Author: Beritajatim.com

  • Lahar Gunung Semeru Terjang Pemukiman di Lumajang, Rumah Warga Rusak

    Lahar Gunung Semeru Terjang Pemukiman di Lumajang, Rumah Warga Rusak

    Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali muntahkan banjir lahar, Jumat (5/12/2025). Banjir lahar kali ini terjadi cukup besar mengarah ke sisi tenggara daerah aliran sungai (DAS) Besuk Koboan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang melaporkan banjir lahar ini masuk hingga pemukiman dan merusak sejumlah rumah warga.

    Selain itu, derasnya aliran lahar juga memicu letusan sekunder di sepanjang DAS Kali Lanang Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang berhulu dari Gunung Semeru.

    Hal ini terjadi setelah material bekas erupsi yang masih panas dan mengendap di aliran sungai dilewati banjir lahar.

    Kalaksa BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), banjir lahar ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimal 35 milimeter.

    Diakui, hujan deras yang mengguyur kawasan puncak Gunung Semeru menjadi penyebab banjir lahar kembali muncul.

    “Jadi, berdasarkan laporan dari PVMBG dan pemantauan kami, terjadi hujan deras di puncak Semeru, akibatnya menimbulkan banjir lahar dengan amak 35 milimeter. Ini tergolong besar, sehingga letusan sekunder nya besar,” terang Isnugroho, Jumat (5/12/2025).

    Menurutnya, debit air yang dibawa banjir lahar cukup besar hingga mengalir dan meluap ke pemukiman warga di blok Kajang Kosong, Dusun Bondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

    Selain itu, banjir juga menyebabkan Dusun Sumber Langsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro kembali terisolasi.

    “Ini dampaknya ada rumah terdampak di Kajar Kosong, tiga unit masih asesmen petugas. Informasinya di Sumberlangsep itu ada tapi warung,” tambah Isnugroho.

    Saat ini tim reaksi cepat (TRC) BPBD Lumajang masih diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pendataan dampak serta membantu menyelamatkan warga. (has/but)

  • Peringati Hakordia 2025, Mas Lindra Tekankan Komitmen Nol Korupsi di Pemkab Tuban

    Peringati Hakordia 2025, Mas Lindra Tekankan Komitmen Nol Korupsi di Pemkab Tuban

    Tuban (beritajatim.com) – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan instruksi kepada seluruh instansi dan lembaga di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban untuk memperkuat komitmen dalam memerangi praktik korupsi. Penekanan ini disampaikan dalam momentum peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang dipusatkan di Taman Hutan Kota Abipraya, Jumat (5/12/2025).

    Acara peringatan tersebut dikemas dengan nuansa kebersamaan dan semangat positif, diawali dengan kegiatan senam bersama serta game show interaktif yang melibatkan berbagai elemen pegawai pemerintah daerah.

    Mas Lindra, sapaan akrab Bupati, menyampaikan bahwa sinergi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam momen Hakordia ini harus menjadi alarm pengingat bagi seluruh aparatur sipil. Tujuannya adalah memastikan pelayanan publik yang prima, transparan, dan bebas dari penyimpangan.

    “Yang pasti kita harus meminimalisir atau menghilangkan korupsi yang ada di Kabupaten Tuban,” tutur Mas Lindra.

    Dalam arahannya, pemimpin muda ini juga memberikan pesan tegas agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) senantiasa menjaga amanah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Integritas birokrasi menjadi poin utama yang tidak bisa ditawar demi menjaga kepercayaan masyarakat.

    “Alhamdulilah gayung bersambut semua jajaran bersama-sama menyampaikan komitmennya dihadapan publik sehingga ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. [dya/beq]

  • Atasi Banjir Tahunan, Wali Kota Malang Kebut Proyek Sudetan di Klojen dan Letjen Sutoyo

    Atasi Banjir Tahunan, Wali Kota Malang Kebut Proyek Sudetan di Klojen dan Letjen Sutoyo

    Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan realisasi pembangunan sudetan atau saluran pengelak di kawasan Klojen dan Jalan Letjen Sutoyo sebagai solusi konkret penanggulangan banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Proyek strategis yang kini telah memasuki tahap lelang ini ditargetkan mampu mengendalikan limpahan air hujan secara signifikan pada tahun 2026 mendatang.

