Author: Beritajatim.com

  • Kecelakaan Maut di Jombang: Sepeda Motor Tabrak Truk, 1 Korban Tewas

    Kecelakaan Maut di Jombang: Sepeda Motor Tabrak Truk, 1 Korban Tewas

    Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 19.15 WIB.

    Sebuah kecelakaan melibatkan kendaraan sepeda motor Honda Kharisma dengan nomor polisi S-5994-TB yang menabrak truk Mitsubishi dengan nomor polisi AG-8969-VJ. Kecelakaan ini mengakibatkan korban seorang perempuan berusia 40 tahun meninggal dunia di Puskesmas Kabuh.

    Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Siswanto menjelaskan, kecelakaan bermula Ketika sepeda motor yang dikendarai oleh Ekma (40), seorang perempuan asal Desa Karangpakis, melaju dari arah barat menuju timur.

    Di lokasi kejadian, pengendara sepeda motor diduga tidak memperhatikan kondisi depan dengan cukup seksama. Hal ini menyebabkan sepeda motor yang dikendarainya menabrak bagian belakang truk Mitsubishi yang sedang parkir di pinggir jalan utara.

    Truk Mitsubishi yang terlibat dalam kecelakaan tersebut dikemudikan oleh Imam Safi’i (41), asal Desa Prayungan, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. Beruntung, pengemudi truk tersebut tidak mengalami luka sedikit pun.

    “Kecelakaan tersebut menyebabkan korban meninggal dunia di puskesmas setempat. Dari data yang kami peroleh, tidak ada korban luka berat ataupun ringan lainnya,” jelas Siswanto, Sabtu (10/1/2026).

    Sejumlah saksi mata yang berada di sekitar lokasi kejadian memberikan keterangan. Marliah (48) dan Heri Setiawan (24), keduanya merupakan warga Desa Pakis. Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi secara tiba-tiba dan sangat mengerikan. Mereka menyaksikan sepeda motor korban menabrak truk yang terparkir tanpa peringatan. [suf]

  • Dua Lokasi Hiburan Malam di Kota Probolinggo Ditertibkan Satpol PP, 11 Orang Diamankan

    Dua Lokasi Hiburan Malam di Kota Probolinggo Ditertibkan Satpol PP, 11 Orang Diamankan

    Probolinggo (beritajatim.com) – Keluhan warga terkait aktivitas warung remang-remang dan kafe karaoke akhirnya berujung tindakan tegas. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Probolinggo menggelar penertiban malam hari dan mengamankan 11 orang dari dua lokasi berbeda yang diduga melanggar ketentuan perizinan dan ketertiban umum, Jumat (9/1/2026) malam.

    Operasi itu merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang terus masuk, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Tempat-tempat yang selama ini disebut meresahkan warga menjadi sasaran utama petugas.

    Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Kota Probolinggo, Nurrahmad, menyebut lokasi pertama yang didatangi berada di kawasan Maramis. Di salah satu tempat karaoke, petugas mendapati tiga orang LC yang kemudian diamankan ke kantor Satpol PP untuk pendataan dan pembinaan.

    “Tempat ini sudah berulang kali dilaporkan masyarakat. Karena itu kami turun langsung untuk memastikan dan menertibkan,” kata Nurrahmad.

    Tak berhenti di situ, Satpol PP juga akan memanggil pemilik usaha karaoke tersebut. Pemilik diminta mempertanggungjawabkan operasional usahanya dengan membawa seluruh dokumen perizinan yang dimiliki.

    “Pemilik usaha akan kami panggil. Kalau memang tidak memiliki izin atau izinnya tidak lengkap, tentu akan kami tindak lanjuti sesuai aturan,” tegasnya.

    Usai dari kawasan Maramis, petugas bergerak ke wilayah Kelurahan Triwung. Di lokasi kedua ini, delapan orang kembali diamankan dari tempat usaha yang diduga belum memenuhi ketentuan perizinan dan ketertiban umum. Seluruhnya langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk menjalani pembinaan.

