketua Askab PSSI Tulungagung, Ahmad Baharudin, menilai tindakan pemain Putra Jaya Pasuruan, M. Hilmi Gimnastiar, sangat brutal dan dilakukan secara sengaja. Menurutnya, pelanggaran tersebut telah melampaui batas sportivitas dan membahayakan keselamatan nyawa pemain di lapangan hijau.

    “Kalau melihat kejadiannya itu sangat brutal dan sengaja,” ujar Ahmad Baharudin, Rabu (7/01/2026).

    Baharudin menegaskan bahwa sanksi kartu merah dari wasit tidak cukup untuk menebus tindakan yang mencederai nilai-nilai sepak bola tersebut. Ia menganggap insiden ini sebagai pelanggaran berat yang tidak bisa ditoleransi dalam standar kompetisi profesional maupun amatir.

    Firman Nugraha sendiri merupakan pemain baru yang direkrut Perseta 1970 Tulungagung khusus untuk mengarungi Babak 32 Besar. Pemain asal Kediri tersebut sebelumnya memperkuat tim lain di ajang Liga 4, namun dipinang oleh manajemen Laskar Badai Selatan setelah tim lamanya gagal melaju ke fase gugur.

    Terkait kondisi terkini sang pemain, Baharudin menyebut Firman mulai menunjukkan progres pemulihan. Meski sang pemain memiliki keinginan kuat untuk kembali merumput, pihak Askab dan manajemen melarang keras guna memastikan observasi medis berjalan maksimal.

    “Anaknya sempat ngotot ingin bermain lagi, tapi kita larang karena masih dalam masa observasi juga,” tuturnya.

    Mengenai langkah hukum, Askab PSSI Tulungagung memberikan dukungan penuh kepada manajemen Perseta 1970 Tulungagung jika ingin membawa kasus ini ke pihak berwajib. Meskipun Komdis Asprov PSSI Jawa Timur telah menjatuhkan sanksi, Baharudin menilai laporan polisi merupakan wewenang penuh manajemen untuk memberikan keadilan bagi pemain.

    “Kita mendukung rencana tersebut, sepenuhnya keputusan manajemen seperti apa kita mendukungnya,” pungkas Baharudin.. [nm/ian]

  • Wali Kota Kediri Ikuti Panen Raya Nasional, Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

    Wali Kota Kediri Ikuti Panen Raya Nasional, Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan

    Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia secara daring dari Omah Sawah, Rabu (7/1/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

    Dalam kegiatan itu, Wali Kota Kediri didampingi Wakil Wali Kota Qowimuddin, Dandim 0809 Kediri Letkol Inf Dhavid Nur Hardiansyah, Pj Sekda Kota Kediri M Ferry Djatmiko, serta perwakilan Forkopimda Kota Kediri.

    “Kita patut mengapresiasi dan mendukung penuh atas upaya pemerintah pusat dalam mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan nasional dan kemandirian bangsa. Momentum hari ini menjadi penguat semangat bagi seluruh daerah, termasuk Kota Kediri untuk terus menjaga keberlanjutan sektor pangan, meskipun dengan karakter dan tantangan wilayah yang berbeda-beda,” ujar Vinanda Prameswati.

    Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu memaparkan potensi panen padi di Kota Kediri pada awal 2026. Pada Januari potensi panen mencapai 33 hektare, Februari 57 hektare, dan puncak panen pada Maret seluas 138 hektare.

    Sementara untuk komoditas jagung, potensi panen pada Januari mencapai 42 hektare, Februari 25 hektare, dan Maret 29 hektare. Sebelumnya, puncak panen jagung tercatat terjadi pada Desember 2025 dengan luasan sekitar 142 hektare.

    Vinanda menjelaskan, sebagai daerah perkotaan dengan keterbatasan lahan, Kota Kediri memaknai swasembada pangan tidak semata dari besaran produksi, tetapi dari ketahanan sistem pangan secara menyeluruh.

