Jakarta –
Bulan Maret 2025 ini akan terjadi dua fenomena gerhana yaitu Gerhana Bulan Total dan Gerhana Matahari Sebagian. Gerhana merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu konfigurasi tertentu.
Untuk diketahui, pada tahun ini akan ada empat kali fenomena Gerhana, yang terdiri dari dua kali fenomena Gerhana Bulan Total dan dan dua kali Gerhana Matahari Sebagian. Masing-masing terjadi di bulan Maret dan September mendatang.
Gerhana Tidak Bisa Dilihat dari Indonesia
Menurut laporan BRIN, Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 13-14 Maret 2025, sementara Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi pada 29 Maret 2025. Namun keduanya tidak bisa disaksikan dari wilayah Indonesia, melainkan hanya bisa disaksikan di Eropa, Amerika, dan Arktik.
“Sementara itu, gerhana bulan total pada 13-14 Maret dan gerhana matahari sebagian pada 29 Maret hanya dapat disaksikan di Eropa, Amerika, dan Arktik,” ungkap Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Gerhana Puananadra Putri, seperti dilansir BRIN.
Fenomena Gerhana Bulan Total akan berlangsung pada 13-14 Maret 2025. Meski begitu, fenomena Gerhana Bulan Total di bulan Maret ini tidak bisa disaksikan di wilayah Indonesia. Menurut laporan NASA, wilayah-wilayah yang dapat melihat fenomena ini adalah di Pasifik, Amerika, Eropa Barat, Afrika Barat.
Gerhana Bulan Total adalah ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga Bumi menghalangi cahaya Matahari yang jatuh ke Bulan. Umumnya, fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang. Bulan akan tampak memerah saat puncak gerhana karena pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi.
Gerhana Matahari adalah ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dan piringan Bulan menutupi piringan Matahari jika dilihat dari Bumi. Adapun Gerhana Matahari Sebagian adalah ketika Bulan menutupi hanya sebagian Matahari, sehingga Matahari akan tampak memiliki bayangan gelap di sebagian kecil permukaannya.
(wia/idn)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu