Surabaya (beritajatim.com) – Pelaku pembunuhan di Wonokusumo Raya, Semampir Surabaya diduga berjumlah lima orang. Lima orang yang kini diburu oleh anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu mengendarai sarana mobil sebelum menghabisi Umar Faruq.
Informasi yang dihimpun dari internal kepolisian, Faruq saat itu sedang mengendarai Honda Estilo warna abu-abu berplat L 5506 DAM. Ia tiba-tiba dicegat oleh empat orang yang turun dari mobil. Sementara satu orang lainnya berada di belakang kursi kemudi.
Empat orang yang turun dari mobil itu lantas menghajar Faruq. Salah satu pelaku mengenakan senjata tajam menusuk bagian ketiak hingga akhirnya Faruq tersungkur. Pelaku yang merasa tugasnya selesai lantas masuk mobil dan kabur.
Terkait informasi tersebut, Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Iptu Suroto, menyebut pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Saat ini aparat kepolisian masih memeriksa CCTV dan sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti.
“Kami masih dalami semua kemungkinan. Mulai CCTV, saksi-saksi termasuk barang pribadi korban sudah kami amankan dan periksa,” jelas Suroto.
Suroto menegaskan pihaknya bekerja keras untuk segera menangkap pelaku. Bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait pelaku, Suroto meminta agar masyarakat tidak ragu melapor ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Sebelumnya, Pihak kepolisian dari Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak terus berupaya mengungkap Kasus pembunuhan di Wonokusumo Jaya, Minggu (18/1/2026) kemarin. Terbaru, polisi berhasil mengungkap identitas korban dan kronologi kejadian dari berbagai saksi yang sudah diperiksa.
Sumber internal Beritajatim di kepolisian menyebut, korban adalah Umar Faruq (32) warga Kedung Mangu 5, Sidotopo Wetan. Dari keterangan saksi yang diperiksa, diduga Faruq tewas karena persoalan asmara.
“Informasi sementara karena persoalan asmara. Tapi masih terus didalami oleh teman-teman,” kata sumber yang enggan identitasnya disebut.
Informasi yang dihimpun, Faruq tengah menjalin asmara dengan seorang perempuan asal Lamongan. Perempuan itu mengaku janda anak satu kepada Faruq dan belum cerai secara resmi. Motif cemburu dari pasangan perempuan itu lah yang diduga menjadi motif tewasnya Faruq.
“Informasinya karena masalah perempuan. Dia sering berkunjung ke rumah perempuan itu dan ada gesekan dengan pasangannya,” imbuh sumber. [ang/aje]
