Author: Beritajatim.com

  • Timo Scheunemann: Perkembangan Sepak Bola Putri di Indonesia Melonjak

    Timo Scheunemann: Perkembangan Sepak Bola Putri di Indonesia Melonjak

    Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih kepala program MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, menyebut perkembangan sepak bola putri terus meningkat di berbagai daerah di Indonesia. Banyak talenta muda bermunculan melalui turnamen kelompok umur, termasuk Hydroplus Soccer League yang berlangsung di Surabaya.

    Timo menilai kualitas peserta pada tahun pertama penyelenggaraan turnamen tersebut melampaui ekspektasinya.

    “Lebih baik dari yang saya perkirakan. Memang secara kualitas masih di bawah Bandung dan Jakarta, tapi ini tahun pertama dan hasilnya sudah bagus sekali. Kualitasnya di atas prediksi saya,” ujar Timo, Minggu (21/12/2025).

    Pencapaian ini tidak lepas dari kerja panjang tim MilkLife Soccer Challenge yang konsisten mendatangi sekolah-sekolah untuk mengenalkan sepak bola putri.

    “Selama lebih dari satu tahun kami mendatangi sekolah-sekolah dan instansi untuk mengajak mereka bermain sepak bola. Itu proses yang tidak sederhana,” ucapnya.

    Timo juga mencontohkan lonjakan jumlah pemain putri di Kudus. Tiga tahun lalu hanya ada satu pemain perempuan, kini jumlahnya mencapai 2.200 pemain.

    “Di Kudus dan sekitarnya sekarang sudah ada 2.200 pemain putri. Itu baru satu wilayah,” jelasnya.

    Di Jakarta pun pendekatan ke sekolah dan instansi dilakukan bertahap. Pada gelaran pertama hanya sekitar 20 sekolah berpartisipasi, kemudian meningkat menjadi 60 sekolah, hingga mencapai 220 sekolah pada pelaksanaan terakhir.

    “Ini sebuah movement yang sangat positif. Sampai sekarang kami bahkan kewalahan karena harus melakukan kualifikasi masuk MilkLife. Sekolah yang ingin ikut sangat banyak,” imbuhnya.

    Menurut Timo, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan Djarum Foundation, termasuk peran media dalam menyampaikan pesan positif tentang sepak bola putri. Ia menyebut ekosistem kompetisi kini sudah tersusun berjenjang, mulai tingkat SD, SSB, hingga perguruan tinggi.

    “Kita sudah punya jembatan dari SD sampai universitas. Ini penting supaya orang tua tidak khawatir. Anak main bola itu untuk apa? Kalau bagus, bisa lanjut kuliah lewat jalur sepak bola,” katanya.

    Lebih dari sekadar prestasi, Timo menekankan bahwa kesenangan bermain sepak bola harus menjadi fondasi utama. Menurutnya, olahraga ini berperan besar dalam kesehatan mental, sosial, dan pembentukan karakter anak.

    “Nomor satu itu senang. Jangan sampai lupa, dia main bola karena senang, bukan karena terpaksa. Kedua, pengembangan karakter. Soal jadi pemain nasional atau profesional, jangan terlalu muluk-muluk,” pungkasnya. (way/but)

     

  • Program TEKAD 2025, Mendes PDT Dorong Desa di Indonesia Timur Kejar Ketertinggalan

    Program TEKAD 2025, Mendes PDT Dorong Desa di Indonesia Timur Kejar Ketertinggalan

    Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah mengevaluasi Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) 2025 untuk memastikan desa-desa di kawasan Indonesia timur mampu mempercepat kebangkitan ekonomi dan mengejar ketertinggalan pembangunan.

    Program TEKAD menyasar 1.110 desa di sembilan provinsi, meliputi Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Induk, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

    Program ini dijalankan melalui kerja sama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

    Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak nyata TEKAD terhadap peningkatan ekonomi desa, baik di tingkat rumah tangga maupun melalui badan usaha milik desa (BUMDes).

    “Target kita ada peningkatan ekonomi, baik skala rumah tangga maupun skala usaha seperti BUMDes,” kata Yandri saat Workshop Nasional Evaluasi Program TEKAD 2025 di Vasa Hotel Surabaya, Minggu (21/12/2025) malam.

