Author: Beritajatim.com

  • Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Resmi Dilantik, Ini Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim 2025-2030

    Surabaya (beritajatim.com) –  Said Abdullah secara resmi kembali mengemban amanah sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur untuk masa bakti 2025-2030. Kepastian ini dikukuhkan dalam prosesi pelantikan dan pengucapan sumpah janji pengurus yang dipimpin oleh Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, di Surabaya pada Sabtu (20/12/2025).

    Dalam struktur kepengurusan terbaru ini, posisi Sekretaris DPD kini dipercayakan kepada Deni Wicaksono yang menggantikan Sri Untari Bisowarno. Sementara itu, posisi Bendahara tetap dijabat oleh Wara Sundari Renny Pramana, menjaga kesinambungan manajemen finansial partai di tingkat provinsi.

    Wajah baru turut menghiasi jajaran elit partai berlambang banteng moncong putih di Jawa Timur. Didik Prasetiyono, yang dikenal sebagai mantan Dirut PT SIER, resmi masuk sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif, sebuah posisi strategis untuk memperkuat mesin politik partai.

    Usai dilantik, Said Abdullah yang juga menjabat Ketua DPP Bidang Perekonomian menekankan pentingnya kerja kolektif. Ia menyadari tantangan politik ke depan di wilayah Jawa Timur memerlukan sinergi yang kuat dari seluruh kader.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-2030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah.

    Berikut adalah daftar lengkap susunan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Timur periode 2025-2030:

    KETUA: MH. SAID ABDULLAH

    BIDANG INTERNAL

    Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai: Agus Wicaksono
    Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif: Didik Prasetiyono
    Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi: Bambang Yuwono
    Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi: Budi Sulistyono Kanang
    Wakil Ketua Bidang Sumber Daya: Pulung Agustanto

    BIDANG PEMERINTAHAN

    Wakil Ketua Bidang Politik: I Made Riandiana Kartika
    Wakil Ketua Bidang Pemerintahan, Otonomi Daerah: Ipuk Fiestiandani
    Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi: Dewanti Rumpoko
    Wakil Ketua Bidang Reformasi Sistem Hukum Nasional: Andri Wahyudi
    Wakil Ketua Bidang Perekonomian: Daniel Rohi
    Wakil Ketua Bidang Kebudayaan dan Pendidikan: Didik Nurhadi

    BIDANG KERAKYATAN

    Wakil Ketua Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan Perempuan dan Anak: Rudi Afianto
    Wakil Ketua Bidang Industri, Perdagangan, BUMN, Investasi, Koperasi dan UMKM: Isnainiah
    Wakil Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial: Sulistyorini
    Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Pemuda dan Olahraga: Eri Cahyadi
    Wakil Ketua Bidang Keagamaan dan Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa: KH. Abdul Wahab Yahya
    Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital: Qintharra U. Yassifa
    Wakil Ketua Bidang Pertanian dan Pangan, Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Kelautan dan Perikanan: Fatkurrahman
    Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi: Martin Hamonangan

    SEKRETARIS: DENI WICAKSONO

    Wakil Sekretaris Bidang Internal: Ratih Ditya Wijayanti
    Wakil Sekretaris Bidang Program: Yordan M. Batara-Goa

    BENDAHARA: WARA SUNDARI RENNY PRAMANA

    Wakil Bendahara: Susy Cecilia Agustina S. (tok/ian)

  • Panggung Kecil Mimpi Besar, Cara Asyik Siswa di Blitar Isi Liburan Lewat Home Concert

    Panggung Kecil Mimpi Besar, Cara Asyik Siswa di Blitar Isi Liburan Lewat Home Concert

    Blitar (beritajatim.com) – Suasana Taman Jajan Aliza di Jalan A. Yani, Kota Blitar, terasa berbeda Sabtu (20/12/2025). Di tengah hiruk-pikuk liburan sekolah, sudut kuliner ini disulap menjadi panggung pembuktian bagi puluhan anak-anak di Bumi Bung Karno. Tidak ada gawai di tangan mereka, yang ada hanyalah mikrofon, gitar, dan deretan tuts piano yang siap dimainkan.

