Author: Beritajatim.com

  • Jelang HUT ke-53, PDI Perjuangan Tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging

    Jelang HUT ke-53, PDI Perjuangan Tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging

    Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan, kader partai bersama budayawan dan warga menggelar tasyakuran tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging, Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang doa, refleksi, sekaligus penguatan semangat kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus bergerak.

    PDI Perjuangan akan memperingati HUT ke-53 pada 10 Januari 2026 dengan tema Satyam Eva Jayate dan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya. Tema tersebut bermakna “Kebenaran akan Menang” dan menjadi pijakan perjuangan partai dalam menjaga nilai kebangsaan.

    Kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, menggelar tasyakuran tumpengan bersama kader partai, budayawan Komunitas Tunggak Jati Nusantara, serta warga di Pesarean Ki Ageng Pengging. Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo dikenal sebagai salah satu cikal bakal Kota Surabaya sekaligus ayah dari Joko Tingkir.

    “Semangat berkobar untuk menggelorakan nafas Pancasila 1 Juni 1945 di tengah kondisi yang tidak menentu harus menjadi pijakan seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan,” kata Achmad Hidayat, Jumat (9/1/2026).

    Pesarean Ki Ageng Pengging sendiri kini telah resmi diambil alih Pemerintah Kota Surabaya. Kompleks pemakaman di Jalan Ngagel Nomor 87 itu dihibahkan kepada Pemkot untuk dirawat dan dipelihara sebagai bagian dari jejak sejarah kota.

    Dalam tasyakuran tersebut, Achmad berharap PDI Perjuangan terus menjadi benteng kebhinekaan, khususnya di Kota Surabaya. Dia menilai peran partai harus tetap memberi warna positif bagi kemajuan pembangunan kota.

    “PDI Perjuangan harus menjadi benteng utama menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan terus memberi warna yang baik bagi kemajuan Surabaya,” ujarnya.

    Dia juga menyampaikan bahwa dinamika, kritik, dan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dijalani dengan niat baik.

    “Dinamika dan kritik itu keniscayaan. Kalau niatnya untuk kebaikan bersama, di situ kasih sayang akan terwujud,” imbuhnya.

    Dalam tumpengan tersebut, doa juga dipanjatkan untuk Proklamator Bung Karno, Ibu Megawati Soekarnoputri, para senior partai, kader, simpatisan, serta seluruh rakyat Surabaya agar senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. [asg/but]

  • Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Jalan Pucang Adi Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.

    Acara tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Khofifah kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS. Kemudian, tumpeng juga diserahkan kepada mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa momentum ini merupakan wujud syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan layanan medis yang lebih integratif dan terorganisir bagi masyarakat.

    ​Khofifah secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pendiri rumah sakit ini, yang tidak lain adalah para anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu.

    ​”Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI untuk menanam amal jariah. Insya Allah, jariah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirinya RS ini akan terus mengalir manfaatnya,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    ​Sebagai langkah profesionalitas dan transparansi ke depan, Khofifah memastikan akan dilakukan proses audit menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut. Audit ini mencakup audit bangunan dengan memastikan kelaikan fisik fasilitas. Kemudian, ​audit peralatan dengan engevaluasi kesiapan teknologi medis. Lalu, audit Keuangan dengan menjamin tata kelola yang bersih dan akuntabel.

    ​”Proses audit ini adalah untuk kebaikan kita semua, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” tegasnya.

    ​Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengaku terkesan dengan suasana dan penyambutan yang diberikan oleh tenaga medis. Ia optimistis bahwa RS Pura Raharja mampu bersaing dengan rumah sakit kelas dunia.

    ​”Tadi suasananya seolah-olah International Hospital. Kalau hari ini ‘seolah-olah’, maka berikutnya Insya Allah benar-benar terwujud. Bukan hanya karena besarnya bangunan, tetapi karena kualitas layanan dan kualitas tenaga medisnya,” lanjut Khofifah.

