JAKARTA – Sudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara terus melanjutkan pengerukan guna menormalisasi sejumlah waduk, kali hingga saluran penghubung (PHB) yang ada di Jakarta Utara guna mengantisipasi banjir susulan saat cuaca buruk melanda.
“Kita akan continue untuk melakukan pengerukan. Pengerukan tetap kita laksanakan untuk memperbesar kapasitas daya tampung, waduk, kali. Kita akan perbanyak pengerukan,” kata Kasudin SDA Jakarta Utara Heria Suwandi saat dikonfirmasi, Jumat, 16 Januari.
Heria menyebutkan, dari hasil pengecekan oleh pihaknya ditemukan adanya pendangkalan pada Kali Angke akibat sedimentasi lumpur sehingga harus dikebut dengan pengerukan.
“Misalnya di Kali Angke, Kali Angke itu alami pendangkalan. Ini sedang kita lakukan pengerukan untuk buka area baru yaitu di segmen BKB. Kali Angke itu salah satu yang terdampak rob, jadi sendimentasi (lumpur) sudah tinggi,” ujarnya.
Heria menerangkan sejumlah kali (sungai) di Jakarta Utara yang masih menjadi prioritas pengerukan karena banyaknya sendimentasi sehingga daya tampung kali saat menampung air semakin berkurang.
“Banyak kali-kali di Jakarta Utara yang memang harus mendapatkan prioritas pengerukan. Artinya pengerukan ini harus terus menerus, pengerukan menggunakan ekskavator,” katanya.
Heria menekankan akan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya di Jakarta Utara dalam hal pengendalian banjir.
“Kami juga akan tingkatkan kapasitas pompa, peningkatan kapasitas saluran, pengerukan di waduk, pengerukan di kali makro, perbaikan dan pengurasan saluran juga lebih kita tingkatkan,” katanya.
Kasudin SDA Jakarta Utara Heria Suwandi
Sementara berdasarkan catatan Sudin SDA Jakarta Utara, sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026, pihaknya telah melakukan pengerukan di 13 Kali (sungai) yang ada di Jakarta Utara.
Kemudian pengerukan terhadap 10 saluran penghubung (PHB) juga telah dilakukan.
“Sebanyak 5 waduk yakni Waduk Pluit, Waduk Sunter Utara, Waduk Muara Angke, Embung Kodamar dan Embung Babek TNI juga sudah lakukan pengerukan,” katanya.
Sementara pengerukan yang masih berjalan sampai hari ini adalah Waduk Pluit, Waduk Danau Cincin, Waduk Sunter Utara, Embung Babek.
Untuk Kali yang masih dikeruk adalah Kali Cakung Lama dengan beberapa segmen pengerukan.
“Kali Adem, Kali Semper Barat, Kali Pluit Karang Barat, Kali Betik, Kali Bokor dan Kali Ancol masih terus berjalan. Untuk pengurasan saluran PHB yang masih berjalan ada di saluran PHB Kelapa Lilin Timur, saluran PHB Warung Jengkol, saluran PHB Cacing Raya dan saluran PHB Karang Bolong,” katanya.