    Menurut Yandri, pendampingan menjadi kunci agar potensi desa di kawasan timur bisa berkembang secara berkelanjutan. Pemerintah tidak menyeragamkan model usaha, tetapi mendorong desa menguatkan keunggulan masing-masing.

    “Kita tidak menyeragamkan 1.110 desa sasaran itu satu produk. Yang kita kawal adalah bagaimana potensi desa itu menjadi keunggulan mereka,” ujarnya.

    Ia mencontohkan pembinaan kopi Bajawa di Kabupaten Ngada, NTT, yang mampu meningkatkan rencana ekspor dari lima ton menjadi 10 ton pada ekspor perdana. Produk desa lainnya juga diarahkan menembus pasar antarprovinsi hingga ekspor.

    “Termasuk produk-produk yang lain, bisa jadi itu dipasarkan ke provinsi lain atau juga ke ekspor,” kata Yandri.

    Ia menambahkan, pendampingan dilakukan secara berjenjang melalui fasilitator di tingkat provinsi dan kecamatan, disertai pelatihan dan peningkatan literasi sesuai sektor unggulan desa.

    Beberapa desa bahkan difasilitasi belajar langsung ke wilayah lain yang dinilai lebih maju di bidang tertentu. “Pendampingan dan pemberdayaan itu yang paling penting. Bukan hanya bantuan dana,” ujarnya.

    Yandri menegaskan, TEKAD menjadi bagian dari upaya merapatkan kesenjangan pembangunan antarwilayah, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang menempatkan desa sebagai titik awal pertumbuhan.

    “Harapannya desa-desa di kawasan Indonesia timur bisa mengejar ketertinggalannya,” pungkas Yandri. [ipl/but]

  • Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Tinjau Posko OMC Juanda, Khofifah Pastikan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Optimal

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi di Jawa Timur berjalan optimal seiring memasuki periode puncak musim hujan.

    Kepastian tersebut disampaikannya saat meninjau langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor dalam upaya mengurangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, yang berpotensi meningkat pada musim hujan.

    Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca di Jawa Timur telah dimulai sejak 5 Desember 2025 dan hingga saat ini telah dilakukan sebanyak 30 kali sortie selama 17 hari masa OMC yang telah berjalan. OMC merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD Jatim, Lanudal Juanda, BMKG, serta PT Milan Pillery Bersatu selaku operator modifikasi cuaca.

    “BMKG menyampaikan bahwa puncak hujan di Bulan Desember adalah 20 persen. Sedangkan puncaknya puncak ada di Bulan Januari yang mencapai 58 persen dan di Februari 22 persen,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Posko OMC Base Ops Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, Sidoarjo, Minggu (21/12/2025).

    Khofifah menegaskan bahwa modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk meminimalkan dampak hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana.

    “Proses modifikasi cuaca ini adalah bagian dari yang kita inginkan jangan sampai ketika terjadi hujan lebat yang tidak terhindarkan dari hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.

    Gubernur Khofifah menekankan bahwa OMC dilaksanakan berdasarkan pendekatan ilmiah (scientific based approach). Penentuan titik persemaian awan bersifat dinamis, mengikuti pergerakan awan yang terpantau melalui radar cuaca.

    “Sebagai contoh, jadwal hari ini rencana take off pukul 11.30 WIB diarahkan ke bagian selatan, sementara pukul 13.30 WIB akan difokuskan ke bagian utara. Titik semai garam atau kapur ini sesuai update pergerakan awan sesuai data satelit,” kata Khofifah.

    Sebagai informasi, OMC bertujuan membantu awan yang telah terbentuk agar hujan turun lebih teratur dan merata. OMC menggunakan bahan ramah lingkungan yang disemai melalui pesawat khusus untuk membantu pembesaran butiran air di awan sehingga hujan dapat terdistribusi lebih baik.

    “OMC bukan bertujuan untuk membuat hujan tiba-tiba, melainkan agar hujan tidak turun terlalu deras di suatu tempat. Sehingga bisa mengurangi resiko banjir, tanang longsor dan bencana lainnya,” jelasnya.