    Mereka bukan artis profesional, melainkan siswa-siswi mulai dari jenjang TK hingga SMA yang tengah mengikuti Home Concert gubahan Xiola Music Course. Sebuah cara kreatif untuk mengisi jeda semester dengan uji nyali untuk konser musik di hadapan publik.

    Di atas panggung yang ditata minimalis namun artistik, satu per satu peserta unjuk kebolehan. Ada yang jarinya lincah menari di atas piano, ada yang memetik gitar dengan khusyuk, hingga melantunkan lagu dengan teknik vokal yang terlatih.

    Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kayla Nadi Zaneeta Zahra. Remaja 17 tahun yang duduk di bangku kelas 2 SMAN 1 Talun ini tampil percaya diri membawakan nomor lagu andalannya. Bagi Kayla, berdiri di panggung ini bukan sekadar soal nada yang tepat, tapi soal menaklukkan rasa takut.

    “Senang sekali bisa ikut acara konser mini ini. Selain mengasah kemampuan bernyanyi, ini juga untuk melatih mental. Saya berlatih bagaimana rasanya bernyanyi di atas panggung dan ditonton banyak orang,” ujar Kayla dengan mata berbinar usai turun panggung.

    Bagi generasi seusianya, liburan sering kali habis dengan layar ponsel. Namun, Kayla dan teman-temannya memilih jalan sunyi seorang musisi: berlatih berjam-jam demi penampilan beberapa menit yang memukau.

    Pemilik Xiola Music Course, Faula Arina, menatap bangga ke arah anak didiknya dari sisi panggung. Ia menjelaskan bahwa acara ini diikuti oleh sekitar 35 peserta.

    Menurut Faula, Home Concert ini sejatinya adalah sebuah rapor hidup. Jika di sekolah rapor berbentuk angka di atas kertas, di sini rapor berbentuk keberanian tampil setelah ditempa latihan selama satu semester.

    “Home concert ini kami adakan untuk melihat progres para siswa setelah mengikuti kursus musik selama enam bulan. Kami ajak mereka perform langsung,” jelas Faula.

    Konsep santai yang diusung di Taman Jajan Aliza sengaja dipilih agar suasana tidak terlalu kaku. Harapannya, mental anak-anak terbentuk secara natural. Mereka belajar bahwa musik bukan hanya untuk dinikmati sendiri di kamar latihan, tetapi untuk dibagi kepada orang lain.

    “Selain untuk mengasah keterampilan, gol utamanya adalah agar para siswa bisa lebih percaya diri. Kegiatan ini sengaja kami selenggarakan di akhir tahun, sekaligus memberikan warna positif untuk mengisi musim liburan sekolah,” tambahnya.

    Hari itu, di bawah langit Kota Blitar yang cerah, puluhan siswa tersebut tidak hanya membawa pulang pengalaman bermusik. Mereka membawa pulang satu pelajaran penting: bahwa keberanian untuk tampil adalah awal dari segala pencapaian besar. (owi/ian)

  • Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Hasil Konferda: Said Ketua PDIP Jatim 2025-2030, Deni Sekretaris, Mantan Dirut SIER Pemenangan Pemilu

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP Bidang Perekonomian PDI Perjuangan, Said Abdullah kembali menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030. Sekretaris DPD dipercayakan kepada Deni Wicaksono, menggantikan Sri Untari Bisowarno.

    Untuk posisi Bendahara tetap dipercayakan kepada Wara Sundari Renny Pramana. Ada nama baru yang masuk sebagai pengurus, yakni Didik Prasetiyono (mantan Dirut PT SIER). Didik menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif.

    Pelantikan atau pengucapan sumpah dan janji pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim periode 2025-2030 dilakukan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

    “Saya diminta melanjutkan kepemimpinan periode 2025-20030. Amanat ini sangat berat. Kalau amanat ini dipikul sendirian, tentu tidak sanggup. Hanya dengan gotong-royong, tugas sebesar apapun akan terasa ringan kita jalani. Saya minta pengurus DPD yang sudah dilantik untuk all out membesarkan partai,” tegas Said Abdullah usai dilantik. (tok/ian)

  • PDIP Jatim Penyegaran Besar-besaran: Djarot Tekankan Mitigasi Bencana dan Fokus Wong Cilik

    PDIP Jatim Penyegaran Besar-besaran: Djarot Tekankan Mitigasi Bencana dan Fokus Wong Cilik

    Surabaya (beritajatim.com) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) melakukan penyegaran besar-besaran pada struktur kepengurusan di wilayah Jawa Timur.

    Langkah strategis ini mencakup restrukturisasi tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) hingga seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di kabupaten/kota se-Jatim.

    ​Penyegaran ini diresmikan dalam gelaran Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

    Hadir langsung memimpin konsolidasi ini, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat.

    ​Djarot menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momentum introspeksi dan regenerasi.

    ​”Konferda dan Konfercab adalah saat yang tepat bagi partai untuk mawas diri, memperkuat konsolidasi, serta meneguhkan kembali PDI Perjuangan sebagai partainya wong cilik yang turun ke bawah dan hadir memecahkan persoalan rakyat,” ujar Djarot.

    ​Jawa Timur menjadi wilayah penutup rangkaian konsolidasi internal partai di tanah Jawa untuk tahun ini. Setelah Jatim, DPP PDI Perjuangan akan melanjutkan agenda serupa ke Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat. ​

    Target besarnya, seluruh rangkaian konsolidasi internal partai di tingkat nasional rampung pada Desember 2025.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan struktur partai dalam kondisi paling solid dan siap menghadapi dinamika politik mendatang.

    ​Selain isu internal, Djarot membawa pesan khusus dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri terkait kondisi geografis Indonesia saat ini. Di tengah bencana alam yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, kader PDIP di Jawa diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan.

    ​​Djarot memastikan bahwa hasil dari konferensi serentak ini akan melahirkan sosok-sosok pemimpin baru yang lebih segar, solid, dan militan di akar rumput.

    ​”Spirit juang kepengurusan baru harus mampu menyatukan kekuatan partai, membangun Jawa Timur, serta memastikan PDI Perjuangan selalu hadir bersama rakyat,” pungkasnya.

    ​Dengan tuntasnya Konferda di Jatim, PDI Perjuangan kini bersiap memasuki tahun 2026 dengan mesin partai yang telah terbarukan dan kepengurusan yang memiliki fighting spirit tinggi. (tok/ian)

  • Sebarkan Virus Penyuka Sesama, WNA Amerika di Tulungagung Dideportasi Imigrasi Blitar

    Sebarkan Virus Penyuka Sesama, WNA Amerika di Tulungagung Dideportasi Imigrasi Blitar

    Blitar (beritajatim.com) – Dalih mempelajari agama Islam ternyata hanya menjadi pintu masuk bagi J.L.K (57), seorang warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat, untuk menetap di Indonesia.

    Alih-alih menekuni kitab suci, aktivitas pria paruh baya ini justru memicu kegaduhan hingga akhirnya dipaksa angkat kaki dari Tulungagung oleh Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar.

    J.L.K. resmi dideportasi setelah terbukti menyalahgunakan Izin Tinggal Terbatas (ITAS) pelajar dan melakukan aktivitas yang dianggap mencederai norma serta ketertiban umum di wilayah Kabupaten Tulungagung. Pasalnya WNA asal Amerika itu kedapatan menyebarkan virus penyuka sesama jenis atau disorientasi seksual.

    Masuk ke Indonesia sejak Maret 2025, J.L.K. mengantongi dokumen resmi sebagai pelajar dengan misi spiritual mempelajari agama. Namun, radar pengawasan Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Blitar menangkap anomali. Di lapangan, tidak ditemukan satu pun rekam jejak aktivitas pendidikan atau pengajian yang diikuti oleh yang bersangkutan.

    “Faktanya, yang bersangkutan tidak menjalankan kegiatan belajar sebagaimana mestinya. Dalam pengawasan kami, J.L.K. justru lebih banyak menganggur dan aktivitasnya sama sekali tidak sesuai dengan peruntukan izin tinggal yang ia miliki,” ungkap Rini Sulistyawati, Kasi Teknologi Informasi dan Komonikasi ke Imigrasian Blitar pada Sabtu (20/12/2025).

