Author: Beritajatim.com

  • Jelang Libur Nataru, Pengguna Tol Jombang–Mojokerto Diimbau Pastikan Saldo e-Toll Cukup

    Jelang Libur Nataru, Pengguna Tol Jombang–Mojokerto Diimbau Pastikan Saldo e-Toll Cukup

    Mojokerto (beritajatim.com) – Pengguna jalan tol yang melintasi ruas Tol Jombang–Mojokerto diimbau untuk memastikan saldo kartu uang elektronik (e-toll) mencukupi sebelum melakukan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

    Imbauan ini disampaikan guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang kerap terjadi pada momen libur panjang.

    ASTRA Infra menilai, kurangnya saldo kartu uang elektronik masih menjadi salah satu penyebab utama terhambatnya arus lalu-lintas di gerbang tol. Termasuk di ruas strategis Jombang–Mojokerto yang menjadi penghubung utama kawasan barat dan timur Jawa Timur.

    “Perjalanan liburan yang aman, lancar, dan nyaman perlu diawali dengan perencanaan yang matang, salah satunya memastikan saldo kartu uang elektronik cukup sampai tujuan,” ungkap Chief Technical Officer ASTRA Infra, Rinaldi dalam rilis yang diterima beritajatim.com, Minggu (21/12/2025).

    Ruas Tol Jombang–Mojokerto diprediksi akan mengalami peningkatan arus kendaraan selama periode Nataru, seiring tingginya mobilitas masyarakat menuju wilayah Mojokerto, Surabaya, hingga Malang. Karena itu, pengendara diminta melakukan pengecekan saldo e-toll sejak sebelum memasuki jalan tol.

    Saat ini, pengisian saldo kartu uang elektronik dapat dilakukan dengan mudah melalui berbagai kanal, mulai dari ATM, minimarket, e-commerce, hingga aplikasi perbankan dan dompet digital berbasis ponsel. Salah satunya melalui aplikasi AstraPay yang memungkinkan pengisian ulang e-money dengan memanfaatkan fitur NFC pada smartphone.

    Chief Marketing Officer AstraPay, Reny Futsy Yama menyampaikan bahwa kemudahan top up ini diharapkan dapat mendukung kelancaran perjalanan masyarakat selama libur Nataru. “Kami mengimbau pengguna jalan tol untuk memastikan saldo e-money cukup hingga tujuan agar perjalanan lebih nyaman dan tidak menimbulkan antrean di gerbang tol,” ujarnya.

    Selain memastikan saldo e-toll, pengguna Tol Jombang–Mojokerto juga disarankan untuk mengecek estimasi tarif tol sebelum berangkat. Informasi tarif dapat diakses melalui situs resmi pengelola tol, media sosial, maupun aplikasi navigasi seperti Google Maps dengan memasukkan titik awal dan tujuan perjalanan.

    ASTRA Infra juga mengingatkan pengendara agar merencanakan waktu perjalanan dengan baik, menghindari jam puncak arus liburan, serta mematuhi aturan keselamatan berkendara. Pengemudi disarankan beristirahat maksimal setiap empat jam berkendara dan memanfaatkan rest area yang tersedia.

    Bukan berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat. Dalam kondisi hujan, pengguna jalan tol diimbau untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan batas maksimal 70 kilometer per jam demi menjaga keselamatan selama melintasi ruas tol, termasuk di Tol Jombang–Mojokerto.

    Dengan persiapan yang matang, diharapkan arus lalu lintas selama libur Nataru di Tol Jombang–Mojokerto dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. [tin/suf]

  • DPC PDI Perjuangan Yogyakarta Ziarah ke Blitar, Perkuat Ideologi dan Target Menang Pemilu 2029

    DPC PDI Perjuangan Yogyakarta Ziarah ke Blitar, Perkuat Ideologi dan Target Menang Pemilu 2029

    Blitar (beritajatim.com) – Jajaran pengurus dan kader DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melaksanakan kunjungan ideologis ke Kota Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu (20/12/2025). Agenda utama meliputi ziarah ke Makam Bung Karno, kunjungan sejarah ke Istana Gebang, hingga studi banding pertanian perkotaan sebagai langkah memperkuat napas perjuangan partai.

    Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menjalankan tugas ideologis serta menghikmati nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa.

    “Kader yang berziarah ke Blitar adalah pengurus DPC PDI Perjuangan Yogyakarta, anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Yogyakarta, pengurus anak cabang dan Satgas Andhika Wiratama. Ziarah ini upaya jalankan tugas ideologis hikmati Pancasila dalam laku berkebangsaan. Kobarkan semangat juang, api perjuangan nan tak kunjung padam dalam memperjuangkan kebahagiaan hatinya rakyat,” ujar Eko Suwanto di Blitar, Sabtu (20/12/2025).

    Selain berfokus pada sisi spiritual-nasionalisme, para kader juga mengunjungi Perpustakaan Bung Karno. Di sana, mereka mengakses koleksi buku khusus dan menyimak aplikasi i-Sukarno yang menyajikan narasi digital sejarah Proklamator RI, mulai dari biografi hingga pemikiran Bung Karno dengan tokoh dunia.

    Eko yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD DIY ini menyebutkan bahwa literasi sejarah sangat krusial bagi fondasi perjuangan kader di masa depan.

    “Dari perpustakaan dan museum Bung Karno, kita dapat inspirasi untuk terus membaca dan belajar ajaran Bung Karno, belajar tentang ilmu sejarah dan ilmu pengetahuan guna mendukung perjuangan,” tambahnya.

    Kunjungan berlanjut ke Istana Gebang, rumah masa kecil sang proklamator, serta pusat pengembangan agrowisata Kebun Belimbing di Karangsari. Di lokasi terakhir, rombongan melakukan studi banding terkait urban farming atau pertanian perkotaan untuk mempelajari sentra produksi buah belimbing yang sukses dikembangkan di Blitar.

    Dalam kesempatan tersebut, Eko memaparkan tiga komitmen utama hasil dari refleksi ideologis di Blitar. Pertama, bergerak menghikmati Pancasila demi kesejahteraan rakyat. Kedua, memperkuat status Yogyakarta sebagai kota perjuangan dengan semangat patriotisme. Ketiga, memantapkan konsolidasi untuk memenangkan Pemilu 2029.

    “PDI Perjuangan bekerja sesuai dengan Tiga Pilar Partai serta berkomitmen jalankan nilai Pancasila & Konstitusi untuk berjuang wujudkan kesejahteraan, kemakmuran dan keadilan bagi rakyat melalui kebijakan pembangunan dan anggaran. Alhamdulillah 3 Pilar di Jogja lengkap. Kita dari Partai memberikan dukungan atas kebijakan Walikota & Wakil Walikota dari PDI Perjuangan serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Yogyakarta yang senafas dengan amanat penderitaan rakyat,” tegas Eko.

    Selain mendoakan Bung Karno, seluruh peserta juga memanjatkan doa untuk kesehatan dan kekuatan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri serta Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto dalam memimpin cita-cita kebangsaan Indonesia.

    “Kunjungan ke Blitar juga ke rumah kediaman masa kecil Bung Karno di Istana Gebang dan berkunjung ke kebun Belimbing di Karangsari untuk belajar pertanian dan pengembangan sentra produksi buah belimbing,” pungkasnya. [beq]

  • Pengunduran Diri Kades Taji Masih Dikaji, Plt Camat Karas Magetan Tegaskan Proses Harus Sesuai Aturan

    Pengunduran Diri Kades Taji Masih Dikaji, Plt Camat Karas Magetan Tegaskan Proses Harus Sesuai Aturan

    Magetan (beritajatim.com) – Beredarnya surat pengunduran diri Kepala Desa Taji, Kecamatan Karas, atas nama Sigit Supriyadi, mendapat tanggapan dari Pelaksana Tugas (Plt) Camat Karas, Eka Radityo. Ia membenarkan pihak kecamatan telah menerima salinan surat permohonan pengunduran diri tersebut.

