Author: Beritajatim.com

  • Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Menjelajah Gunung Pandan, Atap Bojonegoro di Jantung Kendeng yang Mulai Dilirik Pendaki

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Di gugusan Pegunungan Kendeng, berdiri Gunung Pandan yang menjulang paling tinggi dibanding dua “saudaranya”, Gunung Glagahgede dan Gunung Gambir. Dengan ketinggian sekitar 897 meter di atas permukaan laut (mdpl), Gunung Pandan—yang juga dikenal dengan sebutan Gunung Gede—menjadi titik tertinggi di Kabupaten Bojonegoro sekaligus menyimpan pesona alam dan budaya yang kian menarik perhatian.

    Selama ini, Gunung Pandan lebih dikenal lewat cerita rakyat dan kisah-kisah lisan yang hidup di tengah masyarakat sekitar. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, wajah gunung ini mulai berubah. Jalur-jalur setapak yang dahulu hanya dilalui warga kini semakin akrab dengan sepatu pendaki. Bahkan, kawasan ini sempat digunakan sebagai lokasi kegiatan olahraga fun trail run oleh komunitas pelari di Bojonegoro, menandai mulai terbukanya Gunung Pandan sebagai destinasi wisata minat khusus.

    Gunung Pandan berada di Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro. Untuk mencapai puncaknya, pendaki memiliki setidaknya empat pilihan jalur dengan karakter yang berbeda-beda. Jalur yang paling awam dan sering digunakan berada di Dusun Tugurejo, Desa Klino. Aksesnya relatif mudah dan menjadi favorit pendaki lokal yang ingin menikmati panorama Kendeng dari ketinggian.

    Pilihan kedua adalah jalur Dusun Jomblangjati, Desa Krondonan, Kecamatan Gondang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Bendoasri, Kabupaten Nganjuk. Jalur ini menawarkan pengalaman berbeda karena pendaki akan melewati anak Gunung Pandan serta sebuah sumber mata air alami. Sumber mata air panas itu kerap menjadi tempat singgah untuk beristirahat.

    Sebelum mencapai puncak utama, pendaki akan melewati Gunung Gambir dengan ketinggian sekitar 600 mdpl. Gunung ini bukan sekadar persinggahan, melainkan ruang budaya yang masih hidup. Setiap tanggal 1 hingga 15 Suro, warga setempat rutin menggelar tradisi manganan atau sedekah bumi di kawasan tersebut.

    “Sedekah bumi dilakukan di sebuah sumber mata air yang kami sebut Sendang Ndimo. Selain itu, sedekah bumi juga dilakukan di puncak Gunung Pandan,” tutur Mbah Saji, Sabtu (10/1/2026).

    Tradisi tersebut menjadi penanda kuat bahwa Gunung Pandan bukan hanya ruang geografis, tetapi juga ruang spiritual bagi masyarakat sekitar. Kepercayaan warga setempat juga menyebut bahwa di puncak Gunung Pandan terdapat penunggu tak kasat mata yang dikenal dengan sebutan Ki Drepo dan Nyi Gendrosari. Keduanya kerap disebut warga sebagai seorang tabib yang akhirnya muksa di puncak gunung.

    Perpaduan antara alam, budaya, dan kepercayaan inilah yang membuat kawasan Kendeng, termasuk Gunung Pandan, memiliki daya tarik khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

    Selain dua jalur tersebut, pendakian ke Gunung Pandan juga bisa ditempuh melalui Desa Bandungan di wilayah Kabupaten Nganjuk, serta jalur Lemahbang yang dikenal sebagai akses dari arah Madiun. Meski belum sepopuler jalur Klino dan Krondonan, kedua jalur ini menyimpan tantangan tersendiri bagi pendaki yang mencari suasana berbeda.

    Dengan potensi alam yang masih terjaga dan tradisi lokal yang tetap lestari, Gunung Pandan perlahan menjelma menjadi destinasi alternatif bagi pencinta alam dan pegiat olahraga luar ruang. Di balik ketinggiannya, gunung tertinggi di Bojonegoro ini menyimpan cerita, spiritualitas, dan petualangan yang menunggu untuk dijelajahi.

    Sementara itu, salah seorang pemerhati sejarah Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Wahyu Rizkiawan, dalam artikel yang pernah dipublikasikan di jurnaba.co berjudul Gunung Pandan: Spirit Ekologi dan Pusat Kebudayaan mengungkapkan bahwa keberadaan Gunung Pandan yang berada di Pegunungan Kendeng cukup diperhatikan oleh Raja Dyah Baletung (898–910).

    Selama masa kejayaan Medang dengan Raja Dyah Baletung, sangat mengistimewakan keseimbangan sungai (Bengawan Solo) dan pegunungan. Gunung yang juga memiliki nama Gunung Pugawat itu juga telah banyak ditulis dalam sebuah prasasti. Dalam Prasasti Pucangan (1041 M), Gunung Pandan dikenal sebagai tempat pertapaan megah kaum Brahmana yang dibuat oleh Raja Erlangga dari Kerajaan Medang Kahuripan.

    “Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ini sudah menjadi pusat spiritual dan kebudayaan sejak awal era Hindu-Buddha di Jawa,” ungkap Wahyu dalam tulisannya.

    Kemudian, dalam catatan penjelajah dan kolonial sekitar abad ke-19 M, pelancong Jawa bernama Raden Mas Arya Purwalelana melakukan ekspedisi ke lereng Gunung Pandan dan mencatat adanya makam seorang putri bernama Gendrosari serta patung besar yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Derpo.

    Pada catatan lain, pada tahun 1857, ilmuwan Belanda Roorda Eysinga melaporkan penemuan berbagai benda peribadatan di puncak gunung, termasuk patung Brahma raksasa yang juga disebut Kiai Derpo oleh warga setempat.

    Akhir abad ke-19, dalam sebuah laporan arkeologi Hindia Belanda tahun 1910 disebutkan bahwa patung raksasa yang pernah berdiri di puncak gunung hilang sejak 1882. Namun, patung tersebut sempat dideskripsikan oleh peneliti Belanda seperti Dr. Brumund.

    Pada awal abad ke-20, para ilmuwan seperti Dr. Frederik David Kan Bosch melakukan penelitian terhadap prasasti seperti Prasasti Sendang Sedati yang ditemukan di batas wilayah Bojonegoro dan Nganjuk. Temuan ini menyebutkan wilayah sekitar Gunung Pandan sebagai bagian wilayah penting dalam penataan administrasi kerajaan dan aktivitas masyarakat zaman dahulu.

    “Penemuan prasasti dan catatan ekspedisi serta laporan arkeologi menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki kedalaman sejarah yang signifikan, jauh lebih tua dari kisah-kisah mitos yang kini berkembang,” pungkasnya. [lus/kun]

  • Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Respon Banjir di Lamongan, Gubernur Jatim Upayakan Normalisasi Kanal Sungai

    Lamongan (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengintensifkan langkah mitigasi banjir seiring meningkatnya intensitas hujan pada Januari 2026 yang mengakibatkan banjir di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lamongan.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, curah hujan pada Januari menjadi yang tertinggi dibandingkan bulan lainnya.

    “Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan pada Desember hanya sekitar 20 persen, sementara Januari ini mencapai 58 persen atau hampir tiga kali lipat. Pada Februari diprediksi turun kembali menjadi 22 persen,” ujar Khofifah saat memberikan bantuan bencana kepada warga Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

    Tingginya intensitas hujan berpotensi meningkatkan risiko banjir di sejumlah wilayah Jawa Timur, khususnya daerah aliran Sungai Bengawan Jero di Lamongan yang bermuara hingga wilayah Kabupaten Gresik.

    “Karena itu, selain melakukan modifikasi cuaca yang saat ini telah berjalan, Pemprov Jatim juga menyiapkan langkah struktural berupa normalisasi kanal sungai hingga ke laut,” ujarnya.

    Normalisasi kanal tersebut direncanakan sepanjang kurang lebih sembilan kilometer dan akan melibatkan kerja sama lintas daerah dengan Pemerintah Kabupaten Gresik. Sebab, jalur kanal akan melintasi wilayah Gresik.

    “Kami perlu komunikasi dan koordinasi intensif dengan Pemkab Gresik karena ada kekhawatiran limpasan air ke wilayah mereka. Semua langkah ini dilakukan agar aliran air bisa terkendali,” katanya.

    Sebagai langkah darurat, Khofifah juga menyebutkan bahwa skema buka-tutup pintu air secara tepat dapat dilakukan untuk mengatur aliran air guna mengurangi dampak banjir.

    “Kalau semua (pintu air) dibuka, air dari anak-anak sungai akan mengalir ke satu titik. Jadi pengoperasiannya harus bertahap, menyesuaikan dengan kondisi hujan. Jika intensitas hujan mulai mereda, suplai air ke sungai berkurang dan genangan bisa berangsur surut,” ujarnya.

    Khofifah menegaskan, upaya mitigasi bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media massa. Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun kewaspadaan publik menghadapi puncak musim hujan.

    “Kita harus siap secara antisipatif. Prediksi alam ini tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi dengan kerja bersama dan kesiapsiagaan,” tuturnya. (fak/kun)

  • Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Dimulai, 1.458 Petugas Digembleng Semi-Militer 20 Hari

    Diklat PPIH Arab Saudi 2026 Dimulai, 1.458 Petugas Digembleng Semi-Militer 20 Hari

    Jakarta (beritajatim.com) – Sebanyak 1.458 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1447 H/2026 M mulai menjalani Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) intensif selama 20 hari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, mulai 10 hingga 30 Januari 2026. Pelatihan berskema semi-militer ini dirancang untuk mencetak petugas yang memiliki ketahanan fisik prima dan mental tangguh guna melayani jemaah haji Indonesia di tanah suci.

    Proses hari pertama diawali dengan registrasi peserta yang mencakup verifikasi dokumen vital seperti paspor, visa bio, hingga penandatanganan pakta integritas. Setelah urusan administrasi rampung, ribuan peserta langsung mengikuti tes kemampuan bahasa Arab dan gladi bersih persiapan pembukaan resmi.

    Seluruh peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk perwakilan dari Jawa Timur, yang terbagi dalam beragam fungsi layanan. Mulai dari layanan umum, akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan jemaah, layanan khusus lansia, hingga tim Media Center Haji (MCH).

    Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjend TNI Purn. Dendi Suryadi, SH. MH, menegaskan bahwa penerapan metode semi-militer ini adalah upaya pemerintah untuk menghadirkan transformasi layanan haji yang lebih profesional. Terdapat empat sasaran utama dalam gemblengan tahun ini: fisik yang bugar, mental pelayan yang tangguh, keterampilan yang mumpuni sesuai fungsi (tusi), serta ikatan kebersamaan (bonding).

    “Minta dimaklum aja, karena kita akan menghadirkan, ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan petugas haji yang lebih profesional dan berintegritas melalui empat sasaran. Yang pertama, fisiknya kuat, fisiknya bugar, karena memang ibadah haji itu kan 90% ibadah fisik, sehingga petugasnya juga harus lebih kuat daripada jemaah lalu. Kemudian yang kedua, mentalnya memang mental yang tangguh sebagai pelayan, mentalnya memang siap untuk jadi pelayan,” ujar Dendi Suryadi saat memimpin apel gladi di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

    Dendi menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan sengaja mengadopsi nilai-nilai disiplin dari TNI dan Polri. Pada minggu pertama, peserta akan difokuskan pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sebagai metode dasar melatih kepatuhan terhadap instruksi. Memasuki minggu kedua, pelatihan akan bergeser ke pendalaman tugas dan fungsi teknis di titik-titik krusial seperti Bandara, Madinah, Makkah, hingga puncak haji di Arafah dan Mina.