    Kepastian tersebut disampaikan Wahyu usai meninjau sejumlah titik lokasi terdampak banjir di Kota Malang. Langkah ini diambil sebagai respons cepat pemerintah kota terhadap genangan air yang terus berulang saat intensitas hujan tinggi.

    “Pembangunan tahun depan, sekarang sudah lelang untuk sudetan di sekitar Klojen dan lain lain, termasuk di Letjen Sutoyo,” ujar Wahyu Hidayat, Jumat (5/12/2025).

    Selain rencana pembangunan sudetan, Wahyu juga menyoroti penyebab banjir yang terjadi pada Kamis sore sebelumnya. Menurut analisis lapangan, kapasitas tampung bozem (waduk penampungan air) di Tunggulwulung menjadi faktor krusial. Bozem tersebut tidak lagi mampu menampung debit air hujan yang ekstrem sehingga meluap dan mengalir deras ke arah timur menuju kawasan Blimbing.

    “Kemudian air kiriman dari atas, bozem di Tunggulwulung kalau sudah amber (penuh), kita sudah prediksi bahwa Malang akan banjir (saat hujan deras dan bozem penuh),” ujar Wahyu.

    Faktor lain yang memperparah kondisi banjir adalah belum rampungnya proyek drainase di sejumlah titik vital, salah satunya di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat). Keterlambatan penyelesaian infrastruktur ini berdampak langsung pada aliran air di wilayah sekitarnya, seperti Sudimoro.

    Wahyu menaruh harapan besar agar pembangunan drainase di Suhat serta proyek sudetan baru dapat segera tuntas, sehingga ancaman banjir di tahun mendatang dapat diminimalisir.

    “Di Sudimoro, karena ini (pembanguan drainase Suhat) belum selesai, terhambat sedikit, jadi terdampak banjir. Mudah mudahan sudetan selesai, tahun depan tak ada banjir lagi walaupun tak 100 persen. Karena kami sudah sudet yang dari arah Suhat, yang turun ke Kedawung, Letjen Sutoyo dan lain lain,” tutur Wahyu. [luc/beq]

  • Mentan Amran Beri Peringatan Keras Soal Bantuan Banjir Sumatra: Ini Tabungan Akhirat, Jangan Ada yang Sunat

    Mentan Amran Beri Peringatan Keras Soal Bantuan Banjir Sumatra: Ini Tabungan Akhirat, Jangan Ada yang Sunat

    Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tidak main-main dalam mengawal distribusi bantuan kemanusiaan untuk korban banjir di Sumatera. Saat melepas Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 yang memuat ratusan truk logistik di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Jumat (5/12/2025), Mentan mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pihak agar menjaga integritas dan memastikan tidak ada satu pun bantuan yang “disunat” atau diselewengkan.

    Mentan Amran menegaskan bahwa bantuan dengan total komitmen senilai Rp75 miliar ini bukan sekadar barang logistik, melainkan amanah dari hasil gotong royong pegawai dan mitra yang harus dipertanggungjawabkan dunia akhirat.

    “Ini adalah bantuan yang diberikan oleh seluruh mitra strategis, pengusaha, dan pegawai Kementerian Pertanian. Kami bertanggung jawab sampai di tujuan. Jangan sampai ada yang disalahgunakan. Ini amanah,” tegas Mentan Amran.

    Peringatan tegas ini disampaikan untuk menjamin 207 truk logistik yang diangkut kapal TNI AL tersebut benar-benar sampai ke tangan korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tanpa pengurangan sedikitpun. Amran menyebut bantuan ini memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi para donatur.

    “Supaya bantuan saudara-saudara kita ini sampai sesuai jumlah yang disampaikan. Ini tabungan akhirat, amanah. Kami kawal sampai naik kapal, sampai masuk ke BNPB, sampai berita acara diterima,” ucapnya.

