Author: Beritajatim.com

  • PT Agrinas Tinjau Progres Koperasi Merah Putih Ponorogo, Pembangunan Gedung Dikebut

    PT Agrinas Tinjau Progres Koperasi Merah Putih Ponorogo, Pembangunan Gedung Dikebut

    Ponorogo (beritajatim.com) – PT Agrinas Pangan Nusantara meninjau langsung progres pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis koperasi. Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono.

    Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan Koperasi Merah Putih Ponorogo berjalan sesuai rencana dan target waktu. Hingga saat ini, pembangunan gedung koperasi di sejumlah titik strategis di Ponorogo masih berlangsung dan terus dikebut.

    Tercatat ada tiga lokasi yang menjadi fokus pengecekan progres pembangunan, yakni Kelurahan Singosaren, Kecamatan Jenangan, serta Desa Sukorejo dan Desa Serangan di Kecamatan Sukorejo. Di setiap lokasi, rombongan memantau langsung tahapan pekerjaan fisik sekaligus kesiapan pendampingan di lapangan.

    Dari hasil peninjauan tersebut, Mayjen TNI Trenggono menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pembangunan KDKMP di wilayah Ponorogo. Ia menilai proses pembangunan berjalan optimal berkat dukungan dan pengawalan jajaran teritorial.

    “Terimakasih Kodim 0802 Ponorogo atas dukungannya terhadap pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih,” kata Mayjen TNI Trenggono, Senin (22/12/2025).

    Komandan Kodim 0802/Ponorogo Letkol Arh Farauk Saputra yang mendampingi langsung kunjungan kerja tersebut mengatakan kehadiran pimpinan PT Agrinas Pangan Nusantara memberikan dorongan moral bagi personel di lapangan, khususnya para Babinsa yang terlibat dalam pendampingan program.

    “Bangga dan sangat berterimakasih atas kunjungan Beliau dan tentunya ini benar benar memberikan motivasi dan semangat atas kinerja kami termasuk para Babinsa yang terus melakukan pendampingan dan pengawalan program KDKMP di wilayah Kodim 0802/Ponorogo,” ungkap Dandim Ponorogo.

    Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Kodim 0802/Ponorogo bertujuan memastikan pembangunan gedung koperasi berjalan lancar dan sesuai dengan harapan komando atas, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk penguatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

    Peninjauan progres pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat lintas sektor. Di antaranya Kapolsek Sukorejo Iptu Agus Tri Wiyono, Kasiterrem 081/Dsj Letkol Inf Subagya Pujianto, Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Inf Agus Budi Cahyono, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Ponorogo Toni Sumarsono.

    Hadir pula Camat Sukorejo Drs. Setyo Harry Sujatmiko serta Staf Agrinas wilayah Ponorogo–Pacitan Rifqi yang ikut mendampingi rangkaian peninjauan lapangan tersebut. [end/beq]

  • Pimpin Upacara Hari Bela Negara dan Hari Ibu, Mbak Wali: Indonesia Kuat dari Semangat Bela Negara dan Perempuan Berdaya

    Pimpin Upacara Hari Bela Negara dan Hari Ibu, Mbak Wali: Indonesia Kuat dari Semangat Bela Negara dan Perempuan Berdaya

    Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 dan Hari Ibu ke-97 yang digelar di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (22/12/2025). Dalam momentum tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali menegaskan bahwa Indonesia yang kuat lahir dari semangat bela negara dan pemberdayaan perempuan.

    Dalam amanatnya, Mbak Wali menyampaikan bahwa 19 Desember diperingati sebagai Hari Bela Negara untuk mengenang peristiwa bersejarah berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948.

    “Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata bahwa semangat bela negara, keberanian, serta persatuan rakyat mampu menjaga Republik Indonesia tetap berdiri di tengah ancaman agresi dan krisis,” ujarnya.

    Tahun ini, Hari Bela Negara mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat pertahanan, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari disrupsi teknologi, ancaman siber, radikalisme, bencana alam, hingga derasnya arus informasi yang rawan disalahgunakan.