    “Total ada 11 orang yang kami amankan dari dua lokasi. Ini bukti bahwa laporan masyarakat tidak kami abaikan,” ujar Nurrahmad.

    Ia menegaskan, langkah ini bukan semata penindakan, tetapi bentuk peringatan keras agar pelaku usaha mematuhi aturan. Satpol PP akan mengarahkan pemilik usaha yang belum berizin untuk mengurus legalitasnya, sementara keputusan perizinan tetap menjadi kewenangan instansi teknis.

    “Kalau tidak tertib, tentu akan ada konsekuensi. Kami ingin semua usaha berjalan sesuai aturan, bukan merugikan lingkungan sekitar,” tambahnya.

    Penertiban tersebut merupakan bagian dari program Probolinggo Bersolek yang dicanangkan Wali Kota Probolinggo. Ke depan, Satpol PP memastikan operasi serupa akan terus dilakukan, tidak hanya menyasar hiburan malam, tetapi juga PKL, kos-kosan, kawasan alun-alun, serta lokasi lain yang rawan melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2021.

    “Ini bukan operasi terakhir. Penegakan ketertiban akan terus kami lakukan demi menciptakan Kota Probolinggo yang lebih tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya. [ada/aje]

  • Viral Instruksi Laporan ke Rakyat PDIP Jatim, Pengamat Unair Nilai Wujud Kedaulatan Rakyat

    Viral Instruksi Laporan ke Rakyat PDIP Jatim, Pengamat Unair Nilai Wujud Kedaulatan Rakyat

    Surabaya (beritajatim.com) – Media sosial diramaikan dengan beredarnya surat instruksi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur yang memerintahkan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi serta DPRD kabupaten/kota se-Jatim untuk menyusun laporan kepada rakyat. Instruksi tertanggal 29 Desember 2025 itu menjadi perbincangan publik karena dinilai jarang dilakukan secara terbuka oleh partai politik.

    “Instruksi DPD PDI Perjuangan kepada Fraksi PDI Perjuangan Jawa Timur untuk membuat laporan kepada rakyat adalah wujud transparansi, akuntabilitas, dan kesadaran bahwa partai politik adalah saluran representasi dari rakyat yang berpijak pada penghormatan atas prinsip kedaulatan rakyat dalam demokrasi,” kata Pengamat Politik Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, Jumat (9/1/2026).

    Airlangga menilai, viralnya surat tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap praktik pertanggungjawaban politik. Menurut dia, langkah PDIP Jatim ini relevan dengan semangat demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemilik sah kedaulatan.

    “Dalam bahasa ideologis dari Bung Karno, ini adalah wujud realisasi dari partai politik sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar dia.

    Dia menjelaskan, dalam prinsip kedaulatan rakyat, rakyat adalah tuan, sementara partai dan kadernya adalah penyelenggara urusan publik. Oleh karena itu, laporan kinerja kepada rakyat menjadi konsekuensi dari mandat politik yang diberikan pemilih.

    “Rakyat adalah pemilik sah dari kedaulatan itu sendiri, dan kader partai serta dewan adalah penyelenggara dari urusan-urusan tuan mereka, yaitu rakyat,” ucap Airlangga.

    Menurut dia, inisiatif laporan kepada rakyat berpotensi memperbaiki tradisi politik yang selama ini dinilai kurang elok. Selama ini, rakyat kerap hanya ditempatkan sebagai objek elektoral tanpa mendapatkan laporan kinerja yang memadai.

    “Ini merupakan inisiatif yang dapat mengubah ke arah yang lebih baik terkait tradisi yang selama ini kurang elok, ketika rakyat seperti diabaikan dalam proses-proses politik,” kata dia.

    Airlangga berharap, viralnya instruksi tersebut menjadi momentum lahirnya budaya baru dalam politik nasional. Dia menilai, tradisi pelaporan terbuka akan memperkuat kepercayaan publik terhadap partai dan wakil rakyat.