    Hingga 20 Desember 2025, total penerbangan OMC telah mencapai 30 sortie dengan penggunaan bahan semai sebanyak 14.000 kilogram CaO dan 16.000 kilogram NaCl, serta total jam terbang mencapai 62 jam 24 menit.

    Selain upaya mitigasi melalui OMC, Gubernur Khofifah juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam mitigasi mandiri di lingkungan masing-masing.

    “Mari kita lakukan kewaspadaan bersama semaksimal mungkin untuk menghindari hal-hal yang membahayakan,” ajak Khofifah.

    Khofifah juga mengingatkan masyarakat untuk mendukung kelancaran aktivitas selama musim hujan dengan menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah ke sungai, membersihkan saluran air, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang.

    “Hal-hal seperti ini saya rasa bisa kita akses informasi dari berbagai platform agar kehidupan kita aman dan selamat,” pungkasnya. (tok/but)

  • Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Bengkel Mobil Kelingan Satlantas Polres Gresik Siap Bantu Pemudik dan Wisatawan

    Gresik (beritajatim.com) – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Satlantas Polres Gresik melakukan inovasi layanan dengan menyiagakan bengkel mobil keliling “Kelingan Aman”. Unit ini ditujukan untuk membantu pemudik dan wisatawan yang mengalami kendala teknis pada kendaraan saat perjalanan.

    Mobil berwarna dasar putih-biru tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 dan ditempatkan di kawasan Gressmall, Jalan Sumatera, Gresik.

    Kendaraan ini dirancang sebagai unit reaksi cepat untuk menangani gangguan ringan kendaraan. Di dalamnya tersedia berbagai peralatan mekanik seperti kompresor angin, kunci teknis, dan perlengkapan pendukung lainnya, guna memastikan kendaraan kembali laik jalan.

    “Wah saya terbantu sekali adanya mobil Kelingan Aman ini saat motor kami bannya kempes,” ujar Firman, warga Pulopancikan Gresik, Minggu (21/12/2025).

    Petugas siaga langsung mengerahkan mobil tersebut untuk melakukan pengisian angin dan pengecekan kendaraan secara gratis sehingga pengendara dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.

    Kasatlantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menjelaskan bahwa kehadiran mobil bengkel keliling ini merupakan bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru 2025 yang berfokus pada peningkatan layanan kepada masyarakat selama masa libur Nataru.

    “Tujuannya memastikan masyarakat yang sedang menikmati liburan tidak terhambat oleh kendala teknis kendaraan. Gangguan ringan seperti ban kempes atau masalah mesin bisa terjadi kapan saja,” ujarnya.

    Pama Polres Gresik itu menambahkan, layanan bengkel keliling ini diharapkan mampu menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat kendaraan tidak layak jalan, sekaligus mencegah kemacetan akibat kendaraan mogok di kawasan ramai.

    “Dengan inovasi ini, kami menegaskan komitmen memberikan rasa aman, nyaman, dan perlindungan maksimal bagi pemudik maupun wisatawan saat menikmati liburan Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. [dny/but]

  • Black Owl Surabaya Komitmen Bantu Korban Kasus Percobaan Pemerkosaan

    Black Owl Surabaya Komitmen Bantu Korban Kasus Percobaan Pemerkosaan

    Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Black Owl Surabaya berkomitmen mendukung pihak kepolisian untuk terus melakukan proses hukum kepada mantan supervisor berinisial RB yang dilaporkan usai menganiaya dan mencoba memperkosa salah satu konsumen berinisial SD.

    “Manajemen Black Owl Surabaya tentu akan mendukung penuh korban. Di surat somasi kedua kami sudah menjelaskan kami siap membantu korban untuk dengan memberikan semua yang dibutuhkan polisi untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Legal Black Owl Egy Ramadhan.

    Egy menjelaskan dari informasi yang didapat pihak manajemen Black Owl Surabaya, korban SD sudah dua kali menginjakan kaki di salah satu klub terbesar di kota Pahlawan itu. Kunjungan pertama, SD saat itu bersama rekan-rekannya. Di kunjungan pertama itulah, SD mendapatkan voucher membership senilai Rp 2 juta dari manajemen Black Owl Surabaya.