    Dalam konteks itu, Mbak Wali menekankan pentingnya implementasi nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari, seperti menjaga persatuan, memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi, membantu masyarakat terdampak bencana, serta berkontribusi aktif sesuai peran dan profesi masing-masing.

    Pada hari yang sama, Pemerintah Kota Kediri juga memperingati Hari Ibu ke-97. Momentum ini berakar dari Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 dan ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

    Menurut Mbak Wali, Hari Ibu merupakan bentuk penghormatan bangsa terhadap perjuangan dan kontribusi perempuan Indonesia dalam keluarga, masyarakat, dan negara, serta bukan sekadar peringatan seremonial.

    Tahun 2025, peringatan Hari Ibu mengusung tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”. Wali Kota Kediri menegaskan bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga agen perubahan dan pilar penting kemajuan bangsa.

    Di akhir sambutannya, Mbak Wali menegaskan bahwa sinergi antara semangat bela negara dan pemberdayaan perempuan merupakan fondasi bagi Indonesia yang tangguh.

    “Indonesia yang tangguh adalah Indonesia yang rakyatnya memiliki cinta tanah air, kepedulian sosial, serta komitmen untuk saling melindungi dan memberdayakan. Mari jadikan momentum peringatan ini sebagai penguat tekad untuk menjaga persatuan, memperkuat ketahanan bangsa, serta memastikan setiap warga negara baik laki-laki maupun perempuan memiliki ruang untuk berkontribusi secara bermakna bagi Indonesia,” tegasnya.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan Indonesia atas ketangguhan, pengabdian, dan karya nyata yang telah dan terus diberikan bagi bangsa dan negara.

    Dalam rangkaian upacara tersebut, Pemerintah Kota Kediri menyerahkan paket sembako kepada 46 perempuan kepala keluarga di Kota Kediri. Selain itu, dilakukan pula penyerahan motor patroli untuk pengawalan kepala daerah.

    Upacara dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Forkopimda Kota Kediri, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, Pj Sekretaris Daerah M. Ferry Djatmiko, para asisten, staf ahli, kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, serta peserta upacara dari unsur TNI, Polri, ASN, dan Gabungan Organisasi Wanita.

    Jika Mas Nanang ingin versi lebih pendek untuk Google News/Top Stories, atau dipecah jadi dua angle berita (Hari Bela Negara & Hari Ibu), tinggal bilang. [nm/ted]

  • MH Said Abdullah Perkuat Ideologi Pemuda Sumenep, Empat Pilar Jadi Tameng Hadapi Arus Digital

    MH Said Abdullah Perkuat Ideologi Pemuda Sumenep, Empat Pilar Jadi Tameng Hadapi Arus Digital

    Sumenep (beritajatim.com) – Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi pemuda dan mahasiswa Kabupaten Sumenep pada Senin (22/12/2025).

    Sosialisasi tersebut dirasa perlu guna penguatan ideologi kebangsaan bagi generasi muda, mengingat saat ini tengah deras arus informasi digital dan menguatnya narasi transnasional yang kerap mengaburkan jati diri bangsa.

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian materi, tetapi juga ruang dialog kritis untuk meneguhkan kembali makna berbangsa dan bernegara di tengah perubahan sosial yang cepat.

    Sosialisasi menitikberatkan pada pemahaman Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi utama kehidupan kebangsaan. Dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., hadir mendampingi jalannya kegiatan.

    Narasumber dalam kegiatan tersebut, Amir Syarifuddin, menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan. Ia mengibaratkan Indonesia sebagai sebuah bangunan besar yang hanya akan kokoh apabila seluruh pilarnya dirawat dan dijaga secara bersamaan.

    “Berpancasila tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus dihidupkan. Kesadaran dan kecintaan terhadap negara menjadi kunci agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang merusak persatuan,” paparnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran agama. Bahkan menurutnya, nilai-nilai keadilan, kemanusiaan, dan persaudaraan yang terkandung dalam Pancasila sejalan dengan prinsip-prinsip universal agama.