    “Secara prinsip kami sudah menerima copy surat pengunduran diri Kades Taji dan kami menghormati keputusan itu karena merupakan hak pribadi yang bersangkutan. Namun demikian, kami masih akan mendalami lebih lanjut,” ujar Eka Radityo, Minggu (21/12/2025)

    Eka menegaskan, proses pemberhentian kepala desa atas permintaan sendiri tidak bisa dilakukan secara serta-merta. Seluruh tahapan wajib mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Bupati Magetan Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pedoman Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Desa, sebagaimana telah diubah terakhir melalui Perbup Nomor 6 Tahun 2023.

    Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa pemberhentian kepala desa atas permintaan sendiri dilakukan melalui mekanisme pengusulan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kepada Bupati Magetan melalui camat, dengan melampirkan surat pernyataan pengunduran diri.

    “Jadi tidak langsung berhenti. Ada prosedur yang harus dilalui, termasuk usulan resmi dari BPD,” jelasnya.

    Untuk memastikan kejelasan dan kelengkapan administrasi, pihak kecamatan berencana menggelar pertemuan klarifikasi bersama Kepala Desa Taji dan BPD setempat. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin (22/12/2025) mendatang.

    Eka juga menekankan bahwa selama belum terbit Surat Keputusan (SK) pemberhentian dari Bupati Magetan, Sigit Supriyadi masih sah menjabat sebagai Kepala Desa Taji dan tetap memikul kewajiban serta tanggung jawab pemerintahan desa sebagaimana mestinya.

    “Selama SK pemberhentian belum keluar, yang bersangkutan tetap berkewajiban menjalankan tugas sebagai kepala desa,” pungkasnya. [fiq/suf]

  • 400 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang

    400 Personel Gabungan Amankan Natal dan Tahun Baru di Kota Malang

    Malang (beritajatim.com) – Sebanyak 400 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, relawan, serta unsur instansi terkait lainnya diterjunkan untuk pengamanan natal dan tahun baru.

    Para personel ini akan menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di tengah meningkatnya mobilitas perayaan Natal dan tahun baru.

    Ratusan personel itu, sebelumnya telah mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2025 di Balai Kota Malang pada Jumat, (19/12/2025). Apel ini sebagai langkah strategis memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana pengamanan natal 2025 dan tahun baru 2026.

    “Operasi Lilin Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari (20 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026), sebagai bentuk antisipasi adanya Peningkatan mobilitas masyarakat selama Nataru 2025,” kata Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Minggu (21/12/2025).

    Menurut data Survey Kementerian Perhubungan diperkirakan lonjakan mobilitas masyarakat mencapai 119,5 juta orang atau naik 8.83 persen dibanding tahun sebelumnya.

    Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem akibat sistem siklonik dan prediksi puncak musim hujan periode November 2025 hingga Februari 2026 diprediksi meningkatkan risiko bencana.
    Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan ekstra demi menjamin rasa aman dan nyaman masyarakat.

    Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono mengatakan mereka menerjunkan sekitar 400 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, Damkar, relawan, serta unsur instansi terkait lainnya.

    “Operasi Lilin Semeru 2025 tidak hanya fokus pada pengamanan perayaan Nataru, tapi juga pada kesiapsiagaan kebencanaan dan pelayanan kemanusiaan. Konsekuensinya, seluruh personel harus siap siaga, responsif, dan humanis dalam menghadapi setiap dinamika di lapangan,” ujar pria yang segera bertugas sebagai Dir Reskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung ini.

    Dalam kesiapsiagaan Ops Lilin Semeru, Polresta Malang Kota didukung layanan darurat Kepolisian 110 sekaligus aplikasi Jogo Malang Presisi berbasis Whatsapp 081137802000 sebagai sarana respons cepat terhadap laporan masyarakat.

    Operasi Lilin Semeru 2025 Polresta Malang Kota diharapkan mampu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, meningkatkan kepercayaan publik, serta memastikan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berjalan aman, tertib, dan penuh rasa nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat. [luc/suf]

  • Konser Kemanusiaan Harjaba, Kotak Band dan ASN Banyuwangi Berdonasi untuk Korban Bencana

    Konser Kemanusiaan Harjaba, Kotak Band dan ASN Banyuwangi Berdonasi untuk Korban Bencana

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Konser Kemanusiaan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-254, menampilkan Kotak Band. Konser berlangsung meriah di Gedung Seni dan Budaya (Gesibu) Banyuwangi, Sabtu malam (20/12/2025).