    “Saat datang pertama kali, korban datang bersama dengan orang yang lebih tua begitu dan diberi voucher. Voucher itu memang diperuntukan untuk konsumen perempuan. Kita juga tidak tahu bagaimana korban bisa kebetulan dapat. Jadi dibagikan random saja,” imbuh Egy.

    Egy mengatakan, RB menggunakan relasi kuasa untuk menabrak aturan perusahaan. Seperti yang terjadi pada kedatangan korban 16 Oktober 2025. Menurut Egy, saat itu RB sengaja menekan karyawan lain agar korban dapat masuk sebagai konsumen walaupun usianya masih belum cukup. RB juga pihak yang mengurus penukaran voucher yang dimiliki SD.

    “Voucher itu bisa digunakan tanpa pembelian minimum. Bisa digunakan untuk makan dan minum di Black Owl Surabaya. Memang untuk karyawan setingkat RB ini kan dia punya kuasa untuk menekan karyawan lain. Memang dia (RB) ini biang keroknya,” tegas Egy.

    Atas peristiwa ini, pihak manajemen Black Owl Surabaya sudah melakukan pemecatan kepada RB sehari setelah peristiwa penganiayaan dan upaya pemerkosaan terjadi. Menurut Egy, peristiwa ini merupakan murni kesalahan RB. Sehingga, ia meminta agar tidak ada lagi pihak yang menyerang Black Owl Surabaya sebagai sebuah perusahaan.

    “Kita sudah tindak tegas dengan pemecatan terhadap karyawan yang bermasalah. ketika ada salah satu pemangku jabatan tidak menjalankan SOP nya dengan baik apakah organisasi yang dicoret. Nggak dong pasti oknumnya dong yang kita permasalahkan kan gitu ya,” jelasnya.

    Diketahui sebelumnya, Supervisor Black Owl Surabaya berinisial RB dilaporkan ke polisi lantaran mencoba memerkosa salah satu pengunjung yang masih berusia anak-anak. Beruntung, aksi percobaan pemerkosaan itu gagal usai RB digerebek istrinya.

    Penasehat Hukum Korban, Renald Christopher mengatakan aksi percobaan pemerkosaan itu terjadi pada 17 Oktober 2025 lalu di Best Hotel Surabaya jalan Kedungsari.

    “RB membohongi korban berinisial SD akan diantar pulang dengan taksi online. Namun ternyata malah dibawa ke Best Hotel,” kata Renald.

    Renald menjelaskan saat itu korban datang sendiri ke Black Owl untuk merayakan ulang tahun bersama temannya. Namun, saat itu teman korban tidak datang. Sehingga korban sendirian di Black Owl Surabaya.

    “Korban sebelumnya diberi voucher senilai Rp 2 juta dan bisa digunakan untuk minuman beralkohol saja. Lalu pada tanggal 16 Oktober korban diundang oleh manajer Black Owl untuk datang dan menggunakan vouchernya,” imbuh Renald.

    Selama berada di Black Owl Surabaya, korban ditemani oleh pelaku RB. Keduanya baru berkenalan saat itu usai dikenalkan oleh manajer Black Owl yang mengundang korban. Selama bersama, RB terus mencekoki SD dengan minuman beralkohol hingga mabuk. Selama minum, korban mengaku terus dibujuk rayu agar mau pulang bersama. Namun, ajakan itu terus ditolak oleh SD.

    “Pelaku memanfaatkan kesadaran korban yang mulai hilang karena minum alkohol. Saat itu pelaku sudah memesan taksi online dan korban dijanjikan diantar pulang. Namun oleh pelaku malah diajak ke Best Hotel,” tuturnya. (ang/but)

  • Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Polisi Bantah Bubarkan Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun

    Madiun (beritajatim.com) – Kepolisian menegaskan tidak pernah melakukan pembubaran terhadap kegiatan diskusi dan bedah buku “Reset Indonesia” yang berlangsung di wilayah Kabupaten Madiun pada Sabtu malam (20/11/2025). Isu penghentian acara tersebut disebut bukan berasal dari aparat kepolisian.

