Author: Beritajatim.com

  • Pulau Mandangin Sampang Belum Terlayani Program MBG

    Pulau Mandangin Sampang Belum Terlayani Program MBG

    Sampang (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan oleh pemerintah pusat ternyata belum sepenuhnya menyentuh seluruh pelajar di Kabupaten Sampang. Sejumlah siswa yang ada di kepulauan Mandangin belum bisa menikmati program pemerintah tersebut.

    Sudarmanto, Sekretaris Satgas MBG Kabupaten Sampang, mangatakan, hingga kini belum ada Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang berdiri di Pulau Mandangin. Hal itu disebabkan karena beberapa persyaratan teknis belum mampu dipenuhi wilayah kepulauan tersebut.

    “Salah satu kendalanya yakni ketersediaan air bersih di Pulau Mandangin,” terangnya, Minggu (7/12/2025).

    Sudarmanto menambahkan, pihaknya akan terus mencari formula agar pelayanan MBG dapat menjangkau Pulau Mandangin. Dalam catatannya, saat ini baru 71 SPPG yang beroperasi di seluruh Kabupaten Sampang.

    “Target kami adalah membangun 92 SPPG demi memenuhi kebutuhan seluruh siswa di Sampang,” pungkasnya. [sar/but]

  • Tim Gabungan Lakukan Mitigasi Pasca Longsor, Jalur Cangar–Pacet di Mojokerto Mulai Dibuka Terbatas

    Tim Gabungan Lakukan Mitigasi Pasca Longsor, Jalur Cangar–Pacet di Mojokerto Mulai Dibuka Terbatas

    Mojokerto (beritajatim.com) – Akses Cangar–Pacet kembali dibuka secara terbatas setelah tim gabungan melakukan mitigasi menyeluruh pasca longsor yang terjadi di kawasan Kutukan Sendi, Dusun Pacet Selatan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan mitigasi berlangsung pada, Minggu (7/12/2025).

    Sejak pukul 06.43 hingga 08.00 WIB, mitigasi melibatkan 40 personel dari berbagai unsur dipimpin langsung oleh Kapolsek Pacet, Iptu Mohammad Khoirul Umam. Apel persiapan digelar di awal kegiatan, dengan Kapolsek Pacet memberikan pengarahan mengenai pentingnya mitigasi sebelum jalur dibuka kembali.

    “Jalur vital ini, jalur Cangar-Pacet harus dipastikan aman untuk dilalui, meskipun pembukaannya masih dibatasi. Pembersihan material longsor, peninjauan titik-titik rawan, serta pengecekan kondisi sepanjang jalur menjadi fokus utama,” ungkapnya, Minggu (7/12/2025).

    Dalam arahannya, Iptu Umam menyebutkan bahwa pembukaan jalur hanya dapat dilakukan bila kondisi cuaca mendukung. Ia mengingatkan bahwa pola cuaca di jalur Pacet–Cangar kerap berbeda dengan wilayah bawah, sehingga kebijakan buka–tutup akan diterapkan secara ketat.

    “Apabila terjadi hujan deras atau cuaca ekstrem, jalur akan ditutup kembali tanpa menunggu informasi dari BMKG,” katanya.

    Kegiatan mitigasi kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung di lokasi longsor Kutukan Sendi dan titik rawan lain seperti Blok Watulumpang Sendi. Selama proses tersebut, petugas menemukan sejumlah ranting, pohon mati, dan material lain yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

    Seluruh material segera dipotong dan dievakuasi ke pinggir jalan agar ruas dapat kembali dilintasi. Usai seluruh pengecekan selesai, tim gabungan berkumpul untuk konsolidasi di sekitar kawasan wisata Pemandian Air Panas Cangar. Dengan selesainya proses mitigasi, jalur Pacet–Cangar dinyatakan dapat dibuka secara terbatas.

    Namun seluruh pihak sepakat bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama, sehingga mekanisme penutupan sementara akan diberlakukan sewaktu-waktu bila terjadi cuaca buruk. Iptu Umam berharap pembukaan jalur tersebut dapat membantu memulihkan aktivitas masyarakat dan pariwisata, namun tetap diiringi kewaspadaan.

    “Terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat mulai dari BPBD, TNI, Polri, Tahura R. Soerjo, Satpol PP, hingga relawan atas kerja sama dalam memastikan jalur kembali aman digunakan,” tegasnya.