    Ketahanan tersebut meliputi ketersediaan pangan, keterjangkauan, stabilitas pasokan dan harga, hingga akses masyarakat terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan.

    Pemkot Kediri, lanjutnya, terus mendorong optimalisasi lahan pertanian yang ada, penguatan pendampingan kepada petani, serta menjamin ketersediaan sarana produksi pertanian secara berkelanjutan. Salah satunya melalui fasilitasi penyerapan pupuk subsidi.

    Pada tahun 2025, tercatat 99 persen usulan alokasi pupuk subsidi di Kota Kediri terserap dan dimanfaatkan oleh petani.

    Selain itu, Pemkot Kediri juga fokus pada penguatan ketahanan pangan perkotaan, melalui pengelolaan cadangan pangan daerah, pengembangan pekarangan pangan lestari, serta peran aktif dalam menjaga kelancaran distribusi dan stabilitas harga pangan.

    “Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi pada seluruh petani se-Kota Kediri atas seluruh dedikasi serta kontribusi dalam menghidupkan ekosistem ketahanan pangan di Kota Kediri. Semoga ke depan, pertanian di Kota Kediri semakin bertumbuh. Kami meyakini bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi tetapi juga oleh distribusi yang adil dan keterjangkauan harga,” jelasnya.

    Vinanda menegaskan arahan Presiden dalam momentum Panen Raya Nasional tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus bersinergi, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

    Pemkot Kediri, kata dia, siap mendukung kebijakan nasional swasembada pangan dengan pendekatan adaptif sesuai karakter daerah, serta memastikan ketahanan pangan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hery Purnomo, kepala OPD terkait, Camat Pesantren, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tamu undangan lainnya. [nm/ted]

  • Bupati Kediri Apresiasi Transparansi Baznas, Pengumpulan ZIS 2025 Tembus Rp7,6 Miliar

    Bupati Kediri Apresiasi Transparansi Baznas, Pengumpulan ZIS 2025 Tembus Rp7,6 Miliar

    Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi keterbukaan pengelolaan Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang dilakukan Baznas Kabupaten Kediri. Transparansi tersebut dinilai mampu meningkatkan kepercayaan para muzaki untuk menyalurkan ZIS melalui Baznas.

    Apresiasi itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito usai menerima laporan dari Pimpinan Baznas Kabupaten Kediri di kantornya, Rabu (7/1/2026).

    Keterbukaan pengelolaan ZIS itu tercermin dari capaian pengumpulan ZIS tahun 2025 yang mencapai Rp7,6 miliar, atau melampaui 66 persen dari target yang ditetapkan Baznas Jawa Timur, yakni Rp4,6 miliar.

    “Ini sangat luar biasa kenaikannya, keterbukaan ini sangat penting karena muzaki, menjadi tahu apa yang mereka sampaikan (ZIS) benar tersalurkan,” kata Mas Dhito.

    Menurut Mas Dhito, pengumpulan ZIS melalui Baznas Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut dinilai sebagai indikator positif dalam tata kelola zakat di daerah.

    Sebagai perbandingan, pada 2024, dari target pengumpulan ZIS sebesar Rp4,5 miliar, Baznas Kabupaten Kediri mampu menghimpun dana hingga Rp7,4 miliar.

    Mas Dhito optimistis, selain faktor keterbukaan laporan, kedisiplinan seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dalam melakukan penyetoran akan semakin mendongkrak capaian pengumpulan ZIS.

    Menurutnya, peningkatan tersebut akan berdampak langsung pada semakin luasnya manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.

    Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kediri HM Iffatul Lathoif menyampaikan bahwa ZIS yang dikelola Baznas Kabupaten Kediri telah didistribusikan untuk berbagai program sosial dan pemberdayaan.