    Disorientasi Seksual dan Keresahan Sosial

    Pelanggaran administratif bukan satu-satunya alasan pengusiran J.L.K. Selama menetap di sebuah hotel di Tulungagung, perilaku sosial pria asal Negeri Paman Sam ini mengundang protes keras dari warga sekitar.

    Berdasarkan laporan masyarakat dan hasil penyidikan, J.L.K. diketahui secara terbuka menunjukkan disorientasi seksual sebagai penyuka sesama jenis. Ia kerap beraktivitas dengan pasangan laki-lakinya di lingkungan tempat tinggal dengan cara yang dinilai tidak menghormati kearifan lokal.

    Perilaku yang dianggap menyimpang dari norma sosial masyarakat Tulungagung ini memicu gelombang keberatan. Warga merasa keberadaan J.L.K. bukan lagi membawa misi edukasi atau religi, melainkan gangguan terhadap ketertiban umum.

    Tindakan Tegas: Deportasi Tanpa Kompromi

    Merespons keresahan tersebut, Imigrasi Blitar bertindak cepat dengan menjatuhkan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK). Berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, J.L.K. dianggap sebagai orang asing yang melakukan kegiatan berbahaya dan tidak menghormati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Langkah deportasi ini adalah respons nyata terhadap laporan masyarakat. Setiap WNA yang berada di Indonesia tidak hanya wajib tertib administrasi, tetapi juga wajib menghormati norma dan nilai sosial yang berlaku di tengah masyarakat kita,” tegasnya

    Kasus J.L.K. menjadi alarm bagi pengelola akomodasi dan masyarakat untuk tetap proaktif melaporkan keberadaan orang asing yang mencurigakan. Imigrasi menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi WNA yang menjadikan izin belajar sebagai kedok untuk aktivitas yang merusak tatanan sosial di wilayah hukum mereka. (owi/ian)

  • Muhamad Fauzi Resmi Dilantik Jadi Koordinator BEM Malang Raya, HM Sanusi: Kritik Harus Solutif

    Muhamad Fauzi Resmi Dilantik Jadi Koordinator BEM Malang Raya, HM Sanusi: Kritik Harus Solutif

    Malang (beritajatim.com) – Muhamad Fauzi dari Universitas Islam Malang (Unisma) resmi dilantik sebagai Koordinator Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya periode terbaru pada Sabtu (20/12/2025).

    Prosesi pelantikan yang berlangsung di Aula Santo Thomas Aquinas, Universitas Katolik Widya Karya Malang ini mengukuhkan struktur kepengurusan yang menaungi aliansi dari 64 BEM kampus di wilayah Malang Raya.

    Pemilihan koordinator ini merupakan hasil Musyawarah Besar (Mubes) yang telah dilaksanakan dua bulan lalu melalui mekanisme voting para Presiden Mahasiswa. Muhamad Fauzi berhasil mengantongi 50 persen suara dari total 30 suara sah, mengungguli kandidat dari Universitas Wisnuwardhana yang memperoleh 20 persen suara.

    Ketua BEM Universitas Katolik Widya Karya Malang, Nicholas Chander, menjelaskan bahwa dari puluhan kampus yang tergabung, terdapat 20 BEM kampus yang secara resmi masuk dalam Surat Keputusan (SK) kepengurusan pusat BEM Malang Raya. Nicholas menekankan peran strategis pemuda dengan mengutip pesan ikonik founding father Indonesia.

    “Soekarno pernah bilang, berikan aku sepuluh anak muda, akan aku rubah dunia,” tegas Nicholas di sela acara pelantikan yang dihadiri oleh pimpinan daerah se-Malang Raya tersebut.

    Bupati Malang, HM Sanusi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang untuk bersikap terbuka terhadap aspirasi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa ruang dialog formal maupun informal selalu terbuka luas bagi para pengurus BEM Malang Raya guna membahas kemajuan daerah.

    “Rumah saya terbuka 24 jam bagi adik-adik semua. Seorang mahasiswa harus mampu berdiskusi yang solutif bagi pembangunan Kabupaten Malang. Demo boleh, ngritik untuk kepentingan rakyat dan ada solusi,” ujar Sanusi. Ia juga mendorong mahasiswa melakukan aksi nyata terhadap isu lingkungan, seperti gerakan menanam pohon.

