Author: Beritajatim.com

  • Tekan Pencemaran Udara, 300 Kendaraan Bermotor di Lumajang Jalani Uji Emisi

    Tekan Pencemaran Udara, 300 Kendaraan Bermotor di Lumajang Jalani Uji Emisi

    Lumajang (beritajatim.com) – Sebanyak 300 kendaraan termasuk mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, Jawa Timur menjalani uji emisi, Kamis (18/12/2025).

    Uji emisi ini menjadi upaya untuk mengendalikan pencemaran udara, seiring meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di semua kategori.

    Informasi yang dihimpun, jumlah kendaraan bermotor di wilayah Lumajang tercatat mencapai 187.532 unit pada tahun 2025. Terdiri dari sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, dan mobil barang.

    Peningkatan jumlah kendaraan ini berpotensi menambah beban pencemaran udara jika tidak diimbangi dengan pengendalian emisi yang ketat.

    Sebagai informasi, Indeks Kualitas Udara (IKU) Kabupaten Lumajang pernah berada di angka 85,24 persen pada tahun 2023. Kemudian, persentasenya meningkat menjadi 92,07 persen atau berstatus sangat baik pada tahun 2024.

    Uji emisi ratusan kendaraan bermotor termasuk mobil dinas Pemkab Lumajang di terminal MPU, Kamis (18/12/2025). (Foto: Muhammad Hasbi/Beritajatim.com)

    Heru Satrio, salah satu warga Lumajang yang mengikuti uji emisi mengaku, dirinya sengaja mengikuti prosesi uji emisi sebagai bentuk kepedulian untuk menjaga lingkungan di wilayahnya.

    Selain itu, dengan telah lulus uji emisi, artinya kelaikan jalan kendaraannya telah dinyatakan komplit. Baik surat-surat maupun kesehatan mesin.

    “Tadi Alhamdulillah lulus uji, ini selain bisa menjaga lingkungan, manfaatnya kalau ada sertifikat itu artinya dokumen kendaraan sudah komplit dan aman untuk berkendara,” terang Heru saat dijumpai di terminal Mobil Penumpang Umum (MPU), kamis (18/12/2025).

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lumajang Hertutik mengatakan, uji emisi menjadi program penting dalam upaya untuk menekan polutan kendaraan agar tidak melebihi ambang batas.

    “Jadi, ini upaya untuk mewujudkan udara yang bersih, minim polusi, sekaligus meningkatkan indeks kualitas udara kita,” katanya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lumajang Rasmin menjelaskan, kriteria bagi kendaraan untuk bisa lulus uji emisi akan berbeda-beda menyesuaikan usia barang maupun bahan bakar yang dipakai.

    Menurutnya, bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi, maka sertifikat atau bukti lulus uji (BLU) tidak akan diterbitkan.

    “Bagi yang tidak lulus uji kategori dari kendaraan penumpang umum, mereka akan kita rekomendasikan untuk melakukan perbaikan dulu, barulah satu minggu kemudian harus uji lagi agar bisa dapat BLU,” ungkap Rasmin. (has/but)

  • KSDA Madiun Beberkan Pengakuan Darwanto Soal Landak Jawa

    KSDA Madiun Beberkan Pengakuan Darwanto Soal Landak Jawa

    Madiun (beritajatim.com) – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus kepemilikan enam ekor Landak Jawa yang menjerat Darwanto, warga Dusun Gemuruh, Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun. Bidang KSDA Wilayah I Madiun menegaskan bahwa Darwanto mengakui mengetahui status Landak Jawa sebagai satwa dilindungi namun tetap memeliharanya tanpa izin resmi.

    Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro, menyampaikan bahwa enam ekor Landak Jawa tersebut kini diamankan dan dititipkan oleh Polres Madiun sebagai barang bukti selama proses hukum berlangsung.

    Kasus ini bermula dari laporan masyarakat pada Jumat, 27 Desember 2024. Warga melaporkan adanya praktik pemeliharaan satwa dilindungi oleh Darwanto. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Madiun berkoordinasi dengan KSDA untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

    “Hasil pemeriksaan di lapangan jelas. Yang bersangkutan mengakui bahwa hewan tersebut miliknya,” ujar Agustinus, Kamis (18/12/2025).