    Program tersebut meliputi pemberian paket sembako dan biaya hidup bagi dhuafa, pemberian makanan bergizi, serta beasiswa bagi santri dan siswa.

    “Kami punya binaan satu keluarga satu sarjana, total kemarin ada 82 insyaalloh selanjutnya kita tingkatkan 100,” ungkap Gus Thoif.

    Selain itu, distribusi ZIS juga dialokasikan untuk pemberian biaya hidup rutin bagi fakir dan lansia, bantuan untuk marbot, santunan yatim piatu, program bedah rumah atau RTLH, bantuan bagi mualaf, dukungan sarana dan prasarana pendidikan, masjid dan musala, bantuan biaya transport berobat rutin, hingga pemberian alat bantu jalan.

    Gus Thoif menambahkan, pengelolaan ZIS oleh Baznas Kabupaten Kediri menjadi salah satu di Jawa Timur yang telah menjalani audit oleh auditor Kementerian Agama.

    “Untuk Jawa Timur yang siap diaudit salah satunya Kabupaten Kediri, alhamdulilah kemarin secara umum baik,” bebernya. [nm/ian]

  • Bupati Kediri Minta Optimalisasi Destinasi Wisata, Kelud hingga Ubalan Jadi Prioritas

    Bupati Kediri Minta Optimalisasi Destinasi Wisata, Kelud hingga Ubalan Jadi Prioritas

    Kediri (beritajatim.com) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta agar destinasi wisata di Kabupaten Kediri dapat dioptimalkan, khususnya destinasi potensial seperti Gunung Kelud hingga Wisata Ubalan. Optimalisasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tarik pariwisata daerah.

    Hal itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Mas Dhito saat meninjau Wisata Ubalan, Kecamatan Plosoklaten, Rabu (7/1/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi Ubalan setelah kembali dibuka untuk umum.

    Menurut Mas Dhito, sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Kediri perlu dibenahi dari berbagai sektor, mulai dari aksesibilitas hingga fasilitas pendukung bagi pengunjung. “Yang betul-betul akan segera kita selesaikan adalah (destinasi) Kelud, Museum, Ubalan, dan Gunung Wilis,” jelasnya, Rabu (7/1/2026).

    Mas Dhito menyebut, sejak dibuka kembali pada 31 Desember 2025, Wisata Ubalan langsung diserbu pengunjung. Dalam dua hari pertama, jumlah wisatawan tercatat mencapai 10.000 orang.

    Membludaknya pengunjung tersebut, kata Mas Dhito, tidak lepas dari nilai historis yang dimiliki Ubalan. Destinasi wisata ini menjadi tempat nostalgia bagi masyarakat, terutama yang pernah merasakan ramainya Ubalan pada awal tahun 2000-an.

    “Pengunjung rindu dan nostalgia terhadap Ubalan, jangan sampai mereka kecewa. Maka perbaikan wisata Ubalan akan kita lakukan,” kata Mas Dhito.

    Selain Ubalan, Pemkab Kediri juga akan melakukan pembenahan pada destinasi lain, termasuk museum daerah. Menurutnya, museum tidak cukup hanya menyajikan narasi sejarah, tetapi juga harus didukung dengan bukti peninggalan sejarah yang utuh, runut, dan dilengkapi koleksi dari berbagai periode.

    Perhatian serupa juga diberikan terhadap Destinasi Gunung Kelud dan Gunung Wilis. Mas Dhito menyampaikan, pembangunan aksesibilitas menuju Kawah Gunung Kelud akan dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

    Peningkatan akses tersebut diharapkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kediri dan memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Jawa Timur. [nm/suf]

  • BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Perkuat Sinergi dengan Yamaha dan Sorini di Awal 2026

    BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Perkuat Sinergi dengan Yamaha dan Sorini di Awal 2026

    Pasuruan (beritajatim.com) – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan memulai agenda tahun 2026 dengan melakukan kunjungan strategis ke sejumlah perusahaan besar di wilayah Pasuruan, termasuk PT Yamaha Musical Products Indonesia dan PT Sorini Agro Asia.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif Customer Relationship Management (CRM) yang bertujuan untuk mempererat kemitraan dengan pemberi kerja, khususnya di sektor industri manufaktur, guna memastikan perlindungan jaminan sosial yang optimal bagi seluruh tenaga kerja.

    Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pasuruan, Sulistijo N. Wirjawan, mengungkapkan bahwa kegiatan CRM difokuskan pada kunjungan langsung ke perusahaan binaan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif.

    “Kegiatan CRM ini difokuskan pada kunjungan langsung ke perusahaan binaan untuk menjalin komunikasi yang lebih intensif,” ujar Sulistijo, Rabu (7/1/2026).

    Upaya ini dilakukan untuk menggali pemahaman lebih dalam mengenai kebutuhan spesifik setiap perusahaan dalam mengelola kepesertaan jaminan sosial bagi karyawan mereka. Terlebih lagi, dalam kunjungan ini, BPJS juga berupaya mengidentifikasi pekerja yang belum terlindungi secara optimal, baik di kalangan staf tetap maupun tenaga alih daya (outsourcing).

    Sulistijo menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara BPJS dan perusahaan, untuk memastikan bahwa setiap masalah administratif dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif. “Kami ingin menggali potensi perluasan kepesertaan bagi pekerja yang belum terlindungi secara optimal,” tambah Sulistijo.

    Selain memperkuat hubungan dengan perusahaan, BPJS Ketenagakerjaan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan edukasi mengenai manfaat program jaminan sosial yang semakin beragam. Para pemberi kerja diimbau untuk menertibkan pendaftaran pekerja kontrak agar memperoleh hak yang sama dengan pekerja tetap, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Kepatuhan perusahaan terhadap regulasi jaminan sosial dinilai sebagai faktor kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan berkelanjutan di Kabupaten Pasuruan.

    Sulistijo mengungkapkan bahwa di awal tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan fokus pada upaya memastikan kepatuhan perusahaan serta memperluas cakupan kepesertaan. “Di awal tahun ini kami fokus memastikan kepatuhan serta menggali potensi kepesertaan baru,” tegasnya.

    Diharapkan, dengan dilaksanakannya CRM secara berkelanjutan, cakupan kepesertaan di wilayah Pasuruan akan meningkat signifikan. BPJS Ketenagakerjaan berharap perlindungan sosial yang menyeluruh dapat memberikan rasa aman bagi para pekerja dan meningkatkan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.

    Sebagai mitra strategis yang peduli terhadap kesejahteraan pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi mewujudkan perlindungan menyeluruh bagi seluruh tenaga kerja Indonesia. “BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi perusahaan dalam mewujudkan perlindungan menyeluruh,” pungkas Sulistijo. [ada/suf]

  • Bengkel Tambal Ban di Gresik Dilalap Api, Dua Unit Motor Turut Terbakar

    Bengkel Tambal Ban di Gresik Dilalap Api, Dua Unit Motor Turut Terbakar

    Gresik (beritajatim.com) –  Kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Gresik di Januari 2026. Kali ini yang dilalap api adalah bengkel tambal ban milik Agus, warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Rabu malam (7/1/2026).

    Bengkel tempat mata pencahariannya terbakar gara-gara lupa mematikan kompor. Api yang menjalar dengan cepat juga menghanguskan dua unit motor yang diparkir di dalam bengkel. Beruntung kejadian yang mengagetkan warga ini tidak menimbulkan korban jiwa.

    Kronologi kebakaran tersebut bermula saat Agus lupa mematikan kompor yang ditinggal pergi sebentar. Api yang semula kecil, tiba-tiba membesar membuat warga di sekitar tempat kejadian kaget.