    Senada dengan hal tersebut, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menambahkan bahwa idealisme mahasiswa adalah pilar pertumbuhan demokrasi. Menurutnya, kritik dari mahasiswa berfungsi sebagai penyeimbang agar pemerintahan tetap berjalan di jalur yang tepat.

    “Mahasiswa adalah pusat sebuah gerakan seperti yang disampaikan oleh founding father Republik Indonesia Bapak Soekarno,” tutur Amithya menekankan pentingnya integritas dalam pembangunan.

    Sebagai koordinator terpilih, Muhamad Fauzi menegaskan bahwa BEM Malang Raya akan terus fokus pada isu-isu kerakyatan. Rekam jejak organisasi ini sebelumnya telah teruji melalui aksi kepedulian Tragedi Kanjuruhan serta penggalangan dana bagi mahasiswa terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Di lingkup lokal, BEM Malang Raya telah aktif bersinergi dengan dinas terkait untuk melakukan pembersihan lingkungan di wilayah Kota Malang guna mengantisipasi banjir. Fokus ke depan akan diarahkan pada pengawalan kebijakan yang lebih adaptif.

    “Harapan kami ke depan sebagai kepengurusan baru BEM Malang Raya ini, kami fokus menampung aspirasi dari kalangan lapisan masyarakat, mahasiswa baru maupun kelompok. Mungkin untuk ke depannya kita bakalan lebih mengawal lagi, lebih adaptif lagi terhadap isu-isu perkembangan politik, ekonomi dan sosial yang terjadi di masyarakat,” pungkas Fauzi. [

  • Deddy Sitorus PDIP: Biar Rakyat yang Menilai Soal Pemerintah Tangani Banjir Aceh-Sumatra

    Deddy Sitorus PDIP: Biar Rakyat yang Menilai Soal Pemerintah Tangani Banjir Aceh-Sumatra

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Eksekutif PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menegaskan pihaknya tidak ingin menilai cepat atau lambatnya penanganan pemerintah terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah aceh dan Sumatra.

    “Yang berhak mengatakan apakah penanganannya lamban atau cepat itu rakyat yang terdampak. Kami tidak mau menilai, biarlah rakyat yang menilai,” kata Deddy usai Konferda dan Konfercab PDI Perjuangan se-Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

    Ia menyampaikan, PDI Perjuangan ingin menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang ikut berkontribusi untuk meringankan beban para korban bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

    “Kami hanya ingin menjadi bagian dari masyarakat Indonesia untuk berkontribusi mengurangi beban saudara-saudara kita,” katanya.

    Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban tewas akibat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut mencapai 1.071 orang, sementara 185 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (tok/ian)

  • Perpanjang Kontrak 385 PPPK, Bupati Bojonegoro Tekankan Kinerja dan Adaptasi Digital

    Perpanjang Kontrak 385 PPPK, Bupati Bojonegoro Tekankan Kinerja dan Adaptasi Digital

    Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro secara resmi memperpanjang masa pengabdian 385 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahun Anggaran 2021. Penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait perpanjangan kontrak ini digelar di Pendopo Malowopati, Jumat (19/12/2025).

    Ratusan pegawai yang menerima perpanjangan masa kerja tersebut terdiri dari 361 formasi guru dan 24 formasi tenaga kesehatan. Mereka dinyatakan layak diperpanjang setelah lolos penilaian kinerja individu dengan predikat minimal baik.

    Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa perpanjangan kontrak ini bukan sekadar rutinitas administrasi semata. Hal ini merupakan bukti kepercayaan pemerintah daerah kepada aparatur yang telah menunjukkan dedikasi kerja yang baik.

    “PPPK harus bekerja secara profesional, menjunjung tinggi integritas, dan terus meningkatkan kapasitas diri. Pelayanan publik saat ini menuntut kecepatan, ketepatan, serta adaptasi terhadap sistem digital,” tegas Bupati dalam sambutannya.