    Dalam pelepasan hari ini, total bantuan yang diberangkatkan bernilai Rp34,8 miliar. Komposisi bantuan telah disesuaikan berdasarkan pantauan lapangan yang mendesak, seperti 3.115 dus mi instan, 1.780 dus susu, 35 ton minyak goreng, sarden, selimut, obat-obatan, pampers, hingga genset untuk wilayah yang mengalami krisis listrik.

    “Kami mengecek langsung di lapangan apa kebutuhan masyarakat. Ternyata yang dibutuhkan adalah makanan siap saji, karena beras sudah cukup,” jelas Amran.

    Selain menekankan aspek integritas, Mentan Amran juga mengambil langkah taktis dengan memangkas birokrasi. Ia menginstruksikan jajarannya untuk mendahulukan pengiriman barang daripada urusan administrasi surat-menyurat saat merespons permintaan darurat dari kepala daerah.

    “Kemarin Wagup Aceh telepon minta minyak goreng dan beras. Dua ribu kilo minyak goreng langsung dikeluarkan, suratnya menyusul. Di Lhokseumawe minta seratus ton, keluarin dulu. Ini darurat,” tegasnya.

    Misi kemanusiaan menggunakan KRI Banda Aceh 593 ini dijadwalkan menempuh rute Padang, Sibolga, hingga Aceh. Operasi ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI AL, TNI AU yang mengerahkan Hercules, Bulog, hingga BUMN pangan lainnya untuk menembus isolasi wilayah terdampak bencana. [beq]

  • Motor Raib Dua Kali, Perempuan di Madiun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja Modus Pemasangan GPS

    Motor Raib Dua Kali, Perempuan di Madiun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja Modus Pemasangan GPS

    Madiun (beritajatim.com) – Modus penipuan berkedok lowongan kerja (loker) kembali menghantui warga Kota Madiun, menimpa seorang perempuan bernama Ira Puspita yang kehilangan sepeda motornya di dua lokasi berbeda hanya dalam rentang waktu sebulan. Pelaku berhasil membawa kabur kendaraan korban setelah berpura-pura menjadi perekrut karyawan dan menjebak korban dengan modus peminjaman motor untuk pemasangan GPS.

    Peristiwa pertama dialami Ira pada 7 Oktober 2025. Saat itu, Ira dijadwalkan bertemu seseorang yang mengaku perwakilan UD Amira Tani untuk wawancara kerja di sebuah coworking café kawasan Margobawero, Kota Madiun.

    “Saya disuruh ketemu di kafe, bukan di kantor. Katanya untuk interview posisi admin penagihan,” tutur Ira.

    Dalam pertemuan tersebut, pelaku lantas meminta izin meminjam motor yang digunakan Ira dengan dalih akan dipasang GPS sebagai standar operasional perusahaan. Motor itu dijanjikan akan kembali dalam waktu singkat, namun pelaku tak kunjung muncul.

    “Katanya dipinjam sebentar untuk pasang GPS, ternyata langsung dibawa kabur,” ujarnya.

    Aksi serupa kembali dialami Ira pada 12 November 2025 di Meet Coffee, Jalan Salak, Madiun. Kali ini, motor pribadinya, Honda Scoopy tahun 2020 bernomor polisi AE 2082 HE, raib setelah dipinjam pelaku dengan alasan yang sama. Kedua insiden penipuan ini bahkan terekam jelas dalam kamera CCTV kafe tempat pertemuan berlangsung.

    Ira menggambarkan ciri-ciri pelaku sebagai pria berbadan gempal, berkepala botak, berkulit putih seperti keturunan Tionghoa, dan berjalan dengan kondisi tubuh yang tampak kurang sehat.

    Kedua kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini, Ira mengaku belum menerima perkembangan signifikan terkait hasil penyelidikan kasusnya.

    “Laporan sudah saya buat, tapi belum ada progres sama sekali,” keluhnya.

    Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, agar lebih waspada terhadap modus rekrutmen yang dilakukan di tempat-tempat nonformal. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah meminjamkan kendaraan atau barang pribadi kepada orang yang baru dikenal dalam situasi apa pun. [rbr/beq]

  • Motor Raib Dua Kali, Perempuan di Madiun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja Modus Pemasangan GPS

    Motor Raib Dua Kali, Perempuan di Madiun Jadi Korban Penipuan Lowongan Kerja Modus Pemasangan GPS

    Madiun (beritajatim.com) – Modus penipuan berkedok lowongan kerja (loker) kembali menghantui warga Kota Madiun, menimpa seorang perempuan bernama Ira Puspita yang kehilangan sepeda motornya di dua lokasi berbeda hanya dalam rentang waktu sebulan. Pelaku berhasil membawa kabur kendaraan korban setelah berpura-pura menjadi perekrut karyawan dan menjebak korban dengan modus peminjaman motor untuk pemasangan GPS.

    Peristiwa pertama dialami Ira pada 7 Oktober 2025. Saat itu, Ira dijadwalkan bertemu seseorang yang mengaku perwakilan UD Amira Tani untuk wawancara kerja di sebuah coworking café kawasan Margobawero, Kota Madiun.

    “Saya disuruh ketemu di kafe, bukan di kantor. Katanya untuk interview posisi admin penagihan,” tutur Ira.

    Dalam pertemuan tersebut, pelaku lantas meminta izin meminjam motor yang digunakan Ira dengan dalih akan dipasang GPS sebagai standar operasional perusahaan. Motor itu dijanjikan akan kembali dalam waktu singkat, namun pelaku tak kunjung muncul.

    “Katanya dipinjam sebentar untuk pasang GPS, ternyata langsung dibawa kabur,” ujarnya.

    Aksi serupa kembali dialami Ira pada 12 November 2025 di Meet Coffee, Jalan Salak, Madiun. Kali ini, motor pribadinya, Honda Scoopy tahun 2020 bernomor polisi AE 2082 HE, raib setelah dipinjam pelaku dengan alasan yang sama. Kedua insiden penipuan ini bahkan terekam jelas dalam kamera CCTV kafe tempat pertemuan berlangsung.

    Ira menggambarkan ciri-ciri pelaku sebagai pria berbadan gempal, berkepala botak, berkulit putih seperti keturunan Tionghoa, dan berjalan dengan kondisi tubuh yang tampak kurang sehat.

    Kedua kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun, hingga saat ini, Ira mengaku belum menerima perkembangan signifikan terkait hasil penyelidikan kasusnya.

    “Laporan sudah saya buat, tapi belum ada progres sama sekali,” keluhnya.

    Kasus ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat, khususnya pencari kerja, agar lebih waspada terhadap modus rekrutmen yang dilakukan di tempat-tempat nonformal. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah meminjamkan kendaraan atau barang pribadi kepada orang yang baru dikenal dalam situasi apa pun. [rbr/beq]

  • Hapus Karangan Bunga, Mas Lindra Ajak Forkopimda Tuban Wujudkan Tradisi Bibit Tanaman

    Hapus Karangan Bunga, Mas Lindra Ajak Forkopimda Tuban Wujudkan Tradisi Bibit Tanaman

    Tuban (beritajatim.com) – Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, meluncurkan tradisi baru sebagai wujud komitmen cinta lingkungan dengan meminta seluruh instansi mengganti karangan bunga dengan bibit tanaman untuk setiap momentum perayaan. Aksi ini dicanangkan saat Mas Lindra bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memimpin penanaman pohon di lahan samping gedung DPRD Tuban, Jumat (5/12/2025), dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia dan Hari Jadi Tuban ke-732.

    Mas Lindra, sapaan akrab Bupati Tuban, menyampaikan bahwa keinginannya adalah untuk menciptakan tradisi positif yang lebih berdampak dan berorientasi pada keberlanjutan alam.

    “Jadi biasanya di dalam setiap momentum di instansi masing-masing kita selalu identik dengan memberikan karangan bunga, sehingga hari ini kami semuanya sepakat sekarang kita ganti dan minta diberikan bibit tanaman saja,” ungkap Mas Lindra.