    ​Menutup arahannya, Khofifah memohon dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar RS Pura Raharja dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    Sekdaprov Jatim sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim dan Ketua Dewan Pengurus Provinsi KORPRI Jatim, Adhy Karyono menambahkan, bahwa tasyakuran ini dilakukan karena pihaknya bisa mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai Rumah Sakit milik KORPRI Jatim, dimana dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    ​”Dan, kita sudah melakukan audit ya, kita sudah menunjuk CEO dan Direktur yang baru. Kita akan melakukan audit bangunan dulu, peralatan, kemudian besok audit keuangan. Dan, berikutnya akan menjadi pengembangan. Pertama, dari sisi bangunan akan kita kembangkan, termasuk pengadaan tanah yang akan dijadikan gedung rawat jalan dan akan menambah bednya,” imbuhnya.

    ​”Kemudian untuk peralatan kita akan perbaiki, kembangkan, ditingkatkan, dan juga layanan untuk home care-nya ya, tadi yang belum ada home care-nya. Kemudian untuk berikutnya adalah kita meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, tetapi dengan program unggulan karena memang dari dulu untuk kesehatan layanan kesehatan ibu dan bayi ya, dan beberapa spesialisasi tertentu akan masuk semua,” pungkasnya. (tok/but)

  • Kepala Pengamanan Rutan Banjarsari Gresik Periksa Senjata Api Petugas

    Kepala Pengamanan Rutan Banjarsari Gresik Periksa Senjata Api Petugas

    Gresik (beritajatim.com)- Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban, Kepala Pengamanan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banjarsari Gresik melakukan pemeriksaan senjata api milik petugas pengamanan.

    Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan seluruh senjata api dalam kondisi layak pakai, aman, serta sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

    Selain itu, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas pengamanan di lingkungan rutan.

    Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) Gresik, Vendra Hermawan mengatakan, pengecekan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

    “Pemeriksaan ini rutin kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab. Keamanan rutan adalah prioritas utama, sehingga seluruh sarana pendukung pengamanan harus dipastikan dalam kondisi aman dan siap digunakan,” katanya, Jumat (9/1/2026).

    Selain pemeriksaan senjata api, petugas juga diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, profesionalisme, serta mematuhi aturan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

    Dengan adanya kegiatan ini lanjut dia, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban di Rutan Banjarsari Gresik tetap kondusif.

    Vendra menambahkan, senjata api (Senpi) merupakan Barang Milik Negara (BMN) yang harus dijaga dan dirawat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    “Pemeriksaan dan pengecekan senpi dilakukan untuk menjaga kondisi agar selalu siap digunakan dalam menunjang kinerja keamanan dan ketertiban di Rutan Banjarsari Gresik,” imbuhnya. (dny/ted)

  • Dilaporkan Sejak Oktober 2025, Kakek Pencabul Anak di Sukomanunggal Ditangkap

    Dilaporkan Sejak Oktober 2025, Kakek Pencabul Anak di Sukomanunggal Ditangkap

    Surabaya (beritajatim.com) – Seorang lansia di Sukomanunggal berinisial DR (67) akhirnya ditetapkan sebagai tersangka usai dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak berusia 9 tahun pada Oktober 2025 lalu.

    “Iya sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan,” kata Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Eddy Oktavianus Mamoto, Jumat (9/1/2026).

    Dari hasil pemeriksaan sementara, korban dari kebejatan DR satu anak-anak. Pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut untuk menemukan fakta lain atas peristiwa pencabulan anak ini.

    “Tidak ada korban lain. Sementara ini sudah kita lakukan penahanan terhadap tersangka,” jelas Mamoto.

    Sebelumnya diberitakan, Seorang lansia dilaporkan ke Polrestabes Surabaya usai diduga melakukan pencabulan kepada anak tetangganya sendiri di wilayah Sukomanunggal. Mirisnya, terlapor DR (67) merupakan tokoh masyarakat di kampung sekitar rumah korban.

    Ibu korban berinisial SA mengatakan, aksi tidak senonoh itu diduga sudah dilakukan oleh DR lebih dari tiga kali. Guna memuluskan aksinya, DR selalu mengiming-imingi korban dengan memberi imbalan jajan. Korban baru diberi jajan setelah pelaku puas mencabuli korban.

    “Anak saya juga diancam agar tidak cerita siapa-siapa,” kata SA, Minggu (4/1/2025).

    Perbuatan cabul dari DR diketahui oleh SA usai ia curiga dengan perubahan sikap anaknya. Selain itu, pada Oktober 2025 lalu, korban diminta SA untuk membeli barang di toko milik terlapor. Karena tidak kunjung kembali, kakak korban diminta menyusul ke toko terlapor.