    “Semoga ke depan ini menjadi tradisi politik yang baik untuk memperbaiki kondisi demokrasi di Indonesia,” pungkas Airlangga. [asg/ian]

  • Kaesang Puji ‘Gajah Jatim Petarung’, PSI Jatim Bidik 100 Kursi DPRD Kab/ Kota

    Kaesang Puji ‘Gajah Jatim Petarung’, PSI Jatim Bidik 100 Kursi DPRD Kab/ Kota

    ​Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Jawa Timur di Dyandra Convention Center Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.

    Dalam kunjungannya, Kaesang memberikan apresiasi tinggi terhadap kesiapan infrastruktur partai di Jatim yang dinilai menunjukkan progress luar biasa dibandingkan wilayah lainnya.

    ​Kaesang menjelaskan bahwa fokus utama PSI saat ini adalah evaluasi dan penguatan struktur hingga tingkat paling bawah. Saat ini, kepengurusan PSI di tingkat kecamatan di Jawa Timur dilaporkan telah mencapai 96 persen.

    ​”Insya Allah habis ini kita langsung lanjut lagi untuk kepengurusan sampai tingkat kelurahan. Kalau bisa sampai dusun pun harus selesai semua. Supaya apa? Kebermanfaatan PSI ini bisa terasa sampai masyarakat di akar rumput,” tegas Kaesang.

    ​Mengomentari simbol ‘Gajah Jatim Petarung’ yang menjadi ikon semangat kader di Jawa Timur, putra bungsu Presiden ke-7 RI ini memberikan pujian terbuka yang cukup berani bagi para kadernya di Jatim.

    ​”Kalau saya nih ya, jujur, struktur PSI di Jawa Timur jauh lebih baik. Jadi ini akan jauh lebih baik daripada Jawa Tengah. Insya Allah,” ungkapnya optimistis.

    ​Optimisme Kaesang didukung oleh target tinggi yang dicanangkan jajaran pimpinan PSI Jawa Timur untuk kontestasi politik mendatang. Untuk kursi ​DPRD kabupaten/kota, PSI Jatim membidik 100 kursi (meningkat tajam dari raihan sebelumnya yang hanya 11 kursi). Sedangkan, untuk ​DPRD Provinsi ditargetkan 8 kursi (sebelumnya hanya 1 kursi).

    ​Terkait segmen pemilih muda, Kaesang menekankan bahwa misi utamanya adalah menekan angka golput dan memastikan anak muda tidak lagi antipati terhadap dunia politik.

    ​”Targetnya anak muda tidak antipati terhadap politik. Mungkin memang tidak mau berpartisipasi langsung (masuk partai), tapi setidaknya mau datang untuk nanti nyoblos. Mau nyoblos siapapun enggak masalah, yang penting datang berpartisipasi,” pungkas Kaesang. (tok/but)

  • Kepala BKN: ASN Penting Banget tapi Sok Rumangsa Ora Penting

    Kepala BKN: ASN Penting Banget tapi Sok Rumangsa Ora Penting

    Jember (beritajatim.com) – Kepala Badan Kepegawaian Nasional RI Zudan Arif Fakrulloh mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekeerja serius melaksanakan visi dan misi presiden, gubernur, dan kepala daerah.

    “Dengan Perda SOTK (Peraturan Daerah Susunan Organisasi dan Tata Kerja), semua kewenangan bupati sudah didelegasikan kepada para ASN. Itu penting dan luar biasanya para ASN,” kata Zudan, saat memberikan sambutan dalam acara senam bersama ASN, di alun-alun Jember Nusantara, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (9/1/2026).

    Namun, menurut Zudan, para ASN sering merasa tidak penting. “Sok rumangsa ra pati penting. Itu yang jadi masalah. Teko sak karepe dewe, ngantor sak karepe dewe (datang dan bekerja di kantor semaunya, red),” katanya.

    Zudan mengingatkan hal itu tidak boleh terjadi, termasuk di kalangan ASN Pemkab Jember. “APBN kita Rp3.600 triliun. APBD kita Rp1.300 triliun. Yang mengeksekusi tanda tangannya, semuanya ASN,” katanya.