    Kapolsek Nglames AKP Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya memang menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari. Namun, pemberitahuan itu disampaikan secara mendadak dan tidak melalui mekanisme resmi.

    “Pemberitahuan kami terima sore hari melalui pesan singkat dalam bentuk PDF. Selain waktunya mepet, tanggal dalam dokumen juga tidak sesuai,” kata AKP Gunawan saat dikonfirmasi, Minggu (21/12/2025).

    AKP Gunawan mengungkapkan dirinya tidak berada di lokasi saat acara berlangsung karena sedang mengikuti agenda lain bersama unsur Koramil. Meski begitu, ia telah menginstruksikan anggotanya untuk mendatangi lokasi kegiatan.

    “Saya minta anggota datang ke lokasi hanya untuk memantau agar kegiatan berjalan aman dan tertib. Bahkan sebelumnya kami sudah berkoordinasi dengan panitia agar acara selesai pukul 22.00 WIB,” ujarnya.

    Menurutnya, penghentian kegiatan diduga berkaitan dengan sikap pihak pemerintah kecamatan yang menilai acara tersebut belum mengantongi izin yang lengkap. Namun, ia menegaskan kepolisian tetap mengedepankan pendekatan persuasif.

    “Dari sisi kami tidak ada pembubaran. Justru kami berkewajiban mengamankan karena ada kerumunan warga. Semua dilakukan secara koordinatif,” jelasnya.

    AKP Gunawan menambahkan, kepolisian tetap memberikan jaminan keamanan terhadap setiap kegiatan masyarakat, baik yang telah mengantongi izin resmi maupun yang baru sebatas pemberitahuan.

    “Selama ada kegiatan yang melibatkan orang banyak, tugas kami adalah memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. (rbr/but)

  • RSUD Notopuro Sidoarjo Kebanjiran, Bupati Subandi Turun Tangan

    RSUD Notopuro Sidoarjo Kebanjiran, Bupati Subandi Turun Tangan

    Sidoarjo (beritajatim.com) – Bupati Sidoarjo H.Subandi melakukan sidak ke ruang IGD RSUD. R.T Notopuro. Sidak dilakukan karena hujan deras membuat area IGD RSUD R.T Notopuro tergenang banjir hingga masuk ke ruangan pelayanan.

    Hari Minggu (21/12/2025), Bupati ingin melihat secara langsung kondisi IGD pasca banjir. Selain itu, Bupati melakukan pengecekan secara langsung apa yang menjadi penyebab serta akan memberikan solusinya seperti apa.

    “Dengan sidak ini saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan pasca banjir kemarin. Bagaimana kondisi pembuangan air sehingga menyebabkan sampai banjir, dan setelah melihat secara langsung maka bisa ditentukan langkah apa yang diambil oleh pemerintah,” katanya.

    Ruang IGD RSUD R.T Notopuro Sidoarjo yang direndam banjir sekitar selama dua jam.

    Bupati menegaskan terkait penanganan ini akan melakukan kajian bersama pihak Pemerintah Daerah juga dengan pihak RSUD R.T Notopuro. Tujuannya untuk bisa menyelesaikan masalah ini bersama-sama, agar pelayanan di RSUD tidak kembali terganggu dengan banjir.

    “Saat terjadi banjir kemarin, pelayanan sempat sedikit terganggu selama kurang lebih 2 jam, namun dari pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan yang maximal kepada pasien serta mencari solusi agar banjir segera tertangani,” terangnya.

    Setelah melihat langsung kondisi sungai sebagai tempat pembuangan air, Bupati menghimbau kepada Dinas PU Bina Marga untuk mengambil tindakan terkait beberapa bangunan yang didirikan di sempadan sungai. Kurang maximalnya fungsi drainase juga akan lebih dimaximalkan lagi selain itu juga juga memfungsikan bantaran sungai yaitu 2 meter dari bibir sungai. Tinjau dilapangan agar apabila diperlukan alat berat untuk menormalisasikan sungai tidak terhambat oleh bangunan-bangunan.