    Tidak hanya konser musik, namun acara tersebut juga didedikasikan untuk korban bencana Sumatra. Bahkan dalam acara itu band yang beranggotakan Tantri Syalindri Ichlasari (Tantri), Mario Marcella (Cella), dan Swasti Sabdastantri (Chua) tersebut, mendonasikan sebagian pendapatannya untuk korban bencana.

    “Konser kotak malam ini di Banyuwangi sebagian pendapatan kami akan didonasikan untuk teman-teman yang ada di sana (Sumatra). Bismillah, niat kita yang baik ini, akan menjadi hal baik untuk mereka semua,” kata Tantri.

    Tantri juga mengajak para penonton untuk berdoa sejenak yang ditujukan kepada para korban bencana. “Malam hari ini kita berdoa bersama. Kita doakan karena saya yakin energi doa kita sampai pada mereka,” tambah Tantri.

    Tantri mengaku terdorong mendonasikan sebagaian pendapatannya, karena melihat semangat warga Banyuwangi yang respek korban bencana.

    Dalam acara tersebut diserahkan bantuan ‘ASN Banyuwangi Berbagi’ yang dikumpulkan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Donasi yang dikumpulkan mencapai Rp500 juta lebih dan akan disalurkan untuk warga pra sejahtera Banyuwangi dan korban bencana Sumatra.

    Dana untuk korban bencana Sumatera tersebut akan disalurkan melalui Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Sumatra, yang turut aktif menyalurkan bantuan langsung ke lokasi bencana.

    Saat konser juga mengumpulkan donasi yang dikoordinir Baznas dari para penonton yang hadir, dan terkumpul Rp8,5 juta.

    “Ini sangat luar biasa. Banyuwangi respek dan empati tinggi terhadap saudara-saudara kita (di sana). Malam hari ini bukan sekadar konser perayaan, melainkan bentuk solidaritas untuk saudara-saudara kita saat ini terkena musibah bencana alam,” pungkas vokalis berusia 36 tahun ini. [alr/suf]

  • Aktivitas Tambang di Ngebel dan Jenangan Dinilai Langgar Perda RTRW Ponorogo

    Aktivitas Tambang di Ngebel dan Jenangan Dinilai Langgar Perda RTRW Ponorogo

    Ponorogo (beritajatim.com) – Aktivitas tambang pasir dan batu (sirtu) yang terus berlangsung di Kecamatan Ngebel dan Jenangan dinilai keluar jalur dari arah pembangunan daerah.

    Dua wilayah timur Ponorogo itu sejatinya bukan kawasan tambang, melainkan ditetapkan sebagai zona pariwisata, cagar budaya, dan kawasan penyangga dalam Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Ponorogo 2023–2043.

    Dua wilayah itu, menurut aturan, bukan zona eksploitasi tambang. Namun di lapangan, aktivitas pengerukan sirtu justru terus berlangsung, baik yang berlabel ilegal maupun yang mengantongi izin.

    Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menegaskan bahwa kewenangan perizinan tambang yang berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak boleh menjadi alasan pembiaran di tingkat daerah. Pemerintah kabupaten, kata dia, tetap memiliki tanggung jawab menjaga konsistensi kebijakan tata ruang.

    “Kami harus sesuaikan dengan RTRW yang ada, karena aturan ini kuat,” kata Kang Wie panggilan karib Dwi Agus Prayitno, ditulis Minggu (21/12/2025).

    Politisi dari PKB menyebut, DPRD telah menjalin koordinasi lintas level pemerintahan, baik dengan Pemkab Ponorogo maupun Pemprov Jatim. Fokus utama koordinasi tersebut adalah mendorong penegakan RTRW secara konsekuen, termasuk menghentikan aktivitas pertambangan di kawasan yang secara regulasi tidak diperuntukkan bagi tambang.

    ‘”Kami sudah berkoordinasi dengan Pemprov, untuk meminta mengeluarkan wilayah pertambangan ini,” terangnya.

    Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk penataan ulang kawasan timur Ponorogo, sekaligus menghentikan laju eksploitasi yang berpotensi merusak lingkungan. DPRD Ponorogo menilai, aktivitas tambang yang dibiarkan berlarut tidak hanya menggerus fungsi kawasan wisata dan penyangga, tetapi juga meningkatkan risiko bencana ekologis.

    Upaya penghentian tambang, lanjut Kang Wie harus diiringi dengan pemulihan lingkungan pasca tambang serta perlindungan terhadap ekosistem yang masih tersisa. Dia menyinggung sejumlah peristiwa bencana di daerah lain sebagai peringatan agar Ponorogo tidak menunggu korban terlebih dahulu.

    “Paling tidak langkah ini kami harapkan bisa mencegah bencana terjadi, jangan sampai masyarakat menjadi korban,” pungkasnya.

    Dengan penegakan RTRW sebagai pijakan, DPRD Ponorogo mendorong agar pembangunan daerah kembali ke rel yang telah disepakati. Yakni pariwisata berkelanjutan, perlindungan kawasan strategis, dan keselamatan warga sebagai prioritas utama. [end/suf]

  • PRPP Tuban Ajak Voli dan Mini Soccer Puluhan Wartawan, Sinergitas Proyek Kilang Pertamina

    PRPP Tuban Ajak Voli dan Mini Soccer Puluhan Wartawan, Sinergitas Proyek Kilang Pertamina

    Tuban (beritajatim.com) – Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), mengajak sinergi insan pers yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ronggolawe Press Solidarity (RPS) untuk olahraga bersama di Mangrove Centre Jenu, Tuban.

    Sr. Officer CSR PRPP, Yuli Witantra mengatakan tentang pentingnya sinergi antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan, salah satunya dengan insan pers. Karena mereka sebagai corong utama dalam diseminasi informasi terkait perusahaan.

    “Kemarin, Sabtu 20 Desember 2025 kami telah melaksanakan kegiatan bersama puluhan awak media Kabupaten Tuban mengikuti turnamen bola voli pantai dan sepak bola mini di Pantai Wisata Edukasi Mangrove Desa Jenu Kabupaten Tuban,” ujar Yuli, Minggu (21/12/2025).

    Sejalan dengan tema Hari Jadi PRPP yang ke-8 tahun 2025, yaitu Moving Forward with Resilience, PRPP akan sekuat tenaga untuk memastikan Proyek GRR Tuban terealisasi. Sehingga, pihaknya berkomitmen PRPP dalam menghadapi fase krusial proyek GRR Tuban yaitu perolehan final investment decision atau FID Proyek GRR Tuban.

    “Pada tahap ini bisa dibilang ‘no turning point’ atau tidak ada jalan memutar bagi kami selain terus maju memastikan kemandirian energi nasional melalui eksekusi Proyek GRR Tuban ini,” terang Yuli.

    Yuli menegaskan pentingnya peran media, khususnya media lokal Tuban, untuk mendiseminasikan informasi terkait PRPP dan memberi dukungan semua dalam membentuk persepsi yang positif di tengah-tengah masyarakat. Utamanya, pemberitaan terkait progres Proyek GRR Tuban serta berita lainnya.

    Sementara itu, Ketua PWI Tuban, Suwandi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas ajakan silaturahmi dan bersinergi melalui kegiatan olahraga bersama yang diselenggarakan ini.

    “Meskipun kita (para jurnalis) ini berteman, tapi kalau sudah di lapangan kita saling intrik (untuk meraih kemenangan) dan itu biasa. Setelah itu ya sudah cair lagi (pertemanan kami) dan harapannya mudah-mudahan kerja sama antara PRPP dan teman-teman jurnalis Tuban tetap dapat berjalan dengan lancar di kemudian hari,” tutur Suwandi.