    Sebelumnya, longsor terjadi dua kali di jalur Canggar – Pacet. Longsor pertama terjadi pada, Senin (24/11/2025) di Blok Kutukan Sendi, Desa Pecet. Sementara longsor kedua terjadi pada, Kamis (27/11/2025) di wilayah Gajah Mungkur, Desa Pacet, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. [tin/aje]

     

  • Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro Ricuh, Dindik: Pelaksanaan Tanpa Izin

    Olimpiade Matematika SD/MI di Bojonegoro Ricuh, Dindik: Pelaksanaan Tanpa Izin

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebuah olimpiade matematika untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Bojonegoro berakhir ricuh dan harus dihentikan paksa oleh kepolisian. Kerusuhan ini terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial Facebook.

    Kejadian berlangsung di Gedung Serbaguna Jalan KH Mansyur, Kelurahan Ledokwetan, Kabupaten Bojonegoro. Video yang beredar memperlihatkan kepanikan massal, dimana puluhan orang tua, guru, dan siswa saling berdesakan.

    Situasi cepat menjadi tidak terkendali, memicu tangis sejumlah anak yang kebingungan mencari orang tua mereka. “Ada beberapa kericuhan dari pihak panitia dan walimurid, pihak keamanan kurang, akses masuk di dalam maupun luar gedung buntu,” tulis pemilik akun Facebook, Fi** dalam unggahannya.

    Akibat situasi yang semakin kacau dan membahayakan, pihak kepolisian turun tangan dan menghentikan kegiatan olimpiade tersebut secara paksa. Kegiatan pun bubar tanpa bisa dilanjutkan.

    Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut sama sekali tidak terkoordinasi dengan instansinya.

    “Kegiatan itu tidak ada izin maupun koordinasi dengan dinas pendidikan. Tidak ada laporan maupun surat pemberitahuan,” ujar Anwar Mukhtadlo, Minggu (7/12/2025).

    Anwar mengaku, pihaknya tidak tahu siapa yang menyelenggarakan olimpiade matematika tersebut. Namun, karena mendapat laporan adanya kericuhan tersebut, pihaknya kemudian memerintahkan tim untuk turun ke lokasi guna melakukan klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyelenggara acara. [lus/aje]

  • Olimpiade Matematika Tingkat SD/MI di Bojonegoro Dibubarkan, Situasi Ricuh dan Tak Terkendali

    Olimpiade Matematika Tingkat SD/MI di Bojonegoro Dibubarkan, Situasi Ricuh dan Tak Terkendali

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepolisian Sektor (Polsek) Bojonegoro Kota terpaksa membubarkan secara paksa kegiatan Olimpiade Matematika untuk tingkat SD/MI di Gedung Serbaguna Jalan KH Mansyur, Kelurahan Ledokwetan, Minggu (7/12/2025).

    Kapolsek Bojonegoro Kota, AKP Agus Elfauzi mengatakan, tindakan tegas diambil menyusul situasi di lokasi yang sudah tidak kondusif dan berpotensi membahayakan keselamatan ratusan peserta yang didominasi anak-anak.

    Selain itu, karena ada ketidaksesuaian antara proposal pengajuan izin dengan pelaksanaan di lapangan. Panitia penyelenggara dari Management SR Tuban sebelumnya melaporkan peserta sebanyak 1.500 orang yang dibagi dalam tiga sesi.

    “Faktanya di lapangan tidak sesuai. Kondisi menjadi tidak terkendali, terjadi kepanikan dan kericuhan antara panitia dengan wali murid,” ujar Kapolsek Bojonegoro Kota, AKP Agus Elfauzi.

    Pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap panitia penyelenggara dan mediasi dengan perwakilan wali murid. Mediasi menghasilkan kesepakatan bahwa panitia bersedia mengembalikan seluruh uang pendaftaran kepada orang tua peserta melalui pihak sekolah masing-masing.

    “Tuntutan pengembalian biaya pendaftaran dari wali murid telah disetujui panitia melalui sekolah masing-masing,” tambah Kapolsek.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo, secara terpisah menyatakan kegiatan tersebut sama sekali tidak memiliki izin maupun koordinasi dengan instansinya. Pihaknya baru mengetahui acara tersebut setelah mendapat laporan kericuhan.