    “Maka nanti kita akan melakukan menyusuran kepada masyarakat yang tinggal di bibir sungai jangan sampai membuat bangunan di bibir sungai atau bahkan mendirikan bangunan diatasnya, karena jika terjadi banjir maka yang akan rugi masyarakat luas, apalagi dampaknya sampai mengganggu pelayanan publik seperti Rumah sakit, serta kepada PUBM untuk bisa menambahkkan pompa air agar jika terjadi banjir segera dilakukan penyedotan”pungkasnya. (isa/but)

  • Konferda-Konfercab PDIP di Jatim Tuntas, Said: 52 Persen Pengurus Usia Muda!

    Konferda-Konfercab PDIP di Jatim Tuntas, Said: 52 Persen Pengurus Usia Muda!

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah mengatakan, sebanyak 52 persen pengurus, baik di DPD dan DPC se-Jatim berusia muda atau di rentang usia 25-40 tahun.

    “Yang pertama konferda-konfercab sudah selesai. Kalau melihat komposisi dari personalia DPD-DPC, saya bersyukur, karena apa? Karena ternyata dari seluruh kepengurusan itu hampir 52 persen usianya rentang 25-40. Artinya, regenerasi di PDIP perjuangan sudah saya nyatakan untuk Jawa Timur relatif berhasil. Walaupun awalnya saya menginginkan sampai 60 persen usia rentang 25 sampai 40,” kata Said kepada wartawan di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Said yang memimpin kembali PDIP Jatim periode 2025-2030 ini mengaku optimistis bisa menambah suara pada Pemilu 2029 dengan struktur yang ada. “Kemudian, melihat SDM kami yang ternyata diisi banyak anak muda. Insya Allah saya punya keyakinan ke depan PDIP siap menatap masa depan,” tegasnya.

    Meski begitu, Said tetap mengaku bukan hal yang mudah untuk menghadapi kontestasi saat Pemilu 2029. “Yang kedua, bagaimana sih sesungguhnya kita menempatkan diri partai politik dalam hal ini PDI perjuangan menghadapi 70 persen pemilih Gen Z dan Alpha. Kami siapkan dari komposisi yang ada, anak-anak muda kami supaya menjadi pendengar yang baik. Saya katakan bolak-balik bahwa Gen Z sama Alpha itu sudah jengah terhadap politisi-politisi salon yang banyak jargon-jargon politik,” tuturnya.

    “Yang diinginkan adalah konkret kerja nyata turun ke bawah dengarkan aspirasi adik-adik kita yang Gen Z dan Alpha. Kemudian, baru kita rumuskan dan jadikan kebijakan, maka Gen Z dan Alpha akan sangat welcome terhadap PDI Perjuangan,” imbuhnya.

    Terkait PKB dan Golkar yang akan mengevaluasi Pilkada dan pemilihan kepala daerah dikembalikan lewat mekanisme DPRD?

    “Hati-hati. Kita sudah begitu maju, begitu maju. Tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang, atret. Sesungguhnya kita mau maju demokrasi kita. Apa kita akan balik ke demokrasi prosedural atau demokrasi yang substantif. Saya minta hati-hati, kaji secara mendalam plus minusnya. Jangan ada istilah bahwa kalau demokrasi yang sudah kita jalankan dalam pilkada langsung itu high cost. Apakah lewat DPD juga tidak high cost, pertanyaannya?” katanya.

    “Jangan-jangan lewat DPRD sama saja. Seharusnya problemnya bukan itu. Seharusnya problemnya adalah bagaimana partai politik melakukan edukasi terhadap para pemilih, terhadap masyarakat bahwa politik uang itu ternyata buruk bagi kehidupan kita semua,” tegasnya.

    Said meminta kepada Ketua DPC dan pengurus baru yang dilantik, sebagai garda terdepan dalam kehidupan sehari-hari harus membersamai masyarakat. Dia harus menangis dan tertawa bersama rakyat. Itu yang harus dilakukan. Karena kalau DPD kan masih di atasnya. Tapi kalau DPC, PAC kita itu kan memang di lapangan hari-hari, day to day. Itulah garda terdepan yang nanti kami akan lakukan konsolidasi dalam sebuah rapat kerja di bulan Januari 2026,” pungkasnya. (tok/but)

  • Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Ini Daftar 38 Ketua DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur, Siapa Saja?

    Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Said Abdullah mengatakan, sebanyak 52 persen pengurus, baik di DPD dan DPC se-Jatim berusia muda atau di rentang usia 25-40 tahun.

    “Yang pertama konferda-konfercab sudah selesai. Kalau melihat komposisi dari personalia DPD-DPC, saya bersyukur, karena apa? Karena ternyata dari seluruh kepengurusan itu hampir 52 persen usianya rentang 25-40. Artinya, regenerasi di PDIP perjuangan sudah saya nyatakan untuk Jawa Timur relatif berhasil. Walaupun awalnya saya menginginkan sampai 60 persen usia rentang 25 sampai 40,” kata Said kepada wartawan di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (21/12/2025).

    Ini daftar Ketua DPC PDI Perjuangan di 38 kabupaten/kota se-Jatim:

    1. Bangkalan – Ketua: Lukman Hakim; Personalia: Nur Hakim, Farida Tri Astutik
    2. Banyuwangi – Ketua: Ana Aniati; Personalia: Fiki Sevtarinda, Yusi Teguh
    3. Kota Batu – Ketua: Syaifudin Zuhri; Personalia: Ganisha Pratiwi Rumpoko, Amin Tohari
    4. Blitar Kabupaten – Ketua: Guntur Wahono; Personalia: Supriadi, Basori
    5. Blitar Kota – Ketua: Yudi Meira; Personalia: Sugeng Praptono, Sudarwati
    6. Bojonegoro – Ketua: Bambang Sutriyono; Personalia: Donny Bayu, Natasha Devianti
    7. Bondowoso – Ketua: Sinung Sudrajad; Personalia: Andi Hermanto, Evi Sulistiani
    8. Gresik – Ketua: Gus Yani; Personalia: H. Thoriqi Fajrin, H. Nadril
    9. Jember – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo P., Candra Ary F.
    10. Jombang – Ketua: Sumrambah; Personalia: Donny Anggun, Adi Artama Putra

    11. Kediri Kabupaten – Ketua: Hanindito Himawan Pramana; Personalia: Dodi Purwanto, Danang Saputro
    12. Kediri Kota – Ketua: Yoga Pratama Putra; Personalia: Dimas Rangga Satria Ilham, Sunarsiwi Kurnia Ganik Praman
    13. Lamongan – Ketua: Husain; Personalia: Erna Sujarwati, Irham Akbar Aksara
    14. Lumajang – Ketua: Widarto; Personalia: Edi Cahyo Purnomo, Candra Ary Fianto
    15. Madiun Kabupaten – Ketua: Fery Sudarsono; Personalia: Lussy Endang, Suprapto
    16. Madiun Kota – Ketua: Sutardi; Personalia: Indah Raya, Hanura Kelana
    17. Magetan – Ketua: Diana AV; Personalia: Suyono, Sofyan
    18. Malang Kabupaten – Ketua: Didik Gatot Subroto; Personalia: Abdul Korid, Tantri Baroroh
    19. Malang Kota – Ketua: Amitia Ratmagani; Personalia: Abhad Wanedi, Ahmad Zakaria
    20. Mojokerto Kabupaten – Ketua: Ida Bagus Nugroho; Personalia: Nurida Lukitasari, Setia Pudji Lestari

    21. Mojokerto Kota – Ketua: Santoso Bekti Wibowo; Personalia: Rahman Sidarta A., Silvia Elya R.
    22. Nganjuk – Ketua: Marhaen Djumadi; Personalia: Marianto, Bambang
    23. Ngawi – Ketua: Dwi Rianto Jatmiko; Personalia: Feligia Agit Hendiadi, Agung Rezkina Pramesti
    24. Pacitan – Ketua: Heru Setyanto; Personalia: Heriyanto, Lilik Hidayat
    25. Pamekasan – Ketua: Taufadi; Personalia: Nady Mulyadi, Muhammad Sofwan Efendi
    26. Pasuruan Kabupaten – Ketua: Arifin; Personalia: Muhammad Zaini, Sugianto
    27. Pasuruan Kota – Ketua: Mahfud Husairi; Personalia: Tatit Panji Suryo Putro, Andri Setyani
    28. Ponorogo – Ketua: Siswandi; Personalia: Johan Bakhtiar, Evi Dwitasari
    29. Probolinggo Kabupaten – Ketua: Khairul Anam; Personalia: Abdul Basyit, Arif Hidayat
    30. Probolinggo Kota – Ketua: Tommy Wahyu Prakoso; Personalia: Sukardi Mitho, Sahri Trigiantoro