    Tugas 6,5 juta ASN di Indonesia, menurut Zudan, bertugas membuat rakyat sejahtera dan bahagia, “Pintunya Asta Cita. Pintu Nasional. Kemudian ada pintu provinsi, visi misi gubernur. Ada pintu kabupaten kota, visi misi bupati dan walikota,” katanya.

    BKN bertugas mendorong ASN mewujudkan Asta Cita, visi-misi gubernur, dan visi-misi bupati dan walikota. “Kalau bupati walikota berhasil, maka gubernur berhasil, dan Asta Cita berhasil,” kata Zudan.

    Sementara itu, Bupati Muhammad Fawait menegaskan, ASN adalah ujung ujung tombak pelayanan di Kabupaten Jember. “Maka untuk menjaga pelayanan yang baik di Kabupaten Jember, di saat provinsi mungkin TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai)-nya dipotong, karena ada pengurangan transfer dari pusat, beberapa kabupaten dan kota juga dipotong, untuk Kabupaten Jember kami pertahankan TPP-nya,” katanya.

    Fawait mengaku kebijakan itu cukup membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jembee. “Tapi saya yakin dengan doa para ASN di Kabupaten Jember, walaupun TPP-nya tidak kita turunkan karena pengurangan transfer, maka itu hakikatnya naik. Alhamdulillah PAD (Pendaoatan Asli Daerah) kami untuk tahun 2025 naik 30 persen,” katanya.

    Fawait juga menyebut kualitas ASN di Jember lebih baik dibanding tempat lain. Jember adalah salah satu kota pendidikan, sehingga ASN-nya pasti kualitasnya insyaallah lebih baik dibanding yang lainnya cuma mungkin tinggal kita manajemen dengan baik, supaya bergeraknya kompak. Saya yakin Jember ke depan akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi andalan di ujung timur pulau Jawa,” katanya. [wir]

  • Update Banjir Kabupaten Pasuruan Malam Ini: Bangil Terendam 75 Cm, Gempol dan Beji Mulai Surut

    Update Banjir Kabupaten Pasuruan Malam Ini: Bangil Terendam 75 Cm, Gempol dan Beji Mulai Surut

    Pasuruan (beritajatim.com) – Sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan masih terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur sejak Jumat (9/1/2026) sore tadi. Berdasarkan laporan data hingga pukul 20.40 WIB, genangan air masih terpantau di beberapa kecamatan dengan ketinggian yang bervariasi.

    Kecamatan Bangil menjadi wilayah terdampak paling parah dengan ketinggian air yang cukup signifikan di pemukiman warga. Di wilayah ini, Desa Tambakan mencatat genangan tertinggi mencapai 75 sentimeter yang menghambat mobilitas masyarakat setempat.

    Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat masih disiagakan di titik-titik lokasi terdampak. “Kami terus melakukan pemantauan intensif dan pendataan di lapangan untuk memastikan keselamatan warga,” ungkap Sugeng saat memberikan keterangan.

    Bergeser ke arah barat, Kecamatan Gempol juga masih melaporkan adanya genangan di Desa Carat, Tanjung, dan Kejapanan. Meski di beberapa titik seperti Viaduk sudah mulai surut, warga di Dusun Japanan masih menghadapi air setinggi 50 sentimeter.

    Kondisi di Kecamatan Beji menunjukkan tren penurunan debit air di beberapa titik pengamatan pada malam ini. Wilayah Desa Cangkringmalang dan Kedungringin kini menyisakan genangan setinggi 10 hingga 30 sentimeter di jalanan desa.

    Sugeng menambahkan bahwa selain Bangil dan Gempol, wilayah Kecamatan Kraton juga mendapat perhatian khusus karena debit air yang cukup tinggi. “Dusun Bulu dan Mbotoan di Desa Tambakrejo saat ini masih tergenang air dengan ketinggian hingga 50 sentimeter,” tambahnya.

    Kecamatan Pohjentrek turut melaporkan adanya genangan di Dusun Rujaksente dengan ketinggian rata-rata mencapai 40 sentimeter. Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Rembang dilaporkan telah berangsur pulih dan air mulai surut sepenuhnya di Desa Pekoren.

    Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang bisa kembali menaikkan volume air sungai. Petugas di lapangan tetap melakukan patroli rutin guna memberikan bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan evakuasi di tengah kegelapan malam. [ada/aje]

  • Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Oli Bekas Tabrak Pasutri di Ngawi, Istri Tewas di Lokasi

    Terobos Lampu Merah, Truk Tangki Oli Bekas Tabrak Pasutri di Ngawi, Istri Tewas di Lokasi

    Ngawi (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di perempatan lampu merah Ring Road, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Sebuah truk trailer tangki bermuatan 24 ribu liter oli bekas menabrak sepeda motor yang ditumpangi pasangan suami istri (pasutri), Jumat (9/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

    Akibat kejadian tersebut, sang istri tewas di lokasi kejadian, sementara suaminya mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan medis.

    Truk trailer diketahui menerobos lampu merah sebelum akhirnya menghantam sepeda motor korban yang sedang melintas di perempatan Kandangan. Benturan keras membuat pengendara motor terpental, sedangkan korban perempuan mengalami luka parah di bagian kepala akibat terlindas ban truk.

    Korban meninggal dunia diketahui bernama Diah Maharani (20), warga Desa Klampisan, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi. Sementara suaminya, Riki Wijaya (22), mengalami luka-luka dan langsung mendapatkan pertolongan dari petugas di lokasi kejadian.

    “Korban perempuan meninggal dunia di tempat, sedangkan suaminya dalam kondisi luka dan langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar salah seorang warga, Manteb, yang berada di lokasi kejadian.

    Truk trailer tangki tersebut dikemudikan oleh Agus Hasanudin (50), warga Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Mojokerto. Saat kejadian, sopir mengemudikan truk sendirian dengan muatan oli bekas dan melaju dari arah Solo menuju Surabaya.

    Setibanya di perempatan lampu merah Kandangan, truk diduga tetap melaju dan menerobos lampu merah hingga menabrak sepeda motor pasutri yang melintas dari arah berlawanan. Setelah kejadian, truk langsung berhenti di pinggir jalan.

    “Saya memang menerobos lampu merah karena sudah terlanjur. Saya membawa oli bekas dari Klaten ke Pasuruan. Setelah menabrak motor, saya langsung berhenti dan tidak berani melihat korban,” aku sopir truk, Agus Hasanudin.

    Petugas kepolisian yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jenazah korban dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi, sementara korban luka dilarikan ke RS Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Polisi juga mengamankan sepeda motor korban beserta truk trailer dan sopirnya ke Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus kecelakaan maut ini kini dalam penanganan pihak kepolisian. [fiq/ian]

  • Sungai Kedunglarangan Meluap, Kawasan Tambakan dan Kalianyar Bangil Terendam Banjir Parah

    Sungai Kedunglarangan Meluap, Kawasan Tambakan dan Kalianyar Bangil Terendam Banjir Parah

    Pasuruan (beritajatim.com) – Kawasan pemukiman di Kecamatan Bangil kembali menghadapi kepungan air akibat meningkatnya debit Sungai Kedunglarangan pada Jumat malam. Luapan air ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah hulu, tepatnya di kawasan Prigen dan Pandaan sejak Jumat (9/1/2026) siang.

    Kondisi ini mengakibatkan akses aktivitas warga di Kelurahan Kalianyar dan Desa Tambakan lumpuh total karena genangan yang cukup tinggi. Wilayah yang menjadi langganan banjir tahunan ini merupakan basis tempat tinggal keluarga besar Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo.

    Ketinggian air yang mencapai angka 70 sentimeter di jalanan desa membuat para petani tambak setempat tidak bisa menjalankan rutinitas mereka. “Sejak sore air mulai datang dan masuk ke pemukiman warga, air masih tinggi belum surut,” ungkap Agus, salah seorang warga terdampak.