    Barang bukti enam Landak Jawa kini berada di bawah pengawasan BKSDA Wilayah I Madiun. (Foto : Rendra Bagus Rahadi)

    Lebih jauh, Agustinus mengungkapkan hal krusial yang memberatkan posisi Darwanto. Saat petugas mendatangi lokasi, Darwanto secara terbuka menyatakan ia mengetahui bahwa Landak Jawa adalah satwa yang dilindungi oleh undang-undang. Pengakuan tersebut bahkan dituangkan dalam berita acara resmi.

    “Yang bersangkutan tahu status perlindungannya, tapi tetap memelihara. Itu fakta di lapangan,” tegas Agustinus.

    Meski akhirnya satwa tersebut diserahkan secara sukarela kepada aparat, proses hukum tetap berjalan. Penyidikan telah rampung, berkas dinyatakan lengkap (P21), dan perkara kini telah masuk tahap persidangan.

    KSDA juga menegaskan bahwa Darwanto tidak mengantongi izin apa pun, baik sebagai penangkar maupun bentuk legalitas lainnya, untuk memelihara satwa yang jelas-jelas masuk daftar dilindungi.

    “Landak Jawa adalah satwa yang dilindungi. Untuk memeliharanya harus ada izin resmi, misalnya melalui penangkaran yang sah. Dalam kasus ini, tidak ada izin sama sekali,” jelasnya.

    Agustinus menambahkan, pihak KSDA sebenarnya terbuka terhadap masyarakat yang ingin berkontribusi pada konservasi satwa liar. Namun, semua harus melalui mekanisme hukum yang berlaku.

    “Minat memelihara atau menangkarkan satwa dilindungi seharusnya diarahkan lewat jalur legal, bukan melanggar aturan. Kalau tidak, justru merugikan upaya konservasi,” tandasnya. (rbr/but)

  • Polda Jatim Sita 292 Kilogram Sabu di Tahun 2025

    Polda Jatim Sita 292 Kilogram Sabu di Tahun 2025

    Surabaya (beritajatim.com) – Selama periode Januari sampai Desember 2025, Ditreskoba Polda Jatim berhasil menyita barang haram jenis sabu-sabu seberat 292 kilogram dengan jumlah tersangka 7.617.

    Direskoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan, tak hanya Sabu-Sabu, korps yang dia pimpin juga berhasil menyita ganja sebanyak 103.782 gram atau 103 kg dan 960 batang tanaman ganja. Kemudian ekstasi sebanyak 60.989 dan 234,99 gram.

    “Tembakau Gorilla sebanyak 479,5 gram, kokain sebanyak 4,70 gram, okerbaya obat-obatan sebanyak Rp8.610.473 butir,” ujarnya.

    Dari data tersebut pengungkapan kasus pada tahun 2024 dibanding dengan tahun 2025 meningkat sebanyak 6,49%, dengan tersangka meningkat sebanyak 9,14%.

    Pemusnahan barang bukti sudah dilakukan sebanyak dua kali sebelum hari ini. Yaitu pada bulan Juni 2025 sebanyak 49 kg sabu dengan 2.860 butir pil ekstasi, serta obat keras sebanyak 5.688.160 butir.

    Serta pemusnahan yang dilakukan bersama dengan bareskrim Polri dengan barang bukti sebanyak 85,33 kg jenis sabu.

    “Dan hari ini kita melaksanakan pemusnahan kembali barang bukti hasil pengungkapan dari 24 kasus dengan 40 orang tersangka, di mana 22 kasus di antaranya merupakan barang bukti perkara yang sudah dilakukan restorative justice,” ujarnya.

    Dari data pengungkapan tersebut kita ketahui bahwa apabila dikonversikan kita telah berhasil menyelamatkan sekitar 4,8 juta jiwa.