    31. Sampang – Ketua: Iwan Efendi; Personalia: Suhufil Mukarromah, Hakam
    32. Sidoarjo – Ketua: Hari Yulianto; Personalia: Reimond Tara Wahyudi, Kasipah
    33. Situbondo – Ketua: Andi Handoko; Personalia: Fathor Rahman, Ningsih
    34. Sumenep – Ketua: Achmad Fauzi Wongsojudo; Personalia: Abrari, Indriyani Yulia Mariska
    35. Surabaya – Ketua: Armuji; Personalia: Syaifuddin Zuhri, Agata Retno Sari
    36. Trenggalek – Ketua: Mochamad Nur Arifin; Personalia: Doding Rahmadi, Didit Sasongko
    37. Tuban – Ketua: Ony Setiawan; Personalia: Kusmen, Mustain
    38. Tulungagung – Ketua: Erma Susanti; Personalia: Samsul Huda, Binti Luklukah

    (tok/but)

  • Amazing Quran Digelar di Surabaya, Dorong Program Indonesia Bisa Baca Al-Quran

    Amazing Quran Digelar di Surabaya, Dorong Program Indonesia Bisa Baca Al-Quran

    Surabaya (beritajatim.com) – Cinta Quran Foundation bersama Shafira Tour & Travel menggelar Amazing Quran di The Westin Surabaya, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini untuk memperkuat program Indonesia Bisa Baca Quran (IBBQ) sebagai upaya menekan angka buta aksara Al-Quran di Indonesia.

    Data Kementerian Agama RI tahun 2024 mencatat sekitar 72,25 persen umat Islam di Indonesia belum mampu membaca Al-Quran. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan program literasi Quran yang telah dijalankan Cinta Quran Foundation sejak 2015.

    Melalui program IBBQ, Cinta Quran Foundation menggunakan metode pembelajaran yang sederhana dan terukur, sehingga dapat diikuti berbagai kelompok usia. Selama satu dekade, program ini telah menjangkau lebih dari 350.000 penerima manfaat di berbagai daerah.

    Dewan Pembina Cinta Quran Foundation, Fatih Karim, mengatakan kegiatan ini difokuskan pada penguatan kemampuan dasar membaca Al-Quran sebagai fondasi pembinaan umat.

    “Bagaimana mungkin umat dekat dengan Al-Quran jika membacanya belum bisa. Karena itu, pemberantasan buta aksara Quran menjadi prioritas,” ujarnya.

    Dukungan terhadap program IBBQ juga datang dari Bank Muamalat. Melalui Cinta Quran Foundation, bank syariah tersebut menyalurkan bantuan sebesar Rp500 juta untuk penguatan program literasi Al-Quran di masyarakat.

    Kegiatan Amazing Quran di Surabaya turut menghadirkan sejumlah tokoh dan figur publik sebagai pendukung gerakan literasi Quran. Kehadiran mereka untuk memperluas jangkauan pesan program kepada masyarakat.

    Salah satu pendukung kegiatan, Ivan Gunawan, menilai dukungan terhadap fasilitas ibadah dan pendidikan keagamaan memiliki dampak jangka panjang. “Kalau tas bisa habis dipakai orang untuk fashion, masjid bisa dipakai orang sujud selama puluhan tahun,” katanya.

    Sementara Ruben Onsu menyampaikan bahwa proses belajar tentang Islam merupakan bagian dari upaya perbaikan diri. “Semenjak mualaf, saya terus dikelilingi orang-orang baik sehingga membuat saya semangat untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ungkapnya.

    Cinta Quran Foundation menargetkan program Indonesia Bisa Baca Quran terus diperluas melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Dari Surabaya, pelaksanaan Amazing Quran diharapkan mendorong percepatan penurunan angka buta aksara Al-Quran di berbagai wilayah Indonesia. [ipl/aje]