    “Waktu kakaknya nyampek di depan warung, anak saya ini posisinya ada di dalam warung, dan sempat dipeluk. Terduga pelaku juga kaget pas lihat kakaknya datang,” tuturnya.

    Merasa curiga, SA menanyakan apa yang terjadi di toko kelontong itu. Pengakuan korban pun didapat, katanya pelaku memeluk dan menciumnya.

    “Berdasarkan pengakuan anak saya itu, saya langsung mendatangi rumah pelaku. Dan saat pelaku datang kerumah dengan didampingi Ibu RT dia mengakui perbuatannya. Itu juga disaksikan oleh warga dan ada Video pengakuannya juga,” ujarnya lebih lanjut. (ang/ted)

  • Dana Desa di Sumenep Berkurang Rp 225 Miliar, Ini Sebabnya

    Dana Desa di Sumenep Berkurang Rp 225 Miliar, Ini Sebabnya

    Sumenep (beritajatim.com) – Anggaran Desa (DD) di Kabupaten Sumenep untuk tahun 2026 turun drastis dibanding tahun 2025. DD di tahun 2025 tercatat sebesar Rp 335 miliar lebih. Sedangkan di tahun 2026, DD yang diterima Sumenep sebesar Rp 109 miliar lebih, atau berkurang Rp 225 miliar.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Sahroni menjelaskan, turunnya besaran DD tersebut bukan berarti Dana Desa yang menjadi hak desa dihilangkan, namun sebagian dialokasikan untuk program pembangunan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo.

    “Jadi sebenarnya dana desa itu tidak dikurangi. Tetap menjadi milik desa. Hanya saja, pelaksanaannya langsung ditangani pusat untuk kepentingan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih,” katanya, Jumat (09/01/2026).

    Ia menjelaskan, untuk perencanaan pembangunan desa pada tahun 2026 juga mengalami penyesuaian, seiring terbitnya Peraturan Menteri Desa mengenai fokus penggunaan Dana Desa. Pada regulasi baru tersebut, telah diatur arah kebijakan penggunaan Dana Desa.

    “Di aturan baru itu, desa didorong menggelar musyawarah untuk menentukan program prioritas, berdasarkan kemampuan anggaran yang tersedia,” ungkapnya.

    Hasil musyawarah tersebut, lanjutnya, akan menjadi dasar dalam menetapkan kegiatan yang dinilai paling mendesak dan bermanfaat bagi masyarakat desa.

    Selain itu, penggunaan Dana Desa saat ini juga tidak lagi terikat pada prosentase pembagian anggaran seperti tahun sebelumnya.

    “Dengan skema tersebut, pemerintah desa diharapkan lebih leluasa merancang program yang benar-benar sesuai kebutuhan dan kondisi riil masyarakat setempat,” tandasnya. (tem/but)

  • Ban Pecah, Pikap Bermuatan Anak Ayam Terguling di Tol Nganjuk–Caruban

    Ban Pecah, Pikap Bermuatan Anak Ayam Terguling di Tol Nganjuk–Caruban

    Madiun (beritajatim.com) – Sebuah kendaraan pikap box bermuatan anak ayam mengalami kecelakaan tunggal di ruas Tol Nganjuk–Caruban, Jawa Timur. Peristiwa tersebut terjadi di KM 613.000 Jalur B, masuk Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jumat (9/1/2026).

    Kanit PJR Jatim VI AKP Matheus Jaka menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Pikap bernomor polisi S 9520 NE itu melaju dari arah Jombang menuju Ngawi.

    “Diduga ban kendaraan pecah saat melaju di lajur kiri, sehingga kendaraan oleng dan menabrak guardrail (pagar pengaman),” ujar AKP Matheus Jaka kepada wartawan.

    Akibat benturan tersebut, kendaraan terguling dan berhenti di antara bahu jalan dan lajur kiri tol. Pengemudi pikapp, Ivan A. (21), warga Dusun Jambu, Kecamatan Jabon, Kabupaten Jombang, dilaporkan selamat dan hanya mengalami luka ringan. “Korban hanya mengalami lecet di bagian kaki,” jelasnya.