    Warga menyebutkan bahwa banjir kali ini terasa lebih mengkhawatirkan karena debit air yang datang jauh lebih cepat dibandingkan biasanya. Masyarakat terpaksa melakukan upaya mandiri dengan menutup berbagai saluran pembuangan agar air tidak semakin merendam bagian dalam rumah.

    Agus juga menekankan bahwa intensitas banjir di awal tahun 2026 ini merupakan yang terparah jika dibandingkan dengan kejadian-kejadian sebelumnya. “Ini paling besar di tahun ini, kemarin hanya semata kaki dan saat ini di atas lutut orang dewasa,” tuturnya saat memantau kondisi air.

    Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah sekitar masih terpantau mendung dengan gerimis tipis yang dikhawatirkan kembali menaikkan volume sungai. Sebagian besar warga memilih tetap berjaga-jaga di depan rumah untuk mengamankan barang-barang berharga mereka dari rendaman air.

    Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan pun telah disiagakan di titik-titik rawan untuk memantau perkembangan situasi. Tim reaksi cepat mulai menyisir lokasi pemukiman guna memastikan keselamatan warga yang terjebak di dalam rumah.

    Pihak BPBD juga terus melakukan koordinasi dengan perangkat desa setempat untuk menyiapkan langkah evakuasi jika ketinggian air terus meningkat. Petugas mengimbau agar masyarakat segera melaporkan kondisi darurat melalui jalur komunikasi yang telah disediakan selama masa siaga bencana. (ada/ian)

  • Jelang HUT ke-53, PDI Perjuangan Tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging

    Jelang HUT ke-53, PDI Perjuangan Tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging

    Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 PDI Perjuangan, kader partai bersama budayawan dan warga menggelar tasyakuran tumpengan di Pesarean Ki Ageng Pengging, Surabaya. Kegiatan ini menjadi ruang doa, refleksi, sekaligus penguatan semangat kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus bergerak.

    PDI Perjuangan akan memperingati HUT ke-53 pada 10 Januari 2026 dengan tema Satyam Eva Jayate dan subtema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya. Tema tersebut bermakna “Kebenaran akan Menang” dan menjadi pijakan perjuangan partai dalam menjaga nilai kebangsaan.

    Kader PDI Perjuangan Surabaya, Achmad Hidayat, menggelar tasyakuran tumpengan bersama kader partai, budayawan Komunitas Tunggak Jati Nusantara, serta warga di Pesarean Ki Ageng Pengging. Ki Ageng Pengging atau Kebo Kenongo dikenal sebagai salah satu cikal bakal Kota Surabaya sekaligus ayah dari Joko Tingkir.

    “Semangat berkobar untuk menggelorakan nafas Pancasila 1 Juni 1945 di tengah kondisi yang tidak menentu harus menjadi pijakan seluruh kader dan simpatisan PDI Perjuangan,” kata Achmad Hidayat, Jumat (9/1/2026).

    Pesarean Ki Ageng Pengging sendiri kini telah resmi diambil alih Pemerintah Kota Surabaya. Kompleks pemakaman di Jalan Ngagel Nomor 87 itu dihibahkan kepada Pemkot untuk dirawat dan dipelihara sebagai bagian dari jejak sejarah kota.

    Dalam tasyakuran tersebut, Achmad berharap PDI Perjuangan terus menjadi benteng kebhinekaan, khususnya di Kota Surabaya. Dia menilai peran partai harus tetap memberi warna positif bagi kemajuan pembangunan kota.

    “PDI Perjuangan harus menjadi benteng utama menjaga Bhinneka Tunggal Ika dan terus memberi warna yang baik bagi kemajuan Surabaya,” ujarnya.

    Dia juga menyampaikan bahwa dinamika, kritik, dan aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang harus dijalani dengan niat baik.

    “Dinamika dan kritik itu keniscayaan. Kalau niatnya untuk kebaikan bersama, di situ kasih sayang akan terwujud,” imbuhnya.