    Menurutnya, perubahan kebiasaan ini merupakan bentuk nyata komitmen instansi yang ada di Kabupaten Tuban dalam menjaga kelestarian alam, utamanya menjaga sumber mata air yang menjadi hajat hidup masyarakat.

    “Sehingga ini akan bermanfaat kepada seluruh generasi yang akan datang,” imbuhnya.

    Saat ditanya mengenai bencana banjir yang baru-baru ini melanda Sumatra, Mas Lindra bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Tuban menyampaikan bela sungkawa mendalam. Ia menilai musibah tersebut harus menjadi bahan introspeksi kolektif bagi seluruh daerah.

    “Ini menjadi intropeksi yang sangat baik untuk terus menjaga alam dan cinta alam sehingga pelestarian ini akan bermanfaat untuk generasi yang akan datang,” ucap Mas Lindra.

    Pihaknya berjanji akan secara masif melakukan pemeliharaan dan perawatan di beberapa daerah-daerah strategis melalui aksi penanaman pohon, sebagai upaya mitigasi bencana jangka panjang.

    “Insya Allah kembali lagi kita secara masif kita akan melakukan pemeliharaan dan merawat guna menjaga agar tidak ada bencana alam di kemudian hari,” pungkasnya. [dya/beq]

  • Mentan Amran Kirim Rp75 Miliar Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Sumatra, Prioritaskan Makanan

    Mentan Amran Kirim Rp75 Miliar Bantuan Logistik untuk Korban Bencana Sumatra, Prioritaskan Makanan

    Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman merealisasikan komitmen bantuan kemanusiaan senilai total Rp75 miliar untuk penanganan darurat korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Realisasi bantuan logistik tersebut ditandai dengan pelepasan 207 truk pengangkut yang diberangkatkan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh 593 dari Dermaga Kolinlamil, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (5/12/2025).

    Mentan Amran memimpin langsung proses pemuatan bantuan sejak pukul 05.35 WIB. Kapal perang ini dijadwalkan menempuh rute strategis mulai dari Padang, kemudian bergerak ke Sumatera Utara, dan berakhir di Aceh untuk mendistribusikan logistik ke titik-titik terisolir sesuai koordinasi dengan BNPB.

    Dalam keterangannya, Mentan merinci bahwa bantuan yang dikirimkan fokus pada kebutuhan mendesak yang sulit didapatkan di lokasi bencana, seperti makanan siap saji (mi instan, sosis, susu), air mineral, hingga genset untuk pasokan listrik darurat.

    “Kami mengecek langsung di lapangan apa kebutuhan masyarakat. Ternyata yang dibutuhkan adalah makanan siap saji, karena beras sudah cukup,” kata Mentan Amran, Jumat (5/12/2025).

    Bantuan masif ini merupakan hasil gotong royong dalam program “Kementan Peduli Bencana” yang menghimpun partisipasi dari mitra strategis, pengusaha, serta pegawai Kementerian Pertanian. Mentan menegaskan pengawasan ketat dilakukan agar bantuan dengan nilai fantastis ini tepat sasaran.

    “Ini adalah bantuan yang diberikan oleh seluruh mitra strategis, pengusaha, dan pegawai Kementerian Pertanian. Kami bertanggung jawab sampai di tujuan. Jangan sampai ada yang disalahgunakan. Ini amanah,” tegasnya.

    Secara akumulatif, total valuasi bantuan yang telah terhimpun mencapai angka Rp75 miliar. Pengiriman hari ini membawa logistik senilai Rp34,8 miliar, melengkapi pengiriman udara via Hercules sehari sebelumnya, dan akan terus bertambah sesuai kebutuhan lapangan.

    “Total yang kita berangkatkan sekarang dengan kemarin 34,8 miliar. Tidak menutup kemungkinan ada lagi. Tadi pagi ada tambahan bantuan, kita kirim lagi terus menerus,” jelas Mentan Amran.

    Selain bantuan logistik senilai Rp75 miliar tersebut, pemerintah melalui Kementan juga menggelontorkan cadangan pangan strategis berupa 44 ribu ton beras dan 6 ribu ton minyak goreng.