    “Dalam sejarahnya, para ulama telah menerima Pancasila sebagai dasar negara. Sejak 1983, ditegaskan bahwa Pancasila sejalan dengan nilai keagamaan dan menjadi perekat kehidupan berbangsa di Indonesia,” ujarnya.

    Sementara narasumber lain, Khoirussoleh, menyoroti Pancasila sebagai hasil ijtihad para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara yang mampu merangkul kemajemukan Indonesia. Menurutnya, Pancasila lahir dari musyawarah panjang yang mempertimbangkan realitas sosial, budaya, dan keagamaan bangsa.

    “Pancasila adalah identitas dan karakter bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat nilai moderasi yang relevan untuk menjawab tantangan global hari ini,” tandasnya.

    Khoirussoleh juga mengajak generasi muda untuk tidak memandang Empat Pilar Kebangsaan sebagai konsep normatif semata, melainkan sebagai pedoman sikap dalam kehidupan sehari-hari, baik di ruang publik maupun di dunia digital.

    Ia menambahkan, kecintaan terhadap negara dapat diukur dari keterlibatan aktif warga negara dalam menjaga demokrasi, menghormati perbedaan, serta berpartisipasi dalam proses pembangunan.

    “Keberagaman adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Justru dari perbedaan itulah persatuan dibangun, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

    Melalui sosialisasi ini, pemuda dan mahasiswa Sumenep diharapkan memiliki daya tangkal ideologis yang kuat, mampu berpikir kritis, serta berperan aktif menjaga persatuan dan keutuhan NKRI di tengah tantangan zaman. (tem/kun)

  • Harga Sayur di Dataran Tinggi Pasuruan Berangsur Pulih, Petani Mulai Tersenyum

    Harga Sayur di Dataran Tinggi Pasuruan Berangsur Pulih, Petani Mulai Tersenyum

    Pasuruan (beritajatim.com) – Harga sayur-mayur di wilayah dataran tinggi Kabupaten Pasuruan kini mulai menunjukkan tren positif setelah sempat mengalami penurunan harga yang cukup tajam. Meski sebelumnya petani mengeluh, saat ini nilai jual komoditas sayur di tingkat petani dilaporkan sudah berangsur normal kembali.

    Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setiya Wardana, memastikan bahwa fluktuasi harga yang terjadi pekan lalu dipicu oleh puncak musim panen dan gangguan distribusi akibat banjir di wilayah lain. Agus juga menepis kekhawatiran terkait isu impor kentang asal China yang sempat meresahkan para petani lokal.

    “Isu impor kentang dari China itu sebenarnya untuk industri bahan baku snack, bukan untuk konsumsi sayur di pasar,” jelas Agus Wardana, Senin (22/12/2024).

    Mengenai ketersediaan sarana produksi, pihak legislatif menegaskan bahwa distribusi pupuk bagi petani di wilayah atas saat ini sudah berjalan lancar tanpa ada kelangkaan. Hal ini sekaligus menjawab keresahan warga pegunungan yang sebelumnya sempat kesulitan mendapatkan asupan nutrisi untuk tanaman mereka.

    Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), masyarakat diimbau untuk tidak panik terhadap ketersediaan bahan pangan di pasar. Stok sayur-mayur di wilayah Pasuruan dipastikan melimpah karena bertepatan dengan masa panen raya di berbagai sentra pertanian.

    “Hari ini karena musim panen, maka tidak akan terjadi kenaikan harga yang signifikan dan stok sayuran di Kabupaten Pasuruan aman,” pungkas Wardana.