    “PBB itu metode yang bagus untuk melatih orang terbiasa mendengarkan instruksi. Mendengarkan instruksi, dan melaksanakan. Siap gerak, tuh diem. Nanti dideskripsikan oleh para pelatih. Hadap kiri, gerak. Hadap kanan, gerak,” jelasnya mengenai urgensi kedisiplinan lapangan.

    Guna memastikan kualitas pelatihan, Kemenhaj melibatkan 179 personel pelatih dari Mabes TNI dan Mabes Polri. Kolaborasi lintas instansi ini dilakukan karena penyelenggaraan haji dianggap sebagai tugas nasional besar yang membutuhkan manajemen operasional setingkat operasi kemanusiaan masif.

    Salah satu poin penting yang ditekankan bagi petugas adalah komitmen prioritas layanan. Petugas yang belum berhaji diberikan kesempatan menunaikan rukun Islam kelima tersebut, namun dengan syarat tetap mengenakan seragam dinas (tidak mengenakan ihram) saat bertugas di Arafah guna menjaga kesiagaan layanan.

    “Kalau petugas haji kita sudah komitmen silahkan yang belum berhaji tapi kemudian pada saat di Arafah jangan pakai melepaskan seragamnya. Dia harus tidak boleh pakai ikhram. Berarti kan melanggar sunnah bukan rukun. Nah itu nanti bisa ditebus dengan puasa, itu bayar dam. Ini cukup fair ya, harusnya harus mau ya. Kalau Anda mau jadi petugas ya begini. Ada 5,4 juta jemaah yang sudah mengantre sementara Anda dapat bonus tambahan untuk bisa berhaji,” tegas Dendi.

    Melalui masa pelatihan yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah berharap tercipta “jiwa korsa” yang kuat di antara petugas sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Hal ini dianggap vital untuk menghadapi otoritas keamanan Arab Saudi (Askar) yang dikenal sangat tegas dalam mengatur jutaan orang dari seluruh dunia.

    Dendi Suryadi menutup arahan dengan menekankan pentingnya kepatuhan pada pimpinan selama operasional haji berlangsung. “Di Islam itu ada sami’na wa ta’na, dengarkan umara, dengarkan ulama. Ikuti, ya kan?” pungkasnya di hadapan para peserta yang siap mengikuti pembukaan resmi diklat pada Minggu (11/1/2026). [ian]

  • Bayar Sewa Rumija Rp775 Juta, Pemkot Mojokerto Buka Segel Tiang PT Tower Bersama

    Bayar Sewa Rumija Rp775 Juta, Pemkot Mojokerto Buka Segel Tiang PT Tower Bersama

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto resmi melepas segel sejumlah tiang jaringan telekomunikasi milik PT Tower Bersama pada Jumat (9/1/2026). Pelepasan segel dilakukan setelah perusahaan tersebut melunasi kewajiban sewa aset Ruang Milik Jalan (Rumija) senilai Rp775.845.000.

    Tindakan ini merupakan bagian dari penegakan Peraturan Daerah Kota Mojokerto Nomor 4 Tahun 2015 tentang Penataan Kabel Serat Optik Telekomunikasi. Sebelumnya, beberapa tiang milik PT Tower Bersama disegel karena belum memenuhi ketentuan pemanfaatan ruang publik.

    Adapun tiang yang segelnya telah dibuka berada di sejumlah titik strategis, yakni Jalan KH Wachid Hasyim, Simpang Empat Jalan Raya Ijen–Bancang, Jalan Bancang, serta Jalan Joko Tole.

    Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi langkah PT Tower Bersama yang telah menunjukkan kepatuhan terhadap regulasi daerah dengan melunasi kewajiban sewa Rumija. “Kami menyampaikan terima kasih kepada perusahaan yang taat aturan dan memenuhi kewajibannya,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

    Kepatuhan seperti ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban dan kerapian kota. Ning Ita (sapaan akrab, red) menegaskan, Pemkot Mojokerto akan terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan infrastruktur telekomunikasi agar tidak mengganggu estetika kota serta menjamin keselamatan masyarakat.