    “Tidak ada izin, tidak ada pemberitahuan. Kami langsung turun tim untuk melakukan klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyelenggara acara ini,” pungkas Anwar.

    Video-video yang memperlihatkan kepanikan massal, orang tua dan anak yang berdesakan, serta tangisan peserta telah viral di media sosial, memantik perhatian publik atas pentingnya prosedur perizinan dan manajemen acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar. [lus/aje]

     

  • Berhenti Khawatir, Ini 10 Hal yang Benar-Benar Bisa Kamu Kendalikan

    Berhenti Khawatir, Ini 10 Hal yang Benar-Benar Bisa Kamu Kendalikan

    Surabaya (beritajatim.com)-Dalam hidup, ada dua hal yang selalu berjalan berdampingan, yaitu hal-hal yang bisa kontrol dan hal-hal yang tidak bisa kamu kendalikan. Namun, banyak orang yang justru menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak bisa dikendalikan seperti pendapat orang lain, kejadian yang akan datang, dan hasil akhir dari proses yang panjang.

    Padahal, hidupmu akan lebih berkualitas ketika kamu mulai fokus pada hal-hal yang bisa kamu kendalikan sendiri. Cara tersebut justu bisa membuat hidupmu lebih berkualitas dan menjadi lebih tenang. Kalau kamu bingung, berikut ini adalah 10 hal yang benar bisa kamu kendalikan yang bisa membantumu berhenti untuk mengkhawatirkan hal yang tidak perlu khawatirkan.

    1. Sikap dan Perilakumu
    Hal pertama yang sangat dekat dan selalu berada di bawah kendalimu adalah sikap dan perilaku. Orang-orang memang bisa bersikap seenaknya pada dirimu dan kamu tentu tidak bisa mengontrol perilaku orang lain terhadap dirimu. Tapi yang terpenting adalah kamu bisa menghargai dirimu dengan menjaga tutur kata yang akan dikeluarkan dan memilih untuk tidak mengeluarkan emosi. Sikap akan menentukan reputasi dan menentukan cara orang memperlakukanmu. Sementara perilaku bisa menunjukkan siapa kamu sebenarnya

    2. Cara Pandangmu
    Realita memang boleh sama, tetapi cara pandang tentu boleh berbeda-beda. Kamu tidak harus mengikuti apa pendapat orang lain, lakukanlah sesuatu yang kamu percayai yang sesuai dengan sudut pandangmu. Cara pandang ini bisa menentukan seberapa besar kekhawatiran yang kamu rasakan, dan seberapa berani kamu mengambil langkah.

    3. Prioritas Hidupmu
    Kualitas hidup sangat dipengaruhi oleh bagaimana kamu mengatur prioritas. Saat kamu menyadari apa yang terpenting dalam hidupmu dan apa yang bisa ditunda, artinya kamu juga mengurangi tekanan yang tidak perlu.

    4. Konsistensi dan Disiplinmu
    Banyak orang yang mempunyai mimpi tapi tidak semua orang bisa mempunyai konsistensi untuk menjalani setiap prosesnya. Padahal, konsistensi merupakan jembatan antara niat dan hasil.

    5. Batasan atau Boundary
    Tidak semua orang pantas masuk dalam hidupmu, maka kamu perlu menentukan batasan agar orang tidak melangkah lebih jauh ke ruang hidupmu. Kamu bisa mengatur apa yang boleh orang lakukan, batas interaksi yang kamu nyaman, kapan kamu butuh ruang pribadi, dan kapan kamu ingin terbuka.

    6. Buku yang Kamu Baca
    Wawasan yang kamu punya merupakan tanggung jawabmu. Kamu bisa memilih buku yang akan kamu baca dan kamu pelajari untuk mendapatkan pengetahuan yang ingin kamu dapatkan.

    7. Seberapa Sering Kamu Berolahraga
    Tidak ada yang bisa memaksa tubuhmu untuk sehat selain dirimu sendiri. Kamu bisa memilih sendiri kapan, seberapa lama, dan seberapa sering kamu berolahraga. Selain itu, dirimu sendirilah yang akan menentukan olahraga apa yang akan kamu lakukan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan targetmu.

