JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut, kondisi Sungai Batang Kuranji di Kecamatan Pauh, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, sudah mengancam badan jalan dan permukiman warga imbas banjir beberapa waktu lalu.
Diketahui, banjir susulan kembali melanda wilayah tersebut pada 2 Januari 2026 akibat intensitas hujan tinggi, yang menyebabkan Sungai Batang Kuranji meluap.
“Kondisi sungai di lokasi Batang Kuranji, khususnya di kawasan Batu Busuk, sudah mengancam badan jalan dan permukiman warga,” ujar Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Naryo Widodo dalam keterangan tertulis, Kamis, 8 Januari.
Oleh karena itu, BWS Sumatera V Kementerian PU pun terus melakukan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko bencana berulang.
Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Kuranji dilakukan dengan fokus membuka dan mengarahkan alur sungai ke bagian tengah.
“Saat ini, kami menangani dengan membuka alur-alur sungai dan mengarahkannya ke tengah, sehingga sisi kiri sungai yang mengancam jalan dan permukiman masyarakat dapat segera ditangani,” katanya.
Adapun BWS Sumatera V Kementerian PU telah menurunkan 11 unit alat berat dari total 15 unit yang direncanakan, dengan tujuh unit alat berat difokuskan di lokasi Sungai Batang Kuranji kawasan Batu Busuk.
Selain normalisasi sungai untuk mengarahkan aliran, penanganan darurat juga dilakukan untuk mengembalikan jalan desa yang putus sepanjang 200 meter.
“Dan ditargetkan dapat selesai sekitar empat hari ke depan, agar aktivitas masyarakat sekitarnya dapat normal kembali,” terang Naryo.
Menurut Naryo, pihaknya juga akan berdiskusi dengan para akademisi untuk merumuskan penanganan sungai lebih komprehensif.
“Mengingat fungsi Sungai Batang Kuranji saat ini dinilai telah berkurang hingga hampir 50 persen,” tutur dia.
Di samping itu, kata Naryo, pihaknya juga meminta dukungan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang terkait ketersediaan lahan (land clearing) di sepanjang bantaran sungai apabila dilakukan penanganan secara jangka panjang.
“Agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar tanpa terkendala permasalahan sosial,” imbuhnnya.