    “Oleh karena itu pada kesempatan ini kami juga menghimbau bersama dengan instansi terkait, mari kita galakkan pencegahan dan pemberantasan narkoba untuk Jawa Timur lebih maju dan mencapai Indonesia emas,” ujarnya. [uci/but]

     

  • Anggaran Bansos 2023–2024 Jadi Fokus Penyidikan Kejari Ponorogo

    Anggaran Bansos 2023–2024 Jadi Fokus Penyidikan Kejari Ponorogo

    Ponorogo (beritajatim.com) — Penyidikan dugaan korupsi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Ponorogo kini diarahkan secara spesifik. Yakni pada penggunaan anggaran tahun 2023 hingga 2024 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menegaskan, penelusuran aliran dana menjadi fokus utama dalam pengungkapan perkara tersebut.

    Penegasan itu menyusul penggeledahan yang dilakukan penyidik Kejari Ponorogo di kantor Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), Selasa (17/12/2025) siang. Dari penggeledahan tersebut, sejumlah dokumen diamankan. Kuat dugaan dokumen yang diamankan itu, terkait pengelolaan dan penyaluran bansos periode 2023–2024.

    Kepala Seksi Intelijen Kejari Ponorogo, Agung Riyadi, menyampaikan bahwa sumber anggaran bansos yang diduga bermasalah berasal dari dua pos pembiayaan, yakni dana daerah dan dana pusat.

    “Sumbernya dari APBD dan APBN. Tapi masih kita dalami untuk modusnya,” ungkap Agung, Kamis (18/12/2025).

    Menurutnya, pendalaman tidak hanya menyasar besaran anggaran, tetapi juga mekanisme penyaluran, hingga bentuk bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat. Bantuan sosial yang sedang ditelusuri tersebut meliputi bantuan tunai maupun non-tunai.

    Dalam penggeledahan di kantor Dinsos PPPA itu, tim penyidik menyisir ruang bidang fakir miskin dan pemberdayaan sosial serta ruang bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (LinJamsos). Ruangan-ruangan itulah yang berkaitan langsung dengan program bansos.

    Seiring pengumpulan dokumen, kejaksaan juga telah memanggil sejumlah saksi dari internal dinas untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap guna memperjelas konstruksi perkara.

    “Sebelum penggeledahan, kita sudah 4 saksi yang kami periksa, ya semuanya dari internal Dinsos PPPA,” katanya.

    Meski telah memasuki tahap penyidikan, Kejari Ponorogo belum membeberkan nilai anggaran yang diduga disalahgunakan maupun pihak yang berpotensi dimintai pertanggungjawaban hukum. Penyidik masih melakukan pendalaman terhadap seluruh data dan keterangan yang telah dihimpun.

    “Masih kita dalami, nanti jika ada perkembangan akan kita jelaskan lebih lanjut,” pungkas Agung. (end/but)

  • 2 Wanita Sidoarjo Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

    2 Wanita Sidoarjo Jadi Kurir Sabu Jaringan Internasional

    Surabaya (beritajatim.com) – Ditreskoba Polda Jatim melalui Poresta Sidoarjo mengamankan dua wanita, yakni WL dan ASR. Keduanya merupakan kurir narkoba jaringan internasional.

    Modus yang digunakan keduanya adalah mengambil barang haram tersebut melalui kereta api yang kemudian akan diedarkan di Jakarta dan Surabaya.

    Dirnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan bahwa dari tangan WL dan ASR, polisi berhasil menyita barang bukti sebesar Rp7,8 kilogram senilai Rp9 miliar.

    “Masuk jaringan Malaysia, dan saat ini masih kita kembangkan,” ujarnya.

    Apakah ada jaringan yang Dewi Astuti, buron kasus narkoba asal Ponorogo? Robert Dacosta mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mendalami.

    “Yang jelas masih kami dalami kita proses tindak pidana pencucian uangnya masih,” ujarnya.

    Untuk keberadaan DPO Dewi Astuti, Dirnarkoba mengatakan bahwa kasus tersebut saat ini ditangani BNN. Namun pihaknya masih tetap melakukan pemantauan dengan melibatkan Polres setempat.

    Untuk peredaran narkoba sendiri kata Dirnarkoba modusnya berubah dari tahun sebelumnya. Mereka selalu berupaya mengelabuhi petugas dengan berbagai macam cara.