    8. Caramu Menghadapi Risiko
    Hidup memang memberikan banyak risiko, tetapi cara kamu menghadapi risiko tersebut merupakan keputusanmu. Kamu bisa memilih lari dari risiko tersebut dan tetap berada di zona nyaman atau memilih berani mengambil langkah lain yang mungkin bisa membuka pintu lainnya.

    9. Caramu Berbicara kepada Orang Lain
    Kata-kata yang kamu keluarkan bisa mempunyai dampak yang besar. Kamu bisa menenangkan situasi atau justru bisa memperburuk keadaan dengan kalimat sederhana yang kamu ucapkan. Oleh karena itu, kemampuan mengontrol cara bicara adalah hal penting dalam kehidupan sosial.

    10. Lingkungan yang Kamu Pilih untuk Didekati
    Kamu tidak bisa mengatur bagaimana orang bertindak, tetapi kamu bisa memilih siapa yang kamu izinkan berada di sekelilingmu. Kamu bisa memilih lingkungan yang toxic yang membuatmu terhambat atau lingkungan yang memiliki energi dan nilai positif yang bisa membuatmu berkembang.

    Ketika kamu menyadari bahwa kamu memiliki kendali atas hal-hal ini, kamu tidak lagi menyia-nyiakan energi untuk hal-hal yang tidak bisa kamu ubah. Kamu menjadi lebih tenang, lebih fokus, dan lebih sadar akan nilai dirimu sendiri.
    [Pranata Dewi Ratna Swari]

  • UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Warisan Dunia, Sertifikat Diserahkan ke Lisdyarita

    UNESCO Tetapkan Reog Ponorogo Warisan Dunia, Sertifikat Diserahkan ke Lisdyarita

    Ponorogo (beritajatim.com) – Babak baru pelestarian Reog Ponorogo. Setelah melalui proses panjang bertahun-tahun, UNESCO menetapkan Reog sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda Dunia. Penetapan itu ditegaskan melalui penyerahan sertifikat resmi kepada Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, dalam sebuah seremoni di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

    Sertifikat yang menjadi bukti pengakuan dunia terhadap Reog Ponorogo tersebut, kini disimpan secara khusus di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Momen itu pun menjadi catatan sejarah penting bagi Bumi Reog. Plt. Bupati Ponorogo Lisdyarita menegaskan bahwa keberhasilan tersebut lahir dari kerja panjang para seniman, pelestari, pengrawit, dan warga Ponorogo yang selama ini setia menjaga napas tradisi.

    “Ini sebuah awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Kami harus berupaya melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkannya bagi masyarakat,” kata Bunda Rita, sapaan akrabnya, ditulis Minggu (7/12/2025).

    Dalam pandangan Bunda Rita, predikat ICH UNESCO bukan sekadar pengakuan internasional, tetapi juga mandat bagi pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan Reog di tengah tantangan zaman. Dia menyadari bahwa tantangan ke depan tidak ringan, terutama menjelang 2026, ketika alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) dipangkas hingga Rp261 miliar.

    Meski ruang fiskal menyempit, Dia menegaskan diplomasi budaya tidak boleh terhenti. Reog Ponorogo harus tetap hadir di panggung internasional, sebagai identitas Ponorogo dan wajah kesenian Indonesia.

    “Tugas kita berkeliling luar negeri mengenalkan seni reog ini, tetapi memang agak susah karena anggarannya tidak banyak,” katanya.

    Untuk memperkuat regenerasi, Pemkab Ponorogo terus memperdalam pengajaran seni tradisi melalui muatan lokal (mulok) dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Kebijakan tersebut menjadi jembatan penting agar anak-anak mengenal Reog sejak dini. Yakni mulai dari gerak, musik pengiring, hingga filosofi di balik setiap tokoh di dalamnya.

    “Dalam mengembangkan budaya, kita mulai bersama dari anak-anak sampai tua,” tambah Bunda Rita.

    Dengan sertifikat ICH UNESCO resmi berada di tangan Pemkab Ponorogo, langkah berikutnya adalah memastikan Reog tidak hanya diakui, tetapi juga terus hidup sebagai praktik budaya yang mengakar di masyarakat. Penguatan komunitas, peningkatan kapasitas seniman, serta diplomasi budaya lintas negara menjadi agenda berkelanjutan yang kini menjadi fokus Bunda Lisdyarita.