    “Pemerintah Kota Mojokerto sangat terbuka bagi pihak manapun yang ingin bekerja sama. Namun kepatuhan terhadap regulasi adalah hal yang wajib. Dengan pengelolaan kabel dan tiang telekomunikasi yang tertib, wajah kota akan tetap rapi dan nyaman,” katanya.

    Dengan pelunasan biaya sewa tersebut, PT Tower Bersama kini dapat kembali mengoperasikan jaringan telekomunikasinya sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelumnya, Pemkot Mojokerto melalui Satpol PP juga telah membuka segel tiang milik Iforte dan PT Telkom setelah memenuhi kewajiban serupa. [tin/kun]

  • Puluhan Santri dan Pelajar Kutorejo Diduga Keracunan MBG, Soto Ayam Jadi Sorotan

    Puluhan Santri dan Pelajar Kutorejo Diduga Keracunan MBG, Soto Ayam Jadi Sorotan

    Mojokerto (beritajatim.com) – Dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri dan pelajar di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto diduga berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada, Jumat (9/1/2026). Menu MBG yang dikonsumsi saat itu adalah soto ayam.

    Kepala Desa (Kades) Wonodadi, Miskan, menjelaskan bahwa makanan MBG tersebut disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi. “SPPG ini menyalurkan sekitar 2.679 porsi MBG ke kurang lebih 20 lembaga pendidikan,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

    Sebanyak 20 lembaga pendidikan tersebut mulai jenjang Kelompok Belajar (KB), Raudhatul Athfal (RA), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Madrasah Tsanawiyah (Mts), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

    “Jumlah pastinya belum tahu, mereka dirawat di Puskesmas Gondang, Puskesmas Pacet, Pustu Pesanggrahan dan ada juga yang menjalani perawatan secara berpencar. Kalau MBG nya kemarin. Hari ini tidak ada kegiatan di SPPG, saya tadi ke sana. Hanya ada staf di kantor, sementara karyawan tidak masuk,” katanya.

    Hingga kini, pihak terkait masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan Program MBG tersebut. Sementara para korban telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat.

    Berikut daftar nama sekolah yang menerima MBG dari SPPG Wonodadi pada, Jumat (9/1/2026) :

    1. KB Wiyata Sabilillah
    2. KB Pelita Bangsa
    3. KB Bina Balita
    4. KB Al-Hidayah Plus
    5. TK AL-Hidayah Plus
    6. TK Dharma Wanita Singowangi
    7. TK Dharma Wanita Wonodadi
    8. RA Nurul Hidayah
    9. SDIT Firdaus al-hidayah
    10. SDN Wonodadi 1
    11. SDN Wonodadi 2
    12. MI Nurul Hidayah Wonodadi
    13. SDN Singowangi
    14. SMPN 2 Kutorejo
    15. MTS Ma’Had Annur
    16. SMP TI AI-Hidayah
    17. MTS Nurul Hidayah
    18. MA TI Berlian
    19. MA Had Annur
    20. SMK Unggulan Al-Irfan

    [kun]

  • Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Pisah Sambut Kapolresta Banyuwangi, Kombes Rama Promosi ke Polda Papua

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Pucuk pimpinan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengalami pergantian dari Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra ke Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan.

    Dalam acara pisah sambut yang dilaksanakan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat malam (9/1/2026), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak jajaran kepolisian terus memperkuat kolaborasi dan sinergi menjaga kondusivitas daerah.

    “Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Banyuwangi, kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak Kombes Pol Rama selama memimpin Polresta Banyuwangi,” ujar Ipuk.