    AKP Matheus menambahkan, kecelakaan tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas jalan tol. Namun, kendaraan mengalami kerusakan dengan estimasi kerugian materiil sekitar Rp10 juta.
    “Kerusakan sarana tol nihil, sementara kerugian kendaraan diperkirakan mencapai sepuluh juta rupiah,” katanya.

    Saat kejadian, kondisi arus lalu lintas di lokasi terpantau lancar dengan cuaca cerah. Petugas kepolisian bersama pengelola tol segera melakukan penanganan guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

    “Kesimpulan sementara, kecelakaan murni disebabkan oleh pecah ban,” pungkas AKP Matheus Jaka. [rbr/suf]

  • Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Temui Dubes Jerman, Khofifah Pastikan SRRL Siap Ground Breaking Tahun 2027

    Surabaya (beritajatim.com) – Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste berkunjung ke Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (9/1/2026).

    Diterima Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak, pertemuan kali ini sarat membahas kelanjutan proyek angkutan publik Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang akan ground breaking pada tahun 2027 mendatang.

    Dalam wawancara usai pertemuan, Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste menegaskan kedatangannya kali ini turut membawa serta delegasi Jerman dan Uni Eropa dari beberapa negara anggota.

    “Kehadiran kami bertujuan menunjukkan bahwa Jerman dan Uni Eropa sangat berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Jawa Timur,” ujarnya.

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat menemui Dubes Jerman untuk Indonesia H.E. Mr. Ralf Beste.

    Ralf Beste menegaskan Jatim adalah sebuah kawasan yang sangat penting bagi Indonesia dan telah lama memiliki hubungan kerja sama yang erat dengan Jerman maupun Uni Eropa secara keseluruhan.

    “Pemerintah Jerman telah banyak berinvestasi dan akan terus mendukung pengembangan serta kerja sama dengan Surabaya dan Jawa Timur. Salah satu fokus utama kami adalah mendukung upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan transportasi publik di Surabaya, yang kami nilai sebagai game changer penting bagi kawasan ini,” imbuhnya.

    Sebagaimana diketahui bahwa Jerman melalui KfW menjadi investor yang membiayai proyek angkutan massal SRLL yang mengkoneksikan sejumlah wilayah di Gerbangkertasusila Jatim. Investasinya mencapai Rp 4,4 trilliun untuk tahap pertama.

    Tak hanya soal SRRL, topik bahasan yang juga penting adalah terkait pengelolaan sampah, sektor kesehatan, serta berbagai bidang lainnya.

    Pihaknya menyatakan komitmennya untuk membantu Pemerintah Jawa Timur dan Kota Surabaya dalam meningkatkan layanan transportasi publik bagi masyarakat, sekaligus bergandengan tangan menghadapi tantangan perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.

    “Kami siap mendukung ambisi Jawa Timur dan Surabaya dalam meningkatkan layanan publik, khususnya transportasi massal, yang sekaligus berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim,” tukasnya.

    Hal senada disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Secara lebih detail Khofifah menegaskan bahwa hal strategis yang dibahas memang adalah SRRL.

    Pertama, Khofifah menyampaikan apresiasi atas dukungan luar biasa dari Pemerintah Jerman melalui KfW Development Bank untuk pembangunan Surabaya Regional Railway Line (SRRL).

    Proyek ini menjadi sangat penting karena persoalan transportasi publik di kawasan aglomerasi Surabaya Raya memang membutuhkan solusi komprehensif.

    “Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan, Insya Allah, pembangunan dapat dimulai dengan groundbreaking pada 2027. Baik jalur melalui Gubeng maupun Pasar Turi, seluruhnya dirancang untuk mempermudah, mempercepat, dan menekan biaya konektivitas masyarakat Surabaya Raya yang memiliki mobilitas tinggi,” tegas Khofifah.

    Tak hanya soal SRRL, dalam kesempatan ini turut dibahas kerja sama penanganan pengelolaan sampah, dimana saat ini yang sedang berproses adalah proyek pengelolaan sampah di TPA Supit Urang Malang.