    Kobaran api yang terus membesar akibat tiupan angin., merembet ke bagian ruangan. Warga dan pemilik bengkel tidak berbuat banyak. Terlebih lagi, bengkel tersebut berada di pinggir jalan raya. Tanpa banyak berpikir, warga melaporkan kebakaran ini ke Ketua RT, Suandi dan dilanjutkan ke pos Damkar Menganti Gresik.

    Petugas damkar yang menerima laporan kebakaran meluncur ke lokasi. Tiba di lokasi kebakaran, petugas lansung melakukan pemadaman. Proses pemadaman juga dibantu Damkar Lakarsantri Surabaya. Setelah berjibaku selama dua jam lebih, api yang melalap bangunan semi permanen bengkel tambal ban berhasil dipadamkan.

    Petugas piket Damkar Gresik Sugiono mengatakan kebakaran ini pukul 21.00 WIB. Kemudian api berhasil dipadamkan dua jam kemudian. Ini karena banyak material di dalam bengkel yang mudah dilalap api.

    “Sewaktu anggota kami memadamkan api ada dua unit motor, tiga kompresor, dua alat press ban dan ban terbaru turut hangus terbakar,” katanya, Kamis (8/1/2026).

    Tiga unit mobil damkar serta satu unit mobil suplai air, dan sebelas petugas damkar turut dikerahkan untuk memadamkan api.

    “Kerugian material akibat kejadian ini ditaksir sekitar Rp500 juga. Setelah dinyatakan tidak ada titik api. Petugas kami kembali ke pos masing-masing,” pungkas Sugiono.  [dny/suf]

  • Ini yang Membuat Bupati Bojonegoro Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden

    Ini yang Membuat Bupati Bojonegoro Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden

    Bojonegoro (beritajatim.com) — Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian menjadi dasar penilaian Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.

    Penghargaan tersebut diserahkan langsung Presiden Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025).

    Bojonegoro dinilai berhasil menjaga stabilitas produksi pangan daerah sekaligus berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Setyo Wahono, sektor pertanian di Bojonegoro menunjukkan peningkatan produktivitas, tata kelola irigasi yang lebih baik, serta perluasan lahan tanam untuk komoditas strategis.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi kedaulatan negara. Kepala daerah yang mampu memastikan ketersediaan pangan bagi rakyatnya dinilai telah menjalankan peran strategis dalam menjaga kekuatan nasional.

    “Ketahanan pangan bukan hanya soal ekonomi, tetapi menyangkut martabat bangsa. Negara yang kuat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” tegas Presiden.

    Penilaian terhadap kepala daerah penerima Satyalancana Wira Karya juga mempertimbangkan konsistensi kebijakan daerah dalam mendukung petani, keberhasilan menjaga produksi di tengah tantangan iklim, serta kontribusi daerah dalam menopang cadangan pangan nasional.

    Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam laporannya menyebutkan, peningkatan produksi pangan nasional tidak terlepas dari peran aktif pemerintah daerah yang mampu menerjemahkan kebijakan pusat secara efektif di lapangan. Bojonegoro termasuk daerah yang dinilai responsif dalam program intensifikasi, penggunaan sarana produksi, hingga penguatan manajemen air pertanian.

    “Daerah yang mampu menjaga produktivitas, memperkuat petani, dan memastikan distribusi sarana produksi berjalan baik menjadi penopang utama swasembada pangan,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama antara petani, kelompok tani, dan seluruh jajaran pemerintah daerah.

    Menurutnya, fokus Pemkab Bojonegoro selama ini adalah memastikan pertanian dikelola secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, hingga optimalisasi lahan pertanian.

    “Penghargaan ini adalah milik petani Bojonegoro. Mereka adalah garda terdepan ketahanan pangan. Pemerintah daerah hanya memastikan sistem dan kebijakan berjalan dengan baik,” kata Setyo Wahono.