    Reog Ponorogo akhirnya tidak hanya milik Ponorogo, tetapi telah menjadi warisan dunia. Dan melalui sertifikat yang diterimanya, Lisdyarita membawa pesan kuat bahwa perjalanan Reog di tingkat global baru saja dimulai. [end/aje]

  • DLH Surabaya Jelaskan Penyebab Munculnya Busa Putih di Laut Suramadu

    DLH Surabaya Jelaskan Penyebab Munculnya Busa Putih di Laut Suramadu

    Surabaya (beritajatim.com) – Fenomena munculnya banyak busa di tepi laut Jembatan Suramadu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya menduga berasal dari limbah domestik warga.

    Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa air yang mengalir ke laut bercampur dengan limbah domestik warga yang terbuang ke sungai, dan fenomena busa ini muncul disebabkan oleh tekanan dari pompa air.

    “Tekanan pompa itu biasanya memang (memicu) munculnya busa itu tadi. Itu dari limbah domestik rumah tangga, seperti sisa dari air cuci baju, sisa sabun mandi, laundry juga bisa,” kata Dedik, Minggu (7/12/2025).

    Menurut Dedik, fenomena munculnya busa ini biasanya paling sering terjadi saat musim kemarau, karena ketika musim hujan debit air akan jauh lebih banyak dibandingkan limbah domestik rumah tangga.

    “Musim hujan begini biasanya enggak seberapa karena larutan airnya lebih banyak. Kalau kemarau kan biasanya airnya sedikit terus kemudian zatnya sabun itu (menjadi lebih) pekat,” urainya.

    Menanggapi hal ini, Dedik memastikan bahwa busa-busa tersebut bukan berasal dari limbah industri atau pabrik, meskipun DLH akan tetap melakukan pengecekan lebih lanjut.

    “Di sepanjang situ mana ada perusahaan. Akan tetapi kami akan melakukan pengecekan, coba nanti kita cek lagi,” tutupnya. [rma/suf]

  • AJI Kediri Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis Saat Liput SPPG Kasus Keracunan Massal di Ngawi

    AJI Kediri Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis Saat Liput SPPG Kasus Keracunan Massal di Ngawi

    Ngawi (beritajatim.com) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri mengecam keras tindakan intimidasi dan ancaman kekerasan terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput kasus dugaan keracunan massal di Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi.

    Insiden tersebut terjadi pada Kamis (4/12/2025) dan menyasar jurnalis dari berbagai media yang melakukan peliputan terkait puluhan santri dan siswa yang diduga keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) .

    Dalam dokumen pernyataan sikap yang diterima redaksi, AJI Kediri menjelaskan bahwa para jurnalis mengalami hambatan serius saat menjalankan tugas peliputan.

    Jurnalis sempat dihadang ketika hendak meliput di RSUD Mantingan dan baru diperbolehkan masuk setelah melalui proses koordinasi yang berbelit dengan pejabat dinas kesehatan .

    Tindakan ini dinilai melanggar Undang-Undang Pers, khususnya Pasal 8 yang menjamin perlindungan hukum bagi wartawan ketika menjalankan profesinya.

    Situasi semakin memanas ketika para jurnalis mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bintang Mantingan untuk meliput proses pengambilan sampel.

    Seorang petugas SPPG melakukan pengusiran paksa dan tindakan intimidatif berupa dorongan, upaya mengejar dengan menjebol gerbang PVC, hingga mengangkat batu paving untuk dilempar ke arah jurnalis.

    Peristiwa ini menyebabkan liputan gagal dilakukan dan dinilai sebagai bentuk teror terhadap kebebasan pers. Salah satu jurnalis yang menjadi korban, Asep Saeful, tercatat sebagai anggota AJI Kediri .

    Menanggapi insiden itu, AJI Kediri menyatakan sikap tegas. “MENGUTUK segala bentuk intimidasi, ancaman, dan penghalangan terhadap kerja-kerja jurnalistik,” tulis Ketua AJI Kediri, Agung Kridaning Jatmiko dalam pernyataan sikap, Minggu (7/12/2025)

    Mereka menegaskan bahwa tindakan petugas SPPG Bintang merupakan pelanggaran terhadap UU No. 40/1999 tentang Pers, termasuk Pasal 18 ayat (1) yang mengatur ancaman pidana hingga dua tahun atau denda Rp500 juta bagi pihak yang menghambat kerja wartawan .