    “Seperti yang saya bilang tadi, lewat karpet yang dikirim langsung dibawa lewat bandara itu dalam bentuk-bentuk bungkusan kecil ditempel di dalam karpet. Itu belum pernah ada. Tapi oleh petugas bisa aja diketahui,” ujar Dirnarkoba.

    Para pelaku narkoba, lanjut dia, juga menggunakan jalur laut seperti biasa dijemput oleh kapal-kapal kecil, kapal-kapal motor oleh nelayan.

    “Ini perlu sosialisasi kepada masyarakat pesisir yang terus ikut berpartisipasi,” ujarnya.

    Selama setahun, Polda Jatim berhasil mengungkap kasus narkoba jaringan internasional. Ada yang dari Timur Tengah, ada yang dari Myanmar, China, Thailand.

    Berbagai modus yang dilakukan para pelaku. Sebagian besar masuknya lewat wilayah Sumatra.

    Selain itu, ada yang masuk dari Malaysia langsung ke Bandara. Itu ditemukan oleh petugas dari bandara dengan modus berbagai macam yang pertama ada disimpan dalam paketan karpet ataupun juga dalam onderdil-onderdil. [uci/but]

     

  • KPP Bea dan Cukai Pabean Sidoarjo Terus Pelototi Peredaran Rokok Ilegal

    KPP Bea dan Cukai Pabean Sidoarjo Terus Pelototi Peredaran Rokok Ilegal

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Pemberantasan peredaran rokok ilegal terus dilakukan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Sidoarjo.

    Puluhan juta batang rokok ilegal dimusnahkan melalui kegiatan pemusnahan barang milik negara (BMN) hasil penindakan di bidang cukai periode Juli sampai denganq November 2025.

    Barang yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan terhadap peredaran BKC ilegal yang tidak dilekati pita cukai, menggunakan pita cukai palsu, atau tidak sesuai peruntukannya sesuai UU No. 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

    Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Sidoarjo Rudy HK, sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Sidoarjo telah melakukan enam kali kegiatan pemusnahan dengan total BKC ilegal yang dimusnahkan sebanyak 63.616.395 batang rokok illegal dengan potensi nilai barang mencapai Rp 91.608.979.760 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 56.728.743.064.

    “Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Sidoarjo telah melakukan enam kali kegiatan pemusnahan dengan total BKC ilegal yang dimusnahkan sebanyak 63.616.395 batang rokok ilegal dengan potensi nilai barang mencapai Rp 91.608.979.760 dan potensi kerugian negara sebesar Rp 56.728.743.064,” ucapnya usai melakukan pemusnahan secara simbolis di Halaman Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I Kamis (18/12/2025).

    Selanjutnya tambah Rudy, rokok ilegal akan diangkut menggunakan 10 truk akan dimusnahkan selama dua hari secara keseluruhan di PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) Mojokerto. “Pemusnahan dilakukan telah melalui proses penetapan BMN dan mendapatkan persetujuan pemusnahan dari Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara sesuai nomor S-221/MK/KN.4/2025 tanggal 29 September 2025, S-303/MK/KN.4/2025 tanggal 18 November 2025 dan S314/MK/KN.4/2025 tanggal 24 November 2025,” urainya.

    Dalam kesempatan sama, Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Untung Basuki berharap melalui kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat agar tidak memproduksi, mengedarkan, ataupun mengonsumsi Rokok illegal. Pihaknya mengucapkan  apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah khususnya Satuan Polisi Pamong Praja, Aparat Penegak Hukum, serta seluruh instansi terkait dan elemen masyarakat yang telah mendukung upaya pemberantasan rokok ilegal sepanjang tahun 2025.

    “Pemusnahan ini merupakan bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memerangi peredaran Rokok ilegal. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan mengajak masyarakat bersama-sama menolak produk ilegal. Rokok ilegal bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan konsumen dan pelaku usaha yang taat aturan,” imbuhnya. (isa/ted)

  • Ketika Berita Menjelma Warna, Mantan Ketua PWI Ini Pamerkan Lukisan Realisme di Mojokerto

    Ketika Berita Menjelma Warna, Mantan Ketua PWI Ini Pamerkan Lukisan Realisme di Mojokerto

    Mojokerto (beritajatim.com) – Di balik kerasnya ritme liputan dan tenggat berita, wartawan senior Diak Eko Purwoto menyimpan dunia lain yang lebih sunyi : kanvas, cat, dan goresan warna.