    Bupati mengingatkan agar seluruh PPPK tidak bekerja hanya sebatas menggugurkan kewajiban kontrak. Inovasi dan kemauan belajar harus menjadi budaya kerja dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat.

    Selain itu, Bupati juga memberikan instruksi khusus agar para ASN aktif memanfaatkan media sosial secara positif. Mereka diminta turut serta menyebarluaskan informasi mengenai program kerja dan capaian pembangunan pemerintah daerah.

    Sementara itu, Kepala BKPP Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, menjelaskan mekanisme teknis perpanjangan kontrak tersebut. Sesuai regulasi, masa perjanjian kerja berlaku selama lima tahun dengan tetap menerapkan evaluasi kinerja setiap tahunnya.

    Proses administrasi kali ini juga mencerminkan transformasi digital di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Seluruh dokumen kepegawaian diserahkan secara elektronik melalui masing-masing perangkat daerah.

    Melalui perpanjangan ini, Pemkab berharap para PPPK dapat menjadi motor penggerak utama pelayanan publik. Kontribusi nyata mereka sangat dinantikan untuk mewujudkan Bojonegoro yang lebih makmur dan membanggakan. [lus/beq]

  • Cegah Kecelakaan Saat Nataru, Polres Pasuruan Tutup 3 Perlintasan Kereta Api

    Cegah Kecelakaan Saat Nataru, Polres Pasuruan Tutup 3 Perlintasan Kereta Api

    Pasuruan (beritajatim.com) – Upaya preventif dilakukan Polres Pasuruan untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kepolisian secara resmi menutup akses bagi kendaraan roda empat di tiga perlintasan kereta api tanpa palang pintu.

    Penutupan ini dilakukan dengan cara penyempitan fisik badan jalan di titik perlintasan. Praktis, hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas di jalur-jalur alternatif tersebut.

    Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan bahwa langkah sterilisasi ini sangat mendesak dilakukan demi keselamatan nyawa masyarakat. Kebijakan ini difokuskan pada titik-titik yang selama ini menjadi zona merah rawan kecelakaan.

    “Kami terpaksa membatasi akses kendaraan roda empat di tiga titik perlintasan sebidang demi menjamin keselamatan pengguna jalan selama masa Operasi Lilin Semeru 2025,” tegas Joko, Sabtu (20/12/2025).

    Lokasi penutupan meliputi perlintasan di Desa Selorawan, Kecamatan Beji, serta dua titik krusial lainnya di wilayah Bangil. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada data tingginya frekuensi insiden serta mobilitas warga yang padat di jalur tanpa pengamanan tersebut.

    Selain membatasi akses fisik, polisi juga menyoroti minimnya fasilitas penerangan di sekitar rel. Pihaknya mendesak perbaikan visibilitas, terutama di pos JPL 111 dan JPL 104, agar masinis dan pengendara lebih waspada saat malam hari.

    Koordinasi lintas instansi terus diperkuat dengan melibatkan PT KAI Daops 8 Surabaya serta Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan. Sinergi ini bertujuan memastikan seluruh sistem keamanan berfungsi optimal sebelum puncak arus mudik.

    Akibat kebijakan ini, masyarakat yang menggunakan mobil kini dialihkan untuk melewati jalur utama yang memiliki palang pintu resmi. Pengalihan arus diharapkan mampu menghilangkan risiko benturan langsung antara kendaraan besar dengan kereta api yang melaju kencang.

    Langkah tegas ini merupakan wujud komitmen Polres Pasuruan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Warga diimbau untuk mematuhi aturan baru ini dan tidak memaksakan diri menerobos demi keselamatan bersama. [ada/beq]

  • Buka Konferda-Konfercab PDIP Serentak, Hasto: Jatim Harus Jadi Tiang Penyangga Bangsa

    Buka Konferda-Konfercab PDIP Serentak, Hasto: Jatim Harus Jadi Tiang Penyangga Bangsa

    Surabaya (beritajatim.com) – Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, resmi membuka Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) Serentak PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, Sabtu (20/12/2025).