    AJI Kediri juga mendesak Polres Ngawi untuk mengusut tuntas laporan para jurnalis, memberikan perlindungan hukum maksimal, serta memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap kebebasan pers. Selain itu, Bupati Ngawi dan Badan Gizi Nasional (BGN) diminta memberi sanksi kepada penyelenggara MBG yang tidak transparan dalam memberi akses informasi kepada publik.

    AJI menegaskan bahwa informasi terkait program tersebut bersifat publik, terlebih peristiwa keracunan massal ini melibatkan 220 korban sehingga tidak boleh ada upaya menutup-nutupi informasi yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat .

    Dalam pernyataan penutup, AJI Kediri menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pondasi penting dalam negara demokrasi. “Membungkam pers sama dengan menyembunyikan kebenaran dari rakyat,” tegas mereka dalam dokumen resmi pernyataan sikap tersebut. [fiq/suf]

  • Hindari Truk, Innova Hitam Terobos Taman dan Tabrak Tiang PJU di Rajawali Surabaya

    Hindari Truk, Innova Hitam Terobos Taman dan Tabrak Tiang PJU di Rajawali Surabaya

    Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah Mobil Toyota Innova bernomor polisi L 1406 ABV menerobos masuk ke taman median jalan di ruas Jl Rajawali, Kecamatan Krembangan, Surabaya pada Minggu dini hari, (7/12/2025), setelah mengalami kecelakaan menghindari truk.

    Mobil hitam itu mengalami ringsek cukup parah pada bagian depan bodi mobil, setelah sempat menabrak tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) dan sebuah gerobak di pinggir jalan.

    Kabid Pemadam Kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengungkapkan bahwa insiden kecelakaan itu bermula sekitar pukul 03.05 WIB.

    “Mobil Innova dari arah Pelabuhan Tanjung Perak menuju ke Jalan Rajawali. Saat di traffic light antara Jalan Gresik dan Jalan Rajawali, pengemudi mengindari truk dan lantas hilang kendali,” kata Wasis Sutikno, Minggu (7/12/2025).

    Wasis mengatakan, dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Namun demikian mobil mengalami kerusakan dan mendapatkan bantuan evakuasi dari petugas.

    “Unit Team Rescue tiba di lokasi langsung melakukan koordinasi dan evakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan alat berat dari DPKP Kota Surabaya,” terangnya.

    Penanganan kecelakaan selesai sekitar pukul 05.00 WIB. Wasis mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa berhati-hati saat berkendara, dan apabila mengahadapi situasi darurat diminta menghubungi Call Centre Kedaruratan Kota Surabaya 112.

    “Apabila warga menghadapi kondisi darurat, segera menghubungi Call Center 112 Kota Surabaya atau nomor kedaruratan (WA) 081131112112 untuk penanganan,” tutup Wasis. [rma/suf]

  • Beringin Tumbang Timpa Mobil di Jalur Gumitir Jember, 2 Orang Terluka

    Beringin Tumbang Timpa Mobil di Jalur Gumitir Jember, 2 Orang Terluka

    Jember (beritajatim.com) – Sebuah pohon beringin tumbang. menimpa mobil Suzuki XL7, di jalur Gunung Gumitir, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (6/12/2026) malam.

    Insiden terjadi pada pukul 22.30 WIB. Mendadak pohon beringin yang Berdiameter kurang lebih tiga meter itu tumbang menimpa Suzuki bernomor P 1219 YF yang dikemudikan Febi, warga Genteng Maron, Banyuwangi.

    Febi terluka parah. Sementara penumpang mobil itu, Sulistyo Utami Ningsih (45) terluka ringan. “Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Krikilan, Banyuwangi,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Indra Tri Purnomo, Minggu (7/12/2025).

    Tak hamya beringin yang tumbang malam itu. Sebuah pohon gondang berdiameter 1,2 meter juga tumbang menutup jalur yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi tersebut.

    Tumbangnya dua pohon itu membuat lalu lintas Jember-Banyuwangi macet total selama kurang lebih dua jam. Petugas BPBD Jember segera memotong dua pohon itu dan baru selesai sekitar pukul dua dinihari.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan berhati-hati bila terjadi hujan yang disertai angin kencang,” kata Indra. [wir/suf]