    Dunia itu kini terbuka untuk publik lewat pameran lukisan tunggal bertajuk Gen Art yang digelar di atrium mal satu-satunya di Kota Mojokerto, mulai 17 hingga 31 Desember 2025.

    Pameran ini menjadi penanda perjalanan seni seorang jurnalis yang selama puluhan tahun akrab dengan kamera dan naskah berita. Tak disangka, pameran tunggal perdana mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto ini justru berawal dari sebuah pertemuan tak disengaja.

    Sekitar sebulan lalu, ia bertemu dengan direktur salah satu surat kabar di Mojokerto saat menghadiri undangan pelukis senior Priyok Dinasti di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Percakapan sederhana berkembang menjadi gagasan besar, saatnya karya-karya itu keluar dari studio dan bertemu publik.

    Diak dikenal sebagai pelukis otodidak dengan aliran realisme. Melukis sejatinya sudah menjadi hobinya sejak kecil, namun sempat terhenti karena kesibukan sebagai wartawan televisi nasional. Dua tahun lalu, momen kecil justru menghidupkan kembali gairah itu. Saat putri bungsunya mendapat tugas menggambar dari sekolah.

    Diak menyediakan kanvas dan ikut mendampingi. Dari situ, kuas kembali bergerak. Sejak saat itu, puluhan lukisan lahir. Sebagian bahkan telah berpindah tangan, dikoleksi oleh rekan seprofesi, pejabat pemerintah, anggota dewan, hingga pengusaha. Diak juga menerima pesanan lukisan, meski tanpa tekanan tenggat waktu.

    Baginya, proses dan suasana hati jauh lebih penting. Ia menyadari, melukis memiliki kemiripan dengan menulis berita. Keduanya menuntut kepekaan memilih objek, sudut pandang yang tepat, dan momentum yang kuat. Tak heran, banyak karyanya terinspirasi dari realitas sehari-hari yang ia jumpai sebagai jurnalis.

    Mulai dari keindahan alam, budaya, hingga potret sosial. Salah satu karya yang ditampilkan menggambarkan barisan anggota Polri yang berjaga saat demonstrasi. Lukisan tersebut merefleksikan beratnya tugas aparat kepolsian dalam menjaga keamanan dan kedamaian negara.

    “Lukisan itu, saya membutuhkan waktu hingga empat hari. Melukis dan menulis itu sama. Keduanya mencari makna dari realitas. Melukis bagi saya adalah kenikmatan,” ungkapnya, Kamis (18/12/2025).

    Hingga kini, sekitar 60 lukisan telah ia selesaikan, dengan harga berkisar Rp2,5 juta hingga Rp10 juta, tergantung ukuran dan detail. Menariknya, Diak mengaku kerap meninggalkan satu lukisan yang hampir selesai untuk mengerjakan karya lain. Sebuah kebiasaan yang justru memperkaya proses kreatifnya.

    Melalui pameran Gen Art, Diak berharap dapat turut menggairahkan kembali dunia seni rupa di Mojokerto. Ia ingin menghadirkan warna baru dari kalangan seniman senior, sekaligus menunjukkan bahwa Mojokerto tak hanya kaya wisata sejarah, tetapi juga memiliki potensi seni rupa yang hidup.

    “Pameran ini bukan sekadar memajang karya, tapi ruang dialog antara seniman dan masyarakat,” katanya.

    Bagi Diak, pameran ini adalah perjumpaan dua dunia yang selama ini ia jalani, jurnalisme dan seni yang akhirnya bertemu di satu titik. Kejujuran dalam merekam realitas, baik lewat kata maupun goresan warna. [tin/ted]

  • BEM UMM Siap Kawal Tuntas Kasus Kematian Faradila Amalia, Desak Transparansi Keterlibatan Oknum Polisi

    BEM UMM Siap Kawal Tuntas Kasus Kematian Faradila Amalia, Desak Transparansi Keterlibatan Oknum Polisi

    Malang (beritajatim.com) – Teka-teki kematian Faradila Amalia Najwa, mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang ditemukan di Pasuruan, memicu reaksi keras dari organisasi mahasiswa.