    Sejalan dengan hal itu, Sekretaris RPS Tuban, Dion Fajar juga menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini dan mendorong agar kegiatan seperti ini secara rutin dilakukan. “Entah itu nanti olahraga yang lain, baik basket atau olahraga apa, Insyaallah tetap seru,” tutup Dion. [dya/suf]

  • Prakiraan Cuaca Malang Raya Hari Ini:  Waspada Hujan Petir Siang hingga Sore

    Prakiraan Cuaca Malang Raya Hari Ini: Waspada Hujan Petir Siang hingga Sore

    Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperkirakan cuaca Malang Raya pada Minggu, 21 Desember 2025, di wilayah kabupaten, kota Malang, dan kota Batu.

    BMKG Juanda melaporkan bahwa kota Malang (meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun) pada pagi hari cuaca didominasi berawan hingga hujan ringan. “Memasuki pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, cuaca di seluruh kecamatan Kota Malang berpotensi hujan petir,” dikutip dari laman resmi BMKG Juanda.

    Sore hari pukul 17.00 WIB, hujan diprediksi mereda dan cuaca berganti menjadi berawan. Malam hari cuaca di kota Malang diperkirakan berawan. Hari Senin (22/12/2025) dini hari, cuaca di Malang umumnya berawan.

    Sementara itu, wilayah Kabupaten Malang pada Minggu (21/12/2025) pagi hari umumnya berawan. Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena hujan petir diprediksi terjadi cukup meluas pada siang hari.

    Kemudian, pukul 12.00 WIB hingga 16.00 WIB, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah.

    “Cuaca hujan petir diprakirakan terjadi di Ampelgading, Bantur, Bululawang, Dampit, Dau, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Kalipare, Kepanjen, Kromengan, Ngajum, Pagak, Pagelaran, Pakis, Pakisaji, Poncokusumo, Sumbermanjing Wetan, Sumberpucung, Tajinan, Tirtoyudo, Tumpang, Turen, Wagir, Wajak, dan Wonosari,” masih dikutip dari laman BMKG Juanda.

    Malam hari, hujan di sebagian besar wilayah kabupaten diprakirakan mereda dan berganti menjadi cuaca berawan. Dini hari Senin (22/12/2025) wilayah di kabupaten Malang cuaca umumnya berawan.

    Kota Batu pada Minggu, 21 Desember 2025, pagi hari diperkirakan cuaca hujan ringan. Mulai pukul 14.00 WIB, hujan meningkat intensitasnya menjadi hujan petir di seluruh kecamatan.

    Kota Batu yang meliputi Batu, Bumiaji, dan Junrejo, mengalami hujan petir hingga sore hari pukul 16.00 WIB. Kemudian malam hari cuaca berawan. Dini hari Senin, 22 Desember 2025, cuaca kembali berawan. [dan/suf]

  • Diskusi Buku ‘Reset Indonesia’ Dibubarkan Aparat di Madiun, Ruang Publik Kembali Dikebiri

    Diskusi Buku ‘Reset Indonesia’ Dibubarkan Aparat di Madiun, Ruang Publik Kembali Dikebiri

    Madiun (beritajatim.com) – Ruang diskusi publik kembali menyempit. Acara bedah buku ‘Reset Indonesia’ yang digelar terbuka untuk masyarakat di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kabupaten Madiun, dihentikan secara paksa oleh aparat pemerintah kecamatan dan kepolisian, Sabtu malam (20/12/2025).

    Pembubaran ini memunculkan kembali kekhawatiran soal kebebasan berekspresi di tingkat lokal.
    Buku ‘Reset Indonesia’ merupakan karya kolektif Tim Indonesia Baru yang ditulis Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Diskusi tersebut dihadiri puluhan warga dari berbagai latar belakang dan tidak memuat agenda politik praktis.

    Namun sebelum acara dimulai, aparat mendatangi lokasi dan meminta panitia menghentikan seluruh rangkaian kegiatan. Peserta yang baru datang diminta pulang, sementara peserta yang sudah berkumpul diarahkan untuk membubarkan diri. Situasi sempat memanas akibat tekanan yang datang secara tiba-tiba.

    Ketua panitia diskusi, Gizzatara, menyebut larangan disampaikan langsung oleh Camat Madiun bersama aparat kepolisian tanpa penjelasan yang transparan. “Pak Camat secara tegas melarang diskusi ini digelar di Pundensari. Tidak ada dialog, tidak ada ruang klarifikasi. Langsung diminta bubar,” kata Gizzatara.