    Menurut data dari Siskaperbapo, harga kentang saat ini sudah mencapai Rp14.000, sementara harga kol mencapai Rp7.000. Meski harga naik, namun kenaikannya tergolong lambat, yakni sekitar 0,5 persen hingga 0,8 persen. (ada/kun)

  • Kasus Asusila Anak Marak di Gresik, Diduga Dipicu Kurangnya Pengawasan

    Kasus Asusila Anak Marak di Gresik, Diduga Dipicu Kurangnya Pengawasan

    Gresik (beritajatim.com) – Maraknya kasus asusila anak di Gresik kembali memicu kekhawatiran publik setelah seorang siswi kelas satu SD berinisial NK (8) di Kecamatan Panceng menjadi korban kekerasan seksual. Minimnya pengawasan orang tua serta rendahnya edukasi perlindungan diri pada anak disebut menjadi faktor pemicu utama yang membuat pelaku dengan mudah melancarkan aksinya.

    Terbaru, Unit PPA Satreskrim Polres Gresik menangkap AR (28), seorang pria asal Pasuruan yang tinggal di kontrakan wilayah Panceng. Pelaku diduga melakukan tindakan tak senonoh terhadap NK dengan memanfaatkan bujuk rayu dan iming-iming barang sepele.

    “Penyebab kasus tersebut terjadi lagi karena anak mudah dibujuk rayu dengan iming-iming, dan pelakunya biasanya orang terdekat,” ujar Kepala Dinas Keluarga Berencana Perlindungan Perempuan dan Anak (KBPPA) Gresik, dr. Titik Ernawati, Senin (22/12/2025).

    Kasus asusila anak di Gresik kali ini bermula saat korban sedang berjalan pulang ke rumah. AR yang sudah memantau situasi kemudian memanggil korban dan mengajaknya ke dalam kamar kontrakan dengan janji akan diberikan uang dan susu.

    Di dalam kamar, korban dipaksa menuruti kemauan pelaku. Tak hanya itu, AR juga menggunakan intimidasi agar korban tidak melaporkan kejadian tersebut kepada siapa pun.

    “Pelaku mengancam akan memukul korban apabila menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun,” jelas Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya. Namun, korban akhirnya berani melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya hingga pelaku berhasil diringkus di tempat kontrakannya.

    Menanggapi fenomena ini, dr. Titik Ernawati menegaskan bahwa peran pemerintah melalui sekolah ramah anak tidak akan cukup tanpa dukungan penuh dari lingkungan keluarga. KBPPA Gresik pun berencana untuk semakin masif menggelar forum edukasi bagi para orang tua.

    “Kami sudah menginisiasi sekolah ramah anak, sekolah orang tua hebat, dan sekolah perempuan bunda puspa. Namun, peran orang tua serta lingkungan juga turut mempengaruhi asusila terhadap anak,” tegasnya.

    Pihak kepolisian kini memastikan AR akan diproses hukum secara maksimal untuk memberikan efek jera. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara serta UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). [dny/beq]

  • Kasus Begal di Sampang Ternyata Rekayasa: Menantu Bohongi Mertua demi Tutupi Uang Bangunan

    Kasus Begal di Sampang Ternyata Rekayasa: Menantu Bohongi Mertua demi Tutupi Uang Bangunan

    Sampang (beritajatim.com) – Kasus begal di Sampang yang sempat menggemparkan warga Kecamatan Kedungdung beberapa hari lalu resmi dinyatakan sebagai rekayasa. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah terduga korban, Haminuddin, mengakui bahwa cerita pencurian dengan kekerasan tersebut hanyalah karangan untuk menutupi perbuatannya sendiri.

    Kepalsuan cerita ini diklarifikasi langsung oleh mertua pelaku, H. Hajari (60), di Mapolsek Kedungdung. Ia memastikan bahwa insiden yang menimpa menantunya di Desa Rabasan tersebut tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.

    “Atas nama keluarga kami menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada warga Kecamatan Kedungdung, karena telah menimbulkan keresahan,” ujar H. Hajari saat memberikan klarifikasi resmi, Senin (21/12/2025).

    Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah mengakui rekayasa tersebut secara terbuka. Selain memberikan keterangan di kantor polisi, pihak keluarga juga telah merilis video permohonan maaf untuk meredam keresahan publik.

    “Kejadian yang sebelumnya dilaporkan sebagai kasus pencurian dengan kekerasan ternyata tidak pernah terjadi. Pihak keluarga juga telah membuat video klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik,” jelas Syafri.

    Penyelidikan mendalam dari Polres Sampang juga menemukan bukti teknis yang tidak terbantahkan. Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan adanya ketidaksinkronan data terkait klaim uang yang hilang.

    “ATM yang digunakan adalah ATM BCA dengan batas maksimal penarikan Rp10 juta. Dengan demikian, keterangan penarikan uang sebesar Rp23 juta tidak sesuai,” tegas Eko.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang puluhan juta milik H. Hajari tersebut awalnya dialokasikan untuk membeli material bangunan. Namun, Haminuddin justru menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya tanpa sepengetahuan sang mertua.

    Karena takut perbuatannya terbongkar, ia memilih merekayasa cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan yang sadis. Saat ini, kepolisian telah melimpahkan berkas perkara ke Satreskrim untuk ditindaklanjuti secara hukum.

    “Saat ini terduga korban telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sampang beserta barang buktinya untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan pemberian keterangan palsu,” pungkas Eko. [sar/beq]

  • Kasus Begal di Sampang Ternyata Rekayasa: Menantu Bohongi Mertua demi Tutupi Uang Bangunan

    Kasus Begal di Sampang Ternyata Rekayasa: Menantu Bohongi Mertua demi Tutupi Uang Bangunan

    Sampang (beritajatim.com) – Kasus begal di Sampang yang sempat menggemparkan warga Kecamatan Kedungdung beberapa hari lalu resmi dinyatakan sebagai rekayasa. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah terduga korban, Haminuddin, mengakui bahwa cerita pencurian dengan kekerasan tersebut hanyalah karangan untuk menutupi perbuatannya sendiri.

    Kepalsuan cerita ini diklarifikasi langsung oleh mertua pelaku, H. Hajari (60), di Mapolsek Kedungdung. Ia memastikan bahwa insiden yang menimpa menantunya di Desa Rabasan tersebut tidak pernah terjadi dalam dunia nyata.

    “Atas nama keluarga kami menyampaikan permohonan maaf, khususnya kepada warga Kecamatan Kedungdung, karena telah menimbulkan keresahan,” ujar H. Hajari saat memberikan klarifikasi resmi, Senin (21/12/2025).

    Kapolsek Kedungdung, Iptu Syafriwanto, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah mengakui rekayasa tersebut secara terbuka. Selain memberikan keterangan di kantor polisi, pihak keluarga juga telah merilis video permohonan maaf untuk meredam keresahan publik.

    “Kejadian yang sebelumnya dilaporkan sebagai kasus pencurian dengan kekerasan ternyata tidak pernah terjadi. Pihak keluarga juga telah membuat video klarifikasi dan permohonan maaf kepada publik,” jelas Syafri.

    Penyelidikan mendalam dari Polres Sampang juga menemukan bukti teknis yang tidak terbantahkan. Plh Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, menjelaskan adanya ketidaksinkronan data terkait klaim uang yang hilang.

    “ATM yang digunakan adalah ATM BCA dengan batas maksimal penarikan Rp10 juta. Dengan demikian, keterangan penarikan uang sebesar Rp23 juta tidak sesuai,” tegas Eko.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang puluhan juta milik H. Hajari tersebut awalnya dialokasikan untuk membeli material bangunan. Namun, Haminuddin justru menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadinya tanpa sepengetahuan sang mertua.

    Karena takut perbuatannya terbongkar, ia memilih merekayasa cerita seolah-olah menjadi korban pembegalan yang sadis. Saat ini, kepolisian telah melimpahkan berkas perkara ke Satreskrim untuk ditindaklanjuti secara hukum.