    Ipuk mengatakan, selama 1,3 tahun Kombes Rama menjabat, ia memberi warna tersendiri bagi Banyuwangi, terutama dalam menghadirkan wajah Polri yang tegas namun humanis di tengah masyarakat.

    “Kami juga mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan. Semoga ke depan kita bisa melanjutkan sinergi baik yang selama ini sudah kami jalankan bersama Bapak Kombes Pol Rama Samtama Putra,” kata Ipuk.

    Kombes Rama berhasil menjaga kondusivitas wilayah, sehingga Banyuwangi tetap aman, damai, dan rukun. Ipuk mengaku cara kepemimpinan beliau sangat berbeda dan membekas: tegas tetapi humanis, rajin menyapa semua kalangan, dan selalu hadir saat Banyuwangi membutuhkan keteduhan dan pengayoman. “Semoga di tempat tugas yang baru, Bapak Rama dapat terus membawa dedikasi tanpa batas seperti yang telah ditunjukkan di Banyuwangi,” imbuhnya.

    Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua. Sementara penggantinya, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, sebelumnya menjabat Dosen Utama Akpol Lemdiklat Polri.

    Dalam sambutannya, Kombes Rama tak kuasa menahan tangis karena terharu mengenang kebersamaan dan dukungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh lapisan masyarakat Banyuwangi.

    “Satu tahun tiga bulan saya menjabat, banyak sekali kenangan dan sangat berkesan. Tentu ini menjadi bekal yang baik buat saya di tempat tugas yang baru. Terima kasih kepada semuanya yang selama ini mendukung saya dan mohon doanya,” ujar Rama.

    Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, menyatakan kesiapan untuk mengabdi dan melanjutkan sinergi yang telah terjalin.

    “Saya mohon diterima dan diberikan dukungan seperti yang diberikan kepada senior kami (Kombes Rama) sebelumnya. Insya Allah, jiwa dan raga saya dedikasikan untuk masyarakat Banyuwangi,” tegasnya.

    Hadir dalam pisah sambut Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono; Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arm Triyadi Indrawijaya; Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhamad Puji Santoso; Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto dan Siti Mafrochatin Ni’mah.

    Selain itu, hadir juga Ketua MUI Banyuwangi KH Muhaimin Asmuni; tokoh agama; tokoh masyarakat; tokoh lintas agama; organisasi keagamaan; organisasi kemahasiswaan; insan pers; hingga instansi lainnya. [kun]

  • Sekitar 60 Siswa Sakit, Pelajar SMPN 2 Kutorejo Mojokerto Dipulangkan Lebih Awal

    Sekitar 60 Siswa Sakit, Pelajar SMPN 2 Kutorejo Mojokerto Dipulangkan Lebih Awal

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sekitar 60 siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan tidak masuk sekolah karena sakit dengan keluhan serupa, seperti pusing, mual, dan panas tubuh. Menyikapi kondisi tersebut, pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih awal sebagai langkah antisipasi.

    Humas SMPN 2 Kutorejo, Siti Noor Sa’adah, mengatakan sebagai langkah awal sekolah memulangkan siswa agar dapat beristirahat di rumah, mengingat banyaknya keluhan kesehatan serta padatnya aktivitas siswa sebelumnya, termasuk kegiatan ekstrakurikuler dan try out pada Sabtu (10/1/2026).

    “Langkah pertama kami pulangkan dulu supaya anak-anak bisa istirahat. Apalagi Sabtu juga banyak kegiatan yang cukup menyita tenaga dan para guru juga ada kegiatan. Kami juga masih menunggu laporan dari orang tua dan hasil pemeriksaan medis untuk memantau kondisi kesehatan para siswa dan penyebabnya,” katanya.

    Hingga kini, pihak sekolah masih menunggu laporan resmi dari orang tua siswa dan hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab pasti keluhan kesehatan tersebut. Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), TNI/Polri langsung terjun ke SMPN 2 Kutorejo untuk melakukan pendataan.