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

    Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas peristiwa yang menimpa anggotanya tersebut. Saat ini, BEM UMM tengah bergerak cepat menghimpun fakta-fakta lapangan.

    Wahyuddin menjelaskan bahwa koordinasi internal telah dilakukan meskipun dirinya sedang berada di luar kota saat kabar tersebut mencuat. Ia memastikan instruksi pengawalan kasus sudah berjalan di bawah kementerian terkait.

    “Kami sementara mencari informasi sebanyak-banyaknya. Kami komitmen untuk mengawal kasus ini,” ujar Wahyuddin saat dikonfirmasi, Kamis (18/12/2025).

    Ia menambahkan, langkah konkret telah diambil dengan mengarahkan kementerian di bawah naungannya untuk memantau perkembangan di kepolisian.

    “Saya sementara arahkan Kementerian Polhukam BEM U untuk mengawal. Hari ini saya sudah di Malang untuk mengoordinasikan langkah selanjutnya,” imbuhnya.

    Meskipun mendesak adanya kejelasan, BEM UMM menyatakan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan menghormati proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Mapolda Jawa Timur.

    “Sejauh ini kita masih menghormati proses hukum yang dilakukan, dan kami pastikan akan mengawal prosesnya agar berjalan transparan,” tegas Wahyuddin.

    Kematian Faradila yang awalnya merupakan berita duka mendalam bagi Kampus Putih, kini bergeser menjadi atensi publik setelah adanya dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Pihak keluarga dan rekan sejawat berharap agar penyebab pasti kematian korban segera terungkap secara terang benderang.

    BEM UMM berjanji akan terus memberikan pembaruan (update) informasi kepada publik dan mahasiswa terkait hasil pengawalan kasus ini. Solidaritas mahasiswa UMM kini terfokus pada pemberian dukungan moral bagi keluarga serta memastikan tidak ada intervensi dalam proses hukum yang melibatkan personel kepolisian tersebut.

    “Informasi lebih lanjut bakal saya informasikan kembali. Yang pasti, kami pastikan keadilan bagi almarhumah adalah prioritas kami,” pungkasnya. (dan/ted)

  • Prakiraan Cuaca Hari ini Malang Raya Hujan, Kota Batu Berkabut Nanti Malam

    Prakiraan Cuaca Hari ini Malang Raya Hujan, Kota Batu Berkabut Nanti Malam

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan cuaca Malang Raya pada Kamis, 18 Desember 2025, di wilayah kabupaten, kota Malang, dan kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada pagi hari cuaca didominasi hujan.

    “Pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, cuaca di kota Malang turun hujan. Waspada hujan petir terjadi di Kecamatan Blimbing,” dikutip dari laman resmi BMKG Juanda.

    Memasuki siang hari pukul 12.00 hingga 15.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan diprediksi masih mengguyur seluruh wilayah kota. Sore hari cuaca mereda menjadi berawan. Namun, mulai pukul 17.00 hingga 19.00 WIB, cuaca berkabut (udara kabur) menyelimuti wilayah Blimbing, Klojen, dan Lowokwaru. Malam hari cuaca di kota Malang diperkirakan berawan.

    Hari Jumat (19/12/2025) dini hari, cuaca di Malang umumnya berawan. Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang pada Kamis (18/12/2025) pagi hari umumnya turun hujan ringan. Namun, hujan petir berpotensi terjadi di beberapa wilayah sisi timur.

    “Cuaca hujan petir diprakirakan terjadi antara pukul 10.00 dan 12.00 WIB,” dikutip dari laman BMKG Juanda.

    Wilayah yang berpotensi hujan petir tersebut di antaranya Jabung, Pakis, dan Tumpang. Wilayah lainnya seperti Dau, Karangploso, dan Singosari mengalami hujan ringan.