    Ke depan, lanjut bupati kelahiran Desa Dolokgede Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro itu, Pemkab Bojonegoro berkomitmen terus memperkuat peran daerah sebagai lumbung pangan melalui peningkatan produktivitas, pengelolaan air yang efisien, serta penguatan komoditas strategis.

    Penghargaan Satyalancana Wira Karya ini diharapkan menjadi pemacu semangat untuk menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani. [lus/ian]

  • Wamenhaj Dahnil Anzar Tegaskan Nol Toleransi Korupsi Haji Sesuai Instruksi Presiden Prabowo

    Wamenhaj Dahnil Anzar Tegaskan Nol Toleransi Korupsi Haji Sesuai Instruksi Presiden Prabowo

    Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmen penuh kementeriannya untuk menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap korupsi dan praktik rente dalam seluruh tahapan penyelenggaraan ibadah haji. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menghendaki transformasi tata kelola negara yang bersih, transparan, dan berintegritas tinggi.

    Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam Taklimat Awal Tahun bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Selasa (7/1/2026). Menurut Dahnil, pesan utama yang ditekankan Kepala Negara secara berulang adalah keseriusan pemerintah dalam melakukan “bersih-bersih” di berbagai sektor, termasuk bidang perhajian.

    “Presiden Prabowo sangat serius dalam upaya bersih-bersih pengelolaan negara. Khusus di bidang perhajian yang saya tangani bersama Gus Irfan, Presiden berulang kali menegaskan bahwa beliau menginginkan pengelolaan haji yang bersih,” ujar Dahnil Anzar, dilansir Beritajatim.com dari situs resmi Kemenhaj RI.

    Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan bahwa Presiden secara eksplisit meminta Kementerian Haji dan Umrah untuk menjadi garda terdepan dalam pemberantasan praktik amoral yang mencederai amanah para jemaah. Target utamanya adalah menghapus celah bagi para pemburu rente yang selama ini kerap menyusupi birokrasi pengadaan layanan haji.

    “Presiden ingin Kementerian Haji dan Umrah menjadi salah satu kementerian yang nol korupsi, atau zero tolerance terhadap praktik rente, praktik korupsi, maupun praktik amoral lainnya,” tegasnya.

    Dahnil memaparkan bahwa saat ini persiapan haji tengah memasuki fase-fase kritis, terutama pada tahap pengadaan katering, akomodasi, transportasi, hingga kerja sama dengan syarikah di Arab Saudi. Fase ini dinilai paling rawan terhadap intervensi kepentingan tidak sehat yang berpotensi merugikan keuangan negara dan kualitas layanan jemaah.

    “Sekarang ini kita berada di titik-titik kritis. Proses pengadaan katering, akomodasi, transportasi, hingga sebelumnya pengadaan syarikah sedang dan sudah berlangsung, dan di fase-fase inilah potensi rente dan korupsi bisa terjadi,” jelas Wamenhaj.

    Kementerian Haji dan Umrah mengaku masih menerima laporan mengenai adanya indikasi upaya permintaan cashback, praktik rente, serta intervensi terhadap tim pengadaan. Bahkan, terdapat oknum yang berani melakukan tindakan tersebut dengan mencatut nama pimpinan kementerian demi melancarkan aksinya.

    “Saya masih mendengar adanya upaya-upaya cashback, upaya rente, dan upaya korupsi, termasuk mempengaruhi tim pengadaan dengan mengatasnamakan Menteri maupun Wakil Menteri,” ungkap Dahnil.

    Merespons temuan tersebut, Dahnil memastikan bahwa dirinya bersama Menteri Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan Kejaksaan serta aparat penegak hukum lainnya sejak awal proses. Langkah ini diambil untuk memastikan pengawasan melekat pada setiap sendi pengadaan layanan bagi jemaah asal Indonesia.