    “Bantuan dari pemerintah langsung yaitu 44 ribu ton beras sudah kita kirim. Minyak goreng 6 ribu ton juga sudah kita kirim,” ujarnya.

    Demi kecepatan penanganan, Mentan Amran menerapkan kebijakan pangkas birokrasi. Permintaan bantuan dari kepala daerah langsung dieksekusi hari itu juga tanpa menunggu proses administrasi yang berbelit.

    “Kemarin Wagup Aceh telepon minta minyak goreng dan beras. Hari itu juga kami langsung telepon Bulog dan Bapanas. Dua ribu kilo minyak goreng langsung dikeluarkan, suratnya menyusul. Di Lhokseumawe minta seratus ton, keluarkan dulu. Ini darurat,” tegasnya.

    Mentan Amran juga memastikan seluruh bantuan ini dikawal hingga proses serah terima berita acara dengan BNPB, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan material.

    “Supaya bantuan saudara-saudara kita ini sampai sesuai jumlah yang disampaikan. Ini tabungan akhirat, amanah. Kami kawal sampai naik kapal, sampai masuk ke BNPB, sampai berita acara diterima,” ucapnya.

    Menutup keterangannya, Mentan kembali menekankan kesesuaian jumlah bantuan yang sampai ke tangan korban dengan komitmen awal.

    “Ini tabungan akhiratnya saudara-saudara kita. Bantuan kami yakinkan tiba dengan jumlah seperti yang disampaikan semula, yaitu 75 miliar,” pungkasnya. [beq]

  • 3.000 Peserta Padati Pantai Cengkrong, Pramuka Jatim Gelar Aksi Kebangsaan dan Bakti Lingkungan

    3.000 Peserta Padati Pantai Cengkrong, Pramuka Jatim Gelar Aksi Kebangsaan dan Bakti Lingkungan

    Trenggalek (beritajatim.com) – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat pada 3-4 Desember 2025 di Pantai Cengkrong, Watulimo, Trenggalek, Jawa Timur.

    Kegiatan yang digelar selama dua hari ini diikuti 3.000 peserta yang terdiri dari anggota Pramuka dan masyarakat sekitar. Program tersebut menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari penguatan wawasan kebangsaan, aksi bersih pantai, pasar murah, pembagian door prize, hingga penyerahan kunci rumah tinggal layak huni.

    Kegiatan dibuka dengan sesi Wawasan Kebangsaan yang diikuti lebih dari 300 peserta dari 16 Kwartir Cabang se-Jawa Timur. Ketua Kwarda Jatim, Kak H.M. Arum Sabil, menegaskan pentingnya memperkuat nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah keberagaman Indonesia.

    Ia mengingatkan bahwa Pramuka memegang peran strategis dalam merawat kesatuan bangsa melalui pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma. “Kita perlu terus memupuk semangat kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh ajaran yang dapat merusak nilai Pancasila,” ujarnya.

    Memasuki hari kedua, ribuan peserta memadati kawasan Pantai Cengkrong untuk mengikuti aksi Bersih Pantai sebagai bagian dari bakti lingkungan Pramuka Jawa Timur. Peserta dibagi menjadi delapan kelompok dan menyisir sepanjang garis pantai. Antusiasme terlihat jelas, termasuk dari masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi.

    Kolaborasi antara Pramuka, TNI, Polri, BPBD, Muslimat, dan komunitas lokal menghadirkan dampak nyata dalam menjaga kelestarian alam. “Senang bisa ikut menjaga lingkungan dan bertemu teman-teman dari berbagai daerah,” ungkap Syafa, peserta dari SMPN 1 Watulimo.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Timur sekaligus Kamabida Gerakan Pramuka Jatim, Kak Khofifah Indar Parawansa, hadir menyerahkan secara simbolis sepuluh unit rumah tinggal layak huni kepada warga Trenggalek sebagai bagian dari hasil Perkemahan Wirakarya 2025 yang telah memugar total 170 RTLH di seluruh Jawa Timur. “Program ini membawa manfaat besar karena Pramuka mampu memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat,” ujar Kak Khofifah.