    Dalam tumpengan tersebut, doa juga dipanjatkan untuk Proklamator Bung Karno, Ibu Megawati Soekarnoputri, para senior partai, kader, simpatisan, serta seluruh rakyat Surabaya agar senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. [asg/but]

  • Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Gubernur Khofifah Datangi Syukuran RS KORPRI Pura Raharja

    Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Jalan Pucang Adi Surabaya, Jumat (9/1/2026) sore.

    Acara tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan Khofifah kepada CEO RS Pura Raharja, Prof. Dr. dr. Joni Wahyuhadi, Sp.BS (K), MARS. Kemudian, tumpeng juga diserahkan kepada mantan Sekdaprov Jatim Akhmad Sukardi, yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa momentum ini merupakan wujud syukur sekaligus ikhtiar untuk menghadirkan layanan medis yang lebih integratif dan terorganisir bagi masyarakat.

    ​Khofifah secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada para pendiri rumah sakit ini, yang tidak lain adalah para anggota KORPRI Jawa Timur di masa lalu.

    ​”Pendiri rumah sakit ini adalah para anggota KORPRI. RS ini didedikasikan untuk masyarakat dan menjadi bagian dari ikhtiar KORPRI untuk menanam amal jariah. Insya Allah, jariah KORPRI yang dulu sempat urunan hingga berdirinya RS ini akan terus mengalir manfaatnya,” ujar Khofifah.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    ​Sebagai langkah profesionalitas dan transparansi ke depan, Khofifah memastikan akan dilakukan proses audit menyeluruh terhadap rumah sakit tersebut. Audit ini mencakup audit bangunan dengan memastikan kelaikan fisik fasilitas. Kemudian, ​audit peralatan dengan engevaluasi kesiapan teknologi medis. Lalu, audit Keuangan dengan menjamin tata kelola yang bersih dan akuntabel.

    ​”Proses audit ini adalah untuk kebaikan kita semua, agar keberlanjutan rumah sakit ini terjaga dengan standar yang benar,” tegasnya.

    ​Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengaku terkesan dengan suasana dan penyambutan yang diberikan oleh tenaga medis. Ia optimistis bahwa RS Pura Raharja mampu bersaing dengan rumah sakit kelas dunia.

    ​”Tadi suasananya seolah-olah International Hospital. Kalau hari ini ‘seolah-olah’, maka berikutnya Insya Allah benar-benar terwujud. Bukan hanya karena besarnya bangunan, tetapi karena kualitas layanan dan kualitas tenaga medisnya,” lanjut Khofifah.

    ​Menutup arahannya, Khofifah memohon dukungan dan sinergi dari seluruh pihak agar RS Pura Raharja dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Jawa Timur.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri acara tasyakuran Rumah Sakit (RS) KORPRI Jatim Pura Raharja, Surabaya.

    Sekdaprov Jatim sekaligus Ketua Umum Perkumpulan Abdi Negara Jatim dan Ketua Dewan Pengurus Provinsi KORPRI Jatim, Adhy Karyono menambahkan, bahwa tasyakuran ini dilakukan karena pihaknya bisa mendudukkan kembali status RS Pura Raharja sebagai Rumah Sakit milik KORPRI Jatim, dimana dikelola oleh Perkumpulan Abdi Negara Jatim.

    ​”Dan, kita sudah melakukan audit ya, kita sudah menunjuk CEO dan Direktur yang baru. Kita akan melakukan audit bangunan dulu, peralatan, kemudian besok audit keuangan. Dan, berikutnya akan menjadi pengembangan. Pertama, dari sisi bangunan akan kita kembangkan, termasuk pengadaan tanah yang akan dijadikan gedung rawat jalan dan akan menambah bednya,” imbuhnya.

    ​”Kemudian untuk peralatan kita akan perbaiki, kembangkan, ditingkatkan, dan juga layanan untuk home care-nya ya, tadi yang belum ada home care-nya. Kemudian untuk berikutnya adalah kita meningkatkan statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Tipe C, tetapi dengan program unggulan karena memang dari dulu untuk kesehatan layanan kesehatan ibu dan bayi ya, dan beberapa spesialisasi tertentu akan masuk semua,” pungkasnya. (tok/but)