    Sebelumnya, puluhan siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, dan panas tubuh. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak seluruh siswa yang sakit tersebut dapat dipastikan berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). [tin/kun]

  • Para Siswa SMPN 2 Kutorejo Mojokerto Sempat Santap Menu Soto Ayam

    Para Siswa SMPN 2 Kutorejo Mojokerto Sempat Santap Menu Soto Ayam

    Mojokerto (beritajatim.com) – Sekitar 60 siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan tidak masuk sekolah karena sakit dengan keluhan serupa, seperti pusing, mual, dan panas tubuh. Meski belum dipastikan karena keracunan, sehari sebelumnya mereka mendapatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu soto ayam.

    Humas SMPN 2 Kutorejo, Siti Noor Sa’adah, mengatakan keluhan kesehatan tersebut tidak hanya dialami oleh siswa dari satu kelas, melainkan tersebar di beberapa kelas dengan jumlah bervariasi. “Yang tidak masuk itu sekitar 60 siswa dari kelas VII sampai IX. Tapi tidak semuanya karena satu penyebab,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

    Ada yang memang sudah sakit sebelumnya, ada juga yang keluhannya baru muncul. Ia menjelaskan, sebagian siswa mengalami gejala pusing dan mual, bahkan ada yang muntah sehingga diizinkan pulang lebih awal. Namun demikian, pihak sekolah belum dapat memastikan seluruh keluhan tersebut berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilaksanakan sehari sebelumnya.

    “Gejalanya memang hampir sama, tapi kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Tidak semua karena MBG, karena ada juga yang izin sakit sejak beberapa hari lalu atau karena faktor lain. Menu MBG berupa soto ayam disajikan kepada siswa dan tidak ditemukan kejadian mencurigakan hingga jam pulang sekolah,” ujarnya.

    Sebelumnya, puluhan siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, dan panas tubuh. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak seluruh siswa yang sakit tersebut dapat dipastikan berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). [tin/kun]

  • Bupati Subandi Rotasi Pejabat ASN Pemkab Sidoarjo

    Bupati Subandi Rotasi Pejabat ASN Pemkab Sidoarjo

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan rotasi pejabat aparat sipil negara (ASN) Pemkab Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (10/1/2026).

    Mutasi yang tercatat sebagai mutasi kali kedua ini dalam pemerintahan H. Subandi – Hj. Mimik Idayana. Banyak pejabat yang dimutasi. Yakni mulai sekelas Camat, Sekretaris Dinas, Kepala Dinas, Asisten hingga Staf Ahli di lingkungan Pemkab Sidoarjo. Berikut sejumlah nama pejabat yang dimutasi Bupati Sidoarjo.

    Staf Ahli 

    1. Mochammad Hudori menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM

    2. Arif Mulyono menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik

    3. Happy Setianingsih Astrawati menjabat Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan.

    Asisten 

    1. Untuk jabatan Asisten I dijabat Ainun Amalia yang sebelumnya menjabat Kepala Disnaker

    2. Asisten II dijabat H.M Bahrul Amiq yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Sedangkan posisi jabatan Kepala DLHK masih kosong dan rencananya bakal diisi Plt.

    Kepala Dinas

    1. Sabino Mariano yang sebelumnya menjabat Camat Tanggulangin menjabat Kepala Pelaksana BPBD Kab. Sidoarjo

    2. Probo Agus Sunarno yang sebelumnya sebagai Plt kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)

    3. Muhammad Yunan Khoiron yang sebelumnya menjabat Sekretaris Disperindag kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan Kab. Sidoarjo.

    4. Eri Sudewo yang sebelumnya menjabat Plt kini menjabat Kepala Dinas Kominfo Kab. Sidoarjo

    5. R Martha Wira Kusuma yang sebelumnya menjabat Sekretaris Inspektorat kini menjabat Kepala Dinas Sosial Kab. Sidoarjo.

    6. dr Lakhsmie Yuwantina yang sebelumnya menjabat sebagai Plt kini menjabat Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sidoarjo.