    “Saat ini terduga korban telah dilimpahkan ke Satreskrim Polres Sampang beserta barang buktinya untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait dugaan pemberian keterangan palsu,” pungkas Eko. [sar/beq]

  • DPRD Surabaya Tantang Pemkot Jadikan Kawasan Mangrove Sumber PAD Baru dan Ikon Kota Pahlawan

    DPRD Surabaya Tantang Pemkot Jadikan Kawasan Mangrove Sumber PAD Baru dan Ikon Kota Pahlawan

    Surabaya (beritajatim.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya secara resmi menantang Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melakukan terobosan besar dalam pengelolaan kawasan mangrove. Sektor pariwisata alam ini didorong agar tidak sekadar menjadi aset konservasi, melainkan bertransformasi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru sekaligus ikon wisata global di Kota Pahlawan.

    Desakan ini muncul sebagai respons atas kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang menuntut setiap daerah lebih kreatif dan mandiri secara fiskal.

    “Ini perlu keberanian Pemkot menjawab tantangan untuk mengoptimalisasi, dengan mengeksplorasi lebih profesional wahana wisata milik pemkot agar menjadi salah satu sumber PAD, sekaligus menjadikan wahana wisata sebagai daya tarik wisatawan dan kebanggaan warga sebagai ikon Kota Surabaya,” tegas Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, Senin (22/12/2025).

    Kawasan Kebun Raya Mangrove Surabaya yang mencakup Wonorejo, Gunung Anyar, dan Medokan Sawah dinilai memiliki potensi raksasa yang belum tergarap maksimal. Cak Yebe, sapaan akrab Yona, menyoroti kendala klasik seperti terbatasnya akses transportasi publik dan fasilitas penunjang yang belum terintegrasi secara menyeluruh.

    Sebagai Wakil Ketua DPC Gerindra Surabaya, ia memandang pengelolaan yang “biasa-biasa saja” tidak akan cukup untuk menyelamatkan ruang fiskal daerah yang kian menyempit.

    “Kalau potensi sebesar ini dikelola biasa-biasa saja, ya hasilnya juga biasa. Padahal Surabaya butuh terobosan, apalagi ketika ruang fiskal semakin sempit,” ujar pria yang juga dikenal sebagai praktisi bela diri Ju-jitsu tersebut.

    Menurutnya, pariwisata masa depan tidak bisa hanya mengandalkan keindahan alam statis. Diperlukan manajemen profesional, strategi promosi yang masif, serta kolaborasi terbuka dengan pelaku industri perhotelan dan komunitas lokal agar dampak ekonominya langsung menyentuh masyarakat.

    “Wisata itu gak cuman soal tempatnya, tapi pengalaman. Kalau pengelolaannya setengah-setengah, jangan berharap kunjungan meningkat dan PAD terdongkrak,” tambah Cak Yebe.

    Saat ini, rata-rata kunjungan Kebun Raya Mangrove masih berada di kisaran ribuan orang per bulan. Angka tersebut dianggap tidak sebanding dengan status Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia.

    Meski fokus pada peningkatan pendapatan, Cak Yebe mengingatkan bahwa pengembangan fungsi ekonomi tidak boleh menepikan aspek konservasi. Kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan mangrove harus menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana pengembangan wisata.

    “Kalau dikelola dengan benar, konservasi jalan, ekonomi warga tumbuh, dan kota Surabaya punya kebanggaan. Itu yang seharusnya dikejar,” jelasnya.

    Melalui Komisi A, DPRD akan terus mendorong Pemkot Surabaya untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh, mulai dari perbaikan aksesibilitas hingga modernisasi pola pengelolaan aset daerah.

    “Ini soal pilihan. Mau menjadikan wisata sebagai aset hidup yang produktif, atau membiarkannya berjalan di tempat. Keberanian mengambil keputusan itu ada di Pemkot,” tutup Cak Yebe. [asg/beq]

  • Ribuan Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga Berhasil Dikumpulkan Momen Harjaba ke-254

    Ribuan Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga Berhasil Dikumpulkan Momen Harjaba ke-254

    Banyuwangi (beritajatim.com) – Peringatan Hari Jadi Banyuwangi ke-254 tahun ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah mengimbau agar ucapan selamat yang biasanya berupa karangan bunga, diganti menjadi paket sembako.