    “Selain itu, teknologi Jerman selama ini telah memberikan dukungan signifikan bagi pengembangan alat dan teknologi kesehatan. Ke depan, kami berharap kerja sama tidak hanya terbatas pada penyediaan alat kesehatan dan teknologi medis, tetapi juga mencakup pendampingan dari dokter-dokter spesialis Jerman,” pungkas Khofifah. (tok/but)

  • Nekat Kuras Uang Tetangga Lewat ATM, Pria di Ngawi Diringkus Polisi

    Nekat Kuras Uang Tetangga Lewat ATM, Pria di Ngawi Diringkus Polisi

    Ngawi (beritajatim.com) – Seorang pria asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, nekat menguras uang milik tetangganya sendiri melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

    Aksi pelaku terekam kamera CCTV dan berujung penangkapan oleh Satreskrim Polres Ngawi.

    Pelaku diketahui bernama Sutrisno (51), warga Desa Pojok, Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi. Ia ditangkap polisi pada Selasa (6/1/2025) sekitar pukul 15.00 WIB, saat berada di rumahnya.

    Aksi pencurian tersebut terjadi di mesin ATM BRI Unit Kartoharjo, Kabupaten Magetan. Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku melakukan penarikan uang sebanyak tiga kali menggunakan kartu ATM milik korban, Sudarti (68), yang juga merupakan tetangganya sendiri.

    Setelah berhasil menarik uang, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan uang korban terkuras hingga Rp2,8 juta.

    Kasatreskrim Polres Ngawi, AKP Aris Gunadi, mengatakan pengungkapan kasus ini bermula dari laporan korban yang kehilangan kartu ATM di dalam rumahnya.

    “Korban melapor karena kartu ATM miliknya hilang dan saldo di rekening berkurang. Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di mesin ATM, identitas pelaku berhasil kami ungkap dan pelaku kami tangkap di rumahnya,” ujar AKP Aris Gunadi, Jumat (9/1/2025)

    Diketahui, kartu ATM korban disimpan dengan nomor PIN tertulis di bagian belakang, sehingga memudahkan pelaku melakukan penarikan uang.

    Kepada penyidik, Sutrisno mengaku nekat mencuri karena tidak dipinjami uang oleh korban. Uang hasil kejahatan tersebut digunakan sebagai modal berjualan ayam.

    “Saya menarik uangnya tiga kali, total dua juta delapan ratus ribu rupiah, untuk modal jualan ayam,” aku Sutrisno.

    Tak hanya itu, polisi juga mengungkap bahwa pelaku pernah mencuri perhiasan korban berupa gelang emas seberat 7 gram senilai sekitar Rp3 juta pada Oktober 2025 lalu.

    Sebagai barang bukti, petugas menyita buku tabungan korban serta print out transaksi penarikan uang yang dilakukan pelaku. Saat ini, Sutrisno telah ditahan di sel tahanan Polres Ngawi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. [fiq/ted]

  • Ini Pernyataan Resmi Penasihat Hukum terkait Penetapan Yaqut Cholil sebagai Tersangka

    Ini Pernyataan Resmi Penasihat Hukum terkait Penetapan Yaqut Cholil sebagai Tersangka

    Jakarta (beritajatim.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka terkait penentuan kuota haji Indonesia di Kementerian Agama Republik Indonesia.

    Terkait hal ini, Mellisa Anggraini penasihat hukum Yaqut menyatakan, pihaknya menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

    Sejak awal proses pemeriksaan, klien kami telah bersikap kooperatif dan transparan dengan memenuhi seluruh panggilan serta prosedur hukum yang berlaku.

    “Sikap ini merupakan bentuk komitmen klien kami terhadap penegakan hukum dan akan terus dijaga ke depannya,” kata Mellisa.

    Dia menegaskan bahwa dalam setiap proses hukum, setiap warga negara memiliki hak-hak hukum yang dijamin oleh undang-undang, termasuk hak atas perlakuan yang adil dan prinsip praduga tidak bersalah (presumption of innocence) hingga adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

    Dia pun mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat luas, untuk menghormati proses hukum yang tengah berlangsung, serta memberikan ruang bagi KPK untuk menjalankan tugasnya secara independen, objektif, dan profesional.

    “Sebagai penasihat hukum, kami akan mendampingi klien kami secara profesional dan bertanggung jawab, serta menempuh seluruh langkah dan upaya hukum yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku guna melindungi hak-hak hukum klien kami,” ujar Mellisa.

    Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK membenarkan penetapan tersangka tersebut.