    Di hadapan ribuan kader PDI Perjuangan se-Jatim, Hasto menegaskan pentingnya Konferda dan Konfercab untuk meneguhkan sikap politik di Jawa Timur. Hasto juga menyampaikan berbagai aspek persoalan ideologi, lingkungan, hukum, kesejahteraan rakyat yang wajib dijawab PDI Perjuangan.

    Sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, lanjut Hasto, Jawa Timur harus mampu menjadi soko guru atau tiang penyangga bangsa.

    “Untuk menghadapi hal itu, Bu Mega memberi arahan bagaimana PDI Perjuangan harus jadi soko guru,” ujar Hasto.

    Menurut Hasto, berdasarkan sejarah, Jatim punya peran penting sejak era kerajaan. Tercatat, ada lima peristiwa peradaban yang terjadi dan harus jadi pedoman kekuatan seluruh kader PDI Perjuangan Jawa Timur.

    “Lima hal ini membuat Jawa Timur sangat istimewa bagi Ibu Megawati. Jadikan lima perspektif ini jadi kekuatan kita semua,” katanya.

    Pertama, sejarah Nusantara, di mana Majapahit menjadi pusat peradaban. Lalu sejarah Bung Karno. Di Jatim, presiden pertama Indonesia itu lahir dan menggembleng nilai ideologinya untuk bangsa.

    Perspektif ketiga, pada Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari yang melahirkan peristiwa 10 November dan menggegerkan dunia internasional. Selanjutnya, di Jatim pula, tepatnya tanggal 7 Desember 1993, Megawati Soekarnoputri menyatakan dirinya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan secara de facto.

    Terakhir, sejarah kekuatan arus bawah, yang telah berhasil menggulingkan kepemimpinan otoriter Orde Baru. Pandegiling, tambah Hasto, menjadi saksi perjuangan berdarah PDI Perjuangan, menjebol gawang otoritarianissme.

    “Jadikan Pandegiling jadi bagian monumen yang hidup sebagai perjuangan arus bawah. Kekuatan itu membuktikan, saat Bu Mega menghadapi kekuasaan Orde Baru, Bu Mega dengan kekuatan arus bawah mampu menjebol gawang otoriter,” tuturnya.

    Untuk itu, Hasto menegaskan agar para kader bangkit di segala situasi berdasarkan lima perspektif sejarah dan ideologi Bung Karno yang menjadi cita-cita perjuangan bersama rakyat.

    “Pentingnya loyalitas, turun ke bawah, tidak tersandra secara politik. Itu ketentuan penetapan KSB. Kita juga harus berdamai pada suasana kebatinan kita,” jelasnya.

    Nantinya, para pengurus DPC hingga DPD yang terpilih juga harus betul-betul turun ke rakyat, memahami dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat sesuai cita-cita Bung Karno.

    “Partai tidak boleh ada dendam masa lalu. Mari belajar dari pengalaman pengkhianatan di masa lalu. Yang penting melakukan hal konkret, turun ke bawah, dan itulah kekuatan utama PDI Perjuangan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdulah, turut mengungkapkan pentingnya agenda Partai guna meneguhkan kekuatan PDI Perjuangan. Baginya, Konferda dan Konfercab yang dihadiri 38 pengurus kabupaten/kota se-Jatim merupakan langkah strategis merealisasikan program ideologis ke masyarakat.

    “Agar semakin kokoh dan solidnya PDI Perjuangan, saya yakin kita bisa buktikan hal itu. Kita ditempa sejarah panjang, punya ikatan kuat, dan menempatkan ukuran tindakan politik kita kepada pengabdian, pada partai,” tuturnya.

    Said juga menegaskan, Konferda dan Konfercab bukan perpisahan. Melainkan mensolidkan seluruh pihak, menyediakan solusi untuk seluruh masalah rakyat.

    “Ini sebagai langkah kita dengan program yang strategis dengan sasaran teknokratis. Kita optimis program PDI Perjuangan mampu menjawab masalah yang dihadapi rakyat,” tuturnya.

    “Konferda ini bukan momen perpisahan, kita tetap jadi keluarga PDI Perjuangan. Tidak ada kebesaran Partai tanpa solidaritas partai, bonding ini kita jaga sebagai tiang utama menjaga utuhnya Partai,” pungkasnya. [tok/beq]