    Sore hari, hujan di sebagian besar wilayah kabupaten diprakirakan mereda. Cuaca berganti menjadi berkabut atau udara kabur mulai pukul 16.00 WIB di wilayah dataran tinggi seperti Karangploso, Lawang, dan Singosari. Dini hari Jumat (19/12/2025) wilayah di kabupaten Malang cuaca umumnya berawan.

    Kota Batu pada Kamis, 18 Desember 2025, pagi hari diperkirakan cuaca berawan. Kondisi berawan ini diprediksi bertahan cukup lama mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WIB di seluruh kecamatan.

    Kota Batu yang meliputi Batu, Bumiaji, dan Junrejo, kemudian akan diselimuti kabut tebal pada sore hingga malam hari.

    “Mulai pukul 17.00 hingga 21.00 WIB, cuaca di seluruh wilayah Kota Batu diprakirakan berkabut,” tulis BMKG Juanda. Dini hari Jumat, 19 Desember 2025, cuaca kembali berawan hingga cerah berawan. (dan/ted)

  • Puncak Haul ke-16 Gus Dur: Tokoh-tokoh Terkenal Bersatu dalam Momen Bersejarah di Tebuireng Jombang

    Puncak Haul ke-16 Gus Dur: Tokoh-tokoh Terkenal Bersatu dalam Momen Bersejarah di Tebuireng Jombang

    Jombang (beritajatim.com) – Puncak peringatan haul ke-16 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang digelar di Pondok Pesantren Tebuireng pada Rabu malam (17/12/2025) malam menyaksikan hadirnya berbagai tokoh besar dari dunia politik, agama, hingga diplomasi.

    Ribuan jamaah yang datang dari berbagai daerah turut memadati acara ini, menjadikan jalan provinsi jurusan Jombang-Malang ditutup total demi kelancaran kegiatan.

    Acara haul yang digelar dengan khidmat ini dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, serta sejumlah ulama dan tokoh penting lainnya.

    Di antaranya adalah KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dari Rembang, KH. Agoes Ali Masyhuri (Gus Ali) dari Tulangan Sidoarjo, dan KH. Masduqi Abdurrahman dari Perak Jombang. Kehadiran Konsul Jenderal Amerika Serikat, Chris Green, juga menambah warna acara ini.

    Peringatan haul Gus Dur tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan penetapan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025. Dalam sambutannya, Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid) mengungkapkan kebanggaannya atas penetapan tersebut.

    Ia menekankan betapa Gus Dur adalah sosok yang berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama mereka yang terdzalimi. “Dari sudut pandang kami, Gus Dur adalah sosok yang ikhlas berjuang untuk kepentingan orang banyak, terutama mereka yang terdzalimi,” ujarnya.

    Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil yang dipimpin oleh Ustaz Syamsul Anam dan KH. Masduqi Abdurrahman. Kemudian, acara semakin semarak dengan lantunan sholawat Nabi yang dibawakan oleh seribu rebana pimpinan KH. Nur Hadi (Mbah Bolong).

    Pengunjung yang memadati haul ke-16 Gus Dur di Tebuireng Jombang

    Momen puncak acara semakin diperkaya dengan tausiyah dari KH. Mustofa Bisri (Gus Mus), yang menggambarkan Gus Dur sebagai sosok yang telah ‘selesai dengan dirinya sendiri’ dan memiliki keberanian dalam membela kebenaran dan keadilan.

    Selain itu, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh hadirin untuk meneladani perjuangan Gus Dur sebagai Bapak Kemanusiaan. “Hari ini kita hadir karena hati kita melekat pada sosok perjuangan, pemikiran dan keteladanan Gus Dur yang penuh nilai kemanusiaan,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i yang menegaskan bahwa Gus Dur adalah simbol dari perjuangan toleransi.

    Rangkaian puncak Haul Gus Dur ini ditutup dengan doa oleh KH. Agoes Ali Masyhuri. Melalui acara ini, masyarakat kembali diingatkan untuk selalu meneladani nilai-nilai luhur Gus Dur yang abadi, seperti toleransi, perjuangan kemanusiaan, dan pengabdian tanpa pamrih. [suf]