    Padahal, menurut panitia, seluruh prosedur telah ditempuh. Surat pemberitahuan kegiatan telah disampaikan kepada kepolisian jauh hari sebelum acara. Namun izin administratif itu seolah tak berarti ketika aparat memutuskan turun tangan langsung.

    Gizzatara juga mengungkapkan adanya pernyataan aparat yang secara khusus melarang kehadiran Dandhy Laksono sebagai narasumber. Larangan personal ini dinilai menunjukkan sikap berlebihan dan diskriminatif terhadap pemikiran kritis.

    “Kami hanya membedah buku, bukan kampanye, bukan agitasi. Tapi perlakuannya seolah ini ancaman negara,” ujarnya.

    Penulis ‘Reset Indonesia’, Dandhy Laksono, menyatakan pembubaran ini menjadi preseden buruk bagi iklim demokrasi. Ia menegaskan, diskusi serupa telah digelar di sedikitnya 47 kota di Indonesia tanpa hambatan berarti.

    “Ini pertama kalinya acara ‘Reset Indonesia’ dibubarkan. Ironisnya, justru terjadi di ruang publik desa,” kata Dandhy.

    Menurutnya, tindakan aparat yang alergi terhadap diskusi justru membenarkan kritik-kritik yang disampaikan dalam buku tersebut.

    “Apa yang terjadi malam ini adalah contoh nyata masalah yang kami tulis. Ketika gagasan dianggap ancaman, di situlah Indonesia butuh di-reset,” tegasnya.

    Pembubaran diskusi buku ini menambah daftar panjang pembatasan ruang dialog warga oleh aparat negara. Di tengah klaim pemerintah soal demokrasi dan keterbukaan, peristiwa di Madiun menunjukkan bahwa kebebasan berpikir di tingkat akar rumput masih mudah dibungkam oleh kekuasaan. [rbr/suf]

  • BMKG Ingatkan Warga Mojokerto Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Akhir Desember

    BMKG Ingatkan Warga Mojokerto Waspadai Cuaca Ekstrem hingga Akhir Desember

    Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengingatkan masyarakat Kabupaten dan Kota Mojokerto untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan terjadi pada periode 21 hingga 31 Desember 2025. Wilayah Mojokerto termasuk dalam daerah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.

    Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, koordinator BMKG Provinsi Jawa Timur, Taufiq Hermawan menjelaskan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto, telah memasuki musim hujan dan beberapa daerah diperkirakan sudah berada pada puncaknya.

    “Dalam 11 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat, termasuk di wilayah Mojokerto. Seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es,” ungkapnya, Minggu (21/12/2025).

    Ia mengungkapkan, kondisi cuaca ekstrem tersebut dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia serta munculnya bibit siklon tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Barat. Meski tidak berdampak langsung, fenomena tersebut memicu peningkatan intensitas hujan di Jawa Timur.

    “Selain itu, suhu muka laut di Selat Madura yang masih cukup tinggi serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan konvektif. Hal ini berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” katanya.

    BMKG Juanda mengimbau masyarakat Mojokerto, terutama yang tinggal di wilayah rawan banjir dan daerah dengan topografi curam atau perbukitan, agar lebih waspada terhadap potensi bencana seperti longsor, banjir bandang, pohon tumbang, jalan licin, hingga berkurangnya jarak pandang.

    “Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terkini dan peringatan dini dari BMKG, serta mengantisipasi perubahan cuaca yang bisa terjadi secara mendadak. Sebagai langkah antisipasi, BMKG menyediakan layanan pemantauan cuaca melalui radar cuaca WOFI di laman resmi Stasiun Meteorologi Juanda,” ujarnya.

    Selain itu, lanjutnya, peringatan dini cuaca tiga harian dan 2–3 jam ke depan yang disebarkan melalui website, media sosial @infobmkgjuanda, serta layanan telepon dan WhatsApp 24 jam. Pihaknya berharap kewaspadaan dini tersebut dapat meminimalkan risiko dan dampak cuaca ekstrem bagi masyarakat Mojokerto menjelang akhir tahun 2025. [tin/suf]