    Kak Khofifah juga memimpin aksi penanaman ratusan mangrove bersama Kak Siti Mukiyarti dan Kak Suli Daim dari Komisi E DPRD Provinsi Jatim, Ketua Kwarda Jatim Kak H.M. Arum Sabil dan Bupati Trenggalek Kak M. Nur Arifin. Kak Khofifah menekankan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi gerakan kolektif yang berkelanjutan untuk mendukung target nasional menuju net zero emission. “Hari ini kita bukan hanya menanam pohon, tetapi membangun benteng ekologi bagi masa depan bangsa,” tegasnya.

    Pada rangkaian kegiatan ini, Kwarda Jatim bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan didukung oleh Pemkab Trenggalek turut menggelar pasar murah dengan harga bahan pokok yang dijual jauh di bawah harga pasar. Program ini menjadi intervensi ekonomi kerakyatan untuk menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Pembagian door prize yang berlangsung meriah turut menambah semangat para peserta dan warga sekitar.

    Melalui kegiatan Wawasan Kebangsaan dan Bakti Masyarakat 2025, Gerakan Pramuka Jawa Timur meneguhkan komitmennya dalam penguatan karakter kebangsaan, kepedulian lingkungan, serta pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat. Rangkaian program ini sekaligus menjadi energi positif dalam mewujudkan generasi muda berkarakter menuju Indonesia Emas 2045. (kun)

  • Atasi Banjir Tahunan, Wali Kota Malang Kebut Proyek Sudetan di Klojen dan Letjen Sutoyo

    Banjir Berulang di Malang: Wali Kota Wahyu Hidayat Soroti Bangunan Liar dan Drainase Jalan Provinsi

    Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyebut banjir yang berulang kali merendam wilayahnya disebabkan oleh kombinasi kompleks antara curah hujan yang tinggi dan masifnya bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan saluran air. Pernyataan ini disampaikan Wali Kota saat ia meninjau langsung lokasi banjir di kawasan Blimbing, Kota Malang, pada Jumat (5/12/2025).

    Menurut Wahyu, faktor tingginya intensitas hujan belakangan ini diperparah dengan permasalahan tata ruang di sekitar sistem drainase kota. Kondisi ini membuat fungsi saluran air terganggu.

    “Banjir itu terjadi karena intensitas hujan tinggi. Kemudian salurannya itu ada bangunan yang berada dekat saluran,” kata Wahyu.

    Dalam tinjauannya, Wahyu juga menemukan banyak sampah padat dan endapan sedimen yang memperparah kondisi. Material tersebut telah menyumbat aliran air, meskipun telah tersedia bak kontrol untuk penanganan awal.

    Untuk mengatasi masalah penyumbatan ini, Wali Kota langsung menginstruksikan BPBD dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menerjunkan alat berat guna melakukan pengerukan saluran secara menyeluruh.

    “Saya minta bawa alat berat kita akan keruk saluran di sana, dan saya keliling kemarin melihat situasi ada endapan sampah yang menghambat aliran air, padahal sudah ada bak kontrolnya,” ujar Wahyu.

    Lebih lanjut, Wahyu Hidayat membenarkan bahwa banjir di wilayahnya dipicu oleh berbagai faktor. Selain intensitas hujan, sarana dan prasarana di Jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan milik provinsi juga dinilai tidak memadai karena ketiadaan drainase yang terintegrasi.

    “Jadi tiap kali hujan, air mencari jalannya sendiri,” kata Wahyu.

    Permasalahan lainnya adalah kontur tanah. Sejumlah ruas jalan dan permukiman di Malang berada di kontur yang rendah sehingga rentan terendam. Kondisi ini kian diperparah dengan minimnya lahan resapan air di kawasan perkotaan yang kini telah berubah menjadi area bangunan.

    “Kalau dulu resapan air lebih banyak, sekarang ada bangunan bangunan,” kata Wahyu. [luc/beq]