    “KPK telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Pertama, saudara YCQ selaku eks Menteri Agama, dan yang kedua adalah saudara IAA selaku stafsus Menteri Agama pada saat itu,” ujar Budi Prasetyo, Jumat (9/1/2026). (hen/ted)

  • Tetapkan Jalur Satu Arah, Pemkot Siap Jadikan Jalan Stasiun sebagai Ikon Baru Kota Kediri

    Tetapkan Jalur Satu Arah, Pemkot Siap Jadikan Jalan Stasiun sebagai Ikon Baru Kota Kediri

    Kediri (beritajatim.com) – Usai diresmikan pada Rabu (31/1/2026), Pemerintah Kota Kediri kini menetapkan kebijakan baru terkait pengalihan lalu lintas di Jalan Stasiun. Melalui penjelasan pada Podcast Pemkot Kediri TV pada Jumat (9/1), Arief Cholisudin, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri menerangkan pemerintah akan memberlakukan jalur satu arah pada Jalan Stasiun dan menjadikannya kawasan bebas parkir.

    Tak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) guna menciptakan kawasan yang tertib dan menjadikan ciri khas tersendiri bagi Kota Kediri.

    “Perubahan lalu lintas pasca peresmian memang akan ada yang kita tata ulang, mungkin jarak lebih panjang, waktu yang diperlukan lebih lama, ini demi indahnya Kota Kediri yang nantinya Jalan Stasiun akan menjadi City Of Tourism,” jelas Cholis.

    Ia menambahkan, bagi pengendara roda dua dapat melintas melalui Jalan Dhoho menuju Jalan Stasiun hingga monumen lokomotif, kemudian dapat melintas menuju Jalan Ade Irma Suryani atau menuju Jalan Untung Suropati. Sedangkan khusus kendaraan roda empat hanya bisa melintas ke Jalan Untung Suropati.

    Kendati demikian masyarakat tak perlu khawatir saat acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) setiap Hari Minggu karena pemerintah akan melakukan pengecualian. Bagi penumpang KAI yang hendak menuju stasiun dapat melewati Jalan Untung Suropati yang diberlakukan dua arah pada pukul 05.00 hingga 09.00. Cholis menegaskan pihaknya bersama PT KAI akan bersiap siaga membantu mengarahkan pengguna jalan.

    Kemudian, terkait penataan parkir bagi pemilik toko dan pembeli, masyarakat dapat memanfaatkan ex Pacific sebagai kantong parkir bagi mobil maupun motor selama 24 jam. “Parkir di Jalan Dhoho juga bisa digunakan, bedanya kalau di Jalan Dhoho khusus plat AG Kota Kediri gratis sedangkan parkir di ex Pacifik plat manapun berbayar. Untuk penumpang KAI bisa parkir di stasiun atau di ex Pacific,” ujarnya.

    Bagi peziarah Makam Syekh Wasil dapat memarkir kendaraannya di ex Pacific. Akan tetapi Pemkot Kediri telah mengantisipasi apabila terjadi lonjakan jumlah peziarah maka dapat memarkir kendaraan di Jalan Dhoho, Jalan Untung Suropati sebelah barat, Jalan Monginsidi, dan Jalan Stasiun.

    Sebelum menerapkan kebijakan tersebut, Pemkot Kediri terlebih dahulu melakukan uji coba mulai Senin (5/1) dan mengalami sejumlah kendala, salah satunya masyarakat belum terbiasa dengan adanya pembaruan rute tersebut. Untuk itu, pihaknya terus mengimbau untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan ikon pariwisata baru di Kota Kediri.

    Cholis mengatakan sebagai upaya mewujudkan kebijakan tersebut diperlukan kerjasama lintas sektor, di antaranya: Dinas Perhubungan yang melakukan pengaturan lalu lintas, Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan penataan PKL, Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga menata setiap kegiatan-kegiatan di kawasan tersebut, Satpol PP bertugas menjaga ketertiban dan keamanan, serta camat dan lurah yang melakukan pengawasan lokasi.

    Di penghujung podcast Dirinya berharap kepada warga Kota Kediri agar mendukung program tersebut serta berperan aktif dalam memberikan masukan dan saran demi terciptanya city of tourism yang berdampak positif pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat.

    “Harapan Jalan Stasiun ini akan diingat oleh orang-orang yang pernah ke Kota Kediri sehingga membuat kangen sehingga slogan Kediri Ngangeni bisa kita raih,” pungkasnya. [nm/kun]