    Selain itu, juga terjadi rotasi untuk beberapa jabatan Camat. Pergantian itu antara Camat Krian, Taman, Waru, Gedangan, Tarik dan Camat Sukodono.

    “Mutasi dan rotasi jabatan ini sudah biasa dalam penyegaran organisasi. Semoga para pejabat baru bisa cepat beradaptasi dan memicu kinerjanya agar setiap OPD nilai etos kerjanya naik,” ujar Subandi memberikan pesan saat prosesi mutasi itu. (isa/ted)

  • Para Siswa SMPN 2 Kutorejo Mojokerto Sempat Santap Menu Soto Ayam

    Puluhan Siswa SMPN 2 Kutorejo Alami Pusing dan Mual, Sekolah Tegaskan Belum Tentu Akibat MBG

    Mojokerto (beritajatim.com) – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa pusing, mual, dan panas tubuh. Namun, pihak sekolah menegaskan bahwa tidak seluruh siswa yang sakit tersebut dapat dipastikan berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Humas SMPN 2 Kutorejo, Siti Noor Sa’adah, menjelaskan bahwa keluhan tersebut tidak terpusat pada satu kelas saja. Dari pendataan sementara, tiap kelas rata-rata terdapat tiga hingga tujuh siswa yang tidak masuk sekolah dengan gejala hampir serupa. Namun, ada juga yang tidak masuk karena kecelakaan dan sakit sebelumnya.

    “Beberapa anak memang tidak masuk, tapi tidak hanya satu kelas. Ada yang tiga, ada yang lima, bahkan ada yang tujuh. Gejalanya hampir sama, pusing dan mual. Tapi kami tidak langsung menyimpulkan penyebabnya karena keracunan MBG,” ungkapnya, Sabtu (10/1/2026).

    Ia menyampaikan, pada Jumat (9/1/2026) sekolah tetap melaksanakan kegiatan seperti biasa, termasuk pelaksanaan MBG dengan menu soto ayam. Menu tersebut sama untuk seluruh siswa karena berasal dari satu dapur penyedia. Hingga jam pulang sekolah sekitar pukul 10.30 WIB, tidak ditemukan kejadian mencurigakan di lingkungan sekolah.

    “Di sekolah tidak ada apa-apa. Anak-anak pulang setelah makan karena memang hari Jumat tidak ada kegiatan lanjutan. Jadi keluhannya justru diketahui keesokan harinya. Pas tadi pagi, di absensi ternyata jumlah siswa yang izin tidak masuk sekolah pada hari berikutnya mencapai sekitar 60 anak dari kelas VII hingga IX,” katanya.

    Namun, lanjutnya, tidak semuanya disebabkan oleh dugaan keracunan MBG. Sebagian siswa memang sudah sakit sebelumnya, ada yang mengalami kecelakaan, serta ada yang izin karena keperluan lain. Ia mengungkapkan, beberapa siswa sempat mengalami muntah dan langsung diizinkan pulang.

    “Yang sakit itu tidak seluruhnya karena MBG. Ada yang memang sudah sakit beberapa hari sebelumnya, ada yang kecelakaan, bahkan ada wali kelas yang tidak masuk karena kegiatan lain. Indikasinya memang mirip, pusing dan mual, tapi hasil pemeriksaan belum semua keluar. Jadi kami belum bisa memastikan semuanya karena MBG,” ujarnya.

    Menurutnya, semua juga tergantung daya tahan tubuh masing-masing anak. Ia juga tidak bisa memastikan berapa jumlah siswa yang menjalani perawatan, lantaran sebagian lainnya mendapat penanganan medis dan diperbolehkan kembali ke rumah tanpa harus dirawat inap.

    Sebelumnya, sebanyak 17 pelajar dari wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, dilarikan ke UPT Puskesmas Gondang, Sabtu (10/1/2026), setelah diduga mengalami keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para pasien datang hampir bersamaan dan langsung mendapatkan penanganan medis. [tin/kun]