    Dahnil pun memberikan mandat terbuka kepada aparat penegak hukum untuk menindak tegas siapa pun yang mencoba bermain dalam ekosistem perhajian. Ia menekankan bahwa tidak akan ada perlindungan bagi pelaku korupsi, terlepas dari latar belakang maupun posisi mereka.

    “Saya tegaskan, jangan ragu aparat penegak hukum. Jangan ragu Kejaksaan. Tangkap saja siapa pun yang masih berusaha melakukan praktik rente dan korupsi. Tidak usah ragu, siapa pun orangnya dan dari mana pun asalnya,” kata Dahnil.

    Ketegasan tersebut juga berlaku bagi personel di internal kementerian jika terbukti terlibat dalam praktik haram tersebut. Kementerian Haji dan Umrah bertekad memastikan penyelenggaraan haji tahun ini terbebas dari jeratan kartel dan praktik amoral sebagaimana yang pernah terjadi pada masa lalu.

    “Bahkan jika mereka berasal dari internal Kementerian Haji sekalipun, aparat penegak hukum jangan ragu untuk menangkapnya,” pungkasnya. [ian]

  • Dugaan Penggelapan Dana Nelayan Sampang Rp21 Miliar, Begini Hasil Audiensi ke Polda Jatim

    Dugaan Penggelapan Dana Nelayan Sampang Rp21 Miliar, Begini Hasil Audiensi ke Polda Jatim

    Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jawa Timur (Jatim) dijadwalkan melakukan gelar perkara terkait dugaan penggelapan dana ganti rugi kerusakan rumpon nelayan di Kabupaten Sampang senilai Rp21 miliar pada Kamis (9/1/2026). Kasus yang menyita perhatian publik Madura ini menunjukkan perkembangan signifikan setelah Persatuan Nelayan Pantura Madura (PNPM) melakukan audiensi dengan jajaran Subdit II Ditreskrimum Polda Jatim.

    Kepastian mengenai langkah hukum tersebut disampaikan oleh Koordinator PNPM, Varies Reza Malik, usai bertemu dengan perwakilan Polda Jatim yakni Kasubdit II AKBP Deky Hermansyah, S.H. M.H., Kanit 5 Kompol Suwancono, dan Banit 5 Aiptu I Gusti Ngura. Pihak kepolisian mengisyaratkan bahwa kasus yang telah dilaporkan sejak empat bulan lalu ini akan segera memasuki babak baru.

    “Hasilnya besok ada gelar perkara. Dan keterangan AKBP Decky Hermansyah insyaallah akan naik sidik,” ujar Varies Reza Malik di Mapolda Jatim, Rabu (8/1/2026).

    Kasus ini berakar dari dana kompensasi yang diberikan oleh perusahaan migas Petronas atas dampak kegiatan eksplorasi di perairan lepas pantai Madura pada Agustus 2024. Dana sebesar Rp21 miliar tersebut seharusnya didistribusikan kepada ribuan nelayan terdampak dengan nominal berkisar antara Rp4 juta hingga Rp6 juta per orang.

    Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa hingga saat ini para nelayan belum menerima sepeser pun hak mereka. PNPM mengantongi bukti transfer yang mengindikasikan adanya penyimpangan aliran dana dari Petronas kepada pihak yang tidak berhak.

    Varies mengungkapkan bahwa dana tersebut diduga dialirkan kepada seorang oknum berinisial S, yang diketahui memiliki hubungan kekerabatan dengan Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang. Temuan ini memperkuat dugaan adanya praktik lancung dalam penyaluran dana bantuan sosial bagi masyarakat pesisir tersebut.

    “Dana seharusnya diberikan langsung ke rekening nelayan, tapi justru ditransfer ke pihak yang tidak berhak,” jelas Varies.

    Dalam audiensi tersebut, PNPM secara tegas mengajukan dua tuntutan utama kepada penyidik. Pertama, mendesak agar perkara ini segera dinaikkan ke tahap penyidikan tanpa penundaan. Kedua, menuntut agar Polda Jatim segera menetapkan tersangka dan mengusut tuntas keterlibatan seluruh pihak hingga ke akar-akarnya.