    Paket sembako tersebut dikumpulkan di Pendopo Sabha Swagata sejak 16 Desember. Dari imbauan yang telah disebar, hingga Sabtu (20/12/2025) diketahui telah terkumpul 2.145 paket sembako yang akan dibagikan kepada warga pra sejahtera di Banyuwangi.

    Paket sembako ini dibagikan kepada warga pra sejahtera dan keluarga terdampak bencana di Banyuwangi.

    “Tanpa mengurangi rasa hormat, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berniat baik menyampaikan peringatan Harjaba yang biasanya karangan bunga, diganti dengan paket sembako,” kata Ipuk.

    “Cara ini kami lakukan agar peringatan Harjaba lebih bermanfaat dan dirasakan banyak orang,” tambah Ipuk.

    Ipuk mengatakan paket sembako yang diterima tersebut akan didistribusikan kepada warga pra sejahtera dan kepada warga, yang terdampak bencana di sejumlah area Banyuwangi.

    “Paket sembako yang telah terkumpul didistribusikan ke warga miskin, juga keluarga yang kemarin terdampak banjir. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mengirimkan sembako,” tambah Ipuk.

    Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, Henik Setyorini, mengatakan telah terkumpul 2.145 paket sembako yang berasal dari berbagai pihak. Sembako tersebut sudah mulai ada yang didistribusikan. Seperti saat momen Hari Jadi Banyuwangi pada 18 Desember lalu, dimana ratusan tukang becak, ojol, hingga pesapon diberikan paket sembako.

    “Ribuan paket sembako itu sudah mulai disalurkan pada warga yang membutuhkan secara bertahap, seperti diberikan kepada warga terdampak banjir di Muncar. Sebelumnya penyaluran sembako pengganti karangan bunga juga sudah dilakukan saat pelantikan Bupati lalu,”ujar Henik.

     

  • Dukung Peran Perempuan dalam Pembangunan, Lapas Mojokerto Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu

    Dukung Peran Perempuan dalam Pembangunan, Lapas Mojokerto Gelar Upacara Peringatan Hari Ibu

    Mojokerto (beritajatim.com) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menggelar upacara bendera dengan mengusung tema ‘Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045’. Upacara ini digelar sebagai bentuk komitmen Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka mendukung peran perempuan dalam pembangunan nasional.

    Upacara yang digelar di halaman Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam rangka memperingati Hari Ibu ini diikuti oleh seluruh jajaran pegawai serta warga binaan pemasyarakatan dan berlangsung tertib. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Subseksi Perawatan (Kasubsi Perawatan) Lapas Kelas IIB Mojokerto.

    Upacara ini menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam mendukung peran perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan nasional. Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing.

    “Perempuan diharapkan mampu berkontribusi aktif tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga di lingkungan kerja dan masyarakat luas. Pemberdayaan perempuan merupakan kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ungkapnya, Senin (22/12/2025).

    Menurutnya, kesetaraan kesempatan serta dukungan yang berkelanjutan menjadi faktor penting agar perempuan dapat terus berkarya, berinovasi, dan mengambil peran strategis di berbagai bidang. Ia juga menyampaikan bahwa di lingkungan pemasyarakatan, perempuan memiliki peran yang tidak kalah penting, baik sebagai petugas maupun sebagai warga binaan.

    “Oleh karena itu, Lapas Kelas IIB Mojokerto terus melaksanakan berbagai program pembinaan yang bertujuan meningkatkan keterampilan, kemandirian, serta kepercayaan diri perempuan,” tegasnya.

    Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan doa bersama serta sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Mojokerto dalam mendukung perempuan yang berdaya dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. [tin/aje]