    Selain persoalan hukum, para nelayan juga menuntut langkah konkret dari Petronas untuk memberikan kompensasi ulang atas kerusakan rumpon yang terjadi. Hingga saat ini, permintaan tersebut dikabarkan belum mendapatkan respons memadai dari pihak perusahaan migas asal Malaysia tersebut.

    “Mudah-mudahan setelah dilakukan gelar besok akan segera naik ke dik (penyidikan),” tambah Varies, menekankan harapan ribuan nelayan agar kepastian hukum segera terwujud.

    Meski perkembangan kasus ini telah dikonfirmasi oleh pihak pelapor, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Pol Widyatmoko saat dikonfirmasi terkait detail penyidikan hingga berita ini ditulis belum memberikan respons resmi. [uci/ian]

  • Divonis 20 Tahun dan Kebiri Kimia, Terdakwa Pencabulan Santri Sumenep Pilih Tak Ajukan Banding

    Divonis 20 Tahun dan Kebiri Kimia, Terdakwa Pencabulan Santri Sumenep Pilih Tak Ajukan Banding

    Sumenep (beritajatim.com) – Moh. Sahnan, terdakwa pencabulan terhadap sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Pulau Kangean, Sumenep, memilih tidak mengajukan banding atas putusan hakim Pengadilan Negeri setempat.

    Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Jetha Tri Dharmawan mengatakan, setelah majelis hakim membacakan putusan pada terdakwa atas kasus dugaan pencabulan santriwati, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Terdakwa punya waktu 7 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan banding atau tidak.

    “Ternyata sampai batas waktu terakhir, terdakwa tidak mengajukan banding. Karena itu, vonis majelis hakim dinyatakan inkrah atau memiliki kekuatan hukum tetap,” terangnya, Rabu (07/01/2026).

    Sementara kuasa hukum terdakwa, Feri mengatakan, setelah pihaknya berembuk dengan pihak keluarga, disepakati untuk tidak mengajukan banding. Pihaknya menilai, kecil peluang mengubah putusan hakim.

    “Kami lebih memilih untuk menempuh upaya hukum luar biasa atau peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MK). Kami sudah punya bahan terkait celah saat persidangan kemarin,” katanya.

    Sebelumnya, Moh. Sahnan, terdakwa kasus pencabulan terhadap sejumlah santri di salah satu pondok pesantren di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, dijatuhi vonis 20 tahun penjara dalam sidang pembacaan putusan di Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Selasa (09/12/2025).

    Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih tinggi dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 17 tahun penjara. Bahkan tidak hanya itu. Selain divonis 20 tahun penjara, terdakwa juga diminta membayar denda Rp 5 miliar subsider 6 bulan pidana kurungan.

    Tidak hanya itu, vonis terhadap terdakwa masih ditambah pidana tambahan berupa pengumuman di media lokal dan nasional, serta tindakan kebiri kimia dan pemasangan pendeteksi kepada terdakwa selama 2 tahun.

    Sahnan ditangkap aparat Polres Sumenep dengan dugaan pencabulan santriwati di Pondok Pesantren miliknya. Pelaku diduga telah melakukan aksi bejat tersebut selama beberapa tahun, sebelum akhirnya kasus ini terungkap.

    Terungkapnya kasus ini setelah ada pengakuan dari F, salah satu korban pencabulan. F mengaku dicabuli Sahnan lebih dari satu kali. Modus pelaku adalah menyuruh korban mengambilkan air dan membawakannya ke dalam kamar. Di dalam kamar itulah, pelaku mencabuli korban.

    Berdasarkan hasil penyelidikan Polres Sumenep, korban pencabulan Sahnan sebanyak 10 orang termasuk F. Sebagian besar para korban adalah anak di bawah umur. (tem/ian)